cover
Contact Name
Hasrul Hadi, M.Pd.
Contact Email
hasrulhadi299@gmail.com
Phone
+6281997905824
Journal Mail Official
geodikajurnal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidika Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Hamzanwadi Jln.TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid No.132 Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25491830     DOI : ttp://dx.doi.org/10.29408/geodika
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles 278 Documents
Urgensi Kenyamanan Termal dalam Perspektif Pembelajaran Muhammad Muhaimin; Jumriani Jumriani; Eva Alviawati; Parida Angriani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.6451

Abstract

Ketidaknyamanan di ruangan kelas dapat mengakibatkan penurunan produktivitas kegiatan belajar. Kenyamanan ruangan kelas dapat berpengaruh terhadap konsentrasi dan produktivitas siswa serta guru. Pembelajaran yang kurang memberdayakan lingkungan fisik, baik di kelas dan di lingkungan luar kelas dapat berdampak pada kualitas hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, kondisi termal yang tidak nyaman dapat menyebabkan kelelahan dan hambatan dalam berpikir. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek kenyamanan termal dalam pembelajaran di sekolah. Penelitian dilakukan menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan termal merupakan satu aspek penting untuk diperhatikan pada pembelajaran. Sebagaimana sarana pendidikan merupakan penunjang bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Terdapat tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk menentukan kualitas kenyamanan termal suatu ruang kelas. Pertama, kenyamanan termal aspek fisik merupakan perpaduan dari suhu, kelembaban udara, kecepatan aliran udara, suhu radiasi dengan panas yang dihasilkan oleh metabolisme tubuh. Kedua, kenyamanan termal aspek fisiologis tergantung pada temperatur badan manusia ke temperatur kulit serta tingkat berkeringat badan. Ketiga, Kenyamanan termal aspek psikologis merupakan kondisi pikiran yang mengekspresikan tingkat kepuasan seseorang terhadap lingkungan termalnya. Beberapa aspek dalam kenyaman termal tersebut merupakan faktor yang harus diperhatikan oleh sebuah lembaga pendidikan karena mempengaruhi kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah.
Studi Konten Pengetahuan Guru Geografi di SMA Kecamatan Majasari Tubagus Sultan Fadillah; Mushoddik Mushoddik
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.7864

Abstract

Konten pengetahuan guru mata pelajaran geografi diakui penting namun dalam implementasinya cenderung kontradiktif, buram dan bermasalah. Penelitian ini menawarkan studi konten pengetahuan guru geografi yang secara khusus bertujuan untuk menguraikan persiapan serta aktualisasi konten pengetahuan guru geografi untuk ditransfer pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model analisis interaktif. Subjek penelitian dipilih dengan purposive sampling berjumlah lima guru yang berasal dari sekolah menengah atas Kecamatan Majasari Kabupaten Pandeglang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan dan aktualisasi konten pengetahuan guru geografi diadaptasi dalam tujuh komponen (Fakta, Observasi, Data, Persepsi, Klasifikasi, Desain, dan Pemecahan Masalah). Persiapan konten pengetahuan didominasi dengan pengalaman subjektif guru, serta pengaktualisasian transfer konten pengetahuan melalui model inquiry dan pelajaran berbasis masalah. Penelitian juga ini memberikan diskusi arah penelitian konten pengetahuan guru geografi dimasa mendatang.
Pelestarian Lingkungan Pesisir Melalui Ritual Nyalamaq Dilauq di Desa Tanjung Luar Keruak Lombok Timur Habibuddin Habibuddin; Hanapi Hanapi; Burhanuddin Burhanuddin
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.17516

Abstract

Pelestarian lingkungan pesisir melalui ritual belum banyak diungkap. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelestarian lingkungan pesisir melalui ritual nyalamaq dilauq di Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: 1) terdapat tiga versi mengenai awal mula penyelenggaraan ritual nyalamaq dilauq; versi pertama, ritual awalnya dilakukan oleh suku Mandar bernama Mara'dia Ma'danuang untuk mengusir wabah penyakit; versi kedua, ritual dilakukan oleh suku Bajo untuk mengenang dan menghargai leluhur mereka bernama Punggawa Rattung dan Mbo Bisu yang menghilang ditelan laut dan menjelma menjadi karang yang diyakini menjadi penjaga pantai dan laut, dan versi ketiga, ritual dilakukan sejak peresmian pendirian douane di Tanjung oleh Kolonial Belanda sehingga dikenal nyalamaq palabuang; 2) prosesi ritual nyalamaq dilauq terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan; pelaksanaan, dan penutupan; dan 3) pelestarian lingkungan melalui ritual nyalamaq dilauq terkait empat hal, yaitu mengelola dan melindungi sumber daya pesisir-laut, menjaga keseimbangan ekosistem laut, mencegah pencemaran lingkungan pesisir dan laut, dan meminimalisasi konflik lingkungan kawasan pesisir.
Penaksiran Indeks Erosivitas Hujan Dengan Metode Lenvain di Kecamatan Dau Kabupaten Malang Dwi Kurniawati; Ika Meviana; Alfitka Septa Ferdiannanda
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.6563

Abstract

Kemampuan hujan dalam menimbulkan erosi pada tanah disebut sebagai erosivitas hujan. Penaksiran indeks erosivitas dalam penelitian ini dilakukan di kecamatan Dau, Kabupaten Malang dengan menggunakan perhitungan metode Lanvein. Kecamatan Dau berada pada wilayah yang berbukit, curah hujan yang cukup tinggi serta penggunaan lahan berupa perkebunan dan pertanian. Beberapa faktor tersebut menjadikan kecamatan Dau sebagai salah satu wilayah yang berpotensi terhadap terjadinya erosi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penaksiran indeks erosivitas hujan dengan metode Lenvain di kecamatan Dau kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan sumber data berupa curah hujan bulanan selama 10 tahun (2012-2021) di Kecamatan Dau yang diperoleh dari Stasiun Klimatologi Malang. Analisis data menggunakan perhitungan erosivitas hujan model Lenvain. Diketahui curah hujan di kecamatan Dau tahun 2012-2021 tergolong tinggi dengan rata-rata curah hujan per tahun antara 1.500-3.500 mm dan menghasilkan nilai erosivitas hujan sebesar 1.588,79. Nilai erosivitas hujan tertinggi terjadi pada bulan Februari sebesar 351,16 dengan total curah hujan selama 10 tahun yakni 415,4 cm dan terendah pada bulan Agustus sebesar 2,99 dengan total curah hujan selama 10 tahun yakni 12,5 cm.
Analisis Spasial Temporal Lahan Terbangun Terhadap Rawan Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur Ayu Mardalena; Yulia Indri Astuty; Adi Wibowo
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.10558

Abstract

Kabupaten Cianjur merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan gempa bumi yang tinggi. Gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 memberikan dampak kerugian yang besar bagi masyarakatnya karena wilayah tersebut merupakan wilayah permukiman dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui persebaran perubahan penggunaan lahan terbangun di Kabupaten Cianjur tahun 2013 dan 2022 serta menganalisis kesesuaian penggunaan lahan terbangun terhadap daerah rawan bencana gempa bumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial temporal lahan terbangun pada tahun 2013 dan 2022 terhadap indeks rawan bencana gempa bumi yang dikeluarkan oleh BNPB. Hasil dari penelitian ini adalah perubahan penggunaan lahan terbangun di kawasan ini mengalami peningkatan dari 5.290 Ha menjadi 7.009,63 Ha. Persebaran Penggunaan Lahan terbangun dari tahun 2013 dan 2022 didominasi pada kategori indeks kerawanan sedang dan tinggi serta mengalami peningkatan persentase pada tingkat kerawanan tinggi dari 37,31% menjadi 45,06% luas lahan terbangun.
Analisis Tapak Ekologi Kategori Lahan Terbangun untuk Penentuan Daya Dukung Lingkungan di Kabupaten Lombok Timur Siti Anisa Ikhwan; Baiq Ahda Razula Apriyeni; Armin Subhani; Hasrul Hadi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.18078

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk Kabupaten Lombok Timur memicu terjadinya perubahan penggunaan lahan (land use change) yang semula merupakan lahan pertanian menjadi lahan terbangun. Hal ini memicu bertambahnya kebutuhan lahan untuk pemukiman dan berpengaruh kepada ketersediaan supply-demand sumberdaya Kabupaten Lombok Timur. Oleh karena itu, sangat penting dilakukan sebuah pendugaan berbagai kebutuhan sumber daya agar dapat mewujudkan pemanfaatan ruang yang berhasil dan berdaya guna. Salah alat pendugaan yang dapat digunakan adalah dengan pendekatan Tapak Ekologi (Ecological Footprint). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografi yang bertujuan untuk: 1) mengetahui nilai Tapak Ekologi (Ecological Footprint) kategori lahan terbangun di Kabupaten Lombok Timur, 2) mengetahui nilai Biokapasitas (Biocapacity) kategori lahan terbangun di Kabupaten Lombok Timur, 3) mengetahui nilai Defisit Ekologi kategori lahan terbangun di Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian menunjukkan nilai tapak ekologi total Kabupaten Lombok Timur sebesar -117,25338 gha dan nilai biokapasitas total sebesar 0,02665 gha. Sedangkan nilai defisit ekologi sebesar -117,28 gha. Secara keseluruhan, Kabupaten Lombok Timur memiliki nilai defisit ekologi sebesar -117,28 gha, yang menunjukkan bahwa Kabupaten Lombok Timur termasuk wilayah dengan kategori cadangan karna masih surplus sumberdaya lahan. Artinya, Kabupaten Lombok Timur memiliki daya dukung lingkungan yang belum terlampaui.
Apakah Kekeringan Ekstrem Lokal Berkaitan Dengan Fenomena El Nino? Mulyanti, Heri
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i2.12527

Abstract

Kabupaten Bojonegoro memiliki lahan pertanian yang cukup luas, namun karena terletak di Pulau Jawa bagian timur menyebabkan wilayah tersebut rentan terhadap kekeringan, karena curah hujan yang cenderung rendah. Selain kekeringan, banjir merupakan ancaman besar bagi produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah yang rawan terhadap El Niño di Kabupaten Bojonegoro. Curah hujan bulanan observasional selama 25 tahun digunakan untuk mengidentifikasi periode bulan kering. Aktivitas El Niño diinvestigasi menggunakan data rerata berjalan 5 bulan dari Sea Surface Temperature Anomaly (SSTA) Nino 3.4. Relevansi antara curah hujan dan El Niño menggunakan korelasi Pearson. Historis kekeringan-banjir digunakan untuk menganalisis korespondensi dengan aktivitas El Niño. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa stasiun di bagian selatan lebih rentan kekeringan akibat penurunan curah hujan saat El Niño kuat berlangsung. Korelasi menunjukkan bahwa indeks El Niño berkaitan erat dengan kondisi kering pada hampir semua wilayah di bagian timur Bojonegoro. Indeks SSTA Nino 3.4 tepat digunakan untuk memprediksi curah hujan musim kemarau (Juni-Juli-Agustus-September). Kejadian kekeringan ekstrem konsisten dengan fenomena El Niño kuat. 
Genius Solar System: Media Pembelajaran Geografi Berbasis Interactive Multimedia untuk Siswa SMA Alfyananda Kurnia Putra; Rizki Dwi Anggraini; Alfi Sahrina; Diky Al Khalidy
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i2.14519

Abstract

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, sebanyak 92,6 siswa kesulitan pada materi dinamika planet bumi sebagai ruang kehidupan. Karakteristik materi dinamika planet bumi sebagai ruang kehidupan bersifat abstrak sehingga membutuhkan visualisasi agar dapat lebih jelas bagi siswa. Namun, media yang digunakan oleh guru tidak membantu siswa memvisualisasi dan belum pernah menggunakan interactive multimedia. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk media pembelajaran Genius Solar System berbasis interactive multimedia serta menguji kelayakan media yang dikembangkan. Metode pengembangan media menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu analyze, design, development, implement, dan evaluation. Jenis data yang digunakan kualitatif dan kuantitatif. Dalam proses akumulasi data menggunakan angket, wawancara serta dokumentasi kegiatan dengan teknik analisis data berbentuk presentase. Produk media pembelajaran Genius Solar System akan melalui tahap uji coba kelayakan kepada 30 siswa kelas X IPS 5 di SMA Negeri 1 Lawang. Uji kelayakan oleh validator ahli media (91%) dan ahli materi (98%) terkategori sangat layak atau sangat valid. Sedangkan hasil uji coba kelayakan oleh siswa sebesar 88% dan guru sebesar 94%. Berdasarkan perolehan tersebut, dapat disimpulkan bahwa produk media Genius Solar System yang telah dikembangkan dapat dikategorikan atau dikatakan sangat layak atau sangat valid untuk dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Krisis Air Bersih dan Bentuk Adaptasi Masyarakat di Kelurahan Babakan Pasca Bencana Gempa Bumi Lombok 2018 Wiwit Bayu Adi; Aliful Anshar
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i2.16796

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan hal yang sangat penting karena termasuk kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Krisis air bersih merupakan masalah serius yang harus segera ditangani. Seperti yang terjadi pada pertengahan tahun 2018 hingga tahun 2020 di hampir seluruh lingkungan di Kelurahan Babakan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui faktor penyebab krisis air bersih beserta dampaknya, 2) mengetahui bentuk adaptasi masyarakat dalam menghadapi krisis air bersih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) terjadinya krisis air bersih di Kelurahan Babakan, khususnya Lingkungan Babakan Timur disebabkan karena terjadinya gempa bumi (perubahan struktur geologi) serta kurangnya daerah resapan air khususnya di Kelurahan Babakan. Dampak yang ditimbulkan dari adanya fenomena krisis air bersih tersebut adalah terjadinya konflik di tengah-tengah masyarakat dan berpengaruh terhadap kegiatan home industri; 2) Bentuk adaptasi yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan cara membuat tampungan air seperti menggunakan tandon air, tong, bekas kolam ikan dan beberapa ember, serta memanfaatkan air hujan.
Ketahanan Pangan di Kabupaten Tasikmalaya: Peran Perempuan Melalui Kesetaraan Gender Yani Sri Astuti; Septian Cahya Azhari
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i2.18469

Abstract

Kesetaraan gender memiliki fungsi penting dalam berkontribusi pada pembangunan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan kontribusi perempuan dalam memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan di Desa Calingcing, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi dokumenter, studi literatur, dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Desa Calingcing tergabung dalam beberapa kelompok tani. Kontribusi yang diberikan oleh kelompok tani perempuan di Calingcing antara lain adalah pengolahan lahan dengan komoditas utama seperti padi dan sayuran. Sebagian besar petani perempuan memegang peranan penting dalam sektor pertanian dan pemenuhan komoditas pangan lokal untuk memperkuat kebutuhan pangan keluarga. Penelitian selanjutnya sebaiknya melibatkan beberapa aspek penting yang dapat memperluas pemahaman tentang peran perempuan dalam memperkuat ketahanan pangan di Desa Calingcing dan sekitarnya. Selain itu, diperlukan analisis yang komprehensif untuk memahami faktor-faktor sosial, ekonomi, budaya, dan kelembagaan yang mempengaruhi partisipasi perempuan dalam kegiatan pertanian dan pengelolaan pangan. Faktor-faktor ini mencakup akses terhadap sumber daya seperti lahan, modal, dan pelatihan, peran gender dalam masyarakat desa, dan norma sosial yang dapat membatasi atau mendorong partisipasi perempuan dalam ketahanan pangan.