cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Penerapan Terapi Bermain Puzzle Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Dengan Hospitalisasi Florenza, Ayuni Putri; Irdawati, Irdawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48698

Abstract

Latar Belakang:Kecemasan pada anak yang menjalani hospitalisasi merupakan masalah yang serius, yang dapat memicu gangguan fisiologis dan psikologis. Untuk itu, diperlukan intervensi yang komprehensif dan menyenangkan bagi anak. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah terapi bermain puzzle. Terapi ini terbukti tidak hanya membantu mengalihkan perhatian anak dari prosedur medis, tetapi juga memberikan stimulasi positif terhadap perkembangan kognitif dan emosionalnya.Tujuan:Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi bermain puzzle dalam menurunkan tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi.Metode:Karya Tulis Ilmiah  ini dilakukan dengan memberikan terapi bermain puzzle kepada sepuluh anak usia prasekolah yang dirawat di rumah sakit. Tingkat kecemasan anak diamati dan dibandingkan sebelum dan sesudah pemberian terapi untuk melihat adanya perubahan yang signifikan.Hasil:Setelah diberikan terapi bermain puzzle, tampak penurunan tingkat kecemasan pada seluruh anak. Sebelumnya, mayoritas anak menunjukkan gejala kecemasan sedang hingga berat, seperti gelisah, mudah menangis, dan menolak tindakan medis. Setelah intervensi, kondisi emosional anak menjadi lebih stabil, mereka tampak lebih tenang, lebih kooperatif, dan mulai menunjukkan respons yang positif terhadap lingkungan sekitarnya.Kesimpulan:Terapi bermain puzzle terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani perawatan di rumah sakit. Serta mendukung perkembangan kognitif, motorik, dan sosial anak.
Pendidikan Kesehatan Menggunakan Leaflet Terhadap Perawatan Luka Untuk Mencegah Infeksi Pada Pasien Diabetes Mellitus Maha, Hesti Pramudya Wardani; Syukria, Syukria; Nababan, Lenni Krisdayanti; Anggeria, Elis; Barus, Ezra Inawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48705

Abstract

Infeksi pada area luka merupakan salah satu komplikasi yang paling umum dan serius pada pasien dengan diabetes melitus. Kondisi hiperglikemia pada pasien DM dapat menghambat proses penyembuhan luka serta meningkatkan risiko infeksi, sehingga diperlukan penanganan yang tepat. Edukasi yang baik dan perawatan luka yang benar menjadi kunci penting dalam mencegah terjadinya komplikasi lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet dalam meningkatkan kemampuan perawatan luka pada pasien diabetes melitus sebagai upaya pencegahan infeksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Pelaksanaan studi dilakukan di RSU Mitra Medika Amplas selama dua minggu pada bulan Mei 2025. Sampel terdiri dari pasien rawat inap yang telah terdiagnosis Diabetes Melitus Tipe 2, yang dipilih berdasarkan pencatatan di ruang perawatan sebanyak 50 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner digunakan untuk menilai tingkat pengetahuan dan praktik perawatan luka sebelum dan sesudah intervensi edukatif. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan perawatan luka setelah diberikan edukasi melalui leaflet. Temuan ini menegaskan bahwa media edukatif sederhana seperti leaflet dapat menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien serta mendorong praktik perawatan luka yang lebih baik. Dengan demikian, pendidikan kesehatan menggunakan leaflet dapat dijadikan strategi edukatif yang praktis dan berdampak positif dalam mendukung kualitas pelayanan keperawatan, khususnya dalam pencegahan infeksi pada pasien diabetes melitus.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di RW 02 Kelurahan Kramat Pela Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan Tahun 2025 Harmani, Nanny; Ibadurrahmi, Hasna
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48740

Abstract

Buang Air Besar Sembarangan (BABS) merupakan salah satu masalah sanitasi yang masih menjadi tantangan di banyak negara berkembang. Indonesia menargetkan eliminasi Buang Air Besar Sembarangan (BABS) pada 2025, namun 86% keluarga di RW 02 Kramat Pela masih BABS, menunjukkan rendahnya kesadaran sanitasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan hasil bervariasi terkait hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku BABS, terutama di lingkungan perkotaan padat penduduk. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku BABS di RW 02 Kelurahan Kramat Pela, Jakarta Selatan pada tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan disain cross sectional serta dilakukan pada Februari-Maret 2025 di RW 02. Populasi penelitian 279 KK dengan menggunakan metode purposive sampling. Kriteria inklusi responden berdomisili, usia produktif/lansia, dan bersedia berpartisipasi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa Sebagian besar responden adalah perempuan (87,6%), berusia 40-50 tahun (37,1%), ibu rumah tangga (77,5%), pendidikan SMA (44,9%), penghasilan < Rp1.000.000/bulan (53,9%), dan 4-5 anggota keluarga (53,9%). Tingkat pengetahuan 62% berpengetahuan tinggi dan 55% bersikap baik. Meskipun 100% melaporkan tidak BABS sebulan terakhir, 53% perilaku diklasifikasikan tidak baik karena rendahnya kepemilikan tangki septik (52,8% tidak punya) dan jamban (47,2% tidak punya), serta tingginya penggunaan jamban bersama (56,2%). Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,283) maupun sikap (p=1,000) dengan perilaku BABS. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap yang baik belum menjamin perilaku BABS yang baik di RW 02. Keterbatasan infrastruktur, faktor ekonomi, serta norma sosial dan kebiasaan lama dapat lebih berperan dalam menentukan praktik sanitasi masyarakat.
Peran Komunikasi dan Struktur Birokrasi dalam Implementasi Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar Nirwan, St. Fauziyyah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48758

Abstract

Abstrak Latar belakang : pentingnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia yang mencakup aspek fisik, mental, dan sosial. Hal ini didukung oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bagian dari pencapaian Universal Health Coverage (UHC). Salah satu upaya pemerintah adalah melalui Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2024 tentang Pelayanan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Kebijakan ini menuntut kesiapan rumah sakit dalam berbagai aspek untuk menunjang pelaksanaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesiapan Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, rumah sakit tipe B, dalam mengimplementasikan kebijakan KRIS berdasarkan empat indikator keberhasilan: komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. MetodePenelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal dan eksternal berjalan efektif, sumber daya manusia cukup memadai, dan pelaksana menunjukkan sikap antusias. Namun, fasilitas fisik masih perlu penyesuaian sesuai standar KRIS. Struktur birokrasi rumah sakit juga dinilai cukup fleksibel dalam mendukung koordinasi dan pengambilan keputusan. Kesimpulan: RS Ibnu Sina Makassar secara umum telah siap dalam mengimplementasikan kebijakan KRIS, meskipun beberapa aspek teknis masih memerlukan perbaikan. Kata Kunci: Kebijakan, KRIS, Peraturan Presiden Abstract Background: Improving the quality of healthcare services in Indonesia—which encompasses physical, mental, and social aspects—is a national priority. This initiative is supported by the National Health Insurance (Jaminan Kesehatan Nasional/JKN) as part of the country's efforts to achieve Universal Health Coverage (UHC). One such governmental measure is Presidential Regulation No. 59 of 2024 concerning the Standard Inpatient Care Class (Kelas Rawat Inap Standar/KRIS). The implementation of this policy requires hospitals to be adequately prepared across several key dimensions. Objective: This study aims to assess the readiness of Ibnu Sina Hospital Makassar, a type B hospital, in implementing the KRIS policy using four key indicators: communication, resources, implementer disposition, and bureaucratic structure. Methods: A qualitative descriptive method was used, with data collected through observations, interviews, and a review of internal hospital documents. Results: The findings indicate that internal and external communication were effective, human resources were sufficient, and the staff demonstrated a positive and enthusiastic attitude. However, adjustments are still needed for physical facilities to fully comply with KRIS standards. The hospital's bureaucratic structure was found to be flexible and responsive to coordination and decision-making needs. Conclusion: Overall, Ibnu Sina Hospital Makassar is generally well-prepared to implement the KRIS policy, although certain technical aspects still require improvement. Keywords: Policy, Standard Inpatient Class (KRIS), Presidential Regulation.
Penurunan Nyeri Menggunakan Terapi Relaksasi Genggam Jari Pada Pasien Pasca Operasi Sectio Caesarea Suryanah, Agustina; Frengki, Adi; Sinaga, Yakobus; Basry, Stevani; Indriani, Ria; Sinaga5, Yakobus Lau De Yung
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48783

Abstract

Teknik relaksasi genggaman jari salah satu pengobatan non farmakologis yang dapat dilakukan untuk mengendalikan nyeri. Teknik relaksasi yang aman dan mudah untuk dipraktekkan salah satunya adalah teknik relaksasi genggam jari (finger hold). Nyeri pasca operasi merupakan masalah yang dialami oleh pasien setelah menjalani operasi caesar. Jumlah persalinan dengan metode sectio caesarea pada perempuan usia 10-54 tahun di Indonesia mencapai 17,6% dari keseluruhan jumlah persalinan. Berdasarkan study di RSUD Kota Bandung, didapatkan data angka kejadian Sectio Caesarea pada bulan September 2022 sebanyak 64 pasien, pada bulan Oktober 2022 sebanyak 59 pasien, dan pada bulan November 2022 sebanyak 38 pasien. Pre eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design dimana observasi dilakukan 2 kali yaitu sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan dilakukan (posttest). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 38 pasien. Data diolah dengan analisis unvariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test dan uji normalitas shapirow wilk. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri pada pasien sc pre test intervensi dengan nilai P-value = 0,061 > 0,05 dan post intervensi dengan nilai P-value = 0,179 > 0,05.
Pengaruh Terapi Slow Stroke Back Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Rahmawati, Annisa Risma; Muhlisin, Abi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48818

Abstract

Prevalensi hipertensi pada lansia di Indonesia masih sangat tinggi dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang dapat menurunkan kualitas hidup. Intervensi non-farmakologis seperti slow stroke back massage telah berkembang sebagai pendekatan pelengkap untuk menurunkan tekanan darah. Studi ini merupakan literature review yang bertujuan mengetahui pengaruh terapi slow stroke back massage terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Pencarian literatur dilakukan pada berbagai database menggunakan kata kunci relevan “slow stroke back massage”, “hipertensi”, “lansia”, dan “tekanan darah”. Analisis terhadap sepuluh jurnal yang memenuhi kriteria menunjukkan bahwa slow stroke back massage secara konsisten menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan pada kelompok lansia hipertensi. Selain penurunan tekanan darah, sejumlah penelitian juga melaporkan penurunan kecemasan dan nyeri, serta meningkatkan kenyamanan subyektif dan kualitas tidur. slow stroke back massage dikenal aman, mudah diaplikasikan, tidak membutuhkan alat mahal, dan memiliki risiko efek samping yang sangat minimal. Dengan demikian, slow stroke back massage dapat direkomendasikan sebagai terapi non-farmakologis yang efektif dan praktis untuk membantu penatalaksanaan hipertensi pada lansia, baik di fasilitas kesehatan maupun lingkungan komunitas. slow stroke back massage juga berpotensi meningkatkan kualitas hidup lansia dengan cara yang praktis dan mudah diterapkan dalam praktik keperawatan
Pengaruh Intervensi Supportive Educative Berbasis Keluarga Terhadap Perubahan Status Gizi dan Kualitas Hidup Pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalifah Yuni, Irma; Nasution, Siti Zahara; Tanjung, Riswani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48888

Abstract

Penyakit tuberkulosis paru (TB paru) berdampak serius terhadap kualitas hidup dan status gizi penderitanya. Pendekatan edukatif berbasis keluarga dinilai efektif dalam mendukung proses pemulihan pasien TB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi supportive educative berbasis keluarga terhadap perubahan status gizi dan kualitas hidup pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalifah. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design, melibatkan 62 responden yang dibagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup dan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk menilai status gizi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai kualitas hidup (p = 0,000) dan IMT (p = 0,002) setelah dilakukan intervensi pada kelompok intervensi. Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Hasil ini membuktikan bahwa intervensi supportive educative berbasis keluarga efektif dalam meningkatkan status gizi dan kualitas hidup pasien TB paru. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara luas di pelayanan kesehatan primer guna mendukung program eliminasi tuberkulosis nasional.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Perempuan Suka Perempuan Pada Narapidana Perempuan di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIb Cilacap Oktavia, Rivani Nur; Susilo, Rakhmat
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48902

Abstract

One form of deviant sexual behavior found among female inmates in correctional institutions is same-sex attraction or lesbian behavior. Contributing factors include family background, lack of religious observance, and peer environment, which have been shown to influence the emergence of same-sex attraction among women. The aim of this study is to analyze the factors influencing same-sex attraction behavior among female inmates at Class IIB Correctional Institution in Cilacap. This study employed a descriptive qualitative method. Data analysis used content analysis. The data collection technique used was non-probability sampling with a snowball sampling approach. Based on interviews, observations, and Focus Group Discussions (FGD) with seven informants, three factors were identified that influence same-sex attraction behavior among female inmates at the Class IIB Correctional Institution in Cilacap: psychological comfort, lack of interaction with the opposite sex, and unpleasant past experiences with men. This study has identified three new factors related to same-sex attraction behavior among female inmates at the Class IIB Correctional Institution in Cilacap.
Pengaruh Expressive Writing Therapy Terhadap Stres Pada Remaja Korban Bullying di SMP Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Arisandi, Monalia; Putri, Dewi Eka; Fernandes, Feri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48941

Abstract

Bullying behavior often occurs among adolescents. One of the psychological effects of bullying on victims is stress. One way to address this problem is through expressive writing therapy. The purpose of this study was to examine the effect of expressive writing therapy on stress in adolescent victims of bullying. The research design used was quasi-experimental with a pretest-posttest with control group design. The sample consisted of 38 participants in the intervention group and 38 in the control group, selected using purposive sampling. The instrument used was the Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS 21) for stress-related questions. The study was conducted at a junior high school in Kecamatan Koto Tangah , Kota Padang, in 2025. The results showed that in the intervention group, the average stress score decreased from 10.71 to 6.21, with a difference of 4.50 and a p-value of 0.000, indicating a significant difference in average stress levels between the intervention group before and after receiving expressive writing therapy. There was a significant effect of expressive writing therapy on stress in the intervention group, as evidenced by a p-value of 0.000. It is hoped that expressive writing therapy can be applied to adolescents who are victims of bullying and have stress issues.
Analysis of the Relationship Between Environmental Health Factors and Stunting Incidence in Indonesia Ismardiani, Yossi; Ichwansyah, Fahmi; Ahmad, Aripin; Abdullah, Asnawi; Zakaria, Radhiah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48960

Abstract

Indonesia ranks fifth globally in stunting prevalence, with approximately 30.8% or 23 million children affected. Stunting can impair physical growth, brain development, metabolism, and intelligence, thereby reducing the quality of Indonesia’s human resources. One of the key contributing factors is poor nutrition, which is closely linked to inadequate access to safe drinking water and poor sanitation. This study aimed to analyze the relationship between environmental health factors and stunting in Indonesia using secondary data from the Indonesian Health Profile (2015–2020), covering all 34 provinces. The research applied a descriptive-analytic approach with a cross-sectional design and quantitative analysis using linear regression. The analysis included three models: (1) unadjusted, (2) adjusted for year and province, and (3) adjusted for year, province, poverty, and HDI. The findings showed that the national stunting rate declined from 22.76% in 2015 to 12.70% in 2020, with East Nusa Tenggara (NTT) consistently reporting the highest rates. Bivariate analysis revealed that access to safe drinking water, proper sanitation, community-based sanitation (STBM), TPM compliance, poverty, adequate housing, and HDI were significantly associated with stunting (p < 0.05). After adjusting for confounders, the most influential variables were access to safe drinking water, TPM compliance, and adequate housing. Among these, access to safe drinking water explained the highest variation in stunting rates (21.08%). These results suggest that environmental health—particularly clean water access, food hygiene, and proper housing—plays a crucial role in addressing stunting. Therefore, strengthening basic infrastructure and promoting clean and healthy living behavior (PHBS) are essential for stunting prevention in Indonesia.Keywords: Stunting, Safe Drinking Water, Sanitation, Environmental Health, Linear Regression.