cover
Contact Name
Hasrul Hadi, M.Pd.
Contact Email
hasrulhadi299@gmail.com
Phone
+6281997905824
Journal Mail Official
geodikajurnal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidika Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Hamzanwadi Jln.TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid No.132 Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25491830     DOI : ttp://dx.doi.org/10.29408/geodika
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles 278 Documents
Analisis Kondisi dan Distribusi Spasial Kawasan Resapan Air di Kota Tangerang Menggunakan Sistem Informasi Geografis Asri, Riyadul; Wibowo, Adi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i1.25730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan distribusi spasial kawasan resapan air di Kota Tangerang. Untuk tujuan tersebut, maka dalam penelitian ini dilakukan pemetaan kondisi kawasan resapan air dan distribusi spasialnya di Kota Tangerang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data jenis tanah, data curah hujan, data penggunaan lahan dan data kemiringan lereng. Metode skoring digunakan untuk menghasilkan kriteria kondisi kawasan resapan air. Setelah itu data dianalisis dengan pendekatan Sistem Informasi Geografi (SIG) dengan teknik overlay. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi dan distribusi spasial kawasan resapan air di Kota Tangerang yaitu: 1) Kondisi dengan kriteria Sangat Kritis seluas 5,998,357 Ha (39%), meliputi Kecamatan Ciledug, Cipondoh, Karang Tengah, Negalsari dan Kecamatan Pinang; 2) Kondisi dengan kriteria Baik seluas 2,959,535 Ha (19%) meliputi Kecamatan Jatiuwung dan Kecamatan Tangerang; 3) Kondisi dengan kriteria Agak Kritis seluas 1,168,590 Ha (8%) meliputi Kecamatan Batu Ceper, Benda, Cipondoh, Karang Tengah, Larangan, Negalsari, dan Kecamatan Pinang; 4) Kondisi dengan kriteria Mulai Kritis seluas 1,921,411 Ha (13%) meliputi  Kecamatan Cibodas, Cipondoh, Jatiuwung, Karang Tengah, Karawaci, Negalsari, Periuk, Pinang dan Kecamatan Tangerang; 5) Kondisi normal alami seluas 3,239,787 Ha (21%) meliputi Kecamatan Batu Ceper, Benda, Ciledug, Cipondoh, Karang Tengah, Larangan, Negalsari, Pinang, dan Tangerang.
Analisis Spasial-Temporal Perubahan Penggunaan Lahan Akibat Pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri Berbasis Data Google Earth Prasetya, Ferdian Adhy; Wibowo, Adi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i1.25731

Abstract

Bandara merupakan salah satu infrastruktur transportasi strategis yang dianggap berperan penting bagi pertumbuhan dan pengembangan ekonomi. Salah satu contoh pembangunan bandara terbaru di Indonesia adalah Bandara Internasional Dhoho Kediri. Luas wilayah bandara ini kurang lebih sekitar 400 hektar. Dalam proses pembangunan bandara ini dilakukan pembebasan lahan yang mengakibatkan perubahan area penggunaan lahan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perubahan penggunaan lahan secara spasial-temporal pada tahun 2014, 2020 dan 2023 menggunakan data citra dari Google Earth. Analisis data penelitian terdiri dari analisis spasial-temporal dan analisis deskriptif. Analisis spasial-temporal berkaitan dengan interpretasi citra Google Earth pada tiga periode waktu, tahun 2014, 2020 dan 2023. Sedangkan analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan kondisi obyek yang diteliti secara jelas dan komperhensif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa beberapa penggunaan lahan yang dialihfungsikan menjadi daerah kawasan bandara antara lain lahan pertanian dan perkebunan sebesar 427,95 Ha, lahan permukiman sebesar 11,05 Ha, dan jaringan jalan sepanjang 3,02 km. Lebih dari 290 bangunan dan sekitar 1.168 orang terdampak dari pembangunan bandara ini. Perbedaan yang signifikan terjadi pada wilayah penelitian pada tahun 2014 yang awalnya merupakan lahan pertanian dan perkebunan sementara tahun 2023 penggunaan lahan sudah menjadi wilayah bandara baru Bandara Internasional Dhoho.
Systematic Literature Review: Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Visual pada Pembelajaran Geografi Materi Litosfer Larasaty, Dwi; Sugandi, Dede; Isnaini, Nur
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i1.25737

Abstract

penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran geografi dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Terlebih pada materi yang tidak dapat dilihat dan diamati secara langsung oleh mereka, sebagai contoh materi litosfer. Meskipun telah banyak penelitian tentang media pembelajaran untuk materi litosfer, namun belum ada sintesis yang komprehensif terhadap penelitian-penelitian tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mensintesis berbagai artikel yang mengkaji tentang penggunaan media pembelajaran berbasis visual pada pembelajaran geografi materi litosfer dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Melalui pencarian pada Google Scholar (Google Cendekia), ditemukan sebanyak 136 artikel yang kemudian diseleksi menggunakan kriteria inklusi. Hasilnya, terdapat 13 artikel yang dianalisis dan disintesis sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan sintesis tersebut, diketahui bahwa media visual yang dimanfaatkan dalam pendidikan geografi materi litosfer yaitu media animasi, kartu bergambar, multimedia memory sport, media web-based, e-modul, e-comic, motion graphic, aplikasi android, augmented reality, media tiga dimensi, dan video, baik video yang berdiri sendiri maupun terintegrasi dengan Learning Management System (LMS). Kelebihan dan kekurangan masing-masing media pembelajaran selayaknya dijadikan pertimbangan dalam pemanfaatan media pada pendidikan geografi materi litosfer.
Analisis Pola Sebaran Daya Tarik Wisata di Kabupaten Tuban Sebagai Dasar Penentuan Paket Wisata Triaditama, Setyawan; Purnomo, Agus
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.21418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) membuat pemetaan daya tarik wisata, 2) menganalisis pola sebaran dan karakteristik wisata di Kabupaten Tuban, dan 3) membuat paket wisata berdasarkan peta daya tarik wisata yang sudah dibuat. Analisis data dilakukan dengan lima tahap pengembangan suatu sistem informasi yaitu spesifikasi data, pengumpulan data, pengolahan data, penyebaran data dan penerapan data. Hasil penelitian menunjukkan sebaran daya tarik wisata di Kabupaten Tuban tersebar hampir ke setiap kecamatannya. Pola sebaran wisata di Kabupaten Tuban cenderung mengelompok dengan karakteristik yang berbeda di setiap wisatanya. Terdapat tiga paket wisata yang dibuat berdasarkan wisata unggulan yang dipilih responden dan minat wisata. Ketiga paket wisata tersebut ialah Tuban Leisure, Minat Wisata Alam dan Minat Wisata Religi. Peta daya tarik wisata dan paket wisata dapat digunakan wisatawan sebagai panduan dan informasi awal dalam mengunjungi wisata di Kabupaten Tuban serta sebagai masukan bagi dinas terkait dalam peningkatan wisata di Kabupaten Tuban.
Analisis Distribusi Fasilitas Sekolah Menengah Pertama melalui Pemodelan Spasial Studi Kasus di Kota Malang Kuncoro Adi Pradono; Manurung, Parluhutan; Wibowo, Adi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.25692

Abstract

Dalam upaya membangun bangsa melalui pemerataan wajib belajar sembilan tahun merupakan bagian amanat UUD 1945 dan menjadi prioritas program pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi fasilitas sekolah SMP di Kota Malang. Metode pemodelan spasial yang digunakan metode krigging dan regresi machine learning untuk prediksi perkembangan fasilitas sekolah SMP. Pemodelan spasial akan menilai sejauh mana pola spasial fasilitas sekolah terdistribusi dan analisis regresi yang akan melakukan prediksi fasilitas sekolah SMP dengan variabel peserta didik, guru, pegawai dan rombongan belajar. Hasil pemodelan spasial dengan teknik krigging menunjukan distribusi variogram antar fasilitas sekolah berjarak 3-4 km dan merata. Adapun regresi dengan model terbaik secara berurutan REML, RF, OLS, GB, INLA dan PLS. Dengan model terbaik didapatkan akurasi 0,98 dan RMSE sebesar 0.79. Melalui hasil dari penelitian ini didapatkan gambaran bahwa sebaran distribusi fasilitas sekolah tingkat SMP di era zonasi saat ini masih terpusat di wilayah tengah Kota Malang sehingga terdapat peluang untuk pembangunan dan pengembangan fasilitas sekolah SMP di daerah pinggiran. Analisis pemodelan spasial dapat memberikan sudut pandang dan pertimbangan bagaimana fasilitas sekolah di perbaikan sesuai untuk pemerataan pendidikan.
Analisis Spasial Kesesuaian Kawasan Industri Kota Serang Berdasarkan RTRW Dengan Metode Spatial Multi-Criteria Analysis Purwaningsih, Yuli; Wibowo, Adi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.25819

Abstract

Kawasan industri merupakan salah satu faktor utama pada isu penurunan sumber daya alam dan degradasi lingkungan. Kegiatan ekonomi pada sektor industri juga menyebabkan pencemaran sungai dan air laut, polusi udara, penurunan kesehatan dan rasa tidak nyaman bagi warga yang tinggal dekat dengan kawasan industri. Oleh karena itu diperlukan analisis spasial dalam penentuan kesesuaian lahan untuk kawasan industri untuk menghindari terjadinya permasalahan, tersebut salah satunya adalah dengan metode Spatial Multi-Criteria Analysis (SMCA). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis spasial kesesuaian kawasan industri Kota Serang menggunakan metode SMCA dan dibandingkan dengan Peta RTRW dengan perangkat lunak ILWIS. Hasil dari penelitian ini 75,79% masuk ke dalam kategori cukup sesuai, sementara 13,28% memenuhi persyaratan sangat sesuai. Dibandingkan dengan Peta RTRW Kota Serang, 29,58% wilayah KPI (Kawasan Peruntukan Indutri), terutama di Kecamatan Kasemen bagian utara, tidak sesuai untuk pembangunan kawasan industri, namun 61,75% dan 8,67% wilayah KPI masing-masing cukup dan sangat sesuai. Temuan studi ini menunjukkan bahwa KPI pada peta RTRW Kota Serang perlu dikaji ulang mengingat wilayah Kecamatan Kasemen Utara merupakan wilayah pesisir pantai yang memiliki tutupan lahan berupa tambak, sehingga tidak sesuai untuk pembangunan kawasan industri.
Analisis Spasial Tingkat Kesesuaian Lahan Permukiman Berdasarkan Kemiringan Tanah di Kota Tangerang Prasetya, Ferdian Adhy; Wibowo, Adi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.26065

Abstract

Kota Tangerang sebagai bagian dari wilayah metropolitan Jakarta telah menyebabkan peningkatan permintaan akan lahan permukiman. Pertumbuhan populasi yang cepat, memicu ekspansi perkotaan yang signifikan dan meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis spasial terhadap tingkat kesesuaian lahan permukiman berdasarkan kemiringan tanah di Kota Tangerang. Dengan memanfaatkan data Sistem Informasi Geografis dan teknik analisis Weighted Overlay, penelitian ini mengintegrasikan informasi tentang kemiringan tanah dan klasifikasi tutupan lahan untuk mengidentifikasi area-area yang paling sesuai untuk pengembangan permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kota Tangerang memiliki potensi untuk pengembangan permukiman, dengan sebagian besar area tergolong sangat sesuai dan sesuai. Namun, terdapat juga 2 kecamatan yang memiliki area yang kurang sesuai dan tidak sesuai, seperti pada Kecamatan Benda dengan area kurang sesuai sebesar 0.198 km2 dan area tidak sesuai sebesar 0.010 km2. Kemudian, Kecamatan Pinang dengan area kurang sesuai sebesar 0.033 km2 dan area tidak sesuai sebesar 0.002 km2. Hasil analisis ini memberikan wawasan yang berharga bagi perencanaan tata ruang permukiman Kota Tangerang, dengan menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor kemiringan tanah dalam pengembangan perkotaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan landasan bagi pengambilan keputusan yang lebih baik dalam mengelola penggunaan lahan dan pengembangan wilayah Kota Tangerang untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.
Analisis Spasial Faktor-Faktor Pengguna KB di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2023 Handawati, Rayuna; Ramadhan, Dandi; Fanny, Evita; Hafiz, Mochamad; Nugroho, Noval Tri
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.26731

Abstract

Pengguna program keluarga berencana (KB) di Provinsi DKI Jakarta belum merata, terdapat ketimpangan di setiap kota. Ketimpangan ini disebabkan oleh fasilitas kesehatan yang tidak merata. Oleh karena itu, pembangunan fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan akses dan jumlah pengguna program KB. Penelitian ini bertujuan menentukan kota prioritas untuk pembangunan fasilitas kesehatan penunjang program KB dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode autokorelasi spasial Indeks Moran Global dan Lokal berbasis Sistem Informasi Geografis. Hasil menunjukkan nilai Indeks Moran I = 0,042, yang menunjukkan autokorelasi spasial positif, namun korelasinya lemah karena mendekati nol. Uji signifikansi Indeks Moran menunjukkan bahwa pola sebaran pengguna KB di kota-kota bersifat acak dan tidak saling mempengaruhi. Berdasarkan analisis Local Indicator Spatial Autocorrelation pada tiga indikator pengguna KB, Klinik KB, dan PPKBD Jakarta Utara memiliki nilai indikator sangat rendah, mirip dengan Jakarta Selatan yang cukup rendah. Sementara kota lainnya tidak signifikan. Hasil overlay dari ketiga analisis ini menghasilkan rekomendasi wilayah prioritas untuk peningkatan fasilitas penunjang KB. Pemerintah perlu memperhatikan kota-kota tersebut untuk meningkatkan angka pengguna KB secara menyeluruh.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Cabai Merah Menggunakan Logika Fuzzy di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur Gusrianda, Ilham; Dwi, Masita; Manesa, Mandini; Setiadi, Hafid
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.26841

Abstract

cabai merah (capsicum annum) adalah komoditas sayuran dengan nilai ekonomis tinggi yang semakin diminati. Permintaan terus tumbuh seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri, terutama untuk bumbu masakan, industri makanan, dan obat-obatan. Oleh karena itu, diperlukan kajian kesesuaian lahan untuk mengidentifikasi potensi lahan yang sesuai guna mencapai hasil panen yang optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan mengevaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman cabai merah di Desa Ciputri. Metode yang digunakan dalam analisis kesesuaian lahan menggunakan pendekatan fuzzy dan evaluasi kesesuaian lahan menggunakan Boolean. Hasil penelitian menunjukkan hasil kesesuaian lahan cabai merah dengan metode fuzzy mendapatkan hasil nilai dengan kesesuaian paling tinggi yaitu 0,856 dan nilai terendah 0,1456 dimana nilai fuzzy berada pada rentang nilai 0 sampai 1. Hasil evaluasi kesesuaian lahan cabai merah menghasilkan 3 kelas yaitu sangat sesuai dengan luas 261,63 hektar (30,0 %), cukup sesuai dengan luas 177,18 hektar (20,31 %) dan tidak sesuai dengan luas 433,19 hektar (49,69 %). Metode fuzzy logic memberikan hasil yang lebih terperinci dan fleksibel dalam menggambarkan kesesuaian lahan, menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian yang lebih tinggi berbanding lurus dengan nilai fuzzy yang lebih tinggi, sementara tingkat kesesuaian yang rendah berhubungan dengan nilai fuzzy yang lebih rendah.
Identifikasi Interaksi Penduduk Terhadap Ruang Bentuklahan Vulkanik di Gunungapi Merapi Bagian Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta Sitohang, Lidya Lestari; Nisma, Septia Illa; Putra, Firdan Dimas Ivana; Aineviska, Shierlyra Fedrani; Alfitri, Rahmatika
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.26991

Abstract

Bentang budaya meliputi segala fenomena di permukaan bumi yang berhubungan dengan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara empiris interaksi penduduk terhadap ruang bentuklahan asal proses vulkanik di Gunungapi Merapi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan survei cepat terpadu dengan menerapkan prinsip triangulasi data. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian menujukkan interaksi penduduk dengan bentuklahan asal proses vulkanik di sekitar Gunungapi Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan bentang budaya yang didasarkan atas sumber daya dan bencanaa. Terkait sumber daya, bentang budaya didominasi oleh pemanfaatan lahan pertanian dan wisata. Penduduk lokal sering menanam padi, sayuran, dan tanaman holtikultura lainnya. Aspek perekonomian, keindahan alam dan fenomena vulkanik banyak menarik wisatawan. Sementara itu, bentang budaya terkait bencana yang dapat ditemui pada studi ini berkaitan erat dengan mitigasi bencana sebagai contoh tiang sirine, konstruksi dam sabo dan museum bencana.