cover
Contact Name
Lilin Rosyanti
Contact Email
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Phone
(0401) 3190492
Journal Mail Official
edoffice@myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral A.H Nasution No.G-14, Anduonohu, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93231, Phone (0401) 3190492
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Health Information : Jurnal Penelitian
ISSN : 20850840     EISSN : 26225905     DOI : 10.36990/hijp
Core Subject : Health,
Health Information : Jurnal Penelitian adalah jurnal kesehatan yang bersifat mandiri, amanah, rasional, akuntabel dan global yang berisi hasil penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif.
Articles 664 Documents
Pengaruh Animasi terhadap Pengetahuan dan Persepsi Mengenai COVID-19 dan Dampaknya terhadap Imunitas Determinan Kejadian Malaria Sekriptini, Ayu Yuliani; Zaitun, Zaitun; Cahyati, Peni; Kartilah, Tetet; Meri, Meri
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor untuk dapat melakukan pencegahan sedini mungkin terhadap Covid-19. Langkah awal yang dapat dilakukan pemerintah atau petugas kesehatan adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai Covid-19. Hal ini dikarena pengetahuan dan persepsi yang baik dapat memberikan dampak positif terhap imunitas seseorang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaf dengan desain pre and post grup design. Sampel sebanyak 30 orang melalui teknik random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kusioner pengetahuan dan persepsi, serta kecemasan. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan yang diberikan yaitu pemberian animasi tersebut. Hasil dari pengolahan dan analisis yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan dan persepsi sebelum dan sesudah diberikan animasi. Hasil lain adalah akibat dari pengeatahuan dan kecemasan yang baik mengenai Covid-19 dapat mengontrol kecemasannya sehingga berpengaruh terhadap imunitas seseorang dalam masa pandemic Covid-19.
Patofisiologi Penyakit Meniere pada Pasien Autoimun : Tinjauan Literatur Hidayanti, Dwi; Angreani Wilyo, Febri; Saragih, Melinda; Setyaningrum, Oktavia; Rinaldo, Alvin
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Patofisiologi penyakit meniere pada penyakit autoimun masih menjadi perdebatan. Terdapat beberapa hal yang mengaitkan penyakit meniere dengan autoimun. Pemahaman mengenai patofisiologi penyakit meniere pada pasien autoimun penting untuk diketahui untuk memudahkan diagnosis, namun literatur terkini yang membahas mengenai patofisiologi mengenai penyakit meniere pada pasien autoimun masih sulit dijumpai. Tujuan: Penulis ingin menggabungkan berbagai literatur mengenai patofisiologi penyakit meniere pada autoimun. Metode: Menggunakan kata kunci “Meniere’s disease”, “autoimmune” sampel diambil menggunakan database Google Scholar, PubMed dalam kurung waktu 5 (lima) tahun. Hasil: Beberapa penyakit autoimun yang dikaitkan dengan penyakit ini, antara lain; lupus eritematosus sistemik, ankylosing spondylitis, dan rheumatoid arthritis. Hal ini terjadi karena adanya autoantigen pada telinga dalam dan proses biokimiawi lain sehingga menyebabkan keluhan pada penyakit meniere. Kesimpulan: Penyakit meniere diketahui berhubungan dengan proses autoimun dengan melibatkan beberapa proses biokimiawi, diperlukan pembahasan lebih rinci mengenai patofisiologi penyakit meniere dengan autoimun sehingga didapatkan pemahaman mendalam dan tatalaksana yang sesuai.
Perbandingan Distraksi Animasi Dengan Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Sunat Pranata, Allaam Hadi; Riyaningrum, Wahyu
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sunat adalah tindakan bedah yang umum dilakukan di seluruh dunia, dengan prevalensi global sekitar 37,7%, namun dapat menimbulkan nyeri dan kecemasan pada pasien. Distraksi melalui video animasi telah diidentifikasi sebagai metode potensial untuk mengelola nyeri pada anak-anak pasien sunat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan efek penggunaan distraksi animasi dan teknik relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri pada pasien sunat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental kuasi. Kelompok intervensi (n=25) menerima distraksi animasi, sedangkan kelompok kontrol (n=25) menerima teknik relaksasi napas dalam. Intensitas nyeri diukur menggunakan instrumen PCS-C setelah prosedur sunat selesai. Hasil: Kelompok intervensi memiliki nilai intensitas nyeri rata-rata 1,64 (1-2), sedangkan kelompok kontrol memiliki rata-rata 2,08 (1-3). Uji statistik Mann-Whitney menunjukkan p-value=0,020 (p < 0,05), menunjukkan perbedaan signifikan dalam intensitas nyeri antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: Distraksi animasi lebih efektif dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien sunat dibandingkan teknik relaksasi napas dalam. Temuan ini dapat membantu meningkatkan pengelolaan nyeri selama prosedur sunat pada anak-anak.
Analisis Sistem Pengelolaan Rekam Medis di Puskesmas Sri Padang Tebing Tinggi Cyndiandari, Amalia; Agustina, Dewi
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To create good medical record services, it is necessary to manage good medical records in accordance with procedures and guidelines from Permenkes No. 24 of 2022 concerning Medical Records. However, based on an initial survey research, the Sri Padang Health Center did not use electronic medical records, and according to information from the Tebing Tinggi Health Office’s Data Recording and Reporting Unit, the Sri Padang Health Center was still experiencing delays in data entry and annual data reporting. This study aims to find out how the medical record management system is at the Sri Padang Tebing Tinggi Health Center. The type of qualitative research is descriptive. The research informantsconsisted of 3 main informants: namely the head of medical records, the executor of medical records, and general practitioners, the triangulation informant was 1 person, namely the head of the puskesmas. Informant selection technique with purposive sampling. Data collection techniques with interviews and observation. Research instruments with interview guidelines. The results showed that the medical record management system at the Sri Padang Health Center had not fully used the electronic medical record system, the distribution, coding, indexing, storage, and retention activities were still not optimal, especially the placement of officers, and there were obstacles in the management process, namely inadequate storage support facilities, lack of accuracy of doctors and nurses in filling out medical records, there is no skill development for substitute medical record officers and the confidentiality of medical-records is not maintained because there is no special medical record officer.
Evaluasi Penerapan P-Care BPJS Kesehatan di Kota Tangerang Amanda; Hosizah
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi P-Care BPJS di seluruh puskesmas wilayah kota Tangerang belum terlaksana dengan baik untuk mendukung ketersediaan informasi Kesehatan. Operator seringkali tidak memasukkan informasi pasien dengan lengkap dan kendala sistem informasi dari aplikasi sehingga menjadi faktor penyebab aplikasi P-Care BPJS menjadi error dan terdapat keterangan yang tidak diketahui. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi penerapan P-Care BPJS Kesehatan di puskesmas seluruh kota Tangerang. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional, sebagai populasi adalah seluruh tenaga Kesehatan di Kota Tangerang yang aktif menggunakan P-Care BPJS dengan jumlah sampel sebanyak sampel 94 pengguna P-Care BPJS. Berdasarkan sampling jenuh yang diikuti oleh 38 puskesmas, pengguna P-Care BPJS paling banyak berjenis kelamin perempuan (69%), umur 20 – 30 Tahun tahun (74%), tingkat pendidikan D3 (64%), dan masa kerja 1-10 Tahun (86%). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang mengukur variabel persepsi kebermanfaatan, persepsi kemudahan, dan kondisi yang memfasilitasi. Teknik analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menjelaskan variabel kebermanfaatan (p= 0,001 < 0,05), kemudahan (p= 0,009 < 0,05), dan kondisi yang memfasilitasi (p= 0,000 < 0,05) memiliki hubungan terhadap penerapan P-Care BPJS. Variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap implementasi BPJS P-Care di Kota Tangerang adalah variabel kondisi yang memfasilitasi. Dengan penelitian ini, tidak hanya tenaga kesehatan yang merasakan manfaat dari P-Care, tetapi juga pasien. Data yang terintegrasi dapat membuat pasien semakin mudah dalam proses mendaftar dan mendapat rujukan, sehingga sangat membantu proses pelayanan.
Masa Kerja, Frekuensi Kerja, Durasi Kerja, dan Paparan Limbah Medis berhubungan dengan Status Kesehatan: Penelitian Observasional pada Perawat Ruang Operasi Sa’adah, Nabila Nida; Pertami, Sumirah Budi; Yuswanto, Tri Johan Agus
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 2 (2023): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i2.1074

Abstract

Perawat ruang operasi merupakan tenaga kesehatan yang beresiko terkena paparan limbah medis.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan masa kerja, frekuensi, durasi dan paparan limbah medis dengan status kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan besar sampel adalah 19 responden. Teknik pengambilan sampel ialah total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara masa kerja dengan status kesehatan (0,006 < 0,05) ada hubungan antara frekuensi dan status kesehatan (0,024 <  0,05) dan ada hubungan antara durasi dan status kesehatan (0,001 <  0,05) dan ada hubungan antara paparan limbah dan status kesehatan (0,020 < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa masa kerja, frekuensi, durasi dan paparan limbah medis (ruang OK) berhubungan dengan status kesehatan perawat. Sehingga diharapkan perawat dapat menjaga status kesehatannya dengan cara melindungi diri saat bekerja dan rutin melakukan cek kesehatan secara berkala.
Konsentrasi Garam Konsumsi 29 dan 30 Persen sebagai Media Identifikasi Telur Cacing Nematoda Usus: Penelitian Laboatorium Hi Husen, Samad
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 2 (2023): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i2.1075

Abstract

Nematoda usus merupakan kelompok parasit yang memiliki dampak signifikan pada masyarakat Indonesia. Infeksi cacing ini tetap menjadi masalah kesehatan karena ada banyak faktor yang mendukung kelangsungan hidup cacing parasit ini. Penularan cacing usus dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacing yang infektif, atau bahkan secara langsung melalui tangan yang terpapar oleh telur cacing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi telur cacing Nematoda Usus menggunakan metode flotasi pada dua konsentrasi berbeda, yaitu 29% dan 30%. Penelitian ini menggunakan metode flotasi untuk mengidentifikasi telur cacing. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dalam dua merek garam konsumsi yang diuji dengan konsentrasi 29%, yaitu merek M dan R, terjadi pengapungan telur cacing, termasuk Ascaris Lumbricoides dan Trichuris Trichiura. Sedangkan pada kelompok kontrol dengan menggunakan NaCl PA, terjadi pengapungan telur cacing, termasuk Hookworm dan Trichuris Trichiura. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dalam dua sampel garam dengan merek yang berbeda, yaitu sampel M dan R, pada kedua konsentrasi garam 29% dan 30% ditemukan telur cacing positif.
Hubungan Konsumsi Kafein Pada Pasien Migrain Tamara, Filipo David
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Migrain merupakan keadaan yang ditandai dengan episode sakit kepala sedang hingga berat, biasanya unilateral, mual dan muntah, serta berkaitan dengan peningkatan kepekaan terhadap cahaya dan suara. Faktor risiko migrain berupa genetik, stres, perubahan hormon, ovulasi, kehamilan, alkohol, merokok dan kurang tidur. Kafein dosis yang sesuai diketahui dapat digunakan sebagai terapi adjuvan dalam pengobatan migrain dengan mekanisme kerjanya yang kompleks. Sebaliknya apabila kafein dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dan dalam waktu yang lama, kemudian berhenti makan dapat menyebabkan terjadinya migrain. Sumber literatur yang digunakan yaitu Pubmed, Google scholar, Medline, Ebsco, Hindawi, Science direct dan Cochrane. Setelah ditemukan berbagai literatur yang sesuai maka penulisan literatur dimulai. Kafein terdapat dalam berbagai macam produk, salah satunya adalah kopi. Kafein dengan dosis yang tepat yaitu sekitar 50 – 100 mg dapat digunakan sebagai terapi dalam mengobati migrain sesuai dengan mekanisme kerjanya. Withdrawal kafein yang terjadi dalam 24 jam setelah konsumsi kafein reguler lebih dari 200 mg/hari selama 2 minggu merupakan salah satu faktor risiko terjadinya migraine. Hal ini menunjukan bahwa kafein dapat berguna untuk terapi migrain, tetapi juga dapat menjadi pemicu migrain. Migrain merupakan keadaan sakit kepala yang kompleks dengan faktor risiko dan tanda gejalanya. Penggunaan kafein telah diketahui dapat berfungsi sebagai terapi migrain tetapi apabila dikonsumsi dalam jumlah yang tidak sesuai maka dapat menyebabkan terjadinya migrain.
Hubungan Konsumsi Antiplatelet Dengan Kejadian Perdarahan Intrakranial Tamara, Filipo David
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi antiplatelet semakin sering digunakan terapi pencegahan sekunder penyakit kardiovaskular dan mengurangi risiko kejadian iskemik berulang. Penggunaan antiplatelet sering dikaitkan dengan risiko terjadinya perdarahan intrakranial. Perdarahan intrakranial merupakan perdarahan yang terjadi di dalam kranium, terbagi atas beberapa jenis dengan karakteristik yang berbeda-beda. Pendapat mengenai peningkatan risiko perdarahan intrakranial yang diakibatkan oleh terapi antiplatelet tidak sepenuhnya disetujui oleh para peneliti. Faktor risiko lainnya seperti usia lanjut dianggap lebih berisiko dalam terjadinya perdarahan intrakranial. Sumber literatur yang digunakan yaitu Pubmed, Google scholar, Medline, Ebsco, Hindawi, Science direct dan Cochrane. Setelah ditemukan berbagai literatur yang sesuai maka penulisan literatur dimulai. Obat-obatan antiplatelet digunakan sebagai terapi pencegahan sekunder penyakit kardiovaskular dan mengurangi risiko terjadinya kejadian iskemik berulang. Penggunaan antiplatelet dianggap sebagai faktor risiko terjadinya perdarahan intrakranial bagi pasien yang mengalami trauma maupun nontraumatik. Pendapat ini belum sepenuhnya disetujui oleh para peneliti. Berdasarkan penelusuran literatur yang telah dilakukan, maka penggunaan antiplatelet diketahui tidak berhubungan dengan terjadinya perdarahan intrakranial baik yang disebabkan oleh trauma maupun nontraumatik. Perdarahan intrakranial merupakan suatu keadaan dengan proses patologis yang kompleks. Perdarahan intrakranial diketahui tidak berhubungan dengan penggunaan antiplatelet.
Hubungan Postur Kerja dan Masa Kerja dengan Keluhan Myalgia Upper Trapezius pada Perawat Rawat Inap Puskesmas di Kabupaten Ngawi Dewi, Ayu Rusdiana; Darnoto, Sri
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: myalgia merupakan bagian penting untuk memfasilitasi terselenggaranya perubahan kondisi. kesehatan masyarakat demi peningkatan kondisi kesehatan yang sebaik-baiknya. Salah satu gangguan kerja yang paling sering terjadi pada perawat Puskesmas yaitu ketika perawat bekerja dengan postur kerja duduk atau berdiri dalam waktu yang lama, dengan tubuh membungkuk dan menunduk, sehingga postur kerja seperti itu dapat meningkatkan kemungkinan keluhan ketidaknyamanan leher pada otot upper trapezius. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang mendalam mengenai hubungan postur kerja dan masa kerja dengan keluhan myalgia upper trapezius pada perawat rawat inap di Puskesmas Kabupaten Ngawi.Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain observasional serta pendekatan cross-sectional yang mana peneliti mencari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat dengan melakukan pengukuran sesaat. Populasi dalam penelitian ini yaitu 91 orang yang diambil dari Puskesmas Rawat Inap di Kabupaten Ngawi. Sementara jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 47 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara mengisi kuesioner NDI atau wawancara langsung dengan perawat pada saat ini,Hasil: Teknik analisis data menggunakan analisis bivariat dengan uji Chi-square. Diperoleh nilai p= 0,012 pada uji chi-square keluhan dengan postur kerja dan nilai p= 0,013 pada uji chi-square keluhan dengan masa kerja ,dimana nilai p<0,05.Simpulan: Disimpulkan bahwa ada hubungan antara postur kerja (p-value = 0.012) dan masa kerja (p-value = 0.013) dengan keluhan myalgia upper trapezius pada perawat rawat inap puskesmas di Kabupaten Ngawi.