cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
HIPOGLIKEMIA DAN KEJANG PADA PASIEN TUMOR PANKREAS : TINJAUAN LITERATUR Kusdiawan, Muhammad Rizki Jafar; Utami, Widi Yanti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37714

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi keterkaitan kompleks antara tumor pankreas, hipoglikemia, dan kejang sebagai manifestasi klinis. Tumor pankreas, sebagai kelainan jaringan di organ pankreas, memiliki potensi untuk mengganggu regulasi glukosa dan memicu hipoglikemia melalui pelepasan insulin berlebihan. Kelebihan insulin tersebut dapat menyebabkan kejang, menghadirkan risiko dampak neurologis yang serius. Penelitian ini bertujuan memahami mekanisme terjadinya hipoglikemia, terutama peran tumor dalam memodulasi produksi insulin, serta dampaknya terhadap sistem hormonal dan jaringan sekitarnya. Metode studi literatur digunakan untuk menyelidiki penelitian-penelitian terdahulu, menciptakan landasan pengetahuan yang kokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mendalam terhadap konsekuensi neurologis hipoglikemia menjadi kunci untuk pengembangan pendekatan diagnostik dan terapeutik yang lebih baik. Implikasi klinis menyoroti perlunya penelitian lanjutan pada mekanisme hipoglikemia, strategi pencegahan yang lebih efektif, dan pendekatan manajemen personalisasi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan tumor pankreas yang rentan terhadap hipoglikemia dan kejang.
PREFERENSI KLINIS PEMILIHAN CETIRIZINE ATAU HLORPHENIRAMINE MALEAT DALAM PENGOBATAN ALERGI Shadrina, Jahra Almas; Hilmi , Indah Laily; Sudarjat, Hadi; Affandhy, Adhwa’a Kaylla; Dzannuba, Fadya Laila
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37749

Abstract

Alergi adalah gangguan inflamasi kronis dengan reaksi kekebalan yang menyimpang terhadap bahan kimia lingkungan tertentu, yang disebut alergen. Antihistamin  seperti cetirizine dan chlorpheniramine maleat sering diresepkan untuk menangani alergi. Meskipun sama-sama merupakan antihistamin , keduanya memiliki perbedaan penting dalam hal efektivitas, profil efek samping, dan keamanan. Artikel review ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi penggunaan cetirizine dan chlorpheniramine maleat di fasilitas kesehatan serta mengidentifikasi alasan di balik pemilihan masing-masing obat dalam pengobatan alergi. Metode yang digunakan adalah narrative review, dengan populasi pasien yang mengalami alergi dan memerlukan pengobatan dengan antihistamin  di suatu fasilitas pelayanan kesehatan dengan intervensi penggunaan cetirizine sebagai pilihan antihistamin  untuk mengatasi alergi dengan perbandingan penggunaan chlorpheniramine maleat sehingga diperoleh pemahaman mengenai preferensi klinis dalam memilih cetirizine atau chlorpheniramine maleat. Literatur diperoleh dari Google Scholar dan Publish or Perish, diikuti analisis bibliometrik menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Hasil dari 13 jurnal yang diperoleh menunjukkan bahwa cetirizine lebih sering digunakan dibandingkan chlorpheniramine maleat. Efek sedasi yang rendah dan durasi kerja yang lebih lama (hingga 24 jam), menjadikan cetirizine pilihan lini pertama. Chlorpheniramine maleat, meskipun memiliki efek sedasi yang tinggi dan durasi kerja yang lebih singkat (4-6 jam), tetap digunakan dalam situasi tertentu karena harganya lebih terjangkau dan lebih mudah didapat.
SEORANG LAKI LAKI 22 TAHUN DENGAN LEPTOSPIROSIS : LAPORAN KASUS Pandairoth, Alven Dino; Andriani, Dessy
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37801

Abstract

Leptospirosis, merupakan penyakit menular pada hewan dan manusia. Leptospirosis adalah infeksi zoonosis paling umum di dunia. Hal ini mudah ditularkan dari hewan yang terinfeksi melalui urin mereka, baik secara langsung atau melalui tanah atau air yang terinfeksi. Penyakit ini disebabkan oleh spesies Leptospira patogen dan ditandai dengan spektrum manifestasi klinis yang luas, bervariasi dari infeksi tanpa gejala hingga penyakit fulminan dan fatal. Leptospirosis berat, ditandai dengan penyakit kuning, disfungsi ginjal, dan diatesis hemoragik, sering disebut sebagai sindrom Weil. Dengan atau tanpa penyakit kuning, perdarahan paru yang parah semakin diakui sebagai presentasi penting dari penyakit parah. Leptospirosis adalah penyakit endemic yang biasanya terjadi pada komunitas kumuh termasuk di kota ataupun di desa. Penyakit ini juga memiliki tingkat mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Kami melaporkan seorang pasien laki-laki berusia 22 tahun datang ke IGD RSD K.R.M.T. Wongsonegoro dengan keluhan demam sejak 3 hari yang lalu yang bersifat naik turun, demam turun dengan obat penurun panas, pasien juga mengeluhkan adanya mual, muntah, nyeri epigastrik, BAB cair dan lemas pada seluruh tubuh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan sclera ikterik, nyeri tekan pada epigastric dan ronki basah kasar di hemitoraks kanan dan kiri, dilakukan pemeriksaan Leptospira Serologi dan didapatkan hasil positif, dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis leptospirosis.
ANALISIS IMPLEMENTASI SKRINING HIV PADA ORANG DENGAN RISIKO TERINFEKSI HIV DI KABUPATEN PANDEGLANG Listiyani, Ade; Pramudho, P.A.Kodrat
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37807

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) masih menjadi masalah kesehatan, skrinning sebagai pintu masuk menjadi factor penting untuk mendeteksi HIV, skrinning dilakukan pada Orang dengan risiko terinfeksi HIV secara keseluruhan, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi pelaksanaan skrinning HIV pada orang dengan risiko terinfeksi HIV di Kabupaten Pandeglang yang dilakukan menggunakan desain penelitian kualitatif  dengan pendekatan evaluasi program menggunakan model Evaluasi CIPP (Context, input, procces, product)  menggunakan data primer dan sekunder, hasil Penelitian yang diperoleh yaitu kebijakan tingkat Kabupaten belum terealisasi, sumber daya manusia kesehatan  kuantitas tercukupi, untuk kualitas diperlukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan secara merata, anggaran masih mencukupi dalam kegiatan skrinning terintegrasi untuk manajemen program masih belum mencukupi, pembelian logistic masih anggaran diluar APBD, Logistik terpenuhi, kader penjangkau dan pendamping belum ada, perencanaan dalam implementasi skrinning HIV perencanaan yang dilakukan belum mencakup semua aspek yang mendukung program, pelaksanaan atau penggerakan  sudah berjalan ada hambatan adanya sasaran tertentu yang belum terjangkau belum adanya kerjasama dengan jejaring untuk pelaporan, Monitoring dan evaluasi secara periodic sudah dilakukan, Masih ada gap antara pencapaian dan target, Rekomendasi yang dapat disarankan untuk Dinas Kesehatan yaitu dapat melakukan advokasi dan mendorong untuk disusunnya kebijakan tingkat daerah, mengadakan pelatihan, Workshop pada tenaga pelaksana, Advokasi peningkatan anggaran untuk kegiatan, melakukan kerjasama dengan Lembaga swadaya masyarakat yang memiliki kemampuan dan akses dalam menjangkau populasi kunci dan juga pembentukan kader HIV yang dilatih, peningkatan kemampuan pelaksana layanan di tingkat Puskesmas, melakukan pembentukan wadah koordinasi,kerjasama dengan layanan swasta untuk pencatatan pelaporan.
PENGARUH PERSEPSI KEGUNAAN DAN PERSEPSI KEMUDAHAN TERHADAP KEMAUAN TENAGA KESEHATAN MENGGUNAKAN SIMRS DI RUMAH SAKIT GRAHA HUSADA JEPARA Prawasari, Nindyan; Rohendi, Acep; Agung, Ignatius Wiseto Prasetyo
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37808

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat, adopsi teknologi dalam bentuk sistem informasi telah menjadi hal yang penting dalam dunia kesehatan yang juga berkembang pesat. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah salah satu aspek penting yang merupakan suatu proses yang diterapkan untuk membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas tenaga kerja dalam menjalankan fungsi dan mencapai tujuannya. Dalam implementasi ini, sumber daya manusia, terutama tenaga kesehatan selaku pengguna SIMRS juga berperan penting dalam memaksimalkan penggunaan SIMRS. Penelitian ini menyelidiki terkait kemauan tenaga kesehatan di rumah sakit dalam menggunakan SIMRS dalam bekerja. Mengadopsi kerangka Technology Acceptance Model (TAM), penelitian ini menguji pengaruh variabel persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan terhadap kemauan tenaga kesehatan menggunakan SIMRS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang melibatkan 106 sampel tenaga kesehatan di Rumah Sakit Graha Husada Jepara. Hasil dari penelitian ini sejalan dengan teori yang ada bahwa persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap kemauan tenaga kesehatan menggunakan SIMRS.
PERAN DAN EFEKTIVITAS PENGAWAS MINUM OBAT (PMO) DALAM PENGOBATAN TUBERKULOSIS: SCOPING REVIEW Yanti, Ni Luh Devi; Jati, Sutopo Patria; Arso, Septo Pawelas
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37809

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit menular di dunia, dengan angka insidensi dan mortalitas yang masih tinggi, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu strategi yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan TB adalah melalui program Pengawas Minum Obat (PMO). PMO bertujuan untuk memastikan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi, mengurangi risiko resistansi obat, dan meningkatkan keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran dan efektivitas PMO berbasis komunitas dalam pengobatan TB melalui metode scoping review. Ulasan ini dilakukan menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Sebanyak 356 artikel diidentifikasi melalui basis data seperti PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Setelah proses seleksi, 10 studi yang melibatkan 6.912 pasien TB paru memenuhi kriteria inklusi. Data yang diambil meliputi desain studi, lokasi, intervensi PMO, durasi pengobatan, dan hasil utama. Hasil menunjukkan bahwa PMO berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan hingga 85%-90%, mengurangi tingkat penghentian pengobatan hingga 50%, dan meningkatkan kepatuhan pasien. Dukungan emosional dari keluarga dan relawan komunitas menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi. Desentralisasi layanan melalui PMO berbasis komunitas juga memperluas akses pengobatan, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan. PMO berbasis komunitas berperan penting dalam mendukung keberhasilan pengobatan TB, terutama di negara dengan beban TB yang tinggi. Untuk meningkatkan efektivitas program, diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi PMO, strategi yang sesuai dengan konteks lokal, serta kolaborasi sektor publik dan swasta. Penelitian ini memberikan wawasan strategis bagi pengembangan program pengendalian TB yang lebih baik.
KARAKTERISTIK LUKA AKIBAT TRAUMA TAJAM PADA KORBAN HIDUP BERDASARKAN VISUM ET REPERTUM DI RSUD WALED TAHUN 2019-2023 Zahro, Yuliawati; wibisono, Bambang; Sutara, Sutara
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37810

Abstract

Trauma menjadi penyebab kematian dan kecacatan ketiga terbesar diseluruh Dunia. Menurut WHO lebih dari 14.000 orang meninggal karena trauma. Data RISKESDAS 2018 trauma terbanyak ketiga yaitu akibat benda tajam mencapai 20,1%. Visum et Repertum (VeR) menguraikan segala sesuatu tentang hasil pemeriksaan medik yang tercantum karakteristik luka di bagian pemberitaan, yang dapat dianggap sebagai pengganti barang bukti. Maka dari itu penelitian ini dikaukan agar mengetahui karakteristik luka akibat trauma tajam pada korban hidup berdasarkan VeR di RSUD Waled  2019-2023. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan teknik total sampling dan didapatkan 130 sampel. Data diambil dari visum et repertum yang tercatat di RSUD waled pada periode RSUD Waled periode januari 2021-Desember 2023. Data akan di analisis dengan analisi univariat untuk mengetahui gambaran distirbusi frekuensi pada penelitian. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan lokasi luka pada korban hidup terbanyak adalah ekstremitas superior 42(32,3%), tepi luka rata130(100,0%), kedalaman luka sebagian besar kedalamannya hingga 1 cm 71(54,6%), dasar luka sebagian besar kulit 71(54,6%), derajat luka sebagian besar adalah derajat luka ringan 68(52,3%). The conclusion was Kesimpulannya di dapatkan bahwa karakteristik luka akibat trauma tajam pada korban hidup berdasarkan VeR lokasi luka pada korban hidup terbanyak adalah ekstremitas superior, tepi luka  rata, kedalamannya hingga 1 cm, dasar luka kulit, dan derajat luka ringan.
HUBUNGAN ADIKSI SMARTPHONE TERHADAP KECEMASAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA ANGKATAN 2022 Salovetian, Marcelino; Girsang, Ermi; Nasution, Ali Napiah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37818

Abstract

Teknologi komunikasi telah mengalami perkembangan yang signifikan, memungkinkan setiap individu untuk dengan mudah mengakses informasi dan menjalin komunikasi. Kemajuan ini tercermin dalam inovasi ponsel cerdas (smartphone), yang terus berkembang pesat. Kecemasan merupakan kondisi yang dapat dialami oleh siapa saja, termasuk mahasiswa. Dalam konteks akademik, kecemasan ini sering kali digambarkan sebagai perasaan khawatir atau tegang yang dialami oleh mahasiswa terkait dengan aktivitas belajar atau tantangan di lingkungan pendidikan. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya kecemasan akademik adalah penggunaan smartphone secara berlebihan, yang dapat memperburuk tingkat kecemasan tersebut melalui gangguan konsentrasi, penundaan tugas, serta paparan informasi yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Adiksi Smartphone Terhadap Kecemasan Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia Angkatan 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasioanl analitik desain crossectional. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen seperti adiksi smartphone dan variable dependen yaitu kecemasan. Populasi adalah mahasiswa fakultas kedokteran universitas kedokteran angkatan 2022. Teknik Purposive sampling dengan rumus Slovin digunakan untuk memilih sampel sesuai kriteria inklusi dan eksklusi didapati sampel yang berjumlah 60 orang mahasiswa kedokteran Universitas Prima Indonesia Angkatan 2022. Uji Chi Square digunakan untuk analisis statistik, dengan ambang signifikansi P <0,05. Temuan penelitian menunjukkan bahwa di kalangan mahasiswa kedokteran Universitas Prima Indonesia, adiksi smartphone dan kecemasan berhubungan (P=0,001).Artinya Terdapat Hubungan Adiksi Smartphone Terhadap Kecemasan Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia Angkatan 2022.
GAMBARAN RABIES DAN UPAYA PENGENDALIAN DI KABUPATEN TTS PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) Mau, Viktoria Angelina Bere; Tahun, R.A Karolina; Boboy, Jennie Luisa; Bahan, Roni Lorensus; Purimahua, Shinta Lisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37826

Abstract

Rabies merupakan salah satu penyakit zoonotik yang disebabkan oleh virus Lyssavirus, family Rhabdoviridae. Rabies masih merupakan masalah kesehatan dunia termasuk juga di Indonesia. Rabies merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius karena hampir selalu menyebabkan kematian, setelah timbul gejala klinis dengan tingkat kematian mencapai 100%. Sejak tahun 2004 hingga Desember 2009 rabies telah menyebar pada 24 propinsi. Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan adanya kasus rabies pada 6 desa di Kabupaten TTS pada pertengahan tahun 2023 dan mengalami peningkatan hingga akhir tahun 2023 hingga 6,5 kali lipat, hal ini diikuti dengan anggaran dan alokasi vaksin yang belum merata ke desa-desa yang terjangkit virus ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kolaborasi pemerintah sebagai pemangku kepentingan dengan pihak-pihak terkait dalam rangka percepatan penurunan kasus rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi NTT. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif untuk dapat menjelaskan permasalahan yang terjadi dengan lebih mendalam berdasarkan teori collaborative governance dari (Ratner, 2012) melalui teknik pengambilan data berupa wawancara langsung maupun daring, observasi, dan dokumentasi.  Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa anjing merupakan populasi yang berisiko terkait dengan penyebaran rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Program pengendalian dan pemberantasan rabies dilaksanakan melalui vaksinasi melalui VAR, eliminasi, pemisahan hewan yang dipelihara, serta pemantauan lalu lintas laut. Target vaksinasi dan eliminasi mencakup semua hewan yang rawan terhadap rabies, terutama anjing, yang ada di daerah yang terdampak penularan. Vaksinasi dilakukan pada seluruh anjing peliharaan di wilayah yang terkena wabah, dengan jarak 10 km dari posisis awal peristiwa gigitan.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRESS KERJA PERAWAT DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG Marbun, Gabriella; Wulandari, Imanuel Sri Mei
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37838

Abstract

Stres kerja merupakan situasi dimana mengalami ketegangan yang menyebabkan ketidakseimbangan fisik dan psikologis. Stres kerja pada umumnya dapat berdampak pada perilaku caring perawat kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan adakan antara tingkat stres kerja perawat dengan perilaku caring perawat di Rumah Sakit Advent Bandung. Desain penelitian ini adalah desain penelitian kuantitatif dengan cross sectional  dan analisis uji dalam penelitian ini adalah spearman rho.  Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan nonprobability Samping dengan Teknik  purposive sampling dengan sampel sebanyak 86 responden dengan populasi 109 resonden. Dari hasil penelitian didapatkan tingkat stres kerja perawat di rumah sakit advent bandung dalam kategori stres sedang yaitu sebanyak 56 responden (65,1%), perilaku perawat dirumah sakit advent bandung dalam kategori caring dengan 49 responden (57,0%) dan hasil uji spearman rho dengan hasil p-value 0,331 > 0,05 artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan dan nilai korelasi koefisien 0,106 dengan kekuatan hubungan ayng sangat lemah. Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres kerja perawat dengan perilaku caring di Rumah Sakit Advent Bandung dengan kekuatan hubungan yang sangat lemah.