cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH PENERAPAN BINA SUASANA DENGAN PENDEKATAN INTERPROFESIONAL COLLABORATION TERHADAP POLA ASUH STUNTING DI DESA LABUHAN SUMBAWA Riyadi, Anak Agung Ngurah Ketut; Agustikawati, Nurlaila; Setiangsih, Fitri; Adekayanti, Putri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37839

Abstract

Pada tahun 2023 lokus stunting di Kabupaten Sumbmawa mengalami peningkatan menjadi 12 lokus dari 11 lokus pada tahun 2022. Salah satu lokus stunting adalahh Desa Labuhan Sumbawa dengan angka kasus sebanyak 73 kasus. Desa lbuhan Sumbawa telah menjadi lokkus stunting dari tahun 2021 sampai dengan awal 2024 ini. Urgensi dalam penelitian ini adalah 1) Desa Labuhan Sumbawa terus menjadi lokus stunting selama empat tahun berturut-turut, 2) Kurangnya kolaboorasi berbagai profesi dalam upaya penanganan kasus stunting, 3) kurangnya pengetahuan tentang pola asuh yang baik, dan 4) kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap perilaku pencegahann dan penanganan stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rata-rata perubahan perilaku PHBS, CTPS, Konsumsi buah dan sayur pada kelompok  kontrol dan kelompok eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment dengan rancangan non-equivalent control group design yang menggunakan 2 kelompok perlakuan denga teknik systematic random sampling. Analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata pengathuan PHBS (p value=0,000 <0,05), perilaku CTPS (p value=0,014 <0,05), perilaku konsumsi sayur buah (p value=0,038 <0,05) pada kelompok control dan kelompok eksperimen setelah pemebrian intervensi. Kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat perbedaan perubahan pengetahuan PHBS dan perilaku Pola asuh setalah dilakukan penerapan bina suasana dengan pendekatan interprofesional collaboration dalam pola asuh penenaganan stunting.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI IBU BALITA DALAM KEGIATAN POSYANDU DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS KERENG BANGKIRAI KOTA PALANGKA RAYA Apryanti, Siska; Syafei, Abdullah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37850

Abstract

Partisipasi ibu balita dalam kegiatan Posyandu masih rendah, terlihat dari tingkatan cakupan D/S (partisipasi masyarakat) yang jauh di bawah standar minimal 80%. Rendahnya partisipasi tersebut menjadi tantangan dalam memastikan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, yang berpengaruh langsung pada status gizi serta deteksi dini masalah kesehatan balita. Oleh sebab itu partisipasi aktif ibu balita sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak dan mencapai target kesehatan masyarakat. Penelitian in bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi partisipasi ibu balita dalam kegiatan posyandu di wilayah kerja UPT puskesmas Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Menggunakan penelitian deskriptif analitik pendekatan cross-sectional dengan populasi penelitian seluruh ibu balita dengan jumlah 940 orang. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar ibu balita memiliki pengetahuan baik (77,8%), motivasi tinggi (72,2%), dukungan keluarga mendukung (73,3%), waktu sesuai (64,4%), mutu pelayanan baik (86,7%), dan peran kader baik (75,6%). Sebanyak 68,9% ibu balita menunjukkan partisipasi baik. Analisis multivariat menunjukkan bahwa mutu pelayanan sebagai faktor paling dominan mempengaruhi partisipasi dengan Odds Ratio 0,172 (p=0,004). Dengan kesimpulan bahwa mutu pelayanan Posyandu memiliki pengaruh signifikan terhadap partisipasi ibu balita. Peningkatan kualitas pelayanan dan pelatihan kader diperlukan agar meningkatkan cakupan partisipasi dan mencapai target minimal Posyandu.
IDENTIFIKASI RISIKO DAN PENILAIAN RISIKO TERHADAP BAHAYA FISIK PADA PENGOPERASIAN FORKLIFT DI PT. X Utami, Tri Niswati; Amanda, Citra Aulia; Azri, Nabila Inne; Pratama, Adriansyah Arya; Septian, Maulana Randy; Hilmi, Taufik; Putri, Ghizka Aulia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37852

Abstract

Forklift merupakan alat berat yang penting dalam meningkatkan efisiensi operasional di industri, namun juga membawa risiko kecelakaan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali dan mengevaluasi risiko terkait bahaya fisik terkait dengan pengoperasian forklift di PT X Medan. Pengoperasian forklift adalah salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan di departemen PT X Medan. Meskipun forklift sangat berguna dalam mengangkut barang, namun aktivitas ini juga memiliki potensi resiko yang tinggi. Program keselamatan dan kesehatan kerja yang diimplementasikan oleh setiap perusahaan di tempat kerja bertujuan untuk mengurangi kecelakaan. Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) adalah bagian dari sistem perusahaan yang digunakan untuk menerapkan, mengelola risiko, dan merumuskan kebijakan K3 di lingkungan perusahaan. Metode penelitian menggunakan data sekunder dan primer yang dianalisis menggunakan metode Hiradc. Hasil yang di peroleh dari identifikasi bahaya menyebutkan terdapat 4 aktivitas berbahaya terkait forklift yang berasal dari tindakan tidak aman (unsafe action) dan kondisi tidak aman (unsafe condition) yang kemudian dibagi lagi menjadi 11 dampak bahaya dengan rincian ada 3 dampak memiliki level resiko high, 7 dampak memiliki level resiko medium dan 1 dampak memiliki tingkat risiko yang rendah. Hasil pengendalian juga menunjukkan bahwa aspek pengendalian administratif adalah prioritas utama yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Dan semoga penelitian dapat membantu perusahaan dalam menyusun kebijakan dan program keselamatan kerja yang efektif untuk mencegah kecelakaan di tempat kerja.
HEPATITIS A PADA ANAK LAKI – LAKI USIA 14 TAHUN : LAPORAN KASUS Solihah, Maidatus; Sari, Meiriani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37855

Abstract

Hepatitis A umumnya ditularkan melalui rute fekal-oral, sering kali berkaitan dengan kebersihan dan sanitasi yang tidak memadai. Di negara berkembang dengan kondisi sanitasi yang buruk, prevalensi infeksi hepatitis A virus (HAV) lebih tinggi, terutama pada anak-anak. Hepatitis A pada anak umumnya bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri, meskipun beberapa kasus dapat menunjukkan gejala yang lebih parah. Dilaporkan seorang anak laki-laki berusia 14 tahun datang dengan keluhan seluruh tubuh menguning (jaundice), disertai demam, mual, muntah, urin berwarna gelap, dan feses berwarna putih. Pasien memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan di pinggir jalan. Diagnosis hepatitis A ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang menunjukkan hasil serologi IgM anti-HAV reaktif, serta peningkatan kadar enzim hati dan bilirubin. Kebiasaan makan di pinggir jalan menjadi faktor risiko utama bagi infeksi HAV. Hepatitis A umumnya merupakan penyakit yang sembuh sendiri (self-limiting). Terapi suportif seperti ursodeoxycholic acid (UDCA), hepatoprotektor, suplemen vitamin dapat membantu memperbaiki fungsi hati dan bermanfaat mempercepat pemulihan pada kasus hepatitis. Dalam kasus ini, setelah dua minggu terapi UDCA, terjadi perbaikan bertahap pada kondisi pasien, termasuk penurunan enzim hati. Selain itu, vaksinasi hepatitis A direkomendasikan sebagai langkah preventif yang efektif, khususnya pada anak-anak, untuk mengurangi risiko infeksi dan penularan HAV. Kepatuhan terhadap kebersihan makanan dan pemberian vaksinasi Hepatitis A sangat penting dalam pencegahan infeksi HAV.
EVALUASI CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS DAN LOW BACK PAIN DI RUMAH SAKIT JAJARAN KESEHATAN ANGKATAN DARAT TAHUN 2024 Agung Kurniawan, Kartika; Efendi, Arief; Halimah, Nurul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37862

Abstract

Layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di1 Indonesia mencakup berbagai jenis perawatan untuk penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan kanker. Pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan akses layanan kesehatan masyarakat. Program JKN bertujuan untuk memberikan akses kesehatan universal bagi seluruh warga Indonesia, namun masih menghadapi tantangan seperti defisit anggaran dan ketimpangan distribusi tenaga medis. Osteoarthritis (OA) dan Low Back Pain (LBP) adalah dua kondisi kesehatan yang memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup individu dan beban sistem kesehatan. Layanan JKN di Indonesia mencakup osteoartritis dan nyeri pinggang melalui pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, termasuk pengobatan sesuai kebutuhan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif evaluatif yang menganalisis fenomena yang terjadi secara alami di lapangan. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit TNI AD Tk.II seluruh Indonesia pada bulan Januari hingga bulan Maret 2024. Data yang diamati adalah data berupa jumlah kunjungan pasien dalam 3 bulan dengan prosedur pengumpulan data menggunakan data sekunder dengan beberapa tahap yaitu melihat dari data rekam medis, Laporan manajemen rumah sakit, dan dokumen BPJS Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 99% pasien OA dan LBP di Rumah Sakit Jajaran Kesehatan Angkatan Darat (RS JKA) terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, sementara hanya 1% adalah pasien umum. Hal ini menunjukkan JKN telah memberikan cakupan yang cukup baik terhadap pasien OA dan LBP di rumah sakit jajaran kesehatan Angkatan Darat (RS AD).
HERPES ZOSTER : LAPORAN KASUS Puspita, Made ayu Adesty Cahya; Sutedja, Gina Triana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37879

Abstract

Herpes zoster merupakan penyakit neurokutaneus yang disebabkan karena varicella-zoster virus (VZV). Paparan primer dari virus varicella-zoster akan bermanifestasi sebagai varicella atau chickenpox dan mengalami reaktivasi menyebabkan shingles atau dikenal dengan herpes zoster. Transmisi dari herpes zoster melalui rute respirasi dan menginfeksi sel epitel pada traktus pernapasan atas. Risiko tertular herpes zoster diperkirakan sekitar 15-30%, akan tetapi risikonya lebih tinggi pada orang dewasa dan usia lanjut, pasien dengan immunocompromised, dan pasien yang memiliki komorbiditas. Puncak insiden herpes zoster di Indonesia terjadi pada kisaran usia 45-64 tahun.  Infeksi herpes zoster biasanya  diawali dengan gejala prodromal  seperti malaise,  sakit kepala,  demam, myalgia lokal, arthralgia,  pruritus (sensasi  gatal), dan parestesia (kesemutan)  sepanjang dermatom  yang  mendahului ruam  dalam  beberapa  jam hingga  beberapa  hari. Seorang pasien perempuan berusia 61 tahun, warga negara Indonesia datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin dengan keluhan bruntus – bruntus berisi air yang sebagian sudah pecah dan disertai rasa nyeri, sensasi terbakar serta kesemutan pada area mata kanan, kulit kepala sisi kanan (bagian vertex), dan dahi sisi kanan yang berakhir membentuk garis tengah di dahi sejak 3 hari yang lalu, bruntus semakin bertambah banyak dan membuat kedua area mata pasien membengkak. Keluhan diawali 6 hari yang lalu timbul rasa nyeri, tidak nyaman sensasi terbakar, kesemutan, dan gatal di kulit area bagian mata sebelah kanan. Kemudian diikuti perubahan warna kulit menjadi kemerahan dan timbul bruntusan yang berkembang menjadi bruntus-bruntus berisi air dalam waktu 3 hari selanjutnya bruntus – bruntus tersebut pecah dan cairan mengering diatas ruam kulit tersebut. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik.
ABDOMEN AKUT DI UGD : STRATEGI TRIASE DAN MANAJEMEN AWAL BERDASARKAN BUKTI KLINIS Wibawa, Ida Bagus Putra Surya; Harjono, Johan Lucas
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37922

Abstract

Acute abdomen adalah kondisi medis yang ditandai dengan nyeri perut yang mendalam dan mendadak, yang sering kali memerlukan penanganan darurat. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi pendekatan triase dalam penanganan acute abdomen dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan penanganan awal. Literatur terkait triase pada acute abdomen diperoleh melalui pencarian di database medis seperti PubMed dan Cochrane Library dengan kata kunci “acute abdomen”, “triage”, dan “emergency surgery acute abdomen”. Analisis dilakukan untuk menilai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan triase, termasuk gejala klinis, tanda vital, dan pemeriksaan fisik yang dapat menunjukkan tingkat keparahan kondisi. Keberhasilan dalam penanganan acute abdomen sangat dipengaruhi oleh kecepatan dan akurasi dalam melakukan triase. Gejala seperti nyeri perut mendalam yang datang tiba-tiba, penurunan tekanan darah, dan peningkatan denyut jantung dapat menunjukkan kondisi yang mengancam jiwa dan memerlukan penanganan segera. Pada triase, pasien dengan resiko tinggi seperti perforasi atau perdarahan internal harus diprioritaskan. Penilaian yang cermat dan tepat dapat mengurangi kemungkinan kematian dan kecacatan pada pasien. Pemantauan yang intensif dan evaluasi risiko yang akurat dapat meningkatkan peluang pemulihan dan mengurangi kemungkinan komplikasi serius. Pendekatan triase yang efektif memungkinkan pengelolaan yang lebih efisien dan aman, memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien acute abdomen.
PENGARUH TERAPI MINDFULNESS TERHADAP SKOR GANGGUAN EMOSIONAL DAN KETERAMPILAN KADER DI DESA TLAHAB LOR KABUPATEN PURBALINGGA Dwi Kintani, Iren; Estria, Suci Ratna; Linggardini , Kris; Riyaningrum, Wahyu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37926

Abstract

Gangguan emosional merupakan kondisi kesehatan yang mempengaruhi pikiran, perasaan dan suasana hati.Gangguan emosional, seperti kecemasan depresi, stress, sering dialami kader desa akibat peran ganda yang meningkatkan beban kerja. Untuk membantu mengatasi masalah ini, terapi mindfulness dapat menjadi solusi efektif. Terapi mindfulness adalah terapi yang menekankan pemfokusan pada peristiwa yang terjadi disini dan sekarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi mindfulness terhadap skor gangguan emosional dan keterampilan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest dengan subjek penelitian kader desa Tlahab Lor yang terdiri dari 35 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Peneliti menggunakan kuisioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) yang terdiri dari 42 item. Data penelitian diolah menggunakan SPSS 26. Analisis data meliputi uji univariat dan bivariat. Uji bivariat menggunakan uji paired t-test untuk data yang berdistribusi normal, serta uji wilcoxon untuk data yang tidak berdistribusi normal. Hasil uji statistik didapatkan adanya pengaruh terapi mindfulness pada variabel gangguan emosional dan keterampilan kader dinilai peneliti, keterampilan kader dinilai kader didapatkan hasil dengan p-value 0,000 < 0,005 yang artinya terdapat pengaruh dalam penurunan skor ganguan emosional, keterampilan kader dinilai peneliti, dan keterampilan kader dinilai kader. Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi mindfulness berpengaruh pada gangguan emosional dan keterampilan kader di desa Tlahab lor Kabupaten Purbalingga.
IMPENDING KRISIS TIROID PADA PEREMPUAN USIA 30 TAHUN : LAPORAN KASUS Dewanti, Putri Amartya; Mareta, Lily
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37936

Abstract

Badai tiroid merupakan komplikasi hipertiroidisme akut yang mengancam jiwa. Riwayat hipertiroidisme atau temuan fisik berupa pembesaran tiroid dapat membantu dalam menyarankan diagnosis. Pasien boleh melakukan pengobatan sebelum menunggu hasil lab. Diagnosis penyakit ini dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang serta ditambahkan dengan Burch-Wartofsky Score. Laporan ini disusun dengan menggunakan metode laporan kasus, yaitu pendekatan yang mendeskripsikan secara rinci suatu kasis klinis yang didapatkan dari data pasien. Dapat dilaporkan seorang perempuan berusia 30 tahun datang dengan keluhan dada berdebar disertai demam, nyeri ulu hati. Pasien memiliki riwayat sakit tiroid 1 tahun yang lalu. Diagnosis impending thyroid storm ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang menunjukkan hasil FT4 pasien meningkat. Dilakukan juga penilaian dengan menggunakan Burch-Wartofsky Score yang menunjukkan angka 40 yang menunjukkan bahwa pasien mengalami impending thyroid storm. Terapi suportif seperti diberikannya PTU, propranolol atau beta-bloker, yodium. Dalam kasus ini, setelah dilakukan beberapa hari terapi, terjadi perbaikan bertahap pada kondisi pasien, termasuk menurunnya FT4. Selain itu, pasien dengan hipertiroidisme harus diberi edukasi tentang gejala peringatan badai tiroid. Badai tiroid adalah keadaan darurat medis yang fatal jika tidak diobati. Penyebab kematian bisa berupa gagal jantung, aritmia, atau kegagalan beberapa organ. Namun, dengan pengobatan, sebagian besar pasien mengalami perbaikan dalam waktu 24 jam.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ORGANIZATIONAL COMMITMENT DOKTER UMUM DI KABUPATEN XYZ PROVINSI JAWA TIMUR Huvi, Indira; Ardi, Ardi; Wuisan, Dewi S.S.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi Organizational Commitment dokter umum di Kabupaten XYZ, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan melibatkan 153 dokter yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Intensive Care Unit (ICU) rumah sakit swasta. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel seperti Autonomy, Co-worker Support, Meaningful Work, dan Work Engagement memiliki pengaruh positif terhadap Organizational Commitment dokter umum. Sebaliknya, Work-life Conflict berdampak negatif terhadap Meaningful Work. Temuan ini mendukung beberapa teori, yaitu Self-Determination Theory, Job Demands-Resources (JD-R) Model, Meyer and Allen’s Three-Component Model of Commitment dan Social Exchange Theory, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara sumber daya dan tuntutan pekerjaan dalam meningkatkan Organizational Commitment. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman faktor-faktor psikososial yang memengaruhi retensi tenaga medis, terutama di wilayah dengan keterbatasan tenaga kesehatan. Dengan hasil ini, manajemen rumah sakit diharapkan dapat merancang kebijakan yang lebih mendukung kesejahteraan tenaga medis, seperti meningkatkan dukungan sosial, memberikan otonomi dalam pekerjaan, serta menciptakan pekerjaan yang bermakna. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan layanan kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menarik tenaga medis untuk tetap bekerja di daerah terpencil yang seringkali menghadapi tantangan dalam mempertahankan sumber daya manusia di sektor kesehatan.