cover
Contact Name
Hasrul Hadi, M.Pd.
Contact Email
hasrulhadi299@gmail.com
Phone
+6281997905824
Journal Mail Official
geodikajurnal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidika Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Hamzanwadi Jln.TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid No.132 Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25491830     DOI : ttp://dx.doi.org/10.29408/geodika
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles 252 Documents
Analisis Tingkat Kesesuaian Kualitas Air Pada Lahan Budidaya Ikan Air Tawar Berbasis SIG di Kabupaten Purbalingga Jagad, Nimas Ayu Sekar Kinasih; Suwarsito, Suwarsito; Nirwansyah, Anang Widhi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i1.25448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian kualitas air pada lahan budidaya ikan air tawar untuk menentukan lokasi dan karakteristik kualitas air di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara in-situ. Penelitian ini mengabungkan metode multikriteria dengan basis Sistem Informasi Geografi (SIG) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot parameter kualitas air dan visualisasi pemetaan tingkat kesesuaian kualitas air pada lahan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Purbalingga didominasi oleh tingkat kesesuaian kualitas air pada kategori Sangat Sesuai (S1), dengan nilai 85,7 % meliputi wilayah Kecamatan Bobotsari, Mbrebet, Kutasari, Bojongsari, Padamara, Karanganyar, Rembang, Kejobong, Kemangkon dan Kaligondang. Pada tingkat kesesuaian kualitas air dengan kategori Sesuai (S2) memiliki nilai 4,7% meliputi satu lokasi budidaya, yaitu di Kecamatan Bukateja. Selanjutnya, pada tingkat kesesuaian kualitas air dengan kategori Cukup Sesuai (S3) memiliki nilai 9,5% meliputi dua lokasi budidaya yaitu di wilayah Kecamatan Kertanegara dan Kecamatan Bukateja. Terakhir, pada tingkat kesesuaian kualitas air dengan kategori Tidak Sesuai (N) memiliki nilai 4,7% hanya berada di wilayah Kecamatan Kutasari.
Efektivitas dan Kelemahan Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline 3 Pada Mata Pelajaran Geografi di Kelas XII IPS SMA Wisuda Pontianak Norsidi, Norsidi; Suwarno, Agus
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i1.25728

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keefektifan dan keterbatasan pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 pada pembelajaran geografi kelas XII IPS SMA Wisuda Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan kuesioner sebagai alat mengumpulkan data. Informasi dikumpulkan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena atau variabel tertentu dalam populasi tertentu. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik persentase. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) efektifitas pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 masuk dalam kategori tergolong sangat baik, artinya penggunaan teknologi ini efektif dalam mengelola dan meningkatkan efektivitas pembelajaran, serta mampu menarik minat belajar siswa. Teknologi Articulate Storyline 3 mampu menampilkan konten pembelajaran dengan menarik dan interaktif; 2) berdasarkan hasil penelitian ini kelemahan pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 yaitu guru tidak sepenuhnya menguasai semua fitur layanan dalam pembelajaran berbasis Articulate Storyline 3 ini dikarenakan guru kesulitan untuk menyesuaikan metode pengajaran tradisional dengan elemen-elemen interaktif.
Penggunaan Aplikasi QGIS Processing Modeler dalam Menentukan Potensi Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Bogor Ezrahayu, Priska; Julius, Admiral Musa; Aritonang, Sovian
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i1.25729

Abstract

Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah yang rawan terhadap terjadinya bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan aplikasi QGIS Processing Modeler dalam menentukan potensi bencana tanah longsor di Kabupaten Bogor. Data yang digunakan adalah data curah hujan harian yang diekstraksi dari citra satelit Himawari-8 dan data area rawan longsor dari BNPB. Teknik pengumpulan data menggunakan citra satelit dan SIG, sedangkan teknik analisis data menggunakan QGIS Processing Modeler untuk mengekstrak area berpotensi longsor berdasarkan curah hujan, dengan klasifikasi rentang nilai yang berpotensi menyebabkan bencana tanah longsor yaitu ≥120 mm. Geologi wilayah penelitian tersusun atas batu lempung dan batupasir, material tersebut bersifat lepas dan tidak stabil.  Berdasarkan klasifikasi kemiringan lereng wilayah ini daerah yang curam dengan kemiringan >40%. Berdasarkan kondisi tersebut bahwa wilayah ini merupakan wilayah yang rawan tejadi bencana tanah longsor. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan QGIS Processing Modeler efektif digunakan dibandingkan model pada aplikasi lain. Dengan memahami icon pada aplikasi tersebut maka dapat dibentuk modeler-nya, dan bisa langsung membuat peta untuk menentukan lokasi bencana tanah longsor pada Kabupaten Bogor tanpa eksport script ke aplikasi lain, sehingga modeler tersebut dapat digunakan berkali-kali dengan input data curah hujan dengan waktu dan lokasi yang berbeda.
Analisis Kondisi dan Distribusi Spasial Kawasan Resapan Air di Kota Tangerang Menggunakan Sistem Informasi Geografis Asri, Riyadul; Wibowo, Adi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i1.25730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan distribusi spasial kawasan resapan air di Kota Tangerang. Untuk tujuan tersebut, maka dalam penelitian ini dilakukan pemetaan kondisi kawasan resapan air dan distribusi spasialnya di Kota Tangerang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data jenis tanah, data curah hujan, data penggunaan lahan dan data kemiringan lereng. Metode skoring digunakan untuk menghasilkan kriteria kondisi kawasan resapan air. Setelah itu data dianalisis dengan pendekatan Sistem Informasi Geografi (SIG) dengan teknik overlay. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi dan distribusi spasial kawasan resapan air di Kota Tangerang yaitu: 1) Kondisi dengan kriteria Sangat Kritis seluas 5,998,357 Ha (39%), meliputi Kecamatan Ciledug, Cipondoh, Karang Tengah, Negalsari dan Kecamatan Pinang; 2) Kondisi dengan kriteria Baik seluas 2,959,535 Ha (19%) meliputi Kecamatan Jatiuwung dan Kecamatan Tangerang; 3) Kondisi dengan kriteria Agak Kritis seluas 1,168,590 Ha (8%) meliputi Kecamatan Batu Ceper, Benda, Cipondoh, Karang Tengah, Larangan, Negalsari, dan Kecamatan Pinang; 4) Kondisi dengan kriteria Mulai Kritis seluas 1,921,411 Ha (13%) meliputi  Kecamatan Cibodas, Cipondoh, Jatiuwung, Karang Tengah, Karawaci, Negalsari, Periuk, Pinang dan Kecamatan Tangerang; 5) Kondisi normal alami seluas 3,239,787 Ha (21%) meliputi Kecamatan Batu Ceper, Benda, Ciledug, Cipondoh, Karang Tengah, Larangan, Negalsari, Pinang, dan Tangerang.
Analisis Spasial-Temporal Perubahan Penggunaan Lahan Akibat Pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri Berbasis Data Google Earth Prasetya, Ferdian Adhy; Wibowo, Adi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i1.25731

Abstract

Bandara merupakan salah satu infrastruktur transportasi strategis yang dianggap berperan penting bagi pertumbuhan dan pengembangan ekonomi. Salah satu contoh pembangunan bandara terbaru di Indonesia adalah Bandara Internasional Dhoho Kediri. Luas wilayah bandara ini kurang lebih sekitar 400 hektar. Dalam proses pembangunan bandara ini dilakukan pembebasan lahan yang mengakibatkan perubahan area penggunaan lahan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perubahan penggunaan lahan secara spasial-temporal pada tahun 2014, 2020 dan 2023 menggunakan data citra dari Google Earth. Analisis data penelitian terdiri dari analisis spasial-temporal dan analisis deskriptif. Analisis spasial-temporal berkaitan dengan interpretasi citra Google Earth pada tiga periode waktu, tahun 2014, 2020 dan 2023. Sedangkan analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan kondisi obyek yang diteliti secara jelas dan komperhensif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa beberapa penggunaan lahan yang dialihfungsikan menjadi daerah kawasan bandara antara lain lahan pertanian dan perkebunan sebesar 427,95 Ha, lahan permukiman sebesar 11,05 Ha, dan jaringan jalan sepanjang 3,02 km. Lebih dari 290 bangunan dan sekitar 1.168 orang terdampak dari pembangunan bandara ini. Perbedaan yang signifikan terjadi pada wilayah penelitian pada tahun 2014 yang awalnya merupakan lahan pertanian dan perkebunan sementara tahun 2023 penggunaan lahan sudah menjadi wilayah bandara baru Bandara Internasional Dhoho.
Systematic Literature Review: Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Visual pada Pembelajaran Geografi Materi Litosfer Larasaty, Dwi; Sugandi, Dede; Isnaini, Nur
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i1.25737

Abstract

penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran geografi dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Terlebih pada materi yang tidak dapat dilihat dan diamati secara langsung oleh mereka, sebagai contoh materi litosfer. Meskipun telah banyak penelitian tentang media pembelajaran untuk materi litosfer, namun belum ada sintesis yang komprehensif terhadap penelitian-penelitian tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mensintesis berbagai artikel yang mengkaji tentang penggunaan media pembelajaran berbasis visual pada pembelajaran geografi materi litosfer dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Melalui pencarian pada Google Scholar (Google Cendekia), ditemukan sebanyak 136 artikel yang kemudian diseleksi menggunakan kriteria inklusi. Hasilnya, terdapat 13 artikel yang dianalisis dan disintesis sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan sintesis tersebut, diketahui bahwa media visual yang dimanfaatkan dalam pendidikan geografi materi litosfer yaitu media animasi, kartu bergambar, multimedia memory sport, media web-based, e-modul, e-comic, motion graphic, aplikasi android, augmented reality, media tiga dimensi, dan video, baik video yang berdiri sendiri maupun terintegrasi dengan Learning Management System (LMS). Kelebihan dan kekurangan masing-masing media pembelajaran selayaknya dijadikan pertimbangan dalam pemanfaatan media pada pendidikan geografi materi litosfer.
Analisis Pola Sebaran Daya Tarik Wisata di Kabupaten Tuban Sebagai Dasar Penentuan Paket Wisata Triaditama, Setyawan; Purnomo, Agus
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.21418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) membuat pemetaan daya tarik wisata, 2) menganalisis pola sebaran dan karakteristik wisata di Kabupaten Tuban, dan 3) membuat paket wisata berdasarkan peta daya tarik wisata yang sudah dibuat. Analisis data dilakukan dengan lima tahap pengembangan suatu sistem informasi yaitu spesifikasi data, pengumpulan data, pengolahan data, penyebaran data dan penerapan data. Hasil penelitian menunjukkan sebaran daya tarik wisata di Kabupaten Tuban tersebar hampir ke setiap kecamatannya. Pola sebaran wisata di Kabupaten Tuban cenderung mengelompok dengan karakteristik yang berbeda di setiap wisatanya. Terdapat tiga paket wisata yang dibuat berdasarkan wisata unggulan yang dipilih responden dan minat wisata. Ketiga paket wisata tersebut ialah Tuban Leisure, Minat Wisata Alam dan Minat Wisata Religi. Peta daya tarik wisata dan paket wisata dapat digunakan wisatawan sebagai panduan dan informasi awal dalam mengunjungi wisata di Kabupaten Tuban serta sebagai masukan bagi dinas terkait dalam peningkatan wisata di Kabupaten Tuban.
Analisis Distribusi Fasilitas Sekolah Menengah Pertama melalui Pemodelan Spasial Studi Kasus di Kota Malang Kuncoro Adi Pradono; Manurung, Parluhutan; Wibowo, Adi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.25692

Abstract

Dalam upaya membangun bangsa melalui pemerataan wajib belajar sembilan tahun merupakan bagian amanat UUD 1945 dan menjadi prioritas program pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi fasilitas sekolah SMP di Kota Malang. Metode pemodelan spasial yang digunakan metode krigging dan regresi machine learning untuk prediksi perkembangan fasilitas sekolah SMP. Pemodelan spasial akan menilai sejauh mana pola spasial fasilitas sekolah terdistribusi dan analisis regresi yang akan melakukan prediksi fasilitas sekolah SMP dengan variabel peserta didik, guru, pegawai dan rombongan belajar. Hasil pemodelan spasial dengan teknik krigging menunjukan distribusi variogram antar fasilitas sekolah berjarak 3-4 km dan merata. Adapun regresi dengan model terbaik secara berurutan REML, RF, OLS, GB, INLA dan PLS. Dengan model terbaik didapatkan akurasi 0,98 dan RMSE sebesar 0.79. Melalui hasil dari penelitian ini didapatkan gambaran bahwa sebaran distribusi fasilitas sekolah tingkat SMP di era zonasi saat ini masih terpusat di wilayah tengah Kota Malang sehingga terdapat peluang untuk pembangunan dan pengembangan fasilitas sekolah SMP di daerah pinggiran. Analisis pemodelan spasial dapat memberikan sudut pandang dan pertimbangan bagaimana fasilitas sekolah di perbaikan sesuai untuk pemerataan pendidikan.
Analisis Spasial Kesesuaian Kawasan Industri Kota Serang Berdasarkan RTRW Dengan Metode Spatial Multi-Criteria Analysis Purwaningsih, Yuli; Wibowo, Adi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.25819

Abstract

Kawasan industri merupakan salah satu faktor utama pada isu penurunan sumber daya alam dan degradasi lingkungan. Kegiatan ekonomi pada sektor industri juga menyebabkan pencemaran sungai dan air laut, polusi udara, penurunan kesehatan dan rasa tidak nyaman bagi warga yang tinggal dekat dengan kawasan industri. Oleh karena itu diperlukan analisis spasial dalam penentuan kesesuaian lahan untuk kawasan industri untuk menghindari terjadinya permasalahan, tersebut salah satunya adalah dengan metode Spatial Multi-Criteria Analysis (SMCA). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis spasial kesesuaian kawasan industri Kota Serang menggunakan metode SMCA dan dibandingkan dengan Peta RTRW dengan perangkat lunak ILWIS. Hasil dari penelitian ini 75,79% masuk ke dalam kategori cukup sesuai, sementara 13,28% memenuhi persyaratan sangat sesuai. Dibandingkan dengan Peta RTRW Kota Serang, 29,58% wilayah KPI (Kawasan Peruntukan Indutri), terutama di Kecamatan Kasemen bagian utara, tidak sesuai untuk pembangunan kawasan industri, namun 61,75% dan 8,67% wilayah KPI masing-masing cukup dan sangat sesuai. Temuan studi ini menunjukkan bahwa KPI pada peta RTRW Kota Serang perlu dikaji ulang mengingat wilayah Kecamatan Kasemen Utara merupakan wilayah pesisir pantai yang memiliki tutupan lahan berupa tambak, sehingga tidak sesuai untuk pembangunan kawasan industri.
Analisis Spasial Tingkat Kesesuaian Lahan Permukiman Berdasarkan Kemiringan Tanah di Kota Tangerang Prasetya, Ferdian Adhy; Wibowo, Adi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.26065

Abstract

Kota Tangerang sebagai bagian dari wilayah metropolitan Jakarta telah menyebabkan peningkatan permintaan akan lahan permukiman. Pertumbuhan populasi yang cepat, memicu ekspansi perkotaan yang signifikan dan meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis spasial terhadap tingkat kesesuaian lahan permukiman berdasarkan kemiringan tanah di Kota Tangerang. Dengan memanfaatkan data Sistem Informasi Geografis dan teknik analisis Weighted Overlay, penelitian ini mengintegrasikan informasi tentang kemiringan tanah dan klasifikasi tutupan lahan untuk mengidentifikasi area-area yang paling sesuai untuk pengembangan permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kota Tangerang memiliki potensi untuk pengembangan permukiman, dengan sebagian besar area tergolong sangat sesuai dan sesuai. Namun, terdapat juga 2 kecamatan yang memiliki area yang kurang sesuai dan tidak sesuai, seperti pada Kecamatan Benda dengan area kurang sesuai sebesar 0.198 km2 dan area tidak sesuai sebesar 0.010 km2. Kemudian, Kecamatan Pinang dengan area kurang sesuai sebesar 0.033 km2 dan area tidak sesuai sebesar 0.002 km2. Hasil analisis ini memberikan wawasan yang berharga bagi perencanaan tata ruang permukiman Kota Tangerang, dengan menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor kemiringan tanah dalam pengembangan perkotaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan landasan bagi pengambilan keputusan yang lebih baik dalam mengelola penggunaan lahan dan pengembangan wilayah Kota Tangerang untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.