cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
ANALISIS IMPLEMENTASI MUTU PELAYANAN PADA PASIEN RAWAT JALAN DI UPT PUSKESMAS TUNTUNGAN KOTA MEDAN Laia, Helvinus; Utama, Indra; Purba, Agnes Erna Taulina; Ketaren, Otniel; Tarigan, Frida Lina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi mutu pelayanan pada pasien rawat jalan di UPT. Puskesmas Tuntungan Kota Medan Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah Informan utama adalah 6 pasien rawat jalan sebagai informan utama dan 2 orang informan pendukung (triangulasi) yaitu kepala Puskesmas dan ketua mutu Puskesmas Tuntungan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, ditinjau dari dimensi kelangsungan pelayanan, berdasarkan hasil penelitian, 5 dari 6 orang informan menyatakan sudah puas dengan kelangsungan pelayanan yang ada di Puskesmas Tuntungan Kota Medan. Pasien merasa bahwa prosedur yang ada di Puskesmas tidak berbelit-belit (mudah) untuk dijalankan pasien, sehingga pasien tidak bingung saat mengakses pelayanan kesehatan di Puskesmas Tuntungan Kota Medan dan tidak terjadi pengulangan prosedur yang dapat mengurangi efektivitas dan efisiensi pelayanan. Ditinjau dari dimensi kelangsungan pelayanan, berdasarkan hasil penelitian, 5 dari 6 orang informan menyatakan sudah puas dengan kelangsungan pelayanan yang ada di Puskesmas Tuntungan Kota Medan. Pasien merasa bahwa prosedur yang ada di puskesmas tidak berbelit-belit (mudah) untuk dijalankan pasien, sehingga pasien tidak bingung saat mengakses pelyanan kesehatan di Puskesmas Tuntungan Kota Medan dan tidak terjadi pengulangan prosedur yang dapat mengurangi efektivitas dan efisiensi pelayanan. Tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas jika dilihat secara keseluruhan pasien sudah merasa puas akan tetapi perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pelayanan Puskesmas, sehingga harapan semua pasien yang datang dapat terpenuhi.
FAKTOR RENDAHNYA CAPAIAN AKREDITASI PUSKESMAS DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TOLIKARA PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN Aritonang, Ester Taruli; Sinaga, Taruli Rohana; Nababan, Donal; Ginting, Daniel; Sembiring, Rinawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44047

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor rendahnya capaian akreditasi puskesmas di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara Provinsi Papua Pegunungan tahun 2024. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan menggunakan Teknik wawancara dan observasi. Informan adalah Kepala Puskesmas, Ketua Tim Akreditasi, Ketua Tim Pokja Akreditasi, Ketua Tim Mutu, Ketua Tim Pendamping Akreditasi Puskesmas, dan Bendahara Puskesmas. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa faktor rendahnya capaian akreditasi puskesmas adalah faktor sumber daya manusia, faktor sarana dan prasarana, faktor sosial budaya, faktor kebijakan dan regulasi, faktor geografis dan keamanan. Dengan adanya temuan ini maka di harapkan Upaya yang dapat dilakukan oleh puskesmas untuk meningkatkan kinerja puskesmas dalam capaian akreditasi dan bagi dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara diharapkan terus melakukan pembinaan secara berkala dan terus memantau persiapan akreditasi puskesmas melalui pembinaan Bersama Lintas Program terkait. Studi ini menghasilkan fishbone analysis faktor rendahnya capaian akreditasi puskesmas di wilayah kerja dinas kesehatan Kabupaten Tolikara Provinsi Papua Pegunungan.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAKUPAN IMUNISASI HB0 DI PUSKESMAS KABUPATEN DELI SERDANG Nora, Elvita; Nababan, Donal; Nainggolan, Christina Roos Etty; Sinaga, Taruli Rohana; Munthe, Seri Asnawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44048

Abstract

Imunisasi Hepatitis B merupakan pencegahan dini terhadap penyakit hepatitis B namun angka cakupan Imunisasi Hepatitis B yang diberikan kurang daari 7 hari pada bayi di Puskesmas Kabupaten Deli Serdang pada 3 Puskesmas yang capaiannya tinggi sedang dan rendah. Tujuan Penelitan ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi cakupan imunisasi HB0 di Puskesmas Kabupaten Deli Serdang. Jenis penelitian adalah survei analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi adalah seluruh petugas kesehatan yang memberikan pelayanan imunisasi di Puskesmas Kabupaten Deli Serdang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan jumlah 34 responden. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisa data yaitu univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa ada pengaruh motivasi terhadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,020, ada pengaruh supervisi tehadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,028, dan ada pengaruh beban kerja terhadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,013. Variabel yang paling dominan mempengaruhi cakupan imunisasi HB0 adalah beban kerja. Disarankan kepada pimpinan agar memperbaiki dan meningkatkan kualitas supervisi, dan menambah insentif, memberikan hadiah sebagai motivasi atas kinerja juru imunisasi serta tidak membebankan juru imunisasi dengan program lain diluar tupoksinya, sehingga nantinya akan berdampak pada peningkatan cakupan imunisasi.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN RISIKO DIABETES MELITUS DI PEMUKIMAN RUMAH SUSUN TAMAN SARI KOTA BANDUNG Naibaho, Ayu Calosa Aulia; Sitompul, Monalisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44064

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat, terutama di pemukiman padat seperti rumah susun. Pola makan tidak sehat diduga menjadi salah satu faktor risikonya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan risiko DM di pemukiman rumah susun Taman Sari, Kota Bandung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi terdiri dari 230 orang, peneliti menentukan sampel dengan rumus Slovin, yang hasilnya terdiri dari 149 responden dan dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur pola makan dan kuesioner FINDRISC untuk menilai risiko DM, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pola makan cukup (91,9%) dan risiko DM bervariasi (47% rendah, 38,3% sedang, 14,8% tinggi). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara pola makan dan risiko DM (koefisien korelasi = 0,064; p-value = 0,441). Pembahasan mengindikasikan bahwa faktor lain seperti aktivitas fisik, genetik, atau lingkungan mungkin lebih dominan memengaruhi risiko DM. Kesimpulannya, meskipun pola makan tidak secara langsung berkorelasi dengan risiko DM, upaya pencegahan melalui edukasi gizi dan gaya hidup sehat tetap penting untuk mengurangi prevalensi DM di masyarakat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi variabel tambahan seperti aktivitas fisik dan riwayat keluarga.  
HUBUNGAN WAKTU RETURN TO SPORT TERHADAP FUNGSI LUTUT PASCA ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT RECONSTRUCTION Indraswari, I Dewa Ayu Agung Friska Putri; Adhitya, I Putu Gde Surya; Putra, I Putu Yudi Pramana; Tianing, Ni Wayan; Kurniawati, , Ida
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44071

Abstract

Cedera anterior cruciate ligament (ACL) adalah cedera yang diakibatkan oleh adanya kerobekan pada ligamen penghubung tulang femur dan tibia. Cedera ACL dapat mengakibatkan hilangnya stabilitas sendi, kelemahan otot, dan nyeri. Waktu return to sport merupakan waktu yang ditentukan untuk kembali berolahraga seperti semula dengan faktor penentu dari keberhasilan pengambilan keputusan safe return to sport (SRTS) meliputi kekuatan, kinerja, dan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terdapat hubungan antara waktu return to sport terhadap fungsi lutut pasca ACLR. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan sampel 55 individu dan merupakan anggota Komunitas ACL Indonesia dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu KOOS dan Lysholm Knee Scoring Scale. Hasil analisis bivariat dengan uji Spearman’s rho menunjukkan bahwa secara statistik terdapat hubungan antara waktu return to sport dengan KOOS pain, symptoms, ADL, dan Lysholm. Korelasi sedang ditunjukkan antara waktu return to sport dengan KOOS symptoms, ADL dan Lysholm dengan nilai 0.336-0.372. Namun, korelasi yang lemah ditunjukkan antara waktu RTS dan KOOS pain dengan nilai 0.288. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara waktu return to sport dengan fungsi lutut pasca ACLR pada subjek yang tergabung dalam Komunitas ACL Indonesia. Hal ini menandakan bahwa penentuan waktu return to sport yang tepat akan mempengaruhi kondisi fungsi lutut.
HUBUNGAN TIPE GRAFT TERHADAP FUNGSI LUTUT DAN FUNGSI PERGELANGAN KAKI PASCA ACLR Ni Nyoman Ratnaningsih; Adhitya, I Putu Gde Surya; Vittala, Govinda; Wahyuni, Nila; Kurniawati, Ida
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44075

Abstract

Cedera anterior cruciate ligament (ACL) merupakan salah satu cedera yang paling sering dialami oleh individu muda, terutama mereka yang aktif di bidang olahraga. Sebagian besar robekan ACL terjadi pada atlet melalui mekanisme kontak dan non-kontak. Wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami cedera ACL, dengan jumlah kasus mencapai 200.000 per tahun dan sebanyak 100.000 menjalani rekonstruksi. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 55 pasien ACL yang telah menjalani ACLR dan merupakan anggota Komunitas ACL Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner lysholm dan foot and ankle outcome score (FAOS) yang dikirimkan melalui platform online. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan bivariat dengan uji spearman untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe graft memiliki hubungan signifikan dengan fungsi pergelangan kaki, khususnya pada kualitas hidup (QOL). Analisis korelasi menunjukkan bahwa tipe graft memiliki korelasi positif yang signifikan dengan QOL (r=0.319, p=0.017). Hal ini menunjukkan bahwa jenis tipe graft yang digunakan saat ACLR memberikan pengaruh terhadap fungsi pergelangan kaki khususnya pada QOL.Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tipe graft dengan fungsi pergelangan kaki pasca operasi ACLR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tipe graft yang tepat dapat mempengaruhi hasil fungsional pergelangan kaki.
HUBUNGAN FUNGSI LUTUT TERHADAP KESIAPAN PSIKOLOGIS PADA PASIEN ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT DENGAN PENANGANAN OPERATIF PADA KOMUNITAS ACL INDONESIA Selviani, Ni Putu Ayu; Adhitya, I Putu Gde Surya; Kinandana, Gede Parta; Wibawa, Ari; Kurniawati, Ida
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fungsi lutut dan kesiapan psikologis pada pasien ACL yang menjalani tindakan operatif. Metode yang digunakan adalah studi observasional dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan pasien pasca operasi ACL dengan evaluasi fungsi lutut menggunakan skala objektif serta asesmen psikologis. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pentingnya rehabilitasi fisik dan mental dalam pemulihan pasca operasi ACL. Penelitian ini menggunakan desain analisis bivariat pada 36 pasien yang menjalani operasi ACL. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, Body Mass Index (BMI), tingkat pendidikan, serta waktu pascaoperasi. Fungsi lutut diukur menggunakan International Knee Documentation Committee 2000 (IKDC 2000), sedangkan kesiapan psikologis dinilai dengan skala Anterior Cruciate Ligament-Return to Sport after Injury (ACL-RSI). Korelasi antara fungsi lutut dan kesiapan psikologis dianalisis dengan uji statistik menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia pasien adalah 27,16 ± 8,63 tahun, dengan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (75%). Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif antara fungsi lutut dan kesiapan psikologis pada pasien operatif (r = 0,401; p = 0,015).  Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi lutut dan kesiapan psikologis pada pasien yang menjalani operasi ACL. Peningkatan fungsi lutut dapat berkontribusi terhadap kesiapan psikologis pasien dalam kembali ke aktivitas normal. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU MAHASISWI ASRAMA PUTRI TENTANG VULVA HYGIENE SAAT MENSTRUASI Melody, Sara Auditya; Soputri, Nilawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44082

Abstract

Menstruasi merupakan fase alami dalam kehidupan wanita yang memerlukan perhatian khusus terhadap kebersihan organ reproduksi, terutama vulva. Penelitian ini dilakukan untuk menelusuri sejauh mana pemahaman individu terkait kebersihan area intim berkorelasi dengan perilaku mereka dalam menjaga kesehatan reproduksi dengan praktik perawatan vulva yang dilakukan selama periode menstruasi pada mahasiswi penghuni asrama putri Universitas Advent Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 256 mahasiswi sebagai populasi penelitian. Sampel penelitian terdiri dari 192 mahasiswi yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. Variabel penelitian meliputi tingkat pengetahuan dan perilaku vulva hygiene, yang diukur menggunakan kuesioner. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sebesar 39,1% dari total responden memiliki tingkat pengetahuan yang tergolong baik terkait praktik vulva hygiene, 43,8% cukup, dan 17,2% buruk.  Perilaku vulva hygiene responden didapati sebanyak 55,7% responden menunjukkan perilaku cukup baik, sedangkan 44,3% berperilaku baik. Temuan penelitian ini mengungkap adanya keterkaitan yang bermakna antara pengetahuan mahasiswi dan praktik kebersihan vulva saat menstruasi, meskipun tingkat keterkaitan tersebut tergolong rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa selain pengetahuan, kemungkinan terdapat faktor-faktor lain yang turut berperan dalam membentuk perilaku higienis selama masa haid.
GAMBARAN PASIEN NOISED INDUCED HEARING LOSS : LITERATURE REVIEW Prasetyo, Didik; Nasruddin, Hermiaty; Alimah, Yarni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44092

Abstract

Gangguan pendengaran akibat kerja adalah hilangnya sebagian atau seluruh pendengaran secara permanen, dapat terjadi pada salah satu atau kedua telinga karena terpaparnya kebisingan terus menerus di tempat kerja. Gangguan pendengaran akibat bising (noise induced hearing loss/NIHL) adalah penurunan pendengaran atau tuli akibat bising yang melebihi nilai ambang batas (NAB) dengar di lingkungan kerja. Global Burden Disease tahun 2010, menyatakan bahwa sekitar 1-3 milyar orang telah mengalami gangguan pendengaran akibat bising, dimana merupakan kasus yang menduduki peringkat ke-13 sebagai penyebab disabilitas. Dampak yang dapat dirasakan oleh pekerja dengan NIHL ini dapat berupa gangguan fisiologi (penurunan fungsi pendengaran, sakit kepala dan iritasi telinga), gangguan psikologis (penurunan konsentrasi konsentrasi, rasa tidak nyaman, mudah lelah, cepat marah, dan mengalami gangguan tidur), serta gangguan komunikasi. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui gambaran pasien noised induced hearing loss. Menggunakan metode literature review dengan prinsip Diagram Alur PRISMA. Artikel atau jurnal ilmiah diunduh dari PubMed, Portal Garuda, dan Google Scholar dengan standar SINTA IV dan V. Kata kunci dalam pencarian artikel ini yaitu gambaran, pasien dan noised induced hearing loss. Didapatkan 105 artikel dalam hasil pencarian. Semua artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi diperoleh  10 artikel penelitian yang akan di telaah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, masa kerja, durasi paparan bising, intensitas bising, merokok dan konsumsi alkohol adalah salah satu gambaran yang ditemukan pada pasien noised induced hearing lloss.
EFEK PLESTER HIDROGEL EKSTRAK GETAH JARAK CINA (JATROPHA MULTIFIDA L.) BERBASIS PVA/KITOSAN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA TIKUS Jihvani, Putu Ayu Krishna; Cahyawati, Putu Nita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44110

Abstract

Penyembuhan luka adalah mekanisme biologis yang kompleks dan terdiri dari tahapan peradangan, proliferasi dan remodeling jaringan. Luka yang paling umum adalah luka insisi (sayat) dan apabila tidak diobati dengan benar berpotensi menyebabkan lamanya penutupan luka yang berujung terjadinya infeksi. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) tahun 2023, prevalensi kesakitan akibat benda tajam atau tumpul sebesar 7,3% di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas hidrogel ekstrak getah jarak cina (Jatropha multifida L.) berbasis PVA (polivinil alkohol) berbanding kitosan (3:1) terhadap penyembuhan luka insisi. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental yang menggunakan 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley, yang terdiri dari 5 ekor tiap kelompok. Kelompok ini terdiri dari kontrol negatif yaitu NaCl 0,9%, kontrol positif antibiotik topikal yaitu clyndamycin, dan 3 kelompok perlakuan dengan persentase ekstrak masing-masing 1%, 3%, dan 6%. Alat untuk mengumpulkan data yaitu timer digital, jangka sorong, kamera dan formulir observasi. Metode analisis data menggunakan One-Way ANOVA. Hidrogel ekstrak 6% memiliki efek tertinggi dan signifikan (p < 0,001) dalam percepat keringnya luka dengan rerata dan standar deviasi (17,4 jam ± 0,4), terbentuknya keropeng paling cepat (86.02 ± 1.63 jam) serta pada hari ke-21 rerata diameter luka yang paling sempit (0.84 ± 0.24 mm). Hidrogel berbasis PVA/kitosan dengan konsentrasi 6% menunjukkan terdapat efek yang lebih unggul dibandingkan dengan antibiotik topikal yaitu clindamycin dalam proses penyembuhan luka insisi.