cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 202 Documents
PEMETAAN KERAWANAN TANAH LONGSOR DENGAN METODE WEIGHTED OVERLAY DI KABUPATEN JEMBER Susetyo, Jaduk Arief; Bachri, Syamsul; Sumarmi, Sumarmi; Mutia, Tuti
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24656

Abstract

Abstrak: Bencana tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Jember selama kurun waktu lima tahun terakhir, sejak tahun 2018 hingga tahun 2023 tercatat 24 kejadian tanah longsor. Upaya yang dilakukan untuk meminimalisir dampak tanah longsor di Kabupaten Jember adalah dengan melakukan pemetaan daerah kerawanan tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan area kerawanan tanah longsor di Kabupaten Jember. Metode weighted overlay digunakan dalam pemetaan kerawanan tanah longsor. Metode weighted overlay berperan dalam pemberian pembobotan setiap skor pada parameter kerawanan longsor. Pemberian bobot pada setiap skor pada parameter ditentukan dengan metode AHP. Parameter kerawanan tanah longsor yang digunakan dalam penelitian ini adalah kemiringan lereng, curah hujan, tutupan lahan, jenis tanah dan geologi. Hasil akhir penelitian ini adalah peta kerawanan tanah longsor di Kabupaten Jember. Berdasarkan hasil penelitian wilayah dengan kelas kerawanan tahah longsor sangat rendah memiliki persentase luasan 0,1 %, kelas kerawanan rendah memiliki persentase luasan 27 %, kelas kerawanan sedang memiliki luasan 45,9 %, kelas kerawanan tinggi 19,4 % dan kelas kerawanan sangat tinggi 7,6%. 26% wilayah administrasi Kabupaten Jember memiliki kelas kerawanan longsor tinggi hingga sangat tinggi. Peta kerawanan dapat digunakan sebagai dasar untuk penentuan kawasan rawan bencana tanah longsor yang dapat digunakan sebagai arahan manajemen resiko bencana tanah longsor.Abstract:  Landslide disasters that occurred in Jember Regency over the past five years, from 2018 to 2023, recorded 24 landslide incidents. Efforts made to minimize the impact of landslides in Jember Regency are by mapping landslide-vulnerability  area. This study aims to map landslide-vulnerability  areas in Jember Regency. The weighted overlay method is used in landslide vulnerability mapping. The weighted overlay method plays a role in assigning weights to each score on the landslide vulnerability parameter. The weighting of each score on the parameter is determined by the AHP method. The landslide vulnerability parameters used in this study are slope gradient, rainfall, land cover, soil type and geology. The final result of this study is a landslide  vulnerability map in Jember Regency. Based on the research results, areas with a very low landslide vulnerability class have a percentage area of 0.1%, a low vulnerability class has a percentage area of 27%, a moderate vulnerability class has an area of 45.9%, a high vulnerability class is 19.4% and a very high vulnerability class is 7.6%. 26% of the administrative area of Jember Regency has a high to very high landslide vulnerability class. The vulnerability map can be used as a basis for determining landslide-vulnerability  areas that can be used as a guideline for landslide disaster risk management. 
PENERAPAN DIFERENSIASI PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH PENGGERAK Hidayati, Hidayati; Sri Wahyuni, Dian Eka Mayasari; Eriyanti, Ribut Wahyu; Asih, Ria Arista; Prof. Dr. M Pd, Fauzan
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24209

Abstract

Abstrak: Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman peserta didik menurut kesiapan, minat, dan preferensi belajar. Pendidik harus mempersiapkan pembelajaran dengan serangkaian perlakuan dan aktivitas yang unik bagi setiap peserta didik ketika menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Mengetahui bagaimana pembelajaran berdiferensiasi diterapkan dalam kurikulum merdeka khususnya di sekolah penggerak menjadi tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif bahkan lebih cenderung menggunakan analisis. Temuan dari penelitian ini mendukung gagasan diferensiasi proses, yang lebih berfokus pada bagaimana pendidik mendorong peserta didiknya untuk berpartisipasi dalam pembelajaran mandiri dan aktivitas penemuan pengetahuan berdasarkan pengalaman belajar yang disajikan pendidik. Untuk membuat proses pembelajaran yang holistic dan menyenangkan, pendidik harus membuat pertanyaan pemantik, menyajikan konten yang menarik, dan memberikan pengalaman belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa merupakan salah satu ciri pembelajaran yang berdiferensiasi. Siswa tidak perlu belajar hanya di dalam kelas; sebaliknya, mereka dapat belajar di luar kelas dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebaik-baiknya.Abstract:  According to each student's readiness, interests, and preferred method of learning, differentiated learning takes into account individual uniqueness. Differentiated learning requires teachers to set up a set of special interventions and activities for every pupil. This study seeks to understand how differentiated learning is applied in the autonomous curriculum, particularly in driving schools. This study employs a qualitative descriptive method that frequently use of analysis. The results of this study provide credence to the concept of process differentiation, which is centered more on how teachers promote their pupils' participation in self-directed learning and knowledge-building activities based on the experiences they have given them. Throughout the learning process, teachers should provide thought-provoking questions, offer engaging content, and facilitate learning experiences in order to establish a comprehensive and joyful learning environment. One feature of diversified learning is a setting that is favorable for pupils to study in. By making the most of their surroundings, pupils can study outside of the classroom in addition to in it.
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET PADA PERILAKU BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMAN 1 POLOKARTO SEBAGAI GENERASI MILLENIAL (DIGITAL NATIVE) Amartya, Ashanita; Wardhani, Puspita Indra; Dewi, Ratih Puspita; Musiyam, Muhammad
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24122

Abstract

Abstrak: Gadget memiliki berbagai fungsi dan kegunaan, bahkan telah merambah kaum millenial (digital native), salah satunya dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan gadget dan pengaruhnya terhadap perilaku belajar geografi siswa SMAN 1 Polokarto sebagai generasi millenial (digital native). Metode yang digunakan adalah jenis kuantitatif dengan sampel 114 responden dan teknik pengambilan data simple random sampling. Hasil analisis penggunaan gadget siswa SMAN 1 Polokarto berdasarkan indikator pembelajaran siswa (42%), penggunaan (53%), dan penerapan (47%) termasuk dalam kategori sedang. Selanjutnya, perilaku belajar siswa pada indikator kemampuan (57%), sikap (50%), dan pemahaman (57%) yang termasuk kategori sedang. Hasil uji korelasi Pearson product-moment, diperoleh nilai sig (2-tailed) 0.000 > 0.05, maka diperoleh bahwa keduanya memiliki pengaruh sebesar 0.407 atau 40,7%. Terdapat hubungan positif antara variabel penggunaan gadget dengan variabel perilaku belajar. Adanya penggunaan gadget dengan perilaku belajar yang baik, diharapkan terjadi perubahan dan peningkatan dalam pembelajaran geografi sehingga siswa dapat belajar dengan antusias melalui gadget.Abstract: Gadgets have various functions and uses and have even penetrated millennials (digital natives), one of which is the world of education. This study aims to determine the use of gadgets and their influence on the geography learning behavior of SMAN 1 Polokarto students as a millennial generation (digital native). The method used was a quantitative type with a sample of 114 respondents and a simple random sampling data collection technique. The results of the analysis of the use of gadgets by SMAN 1 Polokarto students based on student learning indicators (42%), use (53%), and application (47%) are included in the medium category. Furthermore, students' learning behavior is in the indicators of ability (57%), attitude (50%), and understanding (57%) which are in the medium category. The results of the Pearson product-moment correlation test, obtained a sig value (2-tailed) of 0.000 > 0.05, so it was obtained that the two influenced 0.407 or 40.7%. There was a positive relationship between the variable of gadget use and the variable of learning behavior. The use of gadgets with good learning behavior, it is hoped that there will be changes and improvements in geography learning so that students can learn enthusiastically through gadgets.
ANALISIS SEBARAN KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PADI TADAH HUJAN DAN UBI JALAR DI JAWA TIMUR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Sukamto, Amalia Rachmawati; Abdillah, Atsaril Sujud; Silvia, Novi; Wiwoho, Bagus Setiabudi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24249

Abstract

Abstrak: Padi dan ubi jalar merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk di Indonesia. Lahan sawah perlu diketahui tingkat kesesuaian dan faktor pembatasnya dengan tujuan pengambilan keputusan yang tepat, maka produksi dapat diperkirakan serta produktivitas lahan secara optimal. Tujuan dari penelitian ini memodelkan kesesuaian lahan berupa peta sebaran berserta luasan kesesuaian lahan tanaman padi tadah hujan dan ubi jalar di Jawa Timur serta hasil penelitian ini juga dapat membantu menetapkan kebijakan pertanian yang tepat karena pengambilan keputusan berdasarkan kondisi lahan sehingga mampu memberikan solusi sesuai dengan kondisi lahan. Penelitian ini menggunakan analisis sistem geografis dengan melakukan overlay data tanah, curah hujan, topografi, suhu, dan salinitas. Teknik analisis spasial overlay data merupakan metode untuk menggabungkan dan menganalisis dua atau lebih data spasial yang berbeda untuk menghasilkan informasi baru. Hasil pengolahan data kesesuaian lahan atas tanaman padi tadah hujan dan ubi jalar di Provinsi Jawa Timur masing-masing didominasi oleh kelas kesesuaian lahan S2 yaitu cukup sesuai dan S1 sangat sesuai. Persebaran hasil kesesuaian lahan tanaman padi tadah hujan paling banyak terdapat di daerah dengan topografi dataran tinggi sedangkan ubi jalar tidak bisa bertahan pada lahan yang selalu basah (curah hujan tinggi) dan suhu yang rendah.Abstract: Rice and sweet potatoes are the main sources of carbohydrates for the majority of the population in Indonesia. Rice fields need to know the level of suitability and limiting factors with the aim of making the right decisions, so that production can be estimated and land productivity optimized. The purpose of this study is to model land suitability in the form of a distribution map along with the area of land suitability for rainfed rice and sweet potatoes in East Java and the results of this study can also help determine the right agricultural policy because decision making is based on land conditions so that it can provide solutions according to land conditions. This research uses geographic system analysis by overlaying soil, rainfall, topography, temperature, and salinity data. Spatial analysis technique of data overlay is a method to combine and analyze two or more different spatial data to produce new information. The results of land suitability data processing for rainfed rice and sweet potato crops in East Java Province are each dominated by the S2 land suitability class, which is quite suitable and S1 is very suitable. The distribution of land suitability results for rainfed rice is mostly found in areas with highland topography while sweet potatoes cannot survive on land that is always wet (high rainfall) and low temperatures.
DEVELOPMENT OF METAVERSE-BASED VIRTUAL DISASTER GALLERY AS A SUPPORT SYSTEM FOR DISASTER EDUCATION IN GEOGRAPHY LEARNING Bachri, Syamsul; Hakiki, A.Riyan Rahman; Sumarmi, Sumarmi; Putra, Alfyananda Kurnia; Hidiyah, Tabita May; Putri, Nanda Regita; Prastiwi, Mellinia Regina
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.26431

Abstract

Abstrak: Pendidikan kebencanaan memainkan peran penting dalam menumbuhkan kesiapsiagaan bencana di kalangan pelajar. Namun, implementasi pendidikan kebencanaan di Indonesia masih memiliki keterbatasan, terutama karena kurangnya media yang interaktif dan kontekstual untuk mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Galeri Bencana Virtual Berbasis Metaverse sebagai sistem pendukung pendidikan kebencanaan dalam pembelajaran geografi. Metaverse merupakan teknologi yang mampu menciptakan dunia virtual 3D. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D, yang meliputi tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate. Media diujicobakan kepada 33 siswa kelas XI di SMAN Pesanggaran untuk menghasilkan media pembelajaran yang layak dan efektif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Galeri Bencana Virtual Berbasis Metaverse sangat valid dan efektif sebagai sistem pendukung pendidikan untuk pendidikan kebencanaan. Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan teknologi VR dalam pendidikan kebencanaan dapat menjadi referensi yang berharga untuk mengembangkan media pendidikan yang inovatif di masa depan. Abstract:  Disaster education plays a crucial role in fostering disaster preparedness among students. However, the implementation of disaster education in Indonesia faces limitations, particularly due to the lack of interactive and contextual media to support the learning process. This study aims to develop a Metaverse-Based Virtual Disaster Gallery as a support system for disaster education in geography learning. The metaverse is a technology capable of creating a 3D virtual world. This research employs the 4D development model, which includes the stages of Define, Design, Develop, and Disseminate. The media was tested on 33 eleventh-grade students at SMAN Pesanggaran to produce a feasible and effective educational tool. The research findings demonstrate that the Metaverse-Based Virtual Disaster Gallery is highly valid and effective as an educational support system for disaster education. These findings suggest that integrating VR technology in disaster education can serve as a valuable reference for developing innovative educational media in the future.
PEMBELAJARAN MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR DENGAN SIMULASI 3D PADA SISWA SEKOLAH DASAR Wiluyana, Ageng Ihsani; Juhadi, Juhadi; Sanjoto, Tjaturahono Budi; Nur Sidiq, Wahid Akhsin Budi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24812

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang mitigasi bencana tanah longsor pada siswa sekolah dasar menggunakan media model simulasi 3D. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berlokasi di SDN Sadeng 03 di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di SDN Sadeng 03, dengan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN Sadeng 03. Data dikumpulkan menggunakan teknik angket, tes dan observasi yang kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapat hasil sebagai berikut, 1) desain media Model Simulasi 3D Bencana Tanah Longsor tersusun atas tiga tahap yaitu tahap pendefinisian, tahap perancangan dan tahap pembuatan media 2) uji keberterimaan dihasilkan penilaian dari ahli media dihasilkan nilai 74% pada kategori layak dan penilaian  tujuh orang praktisi dihasilkan nilai 88% pada kategori sangat layak. 3) uji efektivitas pada aspek evaluasi pembelajaran dihasilkan nilai N-gain sebesar 0,56 yang dimaknai efektivitas media cukup baik dan pada respon siswa dihasilkan nilai rata-rata 87% yang dimaknai media sangat baik untuk siswa sekolah dasar. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan media diterima dan efektif dalam pembelajaran.Abstract:  This study aims to improve knowledge about landslide disaster mitigation among elementary school students using 3D simulation model media. This research used quantitative approach located at SDN Sadeng 03 in Gunungpati Sub-district, Semarang City. The population in this study were students in SDN Sadeng 03, with the sample used in this study were 5th grade students of SDN Sadeng 03. Data were collected using questionnaire, test and observation techniques which were then analyzed using quantitative descriptive analysis. Based on the results of the study, the following results were obtained, 1) the media design of the 3D Simulation Model of Landslide Disaster is composed of three stages, namely the defining stage, the design stage and the media manufacturing stage 2) the acceptance test resulted in an assessment from media experts resulting in a value of 74% in the feasible category and an assessment of seven practitioners resulting in a value of 88% in the very feasible category. 3) the effectiveness test in the aspect of learning evaluation is very important. 3) effectiveness test in the aspect of learning evaluation resulted in an N-gain value of 0.56 which is interpreted as the effectiveness of the media is quite good and in student responses an average value of 87% which is interpreted as very good media for elementary school students. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the media is acceptable and effective in learning.
KESESUAIAN LAHAN PLTS DENGAN SPASIAL MULTI-CRITERA ANALISIS DALAM MENDUKUNG PARIWISATA BERKELANJUTAN KEK MANDALIKA LOMBOK TENGAH Pradono, Kuncoro Adi; Wibowo, Adi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24784

Abstract

Abstrak: Pulau Lombok sebagai destinasi wisata super prioritas memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya energi surya, untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan pembangunan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dengan pendekatan spatial multi-criteria analysis (SMCA) di wilayah KEK Mandalika Lombok Tengah. Parameter yang digunakan meliputi tutupan lahan, kelerengan, radiasi matahari (PVout), jarak dari jalan dan sungai. Pengolahan data spasial dilakukan menggunakan perangkat lunak open source yaitu: QGIS, ILWIS, pustaka GDAL dan Google Earth Engine. Hasil analisis menunjukkan 70% atau sekitar 69 ribu hektar wilayah Kabupaten Lombok Tengah memiliki kesesuaian yang tinggi untuk pembangunan PLTS, terutama di bagian selatan dekat kawasan pariwisata. Wilayah ini memiliki karakteristik lahan yang sesuai untuk PLTS dan berpotensi meningkatkan perekonomian lokal melalui konversi lahan pertanian kurang produktif. Hasil penelitian  ini menyimpulkan bahwa studi kelayakan perencanaan PLTS dapat melalui metode spasial untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Lombok Tengah.Abstract:  Lombok Island as a super priority tourist destination has great potential in the development of renewable energy, especially solar energy, to support sustainable tourism. The objective of this study is to analyze the suitability of land for solar power plant (PLTS) development with a spatial multi-criteria analysis (SMCA) approach in the Mandalika SEZ area of Central Lombok. The parameters used include land cover, slope, solar radiation (PVout), distance from roads and rivers. Spatial data processing is done using open source software such as QGIS, ILWIS, GDAL library and Google Earth Engine. The results of the analysis show that 70% or about 69 thousand areas of Central Lombok Regency have high suitability for developing solar power plants, especially in the southern part near the tourism area. This area has suitable land characteristics for PLTS and has potential for improvement of local economy through conversion of less productive agricultural land. The results of the research are expected to provide an overview of the feasibility study of PLTS planning through spatial methods to support sustainable tourism in Central Lombok.
"MEMAYU HAYUNING BAWANA": IMPLEMENTASI NILAI LUHUR KEBUDAYAAN JAWA SEBAGAI GAYA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT DESA BAJULAN NGANJUK Atmaja, Martha Abymanyu Ragil; Mutia, Tuti
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.26027

Abstract

Abstrak: Nilai filosofi “Memayu Hayuning Bawana”, merupakan suatu akar kearifan lokal masyarakat Jawa tentang pentingnya menjaga keseimbangan manusia dengan alam. Penelitian ini bertujuan, 1) Mengetahui potensi kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan, 2) Mengidentifikasi nilai-nilai filosofi Memayu Hayuning Bawana, 3) Mengkaji implementasi nilai tersebut terhadap gaya hidup ramah lingkungan masyarakat di Desa Bajulan, Nganjuk. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan elemen masyarakat dari berbagai lapisan, termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, orang tua, dan generasi muda sebagai informan. Data yang terkumpul berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, nantinya data tersebut dianalisis secara interaktif, termasuk melalui proses reduksi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bajulan memiliki potensi keragaman budaya dan agama yang tinggi. Keselarasan harmoni alam dan manusia, penghayatan spiritual dalam kebijaksanaan, serta keindahan merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam konsep "Memayu Hayuning Bawana". Masyarakat Desa Bajulan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut melalui praktik ramah lingkungan dalam keseharian, seperti reboisasi, konservasi air, dan pengelolaan sampah. Upacara adat seperti bersih desa dan selametan sumber juga berperan penting dalam edukasi lingkungan. Implementasi nilai-nilai ini memperkuat ikatan sosial dan spiritual masyarakat, serta mendukung keberlanjutan lingkungan.Abstract:  The philosophical value of ‘Memayu Hayuning Bawana’, is a root of Javanese local wisdom about the importance of maintaining the balance of humans with nature. This research aims to, 1) Knowing the potential of local wisdom in sustainable environmental management, 2) Identify the values of the Memayu Hayuning Bawana philosophy, 3) Examine the implementation of these values on the environmentally friendly lifestyle of the community in Bajulan Village, Nganjuk. This research method is descriptive qualitative, this research involves elements of society from various layers, including traditional leaders, community leaders, parents, and the younger generation as informants. Data were collected in the form of observation, in-depth interviews, and documentation, and later the data were analysed interactively, including through a data reduction process, and the results were presented in narrative form. The results of this study show that the Bajulan Village community has a high potential for cultural and religious diversity. The harmony of nature and humans, spiritual appreciation in wisdom, and beauty are values contained in the concept of ‘Memayu Hayuning Bawana’. Bajulan villagers implement these values through environmentally friendly practices in their daily lives, such as reforestation, water conservation, and waste management. Traditional ceremonies such as village clean-up and selametan sumber also play an important role in environmental education. The implementation of these values strengthens the social and spiritual bonds of the community, and supports environmental sustainability.
PEMETAAN KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN SAWAH DILINDUNGI TERHADAP RTRW KOTA SALATIGA TAHUN 2023-2043 MELALUI SIG Zainudin, Putri; Taryana, Didik
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24895

Abstract

Abstrak: Lahan Sawah Dilindungi (LSD) merupakan program pemerintah untuk menjaga ketersediaan lahan sawah dan mencegah ancaman keberlanjutan swasembada pangan. Program ini memiliki kendala adanya penggunaan LSD belum sesuai terhadap pola ruang dan terdapat LSD yang telah dimiliki perorangan sehingga menyebabkan adanya alih fungsi lahan di LSD. Kota Salatiga memiliki LSD seluas 433 hektar yang secara eksisting belum diketahui kondisinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penggunaan LSD terhadap RTRW Kota Salatiga dan menganalisis penggunaan LSD terhadap lahan eksisting Kota Salatiga 2024. Metode penelitian menggunakan analisis spasial melalui Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian menggunakan data LSD, RTRW tahun 2023-2043, dan penggunaan lahan eksisting kota Salatiga 2024 berdasarkan analisis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dari Citra Sentinel-2A. Data diolah dengan analisis overlay melalui software ArcMap. Hasil penelitian terdapat 2,7% ketidaksesuaian penggunaan LSD terhadap RTRW dan terdapat 0,6% ketidaksesuaian penggunaan LSD terhadap penggunaan lahan eksisting di tahun 2024. Dari penelitian ini diharapkan masyarakat mampu bekerjasama untuk mencegah adanya alih fungsi LSD dan pemerintah diharapkan segera memperkuat kebijakan yang ada untuk mengantisipasi adanya tumpang tindih penggunaan LSD. Abstract: Protected Rice Fields (LSD) is a government programs to maintain the availability of rice fields and prevent threats to the sustainability of food self- sufficiency. This program has constraints in that the use of LSD is not in accordance with the spatial pattern and there are LSD that are already owned by individuals, causing land conversion in LSD. Salatiga City has 433 hectares of LSD, the existing condition of which is unknown. This study aims to analyze the suitability of LSD use against Salatiga City's RTRW and to analyze LSD use against Salatiga City's existing land use in 2024. The research method used spatial analysis through Geographic Information System (GIS). The study used data from LSD, RTRW 2023-2043, and existing land use of Salatiga City 2024 based on Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) analysis from Sentinel-2A imagery. The data was processed by overlay analysis through ArcMap software. The results showed that there was 2.7% non- conformity of LSD use to the RTRW and 0.6% non-conformity of LSD use to the existing land use in 2024. From this research, it is expected that the community will be able to work together to prevent LSD conversion and the government is expected to immediately strengthen existing policies to anticipate overlapping LSD.
IDENTIFIKASI KESESUAIAN LAHAN SAWAH IRIGASI DI KECAMATAN DAMPIT KABUPATEN MALANG Nugraha, Rifqi Fauzi Ikbar; Sukamto, Amalia Rachmawati; Harfian, Bintang; Dewanto, Rahmat; Ahmad, Sajidan Wildan; Irawan, Listyo Yudha
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24312

Abstract

Abstrak: Lahan sawah perlu diketahui tingkat kesesuaian dengan tujuan pengambilan keputusan yang tepat, maka produksi dapat dilakukan secara optimal. Peningkatan produksi padi dapat dilakukan dengan optimasi lahan yang membutuhkan adanya tindakan pengembangan kesesuaian lahan untuk memaksimalkan produksi padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah yang sesuai untuk padi sawah irigasi di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan data sekunder untuk melakukan analisis kesesuaian lahan, metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan overlay beberapa data sebagai salah satu langkah analisis spasial. Kecamatan Dampit memiliki lahan sawah irigasi seluas 1077,3 hektar. Berdasarkan hasil penelitian ini, lahan sawah irigasi di Kecamatan Dampit yang termasuk ke dalam kelas S1 berjumlah 152,6 ha (14,2 %), kelas S2 berjumlah 906,8 ha (84,2 %), dan kelas S3 memiliki luas 17,8 ha (1,7%) dari keseluruhan lahan sawah irigasi yang tersebar di Kecamatan Dampit. Hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa penggunaan lahan sawah irigasi di kecamatan dampit sebagian besar sudah cukup sesuai berdasarkan ketentuan Petunjuk Teknis Evaluasi dan Penilaian Kesesuaian Lahan Pertanian.Abstract:  Rice fields need to know the level of suitability with the aim of making the right decisions, then production can be produced optimally. Increasing rice production can be done by land optimization, it is necessary to take action to develop land suitability to maximize rice production. This research aims to identify potential areas suitable for irrigated wetland rice in Dampit District, Malang Regency. This research uses secondary data so as to be able to analyze land suitability, the data processing method used in this research is to overlay some data as one of the steps of spatial analysis. Dampit sub-district has 1077.3 hectares of irrigated paddy fields. Based on the identification results of this research, irrigated paddy fields in Dampit Sub-district that are included in the S1 class amounted to 152.6 ha (14.2%), class S2 amounted to 906.8 ha (84.2%), and class S3 have an area of 17.8 ha (1.7%) of the total irrigated paddy fields scattered in Dampit District. The results of this study can be said that the use of irrigated rice fields in Dampit sub-district is mostly quite suitable based on the provisions of the Technical Guidelines for Evaluation and Assessment of Agricultural Land Suitability.