cover
Contact Name
Lilin Rosyanti
Contact Email
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Phone
(0401) 3190492
Journal Mail Official
edoffice@myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral A.H Nasution No.G-14, Anduonohu, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93231, Phone (0401) 3190492
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Health Information : Jurnal Penelitian
ISSN : 20850840     EISSN : 26225905     DOI : 10.36990/hijp
Core Subject : Health,
Health Information : Jurnal Penelitian adalah jurnal kesehatan yang bersifat mandiri, amanah, rasional, akuntabel dan global yang berisi hasil penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif.
Articles 664 Documents
Formulasi Sediaan Gel dan Uji Aktivitas Bagian Tanaman Nanas Sebagai Sun Protection Factor Yulinar, Renitha; Rahmawati, Dewi Rahmawati; Yuwanda, Alhara
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Excessive sun exposure has a very bad impact on health especially on the face. Therefore, pineapple peel extract is an active ingredient in sunscreen gel formulations. Which contain flavonoid, tannin and saponin compounds which have sunscreen activity. The research method includes identifying pineapple plant samples. Next, a phytochemical screening test to determine the compound content in the extract. Then evaluate the formulation of the pineapple gel preparation which includes organoleptic examination, pH, spread ability and viscosity, test the stability of the pineapple gel preparation for 8 weeks. and measure the SPF value of pineapple peel extract and pineapple gel preparations using a UV-Vis spectrophotometer, as well as irritation testing on pineapple gel preparations using the Draize method. The stability test showed that the pineapple gel preparation remained stable for 8 weeks. SPF measurements show that pineapple peel extract and pineapple gel preparations have quite high SPF values. In conclusion, pineapple peel extract has the potential as an active ingredient in sunscreen gel formulations. The prepared pineapple gel preparation has good characteristics and shows good stability for 8 weeks.
Pengaruh Teknik Massage Endorphin Dan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Nyeri Persalinan Katili, Dwi Nur Octaviani; Djunaid, Ulfiana; Melani, Noer Arriza Dwi; Yunus, Yuliandary; Harisa, Karmila
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 2 (2023): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i2.1301

Abstract

Labor pain can cause stress which causes excessive release of ketacolamine and steroids. This hormone can cause smooth muscle tension and vasoconstriction of blood vessels. The purpose of this study was to determine the effect of endorphin massage techniques and deep breathing relaxation techniques for labor pain in the first phase of active phase in the delivery room at Sitti Khadijah Hospital. The research design used was quasi experimental nonequivalent control group design. The sampling technique uses purposive sampling with a total sample of 26 respondents. Bivariate analysis used was paired sample t-test and independent sample t-test. The results showed there was a decrease in labor pain after endorphin massage techniques and deep breathing relaxation techniques with a p-value of 0,000 ? <0.05. In conclusion, endorphin massage techniques and breathing relaxation techniques significantly influence labor pain during the active phase.
Analisis Determinan Gangguan Kesehatan Mental Emosional Remaja di SMA Negeri 1 Limboto Abas, Jubaeda; Boekoesoe, Lintje; Tarigan, Sylva Flora Ninta
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global sekitar 50% masalah kesehatan mental, termasuk depresi, kecemasan dan perilaku agresif diperkirakan mulai terjadi pada usia 14 tahun dengan tingkat prevalensi sekitar 10-20% dan lebih banyak dari mereka belum mendapatkan perawatan dan penanganan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan dari gangguan kesehatan mental emosional. Sampel pada penelitian adalah 289 responden siswa SMA Negeri 1 Limboto. Desain penelitian berupa analisis observasi melalui pendekatan cross sectional. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor jenis kelamin (p-value=0,001), pola asuh (p-value=0,000), status perkawinan orang tua, (p-value=0,03) dan riwayat bullying (p-value=0,013)  adalah faktor yang berhubungan secara signifikan dan bermakna dengan gangguan kesehatan mental remaja berdasarkan hasil uji chi-square nilai p-value(<0,05). Dengan pola asuh orang tua menjadi determinan yang paling berpengaruh terhadap gangguan kesehatan mental emosional remaja melalui analisis uji regresi logistik ordinal dengan uji Wald nilai p-value< 0,000(0,05). Diharapkan intervensi masalah kesehatan mental emosional remaja dapat dilakukan secara bersama-sama melalui kebijakan-kebijakan yang terintegrasi antar pemerintah, dinas kesehatan, lintas sektor dan lintas program kesehatan agar dapat dilakukan upaya preventif guna menjaga remaja tetap sehat tidak hanya secara fisik tapi juga sehat secara psikis.
Analisis Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan pada Peserta Jaminan Kesehatan Nasional: Studi Literatur Sari, Nia Novita; Idris, Haerawati; Syakurah, Rizma Adlia
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Mutu pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini telah memperkecil kesenjangan sosial dengan adanya program Jaminan Kesehatatan Nasional. Jaminan Kesehatan Nasional merupakan jaminan perlindungan kesehatan yang mendanai fasilitas kesehatan masa depan untuk mampu mengubah sistem kesehatan di Indonesia, sehingga peserta memperoleh manfaat pelayanan kesehatan dan perlindungan atas kebutuhan dasar kesehatan. Dengan adanya JKN yang Efektif dan efisien dapat melindungi masyarakat dari tingginya biaya kesehatan. Jadi Penelitian ini bertujuan untuk menganalis faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan BPJS Kesehatan di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literatur Review dengan pendekatan Narative Literatur Review. Sejumlah 15 artikel penelitian yang didapatkan dari database yaitu Google Scholar, Pubmed, Sciencedirect dengan kata kunci Pemanfaatan, Pelayanan Kesehatan, Jaminan Kesehatan Nasional. Metode ini terdiri dari menentukan kata kunci, membuat pertanyaan, mengelompokan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan membuat paragraph. Hasil Penelitian: Dari sebelas artikel yang diambil didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antar usia, jenis kelamin, aksesbilitas terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN. Sedangkan untuk variabel status perkawinan, persepsi peserta JKN terhadap Tindakan petugas kesehatan tidak ada hubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Kesimpulan: Pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN dapat dipengaruhi oleh beberapa variabel yaitu Usia, Jenis Kelamin, dan Aksesbilitas.
Sistematik Review: Penyakit-penyakit akibat kerja di Bidang Industri dan Pengendaliannya Sucirahayu, Citra Afny; Zulkarnain, M; Sitorus, Rico Januar; Windusari, Yuanita; Sari, Novrika; Fajar, Nur Alam
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit akibat kerja dapat terjadi kapan saja, baik pada saat menggunakan mesin, alat kerja, proses pengolahan tempat kerja dan akibat dari lingkungan kerja itu sendiri. Beban penyakit dan cedera akibat kerja ini terjadi di sebagian besar di sektor pekerjaan. Maka dari itu artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi hazard yang terdapat di tempat kerja, serta apa saja penyakit akibat kerja dan cara pengendaliannya. Artikel ini merupakan sebuah systematic review dengan menggunakan pengumpulan data dari dua e-database yaitu PubMed dan Google Scholar. Strategi pencarian artikel menggunakan kata kunci, “Occupational Illness” OR “Occupational Health and Safety” AND “Prevention Strategy” OR “Effect of Occupational Exposure” dan menggunakan filter rentang waktu dari tahun 2013-2023. Pemilihan akhir artikel yang termasuk kedalam studi berjumlah 7 artikel. Dari artikel tersebut didapatkan beberapa jenis hazard di tempat kerja seperti physical hazard, chemical hazard, biohazard dan psychosocial hazard. Selain itu juga terdapat bahaya lain seperti bahaya dari kebisingan, getaran, thermal (tekanan panas atau dingin), radiasi, dan paparan debu. Penyakit-penyakit akibat kerja menjadi beban di tiap bidang sektor pekerjaan yang tentunya sangat merugikan. Dari semua penyakit akibat kerja yang ada, mulai dari tingkat keparahan paling rendah sampai paling tinggi bahkan hingga menyebabkan kematian. Prinsipnya penyakit akibat kerja ini dapat diminimalisir dan dicegah dengan cara menerapakan K3 yang baik seperti pengendalian faktor risiko yang cepat dan tepat.
Kepatuhan Hand Hygiene Petugas Kesehatan Rumah Sakit di Negara Berpendapatan Rendah dan Menengah: A Systematic Review Astari, Dea Widya; Windusari, Yuanita; Idris, Haerawati; Sari, Novrika; Fajar, Nur Alam
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Infeksi nosokomial (HAIs) merupakan ancaman serius dalam layanan kesehatan global, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, disebabkan oleh kurangnya kepatuhan terhadap praktik hand hygiene di fasilitas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami tingkat kepatuhan petugas kesehatan di rumah sakit di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah terhadap praktik hand hygiene. Metode: Penelitian ini menggunakan systematic review dengan pencarian literatur di PubMed dan Science Direct, mengikuti panduan PRISMA. Kata kunci mencakup "Compliance" OR "Adherence" AND "Hand hygiene" OR "Hand washing" AND "Healthcare worker" OR "Healthcare providers" AND "Hospital" AND "In Low-And Middle Income Countries" dalam artikel bahasa Inggris yang diterbitkan antara 2019-2023. Dua belas artikel sampel termasuk sepuluh studi cross-sectional dan dua studi kualitatif. Hasil Penelitian: Tingkat kepatuhan bervariasi dari 14,9% hingga 46,8%, dengan perawat menunjukkan tingkat kepatuhan yang lebih tinggi. Namun, tingkat kepatuhan secara keseluruhan masih rendah, menunjukkan perlunya upaya lebih besar untuk meningkatkan praktik hand hygiene di rumah sakit di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan termasuk profesi, pelatihan, sumber daya, pengetahuan, sikap, dan dukungan sosial. Hambatan melibatkan persediaan yang tidak mencukupi, reaksi kulit, beban kerja, kurangnya fasilitas, pengaruh sosial, keyakinan tentang konsekuensi, kurangnya pengetahuan, dan kondisi kerja yang buruk. Kesimpulan: Temuan ini memiliki implikasi signifikan untuk meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah serta menyoroti pentingnya kesadaran terhadap faktor-faktor yang memengaruhi praktik hand hygiene di berbagai konteks kesehatan global.
Faktor-Faktor Penghambat dalam Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3): Systematic Literature Review Daniel, Risyad Aldian; Fajar, Nur Alam; Windusari, Yuanita; Novrikasari, Novrikasari; Sunarsih, Elvi
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Occupational safety and health (OSH) are an important health issue that requires attention, both from the government and business owners to their workers. One of the main causes of work accidents is the low awareness of the importance of implementing OHS in the workplace. SMK3 must be implemented for companies, especially companies that have a high risk of work accidents and have a workforce of more than 100 people. The method in this study uses a systematic review method of previous research results. The results showed that the Occupational Health Safety Management System (SMK3) is an important role in overcoming inhibiting factors and part of the management of a company that focuses on protecting occupational safety and health (K3) for workers. With the aim of increasing the effectiveness of OHS protection, preventing and minimizing the incidence of work accidents and occupational diseases, and creating a safe, comfortable and efficient workplace. However, in this case there are several factors that hinder the implementation of SMK3, including financing, weak law enforcement, lack of awareness from workers, and lack of education about occupational safety and health in the form of counseling, training or providing information in the form of pocket books or posters.
Optimalisasi Komunikasi Interpersonal Dokter dan Pasien: Studi terhadap Kepuasan Pasien dengan Pendekatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Khairiyah, Muthiah; Syakurah, Rizma Adlia; Novrikasari, Novrikasari; Windusari, Yuanita; Fajar, Nur Alam
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi interpersonal antara dokter dan pasien sangatlah penting dalam melakukan promosi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh komunikasi interpersonal dokter dan pasien terhadap kepuasan pasien dengan pendekatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan menggunakan artikel jurnal yang penerbitannya kurang dari 10 tahun dan tersedia di database online Google Scholar. Hasilnya didapatkan adanya hubungan antara komunikasi yang diberikan tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan. Adanya upaya K3RS sebagai pencegahan, peningkatan mutu kualitas rumah sakit, pengobatan, serta pemulihan. Kepuasan pasien sangat berhubungan dengan K3RS karena pasien dan pendamping pasien yang dijaga kesehatan dan keselamatannya selama di rumah sakit akan merasa nyaman, dan percaya terhadap rumah sakit ataupun tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut. Kepuasan pasien juga mempengaruhi mutu layanan kesehatan.
Persepsi Pekerja Perkebunanan Kelapa Sawit Tentang Recognition (Pengenalan) Bahaya pada Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah Istisya, Afifah Salsabilla; Denny, Hanifa Maher; Setyaningsih, Yuliani
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerja petani kelapa sawit selalu berinteraksi dengan bahaya dan risiko di tempat kerja dengan pemahaman yang baik tentang keselamatan dan kesehatan kerja dapat melindungi diri pekerja dari bahaya ditempat kerja. Pengenalan potensi bahaya ditempat kerja oleh pekerja perkebunan kelapa sawit dapat mencegah kecelakaan yang mengakibatkan kematian pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan ekplorasi persepsi pekerja perkebunan kelapa sawit tentang pengenalan potensi bahaya di perkebunan kelapa sawit. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 10 orang yang diambil secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara mendalam. Teknik pengolah data menggunakan software olah data kualitatif NVivo 12. Hasil yang didapat yaitu bahaya kerja di perkebunan kelapa sawit meliputi tertusuk duri,tertimpa pelepah dan buah kelapa sawit, terluka, cuaca dan angin kencang, hewan beracun,keracunan,iritasi dan gatal kulit, gangguan pernapasan dan musculoskeletal. Dapat disimpulkan bahwa pengenalan bahaya kerja di perkebunan kelapa sawit meliputi bahaya fisik, biologi,kimia,dan ergonomi. Sehingga kedepannya pekerja yang bekerja di lahan perkebunan kelapa sawit dapat menjadikan potensi bahaya tersebut sebagai pengendalian terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Kata kunci : Bahaya fisik, bahaya ergonomi, bahaya kimia, bahaya biologi, pekerja perkebunan kelapa sawit
Disparitas Stunting di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan: Systematic Review Astari, Dea Widya; Sari, Devy Kartika; Hakim, Dwi Ratnawaty; Apriliani, Ferenadia; Mufarikhah, Muhimatul; Hasanah, Putri Uswatun; Septiani, Siti Ariffah; Hasyim, Hamzah
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Prevalensi stunting yang masih tinggi di wilayah pedesaan dibandingkan perkotaan menjadi perhatian utama dalam konteks kesehatan anak di negara berpenghasilan rendah dan menengah termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan tersebut dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi, dengan harapan memberikan wawasan krusial untuk perencanaan intervensi guna mengurangi prevalensi stunting, terutama di wilayah pedesaan. Metode: Penelitian ini menggunakan systematic review dengan pencarian literatur di PubMed dan Google Scholar, mengikuti panduan PRISMA. Kata kunci mencakup “Disparities” OR “Disparity” OR “Inequalities” AND “Rural” AND “Urban” AND “Stunting” dalam artikel bahasa Inggris yang diterbitkan antara 2013-2023. Didapatkan 12 artikel yang layak untuk diteliti. Hasil Penelitian: Prevalensi stunting pada anak di bawah 5 tahun lebih tinggi di pedesaan dibandingkan perkotaan, meskipun terjadi penurunan secara keseluruhan. Kesenjangan tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor kompleks seperti sosial demografi, kesenjangan ekonomi, dan akses pelayanan kesehatan. Kesimpulan: Faktor penyebab disparitas melibatkan karakteristik demografis, lingkungan, pendidikan ibu, status ekonomi, dan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Rekomendasi kebijakan untuk mengatasi masalah ini termasuk peningkatan pemeriksaan antenatal dan pendidikan ibu, strategi gizi, perbaikan sanitasi, dan pengurangan kemiskinan.