cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 351 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026)" : 351 Documents clear
Pengaruh Diabetes Miletus terhadap resiko terjadinya katarak : Sebuah Studi Tinjauan Pustaka Kwik Kezia Kusumawati Hadinata; Nurjanah Nurjanah; Eti Rimawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51548

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah salah satu penyakit metabolik yang paling sering ditemui dan dapat mengakibatkan berbagai komplikasi, termasuk masalah penglihatan seperti katarak. Katarak adalah penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah, dan jumlah penderitanya lebih tinggi di antara mereka yang menderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi keterkaitan antara diabetes melitus dan munculnya katarak melalui tinjauan sistematis artikel-artikel terkait.Studi ini mengadopsi metode tinjauan sistematis dengan pendekatan prisma. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, dan BMC menggunakan kata kunci yang relevan. Sebanyak 3. 878 artikel ditemukan, lalu disaring dan dianalisis menurut kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 10 artikel yang layak untuk ditelaah.Kebanyakan artikel menunjukkan bahwa diabetes melitus adalah faktor risiko yang signifikan bagi munculnya katarak. Faktor lain yang mempengaruhi termasuk usia tua, lama menderita DM, pengendalian glikemik yang buruk, tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, serta paparan sinar ultraviolet. Kesimpulannya, ada hubungan yang konsisten antara DM dan kejadian katarak. Deteksi awal serta pengelolaan DM yang baik dapat membantu mengurangi risiko kebutaan akibat katarak pada individu yang menderita diabetes. Kata Kunci: Diabetes melitus, Katarak, Faktor risiko, Komplikasi Mata
Pengaruh Intervensi Apoteker Pada Pasien Hipertensi Terhadap Pengetahuan, Kepatuhan, Outcome Klinis, Kualitas Hidup Dan Persepsi Produk Halal Di Apotek Kimia Farma Lueng Bata Megawati Megawati; Wiryanto Wiryanto; Aminah Dalimuthe
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51608

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas tahun 2018 prevalensi ditemukan 34,1% penderita terdiagnosa hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia di atas 18 tahun di Indonesia, di Provinsi Aceh prevalensi hipertensi yaitu 12,259 (26,4%) penderita. Tujuan: penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh intervensi apoteker terhadap pengetahuan, kepatuhan, outcome klinis, kualitas hidup dan persepsi produk halal pada pasien hipertensi di Apotek Kimia Farma Lueng bata. Metode: Penelitian dilakukan di Apotek Kimia farma Lueng Bata pada Januari Februari 2025 dengan desain kuasi eksperimental two group pretest-posttest design menggunakan metode total sampling, melibatkan 108 pasien hipertensi peserta rujuk balik aktif. Instrumen penelitian berupa kuisioner HK-LS, kepatuhan (kuesioner MARS-5), outcome klinis diukur nilai tekanan darah (mmHg), kualitas hidup (kuesioner WHOQOL-BREF) serta Persepsi Produk halal pasien menggunakan kuisioner tertutup skala likert. Hasil: Pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan bermakna antara pretest dan posttest pada tingkat pengetahuan (p=0,06), Tingkat kepatuhan pada kelompok kontrol juga tidak menunjukkan peningkatan outcome klinis tekanan darah sistolik (p=0,06), outcome klinis lain (p=0,09), kualitas hidup (p=0,19), maupun persepsi produk halal (p=0,15). Sebaliknya, pada kelompok intervensi terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara pretest dan posttest pada semua variabel, meliputi peningkatan tingkat pengetahuan (p<0,01), kepatuhan (bertambah 30 responden patuh), perbaikan outcome klinis (p<0,01), peningkatan kualitas hidup (p<0,01), serta peningkatan persepsi produk halal (p<0,01). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh intervensi apoteker terhadap tingkat pengetahuan, kepatuhan, outcome klinis, kualitas hidup dan persepsi produk halal pada pasien hipertensi di Apotek Kimia Farma Lueng bata.
Efektivitas Aplikasi SafeTeens terhadap Peningkatan Literasi Kesehatan Mental Remaja: Studi Kuasi-Eksperimen Tesha Hestyana Sari; Jumaini Jumaini; Syeptri Agiani Putri; Novita Kusumarini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51680

Abstract

Mental health problems among adolescents continue to increase, coupled with low levels of mental health literacy, which can lead to delays in seeking professional help. Innovative technology-based efforts are needed to ensure wider access to mental health information and services. This study aims to develop and test the effectiveness of the SafeTeens app as an educational tool for improving adolescent mental health literacy. The study used a quasi-experimental design with an intervention and control group. A sample of 60 adolescents was selected based on inclusion criteria and divided proportionally into two groups. The research instrument was a mental health literacy questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Chi-Square test to determine differences in mental health literacy levels before and after the intervention. The results showed that the intervention group experienced a significant increase in mental health literacy levels after using the SafeTeens app (χ² = 19.14; p = 0.00007), whereas the control group showed no significant change (χ² = 0.66; p = 0.719). The SafeTeens app has proven effective in improving adolescents' understanding of mental health issues, distinguishing myths from facts, and how to seek appropriate help. This study recommends further development of the SafeTeens app with gamification features and periodic reminders to increase user engagement, as well as long-term testing to assess the sustainability of improvements in mental health literacy. Furthermore, cultural and local language adaptations need to be continuously refined to make the app more relevant to Indonesian adolescents.
Pengaruh Senam Kaki Diabetes Dan Diet Rendah Gula Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Oka Afriza Yanto; Joko Prasetyo; Novita Ana Anggraini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51750

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah melebihi batas normal, yaitu ≥200 mg/dl untuk glukosa sewaktu atau ≥126 mg/dl untuk glukosa puasa. Penyakit ini sering kali baru terdeteksi setelah komplikasi muncul karena gejalanya tidak langsung terlihat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam kaki diabetes dan diet rendah gula terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Johan Pahlawan Aceh Barat. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pre-test and post-test one-group design with control group. Sampel sebanyak 104 responden dipilih dengan teknik purposive sampling dan penelitian dilaksanakan pada September–Oktober 2025. Instrumen yang digunakan meliputi SOP senam kaki diabetes, SOP Food Frequency Questionnaire (FFQ), alat ukur gula darah Autocheck, video senam kaki, dan lembar evaluasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan senam kaki diabetes pada kelompok kontrol kategori buruk sebesar 63,5% dan sebelum penyuluhan diet gula pada kelompok kontrol sebesar 84,6%. Setelah dilakukan senam kaki diabetes pada kelompok kontrol, kategori baik meningkat menjadi 84,6%, sedangkan sesudah penyuluhan diet gula pada kelompok intervensi kategori baik sebesar 78,8%. Hasil uji T menunjukkan pengaruh signifikan (p < 0,05), yaitu 0,034 dan 0,000 pada intervensi senam kaki serta 0,000 dan 0,008 pada diet gula. Hal ini membuktikan bahwa senam kaki diabetes dan diet rendah gula berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes melitus.
Policy to Accelerate Handling and Prevention of Stunting in Pakpak Bharat Regency Ti Aisyah; Lidia Burunea; Syamsuddin Syamsuddin; Aiyub Aiyub; Ahmad Yani; Muhammad Hasyem
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51774

Abstract

The policy for accelerating and handling stunting in West Pakpak Regency is a priority policy that must be implemented optimally considering the still high number of stunting in the Regency , even though the government has established policies and programs to accelerate the prevention and handling of stunting with the aim of reducing the number. s tuning . Stunting remains a serious problem with long-term impacts on the quality of human resources, making its handling a priority in public health development. The purpose of this study is to analyze how the policy for accelerating the prevention and handling of stunting is implemented in Pakpak Bharat Regency and the factors that hinder its success. This study uses a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques use an interactive model through the stages of data collection, data reduction, data presentation , and drawing conclusions. The results show that the policy for accelerating the prevention and handling of stunting in the Pakpak Bharat region has established several prevention and handling program activities, including the provision of supplementary feeding (PMT), vitamin A provision, and counseling. However, their implementation has not been optimal. Both counseling activities, vitamin A provision, and PMT distribution have not been implemented properly to the target community. Several factors that hinder the implementation of the program policy include low parental knowledge, weak networks, and limited access to health services. communication facilities, less supportive socio-economic and political conditions. In addition, the distribution of supplementary food for stunted children is not yet effective, so the nutritional value is low. Children are not receiving optimal support. Difficult road access to remote villages is also a major obstacle in distributing aid and implementing programs. Therefore, evaluation and improvement are needed. implementation of policies to accelerate prevention and handling of stunting.
Analisis Pola Hidup yang Berhubungan Dengan Kejadian Gagal Ginjal Kronik di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares, Di Timor-Leste Elisabeth F. C. X. Belo; Apris A. Adu; Maria M.Dwi Wahyuni; Serlie K. A. Litik; Anderias Umbu Roga
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51783

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat, termasuk di Timor-Leste. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola hidup yang mempengaruhi kejadian GGK di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares, Dili, Timor-Leste tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 100 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, konsumsi suplemen, konsumsi minuman berkarbonasi, aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, penggunaan obat analgesik, serta konsumsi garam dengan kejadian GGK. Faktor dominan yang paling berpengaruh adalah konsumsi garam dan kebiasaan merokok. Disimpulkan bahwa pola hidup tidak sehat berkontribusi besar terhadap peningkatan risiko GGK, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola hidup sehat untuk menekan angka kejadian GGK di masyarakat.
Systematic Review: Tantangan Penerapan Telemedicine dalam Peningkatan Akses Pelayanan Kesehatan Pasca Pandemi Covid-19 Di Indonesia Martini Viviana; Kosasih Kosasih; Farida Yuliaty; Vip Pramarta
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51797

Abstract

Telemedicine telah menjadi inovasi strategis yang berperan penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia, terutama setelah pandemi COVID-19 yang mempercepat transformasi digital di sektor kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan utama dalam penerapan telemedisin guna meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan di seluruh negeri. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan PRISMA, menggunakan sumber literatur dari basis data seperti ProQuest, PubMed, dan Elsevier Science Direct. Pencarian dilakukan dengan kata kunci “Telemedicine Challenges in Indonesia after the COVID-19 Pandemic,” “Telemedicine Implementation in Indonesia,” dan “Telemedicine Infrastructure.”Hasil kajian menunjukkan terdapat lima dimensi utama tantangan, yaitu: (1) keterbatasan infrastruktur digital dan konektivitas, terutama di wilayah terpencil dan perbatasan; (2) rendahnya literasi dan kesiapan digital di kalangan tenaga kesehatan maupun masyarakat; (3) kerangka hukum dan regulasi yang belum memadai terkait perlindungan data dan akuntabilitas; (4) belum terintegrasinya pembiayaan telemedisin dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN); serta (5) resistensi sosial-budaya dan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan digital.Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, institusi kesehatan, dan masyarakat melalui peningkatan infrastruktur, pelatihan tenaga kerja, reformasi regulasi yang adaptif, serta edukasi publik yang berkelanjutan. Dengan upaya tersebut, telemedisin dapat menjadi pilar berkelanjutan dalam membangun sistem pelayanan kesehatan nasional yang inklusif, efisien, dan berkeadilan di Indonesia.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Olahan Mie Instan Terhadap Peningkatan Kadar Kolesterol Pada Remaja di Kota Semarang Lilik Setyowatiningsih; Teguh Budiharjo; Umi Rosida
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51811

Abstract

Mie Instan merupakan makanan cepat saji yang digemari remaja karena praktis, murah dan memiliki cita rasa yang sesuai dengan preferensi remaja. Kandungan lemak jenuh, natrium, serta bahan tambahan pangan pada mie instan berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam darah yang dapat beresiko menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi olahan mie instan terhadap peningkatan kadar kolesterol pada remaja di kota Semarang. Metode Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 30 responden yang diperoleh dengan teknik total sampling dengan kriteria usia 13-18 tahun, Informasi mengenai konsumsi mie instan diperoleh dari jawaban peserta dari pertanyaan tentang frekuensi rata-rata konsumsi mie instan dalam satu minggu. Hasil Analisa statistik uji korelasi Spearman diperoleh nilai koefisien korelasi (rs) sebesar 0,558 dengan nilai signifikansi (p) = 0,001. Nilai koefisien tersebut menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang antara kebiasaan konsumsi mie instan dengan kadar kolesterol. Artinya, semakin tinggi frekuensi konsumsi mie instan pada remaja, maka semakin tinggi pula kadar kolesterol pada remaja. Kesimpulan Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan konsumsi olahan mie instan terhadap peningkatan kadar kolesterol pada remaja di kota Semarang.
Pengaruh Intervensi Keperawatan Komunitas Menggunakan Aplikasi Nutrikost Dalam Peningkatan Gizi Remaja Ari Rahmat Aziz; Bayhakki Bayhakki; Sri Utami; Nurul Huda; Syava Ardilawati; Maharani Karlina; Aisyah Mukda Camila Putri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51848

Abstract

Saat ini, status gizi banyak remaja masih belum memadai. Kurangnya pengetahuan tentang kebutuhan gizi dan kemampuan untuk menyiapkan makanan bergizi merupakan faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan intervensi keperawatan komunitas menggunakan aplikasi Nutrikost untuk meningkatkan gizi remaja. Desain penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji-t dependen dan uji-t independen. Sampel penelitian ini adalah remaja yang memiliki ponsel pintar. Pada kelompok intervensi, remaja menerima intervensi komunitas menggunakan aplikasi Nutrikost selama satu bulan, dan kemudian pengetahuan dan status gizi mereka dinilai sebelum dan sesudah intervensi. Aplikasi ini menyediakan pendidikan dan konseling dua arah dan satu arah. Kelompok Kontrol menerima layanan kesehatan rutin di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam IMT remaja setelah intervensi pada kelompok kontrol dan eksperimen (nilai p > 0,05). Ada perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan remaja setelah intervensi pada kelompok kontrol dan eksperimen (nilai p< 0,05). Aplikasi Nutrikost dapat digunakan dalam pendidikan gizi untuk remaja. Perawat komunitas dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang gizi menggunakan aplikasi ini.  Kata Kunci: Aplikasi Nutrikost, Intervensi Keperawatan Komunitas, Nutrisi Remaja. Abstract Currently, the nutritional status of many adolescent remains inadequate. Lack of knowledge about nutritional needs and the ability to prepare nutritious meals are contributing factors. This study aims to conduct a community nursing intervention using the Nutrikost application to improve adolescent nutrition. The study design used a quasi-experimental design with a control group. Data analysis used t-dependent and independent t- test. The sample of this study was adolescents who owned smartphones. In the intervention group, adolescents received community intervention using the Nutrikost app for one month, and then their nutritional knowledge and status were assessed before and after the intervention. The App provides two-way and one-way education and counseling. The Control group received routine health services at the community health center (Puskesmas). The Results showed that there was no significant difference in BMI of adolescents after the intervention in the control and experimental groups (P value > 0.05).  There was a significant difference in adolescent knowledge after the intervention in the control and experimental groups (P value < 0.05). The Nutrikost application can use in nutrition education for teenagers. Community nurses can improve adolescents’ knowledge of nutrition using this application.   Keywords: Adolescent Nutrition; Community Nursing Intervention; Nutrikost Application
Burnout Akademik Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir dalam Konteks Pendidikan Tinggi: Scoping Review Faktor Risiko dan Protektif Pamela Utami; Irman Somantri; Siti Ulfah Rifa’atul Fitri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51882

Abstract

Burnout akademik merupakan masalah yang sering dialami mahasiswa keperawatan tingkat akhir akibat tingginya tuntutan akademik dan praktik klinik, yang berdampak pada performa belajar, kesehatan mental, dan kesiapan profesional. Penelitian ini bertujuan memetakan gambaran burnout akademik serta faktor yang memengaruhinya pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir melalui scoping review. Metode yang digunakan mengacu pada kerangka Population, Concept, Context (PCC) dan panduan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, ProQuest, ScienceDirect, Springer, dan Google Scholar terhadap artikel primer tahun 2020–2025, dan diperoleh 14 artikel yang dianalisis secara naratif. Hasil menunjukkan bahwa burnout akademik berada pada tingkat sedang hingga tinggi, dengan kelelahan emosional sebagai dimensi paling dominan, diikuti sinisme akademik dan penurunan efikasi akademik. Faktor risiko utama meliputi beban akademik dan klinik yang tinggi, stres psikologis, serta rendahnya efikasi diri dan dukungan sosial. Sebaliknya, psychological capital dan identitas profesional yang kuat berperan sebagai faktor protektif. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan lintas negara yang mengintegrasikan faktor individual, akademik, dan institusional dalam menjelaskan burnout akademik mahasiswa keperawatan tingkat akhir. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi kurikulum dan promosi kesehatan mental berbasis institusi.