cover
Contact Name
Ainul Yaqin
Contact Email
ayaqin309@gmail.com
Phone
+6287850172545
Journal Mail Official
ayaqin309@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : 25499157     EISSN : 25793543     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Al-Iman: Jurnal Keislaman dan kemasyarakatan adalah jurnal Jurnal ini memuat kajian-kajian pemikiran keislaman dan Kemasyarakatan dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah ditulis mengikuti standar karyatulis ilmiah dengan menyertakan refrensi (footnote) diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-30 halaman, serta menyertakan Abstrak dengan dua bahasa; Indonesia dan Inggris, ruang lingkup judul harus spesifik pada satu permasalahan dan tempat. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya. Jurnal ini bermitra bestari yang diterbitkan dua kali setahun dalam bentuk cetak dan online oleh STID Raudlatul Iman. Pernyataan ini menjelaskan perilaku etis seluruh pihak yang terlibat dalam penerbitan artikel dalam Al-Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan termasuk penulis, dewan penyunting, mitra bestari, dan penerbit. http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/etikapublikasi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
Peranan Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar Diraikha Salsabiella; Khoiriatus Sa’adah; Nabilla Hidayatul Fitri; Gusman Lesmana
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 1 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of the teacher is very important to overcome student learning difficulties. According to Usman (2006:4) The teacher's role is to create a set of interrelated behavior models to be applied in certain situations, referring to the progress of behavior change and student development as goals. Teachers should give special treatment and more attention to students with learning disabilities compared to students without learning disabilities. This research uses a type of research in the form of a literature study. According to Sugiyono (2012), literature studies are related to theoretical studies and several references that cannot be separated from scientific literature. In this study, sources of information were obtained from relevant literature such as books, journals or scientific articles related to the selected topic. The teacher has an inseparable role and function, between the ability to educate, guide, teach, and train. These four abilities are integrative abilities, which are interrelated and cannot be separated from one another. Overall, in fact the teacher must have the four skills in full. Although teaching skills must be more dominant than other skills. a teacher plays an important role in guiding students in their learning process, ensuring that they are motivated, engaged and involved in their learning process. By focusing on these aspects, teachers can help students develop the skills and knowledge necessary to succeed in their educational journey. Peran guru sangat penting untuk mengatasi kesulitan belajar siswa. Menurut Usman (2006:4) Peran guru adalah menciptakan seperangkat model perilaku yang saling terkait untuk diterapkan dalam situasi tertentu, mengacu pada kemajuan perubahan perilaku dan perkembangan siswa sebagai tujuan. Guru hendaknya memberikan perlakuan khusus dan perhatian lebih kepada siswa dengan ketidakmampuan belajar dibandingkan dengan siswa tanpa ketidakmampuan belajar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang berupa studi kepustakaan. Menurut Sugiyono (2012), Studi pustaka berkaitan dengan kajian teoritis dan beberapa referensi yang tidak akan lepas dari literatur ilmiah. Dalam penelitian ini, sumber informasi yang diperoleh dari literatur-literatur yang relevan seperti buku, jurnal, atau artikel ilmiah yang terkait dengan topik yang dipilih. Guru memiliki satu kesatuan peran dan fungsi yang tak terpisahkan, antara kemampuan mendidik, membimbing, mengajar, dan melatih. Keempat kemampuan tersebut merupakan kemampuan integratif, yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Secara menyeluruh, sejatinya guru harus memiliki keempat keterampilan tersebut secara lengkap. Walaupun keterampilan mengajar harus lebih dominan daripada keterampilan yang lain. seorang guru memainkan peran penting dalam membimbing siswa dalam proses belajar mereka, memastikan bahwa mereka termotivasi, terlibat, dan terlibat dalam proses belajar mereka. Dengan berfokus pada aspek-aspek ini, guru dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk berhasil dalam perjalanan pendidikan mereka.
Implementasi Urusan Administrasi Kepegawaian di Madrasah Tsanawiyah Persiapan Negeri 4 Medan Widyatna Zakirah Meidianti; Makmur Syukri; Usiono
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 1 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research that has been carried out by researchers entitled "Implementation of Personnel Administration Affairs carried out at the Madarsah Tsanawiyah Persiapan Negeri 4 Medan" which aims to find out: (1) Programs for implementing personnel administration affairs on daily, monthly, semiannual, and yearly at Madarsah Tsanawiyah Persiapan Negeri 4 Medan, (2) Inhibiting factors or obstacles in the program for implementing personnel administration affairs at the Madarsah Tsanawiyah Persiapan Negeri 4 Medan, (3) Solutions for overcoming obstacles or obstacles in the program for implementing personnel administration affairs at the Madarsah Tsanawiyah Persiapan Negeri 4 Medan Preparation. This study uses a qualitative descriptive research method, which aims to make a systematic and accurate description of the facts that are currently happening in the field regarding the Implementation of Personnel Administration Affairs at Madrasah Tsanawiyah Persiapan Negeri 4 Medan. Then the researchers carried out data collection techniques with observation, interviews and documentation studies. Penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti berjudul “Implementasi Urusan Administrasi Kepegawaian yang dilaksanakan di Madarsah Tsanawiyah Persiapan Negeri 4 Medan” yang bertujuan untuk mengetahui : (1) Program pelaksana urusan administrasi kepegawaian pada harian, bulanan, semesteran, dan tahunan di Madarsah Tsanawiyah Persiapan Negeri 4 Medan, (2) Faktor penghambat atau kendala dalam program pelaksana urusan administrasi kepegawaian di Madarsah Tsanawiyah Persiapan Negeri 4 Medan, (3) Solusi dalam mengatasi hambatan atau kendala dalam program pelaksana urusan administrasi kepegawaian di Madarsah Tsanawiyah Persiapan Negeri 4 Medan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis dan akurat dengan fakta-fakta yang sedang terjadi dilapangan tentang Implementasi Urusan Administrasi Kepegawaian di Madrasah Tsanawiyah Persiapan Negeri 4 Medan. Kemudian peneliti melakukan Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi.
Kopiah dan Sarung Identitas Pesantren (Studi Historis Tentang Perlawan Pesantren Terhadap Kebudayaan Eropa) Firdausi; Abdul Azis
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 1 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article analyzes the tradition of wearing a skullcap and sarong in the Islamic boarding school environment so that it becomes the identity of the students. It even provided penetration into European clothing fashions brought by the colonialists to the archipelago. To uncover this puzzle, the author uses a historiography method with a heuristic approach or data collection, in the form of documentation, archives, books, articles, theses and so on, so that he can capture as many historical traces as possible. After testing the authenticity of the data and connecting it with other data, it was confirmed that the skullcap and sarong are Islamic boarding school traditions whose function is as clothing for worship, religious events, student identity, community identity, symbols of distinction between natives and colonialists or resistance in the realm of the struggle for independence. Using these two symbols indicates disdain for the knowledge that students gain in Islamic boarding schools. Artikel ini menganalisis tradisi memakai kopiah dan sarung di lingkungan pesantren sehingga menjadi identitas santri. Bahkan menjadi memberikan penetrasi pada mode pakaian Eropa yang dibawa oleh penjajah ke Nusantara. Untuk mengungkap puzzle tersebut, penulis menggunakan metode historiografi dengan pendekatan heuristik atau pengumpulan data, baik berupa dokementasi, arsip, buku, artikel, skripsi dan sebagainya, Sehingga bisa menjaring sebanyak mungkin jejak-jejak sejarah. Setelah menguji keautentikan data dan menghubungkan dengan data yang lainnya, menegaskan bahwa kopiah dan sarung adalah tradisi pesantren yang fungsinya sebagai pakaian ibadah, acara keagamaan, identitas santri, identitas masyarakat, simbol pembeda antara pribumi dan penjajah atau pelawanan dalam ranah perjuangan kemerdekaan. Memakai kedua simbol ini menandakan kezuhudan tentang ilmu yang santri dapatkan di pesantren.
Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan Setum Polda Sumut Oleh Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) di Lingkungan Kepolisian Daerah Sumatera Utara Novi Arianti; Neila Susanti; Yusniah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 1 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai “Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan Setum Polda Sumut Oleh Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) Di Lingkungan Kepolisian Daerah Sumatera Utata”. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah pemanfaatan koleksi oleh pegawai (pemustaka) dan kendala yang dihadapi pegawai serta strategi yang diberikan perpustakaan dalam menghadapi kendala yang terjadi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode pendekatan kualitatif. Dalam tehnik pengumpulan data penelitian ini menggunakan tehnik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan tehnik analisis data melewati tiga tahap diantaranya reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Terdapat 10 informan dalam penelitian ini, diantaranya 2 orang staff perpustakaan, 5 orang Pegawai Negeri Sipil dan 3 orang Anggota Polri. This research discusses "Utilization of the North Sumatra Police Setum Library Collection by Civil Servants at the National Police (PNPP) within the North Sumatra Regional Police". The main problem in this research is the use of collections by employees (users) and the obstacles faced by employees as well as the strategies provided by the library in dealing with the obstacles that occur. This type of research is descriptive research with a qualitative approach method. In data collection techniques, this research uses interview, observation and documentation techniques. Meanwhile, data analysis techniques go through three stages, including data reduction, data presentation and drawing conclusions. There were 10 informants in this research, including 2 library staff, 5 civil servants and 3 members of the National Police. The results of this research show that the use of collections available in libraries is used in two ways, namely reading in the library and borrowing library collections for various needs, for example in solving problems faced, as a source of information, research infrastructure and recreation by users, especially civil servants. At the National Police (PNPP). There are several obstacles that occur in utilizing the library collection, such as time constraints, the library collection is still less varied and requires digital facilities. There are strategies to minimize the obstacles that occur, including obtaining collection loans, recommending titles related to the book you are looking for and recommending visiting public libraries and processing the digitization system Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pemanfaatan koleksi yang tersedia di perpustakaan dimanfaatkan dengan dua cara yaitu membaca di perpustakaan dan meminjam koleksi perpustakaan dengan berbagai kebutuhan misalnya saja dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, sebagai sumber informasi, prasarana penelitian dan rekreasi oleh para pemustaka khususnya para Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP). Terdapat beberapa kendala yang terjadi dalam pemanfaatan koleksi perpustakaannya seperti kendala yaitu Keterbatasan waktu, perpustaaan yaitu koleksinya masih kurang bervariasi dan memerlukan fasilitas digital. Terdapat strategi untuk meminimalisir kendala yang terjadi diantaranya, memperolehkan peminjaman koleksi, merekomendasikan judul yang berkaitan dengan buku yang cari serta merekomendasikan mengunjungi perpustakaan umum dan memproses sistem digitalisasi.
Manajemen Peningkatan Mutu Sarana dan Prasarana Pendidikan (Studi Analisis di Madrasah Ibtidaiyah Internasional Sabilillah Sampang) Faizatul Muazzaroh
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 1 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Educational facilities and infrastructure are all supporting devices or facilities that are directly or indirectly use in the educational process to make it easier to understand education in order to achieve educational goals. Facilities and infrastucture have an important position in the management of Islamic education so that an Islamic educational institution has charm and appeal. To improve quality, in this case facilities and infrastructure management is needed, namely an activity on how to organize and manage educational facilities and infrastructure efficiently and effectively in order to achieve predetermined goals. The aim of this research is to describe the management of facilities and infrastructure at MI International Sabilillah Sampang. This research uses qualitative descriptive research. Data collection was carried out by interviews, observation and documentation. The conclusion from the results of this research shows that the planning and procurement of facilities and infrastructure carried out by the school principal is in accordance with the provisions, the inventory of school facilities and infrastructure has been carried out well, distribution has been carried out directly and indirectly, maintenance of school facilities and infrastructure has been carried out periodically and incidentally. Sarana dan prasarana pendidikan adalah semua perangkat atau fasilitas pendukung yang secara langsung maupun tidak langsung dipergunakan dalam proses pendidikan untuk memudahkan dalam memahami pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan. Sarana dan prasarana memiliki kedudukan yang penting dalam manajemen pendidikan Islam supaya suatu lembaga pendidikan Islam memiliki pesona dan daya tarik. Untuk meningkatkan mutu, dalam hal ini dibutuhkan manajemen sarana dan prasarana, yaitu suatu kegiatan bagaimana mengatur dan mengelola sarana dan prasarana pendidikan secara efisien dan efektif dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengelolaan sarana dan prasarana di MI Internasional Sabilillah Sampang. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan dan pengadaan sarana dan prasarana yang dilakukan oleh kepala sekolah sesuai dengan ketentuan, inventarisasi sarana dan prasarana sekolah telah dilakukan dengan baik, distribusi dilakukan secara langsung dan tidak langsung, pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah dilakukan dengan berkala dan insidental.
Membangun Sinergisitas antara Sains dan Nilai-Nilai Agama (Inovasi Pembelajaran dalam Pendidikan Islam dalam Perpektif Ontologis, Epistimologis, dan Aksiologis) Abd. Warits
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 1 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines efforts to build synergy between science, religious values, and learning innovation in Islamic education through ontological, epistemological, and axiological approaches. This study departs from the reality that the separation between science and religion often creates a dichotomy that hinders the development of holistic science and transformative education. Ontologically, this article highlights the harmony of the nature of science and religion as a means of understanding truth that comes from God. In the epistemological realm, synergy can be achieved by formulating an integrative scientific paradigm that recognizes revelation as a source of knowledge that complements reason and empirical experience. Axiologically, this collaboration produces knowledge that is not only technical, but also meaningful, provides real benefits for the benefit of humanity, and encourages the renewal of learning methods based on spiritual values. This research uses a qualitative approach with in-depth literature analysis, including classical and modern Islamic texts, philosophical theories of science, and contemporary learning innovation models. The results of the study show that the integration of science, religion and learning innovation can be the foundation for developing Islamic education that is more contextual, adaptive and relevant, especially in responding to the challenges of the times. This article contributes to strengthening the Islamic education paradigm which not only integrates spiritual and scientific values, but also presents creative learning approaches to form complete humans. The synergy of science, religion and learning innovation is a strategic step in realizing a civilization that is just, sustainable and oriented towards the benefit of the people. Artikel ini mengkaji upaya membangun sinergisitas antara sains, nilai-nilai agama, dan inovasi pembelajaran dalam pendidikan Islam melalui pendekatan ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Kajian ini berangkat dari realitas bahwa pemisahan antara sains dan agama sering kali menciptakan dikotomi yang menghambat pengembangan ilmu pengetahuan yang holistik dan pendidikan yang transformatif. Secara ontologis, artikel ini menyoroti keselarasan hakikat sains dan agama sebagai sarana untuk memahami kebenaran yang bersumber dari Tuhan. Dalam ranah epistemologis, sinergisitas dapat dicapai dengan merumuskan paradigma keilmuan integratif yang mengakui wahyu sebagai sumber pengetahuan yang melengkapi akal dan pengalaman empiris. Aksiologis, kolaborasi ini menghasilkan ilmu yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga bermakna, memberikan manfaat nyata bagi kemaslahatan umat manusia, dan mendorong pembaruan metode pembelajaran berbasis nilai spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur yang mendalam, mencakup teks-teks keislaman klasik dan modern, teori filsafat ilmu, serta model inovasi pembelajaran kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sains, agama, dan inovasi pembelajaran dapat menjadi fondasi pengembangan pendidikan Islam yang lebih kontekstual, adaptif, dan relevan, terutama dalam menjawab tantangan zaman. Artikel ini berkontribusi pada penguatan paradigma pendidikan Islam yang tidak hanya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan keilmuan, tetapi juga menghadirkan pendekatan pembelajaran kreatif untuk membentuk manusia paripurna. Sinergisitas sains, agama, dan inovasi pembelajaran menjadi langkah strategis dalam mewujudkan peradaban yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
KONSEP ISLAMIC PARENTING DALAM SURAH LUQMAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Fenomenologi Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Haromain Pongangan) Ariyanti, Annisa
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan ustaz dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Santri tersebut berada dalam kompleks yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya dengan peraturan yang ada. Peraturan pesantren umumnya adalah untuk mendisiplinkan anak santri agar bisa membagi waktunya dengan baik dan agar tidak menyia-nyiakan waktu yang kosong untuk hal yang tidak berguna. Menurut Wahab (2004) penting adanya peran pengasuh dalam pesantren terkait bagaimana cara parenting atau pola asuh yang diterapkan kepada para santri. Seperti merujuk pada Al-Qur’an surah Luqman yang mengisahkan tentang pendidikan Luqman terhadap anaknya. Penelitian ini membahas lebih jauh tentang pola asuh (parenting) dalam islam, khususnya dalam persfektif surah Luqman. Yang mana proses pendidikan dan pola asuh terhadap anak sudah dirumuskan ketika surah Luqman ini diturunkan jauh sebelum munculnya teori-teori parenting yang dirumuskan oleh tokoh psikologi modern. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, ditemukan bahwa Islamic parenting didasarkan pada prinsip-prinsip tauhid (keesaan Allah), akhlak, serta tanggung jawab pengasuh dan pengurus dalam membimbing santri sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah. Para pengurus yang diwawancarai memahami bahwa mendidik santri adalah amanah besar yang diberikan oleh Allah SWT, dan pengurus memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai agama sejak santri dititipkan ke pondok. Berdasarkan hasil penelitian ini menyimpulkan, bahwa pondok pesantren sirojul haromain telah melakukan pengasuhan santri dengan baik melalui upaya pembimbingan dan pengawasan santri secara terus menerus dengan fenomena yang di terlihat dari parenting oleh pengasuh pondok sirojul haromain yaitu KH. Umar thoha agar santri dapat mengikuti kebijakan dan peraturan pesantren. Bentuk komunikasi yang dibangun dengan baik di pondok pesantren sirojul haromain adalah komunikasi antara pengasuh dengan orangtua santri, pengasuh dengan santri, musrifah dengan santri, santri senior dengan santri junior. Komunikasi dan kerjasama antara guru, orangtua dan pihak-pihak terkait telah dilakukan terutama dalam mengawal perkembangan santri dalam menuntut ilmu, dan keberadaan santri di asrama. Pada prinsipnya kehidupan di pesantren sangat dinamis, bisa dilihat pada saat berinteraksi antara kyai, ustaz/h, dan santri/i yang mampu memposisikan sesuai dengan porsi dan fungsinya masing-masing.
PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS ANDRAGOGI Anam, Saeful; Himmah, Rofiatul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformative learning based on andragogy is an approach that focuses on learners' independence in understanding and applying knowledge contextually. This study aims to analyze the concept, implementation, supporting and inhibiting factors, as well as the impact of transformative learning based on andragogy at Pondok Pesantren Tarbiyatul Muthathowi’in. The research method used is a qualitative approach with in-depth interviews, participatory observation, and document studies. The results indicate that the andragogical approach in this pesantren has successfully enhanced students' intellectual ability in critical and analytical thinking, strengthened their character in terms of independence and leadership, and increased their spiritual awareness through reflective and applicative learning experiences. The main supporting factors in implementing this model include a conducive pesantren environment, support from kyai and Ustadz, and the integration of technology in learning. However, several challenges remain, such as limited facilities and resistance to changes in teaching methods. Therefore, a more systematic strategy is needed to enhance the effectiveness of this learning model, including teacher training, provision of adequate learning facilities, and the integration of pesantren curriculum with the formal education system. Abstrak Pembelajaran transformatif berbasis andragogi merupakan pendekatan yang berfokus pada kemandirian peserta didik dalam memahami dan menerapkan ilmu pengetahuan secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, implementasi, faktor pendukung dan penghambat, serta dampak penerapan pembelajaran transformatif berbasis andragogi di Pondok Pesantren Tarbiyatul Muthathowi’in. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan andragogi di pesantren ini telah berhasil meningkatkan kemampuan intelektual santri dalam berpikir kritis dan analitis, memperkuat karakter santri dalam aspek kemandirian dan kepemimpinan, serta meningkatkan kesadaran spiritual melalui pengalaman belajar yang reflektif dan aplikatif. Faktor pendukung utama dalam penerapan model ini meliputi lingkungan pesantren yang kondusif, dukungan kiai dan Ustadz, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran. Namun, masih terdapat beberapa hambatan, seperti keterbatasan fasilitas dan resistensi terhadap perubahan metode pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih sistematis untuk meningkatkan efektivitas model pembelajaran ini, baik melalui pelatihan pengajar, penyediaan sarana yang memadai, maupun integrasi kurikulum pesantren dengan sistem pendidikan formal.
HAKIKAT AL-KHATI’AH DAN TERM YANG SEMAKNA DENGANNYA DALAM AL-QUR’AN Rahmat
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IJTIHAD KIAI MASJID DALAM MELESTARIKAN MODERASI BERAGAMA DI TENGAH DERASNYA ARUS RADIKALISME DI LENTENG SUMENEP Habibullah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengungkap fenomena ijtihad kiai masjid dalam melestarikan moderasi beragama di tengah derasnya arus radikalisme di Lenteng. Kiai masjid dalam kajian ini adalah Kiai Ahmad Dumairi, Kiai Taufiq, dan Kiai Mualwi di masjid Desa Cangkreng, dan Kiai Wafi di masjid Desa Jambu. Kajian ini menarik karena kiai-kiai masjid di dua desa ini berupaya melestarikan faham Islam aswaja di desanya masing-masing. Adapun fokus kajian ini adalah: 1) Bagaimana kondisi sosial keagamaan masyarakat Cangkreng dan masyarakat Jambu Lenteng; 2) Apa ijtihad kiai masjid dalam melestarikan moderasi beragama di Desa Cangkreng dan Desa Jambu Lenteng; 3) Apa saja media yang digunakan kiai masjid dalam melestarikan moderasi beragama di Desa Cangkreng dan Desa Jambu Lenteng. Penelitian ini menggunakan teori gerakan sosial, teori moderasi beragama. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara, observasi, FGD, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah: kondensasi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: 1) Secara umum, kondisi social keagamaan masyarakat Madura sangat relegius dan taat terhadap ajaran agama Islam, bercorak Islam aswaja. Sehingga kondisi social keagamaan masyarakat Desa Cangkreng dan Desa Jambu merupakan turunan dari kondisi social keagamaan Madura. Namun akhir-akhir ini, dua desa ini diusik oleh orang-orang yang berpaham wahabi, MTA, dan HTI. 2) Ijtihad kiai masjid Desa Cangkreng dan kiai masjid Desa Jambu mendasarkan ijtihadnya pada qaidah memelihara tradisi lama yang masih baik, dan mengambil tradisi baru yang lebih baik. 3) Adapun media yang digunakan kiai masjid Desa Cankreng adalah sebagai berikut: istigasah, barzanji, pengajian kitab kuning, kompolan sarwa, kompolan muslimatan. Sedangkan media kiai masjid di Desa Jambu berikut ini: acara-acara hari besar Islam seperti maulid Nabi Saw. dan isra’ mi’raj, slametan kelahiran dan kematian (tahlil), sarwa, pengajian kitab kuning, dan istigasah. Abstract This research aims to uncover the phenomenon of the ijtihad of mosque kiai in preserving religious moderation amidst the rising tide of radicalism in Lenteng. The mosque kiai studied are Kiai Ahmad Dumairi, Kiai Taufiq, and Kiai Mualwi at the Cangkreng village mosque, and Kiai Wafi at the Jambu village mosque. This study is intriguing because the mosque kiai in these two villages strive to preserve the Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) understanding of Islam in their respective villages. The focus of this study includes: 1) What are the social and religious conditions of the Cangkreng and Jambu Lenteng communities? 2) What is the ijtihad of the mosque kiai in preserving religious moderation in Cangkreng and Jambu Lenteng villages? 3) What media do the mosque kiai use to preserve religious moderation in Cangkreng and Jambu Lenteng villages? This research utilizes social movement theory and religious moderation theory. The approach used is qualitative. Data collection techniques include interviews, observations, focus group discussions (FGD), and documentation. The data is then analyzed through the following steps: data condensation, data presentation, and drawing conclusions or verification. This research yields the following findings: 1) Generally, the social and religious conditions of the Madurese community are very religious and obedient to Islamic teachings, characterized by Aswaja Islam. Thus, the social and religious conditions of the Cangkreng and Jambu villages are derivatives of the social and religious conditions of Madura. Recently, however, these two villages have been disturbed by individuals with Wahhabi, MTA, and HTI ideologies. 2) The ijtihad of the mosque kiai in Cangkreng and Jambu is based on the principle of preserving beneficial old traditions while adopting new and better traditions. 3) The media used by the mosque kiai in Cangkreng include: istigasah, barzanji, yellow book study, sarwa gatherings, and Muslim gatherings. Meanwhile, the media used by the mosque kiai in Jambu include: events for Islamic holidays such as the Maulid of the Prophet Muhammad and Isra' Mi'raj, birth and death ceremonies (tahlil), sarwa, yellow book study, and istigasah.