JURNAL REKAYASA
Jurnal Rekayasa is a open access journal focusing on the scientific work of lecturers/academics, practitioners and professionals to the study of civil engineering, architecture, quantity surveying, urban and regional planning issues. This journal discusses issues relating to sustainability in the economic, social, environmental, and institutional dimensions of urban development and planning in Indonesia and throughout the world.
Articles
113 Documents
PENGEMBANGAN WILAYAH MELALUI SEKTOR UNGGULAN: PERSEPSI STAKEHOLDER
Myna Agustina Yusuf;
Irin Caisarina;
Sanna Nadia
JURNAL REKAYASA Vol 11 No 2 (2021): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37037/jrftsp.v11i2.101
Salah satu tujuan pengembangan wilayah adalah meningkatkan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat. Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh yang masih belum cukup maju dalam pengembangan wilayahnya jika dibandikan dengan kota/kabupaten tetangganya. Pengembangan wilayah melalui sektor yang ada cukup penting terutama Kabupaten Aceh Besar memiliki sektor beragam dalam wilayah administratif yang sangat luas yaitu 404,35 Km2. Pengembangan dapat dilakukan melalui sektor unggulan wilayah yang menggambarkan potensi daya saing kompetitif dan spesialisasi dalam lingkup kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sektor unggulan daerah Kabupaten Aceh Besar, memetakan potensi dan peluangnya kemudian merekomendasikan pengembangan wilayahnya berdasarkan persepsi stakeholder. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data PDRB Kabupaten dan data primer berupa hasil wawancara. Sektor unggulan ditetapkan berdasarkan tiga tahapan analisis sektor ekonomi wilayah yaitu Location Quotient (LQ), Shift Share, analisis Klassen Typology. Kemudian pemetaan strategi dilakukan berdasarkan olahan hasil wawancara dan analisis SWOT. Hasil analisis sektor unggulan yang memiliki pertumbuhan serta konstribusi terbesar terhadap PDRB Kabupaten Aceh Besar adalah kontruksi, sektor transportasi dan pergudangan, sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan motor, sektor informasi dan komunikasi serta sektor real estat. Hasil dari analisis SWOT yang didapat berdasarkan pengolahan data sekunder dan wawancara dengan perwakilan stakeholder adalah sasaran pembangunan yang harus diprioritaskan yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di beberapa sektor antara lain, sektor konstruksi dengan mengembangkan inovasi teknologi BIM (Building Information Modelling), sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor dengan meningkatkan produksi komoditas yang berpotensi dan memiliki nilai jual tinggi, sektor transportasi dan pergudangan dengan melakukan pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi dengan transportasi Kota Banda Aceh, kemudian sektor informasi dan komunikasi dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur yang mendukung pengembangan informasi dan komunikasi, serta sektor real estat dengan melakukan pengendalian pembangunan perumahan agar jumlahnya tetap terkontrol. Kata kunci : pengembangan wilayah, sektor unggulan
IDENTIFIKASI PENYEBAB TIMBULNYA PENGAJUAN KLAIM KONSTRUKSI DARI PENYEDIA JASA KE PENGGUNA JASA DI KOTA PADANG
Vivi Ariani;
Fielda Roza;
Embun Sari Ayu
JURNAL REKAYASA Vol 12 No 1 (2022): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37037/jrftsp.v12i1.113
Klaim dalam industri konstruksi merupakan masalah yang dapat mengacu kepada permohonan terhadap pertambahan biaya dan pertambahan waktu serta memicu terjadinya perselisihan antara penyedia jasa ke pengguna jasa. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penyebab timbulnya klaim pada proyek konstruksi oleh penyedia jasa ke pengguna jasa. Metodologi penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan penyebaran survey kuesioner kepada praktisi industri konstruksi khususnya kepada stakeholder proyek konstruksi untuk menjawab tujuan penelitian. Pengumpulan data survey kuesioner dilakukan kepada stakeholder proyek konstruksi di Kota Padang, meliputi pemilik proyek (owner), konsultan perencana, konsultan pengawas dan kontraktor. Teknik analisa data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif yaitu: rata-rata (mean) dan standar deviasi. Mean digunakan untuk mengetahui nilai rata-rata dari jumlah respon untuk tiap jawaban yang tersedia. Dari hasil analisa, diperoleh 28 faktor penyebab terjadinya klaim konstruksi oleh penyedia jasa ke pengguna jasa. Luaran penelitian diharapkan dapat mempermudah proses pengajuan klaim proyek konstruksi.
FAKTOR PENENTU PENGELOLAAN AIR IRIGASI UNTUK KEBERLANJUTAN EKONOMI PERTANIAN DI INDONESIA
Afrizal Naumar;
Rahmat;
Nazwar Djalir
JURNAL REKAYASA Vol 11 No 2 (2021): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37037/jrftsp.v11i2.118
Pengelolaan air pertanian tanaman padi pada daerah irigasi, merupakan bagian inti penggunaan air yang efisien dan meningkatkan keberlanjutan ekonomi pertanian padi(EcoSI). Ketidakstabilan produksi dan luas tanam yang tidak ekonomis merupakan salah satu masalah utama dan perhatian terhadap keberlanjutan pertanian padi (EcoSI) di Indonesia. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh pengelolaan air irigasi pertanian (X) untuk keberlanjutan ekonomi pertanian padi (EcoSI). Sistem evaluasi faktor pengelolaan air pertanian (X) terdiri dari lima indeks dan 35 variabel. Indeks yaitu indeks teknologi (TecI), indeks teknik (EngI), indeks manajemen (ManI), indeks lingkungan (EncI) dan indeks ekonomi (EcoI) Sedangkan faktor keberlanjutan ekonomi pertanian padi (EcoSI) terdiri dari delapan varibel. Responden160 orang yaitu petani, petugas lapangan irigasi dan komisi irigasi, dengan lokasi penelitian pada daerah irigasi Batang Anai Sumatera Barat Dari kuesioner, data dianalisis menggunakan pemodelan persamaan struktural dengan PLS-SEM. Hasil menunjukkan bahwa kemajuan indeks teknologi merupakan faktor positif utama yang dapat menentukan tingkat keberlanjutan di daearah irigasi Batang Anai. Indeks teknik, lingkungan dan manajemen juga menjadi faktor positif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemajuan teknologi merupakan elemen terpenting untuk mencapai keberlanjutan ekonomi di sektor pertanian padi Indonesia. Meskipun ekonomi tidak signifikan secara statistik, pentingnya dukungan pemerintah dan bantuan pemasaran dianggap sangat penting, terutama untuk menciptakan sinergi dalam respons petani mengingat tingkat pendidikan petani banyak yang masih rendah.
UJI PROFISIENSI AGREGAT DAN BETON UNTUK PENERAPAN SNI 17025
Evince Oktarina
JURNAL REKAYASA Vol 11 No 2 (2021): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37037/jrftsp.v11i2.120
Uji profisiensi sebagai jaminan mutu (Quality Assurance) laboratorium dilaksanakan melalui uji banding antar laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja suatu laboratorium dengan dibandingkan terhadap suatu populasi laboratorium. Salah satu yang melakukan uji profisiensi adalah laboratorium Material dan Struktur Program Studi Teknik Sipil Universitas Bung Hatta untuk beton dan agregat beton. Melalui kegiatan ini, laboratorium dapat mengetahui presisi dan akurasi dari hasil pengujiannya dan dapat mengetahui langkah- langkah yang diperlukan apabila terdapat hasil yang tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Laboratorium penguji adalah PT. Semen Indonesia Persero Tbk harus memiliki kemampuan pengujian sesuai standard yang sudah ditentukan. Banyaknya variabel yang menyebabkan terjadinya bias pengujian antar laboratorium menyebabkan hasil pengujian yang berbeda antar laboratorium. Sebagai standar dan acuan Penerapan sistem uji profisiensi ini adalah ISO/ IEC 17043:2010 merupakan standar yang ditetapkan untuk kompetensi penyedia jasa skema uji profisiensi dan untuk pengembangan dan pengoperasian skema uji profisiensi. Standar acuan berikutnya adalah ISO 13528:2015 merupakan Metode statistik untuk digunakan dalam pengujian profisiensi dengan perbandingan antar laboratorium. Peserta uji banding terdiri dari 7 laboratorium PT Semen Indonesia grup dan 6 laboratorium eksternal dari berbagai universitas negeri dan swasta. Berdasarkan data yang diperoleh dari setiap peserta, untuk parameter pengujian beton dan agregat beton, terdapat hasil yang diberikan kepada setiap laboratorium peserta dengan kategori Tidak dapat diterima (§§), diperingatkan (§) dan dapat diterima (√) yang dapat digunakan untuk memeriksa kemampuan suatu laboratorium dalam melakukan pengujian sesuai dengan kompetensinya dan membantu laboratorium dalam pengajuan akreditasi laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025.
PENGGUNAAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN DAN POROSITAS BETON POROUS
Rita Anggraini;
Refky Elfran Nanda;
Hendri Warman;
Taufik;
Rini Mulyani
JURNAL REKAYASA Vol 12 No 1 (2022): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37037/jrftsp.v12i1.124
Beton berpori pada pembangunan infrastruktur jalan sangat jarang digunakan dan memiliki keunikan tersendiri. Pembangunan jalan lingkungan pada umumnya menggunakan pekerasan beton. Ada jenis beton dikenal dengan beton berpori. Dengan adanya pori-pori pada beton, maka dapat digunakan untuk menyerap limpasan permukaan dan sekaligus menambah cadangan air tanah, serta mencegah terjadinya banjir. Perkerasan jalan dengan beton berpori ini merupakan salah satu alternatif perkerasan yang diharapkan dapat mengurangi permasalahan lingkungan yang ada. Salah satu caranya dengan menggunakan limbah pabrik yaitu fly ash. Fly ash dapat digunakan sebagai bahan tambah pada semen untuk beton, karena memiliki sifat pozzolan yang dapat meningkatkan kekuatan dan durabilitas beton. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan menggunakan beton pori dengan fly ash sebagai limbah pabrik yang terbukti dapat meningkatkan kekuatan pada beton. Maka salah satu cara agar material hasil produksi sampingan tersebut tidak mencemarkan lingkungan adalah dengan menggunakan material tersebut sebagai bahan penambah sebagian semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan dan porositas beton porous dengan penggunaan fly ash serta komposisi campuran maksimum dan minimum yang diperoleh pada campuran fly ash dengan varasi 0% 15%,25%, dan 35%, dan menggunakan metode dari [1] American Concrete Institute 522 R-10. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa variasi campuran fly ash 25% merupakan hasil yang optimum dimana hasil kuat tekan yang diperoleh sebesar 10,333 MPa dengan porositas dengan campuran fly ash Minimum sebesar 29.3%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan pada variasi 0%, nilai kuat tekannya 9,483 MPa dan porositasnya 36.1%, hasil variasi Fly Ash 15% nilai kuat tekannya 8.776 MPa, porositasnya 29.3%, hasil variasi Fly Ash 25% nilai kuat tekannya 10,333 MPa dan porositasnya 31.2%. dan nilai variasi Fly Ash 35% nilai kuat tekannya 9,766 MPa, dan porositasnya 33.2%.
USULAN PENATAAN JALUR PEDESTRIAN KORIDOR PERINTIS KEMERDEKAAN KOTA PADANG
Tomi Eriawan;
Ezra Aditia;
Radhy Jufista Bahri
JURNAL REKAYASA Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37037/jrftsp.v12i1.128
Pada koridor Jalan Perintis Kemerdekaan merupakan kawasan strategis mudah dijangkau oleh masyarakat diseluruh kelurahan pada Kecamatan Padang Timur Kota Padang, sehingga menjadi jalan dengan rutinitas pejalan kaki yang cukup aktif karena koridor Jalan Perintis Kemerdekaan didominasi oleh kawasan kesehatan, pertokoan, pendidikan, dan perumahan yang menjadi pusat keramaian. Sehingga perlu pemecahan permasalahan-permasalahan Jalur Pedestrian pada Koridor Jalan Perintis Kemerdekaan yang tidak sesuai dengan Peraturan Menteri no 03 Tahun 2014, serta Standar/kebijakan/pedoman/dan teori yang berkaitan. Pada tahap pengumpulan data metode yang digunakan yaitu survey primer dan survey sekunder. Sedangkan metode analisis yang digunakan dalam Usulan Penataan Jalur Pedestrian Pada Koridor Jalan Perintis Kemerdekaan adalah dengan menggunakan analisis kriteria terukur dan membandingkan dengan Peraturan Menteri no 03 Tahun 2014 serta Standar kebijakan penataan ruang yang berlaku lainnya, dan mencari kebutuhan lebar jalur pedestrian menggunakan rumus ketetapan dari Peraturan Menteri no 03 tahun 2014. Maka pada koridor Jalan Perintis Kemerdekaan terdapat usulan penataan dimana hasil dari keseluruhan analisis sebagian besar perlu disesuaikan dengan standar yang berkaitan dengan penyediaan dan pengembangan sarana dan prasarana jalur pedestrian sesuai dengan Peraturan Menteri no 03 tahun 2014 diantaranya yaitu ruang jalur pedestrian, lampu penerangan, tempat sampah, bolar, jalur hijau, papan informasi dan reklame
SUSTAINABLE PILAR OF RURAL TOURISM DEVELOPMENT
Harne julianti Tou;
Melinda Noer;
Helmi
JURNAL REKAYASA Vol 12 No 1 (2022): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37037/jrftsp.v12i1.129
Tourism is not only done in urban areas but also has been in great demand in the countryside. This is due to the beauty of nature, cultural uniqueness, and other characteristics in rural areas that attract visitors. Besides aiming to reduce the fatigue of activities in the city, tourists also want to experience nature and the life of rural communities. This literature study research seeks to identify the main pillars of sustainable rural tourism development. Sustainable rural tourism development is the development of the tourism sector in the village by observing the sustainability of tourism, such as efficient use of environmental resources while preserving natural heritage and biodiversity, including respecting the socio-cultural authenticity of the local community in terms of inter-cultural tolerance and should provide socio-economic benefits to all stakeholders, using qualitative descriptive methods. The writer analyzed the objects of the study in terms of tourism development, rural tourism, sustainable rural tourism development, and the role of stakeholders in rural tourism development. The main pillars found are culture and community participation (socio-culture), ecology (environment), and policy (politics).
APLIKASI PENATAAN RUANG BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)
Indra Catri;
Rini Asmariati;
Era Triana
JURNAL REKAYASA Vol 11 No 2 (2021): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37037/jrftsp.v11i2.132
Dalam penataan sebuah kota, pemerintah kota membuat dokumen perencanaan yang lazim disebut dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Pemerintah Kota Padang merupakan salah satu pemko yang membuat Dokuman RTRW Kota Padang untuk mengatur/menata perkembangan Kota Padang ke depannya. Evaluasi dokumen ini dilakukan setiap 5 tahun. Salah satu kawasan yang dijadikan pengamatan adalah koridor Khatib Sulaiman yang berada di salah satu ruas Kota Padang. Pengamatan menggunakan yaitu evaluasi kebijakan yang dibuat oleh pemko dalam penataan tata ruang. Evaluasi yang dilakukan menggunakan metode causal dengan outcome, apakah kebijakan menghasilkan outcome yang diharapkan atau tidak diharapkan. Dengan pengumpulan data dan analisis deskriptif yang dilakukan, maka didapat kesimpulan bahwa bangunan yang ada di Khatib Sulaiman 75% dibangun sebelum tahun 2010 dan fungsi dari bangunan yang ada tidak berubah. Dokumen yang di buat oleh pemko Kota Padang untuk Koridor Khatib Sulaiman peruntukan ruang selalu berubah dengan berbagai pertimbangan. Dokumen perencanaan yang terakhir, menyatakan bahwa fungsi bangunan yang ada di koridor Khatib Sulaiman 100 % sesuai dengan peruntukan ruang yang ada di RTRW Kota Padang.
EFEKTIVITAS PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN BATANG ARAU KOTA PADANG
Lisa Risna;
Melinda Noer;
Rizki Aziz
JURNAL REKAYASA Vol 12 No 1 (2022): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37037/jrftsp.v12i1.150
Persoalan kumuh menjadi bagian permasalahan kumuh bagi kota-kota besar di Indonesia dan menjadi tanggung jawab semua pihak dalam penanganannya. Berbagai upaya dilakukan dalam penanganannya untuk terciptanya lingkungan yang sehat, bersih, aman, tertib, layak huni, dan nyaman bagi penghuninya. Kelurahan Batang Arau Kota Padang salah satu kelurahan kumuh di Kota Padang sesui SK Kumuh tahun 2014. Penanganan kumuh telah dilakukan oleh beberapa pihak sejak 4 tahun terakhir sehingga perlu dianalisis efektifitas penanganan permukiman kumuh yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara secara bebas. Data yang digunakan mencakup data kualitatif seperti data kondisi fisik wilayah, penggunaan lahan sedangkan data kuantitatif berupa data demografi, data sarana dan prasarana lingkungan, data numerik 7 aspek kumuh, dan data investasi kegiatan penanganan kumuh. Pengolahan data menggunakan analisis terhadap data baseline yang bersumber dari Program KOTAKU dan data kolaborasi kegiatan investasi penanganan kumuh tahun 2016-2019. Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) salah satu program nasional yang fokus pada pencapaian pengurangan luasan kumuh. Hasil penelitian menginformasikan bahwa 3 kriteria yang dinilai efektivitasnya yaitu upaya/usaha (effort) yang dilakukan oleh pemerintah dalam melaksanakan program sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dinilai tidak efektif, hasil (result) dari pelaksanaan program dibandingkan dengan hasil yang ditetapkan sebelumnya, dinilai tidak efektif serta dampak (impact) yang dirasakan langsung oleh masyarakat dari pelaksanaan program dinilai efektif. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa efektivitas penanganan permasalahan permukiman kumuh di Kelurahan Batang Arau dinilai tidak efektif.
KLASIFIKASI TANAH DI LIMA KECAMATAN KOTA PAYAKUMBUH DENGAN SISTEM AASHTO
Khatab, Umar;
Asnur, Hanifah;
Yunita, Rini
JURNAL REKAYASA Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37037/jrftsp.v12i2.146
Tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan pembangunan fisik infrastruktur. Sebelum mendirikan konstruksi bangunan terlebih dahulu harus dilakukan penyelidikan tanah. Jenis tanah dengan segala sifat teknis tanah merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan dan mutlak dilakukan sebelum struktur itu mulai dikerjakan dalam perencanaan suatu pondasi, agar tidak terjadi kegagalan konstruksi pada suatu bangunan. Dalam perencanaan konstruksi bangunan berupa jalan, jembatan maupun gedung membutuhkan data dan referensi tanah yang akurat, oleh sebab itu perlu perencanaan struktur bawah dan dasar tanah yang baik khususnya jenis dan klasifikasi tanah. Kesalahan dalam mengenal jenis dan klasifikasi tanah pada lokasi yang akan dibangun akan mengakibatkan masalah yang fatal seperti, terjadinya kembang susut tanah (swelling-shrinking) pada tanah dasar, terjadinya kegagalan suatu pondasi bangunan, dan terjadinya penurunan tanah setelah pembangunan selesai. Penelitian ini dilakukan untuk mengelompokkan klasifikasi tanah di Lima Kecamatan di Kota Payakumbuh dengan system AASHTO. Dimana dalam sistem klasifikasi AASHTO, tanah dibagi kedalam tujuh kelompok utama diantaranya (A - 1, A - 2, A - 3) tanah pasir dan (A - 4, A - 5, A - 6, A - 7) sebagian besar tanah lanau dan lempung. Dari hasil penelitian diperoleh di Lima Kecamatan Kota Payakumbuh dapat digolongkan tanah berpasir.