cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
THE EFFECT OF SERVICE QUALITY ON PATIENT SATISFACTION, PATIENT TRUST AND PATIENT LOYALTY Apryani, Janet
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43155

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan layanan rumah sakit semakin meningkat seiring dengan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya kesehatan. Rumah sakit tidak hanya berperan sebagai tempat pengobatan, tetapi juga sebagai penyedia layanan kesehatan yang memengaruhi persepsi dan pengalaman pasien. Dalam konteks ini, kualitas pelayanan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi kepuasan, kepercayaan, dan loyalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien, kepercayaan pasien, dan loyalitas pasien di Rumah Sakit XYZ yang berlokasi di Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner. Responden dalam penelitian ini berjumlah 200 orang yang memenuhi kriteria telah atau akan menerima layanan pengobatan di rumah sakit tersebut. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien, kepercayaan pasien, dan loyalitas pasien. Artinya, semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan rumah sakit, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan, kepercayaan, dan loyalitas pasien. Namun demikian, hasil juga menunjukkan bahwa kepuasan pasien memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap loyalitas pasien. Di sisi lain, kepercayaan pasien terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas. Temuan ini mengindikasikan pentingnya membangun kepercayaan pasien sebagai strategi utama dalam meningkatkan loyalitas mereka terhadap layanan rumah sakit.
STATUS GIZI DAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI NEGARA BERKEMBANG : SCOPING REVIEW Karisma, Putu Ayu; Kartini, Apoina; Pradigdo, Siti Fatimah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43170

Abstract

Status gizi sangat penting bagi kesehatan menstruasi remaja putri. Baik kekurangan maupun kelebihan gizi dapat memengaruhi waktu menarke, keteraturan siklus menstruasi, serta munculnya gangguan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi dan siklus menstruasi pada remaja putri dengan menggunakan metode scoping review. Scoping review ini dilakukan dengan menggunakan data dari Scopus, PubMed, dan PubMed Central. Populasi target mencakup remaja putri yang berkaitan dengan status gizi dan siklus menstruasi. Pencarian dilakukan dengan kata kunci "nutrition status” AND “menstrual cycle” AND “adolescent girls", yang menghasilkan 1.079 artikel. Setelah disaring dengan batasan waktu 10 tahun terakhir, diperoleh 6 artikel yang relevan. Hasil dari scoping review menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi status gizi dan siklus menstruasi pada remaja putri dikategorikan ke dalam enam kelompok: (1) ketidakseimbangan gizi, (2) Indeks Massa Tubuh (IMT), (3) faktor sosial-ekonomi, (4) kebiasaan makan dan pola diet, (5) tingkat aktivitas fisik, serta (6) pola tidur dan gaya hidup. Status gizi dan siklus menstruasi saling berkaitan melalui berbagai faktor yang kompleks. Secara keseluruhan, kesehatan menstruasi remaja dipengaruhi oleh faktor gizi, status sosial-ekonomi, dan gaya hidup. Asupan gizi seimbang mendukung keteraturan siklus menstruasi, sementara faktor sosial-ekonomi dan gaya hidup berkontribusi terhadap gangguan menstruasi. Intervensi yang tepat sasaran serta akses layanan kesehatan yang lebih baik sangat diperlukan.  
LOGOTERAPI EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP : STUDI META-ANALISIS Dewi, Luh Putu Lidya Sofhya; Yudiarso, Ananta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.43200

Abstract

Kualitas hidup merupakan aspek penting dalam kesejahteraan individu, terutama bagi mereka yang menghadapi situasi yang menekan. Salah satu intervensi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup adalah logoterapi, yang berfokus pada pencarian makna hidup sebagai strategi menghadapi tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi logoterapi dalam meningkatkan kualitas hidup melalui metode meta-analisis. Data diperoleh dari sembilan jurnal yang memenuhi kriteria inklusi, dengan total 150 partisipan berusia 10 hingga 36 tahun yang telah menerima intervensi logoterapi. Analisis dilakukan dengan menghitung effect size menggunakan nilai g Hedge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logoterapi memiliki effect size sedang (g = 0.67; 95% CI = -1.21 hingga 2.56), yang mengindikasikan bahwa intervensi ini efektif dalam meningkatkan kualitas hidup individu. Temuan ini menegaskan bahwa logoterapi memberikan efek signifikan, terutama bagi individu yang berada dalam kondisi penuh tekanan. Efektivitas intervensi ini dipengaruhi oleh metode pelaksanaan, termasuk jumlah sesi dan durasi logoterapi yang diberikan. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat bukti bahwa logoterapi dapat menjadi strategi intervensi yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup individu.  
KAJIAN PROGRAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI DESA TEGAL KERTA, KOTA DENPASAR DENGAN PENDEKATAN SOCIAL ECOLOGICAL MODEL Gosa, I Putu Dhananjaya Dharsila; Wijaya, Made Indra; Pratiwi, Anny Eka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43207

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Desa Tegal Kerta, Kota Denpasar, menjadi salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai prioritas percepatan penurunan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut dengan pendekatan Social Ecological Model (SEM). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh pelaku program dan keluarga yang memiliki balita. Sampel dipilih secara purposive sebanyak 18 partisipan yang terdiri dari ibu balita, kader posyandu, bidan desa, petugas gizi puskesmas, dan kepala desa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi lapangan, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 5,77% dari 416 balita pada September 2024. Faktor utama yang berkontribusi terhadap stunting adalah rendahnya literasi gizi ibu (70%), kurangnya konsumsi protein hewani (62%), keterbatasan akses layanan kesehatan (55%), dan pengaruh budaya keluarga dalam pola makan anak (48%). Intervensi edukasi gizi melalui posyandu berhasil meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI, dengan perubahan pola makan pada 68% ibu balita. Program kebun gizi juga meningkatkan konsumsi sayur dan buah pada 42% rumah tangga. Simpulan: Intervensi berbasis komunitas yang terintegrasi dalam SEM efektif dalam mempercepat penurunan stunting. Diperlukan penguatan kapasitas kader, kebijakan desa berbasis gizi, dan kolaborasi lintas sektor untuk keberlanjutan program.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI DI DESA BALILOKU, KECAMATAN WANUKAKA, KABUPATEN SUMBA BARAT Dedu Ngara, Delvisari; Purimahua, Sintha Lisa; Ruliati, Luh Putu; Roga, Anderias Umbu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43212

Abstract

Penggunaan pestisida dalam pertanian masih menjadi penyebab utama risiko kesehatan bagi petani. Masih sering dijumpai kasus keracunan pestisida yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan perilaku penggunaan yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian keracunan pestisida pada petani di Desa Baliloku, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel berjumlah 79 petani yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,030), dan cara penggunaan pestisida (p=0,001) dengan kejadian keracunan pestisida. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tindakan setelah penyemprotan (p=0,496) dan waktu penyemprotan (p=0,356) dengan kejadian keracunan. Mayoritas petani masih menggunakan pestisida dengan cara yang berisiko (81,01%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat pengetahuan, sikap, dan cara penggunaan pestisida memengaruhi peningkatan risiko keracunan pestisida pada petani, sementara tindakan setelah penyemprotan dan waktu penyemprotan tidak berpengaruh secara signifikan.
LITERATURE REVIEW : GAMBARAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIN DI PUSKESMAS Ramadhani, Suci; Saidah, Siti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43218

Abstract

Pelayanan kefarmasian di Puskesmas memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang berdampak pada kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas menggunakan model SERVQUAL. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review yang telah melakukan penelusuran publikasi ilmiah dalam lima tahun terakhir, dengan desain penelitian Descriptive Survei, Kuantitatif Deskriptif dan Descriptive Cross sectional. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat variasi tingkat kepuasan pasien, dengan dimensi empati dan ketanggapan sering kali mendapatkan nilai lebih tinggi, sementara dimensi kehandalan dan bukti fisik menunjukkan nilai yang lebih rendah. Penelitian juga menemukan kesenjangan signifikan antara harapan dan kenyataan pelayanan yang diterima di beberapa Puskesmas, sehingga banyak pasien yang merasa tidak puas. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah perlunya perbaikan dalam dimensi kehandalan dan bukti fisik untuk meningkatkan kepuasan pasien. Implikasi dari temuan ini mendorong pihak Puskesmas untuk lebih fokus pada pelatihan staf dan memperbaiki fasilitas agar dapat memenuhi ekspektasi pasien secara optimal.
PUBLIC KNOWLEDGE ABOUT LEPTOSPIROSIS DISEASE IN THE WORKING AREA OF GEMBONG HEALTH CENTER Haryanto, Yonathan Julian; Drew, Clement
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43275

Abstract

Secara global, leptospirosis diperkirakan menyebabkan lebih dari 1 juta kasus dan 60.000 kematian setiap tahunnya, meskipun pelaporan yang tidak dilaporkan masih menjadi tantangan karena gejala yang tidak spesifik dan kapasitas diagnostik yang terbatas di rangkaian sumber daya yang terbatas. Indonesia melaporkan bahwa kurang dari 40% masyarakat Indonesia memahami gejala penyakit atau strategi pencegahannya, seperti pengendalian hewan pengerat. Mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penyakit leptospirosis di wilayah kerja Puskesmas Gembong adalah tujuan dari studi ini. Studi berbasis observasional menggunakan desain cross-sectional dilakukan pada periode Desember 2024 hingga Januari 2025. Kami menggunakan survei mini yang telah diuji 1 minggu sebelumnya terhadap 30 responden berbeda di Puskesmas Gembong. Dari seluruh masyarakat yang berobat ke Puskesmas Gembong pada 6 Januari 2025, sekitar 90 pasien memenuhi kriteria inklusi. Perempuan mendominasi dengan persentase 56%. Pasien dalam penelitian ini berada pada rentang usia 18-67 tahun, dan rentang usia terbanyak adalah 20-40 tahun yaitu sekitar 58,9%, ibu rumah tangga (44,4%) dan berpendidikan SD (44,4%). Sekitar 83,3% pasien memiliki skor mini-survei <70. Sekitar 53,3% pasien tidak mengetahui penyebab penyakit leptospirosis, sekitar 77,7% pasien tidak mengetahui tanda dan gejala leptospirosis, sekitar 86,6% pasien tidak mengetahui pencegahan leptospirosis, dan 68,8% pasien tidak mengetahui komplikasi serius dari leptospirosis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa masih rendahnya pengetahuan Puskesmas Gembong mengenai penyakit leptospirosis.
HUBUNGAN KETERSEDIAAN KEANEKARAGAMAN PANGAN DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA Rijani, Ahmad; Fahrurodzi, Denny Saptono
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43285

Abstract

Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi anak yang ditunjukkan oleh berat badan dan tinggi badannya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi status gizi yaitu ketersediaan keanekaragaman pangan. Keanekaragaman pangan mengacu pada praktik mengonsumsi berbagai kelompok pangan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi untuk kesehatan yang baik. Selain dikaitkan dengan status kesehatan dan gizi masyarakat, pemenuhan keanekaragaman pangan dapat menjadi contoh pencapaian tujuan Indikator Sustainable Development Goals (SDGs). Masih banyaknya gizi masyarakat yang belum seimbang menjadi salah satu penyebab masih tingginya angka gizi buruk. Masalah gizi yang dialami oleh balita dapat menimbulkan berbagai negatif pada perkembangan anak di masa mendatang Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan ketersediaan keanekaragaman pangan dengan status gizi pada balita. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di bulan februari 2025 di wilayah kerja Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 103 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Analisis data yang akan digunakan yaitu uji Chi-square. Dengan hasil menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketersediaan keanekaragaman pangan (p-value=0,297) dengan status gizi pada balita. Pentingnya pemberian edukasi pada ibu mengenai pemberian makanan yang beragam pada balita untuk mengoptimalkan tumbuh kembang balita dan agar balita memiliki status gizi yang baik.
ANALISIS SPASIAL PENYEBARAN PENYAKIT DIARE DI WILAYAH JAKARTA PUSAT Dewi, Sukmala; Pertiwi, Tria Saras; Hosizah, Hosizah; Nurmalasari, Mieke
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43287

Abstract

Jakarta Pusat mencatat kasus diare tertinggi di Kecamatan Kemayoran, dengan total 7.010 kasus pada tahun 2022. Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan frekuensi buang air besar sebanyak tiga kali atau lebih dalam 24 jam, dengan feses yang lebih encer dari biasanya dan disebabkan berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spasial antara kasus diare dan beberapa faktor risikonya. Penelitian dilakukan pada Desember 2023 hingga Januari 2024, dengan sampel mencakup jumlah kasus diare di semua kelompok usia, jumlah sarana air minum, serta jumlah jamban sehat permanen pada tahun 2022 di wilayah Jakarta Pusat yang meliputi Kecamatan Sawah Besar, Gambir, Senen, Johar Baru, Kemayoran, Menteng, Cempaka Putih, Tanah Abang. Analisis data menggunakan metode Bivariate Moran’s I melalui aplikasi GeoDa dengan input data peta dasar kota madya Jakarta Pusat. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi spasial antara kasus diare dan faktor risikonya di berbagai wilayah di Jakarta Pusat. Uji signifikansi mengungkapkan bahwa terdapat satu wilayah, yaitu Kecamatan Tanah Abang, memiliki nilai signifikansi (p<0,05) yang menunjukkan adanya autokorelasi dengan wilayah sekitarnya. Pola penyebaran kasus diare di daerah ini bersifat acak dan termasuk dalam kategori High-Low. Penelitian ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan strategi kesehatan masyarakat untuk mengurangi kasus diare di wilayah Jakarta Pusat.
HUBUNGAN PENCAHAYAAN DAN VENTILASI TERHADAP KEJADIAN TUBERCULOSIS PULMONUM : LITERATURE REVIEW Listiyani, Anindita Alisha; Yudhastuti, Ririh
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43336

Abstract

Tuberculosis pulmonum (TB paru) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB paru merupakan penyakit yang mudah menular melalui udara dari sumber penularan yaitu pasien TB dengan Bakteri Tahan Asam (BTA) positif pada waktu batuk atau bersin, pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak. Berdasarkan data WHO, insiden tuberculosis di seluruh dunia mencapai angka 10,8 juta pada tahun 2023 dan Indonesia berada di peringkat kedua kasus tuberculosis terbanyak. Faktor lingkungan berkaitan erat dengan kejadian tuberculosis salah satunya faktor fisik rumah yaitu pencahayaan dan ventilasi. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis hubungan pencahayaan dan ventilasi dengan kejadian TB paru menggunakan metode sistematis tinjauan literatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan melakukan tahap seleksi artikel dengan metode PRISMA. Database yang digunakan bersumber dari Google Schoolar periode tahun 2020-2024 dan tersaring artikel terpilih sebanyak 14 artikel yang digunakan. Hasil tinjauan literatur mengindikasikan bahwa pada variabel pertama yaitu pencahayaan sebanyak 9 (64,29%) artikel memiliki hubungan antara pencahayaan dengan kejadian tuberculosis, sedangkan 5 (35,71%) artikel tidak memiliki hubungan. Pada variabel kedua yaitu ventilasi sebanyak 13 (92,86%) artikel memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian tuberculosis, sedangkan 1 (7,14%) artikel tidak memiliki hubungan. Simpulan dari artikel tinjauan literatur yaitu terdapat hubungan bermakna antara pencahayaan dan ventilasi dengan faktor kejadian Tuberculosis pulmonum, ditemukan faktor dominan dari permasalahan responden yaitu kurangnya perilaku membuka jendela, rumah yang terlalu padat, ukuran ventilasi kurang luas, dan ventilasi tertutup sehingga menyebabkan cahaya matahari dan sirkulasi udara tidak dapat masuk ke dalam rumah.