cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
jpds.journal@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jpds.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial
ISSN : -     EISSN : 26552469     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) is a journal focused on articles of research and community service in the field of social science (Ideology, Citizenship, Human Geography, History, Social Studies, Sociology, Politics, Education and Humaniora).
Articles 280 Documents
KAPASITAS PERANGKAT DESA DALAM PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DESA Untari, Sri; Habib, M. Mujtaba; Aris Shofa, Abd Mu'id; Nurul Fauziah, Lia; Ardhana Riswari, Aliyah
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CAPACITY OF VILLAGE APPARATUS IN IMPLEMENTING VILLAGE GOVERNMENT ADMINISTRATIO The purpose of this study is to analyze the capacity of village apparatus in the management of village government administration in a case study in Boro Village, Selorejo District, Blitar Regency. This research approach is qualitative with the type of case study research. The data sources are obtained from informants, events, and documents. Data were collected by interview, observation, and documentation techniques. Data analysis was carried out with a case study recommended by Yin with pattern matchmaking. The results of the study show that the capacity of village officials in implementing village administration as seen from: (1) conceptual mastery is not optimal. This is due to the education level of the apparatus which is still low on average high school; minimal training experience, (2) technical skills are not optimal, caused by limited facilities, no wifi, not yet mastered applications, and lack of skills in using information technology in managing village government administration, (3) social skills are good, this becomes social capital valuable in village governance. Tujuan kajian ini untuk menganalisis kapasitas aparatur desa dalam manajemen administrasi pemerintahan desa studi kasus di Desa Boro, Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar. Pendekatan penelitian ini kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.Sumber data diperoleh dari informan, peristiwa dan dokumen. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan studi kasus yang direkomendasi Yin dengan penjodohan pola. Hasil kajian menunjukkan hasil yaitu kapasitas aparat desa dalam pelaksanaan administrasi pemerintahan desa yang dilihat dari: (1) penguasaan konseptual belum optimal. Hal ini disebabkan oleh tingkat pendidikan aparat yang masih rendah rata2 SMA; pengalaman pelatihan yang minim, (2) keterampilan teknis belum optimal, yang disebabkan oleh terbatasnya sarana, belum ada wifi, belum dikuasainya aplikasi dan kurangnya keterampilan dalam penggunaan teknologi informasi dalam pengelolaan administrasi pemerintahan desa, (3) kecakapan sosial sudah bagus, ini menjadi modal sosial yang berharga dalam pemerintahan desa.
INTERNALISASI URGENSI PENCEGAHAN PELECEHAN DAN KEKERASAN SEKSUAL BAGI SISWA Muflihatud Din, Alya; Nurul Qomariyah, Aanisah; Sis Ardiansyah, Adistya Eka; Putri Harahap, Adinda; Tirtho Faidl Huda, Ahmad; Gilang Ramadhan, Angga
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTERNALIZATION OF SEXUAL HARASSMENT AND VIOLENCEPREVENTION FOR STUDENT The purpose of this activity is to provide an understanding and also to increase the knowledge of students, especially in MAN 2 Malang City about education regarding the prevention of sexual harassment and violence as a self-help before entering the campus world. The method used is in the form of socialization. While this socialization activity is carried out in two ways, the first is the presentation of the socialization material by the resource person using the talk show method, then the second is continued with group discussions. Don't forget that at the end of the activity there is an evaluation in the form of a post-test to find out how far the students' understanding is after getting this socialization briefing. The data that the author collects are reports of activities in the field which are supported by documentation in the form of photos and videos of activities, which are then analyzed and processed to be presented descriptively in this article. The subjects of this activity were fifty students at MAN 2 Malang City consisting of twenty student council students and 30 students for each class 11 head and administrator. The implementation of this socialization activity went smoothly as planned, the students were very enthusiastic and also eager to ask various questions. By carrying out this activity, students get an idea of how to act if there are acts of harassment and sexual violence that occur around them. Tujuan dari adanya kegiatan ini yaitu untuk memberikan suatu pemahaman dan juga untuk meningkatkan pengetahuan siswa, khususnya di MAN 2 Kota Malang mengenai edukasi seputar pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual sebagai pembekalan diri sebelum memasuki dunia kampus. Metode yang digunakan yaitu berupa sosialisasi. Adapun kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan dua cara, yang pertama yaitu pemaparan materi sosialisasi oleh narasumber dengan metode talk show kemudian yang kedua dilanjut dengan diskusi secara berkelompok. Tidak lupa di akhir kegiatan terdapat evaluasi berupa post-test untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa setelah mendapatkan pembekalan sosialisasi ini. Data yang penulis kumpulkan yakni laporan kegiatan di lapangan yang didukung dengan dokumentasi baik berupa foto maupun video kegiatan, yang kemudian dianalisis serta diolah untuk disajikan secara deskriptif di artikel ini. Subyek kegiatan ini yaitu 50 siswa di MAN 2 Kota Malang yang terdiri dari 20 siswa OSIS dan 30 siswa tiap ketua dan pengurus kelas 11. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar sesuai rencana, terlihat para siswa sangat antusias dan juga bersemangat mengajukan berbagai pertanyaan. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, para siswa memperoleh gambaran bagaimana cara bertindak apabila terdapat tindak pelecehan serta kekerasan seksual yang terjadi di sekitar mereka.
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO ANIMASI DAN PODCAST SERIES SEBAGAI VARIASI MEDIA PEMBELAJARAN DARING BAGI GURU SMP Ratnawati, Nurul; Ruja, I Nyoman; Wiradimadja, Agung; Bashofi, Ferdinan
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TRAINING FOR MAKING VIDEO ANIMATIONS AND PODCAST SERIES ASVARIETY OF ONLINE LEARNING MEDIA FOR SMP TEACHERS This study aims to broaden horizons, provide experience, and improve teacher skills in making variations of online learning media in the form of animated videos and podcasts. The implementation method has four stages, namely: 1) preparation; 2) delivery of information; 3) training and mentoring, and 4) evaluation. This research went well as indicated by the results of the questionnaire, namely 95 percent of the participants were satisfied with the preparation for the implementation of the activity; 94 percent satisfied with the implementation of the training; 90 percent satisfied with the material presented; and 92 percent were satisfied with the resource persons who provided the training. In addition to this, it is known that 80 percent of the participants have succeeded in making animated videos well. Penelitian ini bertujuan untuk memperluas wawasan, memberikan pengalaman, dan meningkatkan keterampilan guru dalam membuat variasi media pembelajaran daring berupa video animasi dan podcast. Metode pelaksanaan ada empat tahap yaitu: 1) persiapan; 2) penyampaian informasi; 3) pelatihan dan pendampingan, serta 4) evaluasi. Penelitian ini berjalan dengan baik yang ditunjukkan dengan hasil angket yaitu 95 persen peserta puas dengan persiapan pelaksanaan kegiatan; 94 persen puas dengan pelaksanaan pelatihan; 90 persen puas terhadap materi yang disajikan; dan 92 persen puas terhadap narasumber yang memberikan pelatihan. Selain hal tersebut, diketahui bahwa 80 persen peserta telah berhasil membuat video animasi dengan baik.
PENINGKATAN KOMPETENSI MANAJEMEN KONFLIK MELALUI PELATIHAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA BAGI PEGIAT KOMUNITAS PERDAMAIAN Ayu Mawarti, Rista
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze a series of efforts to improve the conflict management competence of peace activists through intercultural communication training. The main partners in this activity are the DNE Community and Gusdurian Malang City. The approach used in this service activity is the participatory and community development design which combines the involvement of the service team in training activities and evaluative analysis of the results. The results of the analysis of the implementation of activities show that: 1) planning and implementation of offline training is carried out with good coordination even in a ppkm situation; 2) the activity can be said to have succeeded in achieving its objectives, which can be seen through the enthusiasm of the participants in participating in the activity and 85 percent of the participants experienced an increase in conflict management competence, while the other 15 percent still needed further assistance; and 3) training activities have the potential to become a medium for further civic education learning in the community because of the requirements for internalizing national values in improving conflict management competencies. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis serangkaian upaya peningkatan kompetensi manajemen konflik para pegiat perdamaian melalui pelatihan komunikasi antarbudaya. Mitra utama dalam kegiatan ini adalah Komunitas DNE dan Gusdurian Kota Malang. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu desain participatory dan community development yang menggabungkan antara keterlibatan tim pengabdian dalam kegiatan pelatihan serta analisis evaluatif atas hasil yang ada. Hasil dari analisis pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan dan pelaksanaan pelatihan secara luring dilakukan dengan koordinasi yang baik walaupun dalam situasi PPKM; 2) kegiatan dapat dikatakan berhasil mencapai tujuan yang tampak melalui antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan serta 85 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi manajemen konflik, sementara 15 persen lainnya masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut; dan 3) kegiatan pelatihan berpotensi menjadi media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan lanjutan di masyarakat karena syarat akan internalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam meningkatkan kompetensi manajemen konflik.
MODEL HABITUASI SIKAP ANTI BULLYING BAGI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PERMAINAN MENYENANGKAN Sudirman, Sudirman; Umar, Rusdianto; Habibi, M. Mujtaba
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANTI-BULLYING ATTITUDE HABITUATION MODEL FOR ELEMENTARYSCHOOL STUDENTS THROUGH FUN GAMES This article discusses the habituation model of anti-bullying attitudes for elementary school students. Habituation of anti-bullying attitudes must be carried out because the practice of bullying still occurs in schools so there must be a model that can be used to prevent bullying in schools. The purpose of applying this habituation model is to reduce bullying behavior in students, through instilling anti-bullying values in each student, it is hoped that bullying cases at the education level will not appear again. The method used in the application of the habituation model of anti-bullying attitudes is the preparation of a game/game model and the application/habituation of learning methods and anti-bullying games/games in schools. The results of the preparation and application of the habituation model resulted in an anti-bullying game with the instilled values of cooperation/collaboration, respect for differences, empathy, and sharing. The stages of implementing anti-bullying games are opening, welcoming, motivational, games (explanation, practice, distribution of prizes), reflection, and closing. Artikel ini membahas tentang model habituasi sikap anti bullying bagi siswa sekolah dasar. Habituasi sikap anti bullying harus dilakukan karena praktek bullying masih terjadi di sekolah sehingga harus ada model yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya bullying disekolah. Tujuan penerapan model habituasi ini adalah menurunkan perilaku perundungan (bullying) pada siswa, melalui penanaman nilai anti bullying dalam setiap diri masing-masing siswa, diharapkan kasus bullying di jenjang pendidikan tidak akan muncul lagi. Metode yang digunakan dalam penerapan model habituasi sikap anti bullying adalah penyusunan model permainan/game dan penerapan/habituasi metode pembelajaran dan permainan/game anti bullying di sekolah. Hasil penyusunan dan penerapan model habituasi dihasilkan sebuah permainan anti bullying dengan nilai yang ditanamkan adalah kerjasama/kolaborasi, menghargai perbedaan, empati, berbagi. Tahapan pelaksanaan penerapan game anti bullying adalah pembukaan, sambutan, motivasi, permainan (penjelasan, praktik, pembagian hadiah), refleksi, dan penutup.
EKSISTENSI DAN PEROBLEMATIKA PELESTARIAN WAYANG KULIT PADA GENERASI MUDA KEC. RINGINREJO KAB. KEDIRI Zusron Alfaqi, Mifdal
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The younger generation has a big responsibility to continue the preservation of culture, one of which is wayang. The problems that occur in the interest of the younger generation with low prevalence in wayang performances require philosophical exploration to find out the basic problems and the strategies needed. The aims of this study are a) to describe the history and values contained in wayang kulit; b) Describe the existence of shadow puppets among the younger generation; c) Preservation of shadow puppets in Ringinrejo District, Kediri Regency. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of the study show that a) the existence of wayang kulit is caused because there are problems in preserving wayang kulit due to basic problems; b) the existence of the younger generation in the industrial revolution era is based on factors not understanding the storyline brought by the dalang, not understanding the language used by the dalang, feeling bored and having no interest in wayang kulit art because it is not integrated with modern culture, when wayang kulit shows are relatively old, and wayang kulit is an ancient culture. The rapid development of technology and cultural exchange without boundaries requires the right strategy; c) Ringinrejo Village is trying to preserve it by holding wayang kulit performances on big days and as a place for approaching and learning wayang kulit to the younger generation. Generasi muda memiliki tanggung yang besar untuk meneruskan pelestarian budaya salah satunya wayang. Problematika yang terjadi minat generasi muda dengan prevalensi yang rendah atas pagelaran wayang membutuhkan penggalian secara filosofi untuk mengetahui permasalahan mendasar dan strategi yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah a) Mendeskripsikan sejarah dan nilai yang terkandung pada wayang kulit; b) Mendeskripsikan eksistensi wayang kulit di kalangan generasi muda; c) Pelestarian wayang kulit di Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan a) eksistensi wayang kulit disebabkan karena terdapat problematika pelestarian wayang kulit terkendala masalah mendasar; b) eksistensi generasi muda atas era revolusi industri didasarkan atas faktor tidak memahami alur cerita yang dibawakan oleh dalang, tidak memahami bahasa yang digunakan dalang, perasaan bosan dan tidak ada ketertarikan pada kesenian wayang kulit karena kurang terpadu dengan kebudayaan modern, waktu pertunjukan wayang kulit yang relatif lama, dan wayang kulit merupakan kebudayaan yang kuno. Perkembangan teknologi dan pertukaran budaya yang berjalan secara cepat tanpa batas membutuhkan strategi yang tepat; c) Desa Ringinrejo berusaha melestarikan dengan menggelar pagelaran wayang kulit pada hari-hari besar dan sebagai tempat untuk pendekatan dan pembelajaran wayang kulit kepada generasi muda.
KONTRIBUSI SISTEM AMONG TERHADAP INKLUSI SOSIAL: STUDI KASUS DI SD TAMANSISWA YOGYAKARTA Miftakhuddin, Miftakhuddin; Khoiron, Muhammad; Wahyuningtyas, Neni
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE AMONG SYSTEM'S CONTRIBUTION TO SOCIAL INCLUSION: CASESTUDY AT TAMANSISWA YOGYAKARTA ELEMENTARY SCHOOL Tamansiswa’s among system is a unique teaching model. The teaching model belongs to thefamily of non-directive. In practice, the among system is founded on Tamansiswa's philosophyand belief about the development of students’ knowledge and character, allowing them to be freeto explore their surroundings. So far, the among system has helped to establish both theoreticaland practical frameworks for social inclusion. However, the among system has received littleattention because it is only used in private schools, which the community considers to be lesslegitimate. This study aims to investigate the why and how among system contributes to socialinclusion. In-depth interviews, participatory observation, recording, and anecdotal notes wereused to collect data, which was subsequently validated via triangulation. Data were then analyzedfollowing the procedure introduced by Miles. Based on this analysis, the following importantfindings are highlighted: (a) the among system promotes Gender Equality and Social Inclusion(GESI), (b) the among system prioritizes the fulfillment of children’s rights to receive adequateeducation and development services over academic knowledge, and (c) the among systememploys the humanism-constructivism paradigm (avoiding behaviorism). Practically, thisfoundation is manifested by the teacher by making friends with students based on the norms ofpoliteness, respecting the child’s natural traits, and supervising the child in exercising his or herfreedom (both freedom of thought, speech, and action). The findings of this study havesignificance for the necessity for the adoption of the among system in social studies course inorder to develop social studies learning that is based on genuine experiences in a socialenvironment (contextual). This study's findings also contribute to the development of coreconcepts for implementing the Fun School Movement, culture-based schools, and schools forchildren with special needs. Sistem among merupakan suatu model pengajaran yang khas perguruan Tamansiswa. Modelpengajaran tersebut termasuk dalam rumpun model pengajaran non direktif. Dalam praktiknya,sistem among didasarkan kepada falsafah dan keyakinan Tamansiswa tentang perkembanganpengetahuan dan budi pekerti pelajar, agar mereka merdeka dalam mengenal dunianya. Selamaini, sistem among menyumbang kerangka teoretik maupun praktik terhadap pembangunan inklusisosial. Namun sampai saat ini sistem among kurang diteliti karena hanya terselenggara disekolah swasta yang oleh masyarakat dianggap kurang bonafit. Riset ini berusaha menelaah mengapa dan bagaimana kontribusi sistem among terhadap inklusi sosial secara detail danmendalam. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi,dan catatan anekdot, kemudian divalidasi melalui triangulasi. Data yang sahih dianalisismengikuti prosedur yang diperkenalkan Miles. Berdasarkan analisis tersebut, riset ini menyorotitemuan penting berikut: (a) sistem among mempromosikan Gender Equality and Social Inclusion(GESI), (b) alih-alih memprioritaskan pengetahuan akademik, sistem among memprioritaskanpemenuhan hak anak untuk mendapat layanan pendidikan yang layak dan pengembangan budipekerti, dan (c) sistem among menggunakan paradigma humanisme-konstruktivisme(menghindari pola-pola behavioristik). Secara praktis, landasan tersebut dimanifestasikan gurudengan menjalin pertemanan dengan siswa berdasarkan norma kesopanan, menghormati kodratalamiah anak, dan mengawasi anak dalam menggunakan kebebasannya (baik kebebasanberpikir, berucap, maupun bertindak). Temuan riset ini berimplikasi kepada perlunya adopsisistem among dalam pembelajaran IPS agar tercipta pembelajaran IPS berbasis pengalaman riildi lingkungan sosial (kontekstual). Temuan riset ini juga berkontribusi kepada penambahandasar-dasar pelaksanaan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), sekolah berbasiskebudayaan, dan sekolah yang mendidik anak berkebutuhan khusus.
COSPLAY SEJARAH: PEMBELAJARAN KREATIF SEJARAH BERBASIS TEKNOLOGI Fernandes, Michael Aprillino; Khotimah, Siti Khusnul; Putra, Azriel Hudansyah
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HISTORICAL COSPLAY: TECHNOLOGY-BASED CREATIVE LEARNING OFHISTORY Cosplay can be said to have become one of the trends among teenagers today, especially forthose who really like Japanese anime. In cosplay, usually someone will imitate the way they dressand the style of their favorite anime characters. That's why it is very good to be used in developinghistory learning in schools. This is because the use of cosplay in history learning is in accordancewith the socio-drama that also exists in history learning in schools. However, in this learning,students will produce learning products in the form of photos or cosplay videos with historicalthemes. So that students are also required to learn and use information technology in order toproduce good and good photos or videos. Cosplay dapat dikatakan telah menjadi salah satu tren di kalangan anak remaja sekarang ini,khususnya bagi mereka yang sangatlah menyukai anime-anime Jepang. Dalam cosplaybiasanyaseseorang akan menirukan cara berpakaian serta gaya dari tokoh-tokoh anime yang menjadifavorit mereka. Oleh sebab itu, hal ini sangatlah baik untuk digunakan dalam mengembangkanpembelajaran sejarah di sekolah. Dikarenakan, penggunaan cosplay dalam pembelajaransejarah sesuai dengan sosio-drama yang juga ada dalam pembelajaran sejarah di sekolah.Namun dalam pembelajaran ini, siswa akan menghasilkan produk pembelajaran berupa foto atauvideo cosplay bertemakan sejarah. Sehingga siswa juga diharuskan untuk mempelajari danmenggunakan teknologi informasi agar menghasilkan foto atau video yang bagus dan baik.
PEMBELAJARAN SEJARAH THINKING LIKE A HISTORIAN: CRITICAL READING, MIND-MAP, DAN CREATIVE WRITING Afandi, Mahrus
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LEARNING HISTORY THINKING LIKE A HISTORIAN: CRITICAL READING,MIND-MAP, AND CREATIVE WRITING The study of history should not rely on only one source or one authoritative narrative. The natureof history which necessitates a postulate that once a historical event is written, it immediatelybecomes something subjective. It is certain that a written historical event is absolutely influencedby the subjectivity of the author. Therefore, history learning does not require a single narrative.History learning must provide opportunities for students to practice historical thinking skills thatcontain sensitivity to the multiple causes of events, empathy toward an event investigated, andsensitivity to change and continuity. This article attempts to offer a history learning model thatfacilitates students to master historical thinking skills by using activities such as critical reading,mind-map making, and creative writing. Pembelajaran sejarah tidak seharusnya hanya mengandalkan satu sumber atau satu narasi yangdianggap otoritatif. Sifat dasar sejarah yang meniscayakan adanya ketetapan bahwa ketika suatuperistiwa sejarah ditulis, maka seketika itu pula menjadi sesuatu yang subjektif, karena dipastikanpenulisan peristiwa sejarah tersebut sedikit-banyak dipengaruhi oleh subjektivitas penulisnya, itutidak menghendaki adanya narasi tunggal. Oleh karena itu, pembelajaran sejarah harus disertaidengan upaya untuk menghadirkan kesempatan bagi peserta didik untuk melatih kemampuanberpikir kesejarahan yang mengandung sensitivitas terhadap multi penyebab dari suatu peristiwa,empati terhadap konteks peristiwa yang sedang dikaji, sensitivitas terhadap perubahan, dankeberlanjutan. Artikel ini mencoba untuk menawarkan model pembelajaran sejarah yangmemfasilitasi peserta didik untuk menguasai kemampuan berpikir kesejarahan dengan memakaikegiatan seperti critical reading, pembuatan mind-map, dan creative writing.
PERAN ILMU SOSIOLOGI DALAM MEMAHAMI FENOMENA MUDIK LEBARAN TAHUN 2022 Kale, Clarisa Julian; Abi, Fiqhi Maulana; Chasmala, Fortranica Clarissa Anggi; Sujarwo, Nadiya Nisa
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE ROLE OF SOCIOLOGY IN UNDERSTANDING THE EID HOMECOMINGPHENOMENON IN 2022 Eid al-Fitr is a big celebration for muslims. The celebration is held after muslims fast for one fullmonth in the month of Ramadan. The celebration of Eid al-Fitr or can be called lebaran, is usuallycelebrated with family and other relatives gathering. For urban people, most of whom areforeigners, the most awaited moment of Eid is going home. Homecoming is a tradition in which aperson travels back to his hometown to celebrate Eid al-Fitr. The purpose of writing this article isto explore the relationship between the role of sociology and the lebaran homecomingphenomenon in 2022. The writing of this article uses the literature review method which is realizedin the form of analyzing several journal articles. The results of writing this article are, according tosociologists, the desire of humans or individuals to gather with their extended family duringimportant events is a basic need for humans, which of course humans will naturally have bondswith their families. Homecoming will also strengthen the organic solidarity of the community,where when people before and after the holiday are sometimes busy with their respective affairs,they can forget the relationship between each other. So it can be concluded that going home ifviewed with the science of sociology is an activity in which it will encourage social interactionbetween individuals and the community which will also encourage the establishment of organicsolidarity. Hari raya Idul Fitri merupakan perayaan besar bagi umat muslim. Perayaan tersebut dilaksanakansetelah umat muslim melakukan puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Perayaan idul fitriatau bisa disebut dengan lebaran, biasanya dirayakan dengan berkumpul keluarga dan sanaksaudara lainnya. Bagi orang perkotaan yang kebanyakan dari mereka merupakan orangperantauan, momen lebaran yang ditunggu-tunggu adalah mudik. Mudik menjadi sebuah tradisidimana seseorang melakukan perjalanan pulang ke kampung halamannya untuk merayakan hariraya Idul Fitri. Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk menggali hubungan antara peran ilmusosiologi dengan adanya fenomena mudik lebaran tahun 2022. Penulisan artikel inimenggunakan metode literature review yang diwujudkan dalam bentuk penganalisisan beberapaartikel jurnal. Hasil dari penulisan artikel ini yaitu, menurut para ahli sosiolog, keinginan manusiaatau individu untuk berkumpul bersama keluarga besarnya disaat acara-acara pentingmerupakan suatu kebutuhan dasar bagi manusia, tentu saja manusia secara alamiah akanmemiliki ikatan dengan keluarganya. Mudik juga akan menguatkan solidaritas organikmasyarakat ketika masyarakat sebelum dan sesudah hari raya kadang sibuk dengan urusan masing-masing yang bisa saling melupakan silaturahmi antar sesama. Sehingga dapatdisimpulkan bahwa mudik jika dipandang dengan ilmu sosiologi merupakan suatu kegiatan yangdidalamnya akan mendorong terjadinya interaksi sosial antar individu dan masyarakat yang jugaakan mendorong terjalinnya solidaritas organik.