cover
Contact Name
Ayi Diah Damayani
Contact Email
jkp.pangkalpinang@gmail.com
Phone
(0717) 422014
Journal Mail Official
jkp.pangkalpinang@gmail.com
Editorial Address
Jalan Telaga Biru I Desa Padang Baru Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah, Kep. Bangka Belitung
Location
Kab. bangka tengah,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang
ISSN : 23392150     EISSN : 26206234     DOI : 10.32922/jkp
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang provides a forum for publishing the novel technologies and knowledge related to the health sciences. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications.
Articles 179 Documents
Sebaran Kontaminasi Telur Cacing Soil Transmitted Helminths (STHs) pada Daun Kemangi di Warung Makan Lalapan di Kota Manado Lalangpuling, Indra Elisabet; Lapoliwa, Desi Kritiani; Mahaswari, Ni Nyoman Dechinta Dwi; Suwarja, Suwarja; Jasman, Jasman
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 13, No 1 (2025): JKP JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i1.1007

Abstract

Latar belakang: Kecacingan adalah infeksi yang bisa terjadi pada manusia karena infeksi parasit cacing dimana penularannya melalui telur maupun larvanya. Sayur lalapan adalah makanan pendamping yang biasanya dimakan oleh orang Indonesia, salah satu contohnya yaitu daun kemangi. Tujuan: Mengidentifikasi kontaminasi telur cacing STHs pada daun kemangi. Jenis studi yang dilaksanakan yaitu deskriptif.Metode: Sampel daun kemangi diambil pada 55 di Kecamatan Malalayang dan Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara; setiap rumah makan dilakukan pengambilan sejumlah dua kali serta dilakukan pemeriksaan di selang waktu satu minggu. Dalam memeriksa telur cacing mempergunakan metode sedimentasi.Hasil: Hasil studi menunjukkan 11 rumah makan (20%) positif teridentifikasi telur cacing STHs dengan species Ascaris lumbricoidesKesimpulan: Ditemukan telur cacing STHs di lalapan kemangi di rumah makan K ecamatan Malalayang dan Kecamatan Paal Dua Kota Manado pada Kelurahan Kleak, Malalayang Dua, Malalayang Satu Timur, Winangun Dua, Perkamil, Malendeng, Ranomuut, Dendengan Dalam, Kairagi Weru, dan Paal Dua. Saran penelitian ini agar pedagang lebih memperhatikan kebersiahn tempat dan peralatan yang digunakan. Kata Kunci: Nematoda Usus; STHs; Kontaminasi; Kemangi.
Transisi Epidemiologi Global dan Implikasinya terhadap Asuransi Kesehatan di Indonesia Lumbantobing, Saula Bellatrix; Putri, Almeria Annisa; Wasir, Riswandy
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 13, No 1 (2025): JKP JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i1.1103

Abstract

Latar belakang: Transisi epidemiologi global menggeser beban penyakit dari penyakit menular ke Penyakit Tidak Menular (PTM), yang kini menjadi penyebab utama kematian. Lonjakan prevalensi PTM di Indonesia seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes menimbulkan tekanan serius terhadap sistem pembiayaan kesehatan.Tujuan: Mengkaji implikasi transisi epidemiologi global terhadap keberlanjutan sistem asuransi kesehatan di Indonesia.Metode: Kajian literatur dilakukan terhadap tujuh artikel nasional dan internasional yang dipilih melalui pencarian sistematis di Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed dengan kriteria tertentu.Hasil: Transisi epidemiologi berdampak langsung terhadap meningkatnya biaya perawatan jangka panjang, memperbesar kesenjangan akses layanan, dan memperdalam ketimpangan sosial-ekonomi. Sistem JKN belum sepenuhnya adaptif terhadap pola penyakit kronis dan multimorbiditas, serta masih didominasi pendekatan kuratif.Kesimpulan: Reformasi sistem pembiayaan kesehatan perlu diarahkan pada penguatan pencegahan, integrasi layanan primer, dan kebijakan distribusi layanan yang adil. Tanpa intervensi sistemik, transisi epidemiologi berisiko melemahkan perlindungan jaminan kesehatan nasional dalam jangka panjang. Kata Kunci: Asuransi Kesehatan; Pembiayaan Kesehatan; Penyakit Tidak Menular; Strategi Kebijakan; Transisi Epidemiologi.
Efektivitas Penggunaan Media Video Animasi terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat mengenai Tuberkulosis Paru Muthiah, Azzah Nur; Lubis, Rosni; Suryati, Eros Siti; Rajab, Wahyudin; Herlyssa, Herlyssa
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 13, No 1 (2025): JKP JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i1.1140

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis Paru (TB Paru) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Upaya promotif dan preventif, khususnya edukasi, berperan penting dalam menurunkan angka kejadian TB Paru. Penggunaan media edukasi seperti video animasi di nilai mampu meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap masyarakat terhadap pencegahan TB Paru.Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design Without Control. Sampel diambil menggunakan teknik Stratified Random Sampling, Pengambilan sampel menggunakan rumus Lemeshow, dengan jumlah total sampel 46 responden. Pengukuran pengetahuan dan sikap dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas pada penelitian sebelumnya. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Uji Chi Square.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terdapat peningkatan yang signifikan pada skor pengetahuan dan sikap setelah diberi intervensi menggunakan video animasi. Variabel lain yang mempengaruhi pengetahuan setelah di berikan edukasi dengan media video animasi adalah usia dan pendidikan, sedangkan untuk variabel sikap yang mempengaruhi adalah jenis kelamin dan pekerjaan.Kesimpulan: Media video animasi efektif sebagai alat edukasi kesehatan untuk pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai pencegahan TB Paru.  Kata Kunci: Edukasi Kesehatan; Pengetahuan; Sikap; Tuberkulosis Paru; Video Animasi.
Efektivitas Leaflet terhadap Peningkatan Pengetahuan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Siswi Febrianti, Shandy Tarisha; Wiyatami, Monia agni; Sari, Lana
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 13, No 1 (2025): JKP JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i1.1149

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan keadaan hemoglobin dibawah 12gr/dl. Prevalensi anemia di Indonesia menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023 perempuan mempunyai prevalensi anemia lebih tinggi sebesar 18% dibandingkan laki-laki sebesar 14,4%. Tingginya angka ini menunjukkan bahwa anemia masih menjadi permasalahan kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius, khususnya pada siswi yang merupakan kelompok rentan akibat kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pubertas. Pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan program suplementasi tablet tambah darah kepada siswi sebagai salah satu langkah pencegahan anemia. Media edukasi berperan dalam meningkatkan pengetahuan konsumsi tablet tambah darah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas leaflet terhadap peningkatkan pengetahuan konsumsi tablet tambah darah pada siswi SMAN 1 Merawang Kabupaten Bangka.Metode: Metode yang digunakan adalah pre-experimental design menggunakan rancangan one group pretest-posttest dengan alat ukur kuesioner. Media intervensi yang digunakan berupa leaflet. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan sampel penelitian berjumlah 84 siswi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara pengetahuan sebelum intervensi pemberian leaflet (pretest) dan setelah pemberian leaflet (posttest) dengan nilai p-value 0,001 (< 0,05).Kesimpulan: Media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan konsumsi tablet tambah darah pada siswi kelas XI SMAN 1 Merawang. Kata kunci: Leaflet; Pengetahuan; Tablet Tambah Darah. 
Efektivitas Aplikasi SI TB dalam Edukasi Pencegahan Tuberkulosis (TB) pada Anak Sekolah Wulanda, Ayu Febri; Polina, Dian Anasta; Berliana, Allisa; Al Fariz, M Rajab; Lukita, Harryan; Octaviana, Sinta
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 13 No. 2 (2025): JKP DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i2.1034

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis (TB) adalah salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Edukasi tentang pencegahan TB perlu dilakukan sejak usia sekolah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai penyakit ini. Aplikasi SI TB dirancang sebagai media edukasi berbasis digital untuk membantu siswa memahami pencegahan TB secara interaktif dan efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas aplikasi SI TB dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMP mengenai pencegahan TB. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 61 siswa di SMPN 44 Palembang yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui kuesioner sebelum dan setelah intervensi menggunakan aplikasi SI TB. Analisis dilakukan dengan paired samples t-test untuk menguji perbedaan skor pre-test dan post-test. Hasil: Rata-rata skor pre-test siswa adalah 42,39 ± 6,80, sedangkan rata-rata skor post-test meningkat signifikan menjadi 52,52 ± 5,60 (p = 0,000). Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi SI TB efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan TB. Kesimpulan: Aplikasi SI TB terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang pencegahan TB. Penggunaan media edukasi berbasis aplikasi direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas dalam program promosi kesehatan di kalangan pelajar
ASI Eksklusif sebagai Faktor Protektif terhadap Insidensi Diare pada Bayi Hidayati, Ulfa; Nurtini, Ni Made; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 13 No. 2 (2025): JKP DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i2.1112

Abstract

Latar Belakang: Nutrisi alamiah terbaik yang dapat orang tua berikan kepada bayi ialah Air Susu Ibu (ASI). ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan penuh tanpa memberikan makanan tambahan apapun. Banyak manfaat dari pemberian ASI Ekslusif terhadap bayi, salah satunya adalah mencegah insiden diare pada bayi. Tujuan: Mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan tehadap insiden diare di puskesmas Burneh, Kabupaten Bangkalan Madura. Metode: Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan cara Probability Sampling secara purposive sampling. Besar sampel sebanyak 108 orang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu orang tua atau wali bayi yang telah menandatangani informed consent, bisa baca tulis, dan memiliki bayi usia 6-12 bulan. Sedangkan, kriteria eksklusi yaitu bayi yang mengalami keracunan makanan, khususnya yang sudah MP-ASI, bayi yang mengalami alergi makanan atau obat-obatan tertentu, dan mengalami intoleransi susu sapi. Variabel bebas adalah penerapan ASI eksklusif dan variabel terikat adalah insiden diare pada bayi. Analisa penelitian dengan Uji Fisher Exact Test. Hasil: Peneltian ini menunjukkan bayi yang diberikan ASI Eksklusif hampir seluruhnya tidak mengalami diare sebanyak 86 responden (95,6%) dengan nilai p-value 0,001 (<0,05). Kesimpulan: ASI Eksklusif dapat menjadi faktor protektif terhadap insiden diare pada bayi usia 6-12 bulan. Sehingga, dibutuhkan edukasi secara teratur tentang pemberian ASI eksklusif guna meningkatkan kesehatan bayi.
Pengaruh Media Digital Flipbook terhadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang Manajemen Laktasi untuk Kelancaran Produksi ASI Kurniatin, Lydia Febri; Sandu, Maria; Rachmaida, Arlina
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 13 No. 2 (2025): JKP DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i2.1121

Abstract

Latar belakang: Pemberian ASI eksklusif adalah praktik menyusui bayi sejak lahir hingga usia enam bulan tanpa tambahan cairan atau makanan lain. Kegagalan menyusui dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi ibu, bayi, aspek psikologis, dukungan tenaga kesehatan, dan budaya sosial. Salah satu upaya untuk meningkatkan keberhasilan menyusui adalah dengan memberikan edukasi tentang manajemen laktasi melalui media yang tepat. Di era digital, media interaktif seperti flipbook efektif dalam menyampaikan informasi dan meningkatkan pemahaman ibu. Tujuan: Menganalisis pengaruh media digital flipbook terhadap pengetahuan ibu hamil tentang manajemen laktasi untuk kelancaran produksi ASI. Metode: Menggunakan metode pre eksperiment dengan pendekatan pre and post test one group design pada 35 ibu hamil trimester III di Puskesmas Saigon menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Jelaskan bagaimana penelitian dilaksanakan. Jika ada, cantumkan hipotesis penelitian. Hasil: Analisis N-gain score menunjukkan 0,78 (kategori tinggi) dan n-gain persen sebesar 78% (kategori efektif). Kesimpulan: Penggunaan flipbook sebagai media edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai manajemen laktasi untuk kelancaran produksi ASI
Efektivitas Baby Massage terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 6-9 Bulan Yanti, Yanti; Susilawati, Elly; Suthariana, Lamindo
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 13 No. 2 (2025): JKP DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i2.1141

Abstract

Latar Belakang: Kualitas tidur bayi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, lingkungan, status kesehatan, nutrisi, dan stimulasi. Baby massage merupakan stimulasi taktil melalui sentuhan lembut pada kulit yang bertujuan memperbaiki fungsi saraf, otot, pernapasan, dan sirkulasi darah. Studi pendahuluan di Desa Pancuran Gading menunjukkan 29 bayi mengalami masalah tidur. Tujuan: Mengetahui efektivitas baby massage terhadap kualitas tidur bayi usia 6–9 bulan. Metode: Penelitian quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest non-equivalent control group. Sampel berjumlah 20 bayi usia 6–9 bulan yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner B-PSQI dan lembar observasi. Baby massage dilakukan 3 kali per minggu selama 2 minggu, masing-masing 15 menit. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Rata-rata peningkatan kualitas tidur pada kelompok intervensi sebesar 1,50 (SD 0,70), sedangkan kelompok kontrol 0,20 (SD 0,42). Uji Mann-Whitney menunjukkan pengaruh signifikan (p=0,001). Kesimpulan: Baby massage berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 6–9 bulan. Disarankan puskesmas memfasilitasi pelatihan dan edukasi baby massage kepada masyarakat.
Pelaksanaan dan Pengalaman Anak dalam Program UKGS: Studi Kualitatif di Sekolah Dasar Negeri Aulia, Najwa Rachma; Delmaifanis, Delmaifanis; Nurdahlia, Nurdahlia
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 13 No. 2 (2025): JKP DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i2.1147

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak usia sekolah dasar. Program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) merupakan upaya promotif dan preventif yang ditujukan untuk menurunkan angka kejadian karies gigi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan program UKGS serta pengalaman anak dalam mengikuti program di SDN Mangunjaya 04. Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Metode: Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima siswa, dua guru, tiga orang tua, dan satu tenaga kesehatan gigi dengan teknik purposive sampling, serta melalui observasi langsung. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan analisis manual melalui proses reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, anak memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan merasa lebih termotivasi setelah mengikuti UKGS; pengalaman anak meliputi kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan gigi; faktor pendukung pelaksanaan meliputi antusiasme siswa dan keterlibatan orang tua, sedangkan hambatan berupa keterbatasan waktu, pencatatan hasil, dan sarana prasarana ; serta guru dan tenaga kesehatan yang berperan sebagai fasilitator dalam edukasi dan pelaksanaan program. Kesimpulan: UKGS berkontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku anak terhadap kesehatan gigi. Kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat untuk keberlanjutan program.
Cold Compress untuk Penurunan Tingkat Nyeri pada Pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan Fraktur Batubara, Khairunnisa; Siallagan, Romauli Ervanny Goria
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 13 No. 2 (2025): JKP DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i2.1172

Abstract

Latar belakang: Fraktur dapat mengancam integritas seseorang, yang biasanya merupakan kelainan tulang akibat benturan keras, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pasien fraktur yang datang ke unit gawat darurat sering mengalami nyeri. Salah satu metode nonfarmakologis untuk meredakan nyeri adalah penggunaan kompres dingin. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah pemberian kompres dingin pada pasien fraktur di IGD dapat mengurangi tingkat ketidaknyamanan mereka. Metode: Sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan, 18 dari 34 pasien fraktur yang datang ke unit gawat darurat pada bulan Januari dan Februari 2025 dipilih secara konsekutif menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan desain pra-tes-pasca-tes satu kelompok. Uji Wilcoxon, yang berguna untuk membandingkan dua kelompok data berpasangan, digunakan dalam analisis data. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden (66,7%) melaporkan ketidaknyamanan sedang, tetapi setelah intervensi, persentase ini turun tajam menjadi 16,7%. Setelah kompres dingin, terdapat penurunan ketidaknyamanan yang signifikan, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p uji Wilcoxon sebesar 0,000. Kesimpulan: Dengan nilai p <0,05, kompres dingin secara statistik berhasil menurunkan nyeri pada pasien IGD dengan fraktur. Penelitian lebih lanjut perlu mencakup aspek psikologis, tingkat aktivitas fisik, atau pola makan pasien.