cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 453 Documents
Pengaturan waktu panen pada beberapa varietas ubi jalar (Ipomoea batatas L.) dalam upaya pengendalian hama boleng (Cylas formicarius F.) Yuliarti, Rieni; Jauharlina, Jauharlina; Hayati, Mardhiah
Agrium Vol. 23 No. 1: March 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v23i1.25274

Abstract

Indonesia merupakan pusat keanekaragaman ubi jalar kedua setelah Amerika Latin, namun produksinya masih tergolong rendah akibat berbagai faktor seperti varietas, kondisi lingkungan, dan serangan hama, terutama hama boleng (Cylas formicarius F.). Metode pengendalian ramah lingkungan seperti pengaturan waktu panen merupakan alternatif yang potensial mengingat penggunaan insektisida sintetis memiliki dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu panen optimal untuk mengendalikan hama boleng dengan menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial 5x2 dengan 4 ulangan, melibatkan 5 waktu panen (12-16 minggu setelah tanam—MST) dan 2 varietas ubi jalar (Antin-1 dan Kalasan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi waktu panen dan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah umbi layak pasar, namun tidak signifikan terhadap variabel lainnya. Panen pada 12 MST menghasilkan produksi terbaik (76,71 g/tanaman) dan serangan hama terendah (55%), sementara varietas Kalasan menunjukkan ketahanan lebih baik terhadap serangan hama dibanding Antin-1. Dengan demikian, pengaturan waktu panen dan pemilihan varietas yang tepat dapat menjadi strategi efektif dalam pengendalian hama boleng.
Genotype-dependent response of soybean (Glycine max L.) to the vermicompost application in the lowland agroecosystem Putri, Naja Ananda; Nilahayati, Nilahayati; Rosnina, A. G.
Agrium Vol. 23 No. 1: March 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v23i1.26508

Abstract

Soybean (Glycine max L.) productivity in Indonesia remains insufficient to meet national demand, necessitating improvements in both genetic potential and nutrient management strategies. This study aimed to evaluate the growth and yield performance of four soybean genotypes under different vermicompost doses in lowland agroecosystems. The experiment was conducted in Paloh Lada Village, Dewantara District, North Aceh, using a factorial randomized block design with two factors: four soybean genotypes (Anjasmoro, Dena 1, Denasa 2, and M.1.1.3 line) and three vermicompost doses (0, 5, and 10 t ha⁻¹). Data were analyzed using ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test at 5% significance level. Results showed that genotype significantly affected all observed variables except leaf area. The M.1.1.3 line consistently produced the highest yield (up to 4.12 t ha⁻¹, compared with 10 t ha⁻¹ vermicompost). Vermicompost application significantly increased plant height, root nodules, filled pods, seed weight per plant, seed weight per plot, and yield. Significant genotype × vermicompost interactions were observed for plant height, nodulation, seed weight, and yield. The optimal dose was 10 t ha⁻¹. These findings demonstrate that integrating responsive genotypes with appropriate organic fertilization enhances soybean productivity in lowland environments.
Pengaruh komposisi media tanam dan dosisi dolomit pada tanah masam terhadap pertumbuhan stek tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) Fadhil, Teuku Muhammad; Bahri, Syamsul; Iswahyudi, Iswahyudi
Agrium Vol. 23 No. 1: March 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v23i1.26704

Abstract

Tanaman nilam adalah herba tropis penghasil minyak atsiri yang dalam perdagangan internasional dikenal juga sebagai minyak patchouli. Sebagai komoditas ekspor, minyak nilam mempunyai prospek yang bagus karena dibutuhkan secara kontinyu dalam industri parfum, kosmetik, sabun, obat-obatan dan lain-lain. Minyak nilam memberikan kontribusi sangat besar dalam penghasil devisa negara diantara minyak atsiri lainnya. Dalam pengembangan budidaya nilam sangat perlu diperhatikan kondisi tanahnya, kondisi tanah yang baik dapat membuat tanaman nilam tumbuh dengan optimal. Tanaman nilam dapat tumbuh baik pada tanah regosol, latosol dan alluvial, tanah-tanah tersebut bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu kemasaman tanah antara pH 6-7. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Pola Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu komposisi media tanam (M) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu M1= tanah masam dan pupuk kandang sapi (2:1), M2 = tanah masam dan arang sekam (2:1), M3= tanah masam dan sabut kelapa (2:1) dan M4 = tanah masam dan ampas tebu (2:1). Kedua faktor dosis dolomit (D) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu D0= 0 ton/ha, D1= 1 ton/ha, D2= 2 ton/ha dan D3= 3 ton/ha. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan kombinasi media tanam tanah masam dan pupuk kandang sapi (2:1) dengan dosis dolomit 2 ton/ha.