cover
Contact Name
Frenta Helena Simaibang
Contact Email
frentaelenasimaibang@gmail.com
Phone
+628119114381
Journal Mail Official
ojslppmumht@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No. 23 - 25 Kramat Jati
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 23019255     EISSN : 26561190     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan is one of the online-based scientific periodic published by the Institute for Research and Community Service at Universitas Mohammad Husni Thamrin. This journal accepts articles or scientific papers that focus on health issues. This journal will be publishes biannually, in March and September.
Articles 512 Documents
Pengembangan Instrumen Pengukuran Pengetahuan Pola Makan dalam Upaya Pencegahan Anemia bagi Ibu Hamil Prahastuti, Brian Sri; Djaali, Nur Asniati; Indriyati, Titi; Meisara, Naura Delfi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.2760

Abstract

The first 1,000 days of life represent a critical window of opportunity to ensure optimal child growth and development. Maternal anemia is a major risk factor for low birth weight (LBW) and stunting at birth. Despite the nationwide iron supplementation program, the prevalence of anemia remains high, largely due to poor adherence to iron tablet (IFA) consumption among pregnant women. This study aims to develop a knowledge measurement instrument regarding dietary patterns for anemia prevention during pregnancy. A mixed-method approach was used, with a qualitative component as the dominant phase. Content analysis was conducted to identify key themes and generate items for the questionnaire, based on data from public discussions, in-depth interviews, and literature review. Instrument validity and reliability were tested quantitatively on 30 pregnant women participating in an online stunting prevention class. The qualitative analysis identified 9 variables, 21 dimensions, and 90 questionnaire items. Validity testing showed that 75 items were valid, and reliability testing yielded a Cronbach’s Alpha of 0.962, indicating high reliability. Knowledge scores showed that 62.5% of respondents had good knowledge of anemia-preventive dietary practices. A normality test confirmed that the data were normally distributed (p = 0.200). This study successfully produced a valid and reliable instrument to measure pregnant women’s knowledge of anemia-preventive dietary patterns. The instrument is suitable for evaluation through pre- and post-intervention assessments in health education programs delivered via social media and other online platforms.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Diet Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Meilia Depok Prikhatina, Ratih Agustin; Fitriyanti, Rita; Fitri Widianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2762

Abstract

Di seluruh dunia, saat ini Penyakit Ginjal Kronik (PGK) masih menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi, termasuk di Indonesia. Penyakit ginjal kronik adalah terjadinya malfungsi ginjal yang bersifat irreversible dan tidak dapat dikembalikan kondisinya seperti semula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Meilia Tahun 2024. Metode pada penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan unit hemodialisa di Rumah Sakit Meilia tahun 2024. Sampel yang digunakan adalah 83 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner data karakteristik responden,kuesioner kepatuhan diet, kuesioner pengetahuan dan kuesioner dukungan keluarga. Analisis yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 73 orang pasien (88%) patuh terhadap diet. Ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p-value = 0,019), pekerjaan (p-value = 0,026), tingkat pengetahuan (p-value = 0,001), dukungan keluarga (p-value = 0,000) dan lamanya menjalani hemodialisa (p-value = 0,000) dengan kepatuhan diet. Tidak terdapat hubungan yang signifikan usia dengan kepatuhan diet. Disarankan bagi pasien untuk meningkatkan pengetahuan, mematuhi diet dan keluarga diharapkan selalu memberikan dukungan dan perhatian kepada pasien hemodialisa.   Kata Kunci: Penyakit Ginjal Kronik (PGK), Kepatuhan Diet, Pasien Hemodialisa     Abstract   Chronic Kidney Disease (CKD) remains one of the leading causes of death worldwide, including in Indonesia. Chronic kidney disease is a condition in which kidney function deteriorates irreversibly and cannot return to its normal state. The purpose of this study was to determine the factors associated with dietary compliance among patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis at Meilia Hospital in 2024. This study used a quantitative method with a cross-sectional research design. The population consisted of all outpatients in the hemodialysis unit at Meilia Hospital in 2024. A total of 83 respondents were included using a total sampling technique. Research instruments included a respondent characteristics questionnaire, a dietary compliance questionnaire, a knowledge questionnaire, and a family support questionnaire. The data were analyzed using the chi-square test. The results showed that 73 patients (88%) were compliant with their diet. There were significant associations between dietary compliance and gender (p-value = 0.019), occupation (p-value = 0.026), level of knowledge (p-value = 0.001), family support (p-value = 0.000), and the length of time undergoing hemodialysis (p-value = 0.000). No significant association was found between age and dietary compliance. It is recommended that patients increase their knowledge and adhere to dietary guidelines, and that families consistently provide support and attention to hemodialysis patients.
Pengaruh Penambahan Kangkung dan Kacang Hijau Pada Nugget Lele Sebagai Sumber Protein dan Zat Besi Nurdini, Dahlia; Fitriyanti, Rita; Pustikasari, Atikah; Auliannisa, Damaranti; Pratiwi, Kartika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2777

Abstract

Catfish has long been a popular fishery commodity among Indonesians (Santoso, S., Yanti, WS, & Manajemen, E. 2019). This research is an experimental study conducted in May 2024 at the nutrition laboratory of MH. Thamrin University and will be continued at the DKI Jakarta Regional Health Laboratory in September 2024. This study involved 25 undergraduate students of Nutrition at MH. Thamrin University, Jakarta, as panelists. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 different treatments and 2 replications. The data were processed using SPSS using the Analysis of Variance (ANOVA) test and will be continued to the Duncan's Multiple Range Test, if there is a significant difference in the ANOVA test. This study shows that the addition of kale and green beans affects the organoleptic quality of catfish nuggets, especially in the aspects of color, taste, and texture. However, there is no significant effect on aroma. The panelists' level of preference for color, taste, aroma, and texture also increased, although not significantly in the overall assessment. The best product was obtained in treatment P1 (10% kale and 20% mung beans). It is recommended that further research examine the product's shelf life, use fresh catfish without steaming, and apply an egg coating to prevent the breading from coming off easily. Keywords: Catfish, organoleptic, nuggets
Tingkat Intensitas Nyeri Antara Metode AIR (Akui, Izinkan dan Rasakan) dengan Kompres Air Hangat dalam Proses Persalinan Kala I Fase Aktif Untari, Sri Untari; Nany Wigati, Dhiyan; Mulya Susanti, Meity
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2790

Abstract

Nyeri pada persalinan merupakan fenomena yang kompleks, rasa tidak nyaman yang dirasakan berbeda pada setiap individu baik dalam komponen sensorik emosional. Nyeri persalinan yang tidak segera ditangani akan mengakibatkan gangguan persalinan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan. Teknik relaksasi metode AIR (Akui, Izinkan dan Rasakan) dan kompres air hangat dipercaya mampu mengurangi nyeri persalinan kala I. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat intensitas nyeri antara metode AIR dengan kompres air hangat dalam proses persalinan kala I fase aktif di Puskesmas Toroh, Grobogan. Desain yang digunakan Quasy Experiment dengan pre dan post test control two groub design, dengan populasi ibu inpartu kala I fase Aktif di Puskesmas Toroh, Grobogan pada bulan Maret 2025. Pengambilan sampel secara accidental sampling. Instrument untuk mengukur skala nyeri dengan skala numerik (Numeric Pain Rating Scale - NRS). Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata metode AIR yaitu 24,62 sedangkan pada kompres air hangat 16,38, sedangkan nilai Z= -2,357, nilai p (0.018) < 0.05, maka secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua metode tersebut dalam hal tingkat nyeri.
Rancang Bangun Alat Ukur Indeks Massa Tubuh (IMT) Digital Berbasis Data Untuk Mendukung Pelayanan Medical Check-Up Muhtar; Lie, Lili Ruhyana; Gunawan; Legowo, Danang Kristioko; Firman, Abdul; Hidayat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2804

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan parameter penting dalam pemeriksaan kesehatan untuk menilai status gizi dan risiko penyakit. Namun, pengukuran IMT secara manual masih memiliki keterbatasan dalam hal akurasi dan efisiensi. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan alat ukur IMT digital berbasis data untuk meningkatkan ketepatan pengukuran dan mendukung integrasi dengan sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) untuk menghasilkan produk baru dan mengevaluasi efektivitasnya sebelum digunakan secara luas. Proses penelitian dilakukan secara sistematis melalui tahapan identifikasi masalah, perancangan desain, pembuatan prototipe, uji coba, dan evaluasi, guna memastikan produk yang dihasilkan berkualitas dan sesuai kebutuhan pengguna. Alat ini dilengkapi sensor berat (Load Cell), sensor tinggi badan (Ultrasonic), dan sensor lingkar perut (Rotary Encoder) yang terhubung dengan mikrokontroler (Arduino) untuk memproses data secara real-time. Hasil pengukuran ditampilkan melalui LCD dan dapat disimpan dalam basis data, sehingga memudahkan tenaga medis dalam menganalisis dan memantau kondisi pasien. Pengujian menunjukkan tingkat akurasi sebesar 98% untuk berat badan dan 97% untuk tinggi badan, dengan margin kesalahan kurang dari 1%. Alat ini diharapkan dapat menunjang layanan pemeriksaan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan terdigitalisasi.
Pengaruh Intervensi Jus Alpukat Tanpa Gula Selama 14 Hari terhadap Kadar LDL dan HDL pada Dewasa dengan Risiko Hiperkolesterolemia Abdillah , Winda; Setyawan, Yuswanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2825

Abstract

Hiperkolesterolemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dan merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intervensi selama 14 hari menggunakan jus alpukat tanpa gula terhadap kadar kolesterol LDL dan HDL pada orang dewasa dengan risiko hiperkolesterolemia yang meningkat. Penelitian ini merupakan studi analitik kuantitatif dengan desain eksperimen pre–post tanpa kelompok kontrol, melibatkan 176 responden dewasa berusia 25–55 tahun di Surabaya, Indonesia. Partisipan dipilih secara purposive, dan data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur serta pemeriksaan profil lipid puasa pada Hari ke-0 dan Hari ke-15. Intervensi terdiri dari konsumsi harian 200 mL jus alpukat segar tanpa gula yang dibuat dari 100 gram daging alpukat matang. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji t berpasangan atau uji Wilcoxon signed-rank, Chi-Square, dan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan penurunan signifikan kadar LDL (rata-rata penurunan = 14,2 mg/dL; p < 0,001) dan peningkatan signifikan kadar HDL (rata-rata peningkatan = 4,6 mg/dL; p < 0,001). Analisis Spearman juga menunjukkan korelasi signifikan antara tingkat kepatuhan dengan perubahan LDL (r = –0,423; p < 0,001) dan HDL (r = 0,388; p < 0,001). Tidak ditemukan efek samping serius selama intervensi. Kesimpulannya, konsumsi jus alpukat tanpa gula setiap hari selama 14 hari secara signifikan memperbaiki profil lipid dan berpotensi menjadi strategi alami alternatif untuk pengelolaan kolesterol pada individu dengan risiko tinggi. Kata kunci: Jus alpukat; Kolesterol LDL; Kolesterol HDL; Hiperkolesterolemia; Intervensi diet; Pangan fungsional.
Pengaruh Konsumsi Buah Pepaya Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Ringan di Wilayah Kerja Puskemas Ciomas Kabupaten Serang Tahun 2025 Fairuza, Filda; Halimatusyadiah , Leni; Marbun, Henny Theresia; Imas, Anisa Ratna Kania
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2850

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi pada kehamilan dan dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu dan bayi. Upaya penanggulangan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan pendekatan nutrisi berbasis pangan lokal, salah satunya buah pepaya (Carica papaya) yang mengandung zat besi, vitamin C, dan asam folat. Tujuan: dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah pepaya terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia dan untuk mengetahui kadar hemolobin ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian buah papaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 25 ibu hamil trimester I sampai trimsetser III  dengan anemia ringan yang dipilih dengan teknik total sampling di wilayah kerja Puskesmas Ciomas pada tahun 2025. Intervensi berupa konsumsi buah pepaya sebelum mengkonsumsi buah pepaya ibu hamil diperiksa kadar hemoglobinya dan diberikan selama 14 hari dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasi uji stasitik ada 25 orang ibu hamil yang mengalami anemia ringan dengan rata-rata kadar haemoglobin 9,19 gr/% melalui test normalitas terdapat peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan setelah intervensi, dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang menunjukkan bahwa konsumsi buah pepaya efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Dengan mengkonsumsi buah pepaya selama 14 hari berturut-turut banyaknya buah papaya 140 gram  perhari setelah makan  pagi, ada peningkatan kadar haemoglobin rata-rata 2,5 gr/%. Melalui Test uji Wilcoxon. Buah pepaya California mengandung vitamin C sehingga  baik untuk mengurangi anemia, maka ini layak untuk digunakan sebagai bahan penelitian, sangat berbeda jauh dengan pepaya lokal, yaitu sekitar 78 mg per 100 gram, sedangkan pepaya lokal hanya mengandung sekitar 72 mg per 100 gram.Kesimpulan: Konsumsi buah pepaya berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Pemberian buah pepaya dapat dipertimbangkan sebagai intervensi nutrisi alami dalam pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil.
Analysis of the Relationship Between Resilience and Stress Levels Among University Employees Febrianti, Dwinara; Lia Fitriyanti; Sri Suryati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2889

Abstract

Stres di tempat kerja merupakan salah satu masalah yang banyak dihadapi oleh karyawan, termasuk di sektor pendidikan. Sedangkan Resiliensi, yang didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk bangkit kembali dan beradaptasi dalam menghadapi situasi stres atau krisis, telah diidentifikasi sebagai faktor penting dalam mengelola stres kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Resiliensi Terhadap Tingkat Stress Kerja Pada Karyawan Universitas Mohammad Husni Thamrin. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian yaitu karyawan Universitas Mohammad Husni Thamrin, sebanyak 104 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan responden yang terlibat mayoritas berumur 46-55 tahun sebanyak 38 orang (36,5%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 67 orang (64,4%), berasal dari Fakultas Kesehatan sebanyak 51 orang (49%), mayoritas dari luar program studi sebanyak 32 orang (30,8%) dan sebagai karyawan tetap sebesar 84 orang (80,8%), memiliki resiliensi tinggi sebesar 60 orang (57,7%), tingkat stress nya berada ada rentang normal sebesar 61 orang (58,7%). Hasil Analisis menunjukan dengan korelasi Spearman Rank, diperoleh nilai koefisien korelasi (ρ) sebesar –0,243 dengan nilai signifikansi p = 0,013 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara resiliensi dengan tingkat stres karyawan.Arah hubungan negatif berarti bahwa semakin tinggi resiliensi yang dimiliki karyawan, maka semakin rendah tingkat stres yang dialaminya, dengan nilai ρ = –0,243, kekuatan hubungan termasuk dalam kategori lemah. Rekomendasi perlunya edukasi untuk pencegahan dampak lebih lanjut dari tingkat stress karyawan.
Sepsis-3 and its Assesment Tools (Sofa and Qsofa): Historical Evolution, Clinical Utility and Criticisms Bhagaskara, Pandya; Wiqoyah, Nurul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepsis remains a major global health problem with high morbidity and mortality. Over the past three decades, evolving consensus definitions have sought to improve diagnostic accuracy and patient outcomes. The latest definition, Sepsis-3, defines sepsis as life-threatening organ dysfunction caused by a dysregulated host response to infection, with the Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) and quick SOFA (qSOFA) as key tools. This review outlines the historical development of sepsis definitions, examines the role of SOFA and qSOFA, and summarizes their strengths and criticisms. Sepsis-3 marked a shift from inflammation-based to organ dysfunction–centered criteria. Evidence shows that SOFA is highly accurate for prognosis in intensive care, while qSOFA is useful for bedside risk stratification outside the ICU. Both outperform systemic inflammatory response syndrome (SIRS) in specificity, though SOFA requires laboratory parameters and qSOFA shows reduced sensitivity. Some authors argue SIRS should not be entirely discarded due to its early recognition value. In conclusion, Sepsis-3 advanced the standardization of sepsis definitions, yet challenges remain, and this article was written to provide a concise overview of its evolution, utility, and ongoing debates. Keywords: Sepsis-3, SOFA, qSOFA, SIRS, sepsis definitions
Efektivitas Suplementasi Tablet Tambah Darah Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Rusmiati, Desi; Beda Ama, Petrus Geroda; Wahyuni, Dwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2975

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan pada remaja putri, dengan prevalensi di Kota Depok mencapai 36% pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas suplementasi tablet tambah darah (TTD) mingguan terhadap kadar hemoglobin. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen non-equivalent control group pretest–posttest pada 47 siswi SMP IT At Taufiq, Depok (24 intervensi; 23 kontrol). Kelompok intervensi menerima satu tablet TTD per minggu selama empat minggu, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan TTD hingga penelitian selesai. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Hemometer Digital EasyTouch. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok intervensi (10,8 g/dL menjadi 12,9 g/dL; p<0,001), sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (12,6 g/dL menjadi 12,7 g/dL; p=0,811). Uji t independen juga menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,001). Kesimpulannya, suplementasi TTD efektif meningkatkan kadar hemoglobin remaja putri serta mendukung program pencegahan anemia berbasis sekolah.