cover
Contact Name
Efi Nurwindayani, S. Sos., M. Th
Contact Email
-
Phone
+6285606186185
Journal Mail Official
jurnalgamaliel@gmail.com
Editorial Address
Jalan Petir 18, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Gamaliel Teologi Praktika
ISSN : 26562332     EISSN : 26562367     DOI : 10.38052
Core Subject : Religion, Education,
JURNAL TEOLOGI PRAKTIKA Merupakan jurnal yang berisi artikel, penelitian, dan review mengenai teologi praktika dalam bidang : 1. Hemerneutika 2. Homiletika 3. Misi Penginjilan 4. Kepemimpinan Kristen 5. Konseling Kristen 6. Apologetika Kristen 7. Etika Kristen 8. Pastoral 9. Manajemen Kristen 10. Pendidikan Kristen 11. Pemuridan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
DARI DILAYANI MENJADI MELAYANI: REVITALISASI INTEGRITAS KEPEMIMPINAN KRISTEN Purba, Fredi Ardo; Purba, Riski Bartimeus Mart
Jurnal STT Gamaliel Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Gamaliel Vol. 6 No. 2 September 2024
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v6i2.283

Abstract

ABSTRAK Kecenderungan seorang pemimpin Kristen menganggap diri memiliki kedudukan yang terhormat mendorong pada sikap kepemimpinan yang jumawa dan menimbulkan keinginan untuk selalu dilayani. Inilah kesombongan pemimpin yang hanya fokus pada kekuasaan, anti kritik, otoriter, dan hierarkis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan revitalisasi kepemimpinan dari sikap seorang pemimpin yang ingin dilayani kepada sikap menjadi pemimpin yang melayani. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian studi pustaka dengan meninjau teori dan informasi yang relevan berkaitan dengan kepemimpinan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kristen merupakan sebuah tugas dan tanggung jawab yang diemban seorang pemimpin untuk menjadi seorang pelayan. Kepemimpinan Kristen mengharuskan seorang pemimpin untuk mendasarkan diri pada Revitalisasi integritas kepemimpinan dari yang dilayani menjadi yang melayani, akan mendorong terwujudnya hubungan yang erat antara pemimpin dengan jemaat dan menciptakan komunitas yang lebih inklusif dan harmonis. ABSTRACT The tendency of a Christian leader to consider himself to have an honorable position encourages a noble leadership attitude and creates a desire to always be served. This is the arrogance of a leader who only focuses on power, is anti-criticism, authoritarian and hierarchical. This research aims to revitalize leadership from the attitude of a leader who wants to be served to the attitude of being a leader who serves. This research was conducted using a literature study research method by reviewing relevant theories and information related to Christian leadership. The research results show that Christian leadership is a duty and responsibility that a leader carries to become a servant. Christian leadership requires a leader to base himself on revitalizing the integrity of leadership from those who are served to those who serve, which will encourage the realization of a close relationship between the leader and the congregation and create a more inclusive and harmonious community.
PENYEMBUHAN TRAUMA ALKITABIAH DAN HOLISTIK UNTUK MENGHIBUR DAN MEMULIHKAN SESEORANG YANG BERDUKA ATAS KEHILANGAN PASANGAN HIDUP Setiawan, Agus; Hindradjat, Juliana
Jurnal STT Gamaliel Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Gamaliel Vol. 6 No. 1 Maret 2024
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v6i1.242

Abstract

Kehilangan pasangan hidup dapat menjadi pengalaman traumatis yang dapat menimbulkan berbagai respons emosional dan psikologis. Sejatinya Firman Allah berkuasa menyembuhkan trauma dan memberikan penghiburan bahkan pemulihan sehingga orang yang berduka dapat kembali hidup dan produktif. Tujuan penelitian yaitu mengkaji potensi metode penyembuhan trauma alkitabiah dalam memberikan penghiburan dan memfasilitasi pemulihan bagi seseorang yang berduka atas kehilangan pasangan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui studi literatur. Penulis melakukan analisis literatur ilmiah dan Alkitab, untuk memahami tantangan yang dihadapi oleh mereka yang berada dalam situasi berduka. Selanjutnya melakukan identifikasi metode yang spesifik dalam penyembuhan trauma alkitabiah yang dapat memberikan penghiburan dan dukungan. Temuan penelitian yaitu Penyembuhan Trauma Alkitabiah dan Holistik (PTAH) menunjukkan bahwa mengintegrasikan ajaran alkitabiah, dukungan komunitas, dan praktik berbasis bukti dapat memenuhi kebutuhan fisik, emosional, dan spiritual individu dalam proses berduka, sehingga menyediakan pendekatan yang holistik untuk penyembuhan dan pemulihan.
SINERGI KELUARGA DAN GEREJA DALAM MEMBENTUK GENERASI ALFA YANG MULTITALENT, MULTITASKING, DAN HUMANIS Wardhani, Lavandya Permata Kusuma; Swastoko, Sujud
Jurnal STT Gamaliel Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Gamaliel Vol. 6 No. 2 September 2024
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v6i2.293

Abstract

ABSTRAK Generasi yang lahir mulai tahun 2010 disebut generasi Alfa. Karakteristik Generasi Alfa yaitu multitasking dan individualis. Keluarga dan gereja memiliki tanggung jawab dalam pendidikan iman, karakter dan tata nilai anak, termasuk kepada generasi Alfa, agar menjadi generasi yang memuliakan Allah dan memberi makna pada kehidupan umat manusia. Tujuan penelitian ini adalah unntuk menjelaskan sinergi keluarga dan gereja dalam membentuk generasi Alfa yang multitalent, multitasking dan humanis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan eksegesis terhadap teks Alkitab dalam Ulangan 6:4-9 dan metode studi literatur. Penelitian ini menghasilkan model sinergi PIPA Gen-@ untuk sinergi keluarga dan gereja dalam membentuk generasi Alfa yang multitalent, multitasking dan humanis. ABSTRACT The generation born since 2010 is called the Alpha generation. The characteristics of the Alpha Generation are multitasking and individualistic. Families and churches have the responsibility to educate children in faith, character and values, including the Alpha generation, so that they become a generation that glorifies God and gives meaning to the lives of mankind. The purpose of this study is to explain the synergy of families and churches in forming a multitalented, multitasking and humanist Alpha generation. This study uses a descriptive qualitative approach with an exegesis of the Bible text in Deuteronomy 6:4-9 and a literature study method. This study produces a PIPA Gen-@ synergy model for the synergy of families and churches in forming a multitalented, multitasking and humanist Alpha generation.
MENJALANI HIDUP BAHAGIA DI USIA SENJA Yuliati, Yuliati; Windayani, Efi Nur
Jurnal STT Gamaliel Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Gamaliel Vol. 6 No. 1 Maret 2024
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v6i1.262

Abstract

Sebagian kaum usia senja tidak mengalami kebahagiaan dalam hidupnya. Ketidakbahagiaan ini disebabkan karena perubahan pada aspek spiritual, fisik, psikologis dan sosial yang terjadi dalam hidupnya. Perubahan tersebut membuat kehidupan kaum usia senja menjadi pasif dan tidak produktif. Penelitian ini adalah penelitian teologis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cara menjalani hidup bahagia di usia senja menurut teladan tokoh Simeon dan Hana yang terdapat dalam Injil Lukas 2: 21-40. Data penelitian ini diperoleh dari eksegesis Injil Lukas 2: 21-40 dan literatur kepustakaan. Penelitian ini menghasilkan temuan yaitu hidup di usia senja dapat dijalani dengan bahagia baik secara spiritual, psikologis, sosiologis dan fisiologis dengan mengimplementasi-kan teladan Simeon dan Hana.
IMPLEMENTASI MAKNA “SUAMI KASIHI DAN JANGAN BERLAKU KASAR TERHADAP ISTRIMU” DALAM KOLOSE 3:19 UNTUK MENCEGAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Lukmono, Irawan Budi; Haryono, Timotius; Yuniawati, Margaretha Rini
Jurnal STT Gamaliel Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Gamaliel Vol. 6 No. 2 September 2024
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v6i2.291

Abstract

Kehidupan pernikahan dibangun di atas cinta dua orang, yaitu suami dan istri. Namun, dalam perjalanan hidup antara keduanya, tidak selalu ada kesepakatan dan pemahaman, melainkan perbedaan pendapat dan argumentasi. Perbedaan cara pandang, pendapat, sikap, dan kebiasaan yang tidak diselesaikan dengan baik, akan menimbulkan konflik di antara keduanya, bahkan dapat terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada kasus perceraian. Tujuan penelitian ini adalah penerapan Kolose 3:19 dalam keluarga Kristen, khususnya suami. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dengan eksegesa Alkitab, studi literatur, dan wawancara. Penelitian ini menghasilkan penerapan Kolose 3:19 di lingkungan keluarga Kristen. Kesimpulannya yaitu pemahaman dan implementasi Kolose 3:19 dapat mencegah pasangan suami-istri terlibat dalam konflik yang berkepanjangan, yang akan berujung pada tindak kekerasan dalam keluarga, sehingga dapat merusak dan menghancurkan keluarga. Married life is built on the love of two people, namely husband and wife. However, in the course of life between the two, there is not always agreement and understanding, but rather differences of opinion and arguments. Differences in viewpoints, opinions, attitudes and habits that are not resolved properly will lead to conflict between the two, and domestic violence can even occur which can lead to divorce. The purpose of this research is to determine the understanding and application of Colossians 3:19 in Christian families, especially husbands. The approach used in this research is descriptive qualitative. Data collection methods include Bible exegesis, literature studies, and interviews. This research resulted in the implementation or application of Colossians 3:19 in a Christian family environment
STRATEGI PEMBERDAYAAN GURU KRISTEN AWAM MENURUT SURAT TITUS PADA MAPEL PAK DI SMA NEGERI Yemima, Kezia; Harjanto, Hery; Gunawan, Sopater
Jurnal STT Gamaliel Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Gamaliel Vol. 6 No. 1 Maret 2024
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v6i1.267

Abstract

Banyak Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri tidak memiliki guru mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (Mapel PAK). Solusi yang digunakan untuk menjawab persoalan ini adalah dengan memberdayakan guru Kristen awam untuk mengajar Mapel PAK sekalipun tidak memiliki kompetensinya. Perlu strategi khusus agar guru beragama Kristen dapat mengajar Mapel PAK. Surat Titus berisi tentang strategi Paulus dalam mempersiapkan Titus untuk menjadi pengajar jemaat di pulau Kreta. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan strategi pemberdayaan guru Kristen awam agar dapat mengajar Mapel PAK di SMA Negeri. Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang mengumpulkan data dengan eksegesa surat Titus, studi pustaka dan wawancara. Penelitian ini menghasilkan strategi PRIME Empowerment. Peneliti berharap dengan strategi ini, kekurangan Guru PAK dapat teratasi dan siswa Kristen dapat mengikuti Mapel PAK dengan baik.
PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA BERDASARKAN HERMENEUTIKA LUKAS 10:25-37 DALAM KONTEKS GEREJA TORAJA Rerung, Alvary Exan; Hermanus, Rio Rocky
Jurnal STT Gamaliel Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Gamaliel Vol. 6 No. 2 September 2024
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v6i2.207

Abstract

Penelitian ini berbicara tentang bagaimana Gereja Toraja dapat membangun persahabatan dengan agama lain. Gereja Toraja masih belum mewujudkan sikap bertoleransi dengan tepat. Tulisan ini menawarkan pendidikan moderasi beragama berdasarkan hermeneutika Lukas 10:25-37 dalam konteks Gereja Toraja. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat narasi bagi Gereja Toraja yang dapat digunakan dalam membangun persahabatan dengan agama-agama lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kritik naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga poin penting yang terkandung dalam teks Lukas 10:25-37, yang semuanya mengusung konsep hidup tidak membeda-bedakan seseorang dalam masyarakat. Sikap tersebut harus direalisasikan dalam tindakan nyata dalam masyarakat. Ketiga poin ini selaras dengan narasi moderasi beragama yang juga mengusung konsep hidup toleransi dan anti kekerasan dalam masyarakat. Hasil penelitian ini akan bisa dijadikan sebagai pendidikan moderasi beragama dalam konteks Gereja Toraja. This research talks about how the Toraja Church can build friendship with other religions. The Toraja Church still has not implemented an appropriate attitude of tolerance. This article offers religious moderation education based on the hermeneutics of Luke 10:25-37 in the context of the Toraja Church. The aim of this research is to create a narrative for the Toraja Church that can be used to build friendship with other religions. This research uses a descriptive qualitative method with a narrative critical approach. The research results show that there are three important points contained in the text of Luke 10:25-37, all of which convey the concept of living without discrimination between people in society. This attitude must be realized in real action in society. These three points are in line with the narrative of religious moderation which also promotes the concept of tolerance and non-violence in society. The results of this research can be used as education for religious moderation in the context of the Toraja Church.
IMPLEMENTASI INERANSI DAN HARMONISASI DALAM PENAFSIRAN ALKITAB: MENGANALISIS DIVERGENSI DAN KONVERGENSI TEOLOGIS DALAM KONTEKS PRAKTIS Suratman, Efesus; Pakpahan, Gernaida Krisna R
Jurnal STT Gamaliel Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Gamaliel Vol. 6 No. 1 Maret 2024
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v6i1.259

Abstract

Penafsiran Alkitab merupakan aspek sentral dalam pemahaman teologi dan keyakinan Kekristenan. Penelitian ini mempelajarai peran ineransi dan harmonisasi dalam penafsiran Alkitab dengan fokus pada pemahaman divergensi dan konvergensi teologis. Masalah utama yang dihadapi adalah bagaimana konsep ineransi dan usaha harmonisasi memengaruhi interpretasi Alkitab dan sejauh mana perbedaan teologis dapat disatukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif terhadap tulisan teologis terkait ineransi dan harmonisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendalami pemahaman tentang dinamika divergensi dan konvergensi teologis dalam penafsiran Alkitab, menggali peran ineransi dan harmonisasi dalam pemikiran keagamaan, dan mengeksplorasi bagaimana konsep-konsep ini memengaruhi persepsi terhadap otoritas Alkitab dan pemahaman iman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ineransi dapat diimplementasikan sebagai landasan yang kokoh dalam menghadapi perbedaan teologis yang signifikan, dan serta harmonisasi berusaha menyatukan perspektif tersebut. Meskipun ada divergensi, terdapat juga konvergensi teologis di antara pemikiran yang beragam.
KEMISKINAN DAN KETIDAKADILAN: KAJIAN ETIS TEOLOGIS TENTANG KEMISKINAN SEBAGAI AKIBAT KETIDAKADILAN Sibagariang, julius Stefanus
Jurnal STT Gamaliel Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Gamaliel Vol. 6 No. 2 September 2024
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v6i2.281

Abstract

Kemiskinan adalah suatu fenomena sosial yang nyata di kehidupan kita. Berbagai faktor berkontribusi terhadap kemiskinan, misalnya saja ketidakadilan. Kemiskinan yang disebabkan oleh ketidakadilan sering menjadi topik perdebatan dalam forum akademis, politik, dan keagamaan. Alkitab juga menggambarkan kemiskinan yang timbul akibat ketidakadilan, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Penelitian ini berfokus pada isu kemiskinan yang disebabkan oleh ketidakadilan. Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Penulis mengeksplorasi isu ini melalui perspektif etis teologis Kristen, dengan tujuan untuk mengidentifikasi pertimbangan etis yang relevan dan bagaimana orang percaya serta gereja sebaiknya merespons dan menangani kemiskinan akibat ketidakadilan. Hasil penelitian menunjukkan perlunya sikap solider terhadap orang-orang miskin serta sikap protes terhadap tindakan ketidakadilan. miskin dan lemah. Keadilan dan kebenaran Allah harus ditegakkan dalam hububungan-hubungan antar manusia. Tsedeq dan mispat Allah seharusya menjadi dasar dalam menata kehidupan yang lebih baik, sehingga kemiskinan dan ketidakadilan yang ada dapat diatasi dan diminimalisir. Poverty is a social phenomenon that is real in our daily lives. Various factors contribute to poverty, such as injustice. Poverty caused by injustice is often a topic of debate in academic, political and religious forums. The Bible also describes poverty arising from injustice in both the Old and New Testaments. This research focuses on the issue of poverty caused by injustice. The author in this study uses a qualitative research method with a literature approach. The author explores this issue through a Christian theological ethical perspective, with the aim of identifying relevant ethical considerations and how believers and churches should respond to and address poverty caused by injustice. The research results show the need for an attitude of solidarity towards poor people and an attitude of protest against acts of injustice. poor and weak. God's justice and truth must be upheld in relationships between humans. Allah's tsedeq and mispat should be the basis for organizing a better life, so that existing poverty and injustice can be overcome and minimized.
PERSPEKTIF SPIRITUALITAS REMAJA KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA DI HKBP SIGUMPAR Nadapdap, Misna Linika; Julianto, Simon; Kristiantoro, Sony
Jurnal STT Gamaliel Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Gamaliel Vol. 6 No. 1 Maret 2024
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v6i1.254

Abstract

Perceraian merupakan salah satu peristiwa yang berdampak besar dalam kehidupan remaja, termasuk spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji dampak perceraian terhadap spiritualitas remaja di HKBP Sigumpar dari perspektif spiritualitas. Pendekatan penelitian yaitu deskriptip kualitatif dengan metode wawancara empat remaja berusia 13-19 tahun korban perceraian orangtua, dua orang pendeta, dan satu orang penatua. Temuan penelitian ini menunjukkan perceraian mempunyai dampak pada dimensi spiritualitas remaja, yaitu mempengaruhi partisipasi remaja dalam kegiatan-kegiatan gereja dan mengubah pandangan mereka tentang Tuhan, menutup diri, serta pasif dalam peribadatan. Dampak lain yang muncul adalah perasaan kehilangan, stres, pudarnya pencarian makna dan tujuan hidup. Dari perceraian orangtua, penulis menemukan dua hal, yaitu; perceraian mengakibatkan spiritualitas remaja menurun dengan menganggap bahwa Tuhan itu jahat (strategi coping religious negatif). Karena itu, gereja hadir dengan memberi pendampingan melalui firman Tuhan dan penguatan agar remaja mengalami peningkatan spiritualitas yang baik, yaitu dengan mendekatkan diri kepada Tuhan (strategi coping religius positif).