cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
SKOR POEDJI ROCHJATI DENGAN KOMPLIKASI DALAM PERSALINAN – STUDY CASE CONTROL Aprelia, Lisa; Hidayah, Noor; Yulisetyaningrum, Yulisetyaningrum
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42654

Abstract

Kehamilan risiko tinggi yang memburuk menjadi komplikasi kehamilan beresiko membahayakan kesehatan ibu dan bayi, namun tidak semua resiko tinggi kehamilan menjadi komplikasi kehamilan dan persalinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis resiko tinggi kehamilan dalam Skor Poedji Rochjati dengan komplikasi dalam persalinan di Puskesmas Gondosari Gebog. Desain penelitian ini adalah observasional case control. Semua data diambil dari data sekunder dokumen kohort ibu resiko tinggi dan persalinan komplikasi di Puskesmas Gondosari tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 373 kasus ibu resiko tinggi, kemudian di runut yang mengalami komplikasi selama persalinan yang sejumlah 111 responden. Sedangkan kontrol sejumlah 111 ( diambil dari total populasi dikurang ibu resiko tinggi yang mengalami komplikasi berjumlah 262) kemudian di ambil sejumlah 111 secara random dengan format exel RANBETWEEN. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara Skor Poedji Rochjati dengan komplikasi persalinan, dengan nilai p-value 0,000 (p < 0,05) OR 2,606 yang bermakna ibu yang memiliki skor pudji rochyati resiko sangat tinggi kehamilan beresiko sejumlah 2,606 x mengalami  komplikasi persalinan dibanding ibu yang memiliki skor pudji rochyati resiko tinggi kehamilan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan deteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil untuk mencegah resiko tinggi kehamilan  berikut komplikasi persalinan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KB PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OESAPA andiawa, maria asti; Littik, Serlie K. A.; Junias, Marylin Susanti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42684

Abstract

Pelayanan Keluarga Berencana berperan penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Namun, di wilayah kerja Puskesmas Oesapa, tingkat pemanfaatan pelayanan KB masih tergolong rendah, dimana pada tahun 2024 Puskesmas Oesapa menjadi salah satu puskesmas di Kota Kupang dengan tingkat unmet need tertinggi sebanyak 9.726. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan KB pada pasangan usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada seluruh pasangan usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa dan dilaksanakan pada Desember 2024 sampai Januari 2025. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasangan usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square untuk melihat adanya hubungan dari masing-masing faktor terhadap pemanfaatan pelayanan KB. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara variabel pengetahuan, paritas, ekonomi, dan dukungan suami terhadap pemanfaatan pelayanan KB. Sedangkan untuk variabel keterjangkauan fasilitas pelayanan kesehatan tidak ada hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan pelayanan KB. Diharapkan pihak Puskesmas dapat memberikan edukasi kepada pasangan usia subur, peningkatan aksesibilitas fasilitas KB, dan perlunya kesadaran dari pasangan usia subur untuk memanfaatkan pelayanan KB agar kualitas kesehatan masyarakat mengalami peningkatan.
DINAMIKA PENULARAN MALARIA DI DAERAH PERTAMBANGAN : LITERATURE REVIEW Sari, Siti Nabila; Sunarsih, Elvi; Windusari, Yuanita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42690

Abstract

Malaria merupakan masalah kesehatan global utama yang menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian, terutama di negara berkembang. Berdasarkan laporan WHO tahun 2019, tercatat 232 juta kasus malaria dan 409.000 kematian. Aktivitas manusia, seperti penambangan ilegal, menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan nyamuk Anopheles, yang meningkatkan risiko penularan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kejadian malaria di daerah pertambangan. Desain penelitian yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dengan diagram alir PRISMA. Populasi dalam penelitian ini adalah komunitas pertambangan, yang diambil dari basis data seperti PubMed, ScienceDirect, Malaria Journal, dan Google Scholar. Sampel terdiri dari 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi setelah penyaringan judul dan abstrak. Variabel penelitian mencakup faktor pengetahuan, usia, migrasi, aktivitas keluar ruangan, kondisi lingkungan, serta akses terhadap layanan kesehatan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan artikel yang diperoleh dari sumber-sumber yang disebutkan di atas, dan analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penularan malaria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor utama yang mempengaruhi penularan malaria adalah tingkat pengetahuan, usia, migrasi, aktivitas keluar ruangan, kondisi lingkungan, serta akses terhadap layanan kesehatan. Penularan malaria di wilayah pertambangan dipengaruhi oleh faktor perilaku, dan demografis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan multisektoral yang melibatkan edukasi kesehatan, kebijakan yang mendukung mobilitas penduduk, serta perbaikan layanan kesehatan untuk mengurangi kejadian malaria di daerah-daerah tersebut.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN FISIK PASTA GIGI EKSTRAK TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS) widyaningrum, naniek; Maula, Ajni Minhatul; Andriani, Ainul; Permata, Amaliyah; Aprilia, Laela; Arief, Thendi Abdul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42714

Abstract

Penyebab karies gigi adalah bakteri Streptococcus mutans. Streptococcus mutans merupakan bakteri gram positif yang memiliki kemampuan mengubah karbohidrat menjadi asam laktat Karies gigi merupakan salah satu gangguan kesehatan gigi. Karies gigi terbentuk karena ada sisa makanan yang menempel pada gigi, yang pada akhirnya menyebabkan pengapuran gigi. Teh hijau merupakan salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan untuk perawatan gigi. Daun teh hijau mengandung 30-40 % polifenol yang sebagian besar dikenal dengan katekin, yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri atau juga mampu untuk membunuh bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu sedian formulasi dan evaluasi sediaan pasta gigi ekstrak teh hijau (Camellia sinensis). Penelitian ini merupakan penelitian trial and error yang menggunakan Uji evaluasi terhadap sediaan pasta gigi yang meliputi uji stabilitas, organoleptik, homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan uji viskositas. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Prodi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Islam Sultan Agung. Data diperoleh dengan menggunakan analisis data yang sudah dilakukan uji ANOVA. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan hasil analisa untuk mendapatkan formulasi yang baik. Secara keseluruhan, semua formula pasta gigi yang diuji terbukti stabil, homogen, aman, dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, baik sebelum maupun setelah penyimpanan. Semua uji sediaan tidak mengalami perubahan yang signifikan kecuali pada uji viskositas dengan nilai 0,000 (p>0.05) maka dapat dikatakan mengalami perubahan yang signifikan.
IMPLEMENTASI MEOWS (MATERNAL EARLY OBSTETRIC WARNING SCORE) DALAM MEMPREDIKSI LAMA PERAWATAN PASIEN PREEKLAMPSIA Ningsih, Ririn Wahyu; Rosyidah, Rafhani; Hanum, SM. Faridah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42758

Abstract

Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan yang dapat memperburuk kondisi ibu dan mengakibatkan perawatan yang lebih lama di rumah sakit. Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi durasi perawatan masih menjadi tantangan dalam praktik medis. Metode Penelitian ini merupakan studi kohort retrospektif analitik yang melibatkan 276 pasien preeklampsia di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dari Juni 2023 hingga Juni 2024. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien. Analisis dilakukan menggunakan kurva ROC untuk menentukan titik cut-off MEOWS dalam memprediksi durasi perawatan, serta uji regresi logistik untuk mengontrol variabel lain seperti usia, paritas, indeks massa tubuh (IMT), tingkat pendidikan, asuransi, dan riwayat hipertensi. Hasil Rata-rata lama perawatan pasien preeklampsia adalah X hari. Nilai Area Under the Curve (AUC) untuk MEOWS sebesar Y (p = 0,001) menunjukkan kemampuan prediksi yang cukup baik. Titik cut-off MEOWS optimal ditetapkan untuk mencapai keseimbangan antara sensitivitas dan spesifisitas dalam memprediksi lama perawatan. Beberapa variabel perancu juga ditemukan memiliki hubungan yang signifikan terhadap durasi perawatan. Analisis dan Diskusi MEOWS memiliki tingkat akurasi yang cukup dalam mengidentifikasi pasien preeklampsia yang berisiko menjalani perawatan lebih lama. Skor ini dapat menjadi alat skrining awal yang membantu tenaga medis dalam stratifikasi risiko dan pengelolaan pasien secara lebih efektif. Namun, penelitian lanjutan diperlukan untuk meningkatkan akurasi dan validasi eksternal dari skor ini. Kesimpulan MEOWS dapat digunakan sebagai alat prediksi lama perawatan pasien preeklampsia dengan tingkat akurasi yang moderat. Penerapan skor ini berpotensi meningkatkan deteksi dini serta membantu dalam perencanaan perawatan yang lebih optimal.
IMPLEMENTASI MEOWS (MATERNAL EARLY OBSTETRIC WARNING SCORE) SEBAGAI PREDIKTOR PERAWATAN PASIEN PREEKLAMPSIA DI ICU (INTENSIVE CARE UNIT) puji astutik, eka; Rosyidah, Rafhani; Cholifah, Siti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42801

Abstract

Pendahuluan Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang serius dan sering kali memerlukan perawatan di ICU. Tantangan utama dalam penanganannya adalah mengidentifikasi pasien yang membutuhkan perawatan intensif sejak dini. Maternal Early Obstetric Warning Score (MEOWS) telah digunakan untuk mendeteksi kelainan tanda-tanda vital, tetapi efektivitasnya dalam memprediksi kebutuhan ICU pada pasien preeklampsia masih belum banyak diteliti. Metode: Penelitian ini adalah studi kohort retrospektif analitik yang melibatkan 276 pasien preeklampsia di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo selama periode Juni 2023 hingga Juni 2024. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari rekam medis. Analisis dilakukan menggunakan kurva ROC untuk menentukan titik cut-off MEOWS, serta uji sensitivitas, spesifisitas, dan regresi logistik guna mengontrol faktor perancu. Hasil: Dari total pasien yang diteliti, 9,1% memerlukan perawatan di ICU. Analisis menunjukkan bahwa Area Under the ROC Curve (AUC) untuk MEOWS adalah 0,686 (p = 0,001), yang mengindikasikan kemampuan prediksi yang sedang. Titik cut-off optimal ditentukan untuk mencapai keseimbangan terbaik antara sensitivitas dan spesifisitas dalam mendeteksi kebutuhan ICU. Analisis dan Diskusi: MEOWS menunjukkan tingkat akurasi yang cukup dalam mengidentifikasi pasien preeklampsia dengan risiko tinggi memerlukan perawatan intensif. Skor ini dapat digunakan sebagai alat skrining awal untuk membantu tenaga medis dalam pengambilan keputusan terkait perawatan ICU. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut guna meningkatkan akurasi serta validasi eksternal dari skor ini. Kesimpulan: MEOWS dapat digunakan sebagai alat prediksi kebutuhan ICU pada pasien preeklampsia dengan tingkat akurasi yang moderat. Penerapan skor ini berpotensi untuk meningkatkan deteksi dini serta manajemen pasien yang berisiko tinggi.
HUBUNGAN POLA ASUH MAKAN DAN RIWAYAT INFEKSI PENYAKIT DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA Hafipah, Nurul; Wijayanti, Anisa Catur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42814

Abstract

Balita tergolong kelompok yang sangat rentan dari segi ketahanan fisik dibandingkan dengan usia golongan dewasa, salah satu penyebabnya yaitu status gizi. Status gizi merupakan tanda atau manifestasi kondisi kesehatan seseorang yang disebabkan oleh keseimbangan antara  asupan  dan pemanfaatan makanan. Status gizi mencerminkan kondisi  kesehatan dari seseorang yang dipengaruhi oleh keseimbangan antara asupan dan pemanfaatan makanan. Status gizi dibedakan menjadi empat kategori yaitu gizi normal atau baik, gizi  kurang, gizi lebih, dan gizi  buruk. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi status gizi pada balita antara lain pola asuh makan dan riwayat infeksi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh makan dan riwayat infeksi penyakit dengan status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 di wilayah kerja Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 115 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data yang digunakan yaitu Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan pola asuh makan (p-value=0,042) dan tidak terdapat hubungan riwayat infeksi penyakit (p-value=0,421) dengan status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Ibu balita diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap pola asuh makan pada balita, serta pemberian makanan dengan jenis yang beragam, frekuensi dan porsi sesuai usia anak untuk memenuhi kebutuhan asupan makanan sehari-hari. Dengan pemberian edukasi diharapkan ibu balita dapat memahami betapa pentingnya pemberian makanan yang sesuai dengan kebutuhan balita.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI PT.X TAHUN 2024 Fauzan, Miftah; Putri, Eka Cempaka; Irfandi, Ahmad; Sangadji, Namira Wadjir
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42820

Abstract

Berdasarkan data hasil observasi yang dilakukan di PT.X tahun 2024 terhadap 20 orang pekerja lapangan, didapati hasil bahwa sebanyak 60% pekerja bekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), 50% pekerja menyatakan bahwa area kerjanya terasa panas, 85% pekerja menyatakan tidak terdapat penghargaan dari perusahaan terhadap pekerja yang menggunakan APD, 70% pekerja menyatakan bahwa pengawasan yang dilakukan HSE terhadap pekerja yang bekerja tidak ketat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Di PT.X tahun 2024. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi dengan variabel penelitian perilaku penggunaan alat pelindung diri, penghargaan dan sanksi, kepemimpinan, pengawasan dan suhu ekstrem sebagai data primer. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 112 pekerja. Teknik sampel yang digunakan total sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Desember 2024. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Penelitian menunjukkan bahwa 85 pekerja (75,9%) tidak menggunakan alat pelindung diri. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara penghargaan dan sanksi (p-value 0,001), kepemimpinan (p-value 0,010), pengawasan (p-value 0,014), dan suhu ekstrem (p-value 0,000) dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri. Dari hasil penelitian ini didapati variabel penghargaan dan sanksi, kepemimpinan, pengawasan, dan suhu ekstrem merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri pada pekerja lapangan PT.X tahun 2024. Perusahaan hendaknya memberi perhatian lebih pada keempat faktor tersebut diatas guna meningkatkan perilaku penggunaan alat pelindung diri pada pekerja lapangan di PT.X tahun 2024.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA UMKM MAKANAN AYAM GORENG XY DI KECAMATAN CIBINONG KABUPATEN BOGOR TAHUN 2024 Denik, Denik; Putri, Eka Cempaka; Muda, Cut Alia Keumala; Heryana, Ade
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42927

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dan data kuesioner menggunakan metode Nordic Body Map yang dilakukan di UMKM Makanan Ayam Goreng XY terhadap 5 pekerja, didapati sebanyak 100% pekerja mengalami rasa nyeri di pinggang dan bokong, 80% mengeluhkan nyeri di leher bagian atas, 60% pekerja mengalami nyeri di bahu kiri maupun kanan dan 40% mengalami nyeri betis. Tujuan: mengidentifikasi berbagai faktor yang berkontribusi terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada UMKM di bidang makanan ayam goreng XY di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada tahun 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner dan pengamatan, dengan variabel penelitian meliputi keluhan LBP, usia, kebiasaan merokok, durasi dan masa kerja. Pengumpulan informasi dilakukan dengan memanfaatkan data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan observasi. Variabel yang diteliti mencakup keluhan LBP, usia, kebiasaan merokok, durasi kerja, dan masa bekerja. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan desain studi cross sectional menerapkan uji statistik chi-square. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Penelitian menunjukan bahwa sebanyak 23 pekerja (57,5%) tidak berisiko mengalami keluhan LBP. Hasil analisis statistik menggunakan chi square menunjukkan terdapat keterkaitan antara usia dan keluhan LBP dengan nilai p sebesar 0,001, serta antara kebiasaan merokok dan keluhan LBP dengan p-value 0,026, dan juga antara lama bekerja dengan keluhan LBP dengan p-value 0,026. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan keluhan LBP dengan p-value 0,264. Menurut hasil penelitian, ditemukan bahwa usia, kebiasaan merokok, dan lama bekerja adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keluhan LBP pada pekerja UMKM makanan ayam goreng XY di Kecamatan Cibinong tahun 2024. Pemilik UMKM hendaknya dapat lebih memperhatikan ketiga faktor tersebut, guna meningkatkan produktivitas pekerja UMKM makanan ayam goreng XY.
TUBERKULOSIS PLEURITIS : LAPORAN KASUS Christian, Yehuda Ethelbert; Jonathan, Steven
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43014

Abstract

Penyebab umum dari efusi pleura eksudatif adalah tuberkulosis (TB). Sebagian besar kasus efusi pleura yang disebabkan oleh TB akan sembuh secara spontan; Meski demikian, jika pasien tidak diobati dengan terapi anti-tuberkulosis, terdapat kemungkinan sekitar 50% untuk menjadi TB aktif dalam 5 tahun ke depan. Tergantung dari aktivitas reaktivasi infeksi, efusi pleura yang timbul mungkin kecil, dan dapat sembuh secara spontan atau cukup besar untuk menyebabkan gejala seperti demam, nyeri dada pleuritik, dan sesak napas. TB pleuritis dapat timbul dengan infeksi primer atau akibat reaktivasi infeksi. Cairan pleura disebabkan oleh respons hipersensitivitas intrapleural terhadap antigen mikobakteri yang dilepaskan dari fokus yang telah terbentuk melalui ruptur ke dalam ruang pleura. Pengobatan TB pleura sama dengan pengobatan TB paru dengan paduan 2RHZE/4RH. Cairan dievakuasi dengan seoptimal mungkin, sesuai keadaan pasien dan bila diperlukan evakuasi cairan dapat diulang. Laporan kasus ini melaporkan seorang pasien laki-laki berusia 25 tahun datang ke RS Sumber Waras dengan keluhan utama batuk sejak 1 bulan dan demam hilang timbul sejak 2 minggu sebelum masuk RS. Batuk dirasakan terus menerus sepanjang hari dan saat tidur. Pasien juga mengeluhkan keluhan lain seperti penurunan berat badan dan juga keringat malam hari. Pada pemeriksaan fisis paru didapatkan vokal fremitus kiri melemah, redup pada basal paru kiri, dan juga terdengar ronki pada paru kanan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan penunjang.