cover
Contact Name
Indah Riwayati
Contact Email
-
Phone
+628157772615
Journal Mail Official
cendekiaeksakta@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta
ISSN : 25285912     EISSN : 25482122     DOI : http://dx.doi.org/10.3194/ce
Cendekia Eksakta journal focuses upon aspects of exact sciences: engineering, agriculture, health and pharmacy . The Cendekia Eksakta journal is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 195 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUMBU BIRYANI SECARA INVITRO BESERTA SKRINING FITOKIMIANYA Wildan, Achmad; Mutiara, Erlita Verdia; Ramonah, Dewi
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v6i2.5522

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang mampu menghalangi terjadinya proses oksidasi atau menghambat radikal bebas, sehingga atom yang mempunyai elektron tidak berpasangan (radikal) berikatan dengan radikal lain sehingga menjadi stabil. Antioksidan dapat diperoleh salah satunya dari bumbu yang dikonsumsi sehari hari sebagai pelengkap masakan. Bumbu biryani merupakan bumbu masakan dari Timur Tengah yang kaya akan kandungan rempah-rempah seperti kunyit, jinten, kapulaga, kayu manis, cengkeh dan sebagainya. Bumbu biryani mempunyai kandungan senyawa fenolik dan flavanoid yang tinggi. Kandungan senyawa tersebut diduga memberikan kontribusi besar dalam menghambat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kandungan senyawa fitokimia yang terkandung dalam bumbu biryani dan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak bumbu biryani secara in vitro. Metode remaserasi menggunakan etanol 96% untuk mengekstraksi bumbu biryani. Skrining fitokimia dilakukan secara kromatografi lapis tipis (KLT) dan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) digunakan dalam uji aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol bumbu biryani memiliki kandungan senyawa fenolik, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid dan alkaloid. Nilai aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol bumbu biryani dinyatakan sebagai EC50 adalah 11147,4527 ppm.Kata kunci: aktivitas antioksidan, biryani, DPPH, radikal bebas, skrining fitokimia
UJI AKTIVITAS TEH HERBAL DAUN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens, L.) SEBAGAI PENURUN KOLESTEROL DAN Mutiara, Erlita Verdia; Rininingsih, Uning
CENDEKIA EKSAKTA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v6i1.3030

Abstract

Abstrak Daun tanaman cabe merupakan bahan yang tidak digunakan masyarakat setelah dipetik buah cabenya. Kandungan daun cabe antara lain, fenolik polifenol dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Salah satu senyawa yang diduga berkhasiat sebagai penurun kadar kolesterol dan penurun glukosa ialah flavonoid. Kolesterol telah dikenal sebagai penyebab utama terjadinya proses aterosklerosis, yaitu proses pengapuran dan pengerasan pembuluh darah. Akibat proses ini saluran pembuluh darah, khususnya pembuluh darah koroner menjadi sempit dan menghalangi aliran darah. Keadaan ini telah terbukti dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner (PJK). Diabetes mellitus adalah gangguan metabolik yang ditandai oleh hilangnya homeostasis glukosa akibat dari penurunan fungsi sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penurunan hormon insulin ini mengakibatkan seluruh glukosa yang dikonsumsi tubuh tidak dapat diproses sempurna sehingga kadar glukosa di dalam tubuh akan meningkat yang disebut hiperglikemia Penelitian ini merupakan upaya pemanfaatan teh herbal daun cabai sebagai penurun kolesterol dan glukosa, sehingga dapat diketahui dosis penggunaan yang tepat untuk masing-masing tujuan pengobatan.Metode yang digunakan pada pembuatann teh daun cabe, dilakukan proses pelayuan pada suhu optimalnya Dibuat seri larutan uji 5 mg/mL, 10 mg/mL, 20 mg/mL, dan 30 mg/mL, dan 40 mg/mL. Kadar efektif dari minuman teh daun cabe untuk penurunan kolesterol adalah 40 mg/mL dengan penurunan glukosa adalah 64,86%. Dilakukan uji ANAVA untuk mengetahui pengaruh teh minuman daun cabe antar konsentrasi dan antar kelompok perlakuan. Hasil uji ANAVA tersebut diperoleh data bahwa terdapat perbedaan antar konsentrasi dalam dan antar kelompok yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Keyword : teh herbal, daun cabai rawit( Capsicum frutescens. L) , kolesterol, glukosa
DETEKSI WAJAH BERBASIS SEGMENTASI WARNA KULIT MENGGUNAKAN RUANG WARNA YCbCr & TEMPLATE MATCHING rony wijanarko
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i1.4081

Abstract

Deteksi Wajah merupakan bagian penting dalam pengolahan citra digital untuk menentukan lokasi, ukuran dan jumlah wajah dalam citra. Deteksi wajah merupakan tahap awal dalam system pengenalan wajah yang digunakan untuk identifikasi personal, interaksi manusia-komputer, system pemantau, hukum-kriminal dan sebagainya. Penelitian ini menyajikan Deteksi wajah dengan metode segmentasi warna kulit & template matching. Langkah pertama membuat model warna kulit dengan mentransformasikan ke dalam YCbCr kemudian mencari angka rerata warna kulit wajah. Selanjutnya membangun distribusi Gaussian untuk crhoma chart yang menunjukkan kemungkinan warna kulit. Adaptive tresholding digunak an untuk mempertegas area kulit dan bukan kulit disajikan dalam citra biner. Segmentasi area kulit dilakukan dengan pelabelan. Kandidat wajah diperoleh dari perhitungan jumlah lubang pada area kulit tersegmentasi, perhitungan rasio lebar-tinggi wajah dan pencocokan dengan template wajah (template matcing). Centroid dari wajah yang terdeteksi dihitung dan ditempatkan penanda di centroid wajah pada citra. Berdasarkan uji coba dengan tool Matlab 2011 dengan dataset diambil dari FDDB ( Face Detection Data Set and Benchmark ), akurasi deteksi yang didapat dari uji coba terhadap 76 citra dengan bervariasi background dan Tingkat pencahayaan mencapai 81,58%. Kata Kunci : Deteksi Wajah, Model Warna Kulit, segmentas Warna kulit, Template Matching.
PENGARUH SUHU, KONSENTRASI ASAM ASETAT DAN WAKTU TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA (SWELLING POWER, SOLUBILITY, DERAJAT SUBSTITUSI) MODIFIKASI TEPUNG LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) DENGAN PROSES ASETILASI Maulana, Yafi S.; Kurniasari, Laeli; Maharani, Farikha
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6607

Abstract

Indonesia mempunyai banyak komoditas pangan yang ketersediaannya melimpah dan dapat berpotensi sebagai bahan baku tepung. Labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan salah satu alternatif sumber karbohidrat sebagai substitusi tepung terigu. Modifikasi tepung dapat dilakukan secara fisik untuk menghasilkan produk pangan ramah lingkungan. Tepung atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau.Tepung termodifikasi adalah tepung yang mengalami perlakuan fisik ataupun kimia secara terkendali sehingga mengubah satu atau lebih dari sifat asalnya. Asetilasi merupakan salah satu metode modifikasi tepung yang dapat digunakan untuk meningkatkan sifat fisikokimia tepung, yakni swelling power, % solubility, dan derajat substitusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu (60°C, 80°C, 120°C), konsentrasi asam asetat (5%, 15%, 25%) dan waktu (10 menit dan 30 menit) terhadap nilai swelling power, solubility dan derajat substitusi tepung labu kuning terasetilasi.  Ada 2 proses utama dalam penelitian ini, yaitu pembuatan tepung labu kuning dan proses asetilasi tepung labu kuning. Hasil asetilasi tepung labu kuning diuji untuk mengetahui tepung yang memiliki kualitas yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal diperoleh pada konsentrasi asam asetat 5% suhu asetilasi 60°C waktu 10 menit dengan nilai swelling power sebesar 6,32 g/g, solubility 15% dan derajat substitusi 3,31.Kata kunci: Labu kuning, asetilasi, swelling power, % solubility, derajat substitusi
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L) Kahar, Kahar; Ahmad, Fandi; Mustamin, Mustamin
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L). Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Madako Tolitoli, Propinsi Sulawesi Tengah pada bulan Juli sampai dengan September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yang terdiri dari 6 perlakuan dengan tiga ulangan. Perlakuan dosis  pupuk organik cair tediri dari 0 ml/liter air (M0), dosis pupuk organik cair 5 ml/liter air (M1), dosis pupuk organik cair 10 ml/liter air (M2), dosis pupuk organik cair 15 ml/liter air (M3), dosis pupuk organik cair 20 ml/liter air (M4), dan dosis pupuk organik cair 25 ml/liter air (M5). Jumlah populasi kacang hijau dalam satu petak sebanyak 32 tanaman dan jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 576 populasi tanaman kacang hijau. Jumlah sampel yang diamati untuk setiap perlakuan sebanyak 8 tanaman petak-1 sehingga terdapat 144 tanaman sampel. Data hasil pengamatan di analisis menggunakan uji ANOVA yang diikuti dengan uji Beda Nyata Jujur pada tingkat 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, Berat biji kering petak-1 (g) dan Berat biji kering petak-1 (g) yaitu pada dosis pupuk organik cair 25 ml/liter air.Kata kunci  :   Tanaman kacang hijau, Pupuk organik cair
PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH BURUNG PUYUH SECARA ANAEROB Shobib, Ahmad; Kasmiyatun, Mega; Romadhoni, Tri Suci Ahmad
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6550

Abstract

Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah penting saat ini, sehingga diperlukan berbagai alternatif pemecahan masalah. Salah satunya dengan sistem biodigester anaerob, limbah peternakan burung puyuh dapat menghasilkan biogas, sebagai sumber energi terbarukan (renewable energy). Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh waktu dan perbandingan antara volume pelarut dengan berat kotoran burung puyuh terhadap pembuatan biogas dari limbah burung puyuh. (2) Untuk mengetahui waktu optimum dan perbandingan optimum antara volume pelarut dengan berat kotoran burung puyuh. Metodelogi Penelitian yang digunakan adalah analisa varian dua sisi, dengan variable pertama waktu pembentukan biogas dan variable kedua adalah perbandingan volume pelarut dengan berat kotoran burung puyuh. Penelitian dilakukan dengan membuat pengenceran volume pelarut berupa air dan berat kotoran burung puyuh dengan perbandingan: 3:1, 3:2, 3:3, 3:4 sebanyak 4 buah dengan perbedaan waktu 2 minggu, 3 minggu, 4 minggu, 5 minggu. Hasil dari produksi biogas yang terbaik direkomendasikan pada penelitian perbandingan rasio 3:2 dengan waktu 5 minggu yang mampu menghasilkan biogas paling besar yaitu sebesar 130ml. Parameter pengamatan meliputi pH, massa, volume biogas yang terbentukdi digester secara anaerob. Produksi biogas tertinggi diperoleh dari sampel rasio 3:2 waktu 5 minggu, yang terdiri dari 150ml air, 100gram kotoran burung puyuh, dengan waktu 5 minggu mampu menghasilkan 130ml biogas atau sekitar 65% dari volume awalnya.Kata kunci : Biogas, Limbah kotoran burung puyuh, Limbah Organik
PERBANDINGAN NILAI SPF ENDAPAN AIR CUCIAN BERAS PUTIH DAN BERAS MERAH SECARA IN VITRO Wijayatri, Ratna; Wahyuningtyas, Eka Sakti; Hafiz, Nur; Shabrina, Ayu
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6546

Abstract

Penggunaan senyawa kimia sebagai agen pelindung sinar UV dapat membahayakan tubuh. Air cucian beras merupakan limbah yang banyak mengandung komponen fenolik dan flavonoid yang mampu menyerap sinar UV. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan nilai SPF ekstrak air cucian beras merah (EACBM) dan beras putih (EACBP). EACBM dan EACBP dibuat dengan melakukan ekstraksi dari beras merah dan beras putih kemudian difermentasi selama 3 hari. Endapan yang diperoleh lalu dipekatkan dengan penangas air pada suhu 60°C. Rendemen EACBM dan EACBP dilarutkan dengan aquadest kemudian ditetapkan nilai SPF pada panjang gelombang 290-320 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil absorbansi dihitung dengan rumus Mansur. Data nilai SPF dianalisis secara statistik dengan uji t-independent dan dikategorikan proteksinya secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa nilai SPF EACBM dan EACBP berbeda secara signifikan (p < 0,05). Konsentrasi ekstrak tertinggi yaitu 30000 ppm pada EACBM dan EACBP menghasilkan nilai SPF masing-masing adalah 25,47±1,30 dan 10,28 ±1,40. EACBM dan EACBP pada konsentrasi 30000 ppm masing-masing termasuk kategori proteksi ultra dan proteksi maksimal.dEACBM menujukkan nilai SPF lebih tinggi dibandingkan EACBP. 0 pt, italic)<satu spasi>Kata kunci: Beras merah, beras putih, nilai SPF, tabir surya
POTENSI ANTIBAKTERI SINTESIS MENTIL SINAMAT TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Methicilin-Resistant Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella Typhi Wulandari, Wulandari; Purwaningsih, Yuliana; Syukur, Mighfar
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sintesis mentil sinamat sebagai agen antbakteri terhadap S. aureus, MRSA, E. coli, S. Typhi. Metode sintesis mentil sinamat berdasarkan penelitian Nurita (2014) dan Purwaningsih (2020) yang dimodifikasi. Aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil sintesis dengan FTIR diperoleh beberapa gugus fungsi yang menunjukkan adanya senyawa ester, gugus tersebut adalah C=O ester pada bilangan gelombang 1711 cm-1, daerah 1636 cm-1 gugus C=C aromatik dan 1167 cm-1 adalah C-O ester. Spektrum IR mentil sinamat tidak memiliki gugus OH-asam karboksilat seperti pada asam sinamat. Kromatogram GC menunjukkan 4 peak yang berarti senyawa hasil sintesis masih berupa senyawa campuran. Peaks 1 muncul pada waktu retensi 6,441 menit dengan % area 34,93, peak kedua pada waktu 10,423 menit dengan % area 62,91. Peaks ketiga muncul pada waktu retensi 18.386 menit dengan kelimpahannya 2,11 % dan peaks keempat 21,282 menit dengan % area 0,06. Spectrometer massa peak ketiga dengan m/z 286 merupakan senyawa target mentil sinamat. Mentil sinamat konsentrasi 10, 20, 30 dan 40 (%) memberikan aktivitas zona hambat terhadap S. aureus dan E. coli berturut-turut adalah 0,3950±0,0675; 0,8500±0,0975; 1,1970±0,0968; 1,6167±0,3456 (cm) dan 0,1237±0,0175; 0,2437±0,0173; 0,2710±0,0428; 0,4953±0,0991 (cm). Sampel pada konsentrasi yang sama tidak memberikan zona hambat pada MRSA, S. Typhi.Kata kunci: antibakteri, sintesis, mentil sinamat
PROFIL ANTIOKSIDAN DAN KADAR FLAVONOID TOTAL FRAKSI AIR DAN ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) Yumni, Gharsina Ghaisani; Sumantri, Sumantri; Nuraini, Ida; Nafis, Ika Jauharoh
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6547

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah tanaman obat herba yang banyak dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai macam penyakit. Bunga ini juga sering digunakan sebagai pewarna alami makanan. Bunga telang mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, salah satunya adalah flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dengan metode ABTS serta kadar flavonoid total fraksi etil asetat dan air ekstrak etanol bunga telang. Serbuk simplisia bunga telang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% dan difraksinasi bertingkat secara partisi cair-cair dengan pelarut n-heksan, air dan etil asetat. Penetapan kadar flavonoid total menggunakan senyawa pembanding kuersetin dengan pereaksi AlCl3 pada panjang gelombang 430 nm. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS dengan pembanding trolox pada panjang gelombang 745 nm menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan fraksi air dan etil asetat ekstrak etanol bunga telang memiliki flavonoid total dengan kadar secara berurutan adalah 10,9±2,029 dan 47±3,026 mgQE/gram ekstrak. Fraksi air dan etil asetat ekstrak etanol bunga telang memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 33,42 dan 27,018 ppm yang termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat. Pembanding digunakan trolox dengan nilai IC50 17,11 ppm. Kata kunci: ABTS, Bunga Telang, Trolox, Fraksinasi
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN KERIPIK PISANG COKLAT DI KABUPATEN WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG Setyawati, Tata Cornelia; Sasongko, Lutfi Aris; Wibowo, Hendri; Widiyani, Aniya
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6552

Abstract

Keripik pisang coklat merupakan jenis  makanan ringan terbuat dari buah pisang yang diiris dan digoreng diberi rasa coklat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan total biaya, total penerimaan, total pendapatan, nilai BEP dan nilai R/C pada usaha pengolahan keripik pisang coklat di Kabupten Way Kanan Provinsi Lampung. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif analitis. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel responden menggunakan metode sensus. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Hasil yang diperoleh penelitian ini adalah total biaya sebesar Rp 10.151.719/bulan, total penerimaan sebesar Rp14.422.500/bulan, dan total pendapatan sebesar Rp4.362.892/bulan. Nilai Break Even Point (BEP) atas dasar unit adalah sebesar 810 bungkus/bulan dengan masing-masing berat perbungkus 250gr. Nilai ini lebih kecil dari pada rata-rata produksi 1163/bulan dan nilai Break Even Point (BEP) atas dasar harga sebesar Rp. 8.650/bungkus. Nilai ini lebih kecil dari harga produk yang sebesar Rp. 12.417.  Nilai R/C usaha pengolahan keripik pisang coklat sebesar 1,43. Dari nilai R/C tersebut disimpulkan bahwa usaha pengolahan keripik pisang coklat layak untuk diusahakan karena besar nilai R/C >1.  Kata kunci: Keripik Pisang Coklat, Pengolahan, Kabupaten Way Kanan