cover
Contact Name
Hasrul Hadi, M.Pd.
Contact Email
hasrulhadi299@gmail.com
Phone
+6281997905824
Journal Mail Official
geodikajurnal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidika Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Hamzanwadi Jln.TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid No.132 Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25491830     DOI : ttp://dx.doi.org/10.29408/geodika
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles 267 Documents
Perubahan Distribusi Spasial Permukiman dan Relasinya Terhadap Pertumbuhan Penduduk di Kota Bandar Lampung Debora Ika Wulansari; Mochamad Firman Ghazali; Armijon Armijon
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.6173

Abstract

Kota Bandar Lampung merupakan kota dengan pertambahan penduduk yang cukup tinggi. Pada tahun 2011 sampai 2020 penduduk bertambah sebanyak 164.660 jiwa atau meningkat 19.01%. Akibatnya, Kota Bandar Lampung membutuhkan lahan untuk permukiman. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan distribusi permukiman dan relasinya dengan pertumbuhan penduduk di Kota Bandar Lampung. Pengamatan dilakukan menggunakan data Landsat 8 OLI/TIRS tahun 2013, 2016, 2019, dan 2021 dengan metode Object-Based Image Analysis (OBIA) untuk mengetahui perubahan distibusi permukiman dan relasinya dengan pertambahan penduduk dianalisis dengan analisis regresi, yang kemudian di autokorelasi dengan software GeoDa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Bandar Lampung dari tahun 2013 sampai tahun 2021 mengalami perubahan permukiman dengan pertambahan luas sebesar 32,93 km2. Kategori Kecamatan yang mengalami perubahan permukiman sangat cepat terjadi di Kecamatan Kemiling, Rajabasa, Sukarame, Sukabumi dan Panjang, dengan peta autokorelasi High-Low di Kecamatan Tanjung Karang Pusat dan Low-Low di Tanjung Karang Timur. Relasi perubahan permukiman dan pertumbuhan penduduk paling kuat hubungannya terdapat di Kecamatan Teluk Betung Barat, Kecamatan Sukabumi, Kecamatan Panjang, Kecamatan Bumi Waras, Kecamatan Tanjung karang Pusat, Kecamatan Enggal, Kecamatan Kedaton, dan Kecamatan Way Halim, dengan peta autokorelasi High-High terletak di Kecamatan Sukabumi dan Kecamatan Kedamaian.
Deteksi Kecepatan Kendaraan Berbasis Data Ponsel dalam Perspektif Spasial di Jalan Arteri Kota Padang Enda Latersia Br Pinem; Albertus Deliar; Budhy Soeksmantono
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.7166

Abstract

Keterbatasan dana seperti biaya pembelian dan pemasangan perangkat dalam pelaksanaan survey kecepatan kendaraan seringkali menjadi kendala, sehingga harus dicari solusinya. Salah satunya dengan memanfaatkan data ponsel yang memberikan informasi kecepatan secara spasial dan temporal. Penelitian ini menggunakan data ponsel di kota Padang tanggal 06 - 12 Januari 2022 berupa: posisi, waktu, dan device_id. Data ponsel, data vektor jalan dan batas administrasi dianalisis dengan teknik pengolahan data spasial dalam Sistem Informasi Geografis metode overlay intersect. Hasil perhitungan menunjukkan kecepatan maksimum di ruas jalan arteri primer untuk setiap selang waktu setiap jam. Nilai kecepatan maksimum menunjukkan bahwa adanya kendaraan bermotor yang mampu melintasi jalan tersebut dengan kecepatan maksimum. Namun untuk jenis jalan arteri sekunder tidak demikian, karena masih terdapat beberapa ruas jalan arteri sekunder yang tidak memiliki nilai kecepatan. Hal ini disebabkan koordinat, waktu dan device_id yang dikumpulkan hanya dari ponsel dalam kendaraan yang mengirimkan posisi saat itu di ruas jalan tersebut sehingga informasi yang diberikan hanya sebagian atau saat aktif menggunakan aplikasi yang menunjukkan lokasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa deteksi kecepatan kendaraan menggunakan data ponsel dapat digunakan untuk mendeteksi kecepatan pada jalan jika terdapat minimal 2 data posisi dan waktu ponsel yang kontinyu. 
Identifikasi Potensi Kawasan Desa Sokong Berdasarkan Karakteristik Fisik Dasar dan Fisik Binaan Ardi Yuniarman; Fariz Primadi Hirsan; Agus Kurniawan
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.12487

Abstract

Pertumbuhan penduduk berkorelasi cukup tinggi terhadap pemanfaatan lingkungan dan keberlanjutan hidup. Faktor kondisi fisik dasar dan kondisi fisik binaan menjadi hal yang selalu termanfaatkan akibat ekspansi manusia tehadap kebutuhan ruang. Desa Sokong termasuk dalam kawasan strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi yang termasuk dalam kawasan strategis pembanguan perkotaan Tanjung dengan fungsi zona kawasan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah Promosi (PKWP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kawasan Desa Sokong berdasarkan karakteristik fisik dasar dan fisik binaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatif dan analisis spasial menggunakan pendekatan SIG (Sistem informasi Geografis). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa potensi kawasan Desa Sokong berdasarkan karakteristik fisik dasar yaitu: topografi yang tidak tinggi dan tidak rendah; lereng yang landai; tanah yang subur; dan lokasi yang strategis. Sedangkan potensi kawasan Desa Sokong berdasarkan karakteristik fisik binaan yaitu: sebagai kawasan pengembangan wilayah perkotaan; memiliki akses jalan utama dan jalan kolektor menuju permukiman bagian dalam; terdapat aktivitas perdagangan yang cukup tinggi; dan terdapat pelabuhan rakyat dan aktivitas nelayan di bagian pesisir. 
Urgensi Kenyamanan Termal dalam Perspektif Pembelajaran Muhammad Muhaimin; Jumriani Jumriani; Eva Alviawati; Parida Angriani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.6451

Abstract

Ketidaknyamanan di ruangan kelas dapat mengakibatkan penurunan produktivitas kegiatan belajar. Kenyamanan ruangan kelas dapat berpengaruh terhadap konsentrasi dan produktivitas siswa serta guru. Pembelajaran yang kurang memberdayakan lingkungan fisik, baik di kelas dan di lingkungan luar kelas dapat berdampak pada kualitas hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, kondisi termal yang tidak nyaman dapat menyebabkan kelelahan dan hambatan dalam berpikir. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek kenyamanan termal dalam pembelajaran di sekolah. Penelitian dilakukan menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan termal merupakan satu aspek penting untuk diperhatikan pada pembelajaran. Sebagaimana sarana pendidikan merupakan penunjang bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Terdapat tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk menentukan kualitas kenyamanan termal suatu ruang kelas. Pertama, kenyamanan termal aspek fisik merupakan perpaduan dari suhu, kelembaban udara, kecepatan aliran udara, suhu radiasi dengan panas yang dihasilkan oleh metabolisme tubuh. Kedua, kenyamanan termal aspek fisiologis tergantung pada temperatur badan manusia ke temperatur kulit serta tingkat berkeringat badan. Ketiga, Kenyamanan termal aspek psikologis merupakan kondisi pikiran yang mengekspresikan tingkat kepuasan seseorang terhadap lingkungan termalnya. Beberapa aspek dalam kenyaman termal tersebut merupakan faktor yang harus diperhatikan oleh sebuah lembaga pendidikan karena mempengaruhi kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah.
Studi Konten Pengetahuan Guru Geografi di SMA Kecamatan Majasari Tubagus Sultan Fadillah; Mushoddik Mushoddik
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.7864

Abstract

Konten pengetahuan guru mata pelajaran geografi diakui penting namun dalam implementasinya cenderung kontradiktif, buram dan bermasalah. Penelitian ini menawarkan studi konten pengetahuan guru geografi yang secara khusus bertujuan untuk menguraikan persiapan serta aktualisasi konten pengetahuan guru geografi untuk ditransfer pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model analisis interaktif. Subjek penelitian dipilih dengan purposive sampling berjumlah lima guru yang berasal dari sekolah menengah atas Kecamatan Majasari Kabupaten Pandeglang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan dan aktualisasi konten pengetahuan guru geografi diadaptasi dalam tujuh komponen (Fakta, Observasi, Data, Persepsi, Klasifikasi, Desain, dan Pemecahan Masalah). Persiapan konten pengetahuan didominasi dengan pengalaman subjektif guru, serta pengaktualisasian transfer konten pengetahuan melalui model inquiry dan pelajaran berbasis masalah. Penelitian juga ini memberikan diskusi arah penelitian konten pengetahuan guru geografi dimasa mendatang.
Pelestarian Lingkungan Pesisir Melalui Ritual Nyalamaq Dilauq di Desa Tanjung Luar Keruak Lombok Timur Habibuddin Habibuddin; Hanapi Hanapi; Burhanuddin Burhanuddin
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.17516

Abstract

Pelestarian lingkungan pesisir melalui ritual belum banyak diungkap. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelestarian lingkungan pesisir melalui ritual nyalamaq dilauq di Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: 1) terdapat tiga versi mengenai awal mula penyelenggaraan ritual nyalamaq dilauq; versi pertama, ritual awalnya dilakukan oleh suku Mandar bernama Mara'dia Ma'danuang untuk mengusir wabah penyakit; versi kedua, ritual dilakukan oleh suku Bajo untuk mengenang dan menghargai leluhur mereka bernama Punggawa Rattung dan Mbo Bisu yang menghilang ditelan laut dan menjelma menjadi karang yang diyakini menjadi penjaga pantai dan laut, dan versi ketiga, ritual dilakukan sejak peresmian pendirian douane di Tanjung oleh Kolonial Belanda sehingga dikenal nyalamaq palabuang; 2) prosesi ritual nyalamaq dilauq terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan; pelaksanaan, dan penutupan; dan 3) pelestarian lingkungan melalui ritual nyalamaq dilauq terkait empat hal, yaitu mengelola dan melindungi sumber daya pesisir-laut, menjaga keseimbangan ekosistem laut, mencegah pencemaran lingkungan pesisir dan laut, dan meminimalisasi konflik lingkungan kawasan pesisir.
Penaksiran Indeks Erosivitas Hujan Dengan Metode Lenvain di Kecamatan Dau Kabupaten Malang Dwi Kurniawati; Ika Meviana; Alfitka Septa Ferdiannanda
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.6563

Abstract

Kemampuan hujan dalam menimbulkan erosi pada tanah disebut sebagai erosivitas hujan. Penaksiran indeks erosivitas dalam penelitian ini dilakukan di kecamatan Dau, Kabupaten Malang dengan menggunakan perhitungan metode Lanvein. Kecamatan Dau berada pada wilayah yang berbukit, curah hujan yang cukup tinggi serta penggunaan lahan berupa perkebunan dan pertanian. Beberapa faktor tersebut menjadikan kecamatan Dau sebagai salah satu wilayah yang berpotensi terhadap terjadinya erosi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penaksiran indeks erosivitas hujan dengan metode Lenvain di kecamatan Dau kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan sumber data berupa curah hujan bulanan selama 10 tahun (2012-2021) di Kecamatan Dau yang diperoleh dari Stasiun Klimatologi Malang. Analisis data menggunakan perhitungan erosivitas hujan model Lenvain. Diketahui curah hujan di kecamatan Dau tahun 2012-2021 tergolong tinggi dengan rata-rata curah hujan per tahun antara 1.500-3.500 mm dan menghasilkan nilai erosivitas hujan sebesar 1.588,79. Nilai erosivitas hujan tertinggi terjadi pada bulan Februari sebesar 351,16 dengan total curah hujan selama 10 tahun yakni 415,4 cm dan terendah pada bulan Agustus sebesar 2,99 dengan total curah hujan selama 10 tahun yakni 12,5 cm.
Analisis Spasial Temporal Lahan Terbangun Terhadap Rawan Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur Ayu Mardalena; Yulia Indri Astuty; Adi Wibowo
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.10558

Abstract

Kabupaten Cianjur merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan gempa bumi yang tinggi. Gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 memberikan dampak kerugian yang besar bagi masyarakatnya karena wilayah tersebut merupakan wilayah permukiman dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui persebaran perubahan penggunaan lahan terbangun di Kabupaten Cianjur tahun 2013 dan 2022 serta menganalisis kesesuaian penggunaan lahan terbangun terhadap daerah rawan bencana gempa bumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial temporal lahan terbangun pada tahun 2013 dan 2022 terhadap indeks rawan bencana gempa bumi yang dikeluarkan oleh BNPB. Hasil dari penelitian ini adalah perubahan penggunaan lahan terbangun di kawasan ini mengalami peningkatan dari 5.290 Ha menjadi 7.009,63 Ha. Persebaran Penggunaan Lahan terbangun dari tahun 2013 dan 2022 didominasi pada kategori indeks kerawanan sedang dan tinggi serta mengalami peningkatan persentase pada tingkat kerawanan tinggi dari 37,31% menjadi 45,06% luas lahan terbangun.
Analisis Tapak Ekologi Kategori Lahan Terbangun untuk Penentuan Daya Dukung Lingkungan di Kabupaten Lombok Timur Siti Anisa Ikhwan; Baiq Ahda Razula Apriyeni; Armin Subhani; Hasrul Hadi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.18078

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk Kabupaten Lombok Timur memicu terjadinya perubahan penggunaan lahan (land use change) yang semula merupakan lahan pertanian menjadi lahan terbangun. Hal ini memicu bertambahnya kebutuhan lahan untuk pemukiman dan berpengaruh kepada ketersediaan supply-demand sumberdaya Kabupaten Lombok Timur. Oleh karena itu, sangat penting dilakukan sebuah pendugaan berbagai kebutuhan sumber daya agar dapat mewujudkan pemanfaatan ruang yang berhasil dan berdaya guna. Salah alat pendugaan yang dapat digunakan adalah dengan pendekatan Tapak Ekologi (Ecological Footprint). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografi yang bertujuan untuk: 1) mengetahui nilai Tapak Ekologi (Ecological Footprint) kategori lahan terbangun di Kabupaten Lombok Timur, 2) mengetahui nilai Biokapasitas (Biocapacity) kategori lahan terbangun di Kabupaten Lombok Timur, 3) mengetahui nilai Defisit Ekologi kategori lahan terbangun di Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian menunjukkan nilai tapak ekologi total Kabupaten Lombok Timur sebesar -117,25338 gha dan nilai biokapasitas total sebesar 0,02665 gha. Sedangkan nilai defisit ekologi sebesar -117,28 gha. Secara keseluruhan, Kabupaten Lombok Timur memiliki nilai defisit ekologi sebesar -117,28 gha, yang menunjukkan bahwa Kabupaten Lombok Timur termasuk wilayah dengan kategori cadangan karna masih surplus sumberdaya lahan. Artinya, Kabupaten Lombok Timur memiliki daya dukung lingkungan yang belum terlampaui.
Apakah Kekeringan Ekstrem Lokal Berkaitan Dengan Fenomena El Nino? Mulyanti, Heri
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i2.12527

Abstract

Kabupaten Bojonegoro memiliki lahan pertanian yang cukup luas, namun karena terletak di Pulau Jawa bagian timur menyebabkan wilayah tersebut rentan terhadap kekeringan, karena curah hujan yang cenderung rendah. Selain kekeringan, banjir merupakan ancaman besar bagi produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah yang rawan terhadap El Niño di Kabupaten Bojonegoro. Curah hujan bulanan observasional selama 25 tahun digunakan untuk mengidentifikasi periode bulan kering. Aktivitas El Niño diinvestigasi menggunakan data rerata berjalan 5 bulan dari Sea Surface Temperature Anomaly (SSTA) Nino 3.4. Relevansi antara curah hujan dan El Niño menggunakan korelasi Pearson. Historis kekeringan-banjir digunakan untuk menganalisis korespondensi dengan aktivitas El Niño. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa stasiun di bagian selatan lebih rentan kekeringan akibat penurunan curah hujan saat El Niño kuat berlangsung. Korelasi menunjukkan bahwa indeks El Niño berkaitan erat dengan kondisi kering pada hampir semua wilayah di bagian timur Bojonegoro. Indeks SSTA Nino 3.4 tepat digunakan untuk memprediksi curah hujan musim kemarau (Juni-Juli-Agustus-September). Kejadian kekeringan ekstrem konsisten dengan fenomena El Niño kuat.