cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI SMA BATIK 2 SURAKARTA Dewitasari, Mariska Latifa; Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Mardiyanti, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44767

Abstract

Dismenore adalah nyeri panggul saat menstruasi akibat peningkatan prostaglandin, terbagi menjadi primer tanpa kelainan organ genital (umumnya usia 15-25 tahun) dan sekunder karena kelainan organ reproduksi (sering >30 tahun). Prevalensi dismenore primer global sekitar 50%, dengan angka di Indonesia mencapai 54,89% pada remaja 14-19 tahun. Faktor risiko meliputi pola hidup seperti jarang sarapan, kurang aktivitas fisik, konsumsi kafein berlebih, stres, dan konsumsi makanan cepat saji berlemak tinggi yang meningkatkan sekresi prostaglandin. Status gizi tidak normal, baik obesitas maupun kekurangan berat badan, juga meningkatkan risiko dismenore melalui mekanisme prostaglandin berlebih. Studi pendahuluan di SMA Batik 2 Surakarta menunjukkan 83% siswi mengalami dismenore yang mengganggu aktivitas belajar, hal ini menjadi alasan peneliti tertarik melakukan penelitian di SMA Batik 2 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian cross-sectional dan bersifat observasional. Kuesioner WaLLid digunakan untuk menentukan kejadian dismenore, IMT/U digunakan untuk mengukur status gizi, dan FFQ 1 bulan sebelumnya digunakan untuk mengukur frekuensi konsumsi makanan cepat saji. Sampel penelitian sebanyak 37 remaja dipilih dengan teknik simple random sampling. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan adalah uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara kejadian dismenore dengan frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan status gizi (nilai p masing-masing 0,00 dan 0,033). Kejadian dismenore berkorelasi dengan status gizi dan frekuensi konsumsi makanan cepat saji.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TUNGGAL DAN EKSTRAK KOMBINASI DAUN KEMANGI (OCIMUM SANCTUM L) DAN DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS KUNTH) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI putri puspitawati, devyana; Irwandi, Irwandi; Hardia, Lukman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44768

Abstract

Escherichia coli ialah bakteri Gram-negatif yang ada secara alami di dalam sistem pencernaan manusia namun beberapa strainnya bersifat patogen dan dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan, saluran kemih hingga sepsis. Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dan daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth) telah terdeteksi senyawa aktif di dalamnya seperti flavonoid, saponin dan minyak atsiri yang mempunyai potensi sebagai agen antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol tunggal dan kombinasi kedua tanaman terhadap E. coli. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarut. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi pada konsentrasi bertingkat: daun kemangi (12,5%, 25%, 50%), daun kenikir (15%, 30%, 60%) serta kombinasi (12,5%:15%, 25%:30%, 50%:60%). Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun kenikir konsentrasi 60% memberikan zona hambat terbesar yaitu 9,41 mm yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak daun kemangi konsentrasi 50% (6,58 mm) dan kombinasi 50%:60% (5,75 mm). Analisis data dengan uji ANOVA yang diteruskan dengan uji Tukey HSD mengindikasikan adanaya selisih yang signifikan antar kelompok perlakuan (p<0,05). Kesimpulan dari studi ini mengungkapkan bahwa ekstrak tunggal daun kenikir lebih efektif sebagai antibakteri terhadap E. coli dibandingkan dengan ekstrak tunggal daun kemangi maupun keduanya. Ketidaktercapaian efek sinergis pada kombinasi ekstrak diduga disebabkan oleh perbedaan atau interaksi antar senyawa aktif yang terkandung dalam masing-masing tanaman.
PROPORSI BALITA STUNTING PADA IBU DENGAN RIWAYAT KEHAMILAN PERTAMA USIA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOLIBAGU Gobel, Lafita Abella; Malonda, Nancy S. H; Punuh, Maureen I.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44782

Abstract

Stunting yang disebabkan oleh kehamilan remaja terjadi ketika seorang remaja hamil pada usia ≤20 tahun dan mengalami kekurangan gizi atau masalah kesehatan yang menghambat pertumbuhan janin, yang kemudian berisiko menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah sehingga dapat menyebabkan stunting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi balita stunting pada ibu dengan riwayat kehamilan pertama usia remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Molibagu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Populasi dalam penelitian berjumlah 407 dan diperoleh sampel sebanyak 86 balita yang merupakan anak pertama. Variabel dalam penelitian ini adalah stunting dan kehamilan remaja. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dan alat ukur antropometri (infantometer seca dan microtoice seca), dengan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi proporsi balita stunting pada ibu dengan riwayat kehamilan pertama usia remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memiliki riwayat kehamilan remaja pada usia ≤20 tahun sebanyak 53 orang (61,6%) dan balita yang mengalami stunting sebanyak 27 anak (16,6%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi balita stunting pada ibu dengan riwayat kehamilan pertama usia remaja adalah sebesar 50,94%, sedangkan proporsi balita yang tidak mengalami stunting sebesar 49,06%.
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) DENGAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOLIBAGU Kandou, Johana Rosalia Trivy; Malonda, Nancy Swanida Henriette; Kapantow, Nova Hellen
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44792

Abstract

Satu diantara banyaknya permasalahan gizi utama yang memengaruhi anak-anak di Indonesia dan belum ditangani secara memadai ialah stunting. Balita yang mengalami gizi buruk kronis dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, termasuk stunting. Pemberian MP-ASI yang tidak sesuai kepada balita dapat menghambat kemampuan balita untuk tumbuh dan berkembang secara normal, yang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan stunting. Tujuannya penelitian ini untuk menganalisa hubungan Pemberian MP-ASI dengan stunting pada balita usianya 12-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Molibagu. Jenisnya studi yakni penelitian kuantitatif yang memakai desain observasional analitik dengan pendekatannya cross sectional study dan populasinya 201 balita serta sampelnya studi sebanyak 73 balita yang diambil memakai metode simple random sampling. Studi ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Molibagu dan instrumennya dari studi yakni kuesioner pemberian MP-ASI dari Child Feeding Questionaire (CFQ) serta pengukurannya antropometeri dengan indeks Panjang Badan menurut pada Umur (PB/U). Analisa data pada studi yakni analisa bivariat dan univariat, lalu temuan studi ini yakni ada hubungannya pemberian MP-ASI dengan stunting pada usia 12-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Molibagu dengan nilainya p value = 0,000 yang memakai uji statistik fisher’s exact test. Penelitian mendapati 17 balita (23,3%) yang menderita stunting dan 21 balita (28,8%) tergolongnya pemberian MP-ASI yang tidak sesuai
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA FARMASI UNPRI TERHADAP PENGGUNAAN OBAT DIABETES MELITUS TIPE 2 Amelia, Ade; Ginting, Astriani Natalia Br; Meutia, Rena; Lubis, Asyrun Alkhairi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44811

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah suatu kondisi kronis yang terjadi ketika pankreas tidak dapat lagi memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Penyakit DM diklasifikasi menjadi beberapa bagian, termasuk DM tipe 2 yang umum terjadi pada usia dewasa dan dapat dipicu oleh obesitas dan faktor keturunan serta berisiko menyebabkan komplikasi jika tidak dikendalikan. Mahasiswa farmasi berperan dalam edukasi dan pelayanan kesehatan, sehingga tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa farmasi terhadap penggunaan obat DM tipe 2 sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa farmasi UNPRI terhadap penggunaan obat DM tipe 2 guna mendukung pengelolaan penyakit secara efektif. Penelitian ini dilakukan di Universitas Prima Indonesia menggunakan desain penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan data yaitu data primer yang dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa farmasi UNPRI. Data dianalisis secara univariat menggunakan aplikasi spss versi 27. Terdapat total 100 responden yang termasuk dalam penelitian ini. Didapatkan sebagian besar responden merupakan perempuan dan berusia 17-19 tahun. Berdasarkan tingkat pengetahuan mahasiswa kategori Baik 88 orang (88.0%), kategori Cukup Baik 7 orang (7.0%), dan kategori Kurang Baik 5 orang (5.0%) dan tingkat sikap mahasiswa kategori Baik berjumlah 44 orang (44.0%), kategori Cukup Baik 50 orang (50.0%), dan kategori Kurang Baik berjumlah 6 orang (6.0%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa farmasi UNPRI tentang penggunaan obat diabetes melitus tipe 2 sebagian besar baik, namun sikap mereka cenderung cukup baik. 
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MSDs SAAT PERKULIAHAN PADA MAHASISWA Andayani, Agnes Trisna; Purnamasari, Salsabila
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44859

Abstract

Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan salah satu permasalahan kesehatan global yang berdampak signifikan pada jutaan orang di berbagai kelompok usia. Salah satu kelompok usia yang sering mengalami MSDs adalah mahasiswa. Menurut studi terkini, nyeri punggung bawah dan MSDs menjadi penyumbang utama dalam Years Lived with Disability (YLDs) secara global. Prevalensi gangguan ini menunjukkan angka yang mencerminkan masalah serius di Indonesia, terutama di kalangan mahasiswa yang sering menghabiskan waktu lama duduk dan menjalani aktivitas perkuliahan dengan postur tidak ergonomis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan keluhan MSDs saat perkuliahan pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari mahasiswa FIK Angkatan 2023 UMS yang berjumlah 275 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive proposional sampling. Instrumen menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Analisis statisik yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat yang menggunakan metode uji Chi Square. Variabel terikat yakni keluhan MSDs, sedangkan variable bebasnya yaitu indeks massa tubuh, durasi duduk, dan postur tubuh saat mengikuti perkuliahan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara keluhan MSDs dengan postur tubuh dengan nilai (p-value = 0,2019), IMT dengan nilai (p-value 0,419), dan durasi duduk dengan nilai (p-value 0,889). Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara keluhan MSDs dengan postur tubuh, IMT, dan durasi duduk. Mahasiswa diharapkan untuk menjaga postur tubuh saat duduk dan melakukan peregangan karena perubahan postur tubuh yang lama dapat memunculkan keluhan MSDs pada bagian tubuh tertentu.
Pengaruh Effective Microoganisme (EM-4) Terhadap Peningkatan Kualitas Kascing Rohman, Saiful; Astuti, Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44927

Abstract

Meskipun kascing dikenal sebagai pupuk organik yang kaya unsur hara dan mampu memperbaiki sifat fisik serta biologi tanah, kualitas kascing yang dihasilkan secara alami masih sangat bervariasi, tergantung pada proses dekomposisi dan aktivitas mikroorganisme di dalamnya. Pengomposan tradisional memerlukan waktu lama dan belum tentu menghasilkan kascing dengan kualitas optimal dalam aspek fisik (warna, bau, tekstur) maupun kimia (pH, nitrogen, fosfor, kalium). Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil kompos kascing, salah satunya dengan menambahkan Effective Microorganisms (EM-4). Namun, sejauh mana pengaruh EM-4 terhadap kualitas fisik dan kandungan hara kascing masih perlu dibuktikan secara ilmiah. Kompos merupakan bahan-bahan organik yang sudah mengalami proses pelapukan karena terjadi interaksi antara mikroorganisme atau bakteri pembusuk yang bekerja di dalam bahan organik tersebutKompos memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aktivitas mikroba, yang membantu tanaman dalam menyerap nutrisi dan mengatasi penyakit.Kascing, kompos hasil cacing tanah, berfungsi sebagai pupuk organik kaya unsur hara. Penelitian ini memberikan pengaruh EM-4 dalam meningkatkan kualitas kascing, khususnya dari bidang fisik (warna, bau, tekstur) dan kimia (pH, N, P, K). Penelitian ini bertujuan mengetahui 1) kualitas fisik pupuk kascing, yang mencakup parameter tekstur, warna, dan bau. 2) mengetahui kualitas pupuk kascing terkait pH, Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Penelitian ini menggunakan True Experimental Design dengan Posttest Only Control Design sebagai metodologinya. Untuk pengambilan sampel, digunakan metode quota sampling, yaitu pengambilan sampel sebanyak 90 kg untuk mengukur kadar NPK, pH tanah, suhu, dan kelembaban. Selain itu, analisis dilakukan melalui Tabulasi dan Analisis. Hasil penelitian menunjukan Penambahan EM-4 berpengaruh terhadap kualitas fisik pupuk kascing, Penambahan EM-4 berpengaruh nyata terhadap kualitas kimia pupuk kascing, kandungan kalium (K) dan pH tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik, namun nilainya tetap berada dalam rentang yang sesuai dengan standar nasional. Hal ini dapat disimpulkan bahwa dalam penambahan EM-4 dalam proses kompos kascing sangat berpengaruh terhadap kandungan unsur hara yang ada dala kompos kascing
PENGARUH PENAMBAHAN EFFECTIVE MICROGANISM (EM-4) TERHADAP KUALITAS KOMPOS PERTANIAN Prakusya, Iclashul Bintang; Astuti, Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44928

Abstract

Sampah organik dapat menimbulkan permasalahan seperti, ancaman gas metana, sampah organik yang tidak terkelola dengan baik juga menghasilkan cairan berbahaya yang dikenal sebagai leachate, yang dapat mencemari tanah dan sumber air di sekitarnya. Penumpukan sampah organik juga menjadi tempat berkembang biak bagi berbagai vektor penyakit seperti tikus, lalat, kecoa, dan nyamuk, yang dapat menularkan berbagai penyakit berbahaya. Pengomposan untuk pengelolaan sampah dapat dilakukan secara tradisional dengan menggunakan Effective Microorganism (EM-4). Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi kualitas kompos yang dihasilkan dari sampah sayur, buah, rumput, dan daun kering ketika ditambahkan EM-4, dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data yang akan dikumpulkan berupa angka. Angka-angka ini akan dikaji lebih lanjut melalui analisis data. Penelitian ini mencakup empat variabel: (penambahan EM-4) sebagai variabel bebas, (kualitas kompos) sebagai variabel terikat, (jenis sampah, sumber sampah, kondisi sampah) sebagai variabel kontrol, dan (pH, suhu) sebagai variabel pengganggu. Penambahan EM-4 secara signifikan memengaruhi sifat fisik dan kimia kompos, terutama yang berkaitan dengan warna, bau, tekstur, suhu, dan pH. Perlakuan berlabel P3, yang melibatkan 450 ml EM-4, menghasilkan hasil terbaik. Kadar hara seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) meningkat dengan dosis EM-4 yang lebih tinggi. Secara spesifik, perlakuan P3 menunjukkan kadar N sebesar 3,05%, P sebesar 2,21%, dan K sebesar 3,46%, yang lebih unggul dibandingkan dengan perlakuan P1 dan P2. Analisis statistik (ANOVA dan Duncan) menunjukkan bahwa dosis EM-4 sebanyak 450 ml (P3) merupakan dosis yang paling efisien dalam mempercepat proses dekomposisi dan meningkatkan kualitas kompos, serta memenuhi standar Pupuk Organik Padat SNI 7763:2024.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) SISWA JURUSAN TEKNIK MESIN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI SURAKARTA Sholikhah, Ummi; Porusia, Mitoriana; Purnamasari, Salsabila
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44938

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) penting untuk melindungi siswa di bengkel pemesinan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), termasuk melalui penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk mengurangi kecelakaan. Namun, banyak siswa yang kurang mematuhi penggunaan APD karena kurangnya pengetahuan dan sikap yang kurang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) siswa jurusan Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan di Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel penelitian menggunakan proportional random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 338 siswa jurusan Teknik Mesin di Surakarta. Analisis data yang digunakan adalah Uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) siswa jurusan Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan di Surakarta (p-value 0,005). Sementara itu, tidak ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) siswa jurusan Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan di Surakarta (p-value 0,058). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin baik pengetahuan yang dimiliki siswa, semakin tinggi pula kemungkinan mereka untuk mematuhi penggunaan APD. Sementara itu, sikap siswa yang baik dan kurang baik tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan APD.
KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR DI KOTA MAKASSAR Khairun, Hafiz; Purnama, Indah Dian; Bachtiar, Aisya Nanda; Q., Maha Umami Putri; Anugrah, Erza; Indrifah, Nurul; Afdhaliyah, Nur; D., Nurul Tasya Amalia; Mathius, Denny; Surdam, Zulfiyah; Dirgahayu, Andi Millaty Halifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44955

Abstract

Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Makassar yang dilakukan oleh Tn.KG terhadap bocah perempuan berusia 12 tahun menunjukkan betapa seriusnya permasalahan perlindungan anak di Indonesia. Pelaku melakukan penculikan, penyekapan, dan pemerkosaan berulang kali selama dua hari, yang mengakibatkan trauma fisik dan psikologis mendalam pada korban. Penangkapan pelaku yang dilakukan oleh Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar diwarnai dengan tindakan tegas berupa penembakan kaki karena pelaku melakukan perlawanan. Kasus ini menyoroti pentingnya penegakan hukum yang tegas dan perlindungan menyeluruh bagi korban kekerasan seksual anak. Selain aspek hukum, pendampingan psikologis dan sosial bagi korban sangat penting untuk mendukung proses pemulihan. Laporan kasus ini mengkaji kronologi kasus, proses hukum yang dijalani pelaku, serta dampak kekerasan seksual terhadap korban berdasarkan tinjauan pustaka dari jurnal-jurnal Indonesia terkait kekerasan seksual anak dan perlindungan hukum. Laporan kasus ini juga menekankan perlunya upaya pencegahan melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kapasitas aparat penegak hukum untuk menangani kasus kekerasan seksual anak secara sensitif dan profesional. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperkuat sistem perlindungan anak dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi anak dari kekerasan seksual.