cover
Contact Name
Rudiansyah
Contact Email
rudisyach@gmail.com
Phone
+6281368969347
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Kol H Burlian KM 7,5 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal 'Aisyiyah Medika
ISSN : 26142791     EISSN : 26223872     DOI : -
Core Subject :
Journal ‘Aisyiyah Medika is a journal published by LPPM STIKES Aisyiyah Palembang with the first edition February 2018, with ISSN Print 2614-2791 and ISSN Online 2622-3872, where the Journal is published twice a year, every February and August. Journal papers submitted for publication can be in the form of: research, case reviews, and literature reviews in the health sector. The manuscript is an original scientific work in the last two years and has never been published before. Articles written in the Journal ‘Aisyisyah Medika cover the field of publication of this journal Multi Health Science in the fields of Medicine, Midwifery, Nursing and Pharmacy and Public Health.
Arjuna Subject : -
Articles 533 Documents
HUBUNGAN UMUR, JENIS KELAMIN, PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERSEDIAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) TERHADAP KEPATUHAN PEMAKAIAN APD Hutama, Ramadhan Fadil; Zaman, Chairil; Gustina, Erma
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1452

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit merupakan lingkungan berisiko tinggi penularan infeksi, di mana petugas sanitasi berperan krusial namun rentan terpapar limbah medis. Kepatuhan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting untuk melindungi petugas dan mencegah penyebaran infeksi. Tujuan: Menganalisis hubungan antara umur, jenis kelamin, pengetahuan, sikap, dan ketersediaan APD dengan kepatuhan pemakaian APD Metode: Desain kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian seluruh petugas sanitasi RSUD dr. H. Mohamad Rabain berjumlah 56 orang, menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil: Ada hubungan signifikan antara pengetahuan PValue 0.001, sikap P Value  0.012, dan ketersediaan APD PValue 0.008 dengan kepatuhan pemakaian APD. Umur P Value 0.472  dan jenis kelamin PValue 0.388 tidak memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan. Saran: Agar rumah sakit meningkatkan program edukasi dan pelatihan APD secara berkala, memastikan ketersediaan dan aksesibilitas APD yang optimal, serta memperkuat supervisi dan budaya keselamatan kerja. Kata Kunci: Kepatuhan, Ketersediaan APD.
PENERAPAN LATIHAN BATUK EFEKTIF PADA ANAK INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS Afdhal, Fitri; Rimbawati, Yazika; Romadhon, Muhammad; Maulana, Rizki Sopyan
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1443

Abstract

Latar Belakang : Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Biasanya akan terjadi pada 14 hari dengan gejala yang sering muncul seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan, keluarnya cairan berlebihan dan kehilangan nafsu makan. Kebiasaan manusia yang sering mengabaikan kejadian ini, padahal infeksi akibat virus dan bakteri dapat dengan cepat menumpuk di saluran pernapasan. Terapi non farmakologi yakni pemberiaan terapi batuk efektif, memudahkan pasien untuk mengeluarkan dahak,memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih untuk mengencerkan dahak agar lebih mudah untuk dikeluarkan.Tujuan :untuk mengetahui penerapan latihan batuk efektif pada anak dengan (ISPA)di Wilayah Puskesmas Tebat Agung Muara Enim Tahun 2024 Metode: metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dan intervensi batuk efektif, subjek pada studi kasus terdapat 2 pasien. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksan fisik dan dokumentasi. Hasil Penelitian : pada pengkajian kedua pasien mengatakan batuk berdahak. Pada  pasien 1 dan 2 diberikan terapi farmakologis tetapi pada pasien 1 diberikan terapi tambahan yaitu terapi non farmakologis latihan batuk efektif, pada evaluasi hari ketiga pasien 1 mengatakan dahaknya sudah mulai berkurang sedangkan pada pasien 2 mengatakan dahak tidak terlalu banyak, tetapi masih ada sedikit. Diagnosa Keperawatan utama Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif. Setelah tiga hari dilakukan intervensi batuk efektif dan implementasi SLKI dan SIKI masalah teratasi. Kesimpulan : batuk efektif terbukti dapat membantu pasien untuk mengurangi dahaknya dibandingkan hanya dengan menggunakan terapi farmakologis saja. Kata Kunci : ISPA, Batuk Efektif
ANALISIS PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS (PKG) Aryani, Ersyika Kartika; Wahyudi, Arie; Ekawati, Dianita
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1448

Abstract

Latar Belakang: Upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat membuka akses pelayanan kesehatan yang bermutu, berkualitas dan terjangkau. Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bertujuan agar dapat menjawab permasalahan kesehatan di masyarakat serta melalui penyediaan Layanan Skrining sesuai Siklus Hidup. Tujuan: Mengetahui faktor yang mempengaruhi pelaksanaan PKG. Metode: Penelitian ini adalah Deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada April – Mei 2025 di Kota Prabumulih. Populasi semua pengelola pelaksanaan PKG. pengambilan partisipan penelitian ini dengan purposive sampling. Pengambilan data dengan metode wawancara Focus Group Discussion (FGD) 15 partisipan pengelola pelaksanaan PKG yang telah diminta persetujuannya dilembar inform consernt. Uji kredibilitas dilakukan dengan member checking dan triangulasi. dengan melakukan in depth interview. Hasil: PKG di Kota Prabumulih dilaksanakan sesuai prosedur dan standar dari segi pemenuhan SDM, Komitmen Negara, pendanaan, penggunaan sarana prasarana, pemakaian alat kesehatan dan BMHP serta faktor kepemimpinan. Tetapi keberhasilan belum bisa diukur dikarenakan pelaksanaan belum berjalan genap 1 tahun dan masih proses pemenuhan dan pengalokasian secara khusus untuk meningkatkan kompetensi petugas, kebijakan dari kepala daerah, dan belum ada alokasi khusus untuk pengadaan sarana prasarana, alat kesehatan dan BMHP. Saran: Untuk meningkatkan kualitas Dinas Kesehatan Kota Prabumulih hendaknya mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan sarana dan prasarana, alat kesehatan dan BMHP dan peningkatan kompetensi petugas dalam upaya peningkatan kinerja petugas serta pengoptimalan kegiatan PKG di Kota Prabumulih. Kata Kunci:, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
GAMBARAN FAKTOR RISIKO TERKAIT KADAR HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Zulfa, Afifah; Wahyudi, Arie; Cakra R, M Prima; S, Dewi; Dwi R, R. A Lisna
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1439

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi tantangan dalam sistem kesehatan global. Salah satu indikator penting dalam evaluasi pengendalian glukosa darah jangka panjang adalah kadar HbA1c. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi faktor risiko yang berkaitan dengan kadar HbA1c pada pasien dewasa dengan DM tipe 2 di RS X Palembang. Metode: Studi ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 78 responden berusia 40–59 tahun diikutsertakan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner CANRISK, GPAQ, serta pengukuran HbA1c dari rekam medis, dan dianalisis secara univariat. Hasil: Data menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki HbA1c tidak terkontrol (73,1%). Sebagian besar responden adalah perempuan (59%), berpendidikan tinggi (≥SMA) (67,9%), mengalami obesitas umum (55,1%) dan sentral (48,7%), beraktivitas fisik kurang (57,7%), serta mengonsumsi buah dan sayur setiap hari (69,2%). Saran: Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan gaya hidup sehat dalam manajemen DM tipe 2. Diperlukan edukasi berkelanjutan dan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kuat untuk memahami hubungan antar faktor secara lebih mendalam. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, HbA1c
PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN TULANG DAN OTOT: STROKE DI WILAYAH PUSKESMAS Afdhal, Fitri; Wulandari, Ria; Bastiar, Bastiar; Rimbawati, Yazika
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1453

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dapat menyebabkan kematian, kecacatan, dan menurunkan kualitas hidup penderita. Salah satu masalah yang sering muncul pada pasien stroke adalah hambatan mobilitas fisik akibat kelemahan otot. Latihan Range of Motion (ROM) diketahui dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki tonus otot, dan meningkatkan kemampuan mobilitas pasien. Tujuan: Mengetahui efektivitas latihan ROM terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke dengan hambatan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan dua subjek penelitian pasien stroke dengan hambatan mobilitas fisik. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Tebat Agung, Kabupaten Muara Enim pada bulan Juni 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengkajian keperawatan, dengan intervensi latihan ROM diberikan 3 kali sehari selama 3 hari selama 10–15 menit. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan kekuatan otot pasien sebelum dan sesudah latihan. Hasil: Setelah tiga hari intervensi ROM, kedua pasien mengalami peningkatan kekuatan otot dan kemampuan gerak pada ekstremitas yang sebelumnya mengalami kelemahan. Pada hari pertama hingga kedua, keluhan pasien masih muncul sebagian, namun pada hari ketiga kedua pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan. Saran: Agar pihak tenaga kesehatan memberikan latihan ROM sebagai therapy nonfarmakologis yang mudah diterapkan serta melibatkan keluarga untuk mendukung keberlanjutan perawatan di rumah secara mandiri. Kata Kunci: Stroke, Gangguan Muskuloskeletal, Range of Motion (ROM)
ANALISIS KEPUASAN CALON JEMAAH HAJI DALAM PENYELENGGARAAN PEMERIKSAAN KESEHATAN HAJI UNTUK PENETAPAN STATUS ISTITHA’AH Noviany, Elvira; Murni, Nani Sari; Asiani, Gema
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1444

Abstract

Latar Belakang: Penyelenggaraan pelayanan pemeriksaan jemaah haji membutuhkan kepuasan pemeriksaan kesehatan dimana kualitas, fasilitas maupun kecepatan layanan, standar parameter kesehatan untuk memenuhi kriteria kesehatan yang ditetapkan agar mendapatkan status Istitha'ah (kondisi kesehatan tertentu). Tujuan: Diketahuinya analisis kepuasan calon Jemaah haji dalam pemeriksaan Kesehatan haji untuk penetapan status istitha’ah. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional metode observasi pengumpulan data sekaligus (point-in-time approach), menggunakan uji statistik Chi-Square dan regresi logictic. Populasi penelitian 2.997 orang jamaah haji yang melaksanakan ibadah haji hingga Juni 2025, sampel penelitian 353 responden di Kota Palembang. Hasil: Tidak ada hubungan variabel usia (p-value 0,413) dan jenis kelamin (p-value 0,378) dengan kepuasan calon jemaah haji, sedangkan variabel tingkat pendidikan, pekerjaan, status kesehatan, fasilitas kesehatan, pelayanan tenaga medis, komunikasi dan informasi kesehatan, serta biaya pelayanan semua didapatkan p-value 0,000 berhubungan dengan kepuasan calon jemaah haji dalam penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan haji untuk penetapan status istitha’ah di Kota Palembang. Variabel  tingkat pendidikan dominan terkait dengan kepuasan calon jemaah haji dalam penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan haji untuk penetapan status istithaah (OR 8,366). Saran: Agar Dinas Kesehatan meningkatkan kualitas pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji, sebagai penyelenggara pemeriksaan kesehatan berupa fasilitas kesehatan, pelayanan tenaga medis, komunikasi dan informasi kesehatan serta biaya pelayanan dalam hal penentuan tingkat kepuasan. Kata Kunci: Kepuasan, Jemaah Haji, Pemeriksaan Kesehatan, Status Istitha’ah
ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI KLINIK KEPOLISIAN RESOR (POLRES) Warman, Aditia; Murni, Nani Sari; Asiani, Gema
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1449

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien tujuan peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Klinik Polres Pali sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan perorang dan pelayanan kesehatan masyarakat. Angka penurunan jumlah kunjungan di Klinik Polres Pali menjadi indikator ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan.Tujuan: Mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di Klinik Polres Pali. Metode: Penelitian studi kuantitatif pendekatan cross sectional. Populasi 386 pasien yang menerima layanan di Klinik Polres Pali selama tahun 2024. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner sebagai data primer, data sekunder dari Klinik Polres Pali untuk mendukung gambaran umum klinik. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Tidak terdapat hubungan signifikan antara umur (nilai p 0.62), jenis kelamin (nilai p 0.31), tingkat pendidikan (nilai p 1.00), tangibility (nilai p 0,88), dan emphaty (nilai p) dengan kepuasan pasien. Namun, reliability (nilai p 0.01), responsiveness (nilai p 0.02), dan assurance (nilai p 0.01) memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan pasien. Pada analisis multivariat diperoleh variabel Paling dominan pada penelitian ini adalah reliability (nilai p 0.01, OR 3.99). Saran: Manajemen klinik Polres PALI agar dapat meningkatkan keandalan dan responsivitas melalui pelatihan, penambahan SDM, dan evaluasi berbasis umpan balik sehingga pasien dapat merasa puas pelayanan diberikan secara maksimal. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Kualitas Pelayanan Kesehatan, Klinik Polres Pali
ANALISIS KEPUASAN PESERTA PELATIHAN TERHADAP PENYELENGGARAAN PELATIHAN DI UNIT PENYELENGGARAN PELATIHAN RUMAH SAKIT Yunita, Yunita; Asiani, Gema; Cakra Randana, Muhammad Prima
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1440

Abstract

Latar Belakang: Pelatihan kesehatan adalah strategi utama pengembangan sumber daya manusia. Pelatihan yang efektif meningkatkan kompetensi teknis tenaga kesehatan dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien. Kepuasan peserta pelatihan indikator keberhasilan penyelenggaraan pelatihan mencerminkan pemenuhan harapan peserta dalam memberikan pengalaman belajar yang optimal. Tujuan: Mengetahui analisis kepuasan peserta pelatihan terhadap penyelenggaraan pelatihan di Unit Penyelenggara Pelatihan. Metode: Desain penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Populasi sebanyak 875 responden, sampel 90 responden. Penelitian dilaksanakan bulan Mei-Juni 2025 di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Hasil analisa uji statistik  dengan menggunakan uji statistik Chi-Square dan regresi logictic. Hasil: Terdapat hubungan antara kualitas penyelenggara dengan kepuasan peserta pelatihan bukti langsung/berwujud (tangible) dengan kepuasan peserta pelatihan, kehandalan (reliability) dengan kepuasan peserta, daya tanggap (responsiveness) dengan kepuasan peserta, jaminan (assurance) dengan kepuasan peserta, empati (emphaty) dengan kepuasan  peserta. Variabel emphaty adalah variabel yang paling dominan terhadap kepuasan peserta di Unit Penyelenggara Pelatihan. Saran: Diharapkan pihak RS dapat meningkatkan kualitas pelatihan memprioritaskan pengembangan empati di kalangan fasilitator sehingga menciptakan hubungan lebih baik dengan peserta, lingkungan pelatihan yang mendukung, seperti fasilitas yang nyaman dan teknik pengajaran yang lebih humanis, dan memperbarui sistem evaluasi kepuasan peserta dengan menilai seberapa besar empati yang dirasakan selama pelatihan. Kata Kunci: Kepuasan peserta, Pelatihan, Rumah Sakit.
ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI RUMAH SAKIT X Usnaini, Usnaini; Wahyudi, Arie; Gustiana, Erma
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1454

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan utama menghasilkan limbah medis yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Hasil survei menunjukkan adanya pencampuran limbah medis dan non-medis, penggunaan wadah kardus untuk benda tajam, dan tidak adanya jalur khusus serta Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang tidak sesuai standar, yang mengakibatkan insiden tertusuk benda tajam pada petugas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah medis padat di RS X  Tahun 2025, Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan survei analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas rumah sakit yang mengelola limbah medis padat, bidang sanitarian, dan manajemen di RSUD X sebanyak 90 responden. Analisis data menggunakan analisis Univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, pelatihan, dan sarana prasarana memiliki hubungan yang signifikan (p-value < 0,05) dengan pengelolaan limbah medis padat. Analisis multivariat mengungkapkan bahwa variabel sarana dan prasarana adalah faktor paling dominan yang berhubungan dengan pengelolaan limbah medis padat. Saran: agar dapat meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan limbah medis padat di rumah sakit yaitu dengan melakukan perbaikan tempat penampungan sementara (TPS) limbah medis sesuai standar, penyediaan sarana APD (Alat Pelindung Diri) serta pemantauan dan pengawasan. Kata Kunci: Pengelolaan Limbah Medis Padat
ANALISIS KEPUASAN PASIEN PADA PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS Dewi, Shinta; Wahyudi, Arie; Asiani, Gema
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1445

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kesehatan pemerintah baik secara langsung maupun melalui kerjasama dengan pihak masyarakat atau swasta. Kepuasan pasien merupakan harapan pasieln yang ditimbul selbagai akibat dari upaya melakukan peningkatan kualitas mutu pelayanan kesehatan perlu adanya pengukuran tingkat dari kepuasan pasien itu sendiri agar dapat mengetahui dimensi mutu pelayanan sudah sejauh mana pemenuhan harapan pasien telah diselenggarakan. Tujuan: Mengetahui Analisis Kepuasan Pasien Pada Pelayanan Kesehatan di Puskesmas. Metode: Desain penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel dalam penelitian secara purposive sampling. Populasi  875 responden, sampel 90 responden. Penelitian di laksanakan bulan Mei-Juni 2025 di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Hasil analisa uji statistik  dengan menggunakan uji statistik Chi-Square dan regresi logictic. Hasil: yang ada hubungan yang bermakna terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Puskesmas Tanah Abang Kecamatan Batanghari Leko Kabupaten MUBA yaitu kehandalan, ketanggapan, Jaminan, dan bukti fisik. Dari 5 variabel kandidat multivariat yang diteliti, variabel kehandalan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien. Saran: Pihak Puskesmas Tanah Abang untuk membuat tim  PMKP (Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien) agar melakukan pengamatan pelayanan terhadap pasien secara rutin sehingga mampu mempertahankan keunggulan yang ada dan meningkatkan kualitas pelayanan pada setiap dimensi variabel kepuasan pasien. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Pelayanan Kesehatan, Rumah Sakit.