cover
Contact Name
Lilin Rosyanti
Contact Email
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Phone
(0401) 3190492
Journal Mail Official
edoffice@myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral A.H Nasution No.G-14, Anduonohu, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93231, Phone (0401) 3190492
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Health Information : Jurnal Penelitian
ISSN : 20850840     EISSN : 26225905     DOI : 10.36990/hijp
Core Subject : Health,
Health Information : Jurnal Penelitian adalah jurnal kesehatan yang bersifat mandiri, amanah, rasional, akuntabel dan global yang berisi hasil penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif.
Articles 664 Documents
Hubungan Tipe Kepribadian Dengan Tingkat Depresi Pada Penyandang Diabetes Mellitus Dengan Komplikasi Hermawan, Graha Dwi; Purwanti, Okti Sri
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus suatu penyakit yang terjadi karena gangguan metabolisme tubuh pada fungsi insulin yang mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah dalam tubuh. Diabetes mellitus dapat menyebabkan komplikasi. Hal ini dapat menyebabkan munculnya gangguan psikologis salah satunya depresi. Depresi merupakan masalah gangguan psikologis yang sering terjadi pada peyandang diabetes mellitus. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi depresi salah satunya tipe kepribadian introvert dan esktrovert. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian dengan tingkat depresi pada penyandang diabetes mellitus dengan komplikasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan jumlah responden 58 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan kuisioner BDI-II untuk mengetahui tingkat depresi, jung’s type indicator untuk mengetahui tipe kepribadian. Analisa univariat menggunakan statistic deskriptif dan bivariat dengan spearmen’s rho. Hasil penelitian menunjukkan Penyandang diabetes mellitus mayoritas memiliki kepribadian introvert dan tingkat depresi minimal. Ada hubungan antara tipe kepribadian dengan tingkat depresi dengan nilai P-value 0.014 < 0,05 dengan korelasi cukup dan tidak searah. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan bisa memperluas tipe kepribadian dengan macam yang berbeda dan dapat faktor lain yang berhubungan dengan diabetes mellitus.
Cognitive Behavior Therapy (Cbt) Sebagai Terapi Tingkat Stress Pada Lansia Laili, La’isal; Yuniartika, Wachidah
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan masa penutupan perubahan.kondisi.fisik merupakan rentang hidup seseorang perubahan ini dimulai dari penandaan pada usia 60 sampai kematian, psikologis dan sosial yang saling berinteraksi. Lansia lebih cenderung mengalami stres sebagai akibat dari perubahan fisik, psikologis, spiritual, dan psikososial yang dialaminya. Tujuan yang akan dicapai adalah untuk melihat apakah Cognitive Behavior Therapy (CBT) membantu lansia di Desa Gumpang Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo untuk mengurangi stresnya. Penelitian kuantitatif dilakukan, dan desain praeksperimental digunakan untuk penelitian. dengan metode accidental sampling untuk pengambilan sampel. Lansia berusia antara 65 dan 70 tahun, lansia yang mampu melakukan aktivitas fisik sendiri, dan lansia yang menyelesaikan semua aktivitas Cognitive Behavior Therapy (CBT) memenuhi kriteria inklusi untuk penelitian ini. Data diambil menggunakan instrumen kuesioner DASS yang telah diuji validitas oleh peneliti sebelumnya. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat berbentuk uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dari perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test, Nilai Z yang didapat -8.122 dengan p-value sebesar 0,000 di mana kurang dari batas kritis penelitian sebesar 0,05 (0,000 < 0,05) didapati antar pre test dan post test mempunyai perbedaan bermakna yang dilakukan pada Cognitive Behavior Therapy.
Gambaran Peran Keluarga Dalam Perawatan Pasien Gagal Jantung : Perspektif Pasien Hardiyana, Mayang Tri; Kristinawati, Beti
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal jantung menjadi masalah kesehatan utama baik di dunia maupun di Indonesia dan angka morbiditas dan mortalitasnya tinggi. Kondisi ini dikaitkan dengan rendahnya perawatan mandiri yang dilakukan oleh penderita. Perawatan tidak hanya diberikan oleh petugas kesehatan saja, namun dibutuhkan peran keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran keluarga dalam perawatan pasien gagal jantung berdasarkan perspektif pasien. Metode dikriptif kuantitaif digunakan dalam penilitain ini. Sejumlah 294 pasien gagal jantung dipilih dengan teknik purposive berdasrkan kriteria pemilihan sample yang telah ditetapkan oleh peneliti. Hasil penelitian ini diperoleh gambaran peran keluarga pada perawatan pasien gagal jantung dengan kategori baik. Diharapkan pelibatan keluarga dalam perawatan pasien juga dilakukan pada perawatan pasien dengan kondisi klinis yang lain.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Gagal Jantung Ardhiansyah, Muhammad Faiz Fahrizal; Hudiyawati, Dian
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal jantung merupakan suatu kondisi di mana terjadi ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang adekuat dalam memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi sehingga menimbulkan berbagai macam manifestasi klinis pada penderitanya. Adanya manifestasi klinis tersebut penderita bisa mengalami gangguan psikologis, salah satunya stres. Stres yang berlebih dapat mengganggu tidur penderita yang mengakibatkan menurunnya kualitas tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada pasien gagal jantung. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif deskriptif, menggunakan metode pengambilan data secara cross sectional. Jumlah responden sebanyak 106 responden di poli jantung RS UNS menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner, PSS (Perceived Stress Scale) untuk mengukur tingkat stres dan PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukan pasien gagal jantung mengalami tingkat stres sedang sebesar 59,4% dan kualitas tidur buruk sebesar 84%, terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur dengan nilai Sig.(2-sided) P=0,007. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat stres berhubungan dengan kualitas tidur pada pasien gagal jantung.
Perbandingan Jumlah Pendonor Darah Di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Kota Bandung Tahun 2019 Dengan 2020 (Sebelum Dan Saat Pandemi) Krisnandi, Ezza Maulana
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akibat dari pandemi ada perubahan-perubahan yang terjadi dikalangan masyarakat, seperti khawatir akan terpaparnya virus Covid-19 saat akan melakukan tindakan pendonoran darah. Dampak pandemi ini berpengaruh buruk pada kondisi UDD PMI di beberapa wilayah di Indonesia seperti, kota Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah pendonor darah di UDD PMI Kota Bandung sebelum terjadinya pandemi dan saat pandemi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah jumlah populasi yang di ambil bersumber dari data jumlah pendonor darah di UDD PMI Kota Bandung sejak 1 Januari sd 31 dan Desember 2019 – 1 Januari sd 31 Desember 2020. Pada penelitian yang akan digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan stastik kategorik. Hasil penelitian menunjukkan jumlah donor darah di PMI Kota Bandung sebelum pandemi rata-rata sebanyak 10.054 orang, sedangkan pada saat pandemi rata-rata sebanyak 8.455 orang. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan jumlah donor darah di UDD PMI Kota Bandung sebelum terjadinya pandemi dan saat pandemi, di-mana terjadi penurunan jumlah pendonor saat terjadi pandemi.
Faktor Risiko Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Ditinjau dari Kondisi Lingkungan Fisik pada Masyarakat di Kepulauan Spermonde: Penelitian Observasional Birawida, Agus Bintara; Daud, Anwar; Ibrahim, Erniwati; Sila, Nurlia; Khaer, Ain
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 1 (2023): Januari-April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i1.820

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is a disease caused by the environment and is one of the main causes of high morbidity and mortality. ISPA cases are spread in various areas in South Sulawesi Province, including in the Spermonde Archipelago, Makassar City. In general, there are three main risk factors for the occurrence of ARI, namely environment, individual and behavior. The purpose of this study was to analyze environmental parameters related to the incidence of ARI in the Spermonde Archipelago. The study was conducted using a cross-sectional observational design in 640 neighborhoods. Determination of the sample using the method of proportional systematic random sampling. Statistical data were analyzed by Chi-Square test. The results of the data analysis showed a significant correlation with the variable floor area of ??the house (p = 0.000), indoor lighting (p = 0.023), occupancy density (p = 0.000), and use of mosquito coils (p = 0.000). Variables that did not show a correlation with the incidence of ARI were smoking habits of family members (p = 0.087), ventilation (p = 0.252), and indoor air temperature (p = 0.709). Environmental factors that influence the incidence of ARI are the floor area of ??the house, lighting in the house, residential density, and the use of mosquito coils. Further research is needed to determine the factors causing the physical environmental conditions of the Spermonde Island community.
Biomarker Terkini Untuk Membedakan Diagnosis Stroke Iskemik Dan Hemoragik Pada Pasien Dewasa Dan Lansia : Sebuah Review Ariyanto, Cindy Rachmadewi; Novela, Cindy; Yohan, David; Elhapidi, Nafisa Zulpa; Ongko, Felix
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stroke adalah kejadian defisit neurologis yang terjadi secara mendadak akibat berkurangnya atau terhambatnya suplai darah ke bagian otak tertentu. Stroke menjadi penyebab kematian kelima terbanyak di Amerika Serikat dan penyebab kematian ketiga terbanyak di dunia. Saat ini, pemeriksaan neuroimaging seperti CT Scan dan MRI menjadi gold standard dalam menentukan diagnosis stroke. Namun, pemeriksaan tersebut terbatas, membutuhkan biaya yang mahal, dan memakan waktu. Biomarker menjadi salah satu alat yang saat ini sedang banyak diteliti untuk membantu mendiagnosis stroke secara cepat dan tepat serta digunakan untuk membedakan stroke iskemik dan hemoragik. Tujuan: Mengetahui biomarker terkini yang dapat digunakan untuk membedakan diagnosis stroke iskemik dan hemoragik pada pasien dewasa dan lansia. Metode: Tinjauan literatur dari empat database PubMed, DOAJ, Cochrane, dan Google Scholar yang diterbitkan dalam rentang waktu 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2018-2022. Hasil: Didapatkan 14 literatur yang melaporkan biomarker yang efektif untuk mendiagnosis stroke iskemik dan hemoragik seperti Matrix Metalloproteinase (MMP), Thioredoxin, N-terminal brain natriuretic peptide (NT-proBNP), C-reactive protein (CRP), Sphingosine 1-phosphate (S1P), S100, Glial Fibrillary Acidic Protein (GFAP), dan Cystatin C (CysC). Kesimpulan: Dari literatur ini didapatkan bahwa Matrix Metalloproteinase (MMP), Thioredoxin, N-terminal brain natriuretic peptide (NT-proBNP), C-reactive protein (CRP), dan Sphingosine 1-phosphate (S1P) dapat digunakan sebagai alat diagnosis stroke iskemik. Sedangkan biomarker S100 dan Glial Fibrillary Acidic Protein (GFAP) dapat mendiagnosis stroke hemoragik, sehingga dapat digunakan untuk menyingkirkan diagnosis stroke iskemik. Cystatin C (CysC) dapat digunakan sebagai biomarker penanda stroke pada pasien lansia.
Pengaruh Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Fisik dan Cream Pelindung Terhadap Kejadian Melasma Pada Petani di Kabupaten Wonosobo Mibawani, Aliza; Pramuningtyas, Ratih
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Wonosobo dengan karakteristik dataran tinggi semakin memperbesar potensi bagi petani terkena melasma. Faktor resiko penyebab melasma paling sering karena paparan UV dan APD. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan penggunaan APD fisik dan cream pelindung dengan kejadian melasma pada petani di Kabupaten Wonosobo. Penelitian dengan analitik observasional, desain cross sectional. Sampel sebanyak 92 petani diambil secara purposive sampling, dan berdasarkan kriteria restriksi (kriteria inklusi: minimal 10 tahun bertani dan 30-60 tahun) dan kriteria ekslusi (petani dengan penyakit kulit bawaan, pengunaan obat hormonal, dan penggunaan KB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan terhadap penggunaan APD pakaian pelindung dan cream pelindung. Resiko yang paling tinggi yaitu penggunaan cream pelindung dengan resiko (4,239). Studi tersebut menyimpulkan adanya hubungan erat antara penggunaan APD dan cream pelindung dengan kejadian melasma pada petani di Kabupaten Wonosobo.
Hubungan Ph Saliva Dan Perilaku Anak Dalam Menjaga Kesehatan Gigi Dengan Terjadinya Karies Gigi Pada Anak Usia Prasekolah Rahayu, Culia; Meilasari, N Seni; Miko, Hadiyat
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi adalah proses multifaktor yang terjadi melalui interaksi antara gigi dan saliva sebagai host, bakteri di dalam rongga mulut, serta makanan yang mudah difermentasikan. Secara tidak langsung, saliva mempengaruhi proses terjadinya karies karena saliva selalu membasahi gigi geligi sehingga mempengaruhi lingkungan dalam rongga mulut. Di Indonesia telah terjadi perubahan pola makan akibat dari meningkatnya penggunaan refined carbohydrat atau dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai kembang gula, cokelat, dan penganan lain yang banyak mengandung sukrosa, makanan tersebut umumnya mudah melekat pada permukaan gigi, kemudian menyebabkan kerusakan gigi. Tujuan penelitian: Mengkaji Hubungan pH Saliva dan perilaku anak dalam menjaga kesehatan gigi dengan terjadinya Karies gigi pada anak usia prasekolah. Metodologi: metode yang digunakan adalah survey analitik dengan jenis rancangan cross sectional, populasi 50 anak TK Ananda Bagasasi, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan uji statistika dengan uji Spearman. Hasil penelitian: Sebanyak 25 anak (50%) dengan angka resiko karies gigi tinggi, Sebanyak 24 anak (48%) memiliki pH saliva asam, dan sebanyak 29 anak (58%) memiliki perilaku yang baik dalam menjaga kesehatan gigi. Hasil uji Spearman didapatkan nilai signifikan 0,000 dan 0,006. Kesimpulan: Terdapat Hubungan pH Saliva dan perilaku anak dalam menjaga kesehatan gigi dengan terjadinya Karies gigi pada anak usia prasekolah. Direkomendasikan bagi puskesmas khususnya terapis gigi agar lebih meningkatkan penyuluhan kepada anak prasekolah tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Pemberian Ringer Lactate Vs Normal Saline Untuk Tatalaksana Ketoasidosis Diabetik : Manakah Yang Lebih Baik ? Tanely, Winnia; Fahira, Cindy; Analdi, Vanessa; Khanna, Yosie; Ngamelubun, Laetitia
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketoasidosis diabetik (DKA) adalah kondisi diabetes yang mengancam jiwa yang ditandai dengan gangguan metabolisme dan homeostasis. Selain identifikasi penyebab pencetus secara tepat waktu, langkah pertama dalam penatalaksanaan akut gangguan ini meliputi pemberian cairan intravena (IV) secara agresif. Dua jenis cairan infus yang biasa digunakan untuk penggantian cairan umum pada pasien rawat inap adalah Balanced Electrolyte Solutions (BES) seperti Ringer Lactate (RL) dan Normal Saline 0,9% (NS). Pedoman saat ini menyarankan penggunaan NS sebagai cairan resusitasi pilihan. Namun, kelebihan kandungan klorida NS dapat menyebabkan metabolisme hiperkloremik. BES seperti larutan Ringer Lactate (RL) telah diusulkan sebagai alternatif karena kecenderungan yang lebih rendah untuk menyebabkan komplikasi ini dan berpotensi dapat memfasilitasi resolusi yang lebih cepat. Bukti mengenai penggunaan BES dalam DKA masih terbatas. Untuk menentukan apakah penggunaan RL dalam resusitasi cairan menyebabkan resolusi DKA lebih cepat dibandingkan dengan NS. Jenis penelitian ini adalah kajian literatur. Studi ini melibatkan pencarian literatur yang komprehensif dari PubMed, Google Scholar, EBSCO, dan Science Direct tentang uji klinis yang membahas penggunaan BES vs NS dalam resusitasi cairan pada DKA. Waktu penyelesaian DKA diperiksa sebagai titik akhir primer. Pencarian literatur termasuk 19 studi yang disaring secara individual. Sebanyak 24 studi diidentifikasi tetapi 5 studi dikeluarkan karena tidak relevan dalam hasil kepentingan dan target populasi. Kajian ini menunjukkan bahwa penggunaan RL untuk resusitasi cairan pada DKA terbukti lebih unggul daripada NS 0,9% dalam hal mengurangi DKA lebih cepat.