cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH ASUPAN VITAMIN A TERHADAP PENURUNAN GEJALA COMPUTER VISION SYNDROME : REVIEW LITERATUR Senduk, Fiolia Natazia; Anggondowati, Trisari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44131

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS), atau disebut juga dengan Digital Eye Strain, merupakan sekumpulan gejala gangguan visual yang diakibatkan oleh penggunaan komputer dan perangkat digital lainnya, seperti tablet dan smartphone, yang terlalu lama. Tingginya prevalensi CVS dan dampaknya pada penurunan produktivitas kerja masyarakat usia produktif menempatkan CVS sebagai masalah kesehatan kerja peringkat pertama pada era digital saat ini. Dengan semakin tingginya penggunaan perangkat digital yang meningkatkan risiko CVS, perlu diketahui strategi yang efektif untuk mengatasi gejala CVS. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melalui pemenuhan zat gizi yang penting untuk kesehatan mata. Studi ini bertujuan untuk mensintesa bukti mengenai pengaruh Vitamin A dalam mengurangi gejala CVS. Hasil studi ini diharapkan dapat memeningkatkan kesadaran masyarakat usia produktif mengenai pentingnya asupan vitamin A untuk mengurangi gejala CVS. Studi ini merupakan reviu literatur naratif, dengan melakukan penelusuran artikel ilmiah selama 10 tahun terakhir pada lima basis data, yaitu PubMed, Proquest, Cochrane, SicenceDirect, dan Scopus. Penelusuran artikel menggunakan beberapa kata kunci untuk mengidentifikasi studi tentang pengaruh vitamin A terhadap penurunan gejala CVS. Sebanyak empat studi yang disertakan dalam reviu. Hasil reviu menunjukkan bahwa asupan suplementasi karotenoid (provitamin A dan non-provitamin A), dapat menurunkan gejala CVS, baik gejala okular yang berkaitan langsung dengan mata seperti meredakan tegang mata, meningkatkan kelembapan mata, dan meningkatkan performa mata, maupun gejala ekstraokular, seperti penurunan sakit kepala dan peningkatan kualitas tidur. Asupan gizi yang baik untuk kesehatan mata, seperti vitamin A dan karotenoid non-provitamin A, berpengaruh terhadap penurunan gejala CVS.
PELUANG DAN TANTANGAN TERAPI REGENERATIF DENGAN STEM CELL DALAM PENANGANAN DIABETES TIPE 1 Bernadette, Karen; Niam, Syaifun
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44147

Abstract

Diabetes melitus tipe 1 (T1DM) adalah kondisi autoimun yang merusak sel beta pankreas, menyebabkan ketergantungan pada insulin eksogen. Meskipun terapi insulin mengendalikan kadar glukosa, komplikasi jangka panjang tetap menjadi masalah. Terapi regeneratif dengan stem cell berpotensi menggantikan sel beta yang rusak dan mengembalikan kemampuan tubuh untuk memproduksi insulin secara alami. Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah proses diferensiasi stem cell menjadi sel beta pankreas yang fungsional, reaksi imun terhadap sel transplantasi, dan pemilihan sumber stem cell yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peluang dan tantangan dalam pengembangan terapi stem cell untuk T1DM, dengan fokus pada mekanisme diferensiasi, risiko, dan hambatan dalam penerapan terapi ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa mesenchymal stem cells (MSC) dan pluripotent stem cells (PSC) memiliki potensi untuk regenerasi sel beta, meskipun tantangan seperti efisiensi diferensiasi dan integrasi sel dalam pankreas masih perlu diatasi. Terapi stem cell ini berpotensi menjadi solusi dalam pengobatan T1DM jika teknologi dan pemahaman lebih lanjut dapat dikembangkan.
PEMERIKSAAN DNA BAG1 TOXOPLASMA GONDII DALAM ORGAN HATI AYAM KAMPUNG DI PASAR DI SURABAYA Kusuma, Irwin Prijatna; Adrianto, Hebert; Agung, Purwakaning Purnomo; Yuwono, Victor Kurniawan; Handari, Saskia Dyah; Dion, Aldy; Nidom, Astria Novitasari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44155

Abstract

Manusia dapat terinfeksi oleh T. gondii terutama melalui konsumsi daging mentah/setengah matang yang mengandung kista jaringan T. gondii atau melalui konsumsi makanan dan/atau air yang terkontaminasi ookista. Ayam yang terinfeksi T. gondii dapat berpotensi menularkan T. gondii ke manusia melalui konsumsi daging. Penelitian ini memiliki tujuan melakukan pemeriksaan DNA BAG1 T. gondii dalam organ hati ayam kampung yang diperoleh dari pasar di Surabaya Barat. Metode penelitian dilakukan secara obrservasional di laboratorium. Organ hati ayam kampung diambil dari beberapa pasar tradisional di Surabaya Barat secara kuota sampling. Organ hati dianalisis menggunakan Polymerase chain reaction (PCR) dengan gen BAG1. Panjang produk PCR gen BAG1 adalah 470 bp. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dengan kategori kategori positif dan hasil negatif. Hasil pemeriksaan keberadaan parasit T. gondii dalam organ hati ayam kampung di Surabaya Barat melalui gen BAG1 adalah 50% sampel positif dan 50% sampel negatif. Perlu upaya skrining ayam yang dijual kepada konsumen dan penerapan PCR menggunakan gen BAG1 T. gondii dapat menjadi langkah awal untuk mencegah penyebaran infeksi toksoplasmosis kepada manusia.
REVIEW LITERATUR : HUBUNGAN OBESITAS SENTRAL DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DAN RESISTENSI INSULIN PADA PEREMPUAN DENGAN SINDROM OVARIUM POLIKISTIK Kiasatina, Diraya Adani; Anggondowati, Trisari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44177

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 2 menyumbang kematian terbanyak dari seluruh kasus DM di dunia. Obesitas yang merupakan faktor risiko signifikan karena menyebabkan resistensi insulin yang meningkatkan risiko DM tipe 2. Obesitas sentral merupakan prediktor yang lebih baik terhadap DM tipe 2 dibandingkan indeks massa tubuh (IMT). Perempuan dengan sindrom ovarium polikistik (SOPK) merupakan populasi yang berisiko untuk mengalami DM tipe 2. Perempuan dengan SOPK lebih berisiko mengalami obesitas sentral, bahkan dengan IMT normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan obesitas sentral dengan DM Tipe 2 pada perempuan SOPK. Penelitian ini menggunakan pendekatan review literatur dengan database MEDLINE (PubMed) dan Scopus (ELSEVIER) dengan rentang tahun 2017-2025. Penelusuran menghasilkan 138 artikel dan 8 artikel disertakan dalam analisis utama. Parameter obesitas sentral dalam artikel yang dianalisis adalah lingkar perut (WC), waist-to-hip ratio (WHR), visceral adiposity index (VAI), lipid accumulation product (LAP), dan visceral adipose tissue/subcutaneous adipose tissue (VAT/SAT). Parameter resistensi insulin yang digunakan adalah HOMA-IR dan kadar insulin puasa. Parameter kadar glukosa abnormal yang digunakan adalah gula darah puasa (GDP), gula darah 2 jam postprandial (GD2PP), dan HbA1c. Seluruh studi menunjukkan korelasi obesitas sentral terhadap resistensi insulin dan kadar glukosa abnormal. Obesitas sentral terbukti sebagai prediktor terbaik untuk glukosa abnormal pada perempuan dengan SOPK. Perempuan dengan SOPK yang obesitas sentral namun IMT normal tetap berisiko terhadap resistensi insulin. Penggunaan parameter obesitas sentral untuk skrining DM tipe 2 pada perempuan dengan SOPK perlu dilakukan agar pencegahan lebih tepat sasaran.  
PREVALENCE OF SCOLIOSIS AND LIMB LENGTH DISCREPANCY AMONG ADOLESCENTS : A CROSS-SECTIONAL STUDY IN SURABAYA Kristie, Ivana; Setiadi, Tjie Haming
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44178

Abstract

Skoliosis merupakan kelainan bentuk tulang belakang yang dapat terjadi pada remaja dan berhubungan dengan ketidakseimbangan panjang tungkai bawah. Gangguan ini dapat menyebabkan adaptasi postural yang berpotensi memicu keluhan muskuloskeletal jangka panjang. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui proporsi skoliosis dan hubungannya dengan ketidakseimbangan panjang tungkai bawah pada remaja sekolah menengah atas di Surabaya. Sebanyak 276 siswa berusia 14–19 tahun menjalani skrining menggunakan Adam’s Forward Bending Test untuk mendeteksi skoliosis. Responden yang menunjukkan hasil positif kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan Tes Galeazzi untuk menilai ketidakseimbangan panjang femur dan tibia, serta dilakukan pengukuran panjang tungkai sebenarnya dan semu guna membedakan kelainan struktural dan fungsional. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi skoliosis sebesar 17,4%, dengan proporsi tertinggi pada kelompok usia 17 tahun. Pemeriksaan Galeazzi menunjukkan adanya ketidakseimbangan tibia pada 29,2% dan femur pada 22,9% dari kasus skoliosis. Pengukuran panjang tungkai semu menunjukkan derajat asimetri yang lebih besar dibandingkan pengukuran panjang sebenarnya, yang mengindikasikan bahwa ketidakseimbangan postural memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan perbedaan struktural tulang. Temuan ini menunjukkan bahwa skoliosis pada masa remaja berkaitan erat dengan adaptasi fungsional ekstremitas bawah akibat gangguan postur. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan yang mencakup evaluasi tulang belakang dan tungkai bawah untuk deteksi secara dini pada populasi remaja.
EVALUASI PENGGUNAAN APLIKASI SEHAT INDONESIAKU (ASIK) DALAM PENCATATAN PELAPORAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Yulyati, Fitria; Hartono, Risky Kusuma; Mahdaniar, Allin Hendalin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44245

Abstract

Pencatatan dan pelaporan program Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan aspek penting dalam sistem kesehatan untuk memantau tren penyakit, mendukung pengambilan kebijakan, serta menentukan alokasi sumber daya secara efektif. Sistem informasi pencatatan pelaporan berbasis digital yang baik dapat menyajikan informasi secara tepat, cepat dan terpercaya, sehingga informasi yang disajikan dapat dipakai untuk pengambilan  keputusan. Dari studi pendahuluan, pencatatan dan pelaporan program PTM menggunakan Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) terdapat permasalahan yang dikeluhkan pengguna. Salah satu upaya mencari solusi diperlukan evaluasi menggunakan metode PIECES (Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, Service). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem informasi ASIK untuk mendapatkan solusi guna mengoptimalkan penerapan teknologi yang relevan dalam proses pencatatan dan pelaporan PTM. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan naratif. Evaluasi penggunaan ASIK dalam pencatatan pelaporan PTM belum optimal, masih terdapat kendala pada proses input dan masih ditemukan kesenjangan data yang dihasilkan. Penggunaan ASIK dalam pencatatan pelaporan PTM sudah cukup berjalan baik, namun masih diperlukan pengembangan dalam kontrol aplikasi terutama pada kontrol input.
PERBANDINGAN FENOMENA CHILDFREE DI NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG : TINJAUAN LITERATUR Natasya, Ribka Sandrina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44307

Abstract

Fenomena childfree, yaitu keputusan sadar untuk tidak memiliki anak, telah menjadi topik yang semakin relevan dalam dua dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan karakteristik, faktor penyebab, serta dinamika sosial budaya di balik fenomena childfree di negara maju dan berkembang melalui tinjauan literatur sistematis. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang melibatkan analisis terhadap berbagai literatur akademik nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di negara maju, keputusan childfree sering dikaitkan dengan tingkat pendidikan tinggi, kesadaran ekologis, dan individualisme. Sementara itu, di negara berkembang, fenomena ini masih menghadapi tekanan sosial yang kuat dari norma tradisional dan religius. Faktor penyebabnya mencakup motivasi individual seperti otonomi pribadi dan kekhawatiran lingkungan di negara maju, serta perubahan nilai sosial di negara berkembang. Kesimpulannya, childfree mencerminkan pergeseran nilai global yang dipengaruhi oleh konteks sosial budaya masing-masing negara. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana masyarakat modern memahami kebebasan memilih dalam konteks reproduksi.
MIKROORGANISME PENYEBAB INFEKSI NOSOKOMIAL DAN FAKTOR RISIKO PADA PASIEN INTENSIVE CARE : TINJAUAN LITERATUR DAN IMPLIKASINYA DALAM PERAWATAN KLINIS Pramesti, Laras Ayu; Niam, Syaifun
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44322

Abstract

Infeksi nosokomial, atau yang juga dikenal sebagai infeksi terkait pelayanan kesehatan (Healthcare-Associated Infections  /HAI), merupakan jenis infeksi yang muncul pada pasien setelah lebih dari 48 jam dirawat di fasilitas kesehatan. Kasus ini punya dampak besar terhadap keselamatan pasien, terutama di ruang perawatan intensif (ICU), di mana pasien cenderung memiliki kondisi yang lebih rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas jenis-jenis mikroorganisme penyebab HAI di ICU, faktor-faktor risiko yang memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi, serta dampaknya terhadap penatalaksanaan pasien selama perawatan intensif. Kajian dilakukan melalui telaah pustaka dari sejumlah sumber ilmiah yang relevan, dengan penelusuran data melalui basis data medis seperti PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian antara lain “Healthcare-Associated Infections  ”, “Intensive Care Unit”, “Pathogens”, “Risk Factors”, dan “Systemic Inflammation”. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa bakteri Gram-positif seperti Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis, serta bakteri Gram-negatif seperti Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Klebsiella pneumoniae merupakan mikroorganisme utama penyebab HAI di lingkungan ICU. Beberapa faktor yang secara signifikan meningkatkan risiko infeksi di antaranya adalah penggunaan alat medis invasif, usia lanjut, status imun pasien yang lemah, serta lamanya pasien dirawat di ICU. Selain itu, infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme pembentuk biofilm, seperti S. aureus dan E. coli, cenderung lebih sulit ditangani karena tingkat resistensinya yang tinggi terhadap pengobatan standar, sehingga meningkatkan kemungkinan infeksi berulang pada pasien ICU.
IDENTIFIKASI PERKIRAAN JENIS KELAMIN DAN USIA PADA TEMUAN TULANG TENGKORAK DI DAERAH WAJO YANG DI OTOPSI DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MAKASSAR Amir, Nur Ainun; Rahmat, Musdal; Rahmah R, Fauziah; Mathius, Denny; Surdam, Zulfiyah; Dirgahayu, Andi Millaty Halifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44350

Abstract

Identifikasi jenis kelamin dan usia merupakan langkah awal yang penting dalam proses identifikasi forensik terhadap temuan kerangka manusia. Studi ini bertujuan untuk mengulas peran anatomi tengkorak dalam memperkirakan jenis kelamin dan usia individu berdasarkan temuan tulang tengkorak di Desa Lallilseng, Kabupaten Wajo, yang diotopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Berdasarkan analisis morfologi tengkorak, termasuk struktur tulang frontal, sudut glabella, bentuk mandibula, dan ukuran foramen obturatorium, diperkirakan jenis kelamin individu adalah laki-laki. Estimasi usia dilakukan melalui pengamatan tingkat penyatuan sutura kranial (sagital, koronal, dan lambdoid), yang menunjukkan bahwa individu berusia sekitar 50–60 tahun, mengingat sutura hampir seluruhnya menyatu. Studi ini menekankan pentingnya pemahaman anatomi tulang dalam proses identifikasi forensik, terutama saat hanya tersedia sisa kerangka. Hasil temuan ini dapat menjadi acuan dalam investigasi kasus forensik di masa depan.
LITERATURE REVIEW : RELATIONSHIP BETWEEN WORKERS KNOWLEDGE WITH UNSAFE ACTION Shafira W, Chintya; Widajati, Noeroel
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44372

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebagai protokol dan kebijakan keselamatan formal dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menyebabkan kecelakaan, cedera, dan kematian. Peningkatan K3 tidak hanya mengakuinya sebagai teori tetapi juga secara praktis, dalam implementasinya. Penelitian ini akan meneliti berbagai tingkat pengetahuan diantara pekerja dengan frekuensi dan jenis tindakan tidak aman yang dilakukan oleh pekerja. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi literatur yang dalam pencarian literatur dibatasi 5 tahun terakhir, berbahasa Indonesia maupun Inggris, dan populasi berasal dari pekerja yang berisiko terhadap tindakan tidak aman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 penelitian tentang hubungan antara tingkat pengetahuan pekerja dan kejadian tindakan tidak aman, menunjukkan bahwa penelitian memiliki pengaruh yang cukup erat antara pengetahuan dan tindakan tidak aman dengan tingkat pengetahuan yang buruk, pengetahuan yang baik dengan tingkat tindakan tidak aman yang rendah dan responden lainnya memiliki pengetahuan yang buruk dengan tingkat tindakan tidak aman yang tinggi, tingkat pengetahuan yang baik tanpa ada hubungan antara pengetahuan dan tindakan tidak aman, dan terakhir pengetahuan yang baik tentang K3 dengan hubungan antara pengetahuan K3 dan kejadian tindakan tidak aman. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi pengetahuan pekerja, semakin rendah tingkat tindakan tidak aman yang terjadi di lingkungan kerja. Meskipun sebuah penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan seseorang tidak dapat menjamin tindakan atau perilaku yang akan dilakukan seseorang di lingkungan kerja.