cover
Contact Name
Pandu Prabowo W
Contact Email
panduprabowo@fkip.uisu.ac.id
Phone
+6281271579499
Journal Mail Official
best@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)
ISSN : 26148064     EISSN : 26544652     DOI : https://doi.org/10.30743/best
Jurnal BEST (Journal of Biology Education, Science & Technology) memuat tentang artikel hasil penelitian dan Kajian Konseptual Bidang Pendidikan, Sains Biologi, Pendidikan Biologi, dan Teknologi Pendidikan ataupun Teknologi Sains di bidang Biologi. Terbit 2 kali setahun pada bulan Januari s/d Juni dan Juli s/d Desember.
Articles 2,344 Documents
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS THIAMFENIKOL DAN CEFIXIME PADA DEMAM TIFOID PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT TENTARA TK IV 01.07.01 PEMATANGSIANTAR Friska Novelina Sinaga; Rafia Sari Lubis; Wilson Samosir
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12414

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas antibiotik Thiamfenikol dan Cefixime pada pasien demam tifoid yang menjalani perawatan inap di Rumah Sakit Tentara Tk. IV 01.07.01 Pematang Siantar. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi perbedaan efektivitas kedua antibiotik tersebut dalam menurunkan jumlah leukosit, mengurangi suhu tubuh, serta memperbaiki kondisi klinis pasien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan retrospektif komparatif. Data diperoleh dari rekam medis sebanyak 100 pasien, di mana 50 pasien mendapatkan terapi Thiamfenikol dan 50 pasien lainnya menerima Cefixime, sesuai dengan kriteria inklusi yang ditetapkan. Karakteristik pasien menunjukkan sebagian besar berjenis kelamin perempuan (54%), dengan kelompok usia terbanyak berada dalam rentang 19-27 tahun (43%). Evaluasi efektivitas terapi dilakukan melalui tiga variabel utama, yaitu jumlah leukosit, suhu tubuh, dan kondisi klinis (terdiri dari gejala batuk, mual, muntah, dan sesak napas) yang diukur sebelum dan setelah pengobatan. Analisis statistik menggunakan uji Mann–Whitney U mengungkapkan bahwa penurunan jumlah leukosit pada pasien yang mendapatkan Thiamfenikol lebih signifikan dibandingkan pasien yang dirawat dengan Cefixime (p= 0,000; mean rank Thiamfenikol = 37,62). Sebaliknya, Cefixime menunjukkan hasil yang lebih baik dalam menurunkan suhu tubuh secara signifikan (p = 0,045; mean rank Cefixime = 46,15). Namun tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara kedua jenis antibiotik dalam hal perbaikan kondisi klinis secara keseluruhan (p > 0,05). Kesimpulannya, Thiamfenikol lebih menunjukkan keunggulan dalam menurunkan jumlah leukosit, sedangkan Cefixime lebih efektif dalam mengurangi suhu tubuh. Efektivitas keduanya terhadap gejala klinis pasien dianggap setara. Hasil ini menegaskan pentingnya pemilihan antibiotik yang disesuaikan dengan fokus indikator klinis utama dalam terapi pasien demam tifoid.
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 4 – 5 TAHUN DI RA NURUL AFIFAH WRINGINANOM Ning Jamila Wati; Indriana Warih Windasari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan tradisional engklek dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4–5 tahun di RA Nurul Afifah Wringinanom. Permainan engklek dipilih karena aktivitasnya melibatkan gerakan melompat, mengangkat kaki, menjaga keseimbangan, serta koordinasi tubuh yang sangat penting bagi perkembangan motorik anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 13 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik kasar yang cukup signifikan pada setiap siklus. Pada pra-tindakan, hanya 4 dari 13 anak (31%) yang mencapai indikator perkembangan. Pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 7 anak (54%), meskipun beberapa anak masih terlihat kurang stabil saat melompat. Pada siklus II, kemampuan anak meningkat lebih optimal menjadi 11 anak (85%), dan mereka mampu melompat dengan satu kaki, mengikuti pola kotak, serta mengoordinasikan gerakan tubuh dengan lebih baik. Dengan demikian, permainan tradisional engklek terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mampu meningkatkan motorik kasar anak usia dini
Uji Efektivitas Antibakteri Sediaan Face Mist Ekstrak Biji Pepaya California (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Gram Positif Puji Lestari; Loisa Kristina Saragih; Firdaus Fahdi; Faisal Yusuf; Herviani Sari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13373

Abstract

Latar Belakang : Biji papaya (carica papaya L.) memiliki senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan Face mist spray Ekstrak etanol Biji papaya (carica papaya L.) Pada konsentrasi 15%,18%dan 20%. Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan melakukan pengujian parameter parameter uji evaluasi fisik sediaan face mist spray yang meli puti uji organoleptic, uji homogenitas, uji ph, uji viskositas, uji waktu kering. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram dengan 3 kali pengulangan. Hasil aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode one-way ANOVA di lanjut dengan uji Post hoc Tukey HSD Hasil penelitian yang di dapatkan pada bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidi.dengan metode difusi cakram. Hasil uji ekstrak etanol biji pepaya dengan zona hambat tertinggi terhadap bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 20% dengan zona hambat 21,79 mm sangat kuat. ekstrak etanol biji pepaya dengan zona hambat tertinggi terhadap bakteri Staphylococcus epidermidi pada konsentrasi 20% dengan zona hambat 20,81 mm yaitu saangat kuat, sedangakan pada bakteri Staphylococcus aureus ekstrak etanol biji pepaya dengan zona hambat tertinggi dengan diameter zona hambat yaitu 17,40 mm dengan kategori kuat.Verietas yang memberikan zona hambat tertinggi adalah ekstrak etanol biji pepaya (carica papaya L). Terhadap bakteri Propionibacterium acnes
Analisis Gaya Mengajar Guru IPA Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik kelas VII SMP Katolik Adisucipto Penfui Nusa Tenggara Timur Gabriel Sawu; Hildegardis Missa; Aloysius Djalo; Yuliana A. Letok
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11594

Abstract

This study aims to analyze the teaching style of science teachers in relation to the learning motivation and activity of Grade VII D students at SMP Katolik Adisucipto Penfui, East Nusa Tenggara. The research method used is descriptive quantitative, with purposive sampling technique. The instrument used is a Likert scale questionnaire. This study focuses on three main variables: the teaching style of science teachers, learning motivation (interest, attention, willingness, and learning goals), and learning activity (participation, activeness in discussion, and task completion). The results show that the science teacher’s teaching style is generally rated very positively by the students. The teacher is considered capable of explaining the material clearly, using a variety of learning media, and creating positive interaction during the learning process. Furthermore, students’ learning motivation is categorized as high, as indicated by their enthusiasm for learning, desire to achieve, and efforts to complete tasks independently. Students' learning activity is also classified as active, marked by participation in discussions, asking questions, and taking notes effectively.
PENERAPAN METODE BERCERITA MENGGUNAKAN BONEKA TANGAN DALAM MENINGKATKAN NILAI MORAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI ERA DIGITAL Arfiyani Wulandari; Indriana Warih Windasari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai moral anak usia 5-6 tahun di RA Misbahut Tholibin yang menghadapi tantangan penggunaan bahasa tidak santun akibat paparan media digital, melalui penerapan metode bercerita menggunakan boneka tangan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, melibatkan 10 subjek anak Kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai moral anak dari pra-tindakan hingga Siklus II. Pada Siklus I, persentase anak yang mencapai kriteria keberhasilan (BSH/BSB) baru mencapai sekitar 60-70%. Setelah dilakukan perbaikan tindakan di Siklus II, persentase keberhasilan mencapai 80% pada seluruh indikator, termasuk Ketaatan, Kejujuran, dan Kesantunan. Temuan kualitatif kunci menunjukkan adanya  internalisasi nilai kepedulian pada anak, dibuktikan dengan inisiatif anak untuk memberitahu guru ketika ada temannya yang menggunakan kata-kata kotor/kasar. Disimpulkan bahwa metode bercerita menggunakan boneka tangan efektif sebagai strategi penguatan moral dan penanggulangan dampak negatif era digital
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL PADA MATERI EKOSISTEM DI MAS AL-WASHLIYAH 22 TEMBUNG Ananda Adilla; Zahara Ain Nur Syahru; Nur Alifah Fitriyana; Ratih Indah Sundari; Widya Arwita; Rizal Mukra
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13890

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan media pembelajaran digital dalam meningkatkan kualitas pembelajaran biologi, khususnya pada materi ekosistem yang bersifat kompleks dan membutuhkan visualisasi. Namun, pemanfaatan media digital di sekolah masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media pembelajaran digital pada materi ekosistem di MAS Al-Washliyah 22 Tembung, meliputi tingkat pemanfaatan, efektivitas, serta kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap guru biologi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran digital seperti video pembelajaran dan bahan bacaan digital telah digunakan, namun masih bersifat terbatas dan belum terintegrasi secara sistematis dalam pembelajaran. Penggunaan media digital terbukti mampu meningkatkan minat, keterlibatan, dan pemahaman siswa terhadap materi ekosistem. Namun demikian, terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas, waktu pembelajaran, serta kesiapan siswa dalam memanfaatkan teknologi. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran digital memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran biologi, namun perlu didukung oleh perencanaan yang lebih sistematis serta peningkatan sarana dan prasarana
Pengetahuan Ibu Yang Mempunyai Bayi Tentang Bayi Renang (Baby Swim) Dalam Perkembangan Motorik Rosmainun Rosmainun; Rika Apripan; Wiwi Wardani Tanjung
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12069

Abstract

Laporan Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan tentang Profil Kesehatan Kota Padangsidimpuan menunjukkan jumlah bayi baru lahir di Pijorkoling sebanyak 615 kelahiran hidup, Padangmatinggi 942 bayi, sebanyak 469 bayi. Kebiasaan bayi diajak berenang merupakan hal yang tidak terlalu umum. Namun, orang tua tidak perlu khawatir, karena bayi lebih mudah belajar berenang dibandingkan orang dewasa. Hal ini karena berenang sendiri merupakan naluri alami bayi dan bayi belum mengenal hal-hal yang ditakutkan oleh orang yang lebih tua seperti faktor bahaya, bayi sangat menyukai air sehingga akan suka diajak berenang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu yang memiliki bayi tentang renang bayi dalam perkembangan motorik di Kelurahan V Kelurahan Sessionkal Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Tahun 2022. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan menggunakan total sampling sebanyak 31 responden, dipelajari berdasarkan umur, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, dan paritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas berpengetahuan kurang dengan usia 20-39 tahun sebanyak 24 orang (77,4%), mayoritas berpengetahuan kurang dengan pendidikan SMP-SMA sebanyak 10 orang (32,3%), mayoritas berpengetahuan kurang dengan pekerjaan rumah tangga yaitu sebanyak 28 orang (90,3%), mayoritas berpengetahuan kurang dengan paritas ibu multipara sebanyak 12 orang (38,7%), mayoritas berpengetahuan kurang dengan sumber Media Elektronik sebanyak 28 orang (90,3%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas ibu yang memiliki bayi kurang memiliki pengetahuan tentang renang bayi dalam perkembangan motoriknya, sehingga diharapkan kepada ibu yang memiliki bayi untuk meningkatkan pengetahuannya tentang manfaat melakukan renang bayi.
Efektivitas Penggunaan Media Interaktif Berbasis Permainan Edukatif Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Di Sekolah Dasar Pada Materi Sistem Pertumbuhan Pada Tanaman Syakira Rifdatun Naifah; Alfi Laila; Eka Futihatur Rohmah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13042

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media interaktif berbasis permainan edukatif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa sekolah dasar pada materi sistem pertumbuhan tanaman serta mengidentifikasi faktor‐faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA melalui empat tahap seleksi, yaitu identification, screening, eligibility, dan inclusion. Pencarian data dilakukan pada Google Scholar, ERIC, dan portal jurnal nasional dengan rentang tahun 2016–2024. Dari 54 artikel yang teridentifikasi, 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa media interaktif berbasis permainan edukatif terbukti efektif meningkatkan pemahaman konsep IPA, terutama pada materi pertumbuhan tanaman, dengan nilai N-Gain pada kategori sedang hingga tinggi (0,62–0,83). Media seperti Wordwall, permainan kuis digital, Augmented Reality (AR), dan game simulasi pertumbuhan tanaman membantu siswa memahami konsep abstrak melalui visualisasi dinamis dan interaksi langsung. Faktor yang memengaruhi efektivitas meliputi kualitas desain permainan (umpan balik instan, tantangan bertahap, visualisasi biologis), kompetensi guru dalam mengintegrasikan game dengan aktivitas belajar, serta dukungan perangkat teknologi sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan edukatif menjadi strategi pedagogis inovatif yang mampu meningkatkan pemahaman konseptual, motivasi, dan keterlibatan siswa sekolah dasar. Integrasi media game yang kontekstual, disertai peran guru sebagai fasilitator aktif, berkontribusi penting terhadap keberhasilan pembelajaran IPA sesuai arah Kurikulum Merdeka
EFEKTIVITAS GIBERALIN (GA3) DAN KALIUM PADA FASE GENERATIF TANAMAN BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) Syafrizal Hasibuan; Dermawan Dermawan; Ahmad Fadli Maulana Nasution; Hilda Yanti Torus Pane
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.14057

Abstract

Penelitian ini berjudul Efektivitas Giberalin (GA3) dan Kalium pada Fase Generatif Tanaman Buah Naga (Hylocereus polyrhizus). Penelitian ini dilaksanakan di Blok 5 Tinjowan, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara dengan ketinggian tempat ± 35 meter di atas permukaan laut dengan topografi datar. Pelaksanaan penelitian pada bulan Januari s/d Maret 2026. Penelitian dilakukan dengan. menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor Faktor pertama Giberalin dengan 3 taraf yaitu G0 = 0 ppm (kontrol) ; G1 = 25 ppm) dan G2 = 50 ppm Faktor kedua dosis pupuk kalium dengan 4 taraf, yaitu K0 = 0 ppm (kontrol); K1 = 1000 ppm ; K2 = 2000 ppm ; K3 = 3000 ppm) Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukkan Pe.mbe.rian giberalin (GA3) me.nunjukkan berbeda nyata pada semua peubah amatan. Perlakuan giberalin (GA3) dengan konsentrasi 50 ppm (G2) menunjukkan jumlah buah yaitu 21,92 buah ; berat buah per tanaman sampel yaitu 3,04 kg; diameter buah per tanaman sampel yaitu 9,68 mm. Pe.mbe.rian kalium me.nunjukkan berbeda nyata pada semua peubah amatan. Pemberian pupuk K dengan konsentrasi 3000 ppm (K3) menunjukkan jumlah bunga sebanyak 40,33 kuntum; jumlah buah terbanyak yaitu 21,78 buah; diameter buah yaitu 10,60 mm; berat buah per tanaman sampel yaitu 2,65 kg. Interaksi pe.mbe.rian giberalin (GA3) dan kalium me.nunjukkan tidak berbeda nyata te.rhadap se.mua parame.te.r amatan
PENGARUH DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) MELALUI MEDIA KALENDER TERHADAP KEPATUHAN PERAWATAN KAKI KLIEN DM TIPE 2 P, Winda Melisa; S, Juwita Kiki; Siboro, Sihat M; Sidabutar, Sondang; Fajar, Ibnu; Wahyanto, Tatin
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12361

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang membutuhkan manajemen jangka panjang, termasuk perawatan kaki untuk mencegah komplikasi seperti ulkus diabetik dan amputasi. Kepatuhan terhadap perawatan kaki masih menjadi tantangan, terutama karena kurangnya pengetahuan dan pengingat harian. Diabetes Self Management Education (DSME) adalah pendekatan edukatif yang bertujuan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengelola penyakitnya secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh DSME melalui media kalender terhadap kepatuhan perawatan kaki pada klien DM tipe 2.Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari 60 responden yang dibagi menjadi dua kelompok: intervensi (DSME dengan kalender) dan kontrol (edukasi verbal standar). Intervensi dilakukan selama 4 minggu. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kepatuhan perawatan kaki dan lembar observasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan signifikan dalam kepatuhan perawatan kaki (p = 0,000), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (p = 0,087). Perbandingan antar kelompok menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,001). Media kalender terbukti efektif sebagai pengingat visual dan alat edukasi mandiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa DSME melalui media kalender berpengaruh positif terhadap peningkatan kepatuhan perawatan kaki pada klien DM tipe 2. Media ini dapat diintegrasikan dalam praktik keperawatan komunitas sebagai strategi edukatif yang murah, praktis, dan berdampak nyata