cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 202 Documents
PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM PENENTUAN KELAYAKAN WISATA PANTAI DI GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR Tang, Beddu; Asmidar, Asmidar; Yunus, Muhammad; Nur, Muhammad; Darmawati, Darmawati
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.20570

Abstract

Abstrak: Kecamatan Galesong Utara memiliki potensi wisata dengan pasir putih yang relatif terjaga kondisinya dan memiliki keragaman biota yang menarik serta air laut yang jernih membuat pengunjung sangat terpesona dengan keindahan tersebut. Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui kesesuaian wisata pantai Galesong Utara dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan adalah metode survey, dengan pengambilan data primer dan sekunder, pengambilan data dilakukan pada 3 stasiun. Data primer meliputi data fisik kawasan pantai yang digunakan untuk kegiatan wisata di kawasan pantai. Analisis data menggunakan Indeks Kesessuaian Wisata (IKW) untuk mengetahui wilayah yang layak menjadi wisata pantai. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 3 stasiun pengamatan di dapatkan bahwa setiap lokasi memiliki nilai indkes kesesuaian yang hampir sama yaitu stasiun 1 nilai IKW sebesar 2,844, stasiun nilai IKW sebesar 2,844 dan stasiun 3 nilai IKW sebesar 2,625, didapatkan persentas indeks kesesuaian untuk stasiun 1 sebesar 94,8%, stasiun 2 sebesar 94,8% dan stasiun 3 sebesar 87,5%.  Data hasil analisis dan overlay citra (peta kesesuaian) menunjukkan bahwa wilayah Galesong Utara Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar sangat sesuai (kategori S1) untuk kegiatan wisata pantai kategori rekreasi dengan luasan area 105,8 ha, sehingga wilyah ini dapat dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dan meningkatkan perekonomian masyaraakat setempat.                                                                                                Abstract: North Galesong District has tourism potential with white sand that is relatively well maintained and has a variety of interesting biota and clear sea water, making visitors very enchanted by this beauty. This research aims to determine the suitability of North Galesong beach tourism by utilizing the Geographic Information System (GIS). The benefit of this research is that it can serve as a guide in the development and management of beach tourism in Takalar Regency. The method used is a survey method, with primary and secondary data collection, data collection was carried out at 3 stations. Primary data includes data on the aquatic environment, the physical environment of the beach, the area used for tourism activities in the coastal area. Data analysis uses SPOT or Landsat imagery to find out areas that are suitable for beach tourism. Based on the results of research conducted at 3 observation stations, it was found that each location had almost the same measurement value, namely station 1 with a value of 2.844, station with a value of 2.844 and station 3 with a value of 2.625. The conformity index for station 1 was 94.8%, station 2 was 94.8% and station 3 was 87.5%. Data from analysis and image overlay (suitability map) shows that the North Galesong District, North Galesong District, Takalar Regency is very suitable (category S1) for beach tourism activities in the recreational category with an area of 105.8 ha.
PENGARUH SELF-AWARENESS DAN PROSES BELAJAR TERHADAP PENGETAHUAN MITIGASI BENCANA DI SMA NEGERI 2 BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL Ciptosari, Dewi Candra; Dewi, Ratih Puspita; Hafida, Siti Hadiyati Nur; Widiyatmoko, Wahyu
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24156

Abstract

Abstrak: Kabupaten Bantul termasuk pada wilayah dengan risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi, sehingga menimbulkan ancaman berbagai bidang salah satunya pada bidang pendidikan. Salah satu sekolah yang terletak di wilayah rawan gempa bumi adalah SMA Negeri 2 Banguntapan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) menganalisis pengaruh self-awareness terhadap pengetahuan mitigasi bencana gempa bumi, (2) pengaruh proses belajar terhadap pengetahuan bencana mitigasi gempa bumi, dan (3) menganalisis pengaruh self-awareness dan proses belajar secara bersama-sama terhadap pengetahuan mitigasi bencana gempa bumi pada siswa di SMAN 2 Banguntapan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian korelasional (correlational research). Dari hasil analisis diperoleh: (1) self-awareness tidak mempengaruhi pengetahuan siswa mengenai mitigasi bencana gempa bumi. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,068 > 0,05;. (2) proses belajar mempengaruhi pengetahuan siswa mengenai mitigasi bencana gempa bumi pada siswa. Hal tersebut dapat diketahui dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05;. dan (3) self-awareness dan proses belajar secara bersama-sama mempengaruhi pengetahuan mitigasi bencana gempa bumi pada siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Pengetahuan mitigasi bencana gempa bumi siswa dapat dipengaruhi oleh self-awareness dan proses belajar secara bersama-sama.Abstract:  Bantul Regency is an area with a high risk of earthquake disasters, thus posing threats in various fields, one of which is education. One of the schools located in an earthquake-prone area is SMA Negeri 2 Banguntapan. This research aims to (1) analyze the influence of self-awareness on knowledge of earthquake disaster mitigation, (2) the influence of the learning process on knowledge of earthquake mitigation disasters, and (3) analyze the influence of self-awareness and the learning process together on knowledge of earthquake disaster mitigation among students at SMAN 2 Banguntapan. The type of research used in this research is quantitative. The research design used is a correlational research design. From the results of the analysis it was obtained: (1) self-awareness does not affect students' knowledge regarding earthquake disaster mitigation. This can be proven by a significance value of 0.068 > 0.05;. (2) the learning process influences students' knowledge regarding earthquake disaster mitigation among students. This can be seen with a significance value of 0.000 <0.05; And. (3) self-awareness and the learning process together influence students' knowledge of earthquake disaster mitigation. This is proven by a significance value of 0.000 <0.05.  Students' knowledge of earthquake disaster mitigation can be influenced by self-awareness and the learning process together.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN LITERASI DAN SOCIAL AWARENESS MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI Purnomo, Tegar Anak; Mutia, Tuti; Handoyo, Budi; Jati, Razqyan Mas Bimatyugra
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.26209

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi masalah efektivitas pembelajaran yang kurang optimal, yang disebabkan oleh kecenderungan siswa yang lebih menyukai metode pembelajaran interaktif dan fisik. Dengan didasari masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi role playing yang digunakan sebagai model pembelajaran yang interaktif dalam mengimprovisasi kemampuan yang dimiliki siswa khususnya literasi dan social awareness tentang mitigasi bencana gempa bumi. Classroom action research merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan mengacu pada model Kurt Lewin. 11 siswa terlibat dalam penelitian ini dengan komposisi 8 siswa putra dan 3 siswa putri. Tes yang terdiri dari 20 soal yang mengukur kemampuan literasi dan social awareness terkait materi bencana gempa bumi digunakan sebagai teknik pengumpulan data pada penelitian ini. Rata-rata skor tes siswa menunjukkan adanya peningkatan sebesar 34,09 poin dari tahap pra-siklus ke siklus pertama, dengan persentase peningkatan sebesar 78,13%. Temuan pada penelitian kali ini juga menunjukkan improvisasi yang lebih masif pada social awareness siswa dibandingkan kemampuan litersi siswa ketika role playing diimplementasikan sebagai model pembelajaran. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa implementasi role playing yang digunakan sebagai model pembelajaran yang interaktif dapat mengimprovisasi kemampuan yang dimiliki siswa khususnya literasi dan social awareness tentang mitigasi bencana gempa bumi.Abstract: We conducted this research to address the issue of suboptimal learning effectiveness, which stems from students' preference for interactive and physical learning methods. Based on these problems, this research aims to evaluate the implementation of role playing, which is used as an interactive learning model to improve students' abilities, especially literacy and social awareness regarding earthquake disaster mitigation. Classroom action research is the method used in this research, referring to Kurt Lewin's model. 11 students were involved in this research, with a composition of 8 male students and 3 female students. A test consisting of 20 questions measuring literacy skills and social awareness related to earthquake disaster material was used as a data collection technique in this research. The average student test score showed an increase of 34.09 points from the pre-cycle stage to the first cycle, with an increase percentage of 78.13%. The findings in this research also show that improvisation is more massive in students' social awareness compared to students' literacy skills when role-playing is implemented as a learning model. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of role playing is used as an interactive learning model can improve students' abilities, especially literacy and social awareness regarding earthquake disaster mitigation.
PENDIDIKAN INKLUSIF UNTUK PENYANDANG DISABILITAS DALAM MITIGASI BENCANA ALAM DI JAKARTA TIMUR Savitri, Amelia Juliana; Sya’ban, M.B. Ali; Fadiarman, Fadiarman
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24962

Abstract

Abstrak: Indonesia sering mengalami bencana alam yang mengganggu tatanan kehidupan masyarakat. Jakarta Timur menjadi daerah yang terdampak bencana alam. Bencana alam seringkali menimpa kelompok penyandang disabilitas yang menjadi kelompok rentan terhadap bencana. Hal ini dikarenakan penyandang disabilitas kurang mendapatkan pendidikan mitigasi bencana dan persiapan secara individual. Minimnya pengetahuan mitigasi bencana bagi kelompok disabilitas menyebabkan mereka memiliki risiko yang lebih tinggi dan menjadi korban bencana alam. Upaya pengurangan dampak bencana alam diperlukan dengan dibutuhkannya dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak. Dibutuhkan adanya pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas dengan wawasan dan kemampuan dalam menghadapi bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan pembelajaran inklusif bagi penyandang disabilitas dalam menghadapi bencana alam. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling dan mewawancarai pembimbing di lokasi penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penyandang disabilitas memerlukan bantuan dalam menghadapi bencana alam dan membutuhkan pendidikan inklusif yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus. Diperlukan adanya pengembangan model pembelajaran yang membantu upaya mitigasi bencana. Implementasi penelitian ini adalah adanya program-program edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, mengurangi kerusakan dan meminimalisir korban bencana alam.  Abstract:  Indonesia often experiences natural disasters that disrupt people's lives. East Jakarta is an area affected by natural disasters. Natural disasters often affect groups of people with disabilities who are vulnerable to disasters. This is because people with disabilities receive less education on disaster mitigation and individual preparation. The lack of knowledge about disaster mitigation for disabled groups causes them to have a higher risk of becoming victims of natural disasters. Efforts to reduce the impact of natural disasters require support and participation from various parties. There is a need for inclusive education for people with disabilities with insight and ability to deal with disasters. The aim of this research is to implement inclusive learning for people with disabilities in dealing with natural disasters. The method used was purposive sampling and interviewing supervisors at the research location. The research results concluded that people with disabilities need assistance in dealing with natural disasters and need inclusive education tailored to their special needs. There is a need to develop learning models that help disaster mitigation efforts. The implementation of this research is the existence of educational programs tailored to the special needs of people with disabilities to increase preparedness in facing disasters, reduce damage and minimize victims of natural disasters.
EFFECTIVENESS VIDEO VIRTUAL BASED PROBLEM SOCIAL AND ENVIRONMENT FOR INCREASE CHARACTERISTIC THINKING STUDENT EDUCATION GEOGRAPHY Safitri, Isti Farin Oktafia; Sumarmi, Sumarmi Sumarmi; Yusuf Suharto, Yusuf Suharto Yusuf
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24619

Abstract

Abstrak: Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah merambah ke ranah pendidikan, sehingga mentransformasi pendekatan pembelajaran yang ada di lembaga pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas penggunaan materi pembelajaran video virtual yang didasarkan pada kepedulian sosial dan lingkungan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pendidikan geografi. Penelitian ini mengadopsi metodologi Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang mencakup tiga fase: perencanaan, pengembangan, dan pengujian. Produk menjalani validasi oleh satu orang ahli media, satu orang ahli materi pelajaran, dan 30 orang mahasiswa S1 Pendidikan Geografi. Pada tahap awal dilakukan uji validasi oleh ahli media dan ahli materi. Selanjutnya efektivitas media dinilai melalui evaluasi pretest-posttest dan angket yang diberikan kepada siswa. Temuannya menunjukkan N-Gain Score sebesar 83%, yang menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa siswa menunjukkan tingkat minat yang cukup tinggi, termasuk dalam kategori “tertarik”. Hasil ini menggarisbawahi perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest sebelum pemanfaatan media video virtual yang berfokus pada isu-isu sosial dan lingkungan. Berdasarkan beberapa pengujian, dapat disimpulkan bahwa media video virtual yang menjawab permasalahan sosial dan lingkungan secara efektif berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa pendidikan geografi sarjana, menumbuhkan peningkatan minat, dan terbukti cocok untuk diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran.Abstract: Advances in information and communication technology have penetrated the realm of education, thereby transforming existing learning approaches in educational institutions. The aim of this research is to assess the effectiveness of using virtual video learning materials based on social and environmental concerns to improve the critical thinking skills of geography education students. This research adopts a Research and Development (R&D) methodology which includes three phases: planning, development, and testing. The product underwent validation by one media expert, one subject matter expert, and 30 Geography Education undergraduate students. In the initial stage, validation tests were carried out by media experts and material experts. Furthermore, the effectiveness of the media is assessed through pretest-posttest evaluations and questionnaires given to students. The findings show an N-Gain Score of 83%, which indicates a high level of effectiveness. The results of the questionnaire showed that students showed a fairly high level of interest, falling into the "interested" category. These results underline the significant differences between the pretest and posttest results before the use of virtual video media that focuses on social and environmental issues. Based on several tests, it can be concluded that virtual video media that answers social and environmental problems effectively contributes to improving critical thinking skills among undergraduate geography education students, fosters increased interest, and is proven to be suitable for integration into the learning process. 
PEMBELAJARAN GEOGRAFI MELALUI PADLET DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI SISWA KELAS XI DI SMAN 1 BULULAWANG Nikmatussolihah, Nikmatussolihah; Wahyudi, Adip
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.25803

Abstract

Abstrak: Prestasi akademik dan aktivitas dalam belajar geografi siswa kelas XI IPS 01 masih tergolong rendah. Permasalahan tersebut memerlukan upaya guru dalam meningkatkan kualitas dari pembelajaran geografi dengan tindakan kelas. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan pembelajaran geografi melalui media padlet dalam meningkatkan aktivitas dan prestasi akademik pada siswa XI IPS 01 di SMAN 1 Bululawang. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan rerata nilai persentase aktivitas dalam belajar siswa, yaitu pra siklus diperoleh nilai 34% (kurang baik), siklus I memperoleh nilai 73% (baik), siklus II mencapai nilai 93% (sangat baik) sehingga dapat dinyatakan jika penelitian ini berhasil. Hasil belajar siswa di kelas XI IPS 01 memperoleh nilai rerata pada pra siklus sebesar 69 dengan tingkat ketuntasan 49%, siklus I diperoleh nilai 76 dengan tingkat ketuntasan 71%, dan siklus II mencapai nilai 92 dengan tingkat ketuntasan 97% sehingga penelitian dapat dinyatakan berhasil. Melalui hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media padlet pada pembelajaran geografi mampu meningkatkan aktivitas dalam belajar dan prestasi akademik siswa.Abstrak: Prestasi akademik dan aktivitas dalam pembelajaran geografi bagi siswa kelas XI IPS 01 masih tergolong rendah. Permasalahan ini membutuhkan upaya guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran geografi melalui tindakan di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pembelajaran geografi melalui media padlet untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi akademik pada siswa XI IPS 01 di SMAN 1 Bululawang. Metode penelitian ini merupakan class action research yang menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase nilai aktivitas pada siswa yang belajar yaitu, pra siklus memperoleh nilai 34% (tidak baik), siklus I mendapatkan nilai 73% (baik), siklus II mencapai nilai 93% (sangat baik) sehingga dapat dinyatakan jika penelitian ini berhasil. Hasil belajar siswa kelas XI IPS 01 memperoleh nilai rata-rata pada pra siklus sebesar 69 dengan tingkat ketuntasan sebesar 49%, siklus I memperoleh nilai 76 dengan tingkat ketuntasan sebesar 71%, dan siklus II mencapai skor 92 dengan tingkat kelengkapan 97% sehingga penelitian dapat dinyatakan berhasil. Melalui hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media padlet dalam pembelajaran geografi dapat meningkatkan kegiatan belajar dan prestasi akademik siswa.
PENILAIAN PENGUNJUNG TERHADAP EKOWISATA HUTAN KOTA TEBET ECO PARK JAKARTA SELATAN Irfansyah, Ahmad Riyan; Fadiarman, Fadiarman; Daulay, Mushoddik; Winarno, Winarno
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24509

Abstract

Abstrak: Ekowisata Hutan Kota Tebet Eco Park merupakan suatu perjalanan wisata yang bersifat ekologis dan estetika untuk menarik daya tarik wisata Hutan Kota, oleh karena itu peneliti memiliki tujuan penelitian untuk menilai pengunjung terhadap Ekowisata Hutan Kota Tebet Eco Park Jakart Selatan dari beberapa aspek yaitu pelayanan informasi, kemudahan keterjangkauan/ aksesbilitas, keindahan, objek wisata, sarana dan prasarana, kebersihan, keamanan dan manfaat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan kuantitatif, menggunakan teknis analisis data skala likert dan mengambil sampel data berjumlah 100 pengunjung, yang ditabulasikan dalam bentuk tabel, berdasarkan hasil peneltian dari beberapa aspek indikator penilaian pengunjung bahwa secara keseluruhan pengunjung menganggap Ekowisata Hutan Kota Tebet Eco Park memberikan manfaat sangat baik sebagai destinasi wisata untuk refreshing, edukasi atau pendidikan, dan sarana olahraga.Abstract:  Tebet Eco Park City forest ecotourism is an ecological and aesthetic tourism trip to attract the attraction of city forest tourism, therefore the researcher has a research objective to assess visitors to the Tebet Eco Park South Jakarta City forest Ecotourism from several aspects, namely information services, ease of affordability/accessibility, magnifecence, tourist objects, facilities and infrastructure, cleanliness, safety and benefits. This study uses a descriptive research method with quantitative, using likert scale data analysis techniques and taking a sample of data totaling 100 visitors, which are tabulated in the form of tables, based on the results of research from several aspects of visitor assessment indicators that overall visitors consider the Tebet Eco Park City forest ecotourism to provide very good benefits as a tourist destination for refreshing, education or education, and sports facilities.
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN DEMOGRAFI PEMULUNG DI BANTARGEBANG KELURAHAN CIKETING UDIK TAHUN 2024 Juliani, Ayu Karina; Winarno, Winarno; Meitasari, Indah
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24164

Abstract

Abstrak: Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) menjadi tempat yang digunakan warga sekitar atau luar sebagai sumber penghasilan, dengan cara mengumpulkan sampah-sampah, para pelaku aktivitas tersebut disebut dengan pemulung. Pemulung di TPST Bantargebang sebagian besar berasal dari wilayah Jawa Barat dan sebagian kecil berasal dari luar Jawa Barat. Beragamnya daerah asal pemulung tersebut memberikan karakteristik sosial, ekonomi dan demografi yang bervariasi. Penelitian ini dilakukan melihat jumlah pemulung di Kelurahan Ciketing Udik yang terus bertambah dan sebagian besar pemulung menetap secara permanen dengan status kependudukan yang belum diganti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial, ekonomi dan demografi pemulung lokal Kelurahan Ciketing Udik. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan kualitatif. Kalimat verbatim dari informan ditambahkan kedalam hasil penulisan yang menunjukan penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil analisis dari data wawancara bahwasanya sebagian besar pemulung memiliki pendidikan yang rendah. Hal yang sama terjadi pada kondisi perekonomian pemulung dengan pendapatan perhari sebagian pemulung sebesar Rp.100.000. Masyarakat yang tercatat sebagai penduduk Kecamatan Bantargebang dijamin oleh pemerintah setempat mendapatkan uang kompensasi penciuman, maka dari itu sebagian besar pemulung lebih memilih untuk melakukan mobilitas permanen.  Abstract:  The Integrated Waste Disposal Site (TPST) is a place used by local residents or outsiders as a source of income, by collecting garbage. The perpetrators of this activity are called waste pickers. Waste pickers in Bantargebang TPST mostly come from the West Java region and a small number come from other parts of Java Island. The diverse origin areas of the waste pickers give them varied social, economic and demographic characteristics. This research was conducted considering that the number of waste pickers in Kelurahan Ciketing Udik continues to grow and most of them live permanently with unchanged residency status. This study aims to determine the social, economic and demographic conditions of local waste pickers in Kelurahan Ciketing Udik. The method used in this research is qualitative. Verbatim sentences from informants are added to the writing results which show that this research uses qualitative methods. The result of the analysis from the interview data is that most of the waste pickers have low education. The same thing happens to the economic condition of the scavengers with the daily income of some scavengers amounting to Rp.100,000. People who are registered as residents of Bantargebang Sub-district are guaranteed by the local government to get smell compensation money, therefore most of the waste pickers prefer to do permanent mobility.
FOSTERING ENVIRONMENTAL STEWARDSHIP: THE IMPLEMENTATION OF 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) AT SDN 02 AMPELDENTO Nisa', Hamidatun; Mutia, Tuti
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.25937

Abstract

A caring attitude towards the environment is one of the factors that influence its quality. The environmental conditions at SDN 02 Ampeldento showed that it was not clean, a buildup of plastic waste was found in the school environment. There is a strategy to overcome this problem by cultivating environmental awareness by implementing 3R waste management. This research aims to determine the implementation of 3R waste management at SDN 02 Ampeldento and determine students' environmental care attitudes after implementing 3R waste management. This study uses a qualitative method. Data analysis uses the Miles and Huberman method which consists of three steps, namely (1) data reduction, (2) data presentation, (3) drawing conclusions/verification. The research results show that the implementation of 3R waste management goes through 2 stages, namely socialization by delivering 3R waste management material and implementation through carrying out activities by applying the principles of 3R waste management. The implementation of 3R waste management has succeeded in educating students to care more about the environment.
PERSEPSI PENERAPAN PEMBELAJARAN TPACK (TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE) PADA GURU GEOGRAFI KABUPATEN TULUNGAGUNG Dwi Purwaningtyas, Laily Fauziyah; Utomo, Dwiyono Hari; Suharto, Yusuf
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24827

Abstract

Abstrak: Perkembangan guru di abad 21 diarahkan pada penguasaan dan penerapan teknologi, pedagogi, dan konten. TPACK memberikan kerangka kerja fleksibel yang diterapkan pada berbagai konteks pembelajaran dan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru Geografi terhadap penerapan TPACK dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari guru-guru SMA di Tulungagung yang berjumlah 31 orang. Data persepsi guru diperoleh dari hasil angket yang mengacu pada domain TPACK yaitu conten knowledge, pedagogical knowledge, teknological knowledge, technological content knowledge, pedagogical content knowledge, technological pedagogical knowledge, dan technological pedagogical content knowledge.  Teknik analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan persepsi guru terhadap TPACK berada pada kategori baik dan sangat baik. Hasil persepsi guru dikemukakan melalui proses pelatihan, dukungan institusional, dan hasil nyata dari penggunaan teknologi. Penerapan TPACK membantu guru untuk merancang pembelajaran yang menggabungkan model pembelajaran, materi, dan video eksplorasi geografi yang meningkatkan keterlibatan siswa. Ini menunjukkan guru memiliki pemahaman yang positif terhadap integrasi teknologi dalam pembelajaran.Abstract:  Teacher development in the 21st century is directed at mastery and application of technology, pedagogy, and content. TPACK provides a flexible framework that is applied to various learning contexts and is tailored to the needs and characteristics of students. This study aims to determine the perception of Geography teachers towards the application of TPACK in learning. The research method used is descriptive qualitative. Data sources were obtained from 31 high school teachers in Tulungagung. Teacher perception data were obtained from the results of a questionnaire referring to the TPACK domain, namely content knowledge, pedagogical knowledge, technological knowledge, technological content knowledge, pedagogical content knowledge, technological pedagogical knowledge, and technological pedagogical content knowledge. Data analysis techniques through the stages of data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the study showed that teacher perceptions of TPACK were in the good and very good categories. The results of teacher perceptions were presented through the training process, institutional support, and real results from the use of technology. The application of TPACK helps teachers to design learning that combines learning models, materials, and geography exploration videos that increase student engagement. This shows that teachers have a positive understanding of technology integration in learning.