cover
Contact Name
Rira Nuradhawati
Contact Email
rira.nuradhawati@lecture.unjani.ac.id
Phone
+6281221614279
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Magister Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal achmad Yani Jl. Terusan Jenderal Sudirman Cimahi 40531
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan dan Administrasi Publik
ISSN : 26148692     EISSN : 27159124     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Academia Praja merupakan media publikasi yang dibentuk oleh Tim dari Magister Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Achmad Yani, dalam rangka menampung berbagai hasil penelitian, pemikiran – pemikiran ilmiah, serta wacana – wacana keilmuan lainnya yang memberikan kontribusi positif bagi pemgembangan ilmu pengetahuan dalam lingkup ilmu sosial, politik dan pemerintahan di Indonesia. Berbagai tulisan yang disajikan dalam jurnal ilmiah ini merupakan sajian karya tulis dari para ilmuwan Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan yang terangkum dalam jurnal Academia Praja sebagai produk akademik yang bermanfaat, baik bagi para dosen, mahasiswa, kalangan intelektual ekstra maupun intra kampus, maupun bagi para penulisnya sebagai sebuah sumbangan dan pengembangan keilmuan. Dengan demikian diharapkan bahwa berbagai dinamika dan gagasan yang terus berkembang cepat dalam lingkup ilmu pemerintahan dapat terus menerus memperbaharui pemahaman para pembaca, khususnya kalangan akademisi maupun mahasiswa.
Articles 174 Documents
Konflik Sunni-Syiah Pasca Arab Spring: Menelusuri Motif Politik Dibalik Perang Berkepanjangan di Suriah Tasnur, Irvan; Wati, Fitra Widya
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.223 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.112

Abstract

Perang Suriah adalah salah satu konflik berkepanjangan yang telah berlangsung selama delapan tahun lamanya. Sulitnya menemukan titik damai menjadi penyebab kandasnya usaha pengentasan konflik di negara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri motif dibalik terjadinya peperangan di negara Suriah menggunakan pendekatan Historis. Hasil telaah dan analisis didapatkan bahwa Suriah sebagai negara sekular, memisahkan antara kehidupan bernegara dan beragama, selain itu Suriah juga merupakan negara etnoreligius yang damai sebelum perang merusak sendi-sendi kehidupan di sana. Bashar al Assad sebagai presiden Suriah memeluk ajaran Syiah sekte Awali yang merupakan sekte minoritas di Suriah, pengangkatannya dan juga ayahnya didukung oleh sebagian besar tokoh militer yang bermazhab Sunni. Pemaparan di atas jelas menunjukkan bahwa perbedaan mazhab antara Sunni dan Syiah di Suriah bukan menjadi penyebab utama terjadinya perang yang panjang. Lebih dalam lagi, hasil analisis menunjukkan terdapat berbagai kelompok yang bertikai di negara tersebut yaitu kelompok Pemerintah Suriah, Pasukan Demokratik Suriah (Rojava, SDF, QFD), Negara Islam Irak dan Syam (ISIS), Jabhat al-Nusra, dan Oposisi Suriah. Sulitnya penyelesaian konflik yang terjadi diSuriah bukan hanya disebabkan oleh banyaknya kelompok interen yang bertikai dan memiliki tujuan serta kepentingan masing–masing, namun hal ini semakin diperparah juga oleh adanya keterlibatan negara-negara lain seperti Rusia, Arab Saudi, Iran, Israel, Turki, Amerikan, Ingris dan Prancis yang membawa berbagai macam motif dan kepentingan, hal inilah yang menyebabkan sulitnya tercipta konsensus yang mengarah kepada perdamaian di Suriah.
Revitalisasi BUM Desa Bersama dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Putra, Fandrik Haris Setia
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.651 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.114

Abstract

Tahun 2018 jumlah BUM Desa mencapai 35 ribu dari 74.910 desa di Nusantara. Sebagian besar BUM Desa masih sebatas terbentuk dan belum memiliki aktivitas usaha yang menjanjikan. Kini, BUM Desa dihadapkan pada realitas revolusi industri 4.0. yang mengubah mindset berinteraksi satu sama lain. Revolusi industri 4.0 membuka peluang bagi desa untuk mengakses dan mempromosikan Prudes dan Prukades ke ranah yang lebih luas. Era ini mempermudah koneksi antara pasar tradisional dengan pasar global lewat e-commerce. Desa-desa dengan potensi yang sama dapat membangun lembaga BUM Desa Bersama untuk mengakomodasi potensi desa menjadi satu kesatuan kekuatan ekonomi. BUM Desa Bersama menjadi jembatan guna mengintegrasikan potensi, kebutuhan pasar, dan penyusunan perencanaan yang kompetitif dan berdaya saing.
DINAMIKA INTERAKSI LEGISLATIF DAN EKSEKUTIF DI PULAU MOROTAI (Mengurai Konfigurasi Politik dan Penjelasan Alternatif) Lule, Alwadud
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.406 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.115

Abstract

Studi ini menguraikan fenomena interaksi antara lembaga legislatif dan eksekutif di Pulau Morotai pasca perhelatan demokrasi elektoral tahun 2017. Dalam catatan konfigurasi, interaksi antara kedua lembaga tersebut terlihat tidak demokratis melainkan berada pada relasi yang bersifat konfliktual meskipun pada akhirnya interaksi kuasa dalam arena tertentu berakhir dengan konsensus. Relasi kuasa yang konfliktual menstimuluskan penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan memakai jalan yang tidak demokratis, sehingga dapat mengancam stabilitas demokrasi lokal. Resiko lain dari instabilitas demokrasi lokal adalah memungkinkan adanya ekspansi kekuatan Pemerintah Daerah secara kelembagaan ke tubuh DPRD untuk membentuk faksi politik mayoritas dengan orientasi mengamankan berbagai opsi kepentingan, baik yang berkorelasi dengan masalah kinerja pemerintahan daerah maupun ekonomi-politik di daerah. Dari rangkaian konfliktual dalam kerja relasional DPRD dan Bupati selalu saja berakhir dengan politik consensus. Pasca politik consensus hingga saat ini relasi kedua lembaga tersebut terlihat lebih stabil dan oposisi secara politik lenyap dari arena persaingan di legislatif.
DIALEKTIKA KONSEP DYNAMIC GOVERNANCE Rahmatunnisa, Mudiyati
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.56 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.116

Abstract

Era milenial telah berkonsekuensi pada lahirnya berbagai perubahan yang begitu cepat. Pada gilirannya, Pemerintah dituntut untuk mampu beradaptasi dan merespon perubahan tersebut agar mampu memfasilitasi kesejahteraan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam konteks inilah pemerintahan yang dinamis (dynamic governance ) menjadi sentral dalam menjawa tantangan yang dihadapi oleh pemerintah saat ini. Apa yang dimaksud dengan konsep dynamic governance? Mengapa konsep ini penting? Bagaimana prakteknya yang efektif? Artikel ini akan mencoba mendiskusikan jawaban atas pertanyaan- pertanyaan tersebut.
GENDER DIFFERENCES IN LEADERSHIP Adnan, Mohamad Azmi; Bin Mohd Shah, Muhammad Afif Shahmie
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.343 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.117

Abstract

Gender differences have always been debated in a lot of platforms including in universities. In universities, both female and male leaders are being proactive with their advocacies in their own leadership pursuits in which at the same time they have to focus on their academic performances as well. Some questions may arise: how do they handle both of these pursuits at the same time? Will they portray any differences in balancing of these pursuits? Research has proven that gender differences do exist between male and female leaders especially in the aspect of leadership, academic performances and the ability of them to do multi-tasking and interestingly, this particular research has been in the favour of female leaders.In this research paper, gender differences will be determined between male leaders of Jawatankuasa Perwakilan Kolej Delima and female leaders of Jawatankuasa Perwakilan Kolej Melati, in which both of these organisations are recognized as the most victorious organisations of all residential colleges in UiTM Shah Alam. A quantitative method has been applied in the commission of this research whereby it requires 34 respondents from both organisations to answer a questionnaire. From this research, it has been found that even though prior research made by the previous researchers was in the favour of female leaders, but, male leaders of Jawatankuasa Perwakilan Kolej Delima tend to show that they could create equilibrium in both of the pursuits that they have involved in, compared to female leaders of Jawatankuasa Perwakilan Kolej Melati. A qualitative method in the form of interview also has been conducted in order to obtain thorough insights of what have been transpired by all of them in pursuing both of the pursuits. Albeit of the disparities, all of the respondents share the same attributes in which they are persevere, brave, courageous and strong to find equilibrium between both of the pursuit as their interpretation of being a victorious leader is being a survivor, not a quitter. All in all, both female and male leaders of respondents are in the pursuit of being a victorious leader as the definition of „victorious leader‟ for them are being a survivior in facing all of the ruthless and dreadful challenges of being a leader.
Dinasti-isme: Demokrasi, Dominasi Elit, dan Pemilu Gunawan, Wawan
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.171 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.118

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan tentang dinastiisme dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah yang dilatarbelakangi oleh kehadiran anggota keluarga petahana dalam Pemilukada. Dinastiisme merupakan istilah yang digunakan penulis untuk menggambarkan tentang isme atau aliran dalam dinasti politik, dengan demikian pemaknaan dinastiisme petahana, dalam tulisan ini, merupakan istilah lain dari dinasti politik petahana. Selanjutnya dilakukan diskursus melalui beberpa konsep: Demokrasi, dominasi elit, serta pemilu.
PEMERINTAHAN YANG CERDAS YANG DIBUTUHKAN DALAM REVOLUSI INDUSTRI 4.O Ibnu Redjo, Samugyo
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.808 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.119

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi dan informasi serta perkembangan perekonomian dan perdagangan. Menyebabkan Pemerintah dihadapkan pada massa rakyat yang semakin liberal dan individualis yang cenderung menafikkan keberadaan dan keagungan budaya dan agama. Dan semakin kritis dan rasionalnya massa rakyat yang diindikasikan melalui perhitungan atau pertimbangan untung rugi yang diukur secara ekonomis serta pragmatis. Pragmatisme dan sekularisme dalam kehidupan bermasyarakat di satu sisi, di sisi lain tradisionalisme dan religiusitas masih berkembang subur di masyarakat. Pola berpikir pragmatisme dan sekularisme berakibat pada merapuhnya sikap-sikap toleran antar warga negara. Rakyat cenderung mengelompok pada kesamaan kepentingan ekonomi disamping terus mencari perbedaan dan memilah-milah masyarakat yang didasarkan kepada ukuran-ukuran ekonomis. Oleh karena itu pemerintah harus cerdas untuk mampu menghadapi era globalisasi dan revolusi 4.0 dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri, antara lain adalah bahwa tantangan globalisasi dan revolusi digital tidak mungkin dapat dihindarkan dimana batas-batas antar dan negara sudah semakin transparan.
MEKANISME PENANGGULANGAN BENCANA ALAM OLEH PALANG MERAH INDONESIA (PMI) KABUPATEN BANDUNG Oktaviani, Jusmalia; Sari, Suwarti; Akbar, Taufan Herdansyah
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.078 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.120

Abstract

Indonesia adalah negara yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam. Berbagai daerah di Indonesia mengalami hal tersebut, termasuk Provinsi Jawa Barat khususnya Kabupaten Bandung yang wilayahnya sangat rawan mengalami banjir, longsor, serta gempa. Mekanisme pemberian bantuan serta penanggulangan bencana sangat penting untuk dilaksanakan dengan cepat dan tepat untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Salah satu lembaga yang memiliki wewenang untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan adalah Palang Merah Indonesia, yang mana dalam penelitian ini difokuskan pada Palang Merah Indonesia Kabupaten Bandung.
PENGARUH ELIT POLITIK INDONESIA DALAM KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA Debora, Chatrine; Sulaiman, Yohanes
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.369 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.121

Abstract

Kelompok kepentingan menjadi saluran bagi masyarakat dalam mengekspresikan opini atau pandangannya kepada pemerintah yang dimana partisipasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan bisa juga menjadi tekanan dan menimbulkan masalah baru untuk para pembuat kebijakan dalam mengimplementasikan kebijakan yang diputuskan. Berkaitan dengan hal tersebut, tulisan ini membahas bagaimana kelompok Islam Radikal berusaha mempengaruhi kebijakan luar negeri Indonesia melalui isu Palestina. Selanjutnya akan dibahas menggunakan teori kepemimpinan yang dikemukakan Margareth yang menyatakan bahwa pemimpin menjadi aktor penting dalam pembuatan kebijakan luar negeri dalam interpretasinya yang juga dipengaruhi politik domestik. Teori persuasi elit politik yang dikemukakan Snyder yang menyatakan elit politik menggunakan isu etnis dalam mencapai tujuan politiknya. sebagai kelompok penekan yang digunakan dan saling mendukung dengan partai oposisi pemerintahan Jokowi yakni Gerindra dan PKS yang memiliki kesamaan ide mengenai anti imperialisme dan penjajahan asing berupaya memperbesar pengaruh dengan melakukan mobilisasi massa dalam tujuannya mencapai kursi di pemerintahan dan mempertahakan posisinya dalam masyarakat dengan penyebaran ide dan pemahaman terkait isu Islam. Oleh karena itu, upaya meredam gejolak politik dalam negeri dan mempertahankan kepemimpinan serta kredibilitasnya serta untuk semakin aktif dalam perpolitikan luar negerinya, Jokowi berusaha memberikan apa yang diinginkan oleh masyarakat yang memperjuangkan ide-ide tersebut dengan ikut fokus dalam perjuangan kemerdekaan Palestina dan menekan kelompok oposisi yang berusaha menurunkan kepemimpinan dalam pemerintahannya bahwa pihak yang memiliki kedudukan dan pengakuan dalam pemerintahan.
PERUBAHAN PERILAKU PEMILIH PADA PEMILIHAN UMUM DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) KABUPATEN SAMBAS TAHUN 2019 Nge, Herri Junius; Asmadi, Asmadi
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.54 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pemilih pada pemilihan umum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sambas Tahun 2019. Teori yang digunakan dalam menganalisis permasalahan ini adalah teori Nursal (2004:54) tentang pendekatan dalam melihat perilaku pemilih, yaitu pendekatan sosiologis, psikologis dan rasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pemilih pada pemilu tahun 2019 di Kabupaten Sambas khususnya dalam pemilihan anggota DPRD menunjukkan perubahan, yaitu bergesernya pemilih sosiologis dan psikologis ke pemilih rasional. Kendati perubahan ini tidak signifikan, tetapi terdapat kecenderungan bahwa dalam menjatuhkan pilihannya kepada calon anggota legislative (Caleg) masyarakat sudah mempertimbangkan untung rugi melalui program kerja yang ditawarkan, serta janji politik yang dinilai dapat diwujudkan oleh Caleg tersebut apabila terpilih. Tampilnya figure baru di lembaga DPRD Kabupaten Sambas dengan latar belakang etnis, usia dan profesi yang berbeda menjadi bukti bahwa masyarakat dalam menjatuhkan pilihannya terlebih dahulu melihat track record Caleg sebelum mencalonkan diri sebagai Caleg. Perubahan perilaku ini disebabkan oleh adanya harapan kepada figure baru sebagai akumulasi kekecewaan terhadap anggota DPRD sebelumnya. Di samping itu, perkembangan media sosial menjadikan masyarakat semakin rasional dalam memilih. Kendati demikian, tidak dapat dipungkiri hadirnya wajah baru di DPDR Kabupaten Sambas juga tidak terlepas dari faktor sosiologis, seperti faktor kekerabatan.

Page 4 of 18 | Total Record : 174


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 2 (2025): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 8 No 1 (2025): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 7 No 2 (2024): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 7 No 1 (2024): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 6 No 2 (2023): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 6 No 1 (2023): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 5 No 2 (2022): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 5 No 1 (2022): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 4 No 2 (2021): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 4 No 1 (2021): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 3 No 02 (2020): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 3 No 01 (2020): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 2 No 01 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 1 No 02 (2018): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 1 No 01 (2018): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik More Issue