cover
Contact Name
Tanzir Masykar
Contact Email
tanzir@aknacehbarat.ac.id
Phone
+6285277752225
Journal Mail Official
vocatech@aknacehbarat.ac.id
Editorial Address
Komplek STTU, Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, West Aceh Regency, Aceh 23681
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Vocatech : Vocational Education and Technology Journal
1. Vocational Studies 2. Civil Engineering 3. Electrical Engineering 4. Mechanical Engineering 5. Classroom Instruction in Vocational Context 6. English for Vocational Purposes 7. Innovation in Vocational Education
Articles 102 Documents
Desain Kurikulum Untuk Pelatihan Manajemen Bencana Dalam Pendidikan Vokasi di SMK Mustari, Andi; Sari, Nurmala; Nurulwati, Nurulwati; Novriza, Ferdiansyah
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 1 (2024): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i1.187

Abstract

This research aims to design a Disaster Risk Reduction (DRR) curriculum integrated into vocational education at vocational high schools (SMK), specifically in the fields of Civil Engineering, Mechanical Engineering, and Hospitality. Given Indonesia's susceptibility to natural disasters such as earthquakes and tsunamis, this curriculum is designed to enhance students' preparedness for these disaster risks. The research methods include industry needs analysis and local risk evaluation through literature review, surveys, and interviews with experts. The results indicate that integrating DRR into vocational curricula can improve technical competencies and student readiness for disasters, while also strengthening community resilience. The study concludes with an emphasis on the importance of implementing a curriculum that adapts to local conditions and the development of teacher capacity through specialized DRR training. This study recommends a phased implementation of the DRR curriculum, teacher training, and continuous evaluation to ensure the curriculum's relevance and effectiveness. The findings support enhancing local community resilience and graduate preparedness for disaster scenarios in the workplace.Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana alam yang sangat tinggi, terutama gempa bumi dan tsunami, yang sering kali mengakibatkan kerusakan besar dan korban jiwa. Di tengah ancaman ini, sektor pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, termasuk melalui integrasi mitigasi bencana dalam kurikulum. Namun, kurikulum pendidikan vokasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat ini masih kurang memperhatikan aspek Pengurangan Risiko Bencana (PRB), terutama dalam kaitannya dengan bidang kejuruan yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kurikulum PRB yang diintegrasikan ke dalam pendidikan vokasi di SMK, khususnya pada jurusan Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Perhotelan. Metode penelitian yang digunakan mencakup analisis kebutuhan industri dan evaluasi risiko lokal melalui studi literatur, survei, dan wawancara dengan para ahli. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi PRB dalam kurikulum vokasi dapat meningkatkan kompetensi teknis dan kesiapan siswa dalam menghadapi bencana, sekaligus memperkuat resiliensi komunitas. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pelaksanaan kurikulum yang adaptif terhadap kondisi lokal serta pengembangan kapasitas guru melalui pelatihan khusus PRB. Studi ini merekomendasikan implementasi kurikulum PRB secara bertahap, pelatihan guru, dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan relevansi dan efektivitas kurikulum. Temuan ini mendukung peningkatan resiliensi komunitas lokal dan kesiapan lulusan dalam menghadapi bencana di lingkungan kerja.
Pengaruh Kecepatan Kendaraan Akibat Pemasangan Speed Bump: Model Greenberg Faradilla, Cut Meutia; Abdullah, Zulfhazli; Mukhlis, Mukhlis; Usrina, Nura; Fithra, Herman; Fikry, Muhammad
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 2 (2025): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i2.198

Abstract

AbstractA speed bump is a traffic engineering tool designed to control vehicle speed, particularly in residential areas, to enhance the safety of pedestrians and cyclists. This study employs the Enter and Stepwise methods using SPSS to analyze the impact of speed bumps on vehicle speed and related variables. The study results indicate that the relationship between installation distance (X4) and vehicle speed in area 3 (Y) for motorcycles is given by Y = 5.647 + 0.264 X4 with R² = 0.887. In contrast, for light vehicles, it is Y = 3.381 - 0.253 X4 with R² = 0.920. Among the five locations studied, location 2 exhibited the strongest correlation between speed, volume, and density, with a coefficient of determination (R²) greater than 0.5. In area 2, the relationship between volume and speed when crossing a speed bump has R² = 0.512. Meanwhile, in area 3, between speed bumps, the relationship between volume and density shows R² = 0.904, and the relationship between speed and density is R² = 0.804. These findings indicate that speed bumps' height and installation distance significantly impact vehicle speed patterns. Additionally, the relationship between volume, speed, and density is notably strong at several research locations. AbstrakAlat pengendali kecepatan atau Speed bump merupakan alat rekayasa lalulintas yang berfungsi untuk mengendalikan kecepatan kendaraan yang melintas disuatu ruas jalan, terutama di permukiman penduduk guna melindungi pejalan kaki dan pengendara sepeda. Penelitian ini menggunakan metode Enter dan Stepwise menggunakan software SPSS untuk mengenalisis speed bump terhadap kecepatan dan variabel terkait. Hasil penelitian didapatkan bahwa hubungan jarak pemasangan (X4) dengan kecepatan kendaraan pada area 3 (Y) untuk sepeda motor diperoleh Y=5.647 + 0.264 X4 dengan R2 =0.887, dan kendaraan ringan Y=3.381 - 0.253 X4 dengan R2=0.920. Dari lima lokasi yang diteliti, hubungan antara kecepatan, volume, dan kerapatan menunjukkan korelasi terkuat di lokasi 2, dengan nilai koefisien determinasi (R²) 0,5. Pada area 2, hubungan antara volume dan kecepatan saat melintasi speed bump memiliki R² = 0,512. Sementara itu, hubungan antara volume dan kerapatan di area 3, yaitu di antara speed bump, menunjukkan R² = 0,904. Hubungan antara kecepatan dan kerapatan di area yang sama (area 3) memiliki R² = 0,804. Hal ini mengindikasikan bahwa tinggi dan jarak pemasangan speed bump memiliki dampak yang signifikan terhadap pola kecepatan kendaraan, serta hubungan antara volume, kecepatan, dan kepadatan memiliki keterkaitan yang kuat di beberapa lokasi penelitian. 
Analisis Konseptual Model Pengaruh Perilaku dan Kepedulian Konsumen Terhadap Daur Ulang Sampah Elektronik Yudisha, Nabila; Matsaany, Bayun; Masruroh, Marwah; Sari, Intan Wulan
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 2 (2025): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i2.201

Abstract

AbstractElectronic products that can no longer be used will become electronic waste that must be treated differently from other wastes because they contain metals and toxic substances. Consumers are important in the management of electronic waste, because they are the actors in the hoarding of electronic waste. Awareness of preserving the environment can be built by implementing the 3R: Reducing, Reusing, Recycling. Factors that can be made to consumers' decisions to store, donate, sell, dispose of or recycle electronic products are socio-economic, infrastructure, and consumer motivation itself. The purpose of this study is to gain experience of e-waste management behavior in the world of higher education. The object of the research is lecturers, educators and students. This study uses a cross-sectional survey which is analyzed using the Structural Equation Model (SEM) method. There are 6 initial hypotheses, from the results of the calculation 5 hypotheses have a positive and significant relationship while 1 hypothesis has no significant relationship. From these results, a strategy was obtained to motivate consumers towards electronic waste, namely by providing exposure or promotion in informing the impact of electronic waste. AbstrakProduk elektronik yang tidak dapat dipakai lagi akan menjadi limbah elektronik yang harus diperlakukan berbeda dari limbah lainnya karena terdapat logam dan zat beracun. Konsumen menjadi hal yang penting dalam pengelolaan limbah elektronik, karena merekalah menjadi pelaku dalam penimbunan limbah elektronik. Kesadaran akan menjaga kelestarian lingkungan bisa dibangun dengan menerapkan 3R: Reducing, Reusing, Recycling. faktor yang dapat dilakukan terhadap keputusan konsumen untuk menyimpan, menyumbangkan, menjual, membuang atau mendaur ulang produk elektronik adalah sosial ekonomi, infrastruktur, dan motivasi konsumen itu tersendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pengalaman perilaku pengelola limbah elektronik pada dunia perguruan tinggi. Objek dari penelitian adalah dosen, tenaga pendidik serta mahasiswa. Penelitian ini menggunakan survey cross-sectional yang di analisis menggunakan metode Structural Equation Model (SEM). Terdapat 6 hipotesis awal, dari hasil perhitungan 5 hipotesis memiliki hubungan postif dan signifikan sedangkan 1 hopotesis tidak memiliki hubungan yang signifikan. Dari hasil tersebut didapatkan sebuah strategi untuk memberikan motivasi konsumen terhadap limbah elektronik yaitu dengan membirikan pemaparan atau promosi dalam memberitahukan dampak dari limbah elektronik.Kata Kunci: Sampah Elektronik ; Ifrastruktur ; Motivasi ; SEM ; Sosial Ekonomi
Upaya Pencegahan Risiko Kecelakaan Kerja pada Stasiun Perebusan di PT. Socfindo Seumanyam Pamungkas, Iing; Irawan, Heri Tri; Hasnita, Hasnita
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 2 (2025): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i2.205

Abstract

AbstractThe sterilizer  station in the palm oil industry, such as that found at PT. Socfindo Seumanyam, is a work area with significant accident risks. The palm fruit sterilizer  process involves high temperatures, steam pressure, and the use of heavy equipment, all of which have the potential to pose hazards to workers. Work accidents in this area can not only cause physical injuries, but also material losses and operational disruptions. This research aims to analyze the efforts to prevent work accident risks at the PT. Socfindo Seumanyam sterilizer  station using the JSA method and the fishbone diagram. These two methods complement each other in an effort to create a safer work environment. JSA focuses on a step-by-step analysis of individual tasks, while the fishbone diagram provides a broader view of the factors contributing to accidents. The research results obtained that the sterilizer  station at PT. Socfindo Seumanyam has various significant potential hazards and work accident risks, ranging from burns due to high temperatures and hot steam, mechanical injuries due to equipment, to poisoning due to hazardous chemicals. To reduce these risks, comprehensive control measures are needed, including technical and administrative controls, and the use of appropriate PPE, as well as strict supervision through routine inspections and periodic evaluations. In addition, the identification of the root causes of work accidents using the fishbone diagram shows that human factors, machines/equipment, methods/procedures, work environment, and materials need to be seriously considered, with specific improvement recommendations for each factor. Keywords:Sterilizer station; work accident risk, job safety analysis; fishbone diagram AbstrakStasiun perebusan dalam industri kelapa sawit, seperti yang terdapat di PT. Socfindo Seumanyam, merupakan area kerja dengan risiko kecelakaan yang signifikan.Proses perebusan buah kelapa sawit melibatkan suhu tinggi, tekanan uap, dan penggunaan peralatan berat, yang semuanya berpotensi menimbulkan bahaya bagi pekerja. Kecelakaan kerja di area ini tidak hanya dapat menyebabkan cedera fisik, tetapi juga kerugian material dan gangguan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pencegahan risiko kecelakaan kerja di stasiun perebusan PT. Socfindo Seumanyam dengan menggunakan metode JSA dan diagram fishbone.Kedua metode ini saling melengkapi dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman. JSA fokus pada analisis langkah demi langkah dari tugas individu, sementara diagram fishbone memberikan pandangan yang lebih luas tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan. Hasil penelitian diperoleh bahwa stasiun perebusan/sterilizer  di PT. Socfindo Seumanyam memiliki berbagai potensi bahaya dan risiko kecelakaan kerja yang signifikan, mulai dari luka bakar akibat suhu tinggi dan uap panas, cedera mekanis akibat peralatan, hingga keracunan akibat bahan kimia berbahaya. Untuk mengurangi risiko tersebut, diperlukan implementasi tindakan pengendalian yang komprehensif, mencakup pengendalian teknik, administratif, dan penggunaan APD yang tepat, serta pengawasan yang ketat melalui inspeksi rutin dan evaluasi berkala. Selain itu, identifikasi akar penyebab kecelakaan kerja menggunakan diagram fishbone menunjukkan bahwa faktor manusia, mesin/peralatan, metode/prosedur, lingkungan kerja, dan material perlu diperhatikan secara serius, dengan rekomendasi perbaikan yang spesifik untuk setiap faktor.Kata Kunci:Stasiun perebusan; risiko kecelakaan kerja, job safety analysis; diagram fishbone
An Analysis of ChatGPT Response Variations to Identical Prompts Across Different Devices: A Case Study in Informatics Education A., Hermila; Bau, Rahmat Taufik R.L; Sudirman, Randi; Siyad, Abdulaziz Ahmed
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 2 (2025): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i2.202

Abstract

AbstractThe development of artificial intelligence (AI) in education has brought about various innovations, one of which is using ChatGPT as a learning tool. However, the diversity of answers provided by ChatGPT when used on different devices is still a critical question. This study aims to analyze the variation in ChatGPT's answers to the same prompt content when used on computer devices with different specifications. This research method uses an experimental approach by comparing ChatGPT output results on five types of devices with different operating systems, processors, and BIOS. The analysis is based on the level of similarity of the sentence and the meaning of the answer, with the categories “very different” (20% similarity), “different” (50% similarity), “almost the same” (70% similarity), and “same” (90% similarity). The results show a significant variation in the answers produced, with some devices giving almost identical responses while others show differences in sentence structure and information arrangement. Hardware factors, including processor type and operating system, are thought to contribute to these differences. The implications of these findings are highly relevant in the context of secondary education, where the use of ChatGPT as a learning tool is increasing. Variations in answers can lead to differences in understanding among students using devices with different specifications, thus requiring more attention from educators and AI technology developers. This study makes an important contribution in highlighting the challenges and opportunities of applying AI in education. Recommendations include standardizing the use of AI in the classroom and developing AI models that are more consistent in responding across devices. Thus, fairness and effectiveness in using AI in education can be continuously improved. AbstrakPerkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan telah menghadirkan berbagai inovasi, salah satunya melalui pemanfaatan ChatGPT sebagai alat bantu pembelajaran. Namun, keberagaman jawaban yang diberikan oleh ChatGPT ketika digunakan pada perangkat yang berbeda masih menjadi pertanyaan kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi jawaban ChatGPT terhadap konten prompt materi yang sama ketika digunakan di perangkat komputer dengan spesifikasi berbeda. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan membandingkan hasil keluaran ChatGPT pada lima jenis perangkat dengan perbedaan sistem operasi, prosesor, dan BIOS. Analisis dilakukan berdasarkan tingkat kesamaan kalimat dan makna jawaban, dengan kategori "sangat berbeda" (20% kesamaan), "berbeda" (50% kesamaan), "hampir sama" (70% kesamaan), dan "sama" (90% kesamaan). Pada eksperimen ini juga digunakan chatGPT versi 3.5 free yang ada pada laptop siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi yang cukup signifikan dalam jawaban yang dihasilkan, dengan beberapa perangkat memberikan respons yang hampir identik, sementara yang lain menunjukkan perbedaan struktur kalimat dan susunan informasi. Faktor perangkat keras, termasuk jenis prosesor dan sistem operasi, diduga memiliki kontribusi terhadap perbedaan ini. Perangkat dengan sistem operasi dan prosesor terbaru menunjukkan kesamaan jawaban ChatGPT hingga 90%, sedangkan perangkat dengan spesifikasi rendah cenderung menghasilkan variasi lebih besar. Meskipun belum ada bukti empiris kuat, temuan ini mengindikasikan bahwa spesifikasi perangkat dapat memengaruhi konsistensi respons AI. Implikasi dari temuan ini sangat relevan dalam konteks pendidikan menengah, di mana penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu belajar semakin meningkat. Variasi jawaban dapat menyebabkan perbedaan pemahaman di antara siswa yang menggunakan perangkat dengan spesifikasi berbeda, sehingga memerlukan perhatian lebih dari pendidik dan pengembang teknologi AI. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam menyoroti tantangan dan peluang penerapan AI dalam pendidikan. Rekomendasi yang diberikan meliputi standarisasi penggunaan AI dalam kelas serta pengembangan model AI yang lebih konsisten dalam memberikan respons di berbagai perangkat. Dengan demikian, keadilan dan efektivitas pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan dapat terus ditingkatkan).Kata Kunci: ChatGPT; variasi jawaban; kecerdasan buatan; pendidikan menengah; spesifikasi perangkat
Penentuan Jalur Kritis Dalam Manajemen Proyek Pada Pembangunan Gedung Convention Hall And Exhibition Center UPI Labaika, Putri Dzydzykry Siti; Rahayu, Sri; Rahayu, Diana
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 2 (2025): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i2.200

Abstract

AbstractProject management is the planning, organizing, directing, and controlling of a company's resources to achieve predetermined short-term goals that have been set by top-level management. This definition emphasizes that project management includes a variety of processes that integrate a company's resources to achieve specific project goals. In a project, there are various options that can be used to do scheduling. One form of scheduling is by using the CPM method. The purpose of this study is to find out the critical path in the UPI Convention Hall and Exhibition Center Building Construction project. The critical path method, or CPM, is a method that can be used in project planning and supervision. In this study, the author is interested in discussing the analysis of the critical path in the construction of the UPI Convention Hall and Exhibition Center Building using the CPM method. This study uses a quantitative descriptive approach with secondary data in the form of an S-curve. Therefore, the creation of CPM network diagrams must have the longest duration according to the plan. Based on the results of the research, it was obtained that the critical path in the construction of the UPI Convention Hall and Exhibition Center Building occurred in two paths or in two work activities, namely in CA – B.II.2 activities where these activities were in standard architecture activities and in roof cover structure activities with a duration of 147 days and 63 days respectively, therefore the total duration acquisition was in accordance with the project plan, which was 210 days.Keywords:Construction Management; CPM; Critical Path; ProjectAbstrakManajemen proyek adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya perusahaan untuk mencapai tujuan jangka pendek yang telah ditentukan yang telah ditetapkan oleh manajemen tingkat atas. Definisi ini menekankan bahwa manajemen proyek mencakup berbagai proses yang mengintegrasikan sumber daya perusahaan untuk mencapai tujuan proyek tertentu. Pada sebuah proyek terdapat beragam pilihan yang dapat digunakan untuk melakukan penjadwalan. Salah satu bentuk penjadwalan adalah dengan menggunakan metode CPM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jalur kritis pada proyek Pembangunan Gedung Convention Hall and Exhibition Center UPI. Metode jalur kritis atau CPM, merupakan metode yang dapat digunakan dalam perencanaan serta pengawasan proyek. Pada penelitian kali ini penulis tertarik untuk membahas mengenai analisa terhadap jalur kritis pada Pembangunan Gedung Convention Hall and Exhibition Center UPI dengan menggunakan metode CPM. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa kurva S. Pada Pembangunan Gedung Convention Hall and Exhibition Center UPI ini direncanakan akan selesai dalam kurun waktu 210 hari. Maka dari itu pembuatan diagram jaringan CPM harus memiliki durasi paling lama sesuai dengan perencanaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh jalur kritis pada Pembangunan Gedung Convention Hall and Exhibition Center UPI ini terjadi pada dua jalur atau pada dua aktivitas pekerjaan, yaitu pada kegiatan CA – B.II.2 dimana kegiatan tersebut adalah pada kegiatan arsitektur standar dan kegiatan struktur penutup atap dengan masing masing durasi 147 hari dan 63 hari. Maka dari itu total perolehan durasi sudah sesuai dengan perencanaan proyek yaitu 210 hari.Kata Kunci:CPM; Jalur Kritis; Manajemen Konstruksi; Proyek 
Implementation of Low Impact Development (LID) for Urban Drainage Optimization and Flood Mitigation Amin, Rais; Rinanti, Astri; Kurniyaningrum, Endah; Anggraini, Dina Paramita; Assidik, Muhammad Luthfi
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 2 (2025): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i2.204

Abstract

AbstractThe frequent problems of flooding and waterlogging in Serang City are triggered by unpredictable rainfall patterns and the limited capacity of the drainage system. The increasing land-use changes and rapid development put additional pressure on the existing drainage channels, leading to excessive runoff and exacerbating the flood risks in several urban areas. This study aims to evaluate the implementation of Low Impact Development (LID) approaches to improve the performance of urban drainage systems in Serang City to reduce water runoff and enhance the capacity of the drainage system to handle the frequent flooding risks. Unpredictable rainfall patterns, combined with the limited capacity of drainage channels, have caused waterlogging and flooding in some areas of the city. Simulations using the Storm Water Management Model (SWMM) software indicate that the implementation of LID techniques, such as bioretention and permeable pavement, is effective in reducing runoff volume flowing into the drainage system and improving water flow efficiency. The simulation results show a reduction in the continuity error value of surface runoff from -0.62% to -0.38%, which is still within an acceptable limit. However, one channel still experiences waterlogging due to limited channel capacity and suboptimal slope. These findings suggest that LID implementation can be a long-term solution to address drainage and flooding issues in urban areas. This study also contributes significantly to designing more environmentally friendly drainage systems, taking into account the impacts of climate change and rapid urbanization. AbstrakMasalah genangan dan banjir yang sering terjadi di Kota Serang, dengan dipicunya perubahan pola curah hujan yang tidak menentu dan kapasitas sistem drainase yang terbatas. Meningkatnya perubahan tata guna lahan dan pembangunan yang pesat menambah tekanan pada saluran drainase yang ada, sehingga menyebabkan terjadinya limpasan air yang berlebihan dan memperburuk risiko banjid ri beberapa kawasan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan pendekatan Low Impact Development (LID) dalam meningkatkan kinerja sistem drainase perkotaan di Kota Serang guna mengurangi limpasan air dan meningkatkan daya tampung sistem drainase terhadap potensi banjir yang sering terjadi. Perubahan pola curah hujan yang tak terduga, ditambah dengan kapasitas saluran drainase yang terbatas, menyebabkan terjadinya genangan dan banjir di beberapa area kota. Simulasi menggunakan perangkat lunak Storm Water Management Model (SWMM) menunjukkan bahwa penerapan LID, seperti bioretensi dan perkerasan berpori, efektif mengurangi volume limpasan yang mengalir ke dalam sistem drainase dan meningkatkan efisiensi aliran air. Hasil simulasi menunjukkan penurunan nilai continuity error pada surface runoff dari -0,62% menjadi -0,38%, yang masih berada di bawah batas yang dapat diterima. Meskipun demikian, terdapat satu saluran yang masih mengalami genangan karena kapasitas saluran terbatas dan kemiringan yang tidak optimal. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan LID dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah drainase dan banjir di perkotaan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi penting dalam merancang sistem drainase yang lebih ramah lingkungan, dengan mempertimbangkan dampak perubahan iklim dan urbanisasi yang cepat.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Animasi Pada Mata Pelajaran Dasar Kejuruan Kelas X TKJ Latena, Greys; Novian, Dian; Dwinanto, Arif; Latief, Mukhlisulfatih; Abdillah, Tajuddin; Dangkua, Eka Vickraien
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 2 (2025): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i2.196

Abstract

AbstractLearning media serve as a tool to facilitate the teaching and learning process, enabling learning objectives to be achieved effectively and efficiently. The learning medium that previously used in the teaching and learning process is considered less varied, as it primarily only relies on printed books and modules as learning resource. The objectives of this research are (1) to develop learning medium as a tool to support the learning process for students in the Basic Vocational subject for Class X of TKJ major at SMK Negeri 1 Kaidipang, and (2) to analyze the feasibility of learning medium through media feasibility tests conducted by material experts and media experts, as well as practicality tests by students as the users. This research used the RD method whit the 4D development model. This learning product is designed using Adobe Animate software. The research findings show that the developed learning medium received a percentage score of 94.38% from material experts, categorized as very feasible; 90.21% from media experts, categorized as very feasible; and 94.89% from user tests, categorized as excellent. Therefore, it can be concluded that the developed learning medium is considered feasible for use in the learning process, supporting teachers and students, particularly in understanding network media. Keywords:Basic vocational; learning medium; 4D model. AbstrakMedia pembelajaran berfungsi sebagai alat yang dapat membantu jalannya proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Media yang sebelumnya digunakan dalam proses belajara mengajar dapat dikatakan kurang bervariatif, karena hanya memanfaatkan sumber belajar dari buku cetak dan modul. Tujuan penelitian ini yakni (1) mengembangkan media pembelajaran sebagai alat bantu proses pembelajaran siswa pada mata pelajaran Dasar Kejuruan kelas X TKJ di SMK Negeri 1 Kaidipang, (2) untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran melalui uji kelayakan media oleh ahli materi dan ahli media, serta uji coba kepraktisan media oleh penggunanya yaitu siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu RD dengan menggunakan model pengembangan 4D. Produk pembelajaran ini perancangannya memanfaatkan software Adobe Animate. Hasil penelitian terhadap media pembelajaran yang dikembangkan yaitu ahli materi memperoleh nilai persentase sebesar 94,38% dengan kategori sangat layak, ahli media memperoleh nilai persentase sebesar 90,21% dengan kategori sangat layak, dan hasil uji pengguna memperoleh nilai persentase 94,89% dengan kategori sangat baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran, guna mempermudah guru dan siswa pada proses pembelajaran, terutama tentang media jaringan. Kata Kunci:Dasar kejuruan; media pembelajaran; model 4D
Optimalisasi Keamanan Aplikasi Penerimaan Bantuan Dana Pendidikan Pemerintah Daerah (PEMDA) Fakfak Menggunakan WAF Basri, Hasan; Mualo, Ardhyansyah; Andrian, Pieter; Sakinah, Nur
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 1 (2025): August
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i1.206

Abstract

AbstractThe development of human potential is greatly facilitated by education, which enables individuals to enhance their abilities through acquired learning experiences. However, a prominent issue within the Indonesian education system is the considerable cost associated with academic activities. In response to this challenge, the Fakfak Regional Government has implemented a financial assistance program, providing support to 1,500 students pursuing education both within Fakfak Regency and in external locations. Currently, the application and administration procedures for these educational grants are managed manually by the Welfare Department. This conventional approach, encompassing tasks such as the verification, archiving, and validation of documents, is notably time-consuming, primarily due to the large volume of accumulated data. This research has two main objectives: firstly, to simplify the process used by local governments in managing education fund assistance, thereby promoting greater transparency and accountability; secondly, to enhance the security of the online platform against cyber threats. For the website development, a waterfall methodology was adopted, with security enhancements implemented through the utilization of the Damn Vulnerable Web App (DVWA) framework, considering cost-effectiveness and temporal efficiency. The application's resilience was rigorously evaluated through a series of penetration tests. These assessments involved examining the efficacy of the Web Application Firewall (WAF) in both active and inactive conditions, as well as simulating various cyber-attacks, including SQL injection, Cross-Site Scripting (XSS), command injection, and brute-force exploits. The results obtained from this research indicate that the integration of a WAF significantly enhances the application's resilience against cyber attacks. It was observed that vulnerabilities that could be successfully exploited in the absence of an active WAF, such as SQL Injection and XSS, were effectively identified and mitigated once the WAF was enabled. Further analytical examination, utilizing frameworks such as attack trees, has substantiated the WAF's capacity to provide comprehensive protection against various attack methodologies targeting web-based applications. Therefore, the web-based portal designed for the Fakfak Regional Government's education assistance initiative is expected to simplify the experience for prospective grant recipients, enabling them to access relevant information and submit their applications with greater ease. AbstrakPendidikan merupakan suatu cara bagi manusia untuk mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran yang diperolehnya. Namun salah satu permasalahan dalam dunia pendidikan Indonesia adalah biaya pendidikan. Pemerintah Daerah Fakfak memberikan bantuan dana pendidikan kepada 1.500 mahasiswa baik yang kuliah di luar Fakfak maupun yang kuliah di dalam Kabupaten Fakfak. Proses pengajuan dan pengelolaan dana bantuan pendidikan saat ini dilakukan secara manual oleh bidang Kesra yaitu pengecekan, penyimpanan, dan validasi berkas yang memakan banyak waktu karena penumpukan data. Penelitian ini memiliki 2 tujuan utama: 1) untuk memudahkan pemerintah daerah dalam mengelola bantuan dana pendidikan secara transparan dan akuntabel. 2) Untuk menjamin keamanan website dari serangan.  Metode yang penulis gunakan dalam pengembangan website adalah waterfall, optimalisasi keamanan menggunakan  Damn Vulnerable Web App (DVWA) cost dan metric time. Untuk mengukur ketangguhan aplikasi, dilakukan beberapa kali pengujian yaitu melakukan eksploitasi dengan kondisi Web Application Firewall (WAF) nonaktif/aktif, eksploitasi sql injection, eksploitasi XSS, command injection dan eksploitasi brute force. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WAF secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan aplikasi terhadap serangan. Eksploitasi yang berhasil dilakukan saat WAF nonaktif, seperti SQL Injection dan XSS, terbukti dapat dideteksi dan dicegah ketika WAF diaktifkan. Analisis lebih lanjut menggunakan kerangka kerja seperti attack tree mengkonfirmasi bahwa WAF memberikan perlindungan yang efektif terhadap berbagai model serangan yang pada aplikasi web. Aplikasi penerimaan bantuan dana pendidikan PEMDA Fakfak Berbasis Web dapat memudahkan calon penerima bantuan pendidikan untuk menerima informasi dan mengajukan bantuan pendidikan dengan lebih mudah. 
Implementasi Kurikulum Industri Dengan Pendekatan Competency-Based Training Pada Desain Komunikasi Visual Permatasari, Karina; Tinus, Agus; Wurianto, Arif Budi
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 1 (2025): August
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i1.210

Abstract

AbstractThe rapid development of technology and the needs of the creative industry require the alignment of vocational school curriculum, specifically in visual communication design, with the demands of the job market. This study aims to analyze the planning, implementation, and challenges of industry-based curriculum using a competency-based training approach in producing competent graduates. This is a qualitative descriptive study using a case study design, with data sources including semi-structured in-depth interviews, participatory observation, and document analysis as data collection techniques. Data analysis techniques include the miles and huberman model, triangulation of sources, and methods for testing data validity. The research subjects consisted of three individuals: the curriculum vice principal, the program head, and the visual communication design teacher, with the school principal serving as the key informant. The research findings implementing an industry-based curriculum using a competency-based training approach involves synchronisation between the school and industry to formulate learning outcomes in the fields of content creation, reprographics, and branding. Learning is conducted using the project-based learning method integrated with field work practice and skill evaluation through competency-based skills testing in collaboration with industry. This implementation successfully enhances students' 21st-century competencies such as collaboration, communication, critical thinking, and creativity. This study emphasizes the importance of improving facilities, teacher training, and collaboration with industry to produce competent and adaptive graduates.Keywords:Competency-based training; Visual communication design; Industry curriculum; Student competency AbstrakPerkembangan teknologi dan kebutuhan industri kreatif yang pesat menuntut penyelarasan kurikulum SMK, khususnya di bidang desain komunikasi visual dengan kebutuhan pasar kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan tantangan kurikulum berbasis industri dengan pendekatan competency-based training dalam menghasilkan lulusan yang kompeten. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan rancangan penelitian menggunakan metode studi kasus (case study), sumber data menggunakan wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Teknik analisis data menggunakan miles and huberman model dan triangulasi sumber serta teknik untuk uji keabsahan data. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang, yaitu waka kurikulum, kepala program, dan guru pengajar desain komunikasi visual serta kepala sekolah menjadi informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum berbasis industri dengan pendekatan competency-based training ini melibatkan sinkronisasi antara sekolah dan industri untuk merumuskan capaian pembelajaran pada bidang content creator, reprographics, dan branding. Pembelajaran dilakukan dengan metode project-based learning yang terintegrasi dengan praktik kerja lapangan dan evaluasi keterampilan melalui uji kompetensi keahlian bersama industri. Implementasi ini berhasil meningkatkan kompetensi abad ke-21 siswa seperti kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan fasilitas, pelatihan guru, dan kolaborasi dengan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif.Kata Kunci:Competency-based training; Desain komunikasi visual; Kurikulum industri; Kompetensi siswa

Page 9 of 11 | Total Record : 102