cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 295 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025" : 295 Documents clear
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PEMANFAATAN TOGA DI WILAYAH KELURAHAN KARANGASEM RW 04 Patandung, Rosliana; Khusna, Khotimatul; Megananda, Jeny
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.33974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi tentang Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat di Kelurahan Karangasem RW 04. Menggunakan metode quasi-experiment dengan desain pre-test dan post-test, penelitian ini melibatkan 50 peserta yang dipilih melalui Teknik purposive sampling. Program edukasi dilaksanakan selama bulan juli, dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai subjek utama. Edukasi meliputi pengenalan jenis-jenis tanaman herbal seperti jahe, junyit, temulawak, dan kencur, serta cara pengolahan dan manfaatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pre-test, hanya 14% peserta yang mencapai nilai 80-100 pada pre-test. Sedangkan nilai post-test program edukasi, 90% peserta mencapai nilai 80-100 menunjukkan peningkatan yang signifikan. Peningkatan ini mengindikasi bahwa program edukasi berhasul meningkatkan pemahaman peserta terhadap topik TOGA. Alat ukur yang digunakan adalah tes tertulis yang disusun untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian ini tidak hanya menegaskan pentingnya edukasi sebagai alat pemberdayaan Masyarakat, tetapi memberikan rekomendasi untuk pengembangan program serupa di komunitas lain. Aspek etika penelitian yang dijaga dengan baik melalui informed consent dan menghormati terhadap privasi peserta. Temuan ini diharapkan dapat mendorong implementasi program TOGA secara berkelanjutan untuk mendukung Kesehatan Masyarakat dan pelestarian sumber daya alam local.
ANALISIS SITUASI PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2023 Falah, Sadiah Nurul; Helda, Helda; Magdalena S, Purnama
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.36896

Abstract

Saat ini, Indonesia dihadapkan pada tantangan kesehatan berupa Triple Burden, salah satunya adalah munculnya kembali penyakit-penyakit yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi. Beberapa penyakit seperti difteri, tetanus, campak, rubella, dan polio mengalami peningkatan kasus di beberapa wilayah, termasuk Jawa Barat. Analisis situasi, diperlukan untuk mengidentifikasi masalah PD3I, termasuk penyebab dan faktor yang mempengaruhi, serta menentukan prioritas masalah kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Jawa Barat menggunakan metode assessment dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2023. Penentuan prioritas masalah menggunakan metode PAHO-Adopted Hanlon melibatkan 3 responden dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan 67 petugas Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Pandemi covid-19 menyebabkan peningkatan kasus PD3I di Jawa Barat, diantaranya ditemukan 1 kasus polio (VPDP) di Purwakarta. Pada tahun 2023, terdapat peningkatan kasus campak tiga kali lipat di tahun sebelumnya ada sebanyak 6598 kasus. Jumlah kasus difteri meningkat dua kali lipat didapatkan sebanyak 275 kasus dengan 22 kasus kematian. Nilai CFR sebesar 8%. Terdapat sebanyak 360 kasus pertussis dan kasus tetanus neonatorum sebanyak 7 kasus dengan nilai CFR sebesar 42,8%. Masalah utama penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) di Jawa Barat adalah campak, dengan skor prioritas tertinggi (20,11), diikuti Difteri (15,99) dan Polio (14,89) berdasarkan metode PAHO Adopted Hanlon. Campak menjadi prioritas utama karena peningkatan kasus yang signifikan, tingginya penularan, cakupan imunisasi rendah, dan faktor-faktor seperti keterbatasan fasilitas kesehatan dan penolakan imunisasi. Perlu penanggulangan meliputi penguatan surveilans, imunisasi, deteksi dini dan edukasi masyarakat
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA AKSEPTOR KB IMPLAN yuliawati, eni; Husna, Husna; Veriyani, Frenstika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38448

Abstract

Jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu masalah di dunia dan dapat menjadi beban negara dalam pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi, Kontrasepsi implant dapat menjadi salah satu pilihan metode kontrasepsi jangka panjang yang sangat efektif untuk mencegah kehamilan, Salah satu kendala penggunaan KB Implan adalah kecemasan. Kecemasan yang terjadi dapat diatasi dengan terapi non farmakologi yang dilakukan untuk mengurangi tingkat kecemasan sebelum dilakukan pemasangan implant yaitu dengan aromaterapi lavender.Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pada akseptor KB Implan. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen design one group pretest-posttest, populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 orang dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian tingkat kecemasan Pengaruh pemberian terapi aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan akseptor KB implan diperoleh p-value 0,000 artinya ≤ 0,05 dengan skor ratarata keceemasan sebelum diberikan aromaterapi lavender sebesar 2,93 dan rata-rata skor kecemasan setelah diberikan aromaterapi lavender sebesar 1,17sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pada akseptor KB Implan.
THE APPEAL OF VITAMIN D SUPPLEMENTATION IN ATOPIC DERMATITIS TREATMENT FOR CHILDREN : A LITERATURE REVIEW Qualisa, Prafidina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38506

Abstract

Dermatitis atopik (DA) adalah penyakit kulit yang umum terjadi pada anak-anak, yang menyebabkan kulit meradang, gatal, bersisik, dan kering. DA mempengaruhi 15-20% populasi anak di dunia. DA dapat menurunkan kualitas hidup, terutama pada kasus yang parah. Kulit gatal menyebabkan gangguan tidur, baik pada anak maupun orang tua, rasa malu, biaya pengobatan dan rendahnya produktivitas secara keseluruhan. Oleh karena itu, tinjauan literatur ini bertujuan untuk menyelidiki secara komprehensif daya tarik suplementasi vitamin D sebagai pilihan pengobatan tambahan terhadap DA. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengetahui peran vitamin D dalam pengobatan DA dengan mengumpulkan dan menganalisis temuan terkini dalam literatur ilmiah. Penelitian mengambil sumber database akademis dari Pubmed, Science Direct, dan Chocrane dengan menggunakan kata kunci yang relevan seperti “vitamin D”, “kalsiferol”, “dermatitis atopik”, dan “anak-anak” yang setelah dilakukan screening diambil 11 artikel untuk dianalisis lebih lanjut. . Pasien DA umumnya memiliki kadar serum vitamin D yang lebih rendah dan pasien dengan kadar serum 25(OH)D yang lebih rendah lebih mungkin menderita DA sedang dan berat. Vitamin D oral (1000-1600 IU/hari) secara signifikan meningkatkan gejala klinis dan mengurangi keparahan penyakit berdasarkan indeks SCORAD. Pemahaman mendalam tentang manfaat suplementasi vitamin D dalam pengobatan DA pada anak-anak adalah penting untuk pengembangan strategi terapi DA, terutama dengan mempertimbangkan dosis, usia, wilayah geografis, karena pengobatan DA yang memadai pada anak-anak dapat mencegah perkembangan lebih lanjut. dari pawai atopik.
KELAINAN DUKTUS MULERIAN PADA PEMERIKSAAN HISTEROSALPINGOGRAFI (HSG) DI RS PROF OERAH Dewi, Putu Yuni Asmara; Dewi, Putu Utami; Margiani, Ni Nyoman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.39314

Abstract

Infertilitas adalah masalah kesehatan yang sering dialami pasangan suami istri, di mana kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup, terutama pada wanita. Salah satu penyebab utama infertilitas pada wanita adalah kelainan bawaan pada uterus, yang dikenal dengan kelainan duktus mulerian. Kelainan ini terjadi akibat malformasi embriologis yang melibatkan proses formasi, fusi, atau reabsorpsi dari duktus mulerian selama perkembangan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelainan duktus mulerian yang dapat mempengaruhi kesuburan wanita, khususnya yang terdeteksi melalui pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan mengambil sampel 130 pasien wanita dengan keluhan infertilitas primer di RS Prof. Ngoerah. Data diperoleh melalui pemeriksaan HSG untuk mengidentifikasi kelainan struktural uterus seperti uterus bikornu, arcuata, septa, dan didelphys. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelainan duktus mulerian ditemukan pada kurang dari 1% dari total kasus infertilitas yang diperiksa, dengan empat jenis kelainan yang teridentifikasi dari tujuh jenis yang ada. Penanganan dini berdasarkan hasil diagnosis HSG dapat meningkatkan peluang keberhasilan reproduksi, baik melalui intervensi bedah maupun pendekatan konservatif, tergantung jenis kelainannya. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pemeriksaan HSG dalam penegakan diagnosis dan pengelolaan infertilitas yang disebabkan oleh kelainan duktus mulerian, serta perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas metode diagnostik alternatif.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KELURAHAN OESAPA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG Wabang, Henny Yanti; Purnamaningrum, Yuliasti Eka; Santi, Mina Yumei
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40172

Abstract

Cakupan ASI Eksklusif di Kota Kupang tahun 2018 (23,3%), pada tahun 2020 (41,86%), cakupan ini paling terendah dari 11 Puskesmas di Kota Kupang. Keberhasilan pemberian ASI Eksklusif sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Tujuan: Menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Metode: Penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan bulan Maret 2022. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi umur 6-11 bulan di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling berjumlah 91 orang. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan Chi square. Hasil: Sebagian besar responden tidak memberikan ASI Eksklusif berusia 20 sampai 35 tahun (58,0%), primipara (62,5%), pendidikan SMA (51,1%), tidak bekerja (58,3%).Responden sebgaian besar tidak memberikan ASI Eksklusif (57,1%) dan responden tidak memberikan ASI Eksklusif mendapatkan dukungan keluarga kurang baik (91,1%) dan yang memberikan ASI Eksklusif mendapatkan dukungan keluarga baik (97,1%). Hubungan bermakna antara dukungan keluarga meliputi dukungan emosional, informasional, instrumental dan penghargaan dengan pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Oesapa Kecamatan kelapa Lima Kota Kupang dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Oesapa Kecamatan kelapa Lima Kota Kupang. Disarankan Kabid KESGA membuat program pelatihan Konselor ASI dengan melibatkan keluarga secara langsung di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.
OPTIMALISASI PELAKSANAAN INVESTIGASI KONTAK SERUMAH DALAM PENCEGAHAN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN SERANG TAHUN 2024 Sofiani, Rizka; Pramudho, Kodrat; Fitriadi, Rahmat
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40174

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masalah kesehatan dan tantangan global dimana Indonesia menduduki peringkat ke-2 setelah India untuk insiden TBC. Pelaksanaan Investigasi Kontak mempunyai dua fungsi salah satunya untuk memperkuat penemuan orang yang terinfeksi dan mencegah penularan TBC. Tujuan telaah Untuk mengetahui mendalam Optimalisasi Pelaksanaan Investigasi Kontak Serumah Dalam Pencegahan Tuberkulosis di Kabupaten Serang Tahun 2024, Metode penelitian eksploratif dengan pendekatan Kualitatif sampel 2 Puskesmas dengan informan 12 orang. Hasil Penelitian terfokus pada 3 kebijakan sudah terimplementasikan dengan adanya regulasi tentang tim percepatan Penanggulangan Tuberkulosis dan HIV-AIDS, di upayakan pemenuhan fasilitas, mendekatkan akses layanan Laboratorium TCM , pemenuhan Sumber Daya Manusia dan dukungan penganggaran. Pengelolaan Program belum optimal terlihat dari capaian tahun 2023 Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kontak serumah pengelolaan manajemen program belum terkoordinatif dengan baik yang masih di kerjakan terfokus pengelola program belum team kerja, pencatatan dan pelaporan lewat SI TB belum maksimal terlaporkan tepat waktu. Investigasi Kontak serumah belum optimal dimana kader masih tergantung pada penjadwalan pengelola program, minimnya edukasi kader pada keluarga, dukungan keluarga terhadap penderita TB, belum pahamnya keluarga terhadap pentingnya Pengawasan Minum Obat (PMO). Penganggaran kolaboratif program, edukasi massif melalui inovasi Strategi Eliminasi TB mulai dari keluarga), optimalkan SI TB sebagai sistem terintegratif antara petugas kesehatan dan kader.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN TIN (FICUS CARICA) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA INFEKSI MULUT Syamsu, Rachmat Faisal; Rachman, Moch. Erwin; Nuryanti, Siska; Akbar, Muhammad Alief; Ancha, Annisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40256

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit yang sering terjadi, baik yang menginfeksi anggota tubuh maupun pada rongga mulut. Hasil Riskesdas tahun 2018 bahwa proporsi masalah gigi dan mulut di Indonesia  sebanyak 57,6% tahun 2018 dengan proporsi terbesar adalah karies (45,3%). Infeksi rongga mulut di picu bakteri dominan Streptococci yakni spesies Streptococcus mutans. Di era sekarang perkembangan penelitian tentang kandungan dan manfaat pohon tin, baik daun, buah maupun akarnya sangat banyak. Ekstrak daun tin (Ficus carica .L) mengandung zat aktif seperti flavonoid, tanin, dan terpenoid telah dikenal memiliki potensi antibakteri. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin melakukan penelitian untuk melihat aktivitas ekstrak Daun Tin (Ficus Carica) sebagai antibakteri pada infeksi mulut yang belum pernah dilakukan sebelumnya dengan melibatkan mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian desktiptif yang dilakukan dengan cara mengukur diameter zona hambat pada aktivitas antibakteri pada mulut seperti Streptococcus mutans. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi dan dilusi agar di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Farmasi UMI. Hasil penelitian menemukan bahwa yakni nilai minimum inhibitor concentration (mic) yg dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yaitu konsentrasi 6,4% dan Nilai minimum bactericidal concentration (mbc) yg dapat membunuh pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yaitu konsentrasi 12,8%. Sedangkan untuk konsentrasi terbaik dari ektrak etanol daun tin terhadap bakteri Streptococcus mutans ada pada konsentrasi 40% dengan diametar zona hambat 20,7 mm. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat efek antibakteri dari ekstrak daun tin (Ficus carica) terhadap infeksi yang disebabkan bakteri di mulut yaitu Streptococcus Mutans (sm).
ANALISIS PEMETAAN TERHADAP POLUTAN SO₂ DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEJADIAN BBLR DI KOTA PALEMBANG PADA 2020-2023 Qotrunnada, Kamila Sabina; Septiawati, Dwi; Putri, Dini Arista; Purba, Imelda Gernauli
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40299

Abstract

Data dari BPS menunjukkan jumlah kasus Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Palembang pada tahun 2021 mencapai 2.015 kasus, tertinggi dibandingkan daerah lain. Salah satu faktor penyebab BBLR adalah paparan polusi udara, termasuk SO2. Paparan SO2 selama kehamilan dapat memicu peradangan pada paru-paru dan plasenta, yang berperan penting dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin. Penurunan fungsi plasenta akibat paparan ini dapat meningkatkan risiko BBLR. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi bertujuan untuk menganalisis dugaan keterkaitan antara polusi SO2 dengan kasus BBLR di Palembang menggunakan pendekatan spasial. Data diperoleh dari Profil Dinkes Kota Palembang, DLH Kota Palembang, dan Bappeda Kota Palembang. Penelitian dilakukan di tujuh kecamatan, dengan pemetaan menggunakan Quantum GIS. Analisis overlay digunakan untuk mengaitkan konsentrasi SO2 (2019-2022) dengan kasus BBLR (2020-2023). Disimpulkan setelah dilakukan overlay antara kasus konsentrasi SO2  dan BBLR ditemukan adanya keterkaitan antara konsentrasi polutan SO2 dengan kasus BBLR di Kecamatan Plaju pada tahun 2021-2022 dan Kecamatan Ilir Timur III tahun 2022, namun secara umum tidak ditemukan adanya keterkaitan antara konsentrasi polutan SO2 dengan kasus BBLR. Kasus BBLR di kecamatan Plaju dan Ilir Timur I cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya, dimulai dari tahun 2020-2023. Konsentrasi polutan SO2 tertinggi pada periode 2019-2022 terdapat pada Kecamatan Kertapati dengan hasil pengukuran 59 μg/NM3/jam dan Kecamatan Plaju sebesar 57 μg/NM3/jam.
FAKTOR RISIKO TERJADINYA PERDARAHAN PASCAPERSALINAN DI RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA Utami, Reyhanna Rizqi; Rahayuningsih, Faizah Betty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40342

Abstract

Perdarahan postpartum (PPH) adalah penyebab utama kematian ibu di dunia, termasuk di Indonesia, dengan atonia uteri sebagai salah satu faktor penyebab utama. Atonia uteri terjadi ketika rahim gagal berkontraksi setelah persalinan, menyebabkan perdarahan yang berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian PPH, dengan fokus pada atonia uteri, serta strategi pencegahannya. Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan pendekatan kuantitatif yang menganalisis berbagai referensi dari artikel, jurnal, dan laporan yang relevan. Jumlah sampel sebanyak 200 catatan medis ibu nifas di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2022-2024 yang terbagi dalam 100 kasus perdarahan dan 100 kontrol tanpa perdarahan, pengambilan data dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor risiko utama PPH meliputi usia ibu yang ekstrem (terlalu muda atau terlalu tua), riwayat persalinan sebelumnya, penggunaan alat bantu persalinan, dan adanya komplikasi selama persalinan seperti plasenta previa atau kelainan plasenta lainnya. Selain itu, faktor-faktor penyebab atonia uteri termasuk persalinan yang lama, kelainan bentuk rahim, serta penggunaan obat-obatan yang dapat menghambat kontraksi rahim. Upaya pencegahan terhadap PPH dan atonia uteri dapat dilakukan melalui pemberian obat uterotonik untuk merangsang kontraksi rahim, pengelolaan persalinan yang baik, serta pemantauan ketat ibu pasca persalinan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan yang tepat, termasuk deteksi dini faktor risiko, pengelolaan persalinan yang optimal, serta pemantauan ketat pasca persalinan, sangat penting untuk menurunkan angka kematian ibu akibat PPH.

Page 1 of 30 | Total Record : 295