cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
GAMBARAN LABORATORIUM PADA PASIEN DENGUE SHOCK SYNDROME DI RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH Pryadi, Balqis Ramandha Vari; Sari, Ni Ketut Puspa; Santhi, Desak Gde Diah Dharma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43028

Abstract

Dengue Shock Syndrome (DSS) merupakan komplikasi berat dari Demam Berdarah (DB) dengan tingkat mortalitas hingga sepuluh kali lebih tinggi. Parameter klinis dan laboratorium sederhana dapat menjadi indikator awal untuk memprediksi perkembangan DB menjadi DSS, membantu fasilitas kesehatan primer dengan sumber daya terbatas dalam mengidentifikasi kasus yang berpotensi berkembang menjadi DSS. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran laboratorium pasien DSS di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah. Studi observasional deskriptif cross-sectional dilakukan menggunakan 57 rekam medis pasien DSS periode Januari-Desember 2023, dianalisis melalui tabel distribusi frekuensi. Mayoritas pasien DSS adalah laki-laki (50,9%) dan dewasa (36,8%). Hasil hematologi menunjukkan 54,4% hemoglobin rendah, 80,7% hematokrit tinggi, 82,5% leukosit normal, dan 96,5% trombositopenia. Pemeriksaan serologi menunjukkan 63,2% positif IgM, 54,4% positif IgG, dan 59,6% negatif NS-1. Infeksi primer ditemukan pada 45,6% kasus (IgM+/IgG-), sedangkan infeksi sekunder pada 17,5% (IgM+/IgG+). Tanda vital menunjukkan 54,4% normotensi, 84,2% normokardia, 84,2% takipnea, 49,1% hipertermia, 100% saturasi oksigen normal, dan 36,8% tanpa tanda perdarahan. Terdapat perbedaan signifikan pada parameter laboratorium DSS berdasarkan jenis kelamin, usia, hematologi (Hb, leukosit, trombosit, Hct), serologi (IgM, IgG, NS-1), tanda vital, dan gejala klinis perdarahan, menunjukkan variasi manifestasi DSS yang dipengaruhi faktor demografis dan klinis.
EFEKTIVITAS INTERVENSI MINDFULNESS TERHADAP PENURUNAN INSOMNIA : STUDI META-ANALISIS Retalista, Nova; Yudiarso, Ananta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43053

Abstract

Insomnia merupakan masalah kesehatan yang signifikan dan menjadi perhatian global karena dampaknya terhadap kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang. Berbagai pendekatan telah dikembangkan untuk mengatasi gangguan ini, salah satunya adalah intervensi mindfulness. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas intervensi mindfulness terhadap penurunan insomnia pada individu. Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis terhadap 7 jurnal yang telah dipilih berdasarkan karakteristik tertentu, dengan melihat besarnya effect size menggunakan nilai g hedge dari hasil analisis statistik. Penelitian ini melibatkan 582 partisipan yang terbagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan effect size sedang (g = -0.567; 95% Cl = -1.810 sampai 0.677), yang mengindikasikan bahwa intervensi mindfulness memiliki pengaruh moderat dalam menurunkan tingkat insomnia. Temuan ini diperkuat oleh analisis heterogenitas dengan nilai I² sebesar 83.66%, menunjukkan adanya variasi antar studi yang cukup tinggi. Selain itu, tidak ditemukan bias publikasi berdasarkan uji Egger (p = 0.965), sehingga hasil dapat dianggap lebih valid. Mindfulness membantu individu mencapai keseimbangan pikiran, ketenangan, serta peningkatan konsentrasi, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas tidur yang lebih baik. Berbagai bentuk intervensi seperti MBSR, MBCT, MAPs, dan MBRP memberikan kontribusi terhadap perbaikan pola tidur. Oleh karena itu, mindfulness dapat menjadi pendekatan yang efektif dan dapat dipertimbangkan dalam intervensi klinis maupun preventif untuk mengatasi gangguan insomnia.
PEMERIKSAAN RADIOGRAFI LOPOGRAFI KOMBINASI COLON IN LOOP PADA KASUS PRO TUTUP STOMA (STUDI KASUS DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT UNS) Kamila, Azzahra Arimbi; Wati, Retno; Dewi, Sofie Nornalita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43079

Abstract

Pemeriksaan Lopografi dan Colon In Loop (CIL) merupakan prosedur radiologi untuk mengevaluasi bagian usus besar dengan memanfaatkan zat kontras yang dimasukkan lewat stoma atau anal. Pemeriksaan Lopografi dan CIL biasanya dilakukan untuk mendeteksi kanker colorectal, radang usus, serta saluran abnormal. Kanker usus menjadi penyebab utama tindakan pembuatan stoma. Stoma merupakan lubang yang diciptakan melalui prosedur bedah pada dinding abdomen untuk mengalihkan jalannya feses. Pada umumnya, pemeriksaan radiografi yang digunakan pada pasien dengan stoma adalah Lopografi atau CIL, sedangkan pada Tn D dengan kasus pro tutup stoma di Instalasi Radiologi Rumah Sakit UNS dilakukan pemeriksaan Lopografi terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan CIL. Penelitian bertujuan mengetahui prosedur kombinasi dan peranan ditambahkannya pemeriksaan CIL pada kasus pro tutup stoma. Metode penelitian ini bersifat kualitatif dan berbasis studi kasus. Subjek penelitian 1 dokter pengirim, 1 dokter spesialis radiologi, dan 3 radiografer. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggunakan kombinasi Lopografi dan CIL metode double contrast dengan pemasukan lewat stoma dan anus. Pemeriksaan CIL berperan penting dalam mengevaluasi keseluruhan colon karena pasien hanya memiliki stoma proksimal dibagian ileum terminal. Kesimpulannya pemeriksaan ini berguna untuk menilai ileum dan colon secara keseluruhan  hingga mampu memperlihatkan jika terdapat kelainan di area lumen usus pasien sebelum tindakan penutupan stoma.
UPAYA DIAGNOSIS KOMUNITAS HIPERTENSI TIDAK TERKENDALI PADA MASYARAKAT DESA RENGED, WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRESEK Ifana, Shomadya Bayu; Drew, Clement
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43105

Abstract

Secara global, sejumlah 1,28 miliar dewasa dalam rentang usia 30–79 tahun hidup dengan hipertensi, namun 46% tidak menyadari kondisinya, dan hanya 42% yang menerima pengobatan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Indonesia melaporkan bahwa hipertensi menjadi penyakit tidak menular nomor satu dengan prevalensi yang terus meningkat yaitu sebesar 25,8% pada tahun 2013 menjadi 34,1% pada tahun 2018. Hipertensi menyumbang 8 juta kematian setiap tahunnya, termasuk 1,5 juta di Asia Tenggara. Tujuan kegiatan diagnosis komunitas ini adalah untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas kasus hipertensi tidak terkendali di Desa Renged, area kerja Puskesmas Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Pendekatan diagnosis komunitas dilakukan dengan mengidentifikasi masalah menggunakan Paradigma Blum. Teknik non-skoring Delphi digunakan untuk menentukan prioritas masalah dan fishbone diagram untuk menentukan akar penyebab masalah. Pemantauan selama intervensi menggunakan plan–do–check–action cycle serta dilakukan pendekatan sistem sebagai evaluasi. Berdasarkan proses identifikasi dan penentuan akar masalah, dilakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi di mana 88% peserta memperoleh nilai pengetahuan ≥ 70. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan pendekatan diagnosis komunitas terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat Desa Renged mengenai hipertensi. Dengan terjaidnya peningkatan pengetahuan, diharapkan peserta penyuluhan dapat menyebarluaskan informasi yang didapatkan kepada lingkungan sekitar sehingga diharapkan terjadi penurunan angka morbiditas dan mortalitas kasus hipertensi tidak terkendali di wilayah kerja Puskesmas Kresek.
DETERMINAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT : TINJAUAN SISTEMATIS rubaida, ida; Hidayat, Muhammad Syamsu; Trisnowati, Heni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43133

Abstract

Keselamatan pasien saat ini menjadi topik yang menarik perhatian dunia. Pembentukan budaya keselamatan pasien di rumah sakit ditentukan oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penentu implementasi budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini berupa tinjauan sistematis menggunakan diagaram alir PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis). Untuk pengumpulan data dalam penelitian ini, dilakukan pencarian di PubMed dan Google Scholar. Kata kunci pencarian PubMed adalah “patient safety” and “risk management” and “hospital”, dan kata kunci pencarian Google Scholar adalah “budaya keselamatan pasien” dan “rumah sakit”.  Kriteria kelayakan untuk  penelitian ini mencakup semua artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, penelitian dengan desain cross-sectional dan artikel harus dapat diakses secara keseluruhan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penentu implementasi budaya keselamatan pasien di rumah sakit meliputi faktor personal yang terdiri dari usia, jenis kelamin, pendidikan, persepsi, jenis profesi, pengalaman kerja, faktor organisasional meliputi dukungan manajemen dan kepala unit, kerja sama tim, pembelajaran organisasi, frekuensi pelaporan insiden, perbaikan berkelanjutan, respon yang tidak menghukum, beban kerja serta lingkungan kerja. Kesimpulannya, faktor penentu budaya keselamatan pasien di rumah sakit adalah elemen personal, elemen organisasi dan elemen lingkungan kerja. Temuan dari penelitian ini dapat digunakan manajemen rumah sakit untuk meningkatkan pelaksanaan budaya keselamatan pasien.
ACUTE DECOMPENSATED HEART FAILURE PADA RHEUMATIC HEART DISEASE ANAK Audryan, Rizky; Sulawati, Ity
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43134

Abstract

Gagal jantung akut dekompensata adalah komplikasi umum dari Rheumatic Heart Disease (RHD) pada anak-anak, terutama pada negara dengan penghasilan rendah-menengah. RHD adalah kondisi kronis akibat acute rheumatic fever (ARF) suatu respons autoimun terhadap infeksi Streptococcus Grup A (GAS) yang tidak diobati. Secara global, prevalensi RHD diperkirakan mempengaruhi > 40 juta orang, dengan sekitar 300 ribu kematian tiap tahunnya, utamanya pada anak. Beberapa faktor berkontribusi terhadap perkembangan gagal jantung pada RHD anak, termasuk keterlambatan diagnosis, profilaksis sekunder yang tidak memadai, episode ARF yang berulang, dan faktor sosial ekonomi. Pentingnya pencegahan dan penanganan sedini mungkin pada ARF dan RHD untuk mencegah terjadinya gagal jantung. Dilaporkan anak laki-laki usia 11 tahun mengeluhkan sesak napas disertai batuk berdahak warna putih dan nyeri tenggorokan sejak 1 bulan terakhir memberat 1 jam terakhir. Riwayat pingsan, sering mudah lelah dan sesak napas terutama ketika beraktivitas (seperti berolahraga) ataupun saat berbaring. Tanda vital didapatkan takikardi. Pada auskultasi paru didapatkan ronki dikedua lapang paru. Pada pemeriksaan jantung kesan terdapat pembesaran jantung, murmur (+). Hasil laboratorium dilaporkan ASTO negatif. EKG disimpulkan sinus takikardia disertai dengan LAD. Hasil rontgen thorax didapatkan kardiomegali disertai corakan bronkovaskular kasar. Ekokardiografi memberikan kesan EF 61%, terdapat regurgitasi mitral berat, stenosis mitral berat, regurgitasi trikuspid berat dan regurgitasi aorta ringan-sedang.
DIAGNOSIS KOMUNITAS DALAM UPAYA PENINGKATAN CAKUPAN PENDERITA HIPERTENSI TERKENDALI DI PUSKESMAS SINDANG JAYA Destianti, Erika; Novianti, Dewi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43135

Abstract

Peningkatan tekanan darah minimal 140 mmHg untuk sistolik dan 90 mmHg untuk diastolik, diukur dalam selang waktu lima menit pada 2 kali pengukuran, merupakan indikasi hipertensi, suatu kondisi kardiovaskular. Berdasarkan WHO 2023, sekitar 1,28 miliar orang dewasa menderita hipertensi. Riskesdas 2018 melaporkan bahwa prevalensi hipertensi sebesar 34,1%. Pada tahun 2024, capaian pasien hipertensi terkendali menurun menjadi 20% (4.119 kasus) dibandingkan tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan capaian cakupan penderita hipertensi terkendali di Puskesmas Sindang Jaya. Analisis situasi menjadi dasar dalam pendekatan diagnosa komunitas. Kemudian mengidentifikasi masalah dengan Paradigma Blum. Prioritas masalah ditentukan dengan metode non-skoring Delphi dan diagram fishbone untuk mengidentifikasi akar dari penyebab masalah. Data hasil intervensi didapat melalui wawancara, pengukuran tekanan darah, kuesioner pre-test, post-test serta monitoring card. Berdasarkan hasil intervensi menunjukkan kasus hipertensi terjadi pada 40 pasien (40%) poli umum dan 15 pasien (55.55%) poli lansia. Didapatkan juga 59 pasien umum (98,3%) dan 15 lansia (83,2%) dengan nilai post-test ≥ 70. Jumlah yang menggunakan dan membawa monitoring card saat kontrol poli umum sebanyak 37 pasien (88,09%) dan 6 pasien (40%) poli lansia. Kami menyimpulkan bahwa faktor penyebab penurunan cakupan hipertensi terkendali di wilayah kerja Puskesmas Sindang Jaya adalah medical care services dan lifestyle.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI RS SANSANI Randika, Rendi; Mianna, Rika; Redho, Ahmad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43142

Abstract

Pelayanan kesehatan yang berkualitas merupakan kebutuhan dasar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kepuasan pasien terhadap pelayanan menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kualitas layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu motivasi inspiratif, pengaruh yang diidealkan, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual, terhadap kinerja pegawai di RS Sansani tahun 2024. Penelitian menggunakan metode survei kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 65 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji statistik univariat serta bivariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat Motivasi Inspiratif yang tinggi (72,3%), Pengaruh yang Diidealkan tinggi (56,9%), Stimulasi Intelektual tinggi (75,4%), dan Pertimbangan Individual tinggi (69,2%), dengan 64,6% responden menunjukkan kinerja tinggi. Analisis bivariat mengungkapkan hubungan signifikan antara semua dimensi kepemimpinan transformasional dan kinerja pegawai (p-value < 0,05), di mana Motivasi Inspiratif memiliki pengaruh paling signifikan, dengan 87,2% responden bermotivasi tinggi menunjukkan kinerja tinggi. Dimensi lainnya juga memberikan pengaruh signifikan, mendukung teori kepemimpinan transformasional yang menekankan peran pemimpin dalam meningkatkan komitmen dan motivasi pegawai. Pemimpin yang mampu menginspirasi, menjadi teladan, mendorong kreativitas, dan memberikan perhatian individual dapat menciptakan lingkungan kerja yang produktif. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan pelatihan kepemimpinan di sektor pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas kinerja organisasi.
PERAN URSODEOXYCHOLIC ACID (UDCA) DALAM PENGELOLAAN PENYAKIT BATU EMPEDU Hidayah, Rochima Ridha; Pramana, Triyanta Yuli
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43148

Abstract

Penyakit batu empedu adalah salah satu gangguan saluran cerna yang paling umum dan berisiko tinggi. Batu empedu kolesterol menyumbang 80%-90% dari semua batu empedu di negara-negara Eropa dan Amerika, sedangkan batu empedu pigmen lebih banyak dilaporkan di negara-negara Asia. Pengobatan hanya diperlukan untuk pasien yang bergejala atau pasien berisiko tinggi dengan komplikasi lain yang berhubungan dengan batu empedu. Penanganan konservatif dapat digunakan pada kasus-kasus di mana pasien tidak dapat mentoleransi pembedahan atau memilih untuk tidak menjalani pembedahan, termasuk pemberian UDCA atau drainase batu melalui kolesistostomi perkutan. UDCA memainkan peran penting dalam penanganan penyakit batu empedu, terutama untuk batu empedu berbasis kolesterol. UDCA diberikan secara oral dengan dosis 8-10 mg/kg berat badan per hari dalam dua atau tiga dosis terbagi. Pengobatan biasanya bersifat jangka panjang dan memerlukan evaluasi rutin menggunakan ultrasound setiap enam bulan untuk memantau respons pengobatan. Pemantauan jangka panjang juga diperlukan untuk mengamati potensi efek samping, seperti gangguan pencernaan atau reaksi alergi, serta untuk memastikan kepatuhan pasien terhadap terapi jangka panjang. Jika terapi UDCA terbukti tidak efektif, alternatif lain seperti kolesistektomi atau litotripsi harus dipertimbangkan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme molekuler dan genetik yang memengaruhi respons terhadap UDCA, terutama dalam memahami variabilitas individu dan bagaimana faktor genetik dapat memprediksi keberhasilan pengobatan.  
CHALLENGING DIAGNOSIS FROM PARONYCHIA TO GLOMUS TUMOR Rahim, Fitrahadi Nugraha; Meliala, Charles Apulta; Brilianto, Bagus Iman; Setiasti, Anglita Yanti; Irawan, M. Naseh Sajadi Budi; Primadhi, R. Andri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43154

Abstract

ABSTRAK Tumor glomus, juga dikenal sebagai angioneuromioma, adalah neoplasma jinak yang muncul dari badan glomus, suatu struktur yang berfungsi dalam pengaturan suhu tubuh. Tumor jinak yang langka ini telah dilaporkan di sejumlah lokasi di tubuh, paling sering terlihat di area subungual jari-jari tangan. Hanya sedikit yang telah dilaporkan di daerah kaki, terutama jempol kaki. Trias klasik berupa nyeri spontan, nyeri tekan, dan hipersensitivitas dingin umumnya ditemukan sebagai presentasi klinis dari jenis tumor ini. Seorang wanita berusia 33 tahun datang ke rumah sakit kami dengan keluhan nyeri kronis dan sensitivitas suhu dingin, di jempol kaki kanannya dengan kesulitan memakai sepatu selama 9 tahun terakhir. Hasil rontgen dan pemeriksaan laboratorium normal. Pemeriksaan lebih lanjut dengan pencitraan resonansi magnetik dilakukan dan menunjukkan lesi jaringan lunak berbatas teratur dengan hipointensitas di T1 dan hiperintensitas di T2. Pengangkatan lesi dilakukan dengan eksisi dan laporan histopatologi mengonfirmasi diagnosis tumor glomus pada jempol kaki. Tindak lanjut di klinik rawat jalan menunjukkan bahwa pasien telah bebas nyeri selama 5 minggu setelah operasi. Tumor glomus sebagai kemungkinan penyebab nyeri kronis pada jari kaki sering kali terlambat didiagnosis dan salah didiagnosis sebagai paronikia karena jarang muncul secara klinis, terutama pada jempol kaki. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dokter dan ahli bedah tentang tumor ini sebagai kemungkinan diagnosis.