cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
DETEKSI KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN PERAIRAN SUNGAI MUSI WILAYAH SEKAYU, MUSI BANYUASIN Wahyuni, Inda; Windusari, Yuanita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37399

Abstract

Potongan plastik berukuran mikro (<5 mm) dapat ditemukan di sedimen suatu perairan yang disebut mikroplastik. Sungai Musi sebagai salah satu sungai besar di Sumatera Selatan yang diketahui memiliki tingkat cemaran mikroplastik cukup tinggi. Wilayah perairan Sekayu merupakan salah satu bagian yang dilalui arus sungai Musi dengan daerah pinggiran sungai yang padat penduduknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan mikroplastik pada sedimen perairan sungai Musi wilayah Sekayu, Musi Banyuasin. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pengambilan sampel sedimen sungai diambil pada bulan Juni hingga November 2023 dengan metode purpossive sampling pada dasar sungai serta dilakukan pengulangan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan mikroplastik berbentuk foam, fiber dan fragmen. Warna dari mikroplastik ditemukan warna hitam dan coklat dengan warna coklat yang dominan (6 partikel/50gram sedimen kering). Ukuran mikroplastik terbesar ditemukan yaitu fiber berukuran 1175,29µm dan ukuran terkecil yaitu foam berukuran 276,72µm. Deteksi keberadaan mikroplastik pada sedimen di Perairan Sungai Musi (Tengah) wilayah Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin menunjukkan variasi mikroplastik didominasi oleh bentuk fiber dan film, warna coklat (6 partikel/50gram sedimen kering) serta rata-rata ukuran dari 8 partikel/50gram sedimen kering mikroplastik yaitu 575,21 ?m
PENGARUH PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA DIGITAL (VIDEO ANIMASI) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP DI RUMAH SAKIT KHUSUS PARU PROVINSI SUMATERA UTARA Mardiah, Nurul Ainun; Lubis, Adelia Mazidah; Riska, Zamharira; Zulhani, Zulhani; Wardani, Winda; Surbakti, Ajeng Febrian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37428

Abstract

Penyuluhan kesehatan merupakan strategi penting dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman pasien mengenai kesehatan, terutama dalam konteks penyakit paru. Dengan kemajuan teknologi digital, media seperti aplikasi seluler dan video animasi telah menjadi alat efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penyuluhan menggunakan video animasi terhadap pengetahuan dan sikap pasien di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara. Menggunakan metode kuantitatif, penelitian melibatkan dua kelompok: kelompok intervensi yang menerima penyuluhan melalui video animasi dan kelompok kontrol yang mendapatkan penyuluhan konvensional. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap pasien pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol, dengan video animasi terbukti lebih menarik dan efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan. Data dikumpulkan dari 30 responden, yaitu anggota keluarga pasien yang dirawat di rumah sakit, melalui kuesioner mengenai pengetahuan kesehatan dan kepuasan terhadap metode penyuluhan. Responden yang menerima penyuluhan melalui video animasi menunjukkan pemahaman yang baik mengenai tindakan yang perlu dilakukan untuk mendukung pasien, serta merasa lebih puas dengan proses penyuluhan tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa video animasi dapat menjadi alat yang efektif dalam penyuluhan kesehatan di rumah sakit, meningkatkan pengetahuan dan sikap pasien terhadap tuberkulosis paru, sehingga penerapan media digital dalam penyuluhan kesehatan sangat dianjurkan untuk meningkatkan efektivitas edukasi kesehatan di kalangan masyarakat.
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE DENGAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA WUS (WANITA USIA SUBUR) CALON PENGANTIN Yuliani, Meda; Kartikawati, Sri Lestari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37440

Abstract

Perkawinan dimaksudkan untuk membina hubungan yang langgeng antara kedua pasangan, sehingga dalam menjalani perkawinan dibutuhkan kedewasaan dan tanggung jawab baik secara fisik maupun mental. Kesiapan dalam pernikahan salah satunya adalah secara fisik siap untuk menghadapi proses kehamilan, dalam mempersiapkan kehamilan salahnya satunya status gizi calon pengantin Wanita terutama. Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama bagi kelompok wanita usia subur. Salah satu faktor penyebab dari terjadianya anemia pada WUS selain kurangnya asupan gizi dan terjadinya menstruasi setiap bulan yaitu adalah penyakit infeksi seperti kecacingan yang di sebabkan pengetahuan yang kurang dan personal hygiene pada lingkungan dan diri sendiri yang sangat rendah. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana personal hygiene dengan kadar haemoglobin pada Wanita usia subur calon pengantin. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel kasus secara accidental sampling. Dimana wanita calon pengantin yang datang pada kelas calon pengantin di KUA Rancaekek Kab Bandung sejumlah 42 orang. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden yang memiliki personal hygiene baik  dengan kadar Hb ?12 gr % ( 93,3%) dan yang memiliki personal hygine baik dan  kadar Hb < 12 gr% (75%), responden yang memiliki personal hygiene buruk dan kadar Hb < 12 gr% ( 25%) dan yang  memiliki personal hygiene buruk dan Hb ?12 gr % (6,7%). Berdasarkan hasil uji analisis data menunjukan bahwa penelitian dari 42 responden diperoleh nilai p-value 0,004 (p < 0,05) yang menunjukan bahwa terdapat hubungan antara personal hygiene dan anemia pada wanita usia subur.
EVALUASI PEMERIKSAAN VIRAL LOAD PADA ORANG DENGAN HIV DI UPTD PUSKESMAS TANGERANG Nada, Qotrun; Kusumastuti, Istiana; Darmayanti, Etta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37457

Abstract

HIV merupakan faktor yang berperan dalam timbulnya infeksi oportunistik (IO) akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh. Tujuan penelitian Merumuskan strategi pemeriksaan viral load pada orang dengan HIV, untuk mendeskripsikan input, proses dan output; merumuskan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pemeriksaan viral load pada orang dengan HIV yang mendapatkan layanan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Curug. Metode menggunakan evaluatif kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan total 6 informan. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara dengan informan terpilih dan observasi. Data sekunder dikumpulkan melalui telaah dokumen. Pemeriksaan viral load berguna untuk memantau keberhasilan pengobatan ODHIV. Komponen input mendorong pemeriksaan viral load berjalan dengan baik, di mana SDM dan anggaran tercukupi dengan adanya kemitraan. Komponen proses berjalan dengan sistematis mulai dari koordinasi dengan pendamping dan ODHIV, pengambilan sampel darah hingga penyampaian hasil viral load. Keberhasihan output terlihat dari capaian ODHIV on ART yang telah dilakukan pemeriksaan viral load dengan hasil viral load tersupresiViral load penting untuk mengukur jumlah virus dalam darah dengan memantau tingkat replikasi virus dan efektivitas pengobatan. Komponen input seperti SDM, pendanaan, dan sarana prasarana. Komponen proses hingga output menjadi hal yang penting dalam mendukung pemeriksaan viral load agar berjalan dengan baik.  
ANALISIS SPASIAL DEMAM BERDARAH DENGUE DAN PENGENDALIAN VEKTOR DI KABUPATEN SERUYAN Hartono, Risky Kusuma; Astuti, Desi Rini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37461

Abstract

Kasus Demam Berdah Dengue (DBD) termasuk penyakit yang mengancam kesehatan global dan kasusnya berfluktuasi setiap tahun di Kabupaten Seruyan. Penyebaran kasus hampir menyebar di seluruh wilayah. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemetaan kasus dengan analisis spasial dan menemukan upaya pengendalian vektor yang tepat untuk menurunkan kasus DBD. Jenis penelitian yang digunakan adalah mixed method, gabungan kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Analisis spasial dilakukan dengan Sistem Informasi Geografi (SIG) menggunakan software ArcGis Pro Versi 3 dan analisis regresi untuk mengetahui hubungan antara kepadatan penduduk dan angka bebas jentik (ABJ) terhadap kejadian DBD. Metode kualitatif yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam. Pola spasial kasus DBD di Kabupaten Seruyan yaitu berkelompok (cluster). Pola sebaran cluster ini menunjukkan bahwa lingkungan di Kabupaten Seruyan berpotensi terjadi penularan setempat yang mengelompok. Semakin padat penduduk semakin tinggi pula kasus DBD di Kabupaten Seruyan. Terdapat pengaruh signifikan kepadatan penduduk dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Seruyan dengan nilai p 0,002 > 0,05. Tidak terdapat pengaruh signifikan antara Angka Bebas Jentik (ABJ) dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Seruyan dengan nilai p 0,149 < 0,05. Belum optimalnya manajemen pengendalian vektor di Kabupaten Seruyan menjadikan salah satu penyebab tingginya kasus DBD didaerah ini. Perlu diterbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Seruyan tentang pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) untuk meningkatakan peran serta semua pihak serta kewaspadaan dini terhadap kejadian DBD.
KONDISI SANITASI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA DAN KARAKTERISTIK BALITA TERHADAP KEJADIAN DIARE DI KABUPATEN OGAN ILIR Lestari Permata Putri, Rizki; Razak, Rahmatillah; Sunarsih, Elvi; Fakhriyatiningrum, Fakhriyatiningrum; Budiastusti, Anggun
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37473

Abstract

Angka kematian bayi di negara-negara berkembang seperti Indonesia, sangat tinggi akibat diare. Penelitian ini mengkaji korelasi antara karakteristik anak, kebersihan lingkungan di rumah, dan kejadian diare di Kabupaten Ogan Ilir. Data sekunder dari Kegiatan Belajar Lapangan (PBL) FKM UNSRI tahun 2023 digunakan dalam penelitian ini, yang menggunakan desain observasional analitik dan metodologi kuantitatif. Penelitian ini menggunakan prosedur pemilihan acak bertingkat untuk memilih 1.056 keluarga dengan anak-anak berusia 0-59 bulan. Diare mempengaruhi 19,2% balita yang disurvei. Antara usia 6-23 bulan dan rumah tangga dengan luas <9 meter persegi per orang, ada korelasi yang signifikan antara kejadian diare dan kedua variabel, dengan nilai-p masing-masing 0,014 dan 0,032. Diare 1,38 kali lebih mungkin terjadi pada balita (usia 6–23 bulan) dibandingkan pada balita (usia 24–59 bulan), dan risikonya 1,32 kali lebih besar di daerah dengan kepadatan rumah tangga <9 meter persegi per orang. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara diare dengan variabel lain seperti sumber air bersih dan minum, jamban rumah tangga, atau pemberian ASI eksklusif. Untuk menurunkan frekuensi diare di kalangan balita, sangat penting untuk mempromosikan praktik hidup bersih dan sehat, karena data menekankan bahwa usia balita dan kepadatan rumah merupakan faktor risiko utama.
PENGARUH KOMPETENSI DAN DISIPLIN MELALUI KINERJA PERAWAT TERHADAP MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT DI RSAU dr. SUKIRMAN LANUD ROESMIN NURJADIN PEKANBARU Mulyani, Indah Sri; Hartono, Budi; Renaldi, Reno; Ismainar, Hetty; Hamid, Abdurrahman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37478

Abstract

Mutu pelayanan rumah sakit dinilai dari kepuasan pasien yang dicapai melalui layanan efektif dan efisien, serta dipengaruhi oleh kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi dan disiplin terhadap mutu pelayanan melalui kinerja perawat di RSAU dr. Sukirman Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan seluruh perawat (41 orang) sebagai populasi dan sampel melalui teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner, dan analisis dilakukan dengan uji Outer dan Inner Model menggunakan SmartPLS. Hasil menunjukkan kompetensi memiliki pengaruh signifikan terhadap mutu pelayanan (p-values 0,003), menegaskan bahwa kompetensi yang lebih tinggi meningkatkan mutu pelayanan. Sebaliknya, disiplin tidak berpengaruh signifikan (p-values 0,722). Kinerja perawat berpengaruh signifikan terhadap mutu pelayanan (p-values 0,000), menguatkan bahwa kinerja yang baik meningkatkan mutu. Kompetensi juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p-values 0,000), sementara disiplin tidak (p-values 0,769). Selain itu, kompetensi berpengaruh signifikan terhadap mutu pelayanan melalui kinerja (p-values 0,000), sedangkan disiplin tidak menunjukkan pengaruh signifikan melalui kinerja (p-values 0,767). Kesimpulannya, peningkatan kompetensi perawat menjadi faktor kunci dalam meningkatkan mutu pelayanan melalui kinerja yang lebih baik. Penelitian ini memberikan wawasan bagi rumah sakit dan perawat untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, mendukung perawatan berkualitas, dan pengalaman pasien yang lebih baik.
DETEKSI BAKTERI ENTEROBACTERIACEAE PADA AIR MINUM ISI ULANG YANG DIPRODUKSI OLEH DEPOT ISI ULANG DI SEKITAR MEDAN PETISAH Ginting, Audi Torry; Suhartomi, Suhartomi; Wardhani, Fiska Maya; Amelia, Sri; Sembiring, Mediana Br.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37479

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama bagi manusia. Kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari air, terutama kebutuhan akan air minum. Pentingnya peran air dalam kebutuhan sehari-hari mendorong peneliti untuk mendeteksi keberadaan bakteri family Enterobacteriaceae yang berpotensi menyebabkan berbagai penyakit saluran cerna pada air minum yang diproduksi oleh depot isi ulang di Kecamatan Medan Petisah. Penelitian ini menganalisa 10 sampel air minum isi ulang dari beberapa depot air minum di kawasan Kecamatan Medan Petisah melalui Total Sampling Tecnique. Untuk isolasi dan identifikasi bakteri menggunakan media MacConkey Agar (MAC) dan Eosin Mehylen Blue (EMB), serta dilakukan berbagai reaksi biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 dari 10 depot air minum terkontaminasi bakteri family Enterobacteriaceae dengan tingkat kontaminasi berkisar antara 2.00 x 101 sampai dengan 5.20 x 103 CFU/ml, nilai ini tidak melebih nilai ambang yang telah ditetapkan SNI tahun 2006. Isolat bakteri yang dijumpai dalam penelitian ini adalah Klebsiella sp.,dan Eschericia coli, kedua bakteri ini merupakan lactose fermenter Enterobacteriaceae, berdasarkan kemampuannya memfermentasi gula-gula menjadi senyawa yang bersifat asam. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa mayoritas air minum isi ulang pada depot air minum di Kecamatan Medan Petisah terkontaminasi Enterobacteriaceae dalam jumlah yang rendah, sehingga memerlukan pemantauan lebih ketat demi menjamin kesehatan masyarakat
PERILAKU PRAMUSAJI MAKANAN TENTANG HYGIENE DAN SANITASI DI RS UMUM SUNDARI MEDAN Eliska, Eliska; HSB, Elva Gustina; Bahar, Citra Rahmi; Lubis, Rosi Ani Riski; Wahyuni, Rista; Sari, Riris Aditya; Hasiah, Nur Syahidah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37521

Abstract

Kurangnya pengetahuan dan buruknya sikap serta perilaku tentang keamanan pangan (FSK) oleh petugas pramusaji makanan akan menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan pangan di instalasi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku pramusaji makanan tentang hygiene dan sanitasi di RS. Umum Sundari Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analitik dengan mengobservasi secara mendalam. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis gambaran pengetahuan dan perilaku pramusaji makanan di RS. Umum Sundari Medan mengenai hygiene dan sanitasi. Adapun jumlah responden pada penelitian berjumlah 9 orang yang berfokus pada bagian pramusaji makanan. Penelitian ini mendeskripsikan gambaran pengetahuan dan perilaku hygiene dan sanitasi pada pramusaji saat menyiapkan makanan pada pasien. Metode yang digunakan jenis kuantitatif dan kualitatif analitik dengan desain cros sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pramusaji makanan memiliki pengetahuan yang kurang tentang hygiene dan sanitasi, yang mempengaruhi sikap dan tindakan mereka dalam menerapkannya pada makanan. Makanan yang tidak menerapkan hygiene dan sanitasi bisa terkontaminasi oleh bakteri-bakteri pada makanan yang menyebabkan keracunan makanan dan menimbulkan penyakit diare atau penyakit lainnya. Maka dari itu perlunya adanya evaluasi kepada pramusaji makanan di RS. Umum Sundari Medan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan mengenai hygiene dan sanitasi pada makanan dengan tujuan menjaga kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan agar selalu higenis.
EVALUASI IMPLEMENTASI RENCANA PENGAMANAN AIR MINUM (RPAM) : LITERATURE REVIEW Sujarwo, Sujarwo; Nurjazuli, Nurjazuli; Raharjo, Mursid
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37532

Abstract

Tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) goal 6.1 secara internasional yaitu dicapainya 100% akses air minum yang aman, maka disadari bahwa pentingnya penjaminan terhadap kualitas air minum aman perlu dipenuhi. Pentingnya penjaminan terhadap kualitas air minum perlu dipenuhi serta pengawasan terhadap kualitas air minum perlu dilakukan. Penerapan RPAM diperlukan baik kota maupun desa di berbagai negara guna peningkatan akses air minum yang layak dan aman. Secara global terlaporkan sudah 93 Negara yang menerapkan RPAM, dengan kemanfaatan pada sekitar 50 juta pemanfaat di seluruh dunia pada akhir tahun 2016. literature review ini bertujuan untuk mengatahui evaluasi implementasi Renacana Pengamanan Air Minum (RPAM). kajian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi yang mengkaji berbagai literasi yang kaitannya dengan evaluasi Renacana Pengamanan Air Minum dengan google schoolar sebagai sumber pencarian artikel dengan rentang waktu tahun 2013-2023 yang diperoleh 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian literature yang direview, terdapat 10 tahapan dalam penyusunan RPAM antara lain : pembentukan tim; mendiskripsikan sistem; mengidentifikasi bahaya dan kejadian bahaya; memvalidasi tindakan perbaikan dan menilai resiko; merancang perbaikan; pengendalian dan pemantauan; memverifikasi efektifitas perencanaan pengamanan air; prosedur penguatan manajemen; program pendukung penguatan RPAM; serta meninjau dan memperbaharui RPAM. Evaluasi dilakukan dengan melihat ketercapaian aspek 4K (kualitas, kuantitas, kontinyuitas dan keterjangkauan) sehingga diketahui tingkatan resiko yang ada. Disimpulkan bahwa evaluasi implementasi RPAM dapat dilihat melalui ketercapaian aspek 4K (kualitas, kuantitas, kontinyuitas dan keterjangkauan).