cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 3 (2026)" : 12 Documents clear
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Puskesmas Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni Allo, Orpa Mayung; Medyati, Novita; Zainuri, Agus; Togodly, Arius; Nurdin, Muhammad Akbar; Ruru, Yacob
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57260

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Di Indonesia, beban PPOK terus meningkat seiring tingginya prevalensi merokok, paparan polusi udara, serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PPOK di Puskesmas Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni serta mengidentifikasi faktor dominan yang paling berpengaruh. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan sampel sebanyak 101 responden yang dipilih melalui teknik total sampling berdasarkan data rekam medis tahun 2023–2025. Variabel dependen adalah kejadian PPOK, sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, suku, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit paru. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode Backward Likelihood Ratio (Backward LR). Hasil menunjukkan bahwa pendidikan rendah, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit paru berhubungan signifikan dengan kejadian PPOK, dengan pendidikan rendah sebagai faktor paling dominan. Penelitian ini menegaskan perlunya peningkatan literasi kesehatan, edukasi berhenti merokok, serta deteksi dini komorbiditas paru di layanan primer.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bintuni Papua Barat Parende, Riani; Makaba, Sarce; Medyati , Novita; Nurdin, Muhammad Akbar; Togodly, Arius; Zainuri, Agus
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57430

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi penyebab utama morbiditas balita di Indonesia. Tingginya angka kejadian diare dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, baik individu maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bintuni tahun 2026 serta mengidentifikasi faktor dominan. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari register pasien Februari 2026. Populasi penelitian berjumlah 184 balita, seluruhnya dijadikan sampel melalui metode total sampling. Variabel dependen adalah kejadian diare, sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, riwayat imunisasi, pemberian ASI eksklusif, dan status gizi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode Backward Likelihood Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur (p = 0,042) dan status gizi (p = 0,004) berhubungan signifikan dengan kejadian diare, sedangkan jenis kelamin, riwayat imunisasi, dan ASI eksklusif tidak signifikan. Analisis multivariat menegaskan bahwa status gizi dan usia merupakan faktor dominan, dengan status gizi sebagai faktor paling berpengaruh
Analisis Pembelajaran Manajemen Bencana di STIKes Arta Kabanjahe Sembiring, Yenni Adelia Br.; Ketaren, S Otniel; Tarigan, Frida Lina Br.
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57506

Abstract

Pendidikan tentang kebencanaan di Indonesia merupakan suatu keharusan mengingat tingginya kejadian bencana alam yang terjadi. Pendidikan ini diterapkan di perguruan tinggi dengan memasukkan mata kuliah manajemen bencana pada kurikulum pendidikan. Melalui mata kuliah tersebut diperlukan materi, metode, dan media pembelajaran yang terintegrasi dan relevan untuk meningkatkan pemahaman, sikap, dan keterampilan mahasiswa dalam penanggulangan bencana. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Lokasi penelitian ini adalah Kampus STIKes Arta Kabanjahe, Informan penelitian ini sebanyak 16 orang, dan tekhnik pemeriksaaan keabsahan data menggunakan uji kredibiltas, uji triangulasi sumber, dan triangulasi tekhnik. penelitian menyatakan bahwa materi mata kuliah manajemen bencana mengacu pada pedoman dari Kemdikbud, Kemenkes, BNPB, literature dan buku teks akademik. Metode pembelajaran yang digunakan mencakup berbagai pendekatan komprehensif seperti metode konvensional, studi kasus, diskusi kelompok, dan penugasan. Media pembelajaran yang digunakan adalah presentasi powe point, video, e-book, platform e-learning, dan jejaring sosial untuk studi kasus sedangkan media analog yang digunakan adalah buku ajar cetak. Hambatan yang dialami adalah keterbatasan sumber daya dan fasilitas keterbatasan waktu, dan kurangnya kolaborasi dengan pihak eksternal. Rekomendasi penelitian ini ditujukan kepada pimpinan STIKes Arta Kabanjahe agar membuat permohonan MoU (Memorandum of Understanding) kepada pihak BPBD Kabupaten Karo dan berkolaborasi dengan perguruan tinggi yang mempunyai pengalaman tentang bencana untuk mendukung proses pembelajaran manajemen bencana dan mengadakan seminar/pelatihan bersertifikat untuk menambah soft skill mahasiswa.
Efektivitas Mindfulness terhadap Penurunan Gejala Preeklampsia pada Ibu Hamil Trimester III: Systematic Literature Review Nasrawati, Nasrawati; Yuliatin , Sri; Aisa , Siti; Halijah , Halijah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57658

Abstract

Preeklampsia menyumbang 27,1% kematian ibu di Indonesia. Faktor psikologis, khususnya stres kronik dan kecemasan antenatal, berkontribusi signifikan terhadap patogenesis melalui aktivasi sumbu HPA dan disfungsi endotel. Mindfulness sebagai intervensi non-farmakologis berpotensi menargetkan jalur psikofisiologis ini. Mensintesis secara sistematis evidence mengenai efektivitas intervensi mindfulness terhadap penurunan gejala preeklampsia (tekanan darah, proteinuria, biomarker inflamasi) pada ibu hamil trimester III. Systematic literature review mengikuti panduan PRISMA 2020. Pencarian dilakukan di PubMed, Scopus, Cochrane Library, Google Scholar, dan CINAHL (2013–2025). Kriteria inklusi: studi RCT, quasi-eksperimental, dan systematic review pada ibu hamil trimester III dengan intervensi mindfulness (MBSR, MBCT, meditasi pernapasan) yang mengukur parameter preeklampsia. Dari 489 rekam yang teridentifikasi, 41 studi memenuhi kriteria inklusi (N=4.128 ibu hamil, 12 negara, 2013–2025). Mindfulness secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik (rata-rata penurunan 5,4–10,1 mmHg; p<0,05), diastolik (3,2–6,8 mmHg), dan skor kecemasan (SMD −0,52; 95%CI −0,71 hingga −0,33). Efek anti-inflamasi ditunjukkan melalui penurunan IL-6 dan CRP. Durasi ≥6 minggu dengan frekuensi minimal 2×/minggu menunjukkan efek optimal. Mindfulness merupakan intervensi adjuvan yang menjanjikan dalam manajemen preeklampsia, dengan efek bermakna pada parameter tekanan darah dan psikologis. Diperlukan RCT multisenter dengan pengukuran biomarker angiogenik (sFlt-1/PlGF) untuk memperkuat bukti.
Pendekatan Holistik (Fisik, Psikologis, Sosial, Spiritual) dalam Dukungan Keluarga pada Perawatan Ulkus Kaki Diabetik di Rumah Eltrikanawati, T.; Machmud, Rizanda; Decroli, Eva; Purna, Rozi Sastra
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57822

Abstract

Ulkus Kaki Diabetik (UKD) merupakan komplikasi serius dari Diabetes Melitus yang memerlukan perawatan jangka panjang, khususnya di lingkungan rumah. Anggota keluarga memainkan peran krusial sebagai pengasuh utama; namun, bentuk dukungan keluarga holistik masih belum cukup disintesis dari perspektif pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyintesis bentuk dukungan keluarga holistik dalam perawatan di rumah bagi pasien dengan ulkus kaki diabetik. Tinjauan dilakukan menggunakan metode state-of-the-art dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Artikel diambil dari basis data terindeks Scopus, termasuk PubMed, ScienceDirect, dan Scopus, yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2026. Kriteria inklusi mencakup studi berbahasa Inggris yang berfokus pada dukungan keluarga dalam perawatan UKD. Data dianalisis menggunakan sintesis tematik. Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi. Empat tema utama dukungan keluarga diidentifikasi: dukungan fisik, dukungan psikologis, dukungan sosial, dan dukungan spiritual. Keluarga berkontribusi secara aktif dalam perawatan luka, dukungan emosional, pengambilan keputusan, dan mekanisme koping pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa perawat, pendidik, dan praktisi kesehatan masyarakat harus mengintegrasikan pendidikan kesehatan berbasis keluarga yang terstruktur ke dalam program manajemen ulkus kaki diabetik. Pendekatan semacam ini dapat meningkatkan kualitas perawatan luka di rumah, mengurangi komplikasi, serta meningkatkan hasil klinis pasien dan keluarga dalam manajemen penyakit kronis.
Eksplorasi Pengalaman Bidan dalam Edukasi Deteksi Dini Perkembangan Bahasa Anak di Wilayah Pesisir: Studi Kasus Kualitatif Tarigan, Renny Adelia Br; Irawati, Nuzulia; Machmud, Rizanda; Chundrayetti, Eva
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57823

Abstract

Background: Early detection of language development disorders is essential to prevent long-term developmental delays in children. In coastal areas with limited resources, midwives play a crucial role as frontline healthcare providers in educating parents. This study aimed to explore midwives’ experiences in delivering education on early language development detection. Methods: This study employed a qualitative case study design conducted in coastal areas. Two midwives were selected as key informants based on their professional experience in maternal and child health services. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. Ethical approval was obtained, and informed consent was secured. Results: Three main themes emerged: (1) limited parental understanding of language development milestones, (2) barriers in delivering effective education, and (3) constraints related to healthcare services and geographical accessibility. Cultural beliefs and low awareness were identified as key factors influencing parental responses. Conclusion: Midwives play a critical role in early detection; however, multiple barriers hinder effective implementation. Strengthening communication strategies and improving service support are necessary to enhance early detection practices in coastal settings.
Kesiapan Perawat dalam Menghadapi Transformasi Manajemen Keperawatan di Rumah Sakit: Narrative Review Hutapea, Kimberley Maharani Maulibulung
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57883

Abstract

Perubahan manajemen keperawatan di rumah sakit merupakan fenomena yang tidak terelakkan akibat perkembangan teknologi, tuntutan mutu pelayanan, dan dinamika sistem kesehatan global. Kesiapan perawat (readiness for change) menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi perubahan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan perawat dalam menghadapi transformasi manajemen keperawatan melalui pendekatan narrative review. Metode yang digunakan adalah penelusuran deskripsi literatur dari database Scopus, PubMed, dan Google Scholar dengan rentang tahun 2020–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapan perawat dipengaruhi oleh tiga dimensi utama: faktor individu (pengetahuan, sikap, self-efficacy), faktor organisasi (budaya organisasi, komunikasi, dukungan sumber daya), dan faktor kepemimpinan (gaya kepemimpinan transformasional, komunikasi, dan empowerment). Faktor kepemimpinan terbukti memiliki peran paling dominan dalam memediasi hubungan antara faktor individu dan organisasi terhadap kesiapan perubahan. Kesiapan perawat merupakan konstruksi multidimensional yang membutuhkan pendekatan sistemik berbasis individu, organisasi, dan kepemimpinan untuk memastikan keberhasilan transformasi manajemen keperawatan.
The Effect of Intra-Arterial Heparin on Neurogenesis in Neurogenic Areas of the Adult Rat Brain: A Narrative Literature Review Based on Ki-67 and Doublecortin Expression Saleh, Mohammad Fauzy; Anggraini, Dwi Rita; Siahaan, Andre Marolop Pangihutan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57976

Abstract

Abstract Background: Adult neurogenesis—the continuous generation of new neurons in the subgranular zone (SGZ) of the hippocampal dentate gyrus and the subventricular zone (SVZ)—represents a fundamental process of neural plasticity with implications for cognition, memory, and recovery from neurological injury. Heparin, a widely employed anticoagulant, has emerged as a pharmacological agent with pleiotropic effects on the central nervous system, including modulation of growth factor signaling pathways critical to neurogenesis. Objective: This narrative literature review aims to critically synthesize current evidence on the effects of intra-arterial heparin administration on adult neurogenesis, with particular focus on Ki-67 (cellular proliferation) and Doublecortin (DCX; immature neuron migration) as immunohistochemical biomarkers. Methods: A comprehensive search of Scopus, PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases was conducted using predefined search strings. Studies published between 2015 and 2025 were prioritized, supplemented by seminal foundational works. Fifteen primary articles met inclusion criteria. Results: Converging evidence indicates that heparin exerts neuroproliferative and neuroprotective effects through its interactions with fibroblast growth factor-2 (FGF-2), brain-derived neurotrophic factor (BDNF), and the Wnt/β-catenin and NF-κB signaling pathways. Intra-arterial administration potentiates these effects by restoring microvascular perfusion, thereby facilitating the survival of Ki-67+ progenitor cells and the maturation of DCX+ neuroblasts in neurogenic niches. Conclusion: Intra-arterial heparin demonstrates significant potential as a pro-neurogenic intervention in adult rodent models, supporting its translational investigation in clinical neuropathological conditions. Standardized biomarker protocols combining Ki-67 and DCX immunolabeling are recommended for future preclinical studies. Keywords: adult neurogenesis; heparin; Ki-67; Doublecortin (DCX); neural progenitor cells; subgranular zone; subventricular zone
Factors Associated With The Incidence of Hypertension Among Informal Sector Workers in The Working Area of Darussalam Public Health Center, 2025 Zendrato, Jelita Marfentin Sari; Ginting, Yolanda E. Br.; Siregar, Santy Deasy; Hartono, Hartono; Simanjuntak, Riky Suherman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58008

Abstract

Abstract Hypertension is one of the non-communicable diseases that has become a major public health problem because it increases the risk of cardiovascular diseases and premature death. Informal sector workers have diverse job characteristics with varying levels of activity and working conditions that may increase the risk of hypertension. This study aimed to analyze the relationship between several risk factors and the incidence of hypertension among informal sector workers in the working area of Darussalam Public Health Center in 2025. This study used a quantitative research design with a cross-sectional approach. The population consisted of all informal sector workers in the working area of Darussalam Public Health Center, with a total sample of 60 respondents selected using the total sampling technique. Data were collected through questionnaires and blood pressure measurements. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test at a 95% confidence level (Ethical approval number: 048/SP/UNPRI.FI.9.E/SPPKI.1/VIII/2025). The results showed that there was no significant relationship between family history (p=0.113), age (p=0.362), gender (p=0.957), salt consumption (p=0.282), caffeine consumption (p=0.297), physical activity (p=0.241), obesity (p=0.258), work stress (p=0.251), type of occupation (p=0.405), working duration (p=0.492), and income (p=0.100) with the incidence of hypertension. However, there was a significant relationship between length of employment and the incidence of hypertension (p=0.048). In conclusion, length of employment is a factor associated with the incidence of hypertension among informal sector workers. Therefore, preventive efforts are needed through proper work time management, increasing workers’ awareness to routinely check blood pressure, and adopting healthy lifestyle behaviors to reduce the risk of hypertension. Keywords: hypertension, informal sector workers, risk factors, length of employment
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap dalam Menjalani Terapi Diabetes Melitus Pada Penderita Diabetes Melitus di Ruang Sedap Malam RSUD Gambiran Kota Kediri Firdaus, Rickiy Akbaril Okta; Indrawati, Ucik; Hidayah, Agus Nurul; Muslim, Agus; Arham, Afif Hidayatul
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58184

Abstract

In the hospital room Tuberose Gambiran average knowledge of patients hospitalized with less so that the influence attitude formation process. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of the attitudes of patients with diabetes mellitus in the therapy of diabetes mellitus. This study is correlational cross-sectional research design and sampling techniques Acidental. The population in this study were patients with diabetes mellitus who were in the hospital tuberose Gambiran Kediri and obtained a sample of 15 people. This study used statistical test chi - square with significance level α = 0.05. Retrieval of data using questionnaires. The independent variable in this study is the level of knowledge, while the dependent variable is the attitude in the therapy of diabetes mellitus. Based on the results of research to the level of knowledge acquired 11 respondents (73.3%) had less knowledge, 3 respondents (20%) had sufficient knowledge and one respondent (6.7%) had good knowledge. For attitudes in therapy of diabetes mellitus obtained 12 respondents (80%) had a negative attitude and a third of respondents (20%) had a positive attitude. After statistical test chi - Square with values ​​obtained α = 0.05 p = 0.001 H0 rejected indicating that there is a level of knowledge with attitude in therapy of diabetes mellitus in patients with diabetes mellitus in public hospitals tuberose Gambiran Kediri. Based on this study it is expected that people with diabetes to seek information about the disease so that he could know about the disease diabetes mellitus so that he could be positive in therapy. Keywords: Knowledge, Attitude, Diabetes Mellitus

Page 1 of 2 | Total Record : 12