cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
CLINICAL CHARACTERISTICS AND LABORATORY PARAMETERS OF LUPUS NEPHRITIS WITH IGA NEPHROPATHY: A CASE SERIES AND LITERATURE REVIEW OF ATYPICAL LUPUS NEPHRITIS REMISSION Kurnia Niaga, Karmenia Jessica; Handajaningrum, Ita Murbani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44016

Abstract

Secara global, insidensi LN terjadi pada 20–65% kasus SLE. Meskipun LN merupakan komplikasi utama SLE, glomerulopati yang disebabkan oleh etiologi lain pada pasien SLE merupakan temuan yang jarang terjadi. Studi tentang koeksistensi sindrom nefritik seperti nefropati IgA (IgAN) dengan LN sebagai sindrom nefrotik saat ini masih jarang. Dalam studi ini, penulis menyajikan penilaian, terapi, dan evaluasi gejala dari tiga kasus LN dengan hasil histopatologi biopsi ginjal yang didominasi oleh endapan IgA. Studi ini ditulis menurut kriteria pelaporan Case Report Guidelines (CARE). Pengumpulan data meliputi informasi demografi, gejala klinis, tes laboratorium darah, urinalisis, analisis histologis biopsi ginjal, ultrasonografi ginjal (USG), dan terapi. Tanda-tanda klinis dan pengujian laboratorium dilakukan sebelum biopsi serta pada bulan pertama dan ketiga setelah memulai pengobatan. Ketiga kasus tersebut memenuhi kriteria diagnostik untuk SLE yang ditetapkan dalam pedoman European League Against Rheumatism (EULAR)/American College of Rheumatology (ACR) tahun 2019. Studi ini melaporkan tiga kasus nefropati IgA pada pasien nefritis lupus. Evaluasi dalam waktu tiga bulan setelah pengobatan menunjukkan prognosis yang baik. Kombinasi metilprednisolon, asam mikofenolat, dan ACEI terbukti berhasil menginduksi remisi gejala dan perbaikan hasil laboratorium. Saat ini, belum ada rekomendasi yang ditetapkan untuk penanganan IgAN dan LN yang terjadi bersamaan. Investigasi lebih lanjut terhadap kasus histopatologi serupa dan studi yang lebih luas tentang pengobatan IgAN dalam konteks SLE mungkin diperlukan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERCULOSIS DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG Tampubolon, Elizabeth Finidya; Wulandari, Imanuel Sri Mei
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44020

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia setelah HIV/AIDS, yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menyebar melalui percikan air liur, di mana individu yang terinfeksi dapat menularkan penyakit kepada orang sehat melalui percikan yang terhirup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan pasien atau keluarga pasien dengan perilaku pencegahan penyakit tuberculosis (TB) di Rumah Sakit Advent Bandung. Metode pengambilan sampel yang diterapkan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling, di mana diambil sampel sebanyak 42  dari total populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% responden memiliki pengetahuan baik tentang Tuberculosis, sementara 31% berada dalam kategori cukup. Selain itu, 83.3% responden menunjukkan perilaku pencegahan yang baik, sedangkan 16.7% berada dalam kategori cukup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan tingkat pengetahuan berkontribusi positif terhadap perilaku pencegahan Tuberculosis, menekankan pentingnya edukasi kesehatan sebagai strategi utama dalam mengurangi penularan penyakit.
INTEGRATIVE MANAGEMENT OF HYPERTENSION, TYPE 2 DIABETES, AND NEUROPATHY IN A COMMUNITY-BASED PRIMARY CARE SETTING : FAMILY MEDICINE APPROACH TO MULTIMORBIDITY Mukti, Bilandi Hakim Estu; Novendy, Novendy
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44021

Abstract

Pasien lanjut usia dengan penyakit kronis ganda memerlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga mempertimbangkan dimensi psikososial dan lingkungan. Kedokteran keluarga menyediakan kerangka kerja holistik yang memungkinkan penatalaksanaan terintegrasi dan berkelanjutan dalam sistem pelayanan primer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen longitudinal seorang pasien perempuan usia 63 tahun dengan hipertensi, diabetes melitus tipe 2, dan neuropati perifer menggunakan pendekatan kedokteran keluarga. Diagnosis ditegakkan berdasarkan evaluasi klinis yang mencakup keluhan sensorik bilateral dan tekanan darah tinggi disertai glukosa darah sewaktu yang tidak terkontrol. Intervensi yang diberikan meliputi metformin, amlodipin, vitamin B12, serta edukasi nutrisi, aktivitas fisik, dan keterlibatan keluarga. Penambahan gabapentin dan glibenklamid dilakukan berdasarkan evaluasi gejala lanjutan. Evaluasi empat minggu menunjukkan penurunan kadar glukosa, tekanan darah yang stabil, serta kemandirian fungsional yang tetap terjaga. Penggunaan kerangka Mandala of Health mengidentifikasi kontribusi faktor biologis, spiritual, dan sosial terhadap kontrol penyakit. Skor APGAR menunjukkan disfungsi parsial pada keterlibatan emosional dan dukungan keluarga, sementara Coping Score dan SCREEM mengindikasikan keterbatasan ekonomi serta keterlibatan aktif dalam pengambilan keputusan kesehatan. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi penilaian biopsikososial dalam praktik kedokteran keluarga mendukung peningkatan kepatuhan, kontrol klinis, dan kualitas hidup pasien lansia dengan kondisi kronis kompleks.
SURVEI PERILAKU SEKSUAL BERESIKO PADA REMAJA DI SMAN 1 PARONGPONG Bansole, Debora Sabatini Silpha; Soputri, Nilawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44028

Abstract

Perilaku seksual remaja menjadi perhatian penting karena dapat berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Masa remaja adalah fase transisi yang ditandai dengan eksplorasi interaksi dengan lawan jenis. Hasil SDKI 2017 menunjukkan bahwa 11,5% remaja laki-laki yang belum menikah telah melakukan hubungan seksual, sementara data BKKBN mengungkapkan bahwa 80% remaja perempuan dan 84% laki-laki berusia 15–17 tahun pernah berpacaran, dengan sebagian besar mengaku melakukan berbagai bentuk aktivitas seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku seksual berisiko pada siswa di SMAN 1 Parongpong menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 274 siswa yang dipilih dengan metode kuota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden melakukan kontak fisik ringan, seperti berpegangan tangan (53,6%) dan bergandengan lengan (51,8%). Aktivitas seksual berisiko memiliki persentase lebih rendah, seperti berciuman (2,5%), meraba tubuh pasangan (2,2%), penggunaan mulut pada tubuh pasangan (1,1%) dan 1 responden (0,36%) yang melaporkan pernah melakukan hubungan seksual dalam bentuk menyentuhkan genetalia, berhubungan tanpa alat kontrasepsi, dan berhubungan dengan lebih dari satu pasangan. Sebanyak 75% responden tergolong dalam kategori “Kurang Aman”, yaitu mereka yang melakukan kontak fisik tetapi belum sampai pada perilaku seksual berisiko tinggi, sementara 22,5% berada dalam kategori “Aman” dan 2,5% masuk kategori “Tidak Aman”, yang mencakup keterlibatan dalam perilaku seksual lebih intim. Remaja perlu memahami batasan interaksi fisik dengan pasangan serta meningkatkan kesadaran akan dampak perilaku seksual berisiko melalui edukasi yang tepat..
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN KISTA OVARIUM TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWI DI ASRAMA NAOMI HALL UNAI Simatupang, May Rej’c; Soputri, Nilawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44034

Abstract

Kista ovarium merupakan sebuah tumor atau kantong berisi cairan yang muncul di dalam ovarium atau indung telur. Masalah ini termasuk salah satu isu kesehatan yang dapat terjadi pada wanita, khususnya di masa subur. Salah satu metode untuk menurunkan kemungkinan munculnya kista adalah dengan memberikan edukasi kesehatan. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan kesehatan tentang kista ovarium terhadap tingkat pengetahuan mahasiswi. Desain penelitia ini pre-experimental  design dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswi yang berada di asrama Naomi Hall UNAI sebanyak 115 orang. Jumlah sampel 81 orang yang dipilih dengan convinience sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner pencegahan kista ovarium yang diadopsi dari Nurfatanah (2024), yang terdiri dari 15 pertanyaan. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan tentang pencegahan kista ovarium pretest 30 responden (37%) dalam kategori baik, 51 responden (63%) dalam kategori buruk dan pengetahuan posttest 81 responden (100%) dalam kategori baik. Hasil uji normalitas menggunakan uji kolmogorov-smirnov menunjukkan data pretest dan posttest pengetahuan memiliki nilai Asymp.Sig sebesai 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan pretest dan posttest dengan nilai sig (0,000 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian bahwa Pendidikan Kesehatan mengenai pencegahan kista ovarium mempengaruhi tingkat pengetahuan mahasiswi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG 3M (MENGURAS, MENUTUP, MENGUBUR) UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA PUTAT KECAMATAN PURWODADI Wijarwanti, Linda Sukma; Yuniartika, Wachidah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44036

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) ialah suatu isu medis berbahaya yang banyak dijumpai di wilayah tropis dan subtropis karena dapat mengancam kehidupan, khususnya di daerah dengan tingkat kesadaran pencegahan yang rendah. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode pretest-posttest tanpa kelompok kontrol pada warga Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, melalui metode purposive sampling. Data dihimpun melalui penerapan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan tentang 3M, yaitu Menguras, Menutup, dan Mengubur. Hasil penelitian menjabarkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan responden sesudah diberi pendidikan kesehatan 3M. Peningkatan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan tentang 3M terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan DBD. Oleh karena itu, program ini perlu terus diterapkan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi masyarakat, untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit. Dengan upaya bersama, diharapkan angka kasus DBD dapat menurun dan kesehatan masyarakat dapat terjaga dengan baik.
PEMETAAN PREDIKSI KEJADIAN TUBERKULOSIS BERDASARKAN WILAYAH KECAMATAN DI KABUPATEN SIKKA TAHUN 2025-2029 Haba, Febrian Trisan; Syamruth, Yendris K.; Tira, Deviarbi Sakke; Adu, Apris A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44040

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis adalah penyakit menular yang menyebabkan tingginya angka kematian. Kementerian Kesehatan RI telah menjadikan TB sebagai salah satu program prioritas nasional, namun masih banyak kasus yang tidak terdeteksi dan pasien yang terinfeksi menjadi sumber penularan baru. Insiden kasus TB di Kabupaten Sikka mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pemetaan prediksi TB dapat memberikan informasi mengenai tingkat endemisitas suatu wilayah, serta kemungkinan jumlah kasus di setiap wilayah dalam beberapa tahun ke depan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis time series menggunakan metode trend line. Trend line digunakan untuk menjadikan data historis sebagai dasar dalam membuat pola atau kecenderungan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh data kasus Tuberkulosis di Kabupaten Sikka dari tahun 2020-2024. Hasil penelitian menunjukan sebaran kasus TB pada periode 2020-2024 cenderung meningkat, meskipun terjadi penurunan pada tahun 2024. Prediksi jumlah kasus TB di masa depan terus meningkat meskipun distribusinya menunjukkan fluktuasi di tingkat kecamatan.  Penelitian ini akan memperkuat upaya pengendalian TB di tingkat masyarakat dan pemerintah sehingga dapat dilakukan intervensi yang lebih tepat dan efisien dalam mengatasi penyebaran TB.
PERBEDAAN KELUHAN CTS AKIBAT PEMBERIAN STRETCHING EXERCISE PADA PENGENDARA MAXIM BIKE DI KOTA KUPANG Anggriani, Michaelis Diana; Roga, Anderias Umbu; Ruliati, Luh Putu; Ratu, Jacob M.; Berek, Norce Ch.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44041

Abstract

Keluhan Carpal Tunnel Syndrome akan sangat mengganggu aktivitas kegiatan sehari-hari yang melibatkan fungsional tangan seperti menggenggam, menjepit dan sebagainya. Adanya keluhan tersebut dapat dikurangi dengan melakukan latihan peregangan atau stretching exercise. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji perbedaan keluhan CTS pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan stretching exercise pada pengendara Maxim Bike di Kota Kupang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pretest posttest control group design. Populasi berjumlah 29 orang dan sampel berjumlah 13 orang pada yang diambil menggunakan alokasi random. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitnney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan keluhan CTS pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah pemberian stretching exercise dengan p-value=0,001(p < 0,05), tidak ada perbedaan pre test dan post test keluhan CTS pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah pemberian stretching exercise dengan p-value=0,916 (p > 0,05), tidak ada perbedaan keluhan CTS antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum pemberian stretching exercise dengan p-value= 0,918 (p > 0,05), ada perbedaan keluhan CTS antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sesudah pemberian stretching exercise dengan p-value= 0,000 (p < 0,05). Disarankan kepada pengendara untuk melakukan stretching exercise secara rutin agar tidak terjadi tekanan pada saraf median sehingga mengurangi keluhan CTS.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN KEMATIAN NEONATAL DI KOTA KUPANG Wangge, Mery Christine Weu; Lada, Christina Olly; Wahyuni, Maria M. Dwi; Roga, Anderias Umbu; Syamruth, Yendris K.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44042

Abstract

Kematian neonatal merupakan kematian yang terjadi selama 28 hari pertama kehidupan setelah bayi dilahirkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko kejadian kematian neonatal di Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional kuantitatif analitik, dengan pendekatan desain kasus kontrol di Kota Kupang dengan sampel 36 kasus dan 72 kontrol dengan perbandingan 1:2 dengan macthing jenis kelamin bayi berdasarkan tehnik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan univariat, bivariat dan multivariat. Analisis regresi logistik menunjukan variabel yang berpengaruh terhadap kejadian kematian neonatal adalah status perkawinan (OR = 0,256, nilai p = 0,003), umur ibu (OR = 3,816, nilai p = 0,002), status gizi ibu (OR = 4,345, nilai p = 0,041), berat badan lahir (OR = 34,794, nilai p = 0,000), asfiksia (OR = 44,200, p = 0,000), infeksi (OR = 43,591, p = 0,001), status kehamilan (OR = 21,649, p = 0,001), dan riwayat kunjungan antenatal (OR = 31, 678, nilai p = 0,001). Sedangkan variabel yang tidak berpengaruh terhadap kejadian kematian neonatal adalah kelahiran prematur (OR = 2,238, p = 0,434), riwayat penyakit neonatus (OR = 2,962, p = 0,273) dan komplikasi persalinan (OR = 0,601, p = 0,582). Variabel yang paling berisiko berpengaruh terhadap kejadian kematian neonatal adalah asfiksia dengan nilai OR = 4,526, nilai p = 0,000. Peningkatan upaya preventif dan promotif kesehatan masyarakat serta penerapan fungsi manajemen perlu keterlibatan semua unsur puskesmas dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan dan pengorganisasian serta pengawasan pelaksanaan kegiatan dalam pencapaian standar pelayanan minimal program KIA di Kota Kupang.
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA : LAPORAN KASUS Auliyah, Ummy Rezqiyah; Rahman, Abdul Raqib; Rasmin, Siti Anisah Azzahrah; Nurfalah, Sasya Zulian; Zakiyyah, Maghfirah Tara; Mathius, Denny; Surdam, Zulfiyah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44043

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan fenomena sosial yang terus meningkat di Indonesia dan menjadi perhatian serius baik dari segi sosial, medis, maupun hukum. KDRT berdampak luas dan kompleks, di mana kekerasan yang dialami oleh korban tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga mengakibatkan gangguan psikologis yang mendalam. Korban KDRT sering mengalami penderitaan mulai dari rasa sakit fisik, luka-luka, hingga tekanan mental seperti kecemasan, depresi, dan stres pasca trauma akibat kekerasan yang berulang. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada kualitas hidup korban serta fungsi sosial dan ekonominya. Laporan kasus ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif satu kasus KDRT yang terjadi di Makassar pada tahun 2025, dengan fokus pada faktor penyebab yang melatarbelakangi terjadinya kekerasan, dampak yang dialami korban baik secara fisik maupun psikologis, serta peran penting hukum dan layanan medis dalam menangani kasus ini. Kasus ini melibatkan seorang perempuan berusia 44 tahun yang menjadi korban kekerasan fisik oleh suaminya akibat konflik rumah tangga yang berkepanjangan. Melalui analisis ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam dan rekomendasi penanganan yang tepat untuk kasus serupa di masa depan.