cover
Contact Name
Lilin Rosyanti
Contact Email
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Phone
(0401) 3190492
Journal Mail Official
edoffice@myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral A.H Nasution No.G-14, Anduonohu, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93231, Phone (0401) 3190492
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Health Information : Jurnal Penelitian
ISSN : 20850840     EISSN : 26225905     DOI : 10.36990/hijp
Core Subject : Health,
Health Information : Jurnal Penelitian adalah jurnal kesehatan yang bersifat mandiri, amanah, rasional, akuntabel dan global yang berisi hasil penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif.
Articles 664 Documents
Efek Kurkumin Terhadap Stres Oksidatif Dan Profil Metabolik Pasien Sindrom Ovarium Polikistik Christiani, Christiani; Manubulu, Charles Pauris; Arimas, Eka
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) menjadi penyakit endokrin yang paling sering dikeluhkan oleh wanita usia reproduktif. Perjalanan penyakit PCOS bersifat multifaktorial, namun, dua proses penting yang mempengaruhi perkembangan PCOS yaitu stres oksidatif dan hiperlipidemia. Komplikasi dari PCOS seperti infertilitas menjadi akibat dari terapi yang hingga kini belum kunjung ditemukan untuk mengatasi kondisi tersebut. Intervensi yang telah dicoba untuk mengatasi PCOS memiliki berbagai efek samping yang mempengaruhi kondisi pasien. Oleh sebab itu, suatu terobosan baru diperlukan untuk mengatasi PCOS. Senyawa fitokimia yaitu kurkumin dipandang memiliki potensi dalam tatalaksana PCOS. Efek antioksidan dan pengaturan lipid dapat menjadi terobosan baru untuk mengatasi PCOS. Metode: Pencarian jurnal dilakukan melalui beberapa database penelitian antara lain Google Scholar, PubMed, dan Wiley. Kata kunci yang digunakan adalah “kurkumin”, “stres oksidatif”, “profil metabolik” dan “PCOS”. Hasil: Pencarian literatur menghasilkan 1.772 jurnal dengan 39 jurnal sesuai dengan kriteria. Studi yang diprioritaskan merupakan studi yang diterbitkan Kami memprioritaskan penelitian yang diterbitkan dalam jangka waktu lima tahun terakhir. Simpulan: Berbagai studi telah membuktikan efektivitas kurkumin dalam mengubah proses patofisologi stres oksidatif dan hiperlipidemia pasien PCOS. Selain itu, pemanfaatan dan pengguaan kurkumin di Indonesia cukup mudah dijangkau. Pemberian kurkumin dapat direkomendasikan pada pasien PCOS secara luas dan efisien.
Perbandingan Efektivitas Tindakan Laparoskopi Dan Open Herniotomi Sebagai Tatalaksana Hernia Pada Pasien Anak : Sebuah Review Ursula, Ferrel Briliyant; Sharon, Sharon; Auliya A, Syaied; Nadia, Sabina Ayu; Danarko, Ian
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kelainan kongenital yang sering ditemukan pada bayi dan anak-anak adalah hernia. Tatalaksana pembedahan pada hernia sangat diperlukan agar dapat mencegah risiko terjadinya komplikasi. Tatalaksana pembedahan yang dapat dilakukan pada kasus hernia antara lain open surgery dan juga laparoskopi. Terdapat kelebihan dan kekurangan dari masing-masing prosedur tersebut begitupun penerapan untuk setiap jenis hernia juga berbeda. Guideline internasional sudah menetapkan tatalaksana pembedahan yang tepat untuk hernia inguinalis pada pasien dewasa. Namun sampai saat ini, belum ada pedoman yang baku terkait manakah yang lebih efektif digunakan pada kasus hernia anak, apakah open surgery ataukah laparoskopi. Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan efektivitas tindakan laparoskopi dengan open herniotomi sebagai tatalaksana hernia pada pasien anak. Metode: Tinjauan literatur dari empat database PubMed, DOAJ, Cochrane, dan Google Scholar yang diterbitkan dalam rentang waktu 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2018-2022. Hasil: Didapatkan 14 literatur yang melaporkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing prosedur. Kelebihan dari laparoskopi adalah dapat mengurangi hospital stay, waktu operasi, risiko inflamasi, dan rasa nyeri. Faktor estetik juga menjadi keunggulan dari prosedur ini karena tidak banyak menimbulkan luka bekas operasi. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa laparoskopi dapat meminimalisir risiko terjadinya komplikasi dan juga kekambuhan pasca operasi. Maka dari itu, laparoskopi menjadi salah satu tindakan yang efektif dan aman sebagai tatalaksana hernia pada anak. Kesimpulan: Terdapat perbedaan hasil penelitian terkait efektivitas tindakan laparoskopi dengan open herniotomi sebagai tatalaksana hernia pada pasien anak. Kedua prosedur tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sehingga, pemilihan tindakan harus berdasarkan pertimbangan kedua belah pihak antara pasien dan dokter.
Pengaruh Komunikasi Terapeutik Menggunakan Metode Aba (Applied Behavior Analysis) Terhadap Kemampuan Menyikat Gigi Pada Anak Autis Kusmana, Aan; Samjaji, Samjaji; Rahayu, Culia; Laksita, Klara
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut anak autis pada umumnya kurang baik. Hal ini diperparah dengan ketidakmampuan menyikat gigi yang benar, akibat terganggunya konsentrasi dan interaksi anak, sehingga sulit menerima petunjuk cara menyikat gigi. Metode ABA (Applied Behavior Analysis) yang efektif dapat meningkatkan kemampuan motorik, perilaku, dan kognitif anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik menggunakan metode ABA (Applied Behavior Analysis) terhadap kemampuan menyikat gigi pada anak autis. Metode penelitian menggunakan metode one group pre test and post test design yaitu dengan memberikan intervensi pada kelompok sampel dengan membandingkan hasil kemampuan menyikat gigi, dan perilaku anak autis sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dengan hasil p-value 0,000 < 0,05 yang berarti H1 diterima, sehingga ada pengaruh komunikasi terapeutik menggunakan metode ABA (Applied Behavior Analysis) terhadap kemampuan menyikat gigi pada anak autis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komunikasi terapeutik dengan metode ABA (Applied Behavior Analysis) efektif dalam meningkatkan kemampuan menyikat gigi pada anak autis.
Hubungan Pengetahuan Tentang Dampak Merokok Terhadap Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Frekuensi Merokok Nugroho, Cahyo; Widyagdo, Agung; Purwanti, Revi
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk hubungan frekuensi merokok bagi kesehatan gigi dan mulut dengan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada remaja di salah satu SMA Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian yang di gunakan adalah survei analitik dengan rancangan penelitian menggunakan cross sectional yang bermaksud mencari hubungan antara suatu keadaan dengan keadaan lain pada saat bersamaan dan populasi yang sama. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2021 dengan jumlah responden remaja laki-laki kelas XI di salah satu SMA di Kabupaten Kuningan usia 16-18 tahun sebanyak 40 siswa. Pengambilan sampel menggunakan purposivie sampling. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan frekuensi merokok dengan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut ditinjau dari semakin ringan frekuensi merokok dan jenis rokok yang digunakan semakin tinggi pengetahuan kesehatan giginya.
Studi Komparasi Prosedur Rinoplasti Dari Aspek Bedah Dan Non-Bedah: Efektivitas Dan Komplikasi Alicia, Tri Yunita; Pasya, Aurora Rahyu; Lestari, Gina; Muluk, Shania Latiza; Leany, Leany
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, proporsi dan simetrisitas fitur wajah dianggap sebagai penentu persepsi kecantikan, termasuk hidung. Rinoplasti merupakan suatu prosedur yang bertujuan untuk membentuk kembali kontur hidung yang dilakukan dengan indikasi kosmetik ataupun perbaikan masalah klinis. Menurut survei yang dilakukan oleh International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS), rinoplasti termasuk salah satu dari lima besar prosedur estetika paling diminati secara global. Dalam perspektif pasien, hasil akhir dari prosedur adalah masalah mendasar dalam praktik rinoplasti, tidak hanya untuk mengatasi indikasi fungsional tetapi juga aspek estetika, serta dampak keseluruhan dari penyelenggaraan prosedur ini. Tujuan: Penulis ingin menyusun sebuah tinjauan literatur yang terintegrasi mengenai definisi, prosedur pengerjaan, kelebihan, dan kekurangan termasuk komplikasi dari masing-masing tindakan guna memberikan referensi terbaru mengenai komparasi rinoplasti bedah dan non-bedah sebagai dasar pertimbangan pemilihan tindakan. Metode: Pencarian literatur dilakukan melalui database seperti PubMed dan Science Direct dengan kata kunci “rinoplasti”, “rinoplasti bedah”, dan “rinoplasti non-bedah”. Studi lain yang tidak membahas tentang populasi dan sampel yang sesuai dieksklusikan. Hasil: Rinoplasti bedah memberikan hasil permanen dan dapat dilakukan bersama prosedur lain sehingga dapat memenuhi aspek efisiensi, namun waktu pemulihan yang lama, risiko yang cukup rumit, serta biaya yang tinggi harus dipertimbangkan. Sedangkan rinoplasti non-bedah memiliki durasi penegrjaan yang singkat, waktu pemulihan yang lebih cepat, biaya yang lebih rendah, tetapi membutuhkan perawatan yang lebih intensif karena hasil bersifat reversibel. Beberapa komplikasi juga dapat menyertai prosedur ini, seperti oklusi pada pembuluh darah. Kesimpulan: Di antara kedua opsi tersebut, tidak dapat diputuskan secara definitif mengenai prosedur yang lebih unggul karena kedua prosedur memiliki indikasi, manfaat, dan komplikasi yang dapat mempengaruhi setiap kandidat secara subjektif. Maka, diperlukan wawancara komprehensif mengenai riwayat kondisi, hasil yang diharapkan, kemungkinan risiko dan komplikasi, serta riwayat sosiodemografi dan status finansial setiap kandidat sebelum keputusan pemilihan prosedur diambil.
Hubungan Hiperglikemia Dengan Retinopati Pada Bayi Prematur Natalie, Michelle Ruth; Widiyanti, Priska Bonnie; Hong, Phoenix; Pratama, Riky; Sharon, Sharon
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retinopati pada bayi prematur (retinopathy of prematurity/ROP) adalah penyakit neovaskularisasi iskemik pada bayi prematur yang dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut hingga ablasio retina. ROP sendiri merupakan penyebab kebutaan pada 15% bayi di negara berkembang. Ada beberapa kemungkinan faktor risiko ROP yaitu usia gestasi, berat lahir, faktor maternal, stress oksidatif, kondisi hipoksia dan hiperoksia, proteinuria, dan hiperglikemia. Dikarenakan hiperglikemia merupakan salah satu faktor resiko yang berpotensi untuk dimodifikasi maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui insidensi retinopati pada bayi prematur dengan hiperglikemia. Penelitian ini dilakukan dengan metode literature review menggunakan kata-kata kunci hiperglikemia neonatal (neonatal hyperglycemia), retinopati (retinopathy), dan bayi prematur (preterm infant). Penulis mencari kumpulan tinjauan Pustaka dari berbagai sumber terpercaya dan didapatkan sebanyak 15 jurnal yang digunakan setelah proses seleksi dengan kriteria akses terbuka. Batasan hiperglikemia neonatal adalah kadar gula darah di atas 150 mg/dL atau 8,5 mmol/L. Didapatkan hubungan antara hiperglikemia neonatal dengan ROP dikarenakan kadar insulin growth factor (IGF)-1 yang rendah pada bayi prematur. Kadar IGF-1 berbanding terbalik dengan vascular endothelial growth factor (VEGF), hal mana yang berperan dalam fase progresivitas ROP. Studi literatur ini membahas hubungan antara hiperglikemia neonatal dengan insidensi ROP serta penelitian yang mendukungnya.
Hubungan Kadar Glukosa Darah Dengan Hipertensi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Lingkungan Perumahan River Park Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Gultom, Atri Gustiana; Ginting, Radina Yuni Mahesa
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah suatu kumpulan gejala yang timbul karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurun sekresi insulin yang progresif dan dilatar belakangi oleh resistensi insulin. International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan bahwa DM sebagai penyebab kematian urutan ke tujuh di dunia. Kadar gula darah (KGD) yang tinggi dan terus menerus pada diabetes melitus dapat menyebabkan komplikasi pada penderita diabetes melitus. Salah satu adalah tekanan darah tinggi (hipertensi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah dengan hipertensi pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di lingkungan perumahan River Park Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. Sampel yang digunakan yaitu penduduk di lingkungan perumahan River Park Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar glukosa darah dengan hipertensi dengan nilai signifikansi sebesar 0,161>0,05.
Aspirin Dan Kalsium Pada Pencegahan Preeklampsia : Literatur Review Abdiwijoyo, Mario; Efrany, Erics; Adhirajasa, Farhan; Putri Arinda, Tasya Wahyu; Saputra, Hans
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia merupakan kondisi patologis kehamilan yang menyebabkan komplikasi serta kematian maternal maupun perinatal. Preeklampsia sendiri merupakan bagian dari hipertensi dalam kehamilan, yang telah menyebabkan kematian ibu sebesar 1.077 kasus pada tahun 2021 di Indonesia. Meskipun beberapa jurnal telah merekomendasikan penggunaan aspirin dan suplementasi kalsium untuk menurunkan insidensi preeklampsia, akan tetapi hal tersebut masih menjadi kontroversi di antara klinisi. Literature review ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pemberian aspirin dengan suplementasi kalsium dalam penurunan insidensi preeklampsia. Database yang digunakan pada penelitian ini antara lain Pubmed, Google Scholar, Ebsco, Medline, Science Direct, Cochrane dan Hindawi. Beberapa studi membuktikan bahwa pemberian aspirin dosis rendah dengan tidak melebihi 150mg/hari pada awal usia gestasi dapat menurunkan faktor resiko preeklampsia dan mengurangi insidensi kematian maternal dan perinatal. Pemberian suplementasi kalsium menurunkan insidensi preeklampsia pada ibu dengan defisiensi kalsium. Pemberian aspirin dosis rendah dan suplementasi kalsium sejak usia gestasi dini terbukti menurunkan insidensi preeklampsia.
Efek Pemberian Terapi GH Terhadap Peningkatan Densitas Tulang Pada Pasien Dengan Defisiensi GH Arvin, Jason; Hendarto, Robert Suryajaya; Cahyadi, Stanley Surya; Bambang, Ignatius Adithya Pratama; Vincentia, Angeline
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoporosis merupakan keadaan dimana adanya ketidakseimbangan resorpsi dan remodeling tulang yang menyebabkan penurunan densitas mineral tulang dan meningkatkan resiko patah tulang, dimana hal ini sering dialami pada orang yang memiliki defisiensi growth hormone. Terapi growth hormone diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan kepadatan mineral tulang dengan cara mendorong pembentukan, resorpsi dan pergantian tulang pada orang dengan defisiensi growth hormone. Tujuan dari tinjauan ini untuk mengetahui efektifitas dan peran terapi growth hormone dalam meningkatkan kepadatan mineral tulang dalam upaya menurunkan resiko terjadinya osteoporosis yang menjadi salah satu factor resiko terjadinya patah tulang pada pasien dengan defisiensi growth hormone. Pencarian literatur melalui collecting data dari artikel yang berkaitan dengan pemberian terapi growth hormone terhadap peningkatan densitas tulang dengan rentan waktu 2013-2023 dengan menggunakan database berupa Pubmed, Google Scholar, Ebsco, Medline, Cochrane, dan Hindawi. Pemberian terapi GH mampu meningkatakan densitas tulang hingga 3,5% dan menurunkan risiko patah tulang hingga 28%. Defisiensi GH dikaitkan dengan kadar pengantian tulang yang rendah, menyebabkan penurunan kepadatan tulang. GH bekerja dengan mendorong sintesis IGF-1 dalam osteoblas dengan mendorong pergantian tulang, termasuk penambahan penanda pembentukan tulang dan penurunan penanda resorpsi tulang. Sehingga terjadi peningkatan kepadatan mineral tulang dan dapat menurunkan risiko terjadinya patah tulang.
Intervensi Nonfarmakologis Kecemasan Ibu Hamil Primigravida Trimester III dengan Permainan Melatih Otak Elyasari, Elyasari; Fitriyanti, Fitriyanti; Kartini, Kartini; Sastri, I Gusti Ayu Mirah Widhi; Feryani, Feryani
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 1 (2023): Januari-April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i1.726

Abstract

Wanita primigravida mengalami kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang telah memiliki anak sebelumnya. Kecemasan ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, perubahan hormonal, ketidakpastian mengenai proses persalinan dan perawatan bayi, masalah finansial, dan dukungan sosial dan keluarga. Penanganan kecemasan dengan metode nonfarmakologis membantu menurunkan status kecemasan, namun belum terdapat bukti ilmiah untuk permainan melatih otak pada kecemasan wanita hamil. Penelitian ini merupakan quasi eksperiment two control group pre-posttest pada wanita primigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Soropia. Penelitian dilakukan pada tahun 2022. Populasi sejumlah 50 orang dan ditetapkan 30 sampel berdasarkan minimum sampling. Sampel dibagi ke dalam dua kelompok yang masing-masing 15 responden pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan permainan melatih otak dan konseling setiap awal bulan selama tiga kali pertemuan, dan dibekali modul pelatihan, sedangkan pada kelompok kontrol mendapatkan ceramah pada awal penelitian. Data kecemasan dikumpulkan dengan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A). Berdasarkan uji statistik Wilcoxon signed rank perbedaan rerata skor kecemasan signifikan pada kelompok intervensi (p < 0,05), namun tidak signifikan pada kelompok kontrol (p = 0,157). Tingkat kecemasan responden pada kelompok intervensi mengalami penurunan dari kecemasan sedang kepada kecemasan ringan.