cover
Contact Name
Ainul Yaqin
Contact Email
ayaqin309@gmail.com
Phone
+6287850172545
Journal Mail Official
ayaqin309@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : 25499157     EISSN : 25793543     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Al-Iman: Jurnal Keislaman dan kemasyarakatan adalah jurnal Jurnal ini memuat kajian-kajian pemikiran keislaman dan Kemasyarakatan dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah ditulis mengikuti standar karyatulis ilmiah dengan menyertakan refrensi (footnote) diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-30 halaman, serta menyertakan Abstrak dengan dua bahasa; Indonesia dan Inggris, ruang lingkup judul harus spesifik pada satu permasalahan dan tempat. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya. Jurnal ini bermitra bestari yang diterbitkan dua kali setahun dalam bentuk cetak dan online oleh STID Raudlatul Iman. Pernyataan ini menjelaskan perilaku etis seluruh pihak yang terlibat dalam penerbitan artikel dalam Al-Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan termasuk penulis, dewan penyunting, mitra bestari, dan penerbit. http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/etikapublikasi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
PERBANDINGAN PENDIDIKAN: SISTEM PENDIDIKAN DI INONESIA DAN SINGAPURA Sofiani, Ika Kurniati; Sari, Shinta Maya; Oktofia, Fitri; Elmiah, Tanti; Astuti, Seri
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang program-program refomasi pendidikan di dua Negara dengan latar belakang dan kondisi serta ideologi yang berbeda yaitu Singapura dan Indonesia. Diantara program reformasi pendidikan di Singapura adalah Teach less, Learn More; Thinking School, Learning Nation, dan School Excellent Model. Sedangkan kebijakan reformasi pendidikan di Indonesia diantaranya diselenggarakan dengan desentralisasi pendidikan dalam kerangka manajemen berbasis sekolah, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Kurikulum 2013, serta program sertifikasi guru. Dari hasil pembahasan, dapat diketahui bahwa Singapura telah berhasil menyelenggarakan reformasi pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari kualitas pendidikan Singapura yang masuk dalam ranking teratas Negara-negara dengan pencapaian standar pendidikan internasional. Sementara itu, Indonesia nampak masih harus berjuang untuk mencapai tujuan reformasi pendidikan. Hasil implementasi pendidikan yang berbeda di kedua Negara ini tentu dikarenakan perbedaan latar belakang, serta kondisi sosial, ekonomi, politik budaya dan geografis kedua Negara tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan penyelengaraan reformasi pendidikan di sebuah Negara. Abstract This article discusses on educational reformation programs conducted in two countries which have different background as well as different ideology, social, economic, political, and geographical circumstances i.e., Singapore and Indonesia. Some of the main educational reform agendas in Singapore are Teach less, Learn More; Thinking School, Learning Nation, and School Excellent Model. Meanwhile, educational reform programs in Indonesia are conducted through educational decentralization within the framework of school based management, School-level Curriculum and the 2013Curriculum and teacher certification. It can be understood that Singapore has succeeded in conducting educational reform. This can be seen from the quality of Singaore’s education which has been ranked high in achieving he benchmark of international education standard. Meanwhile, Indonesia still needs to struggle to achieve the desired outcomes of educational reforms agendas. The differing result of educational reform revealed in these two countries resulted from different background of the countries. Thus, it can be concluded that there are a number of factors influencing the success of educational refoms agendas in a country.
ANALISIS LAYANAN ANAK DALAM PENGEMBANGAN LITERASI ANAK USIA DINI DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN LABUHANBATU Hasibuan, Rizki Mahyani Br; Jamil, Khoirul; Yusniah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Analisis Layanan Anak dalam Pengembangan Literasi Anak Usia Dini di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Labuhanbatu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran layanan anak dalam pengembangan literasi anak usia dini dan kendala dalam melakukan kegiatan layanan anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabuaten Labuhanbatu yang telah dipilih oleh peneliti sesuai dengan kriteria subjek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis layanan anak yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabuaten Labuhanbatu yaitu layanan peminjaman koleksi, layanan bimbingan membaca, layanan mendongeng, layanan pertujunjukan audiovisual dan layanan bermain anak. Selain jenis layanan anak, perpustakaan juga menyediakan program mendongeng kunjungan ke sekolah-sekolah, adapula kegiatan forum anak yang diadakan di rumah baca di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabuaten Labuhanbatu dimana anak-anak dapat belajar dengan menyenangkan sambil bermain. Dengan diadakannya kegiatan-kegiatan tersebut anak-anak dapat lebih antusias dan senang berkunjung ke perpustakaan selain itu juga mampu mendorong anak dalam pengembagan literasi anak usia dini. Abstract This study discusses the Analysis of Child Services in the Development of Early Childhood Literacy at the Labuhanbatu District Library and Archives Service. The purpose of this study was to determine the role of child services in developing early childhood literacy and the obstacles in carrying out early childhood literacy development. This study used a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection is done by observation, interviews, and documentation. The informants in this study were librarians from the Labuhanbatu Regency Library and Archives Service who had been selected by the researchers according to the criteria of the research subject. he result of this study indicate that the types of children's services availables at the Labuhanbatu District Library and Archives Service are collection lending services, reading guidance services, storytelling services, audiovisual performance services and children's servuces, the library also provides a storytelling program visiting schools, there are also children's forum activities held at the reading house under the aupices of the Labuhanbatu Regency Library and Archives Service where children can learn in a fun way and while playing. By holding these activities children can be more enthusiastic and hanppy to visit the library while also being able to encourage children in developing early childhood literacy.
DAMPAK BUDAYA DAN IDENTITAS TERHADAP PENGEMBANGAN PRIBADI KONSELOR Hawari, Reza; Asbi; Fitri, Nabilla Hidayatul; Syaramadanti, Fitri
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konseling merupakan profesi yang bertujuan membantu individu mengatasi permasalahan hidup dan mengembangkan potensi diri secara optimal. Dalam proses konseling, hubungan antara konselor dan klien sangat penting. Oleh karena itu, pengembangan pribadi konselor menjadi krusial agar dapat membangun hubungan terapeutik yang efektif. Salah satu faktor yang memengaruhi pengembangan pribadi konselor adalah budaya dan identitas. Budaya mencakup nilai-nilai, kepercayaan, tradisi, dan norma yang dianut suatu kelompok masyarakat, sedangkan identitas merujuk pada cara individu mendefinisikan diri terkait karakteristik seperti ras, etnis, gender, orientasi seksual, agama, dan status sosial-ekonomi. Konselor yang berasal dari latar belakang budaya dan identitas berbeda dengan klien dapat mengalami kesulitan memahami perspektif klien secara mendalam, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Penelitian menunjukkan bahwa konselor yang memiliki kepekaan budaya dan pemahaman baik tentang identitas diri sendiri serta identitas klien akan lebih mampu membangun ikatan terapeutik efektif, memahami perspektif klien secara mendalam, dan memberikan intervensi yang tepat sesuai konteks budaya dan identitas klien. Oleh karena itu, konselor perlu mengembangkan kesadaran diri, kemampuan memahami dan menghargai budaya serta identitas klien, dan keterampilan komunikasi lintas budaya yang efektif. Pengembangan pribadi konselor terkait budaya dan identitas merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen jangka panjang. Konselor perlu terus merefleksikan dan mengevaluasi praktik mereka, serta berupaya meningkatkan kepekaan budaya, pemahaman identitas, dan keterampilan komunikasi lintas budaya agar dapat memberikan layanan konseling yang efektif, relevan, dan sensitif. Abstract Counseling is a profession that aims to help individuals overcome life problems and develop their potential optimally. In the counseling process, the relationship between the counselor and the client is very important. Therefore, the counselor's personal development is crucial in order to build an effective therapeutic relationship. One of the factors that influence the counselor's personal development is culture and identity. Culture includes the values, beliefs, traditions, and norms adopted by a community group, while identity refers to how individuals define themselves in terms of characteristics such as race, ethnicity, gender, sexual orientation, religion, and socio-economic status. Counselors who come from different cultural backgrounds and identities than their clients may have difficulty understanding the client's perspective in depth, potentially causing misunderstandings. Research shows that counselors who have cultural sensitivity and a good understanding of their own identity and the identity of the client will be better able to build an effective therapeutic bond, understand the client's perspective in depth, and provide appropriate interventions according to the client's cultural context and identity. Therefore, counselors need to develop self-awareness, the ability to understand and appreciate the client's culture and identity, and effective cross-cultural communication skills. Counselor personal development related to culture and identity is an ongoing process that requires long-term commitment. Counselors need to continue to reflect on and evaluate their practice, and strive to improve cultural sensitivity, understanding of identity, and cross-cultural communication skills in order to provide effective, relevant, and sensitive counseling services.
MENELADANI KEGIGIHAN DAN SEMANGAT JUANG PARA TOKOH ISLAM KHULAFA UR-RASYIDIN DI ERA GEN-Z Melani, Fairuz Zahra; Juliet, Ghaza; Munawir
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research explains the importance of emulating the nature of khulafaur rasyidin in this day and age, Generation Z (Gen Z) lives in a digital and disruptive era. Amidst the onslaught of informatization and technology, it is important to have a strong individuality. Kulafaul Rashidin, the Islamic leaders after the Prophet Muhammad, can be a suitable role model for Gen Z, because of their praiseworthy and exemplary traits. The action plan for learning the struggle and character of Kulafa Rashiddin discusses the struggle and character of Kulafa Rashiddin in upholding the message of Allah SWT through the example of Kulafa Rashiddin's actions. Islamic religious education that emphasizes reconciliation and liberation from the tyranny of the ruler can be a solution to explain the nature of Hurafaul Rashidin. In this summary we will discuss the praiseworthy traits of the Khulafaur Rashidin such as honesty, simplicity, and justice and their relevance to the lives of Gen Z. This abstract also highlights the challenges Gen Z faces in emulating these characteristics. For example, the far-from-simple lifestyle of consumers and the difficulty of spreading fake news, which is the opposite of honesty. Ultimately, this research brief provides creative solutions to overcome these challenges, including the use of technology to spread the values of Khulafaur Rashidin. Abstrak Penelitian ini menjelaskan tentang pentingnya meneladani sifat khulafaur rasyidin di masa sekarang ini, Generasi Z (Gen Z) hidup di era yang serba digital dan disruptif. Di tengah gencarnya informatisasi dan teknologi, penting untuk memiliki individualitas yang kuat. Khulafaur Rasyidin, pemimpin Islam setelah Nabi Muhammad SAW, bisa menjadi teladan yang cocok bagi Gen Z, karena sifat-sifatnya yang terpuji dan layak dicontoh. Rencana aksi pembelajaran perjuangan dan karakter Khulafaur Rashiddin membahas tentang perjuangan dan karakter Khulafaur Rashiddin dalam menjunjung tinggi risalah Allah SWT melalui contoh tindakan Khulafaur Rashiddin. Pendidikan agama Islam yang menekankan pada rekonsiliasi dan pembebasan dari kezaliman penguasa dapat menjadi solusi untuk menjelaskan hakikat Khulafaur Rasyidin. Dalam rangkuman kali ini kita akan membahas tentang sifat-sifat terpuji yang dimiliki Khulafaur Rasyidin seperti kejujuran, kesederhanaan, dan keadilan serta relevansinya dengan kehidupan Gen Z. Abstrak ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi Gen Z dalam meniru karakteristik tersebut. Misalnya, gaya hidup konsumen yang jauh dari kata sederhana dan sulitnya menyebarkan berita bohong, yang merupakan kebalikan dari kejujuran. Pada akhirnya, penelitian singkat ini memberikan solusi kreatif untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, termasuk penggunaan teknologi untuk menyebarkan nilai-nilai Khulafaur Rasyidin.
PEMAHAMAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG BERKAITAN DENGAN ILMU PERPUSTAKAAN (MEMBACA DAN MENULIS) MENURUT AL-QURAN Fikri, Miftahul; Irwansyah; Yusniah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Muslim memahami pentingnya perpustakaan. Al-Qur'an adalah ajaran atau prinsip yang benar yang harus dimiliki umat Islam agar mereka dapat bangkit dari kesulitan. Jadi umat Islam kembali harus mengikuti ajarannya yaitu Al-Quran untuk bangkit dari kesulitan. Jenis Informasi yang dikumpulkan dalam bentuk kata-kata tidak diungkapkan dalam bentuk statistik atau angka statistik, melainkan dalam bentuk kualitatif, yang mempunyai makna lebih dalam dari sekedar angka atau frekuensi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pemahaman ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan ilmu perpustakaan Alquran (membaca dan menulis). Urgensi membaca dapat dilihat pada urutan Wahyu pertama adalah surat al-'Alaq yang memberikan perintah kepada Nabi Muhammad SAW untuk membaca meskipun beliau seorang ummi, artinya beliau tidak bisa menulis dan membaca. Alam semesta, masyarakat, dan diri sendiri merupakan contoh teks tidak tertulis (Kauniyah) selain teks tertulis (Qauliyah). Membaca merupakan suatu objek karena dapat dilakukan dengan tulisan sekuler maupun materi spiritual bacaannya dapat dijangkau oleh setiap orang. Abstract Islamic communities have found out the importance of libraries. so as for Muslims to rise from adversity, Muslims need to have correct teachings or concepts that determine dreams, and those teachings are the Koran which is the guide for Muslims. So Muslims have to again adhere to their teachings, specifically the Koran, so one can upward push from instances of adversity. This form of studies is qualitative studies with a descriptive approach, specifically the statistics obtained inside the form of phrases isn't always expressed in the form of numbers or statistical figures however in qualitative shape which has a richer meaning than simply numbers or frequencies. This studies was performed to describe the knowledge of verses from the Koran associated with library technological know-how (studying and writing) in keeping with the Koran. The urgency of reading can be visible from the command of the primary revelation in Surah al-'Alaq which ordered the Prophet Muhammad to study despite the fact that he changed into an ummi (not able to read and write). The object of analyzing is not handiest written texts (Qauliyah) but additionally unwritten texts (Kauniyah) consisting of the universe, society and oneself. analyzing isn't best sacred texts however additionally normal writings, in order that the object of analyzing is something that people can attain.
PEMANFAATAN SITUS WEB PERPUSTAKAAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MEDAN OLEH MAHASISWA DALAM MENGAKSES SISTEM INFORMASI Nasution, Kartika Amelia; Batubara, Abdul Karim; Deni, Indira Fatra
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi memengaruhi sistem informasi, terutama di bidang perpustakaan. Penelitian ini mengevaluasi usability website Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan menggunakan System Usability Scale (SUS). Teknologi informasi penting untuk meningkatkan efisiensi layanan perpustakaan. Penelitian menyoroti tantangan perpustakaan dalam beradaptasi dengan teknologi, dengan solusi praktis dari media informasi berbasis elektronik. Konsep perpustakaan digital diimplementasikan untuk memberikan akses cepat dan efisien, meski penelitian mengidentifikasi masalah akses dan waktu tidak teratur pada website perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat usability "OK" namun Net Promoter Score (NPS) menunjukkan sikap pengguna yang pasif. Analisis SUS menunjukkan website mudah dipelajari, efisien, dan memuaskan, meski ada tanggapan bervariasi terkait kesalahan. Meskipun demikian, pengguna menyatakan kepuasan secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan wawasan pada usability website perpustakaan, menyoroti area perbaikan, dan menekankan pentingnya evaluasi dan peningkatan berkelanjutan untuk memenuhi ekspektasi pengguna. Abstract Technological developments affect information systems, especially in the library sector. This research evaluates the usability of the Medan Ministry of Health Polytechnic Health Library website using the System Usability Scale (SUS). Information technology is important to increase the efficiency of library services. The research highlights the challenges of libraries in adapting to technology, with practical solutions from electronic-based information media. The digital library concept was implemented to provide fast and efficient access, although research identified access problems and irregular times on library websites. The research results show the usability level is "OK" but the Net Promoter Score (NPS) shows a passive user attitude. SUS analysis showed the website was easy to learn, efficient, and satisfactory, although there were varying responses regarding errors. Despite this, users expressed overall satisfaction. This research provides insight into the usability of library websites, highlights areas for improvement, and emphasizes the importance of continuous evaluation and improvement to meet user expectations.
PROFIL KITAB TAFSIR NAZM AD-DURAR FI TANASUB AL-AYAH WA AL-SUWAR KARYA AL-BIQA’I DAN TAFSIR AL-MISHBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB Rif’ah, Andi Muh. Afwaz Fafaza
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENDIDIKAN KARAKTER DAN NILAI ISLAMI DI ERA MILENIAL Fardiya, Yuma; Nuril, Mita; Munawir
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENERAPAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PUSTAKAWAN DALAM MELAYANI PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ASAHAN Bara, Elsa Annisa Batu; Azhar, Anang Anas; Abidin, Syahrul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dan pemustaka serta faktor penghambat yang dialami pustakawan terhadap pemustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan penelitian deskriptif yang menggunakan wawancara untuk mendeskripsikan data yang diperoleh peneliti secara langsung, untuk memperoleh gambaran yang jelas dan terperinci bagaimana penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dalam melayani pemustaka di Perpustakaan Universitas Asahan. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya peneliti melakukan wawancara kepada 6 informan yaitu 3 Pustakawan dan 3 Pemustaka Universitas Asahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dan pemustaka dalam sikap keterbukaan, empati, dan dukungan dalam memberikan pelayanan kepada pemustaka masih mempunyai kekurangan, sedangkan dalam sikap rasa positif dan kesetaraan dalam memberikan pelayanan sudah cukup baik. Hambatan pustakawan dalan memberikan pelayanan kepada pemustaka adalah kurangnya sensitivitas dan kurangnya informasi. Abstract This study aims to determine the application of interpersonal communication librarians and users and the inhibiting factors experienced by librarians towards users. The research method used is a qualitative method with descriptive research that uses interviews to describe the data obtained by researchers directly, to obtain a clear and detailed picture of how librarian interpersonal communication is applied in serving users at the Asahan University Library. The data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. Furthermore, the researchers conducted interviews with 6 informants, namely 3 Librarians and 3 Librarians of Asahan University. The results of this study indicate that the application of interpersonal communication for librarians and users in an attitude of openness, empathy, and support in providing services to users still has deficiencies, whereas in an attitude of positive feeling and equality in providing services it is quite good. Obstacles for librarians in providing services to users are the lack of sensitivity and lack of information.
SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN: ANALISIS KUALITATIF Andri; Pembangunan, Heldy Ramadhan Putra
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the success of the existing education quality assurance system at Nurhidayah Integrated Islamic High School. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. The research was conducted with observation, interview, and documentation approaches as a data collection technique. The results of the study show that the quality assurance system at Nur Hidayah Integrated Islamic High School includes: Determination of quality standards in accordance with the minimum criteria in the National Education Standards and collaborated with the Quality Standards of the Integrated Islamic School Network. The school's Internal Quality Assurance Team consists of the following elements: Principal, Vice Principal, Foundation and School Committee. The success of the quality of education is greatly influenced by the following supporting factors: qualified educators and education personnel, selected students, cooperative guardians, sufficient funding, regular coordination and evaluation meetings by school leaders. Meanwhile, a number of factors inhibiting the achievement of the quality of education can be identified as follows: the understanding of related parties in implementing the quality assurance system is still lacking, the fulfillment of facilities and infrastructure standards is less than optimal, the density of school activities that can affect the learning process that is not optimal so that it is not always in accordance with the learning plan that has been made by the teacher. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan sistem penjaminan mutu pendidikan yang ada pada SMA Islam Terpadu Nurhidayah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan dengan pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian meunjukkan bahwa Sistem penjaminan mutu di SMA Islam Terpadu Nur Hidayah mencakup : Penetapan standar mutu sesuai dengan kriteria minimal dalam Standar Nasional Pendidikan dan dikolaborasikan dengan Standar Mutu Jaringan Sekolah Islam Terpadu. Tim Penjamin mutu Internal sekolah terdiri dari unsur : Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Yayasan dan Komite Sekolah. Keberhasilan mutu pendidikan sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung sebagai berikut : pendidik dan tenaga kependidikan yang qualified, siswa yang terseleksi, walimurid yang kooperatif, pendanaan yang cukup, rapat koordinasi dan evaluasi yang rutin oleh pimpinan sekolah. Sedangkan sejumlah faktor penghambat tercapainya mutu pendidikan, dapat diidentifikasi sebagai berikut : pemahaman pihak-pihak terkait dalam melaksanakan sistem penjaminan mutu masih kurang, pemenuhan standar sarana dan prasarana yang kurang optimal, padatnya kegiatan sekolah yang dapat berpengaruh pada proses pembelajaran yang kurang maksimal sehingga tidak selalu sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang telah dibuat oleh Guru.