cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@arraayah.ac.id
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
jurnalinfo@arraayah.ac.id
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam
ISSN : 25033816     EISSN : 26862018     DOI : https://doi.org/10.37274/rais
Rayah Al-Islam (p-ISSN: 2503-3816, e-ISSN: 2686-2018) is a Journal of Islamic studies published twice a year, this scientific publication is managed by the Institute for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raayah Arabic Language College (STIBA) Sukabumi. This journal focuses on the study of Islam, in the form of Research Results, Ideas, Theories, Methods and other Actual Problems Related to Islamic studies.This journal openly accepts contributions from experts to publish the results of his research.
Articles 539 Documents
Implementasi Model Pembelajaran SIUUL Dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca Huruf Hijaiyah Pada Anak Disleksia di RTQ Istiqomah Tamansari Bogor Uswatun; Watini, Sri; Syaputra, Nor Ilman; Megawati, Rizki; Barokah, Najjah
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.778

Abstract

Penelitian ini menggambarkan perkembangan kemampuan anak disleksia melalui model SIUUL. Kemampuan membaca adalah salah satu fungsi kemanusiaan yang tertinggi dan menjadi pembeda manusia dengan makhluk lain. Di era saat ini kemampuan membaca bagi seseorang adalah hal yang sangat penting, mengingat membaca adalah pembuka informasi dunia. Tanpa membaca manusia tidak akan pernah memahami dan mengerti perkembangan teknologi dan informasi yang berkembang sangat pesat. Fokus peneltian ini dalam rangka mengimplementasikan Model SIUUL dalam mengembangkan kemampuan membaca pada anak disleksia dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dalam Model SIUUL ini anak menggunakan tugas tahapan yaitu: tahap menyimak, tahap mengucapkan dan tahap mengulang. Dimana anak dituntut untuk membacanya berulang ulang baik itu di bantu oleh gurunya ataupun di baca secara mandiri oleh anak sambil di pantau dan di simak oleh gurunya, anak sangat antusias dalam mengulang apa yang diucapkan oleh gurunya.Dengan demikian peneliti dapat menyimpulkan bahwa Model pembelajaran SIUUL dapat mengembangkan kemampuan membaca huruf hijaiyah pada anak disleksia. This study describes the development of dyslexic children's abilities through the SIUUL model. The ability to read is one of the highest human functions and is a differentiator between humans and other creatures. In the current era, the ability to read for a person is very important, considering that reading is the opening of world information. Without reading humans will never understand and understand the development of technology and information that is developing very rapidly. The focus of this research is to implement the SIUUL Model in developing reading skills in dyslexic children using a qualitative descriptive research method. In the SIUUL Model, children use the stage assignments, namely: the listening stage, the uttering stage and the repeating stage. Where children are required to read it over and over again either with the help of the teacher or read independently by the child while being monitored and watched by the teacher, the child is very enthusiastic in repeating what the teacher said. Thus the researcher can conclude that the SIUUL learning model can developing the ability to read hijaiyah letters in dyslexic child
Pertimbangan-Pertimbangan Yang Mengantarkan Pada Persetujuan Pernikahan Dengan Wali Hakim (Studi Kasus di Kantor Urusan Agama di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember) Zakky Fikri, Ahmad; Musyafa
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.779

Abstract

Pernikahan adalah pertemuan dua insan yang terikat oleh tanggung jawab yang besar, masing masing memiliki hak dan kewajiban. Wali nikah adalah salah satu rukun pernikahan, wali nikah adalah orang yang mempunyai kuasa atau hak untuk melaksanakan akad pernikahan bagi mempelai wanita serta menikahkannya dengan seorang pria. Seorang wali dalam pernikahan akan melangsungkan akad nikah yaitu mengucapkan Ijab dan mempelai pria akan akan mengucapkan Qobul. Sedangkan wali hakim adalah wali yang menggantikan kedudukan wali nikah dari nasab yang ditunjuk langsung oleh Kantor Urusan Agama. untuk mengajukan permohonan wali hakim ada beberapa pertimbangan dan tahap yang harus dilalui. Untuk lokasi penelitian adalah Kantor Urusan Agama Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah memberi wawasan bagi masyarakat terkait apa pertimbangan yang harus diperhatikan untuk persetujuan pernikahan dengan wali hakim. Penelitian ini dengan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah(1) rukun dan syarat wali dalam pernikahan sebagai berikut; beragama Islam, baligh, berakal sehat atau tidak gila, laki-laki, adil, tidak sedang ihram haji dan umrah. (2) gambaran pernikahan dengan wali hakim dengan mengajukan permohonan dengan membawa seluruh persyaratan pernikahan dan berkas-berkas lainnya dari Kelurahan dan Pengadilan Agama. (3) pertimbangan pada pernikahan dengan wali hakim yang bisa diterima atau disetujui oleh Kantor Urusan Agama ada tiga, yaitu; tidak adanya wali atau semua yang berhak menjadi wali sudah meninggal, wali enggan menikahkan, wali tidak ada yang beragama Islam. Marriage is a meeting of two people who are bound by great responsibilities, each has rights and obligations. A marriage guardian is one of the pillars of marriage, a marriage guardian is a person who has the power or right to carry out a marriage contract for the bride and marry her to a man. A guardian in marriage will carry out the marriage contract, namely thinking about Ijab and the groom will think about Qobul. While the judge's guardian is a guardian who replaces the position of marriage guardian from the lineage who is appointed directly by the Office of Religious Affairs. To apply for a guardian judge there are several considerations and stages that must be passed. The research location is the Office of Religious Affairs, Sumbersari District, Jember Regency. The purpose of this study is to provide insight for the community regarding what considerations must be considered for consent to marriage with a judge's guardian. This research uses a qualitative approach with a case study model. The results of this study are (1) the pillars and conditions for guardianship in marriage are as follows; Muslim, mature, sane or not crazy, male, fair, not currently in ihram for Hajj and Umrah. (2) description of marriage with a judge's guardian by submitting an application by bringing all marriage requirements and other documents from the Kelurahan and Religious Courts. (3) There are three considerations for marriage with a judge's guardian that can be accepted or approved by the Office of Religious Affairs, namely; there is no guardian or all those entitled to become guardians have died, guardians are reluctant to marry off, none of the guardians are Muslims
Mazhab dan Pemikiran Ekonomi Islam Kontemporer Wahid, Abdurrahman; Janwari, Yadi; Jubaedah, Dedah
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.780

Abstract

Setelah munculnya ilmu ekonomi Islam muncul pada zaman Nabi saw kemudian pada zaman Khalifah kemudian masa dinasti kemudian setelah runtuhnya dinasti muncul pemikiran ekonomi klasik seperti para pemikir ekonomi kapitalis serta sosialis , sedangkan para pemikir akademik Barat tidak pernah menyebutkan peranan Muslim dalam memberikan kontribusi terhadap ekonomi, justru mereka cenderung menggunakan pemikiran mereka sendiri. Ditahun 1930an pemikiran ekonomi Islam muncul kembali di zaman modern meletakkan dasar-dasar fundamental ekonomi Islam untuk menjawab persoalan-persoalan yang muncul terkait dengan ilmu ekonomi, khususnya pemikiran ekonomi klasik. Dalam ekonomi Islam Modern muncul tiga mazhab pertama, mazhab Iqtishaduna yang dipelopori oleh Baqir as-Sadr yang mengatakan bahwa prinsip ilmu ekonomi dan Islam tidak akan pernah bertemu karena ilmu ekonomi tidak bisa sejalan dengan Islam, ilmu ekonomi tetap ekonomi dan Islam tetap Islam. Dalam pandangan mazhab Iqtishaduna menjelskan terjadinya persoalam ekonomi disebabkan oleh distribusi yang tidak merata serta cendrung tidak adil meskipun Allah telah menciptakan segala sesuatu menurut ukuran namun orang cenderung rakus serta tidak mensyukuri atas apa yang mereka miliki juga mereka tidak setuju bahwa sumber daya alam yang terbatas. Yang Kedua, Mazhab Mainstream yang sedikit berbedaan engan mazhab iqtishoduna, mazhab ini sependapat dengan ekonomi konvensional, mereka berpandangan bahwa masalah ekonomi muncul disebabkan adanya sumber daya alam yang terbatas seta kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Ketiga, mazhab Alternatif-Kritis yang dimana mereka mengkritik bahwa analisis kritis bukan saja dilakukan tidak hanya untuk ekonomi konvensional tetapi untuk ekonom Islam juga karena dalam pandangannya konsep pertengahan menurut pemikir ekonomi Islam dipandang ambigu sebab interpretasinya banyak berubah dari sisi sosial dan menurutnya munculnya ekonomi Islam karena penafsiran manusia terhadap Al-Qur’an dan As-sunnah yang bisa saja tafsiran keliru atau salah sebab setiap orang memiliki penafsirannya masing-masing
Teori Ekonomi Makro Menurut Abu Yusuf Mursyidah Zein, Ai Imas; Janwari, Yadi; Jubaedah, Dedah
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.781

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui konsep pemikiran ekonomi Islam yang dicetuskan oleh Abu Yusuf yang dituangkan dalam kitab Al-Kharāj. Kajian ini memfokuskan pada bahasan pemikiran Abu Yusuf yang merupakan ilmuwan Islam yang sangat berjasa pada masa Dinasti Abbasiyyah terutama pada orde kekhalifahan Harun Arrasid. Penelitian ini menggunakan metode kulalitatif deksriptif digunakan dalam kajian ini yang dimana metode tersebut merupakan salah satu metode dengan memfokuskan kepada susunan dengan hasil akhir berupa penjelasan dengan menggunakan study literatur sebagai bahan pengumpulan data dan referensi. Kajian menghasilkan pemaparan bahwa pemikiran Abu Yusuf dalam ranah ekonomi Islam lebih menitikberatkan kepada ruang lingkup ekonomi Makro. Pemikiran-pemikiran yang dituangkan dalam buku Al-Kharāj dijadikan sebagai kebijakan-kebijakan peraturan negara oleh khalifah Harun Arrasid. The purpose of this research was to find out the concept of Islamic economic thought initiated by Abu Yusuf as outlined in the Al-Kharāj book. This study focuses on the discussion of the thoughts of Abu Yusuf who was an Islamic scientist who was very instrumental in the Abbasid dynasty, especially in the Caliphate of Harun Arrasid. This study used the descriptive qualitative method used in this study, where this method is one of the methods by focusing on composition with the final result in the form of an explanation using literature study as data collection and reference material. The study resulted in an explanation that Abu Yusuf's thoughts in the realm of Islamic economics focused more on the scope of macroeconomics. The thoughts set forth in Al-Kharāj's book were made into state regulatory policies by caliph Harun Arrasid
Peran Penyuluh Agama Dalam Menjaga Keluarga Muslim Dari Penyimpangan Seksual (Studi Kasus di KUA Rambipuji) Mutashim, Yusuf; Musyafa
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.782

Abstract

Fenomena penyimpangan seksual semakin marak terjadi di masyarakat dengan bentuk yang semakin beragam seperti LGBT, Pedophilia, Frotteurisme, Incest Ekshibionisme, Masturbasi, Voyeurisme, bahkan tidak sedikit diantaranya berujung pada perzinaan, dan pemerkosaan. Banyak masyarakat dan pejabat pemerintahan yang menganggap sepele dan acuh terhadap fenomena ini. Padahal pejabat pemerintahan memiliki peran yang sangat penting ditengah masyarakat dalam mencegah dan menjaga masyarakat dari fenomena ini. Diatara pemerintahan yang memiliki peran penting adalah penyuluh agama di setiap KUA. Penelitian ini membahas tentang peran penyuluh agama dalam mencegah dan menjaga keluarga muslim dari penyimpangan seksual. Jenis penelitian ini menggunakan metode penilitian lapangan. Dalam penelitian ini terdapat dua sumber data, yaitu data primer dan sekunder. Tujuan Penelitian ini adalah memberikan penjelasan tentang pentingnya peran penyuluh agama dalam mencegah dan menjaga keluarga muslim dari penyimpangan seksual yang tersebar di masyarakat. The phenomenon of sexual deviance is increasingly prevalent in society with increasingly diverse forms such as LGBT,Pedophilia, Frotteurisme, Incest, Ekshibionisme, Masturbasi, Voyeurisme, not a few of which even lead to adultery and rape. Many people and government officials consider this phenomenon trivial and indifferent. Precisely government officials have an important role in the midst of society in preventing and protecting society from this phenomenon. Among the government officials who have an important role are religious counselors at each KUA. this researchdiscusses the role of religious instructors in preventing and protecting Muslim families from sexual deviation.
Cerai Gugat Suami Gila Dalam Perspektif Maqoshid Syari’ah (Studi Analisis Putusan Hakim PA Pekalongan No. 0078/pdt.G/2015/PA.PKL Ahsan, Khoirul; Nurkholil Yasin, Muhammad Fandi
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.783

Abstract

Pernikahan merupakan sebuah ikatan antara dua jenis kelamin yang berbeda yaitu laki-laki dan perempuan yang sebelumnya diharamkan dan bertujuan untuk membangun rumah tangga dan menempuh hidup yang lebih baik menjadi pasangan suami istri. Namun dalam kehidupan sebuah pasangan pasti ada cobaan atau permasalahan sehingga terjadi perselisihan. Salah satu alasan menarik untuk dibahas yaitu gugatan cerai seorang istri terhadap suaminya yang mengalami gangguan jiwa sehingga suami tidak bisa menunaikan hak-haknya. Penelitian ini membahas tentang pandangan maqoshid syari’ah dalam putusan hakim pengadilan agama pekalongan No.0078/pdt.G/2015/PA.PKL terkait gugatan cerai suami gila. Penelitian ini merupakan jenis penelitian telaah pustaka yang bersifat kualitatif yang datanya diperoleh dari bedah pustaka yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil dari penelitian ini pandangan maqoshid syariah terkait putusan hakim PA pekalongan No. .0078/pdt.G/2015/PA.PKL belum sesuai, karena melihat dari maslahat yang akan terjadi apabila dikabulkan gugatan cerainya. Dalam berita acara perkara ini istri sudah terpenuhi alasan untuk bercerai, dan di dalamnya istri sering mengalami gangguan. Mereka juga sudah tidak tinggal bersama lagi sejak istri mengandung anak pertamanya. sehingga suami tidak bisa menunaikan hak-haknya, dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Marriage is a bond between two different sexes namely a man and a woman which was previously forbidden and aims to build a household and lead a better life as a married couple. But in the life of a couple there must be trials or problems so that disputes occur. One interesting reason to discuss is a wife's divorce lawsuit against her husband who has a mental disorder so that the husband cannot fulfill his rights. This study discusses the views of maqoshid shari'ah in the decision of the judge of the Pekalongan Religious Court No.0078 / pdt. G/2015/PA. PKL related to the divorce lawsuit of a crazy husband. This research is a type of qualitative literature review research whose data is obtained from literature review related to the discussion. The results of this study are the views of maqoshid shari'ah related to the decision of the PA judge pekalongan No. . 0078/pdt. G/2015/PA. PKL is not yet appropriate, because it sees from the benefits that will occur if the divorce lawsuit is granted. In the minutes of this case the wife has fulfilled the reason for divorce, and in it the wife often experiences interference. They have also not lived together since his wife became pregnant with his first child. So that the husband cannot fulfill his rights, and provide for his family.
Pemikiran Imam Al-Ghazali Terkait Uang Gunariah, Frilla; Janwari, Yadi; Jubaedah, Dedah
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.784

Abstract

Imam al-Ghazali berpendapat bahwa uang memiliki dua peran utama, yaitu sebagai alat pertukaran dan alat pengukur. Oleh karena itu, permintaan terhadap uang hanya didasarkan pada motif transaksi dan kehati-hatian. Dalam konteks ekonomi konvensional, uang memiliki peran tambahan sebagai penyimpan nilai dan aset yang mendorong permintaan uang dengan motif spekulatif. Hal ini mengakibatkan individu cenderung memperlakukan uang sebagai komoditas bisnis yang dapat diperdagangkan dengan membayar bunga sebagai biaya penggunaan uang. Akibatnya, orang lebih tertarik untuk berdagang uang di sektor non-riil daripada menggunakan uang tersebut dalam transaksi di sektor riil, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. According to Imam al-Ghazali, money serves two roles, namely as a medium of exchange and a unit of measurement. Therefore, the demand for money is solely based on transactional motives and caution. In contrast to conventional economics, where money also functions as a store of value and an asset that drives the demand for money with speculative motives. This encourages individuals to treat money as a tradable business commodity with interest serving as the cost of using money. Consequently, people tend to be more interested in trading money in the non-real sector rather than using it for transactions in the real sector, which can hinder economic activity.
Dampak Pernikahan Antara Keturunan Arab Dengan Pribumi Dalam Keharmoninisan Rumah Tangga (Studi Kasus Kota Pasuruan) Aziz, Abdul; Riza Hasan, Syafiq
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.785

Abstract

Penikahan adalah ikatan suci antara dua individu yang berjanji untuk saling mencintai, menghormati, untuk hidup bersama dalam suatu rumah tangga dan keturunan yang dilangsungkan menurut ketentuan syari’at Islam, dalam penelitian ini bertujuan ingin mengupas dampak pernikahan antara keturunan arab dengan pribumi dalam keharmonisan rumah tangga di kota Pasuruan dengan menggunakan metode studi kasus ataupun penelitian kualitatif dengan cara observasi dan wawancara informan di kota Pasuruan. Hasil dari penelitian dampak pernikahan antara keturunan arab dengan pribumi memiliki dua dampak,yaitu: 1)dampak positif, dari hasil wawancara dan observasi peneliti menemukan dampak positif yaitu; menjalin hubungan keluarga dengan pribumi, dan menjadikan lebih disiplin dan 2) dampak negatif, dari hasil wawancara dan observasi peneliti menemukan dampak negatif yaitu; terputusnya nasab anak, menjadi bahan pembicaraan keluarga, dan susahnya akur antara suami dan istri. Marriage is a sacred bond between two individuals who promise to love each other, respect, to live together in a household and offspring which are carried out according to Islamic shari'a provisions, in this study the aim is to explore the impact of marriage between Arab and native descent on household harmony in the city of Pasuruan by using the case study method or qualitative research by observing and interviewing informants in the city of Pasuruan. The results of the research on the impact of marriage between Arab and native descent have two impacts, namely: 1) a positive impact, from the results of interviews and observations the researchers found a positive impact, namely; establishing family relationships with natives, and making them more disciplined and 2) negative impacts, from the results of interviews and observations the researchers found negative impacts, namely; the loss of the lineage of children, the subject of family discussion, and the difficulty of getting along between husband and wife.
Analisis Pendapat Imam Nawawi dan Ibnu Qudamah Tentang Masa Iddah Wanita Hamil Karena Zina Alfian, Muh. Khairi; Misbahuzzulam
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.787

Abstract

Pernikahan merupakan salah satu fitrah manusia yang di mana tujuanmya adalah membentuk keluarga sakinah, mawaddah, Di samping sisi positif pernikahan, ada sisi negatif atau faktor-faktor yang menyebabkan rumah tangga yang kurang harmonis atau bahkan bisa berpisah, diantaranya adalah perceraian. Perceraian adalah berpisahnya sepasang suami istri disebabkan talaq (faktor dari laki-laki) atau khulu’ (faktor dari istri). Perceraian menjadikan wanita sebagai janda yang menyebabkan dia tidak boleh dinikahi sampai masa iddahnya selesai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kajian pustaka atau studi kepustakaan (librari research), suatu metode kajian yang di lakukan dengan menggunakan literatur kepustakaan, baik berupa buku, kitab, catatan atau informasi lainnya yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil dari penelitian bahwa perbedaan pendapat antara imam Nawawi dan Ibnu Qudamah tentang iddah wanita hamil karena zina yaitu: Imam Nawawi berpendapat bahwa tidak ada iddah bagi wanita hamil karena zina, sedangkan imam Ibnu Qudamah berpendapat bahwa ada iddah bagi wanita hamil karena zina yaitu sampai dia melahirkan. Marriage is one of human nature where the goal is to form a sakinah, mawaddah family. Besides the positive side of marriage, there are negative sides or factors that cause households to be less harmonious or even separate, one of which is divorce. Divorce is the separation of a husband and wife due to talaq (factor from the man) or khulu' (factor from the wife). Divorce makes a woman a widow which causes her not to be married until her 'iddah period is over. This study used the research method of literature review or library research (library research), a study method that was carried out using library literature, either in the form of books, books, notes or other information related to the discussion. The results of the study show that there are differences of opinion between Imam Nawawi and Ibn Qudamah regarding the iddah of pregnant women due to adultery, namely: 1). Imam Nawawi in his opinion that there is no iddah for pregnant women due to adultery. 2). while Imam Ibnu Qudamah in his opinion that there is an iddah for a pregnant woman because of adultery, namely until she gives birth.
Upaya Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Akidah Akhlak Siswa Kelas IX di MTsN 3 Fillial Tegalarum Klaten Tahun Ajaran 2023/2024 Puspita Sari, Rafika; Syamsuddin; Praptiningsih
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.788

Abstract

Mata pelajaran akidah akhlak merupakan suatu mata pelajaran yang harus direalisasikan dalam bentuk tingkah laku atau perbuatan yang harmonis pada siswa, sebab pelajaran akidah akhlak bukan hanya bersifat kognitif semata melainkan harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu seorang guru dalam melaksanakan pengajaran aqidah akhlak harus senantiasa memberi tauladan yang baik bagi siswa saat berada di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi belajar akidah akhlak siswa kelas IX, untuk mengetahui upaya guru akidah akhlak dalam meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat upaya guru akidah akhlak dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX di MTSN 3 Fillial Tegalarum Klaten Tahun Ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunaan metode kualitatif dan menggunakan alat pengumpulan data berupa observasi, metode wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah di dapatkan menyimpulkan dengan adanya upaya guru, motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak dikatakan sudah cukup baik dan guru juga telah mengusahakan sebaik mungkin untuk meningkatkan minat belajar siswa di dalam kelas. Kepala Sekolah juga mengatakan bahwa dengan adanya upaya dari guru cepat atau lambat pasti akan ada perubahan, siswa akan menyadari bahwa semua hanya untuk kebaikan mereka. Aqidah Akhlak subject is a subject that must be realized in the form of harmonious behavior or actions for students, because Aqidah Akhlak lessons are not only cognitive but must be practiced in everyday life. Therefore a teacher in carrying out teaching aqeedah morals must always provide a good role model for students while in the school environment and outside the school. This study aims to find out how the learning motivation of Aqidah Akhlak students in class IX, to find out the efforts of Aqidah Akhlak teachers in increasing their motivation to learn Aqidah Akhlak and the factors that support and hinder the efforts of Aqidah Akhlak teachers in increasing the learning motivation of Class IX students at MTSN 3 Fillial Tegalarum Klaten Academic Year 2023/2024. This study uses qualitative methods and uses data collection tools in the form of observation, interview methods, and documentation. Based on the results of the research that has been obtained, it is concluded that with the teacher's efforts, student learning motivation in the subject of aqidah morals is said to be good enough and the teacher has also tried his best to increase student learning interest in the class. The principal also said that with the efforts of the teachers, sooner or later there would definitely be changes, students would realize that everything was only for their own good.