cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Pengaruh Metode Peer Education terhadap Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Dengan Pendekatan Health Promotion Model (HPM) Di SMPN 2 Bungku Tengah Kabupaten Morowali Yusriani, Yusriani; Sundari, Sundari; Aulia, Mega
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47596

Abstract

The tropical geographical conditions of Morowali with a long rainy season greatly support the breeding of Aedes aegypti mosquitoes, a factor causing dengue fever (DHF). Therefore, Morowali requires a more integrated approach and involves the community directly in prevention efforts, especially with more innovative methods that can reach various groups such as the peer education method. The purpose of this study was to determine the effect of the peer education method with the Health Promotion Model (HPM) approach on changes in knowledge and behavior in preventing Dengue Fever (DHF) before and after. This study used a quantitative research type with a quasi-experiment two-group method. The population was 120 students with a sample size of 60 people. Samples were taken randomly using the random sampling method. Data collection used a closed questionnaire. The data analysis technique used the Wilcoxon test. The results of the study showed a mean rank value of 90.37, meaning that peer education has a large influence on behavioral changes, while knowledge has a mean rank value of 86.73 on preventing Dengue Fever (DHF). The significance value of 0.000 <0.05 indicates that Ha is accepted and Ho is rejected so that there is a significant influence between the peer education method and the Health Promotion Model (HPM) approach on changes in behavior in preventing Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). This study shows that health education involving students as agents of change is effective in improving student behavior in preventing DHF.
Perbedaan Pengaruh Metode Simulasi Game dengan Metode Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Putri di SMPN 1 Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir Hariyani, Nani; Yanti, Rifa; Rahmita, Hirza; Fitria, Nurhidaya
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47641

Abstract

In Indonesia, reproductive health education is still considered taboo, so many teenagers do not know the dangers of engaging in risky sexual behavior and its impacts. The results of interview in 10 female teenagers at SMPN 1 is 7 of whom stated the importance of conducting counseling on health education because learning in schools about reproductive health is still lacking. Objective: to determine the difference in the effect of game simulation method with audio visual method on inluence reproductive health knowledge of female adolescents at SMPN 1 Pelangiran District, Indragiri Hilir Regency. Method: the research design is true experimental pre test-post test control group design. The population of this study was all female adolescents at SMPN 1 Pelangiran District as many as 140 respondents and the sample used was 28 people. The sample was divided into 2 groups, namely 14 people using the game simulation method and 14 people using the audio visual method with sample selection using the simple random sampling technique. The results of Wilcoxon test, the average pre-post value in the game simulation method group (8.36 : 9.50) with a p value of 0.02 <0.05 and the audio-visual method group is (8.50: 8.93) with a p value of 0.03 <0.05. The results of the Mann Whitney test obtained a p value of 0.04 <0.05 indicating that there is a significant difference in influence reproductive health knowledge between health promotion using game simulation and audio visual.
Uji Efek Nefroprotektif Ekstrak Etanol Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) pada Tikus Jantan yang Diinduksi Gentamisin. Waruwu, Tuti Putri; Lubis, Asyrun Alkhairi; Yunus, Muhammad
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47642

Abstract

Upaya nefroprotektif bertujuan untuk menjaga kesehatan ginjal dari risiko kerusakan.Tujuan dari studi ini adalah agar memahami pengaruh efek protektif terhadap ginjal serta menentukan dosis dalam jumlah yang tepat dari ekstrak etanol daun sirih hijau yang berfungsi sebagai agen pelindung ginjal.Studi melibatkan 25 ekor tikus jantan yang terbagi kedalam lima kelompok perlakuan berbeda,dimana kelompok kontrol normal tidak diberi perlakuan,Kelompok kontrol negatif yang diinduksi dengan gentamisin,serta kelompok uji yang menerima perlakuan ekstrak etanol daun sirih hijau dengan dosis brturut turut dari 100 mg/KgBB,150 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB.Ekstrak diberikan melalui oral sekali sehari masa 8 hari,kemudian setiap hewan uji diberikan injeksi intraperitoneal gentamisin dengan dosis 80 mg/KgBB sejam setelah pemberian ekstrak,kecuali pada kelompok normal. Hasil pemeriksaan kreatinin hari 1 dan 9 mengindikasikan bahwa ekstrak etanol daun sirih hijau berpotensi sebagai agen nefroprotektif
Analisis Kepatuhan Tim SAR terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri saat Operasi Banjir melalui Pendekatan Model PRECEDE Rodiyah, Munifatu; Kurnia, Sri Indra
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47646

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan komponen esensial dalam keselamatan kerja, terutama bagi Tim Search and Rescue (SAR) yang menghadapi risiko tinggi saat operasi evakuasi banjir. Namun, kepatuhan terhadap penggunaan APD masih bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan penggunaan APD serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya pada Tim SAR Kabupaten Sukoharjo dengan menggunakan pendekatan teori PRECEDE dari Lawrence Green. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Sepuluh informan dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, dokumentasi media visual, dan telaah dokumen organisasi. Analisis dilakukan secara tematik dengan pengelompokan berdasarkan tiga kategori teori PRECEDE: predisposing, enabling, dan reinforcing factors. Validitas data dijaga melalui triangulasi cara. Hasil menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan APD berada pada tingkat tinggi. Faktor predisposing seperti pengetahuan teknis dan sikap positif terhadap keselamatan mendasari perilaku patuh. Faktor enabling berupa ketersediaan dan distribusi APD umumnya mencukupi meskipun belum sepenuhnya adaptif terhadap dinamika kebutuhan. Faktor reinforcing seperti pengawasan sejawat dan sanksi sosial efektif mendorong kepatuhan tanpa regulasi formal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif dan budaya keselamatan kolektif dalam penerapan sistem K3 berbasis komunitas relawan, serta memperluas penerapan teori PRECEDE dalam konteks kerja tanggap darurat.
Pengaruh Kompetensi Terhadap Kepatuhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Laboratorium Tata Boga Kurniawati, Manda Yunita; Lastariwati, Badraningsih; Nawanksari, Septiari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi K3 (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) terhadap kepatuhan keselamatan kerja di Laboratorium Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta. Menggunakan metode kuantitatif eksplanatif dengan pendekatan ex post facto, penelitian ini melibatkan 50 responden mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga semester 3 yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Likert 4 skala (Sangat Setuju hingga Sangat Tidak Setuju) dan dianalisis dengan SEM (Structural Equation Modeling). Hasil menunjukkan Kompetensi K3 berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan K3 (β=0,955; p=0,000), dengan indikator pengetahuan (Q1: loading 0,917) dan keterampilan (Q2: loading 0,925) sebagai prediktor terkuat.. Sikap (Q3) memiliki validitas rendah (loading 0,112), mengindikasikan perlunya pendekatan pembinaan lebih intensif. Rekomendasi penelitian mencakup pelatihan simulasi risiko untuk meningkatkan keterampilan praktis, revitalisasi kurikulum K3 dengan integrasi studi kasus laboratorium, serta penguatan pengawasan melalui peran dosen dan teknisi serta pengadaan audit rutin. Kata Kunci: Tata Boga, K3, Laboratorium.
Hubungan Literasi Kesehatan Lingkungan Dengan Kemampuan Problem Solving Mahasiswa Dalam Isu Lingkungan Hamidi, M. Nizar Syarif; Z.R, Zurrahmi; Febria, Dessyka; Suryani, Suryani; Lestari, Rizki Rahmawati; Fitri, Rahmi Pramulia
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47673

Abstract

Tantangan lingkungan yang semakin kompleks di Provinsi Riau menuntut generasi muda memiliki literasi kesehatan lingkungan (Environmental Health Literacy/EHL) dan kemampuan problem solving yang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi kesehatan lingkungan dengan kemampuan problem solving mahasiswa dalam menghadapi isu lingkungan di Provinsi Riau. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 412 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Riau yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner EHL yang diadaptasi dari Febria et al (2024) dan instrumen problem solving yang dikembangkan berdasarkan tahapan pemecahan masalah. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, uji beda (t-test dan ANOVA), dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian rata-rata skor EHL mahasiswa adalah 78,45 ± 12,68 dengan 47,3% berada pada kategori tinggi. Kemampuan problem solving memiliki rata-rata 76,32 ± 11,94. Terdapat hubungan positif signifikan antara EHL dengan kemampuan problem solving (r = 0,487; p < 0,001). EHL berkontribusi 23,7% terhadap varians kemampuan problem solving (R² = 0,237). Mahasiswa bidang kesehatan, semester akhir, dan perempuan menunjukkan EHL yang lebih tinggi secara signifikan. Kesimpulan: Literasi kesehatan lingkungan berkorelasi positif dengan kemampuan problem solving mahasiswa dalam isu lingkungan. Pengembangan program pendidikan yang mengintegrasikan EHL dengan keterampilan pemecahan masalah diperlukan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan lingkungan di Provinsi Riau
Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Post Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Mitra Sejati Medan Tahun 2025 Siagian, Rianita; Sinaga, Mariana; Pinem, Jeanika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47677

Abstract

Abstract Relaxation techniques can be done in various ways, one of which is with aromatherapy. Aromatherapy has a calming effect to reduce anxiety and tension. The use of aromatherapy can be inhaled, drunk, compressed, massaged, and mixed with water and then used for bathing. When essential oils are inhaled, the aroma is detected by olfactory receptor cells in the nostrils, the stimulation takes place. along the olfactory nerve (cranial nerve I) to the olfactory bubble and then to the brain where stimulation is thought to play a role in emotion, memory, and various bodily functions including heart rate, blood pressure, respiration, and the immune system. This type of research uses a pre-experimental design using a one group pretest-posttest design. This study was used to see the effect of lavender aromatherapy in reducing anxiety levels in post sectio caesaria before and after intervention. The sampling technique in this research is total sampling. The T-Test statistical test was used to determine the effect of anxiety intensity before and after being given lavender aramotherapy. After conducting research on 20 respondents, the results of the research and discussion regarding the effect of lavender aromatherapy on the anxiety level of post sc mothers at Mitra SejatiHospital. The T-Test test obtained P-Value = 0.009 which means that there is an effect of lavender aromatherapy on the anxiety level of postoperative section caesarea mothers. The positive impact of aromatherapy on reducing anxiety is because lavender aromatherapy is given directly. However, giving lavender does not always have an impact on changes in reducing anxiety levels. Keywords : Lavender Aromatherapy, Mrs. Pst SC Abstrak Teknik relaksasi bisa dilakukan dengan berbagai cara,salah satunya adalah dengan aromaterapi. Aromaterapi memiliki efek menenangakan untuk mengurangi kecemasan dan ketegangan.penggunaan aramoterapi bisa dengan cara di hirup,diminum,kompres,pijat,dan dicampur dengan air kemudian digunkan untuk mandi.ketika minyak esensial dihirup aroma dideteksi oleh sel reseptor olfaktorius di lubang hidung,stimulasi tersebut berjalan disepanjang saraf olfaktorius (saraf kranial I) kebubus olfaktorius dan kemudian menuju ke otak tempat stimulasi tersebut dianggap berperan pada emosi,ingatan,dan berbagai fungsi tubuh termasuk frekuensi jantung,tekanan darah,pernafasan,dan system imun. Jenis penelitian ini menggunakan pre eksperiment dengan menggunakan rancangan one group pretest-postest design. Penelitian ini digunakan untuk melihat pengaruh aromaterapi lavender dalam mengurangi tingkat kecemasan pada post sectio caesaria sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian adalah dengan total sampling. Uji statistic T-Test digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh intesitas kecemasan sebelum dan sesudah diberikan aramoterapi lavender. Setelah dilakukan penelitian terhadap 20 responden hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan ibu post sc di rsu sinar husni. Uji T-Test didapatkan nila P-Value =0,009 yang memiliki arti bahwa terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan ibu post operasi section caesarea . dampak positive aromaterapi terhadap penurunan kecemasan ini disebabkan karena aromaterapi lavender diberikan secara langsung. Namun demikian tidak selamanya pemberian lavender berdampak pada perubahan penurunan tingkat kecemasan. Kata Kunci : Aromaterapi Lavender,Ibu Pst SC
Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Lanjut Usia di Puskesmas Kabanjahe Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo Siahaan, Ade Aulia; Purwanti, Linda
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Lanjut Usia di Puskesmas Kabanjahe Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Semua data yang telah disajikan sesuai dengan data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian sesuai dengan indikator yaitu ketepatan waktu pelayanan, kesopanan dan keramahan saat memberikan pelayanan, kemudahan dalam mendapatkan pelayanan, dan kenyamanan konsumen. Namun yang terjadi di Puskesmas Kabanjahe sampai saat ini kualitas pelayanan berjalan dengan baik, hal ini ditandai dengan sudah memenuhi sarana dan prasarana yang diberikan sehingga sesuai dengan jumlah kunjungan, selain itu masih terdapat sarana dan prasarana yang sangat terawat sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat/pasien lanjut usia di Puskesmas Kabanjahe, masih terdapat petugas pelayanan yang memberikan pelayanan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Jumlah tenaga medis di Puskesmas Kabanjahe dalam hal ini Dokter, Bidan, dan Perawat sudah cukup dan seimbang. Sudah memenuhi SOP pegawai atau tenaga medis yang tepat waktu dalam memberikan pelayanan kesehatan, ramah dalam memberikan pelayanan dan memberikan rasa nyaman dalam memberikan pelayanan. Pelayanan kesehatan masyarakat lanjut usia harus lebih ditingkatkan lagi agar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat Lanjut Usia di Puskesmas Kabanjahe semakin efektif.
Efektivitas Relaksasi Autogenik Terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Murni Teguh Medan Cahaya Artha Anastasia Gultom; Nasution, Siti Zahara; Bukit, Evi Karota
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47689

Abstract

ABSTRAK Kecemasan merupakan respons psikologis yang umum dialami oleh pasien kanker payudara selama menjalani kemoterapi, yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan keberhasilan terapi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan adalah relaksasi autogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas relaksasi autogenik terhadap tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Murni Teguh Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Jumlah sampel sebanyak 64 responden yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing terdiri dari 32 orang. Intervensi relaksasi autogenik diberikan selama 15–20 menit selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran kecemasan dilakukan dengan menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa relaksasi autogenik efektif digunakan sebagai intervensi keperawatan mandiri dalam mengurangi kecemasan pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Kata Kunci: relaksasi autogenik, kecemasan, kanker payudara, kemoterapi ABSTRACT Anxiety is a common psychological response experienced by breast cancer patients undergoing chemotherapy, often affecting their quality of life and treatment adherence. One non-pharmacological intervention that can reduce anxiety is autogenic relaxation. This study aimed to evaluate the effectiveness of autogenic relaxation on the anxiety levels of breast cancer patients undergoing chemotherapy at Murni Teguh Hospital Medan. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach was used. A total of 64 respondents were selected using purposive sampling and divided equally into intervention and control groups. The autogenic relaxation intervention was administered for 15–20 minutes over three consecutive days. Anxiety levels were measured using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). The results showed a significant decrease in anxiety levels in the intervention group compared to the control group. These findings suggest that autogenic relaxation is effective as an independent nursing intervention to reduce anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Keywords: autogenic relaxation, anxiety, breast cancer, chemotherapy
The Impact Of Lullaby Music Therapy On Physiological Stability In Low Birth Weight Infants Liana, Yunita; Ersita, Ersita; Nurbaiti, Meta; Romliyadi, Romliyadi; Kardewi, Kardewi; Putri, Oktia
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47703

Abstract

Physiological instability, which encompasses fluctuations in body temperature, heart rate, respiration rate, and oxygen saturation, is a substantial concern for low birth weight infants (LBWI). Lullaby music therapy is a non-pharmacological treatment that assists in the stabilization of the physiological condition of neonates with extremely low birth weight. This study aimed to investigate the physiological status of low-birth-weight neonates in response to lullaby music therapy. This study was designed as a quasi-experimental pretest-posttest study that involved 20 low-birth-weight infants. A lullaby music treatment was administered for 45 minutes on each of the three consecutive days, with a frequency of 60-70 dB. The intervention was implemented through a speaker that was situated in close proximity to the infant's feet within the incubator. Before and during the treatment, the physiological parameters assessed were body temperature, heart rate, respiration rate, and oxygen saturation. The Wilcoxon signed-rank test was employed to analyze the data. Significant discrepancies were observed between pre- and post-therapy measurements for all parameters, including body temperature (Z = -2.591; p = 0.010), heart rate (Z = -2.765; p = 0.006), respiratory rate (Z = -3.930; p < 0.001), and oxygen saturation (Z = -3.934; p < 0.001). In hospital environments, lullaby music treatment has the potential to serve as an effective supportive intervention in stabilizing the physiological state of neonates with Low Birth Weight (LBWI) and significantly enhances their physiological condition.