cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
The Effectiveness Of Iron Tablets, Date Juice, And Honey On Increasing Hemoglobin Levels In Anemic Adolescents At Mts Raudhatul Ulum Sakatiga In 2025 Mayunita, Abela; Riski, Riski
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48684

Abstract

To determine the effectiveness of administering a combination of Fe tablets, date juice, and honey in increasing hemoglobin levels in female adolescents with anemia at MTs Raudhatul Ulum Sakatiga in 2025. This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach without a control group. A sample of 14 anemic female adolescents was selected using a total sampling technique. The intervention was given in the form of a combination of Fe tablets, date juice (250 ml), and honey (15 ml) every day for 4 days. Hemoglobin levels were measured before and after the intervention using a digital Hb device. Data were analyzed using a paired t-test to determine significant changes in hemoglobin levels. The results showed an increase in hemoglobin levels in adolescent girls after intervention with a combination of Fe tablets, date juice, and honey. The average increase in hemoglobin levels was ≥ 1 g/dL with a significance value of p < 0.05, indicating that the intervention was effective. Most respondents experienced an increase from mild anemia to normal, and showed increased energy and enthusiasm for learning. The combination of iron tablets, date juice, and honey has been shown to be effective in increasing hemoglobin levels in adolescent girls with anemia. This intervention also improves compliance due to its preferred taste. Schools, community health centers, and families are recommended to consider this combination therapy as a more natural and acceptable alternative treatment for anemia among adolescents.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Resiliensi Pada Narapidana di Lapas Kelas II A Bangkinang Kabupaten Kampar Anjani, Chaterina; Alini, Alini; Z.R, Zurrahmi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.42298

Abstract

Narapidana di lembaga pemasyarakatan mengalami keterbatasan gerak karena semua aktivitas diawasi petugas.Kondisi ini menyebabkan kehilangan kebebasan, tekanan, dan kekhawatiran akan masa depan, yang dapat memicustres selama menjalani hukuman. Resiliensi menjadi faktor penting untuk membantu narapidana mengelola emosi,menghadapi stres, dan beradaptasi dengan keterbatasan. Namun, tingkat resiliensi yang rendah membutuhkandukungan sosial untuk memperkuat kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungansosial dengan resiliensi pada narapidana di Lapas Kelas IIA Bangkinang Kabupaten Kampar. Desain penelitianadalah cross-sectional, dilakukan pada 16 November 2024 dengan sampel 91 narapidana melalui teknik totalsampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Social Support Index (SSI) dan Connor-Davidson ResilienceScale (CD-RISC). Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasilpenelitian menunjukkan 53 responden (58,2%) memiliki dukungan sosial kurang baik, dan 50 responden (54,9%)memiliki resiliensi buruk. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan sosial dan resiliensi (P-value0,036). Penelitian ini diharapkan mendorong narapidana menghadapi masalah secara positif dan meningkatkankemampuan beradaptasi selama di lembaga pemasyarakatan.Kata kunci : Dukungan Sosial, Narapidana, Resiliensi
Hubungan Kontrol Diri Dengan Perilaku Phubbing Pada Remaja di SMAN 1 Kampar Fedri, Afriandi; Sudiarti, Putri Eka; Ningsih, Neneng Fitria
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.42633

Abstract

Perkembangan kemajuan teknologi dan informasi sekarang semakin berkembang pesat sala satunya smartphone. Dampak penggunaan smartphone yaitu berupa suatu fenomena baru yang dikenal dengan istilah phubbing. Dampak perilaku phubbing menimbulkan ketidaknyamanan disaat interaksi sosial berlangsung, dikarenakan individu mengutamakan menyibukkan diri dengan smartphone. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kontrol diri dengan perilaku phubbng pada remaja di SMAN 1 Kampar. Penelitian menggunakan desain cross cetional  dan dilakukan pada 19 – 30  November 2024 dengan jumlah sampel 92 siswa/i melalui Teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan  menggunakan kuesioner kontrol diri dan  perilaku phubbing. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil univariat menunjukkan 47 responden  (51,1%) memiliki kontrol tinggi dan 54 responden (58,7%) tidak mengalami perilaku phubbing. Uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara kontrol dengan perilaku phubbing (P Value 0,001). Penelitian ini diharapakan bagi Siswa/i SMAN 1 Kampar untuk menggunakan smartphone secara bijak, hanya untuk keperluan penting, dan menetapkan jadwal penggunaan yang seimbang dengan kegiatan belajar dan sekolah .
Hubungan Bullying Verbal Dengan Kepercayaan Diri Pada Remaja di SMAN 1 Kampar Rahmi, Dian Permata; Alini, Alini; Z.R, Zurrahmi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.42696

Abstract

Kasus bullying menimbulkan dampak negatif secara psikis pada pelaku dan korban. Masalah psikis yang dapat muncul pada pelaku yaitu rasa percaya diri yang tinggi dengan harga diri yang tinggi, sedangkan pada korban dapat menyebabkan kepercayaan diri rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Bullying Verbal dengan Kepercayaan Diri Pada Remaja di SMAN 1 Kampar. Penelitian menggunakan desain cross cetional dan dilakukan pada 19 – 30 November 2024 dengan jumlah sampel 92 siswa/i melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner bullying verbal dan kepercayaan diri. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil univariat menunjukkan 46 responden (50,0%) mengalami bullying verbal dan 55 responden (59,8%) memiliki kepercayaan diri tinggi. Uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara bullying verbal dan kepercayaan diri (P Value 0,000). Diharapkan siswa/i SMAN 1 Kampar fokus pada kelebihan, bakat, dan hal positif dalam diri, serta ingat bahwa pendapat orang lain tidak mendefinisikan siapa diri anda. Siswa/i juga disarankan berbagi pengalaman dengan guru, orang tua, atau teman terpercaya untuk mendapatkan dukungan yang dapat meningkatkan kepercayaan diri.
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Perkembangan Kognitif Pada Anak di UPT SDN 006 Langgini Arfah, Nadhirah; Safitri, Yenny; Erlinawati, Erlinawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.42721

Abstract

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2024, sekitar 24% anak sekolah dasar di Provinsi Riau mengalami gangguan dalam perkembangan kognitif mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget dengan perkembangan kognitif pada anak sekolah dasar di UPT SDN 006 Langgini. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 129 siswa kelas IV, V, dan VI di UPT SDN 006 Langgini, yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling dan simple random sampling. Alat ukur yang di gunakan adalah kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil univariat didapatkan sebanyak 71 siswa (55,0%) buruk menggunakan gadget, sebanyak 73 siswa (56,6%) mengalami perkembangan kognitif kurang baik. Hasil bivariat didapatkan ada hubungan signifikan antara penggunaan gadget dan perkembangan kognitif pada anak di UPT SDN 006 Langgini dengan p- value 0,000. Diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak sekolah dan bisa menambah pemahaman dan pengetahuan siswa tentang penggunaan gadget dan perkembangan kognitif pada anak sekolah dasar.Kata Kunci: Perkembangan Kognitif, Penggunaan Gadget
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Infeksi Menular Seksual Dengan Perilaku Seks Bebas Pada Remaja di SMK Negeri 1 Sragen Lestyani, Lestyani; Sudaryanto, Sudaryanto; Rosida, Siti Rofiatun; Kuntari, Lelly Dwi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47807

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi pada kelamin yang penyakit sudah dikenal sejak dahulu. Penularan IMS sering dihubungkan dengan perilaku seksual yang beresiko, misalnya perilaku seseorang yang berganti – ganti pasangan seks. Perilaku ini bisa dilakukan oleh beberapa kalangan orang, dari usia remaja sampai lanjut usia resiko terpapar dengan perilaku seks bebas. Dari segi psikologis remaja yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan ingin mencoba hal yang baru, maka dari itu banyak remaja yang melakukan perilaku seks bebas. Zaman digitalisasi saat ini juga menjadi mendorong remaja melakukan perilaku seks bebas, karena adegan dan kegiatan seks yang mudah diakses sewaktu – waktu. Remaja yang sudah terpapar dengan adegan seks dari internet, mendorong mereka untuk melakukan perilaku seks bebas dengan teman atau pacarnya. . Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang infeksi menular seksual dengan perilaku seks bebas pada remaja di SMKN 1 Sragen. Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasi dan model pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 94 siswa. Hasilnya bahwa mayoritas responden dengan tingkat pengetahuan cukup yaitu sebanyak 49 responden (52,1%), sedangkan perilaku seks bebas mayoritas responden memiliki perilaku tidak menyimpang sebanyak 82 responden (87,2%). Berdasarkan hasil uji statistik dengan ketentuan Pearson Chi-Square diperoleh p-value sebesar 0,000 dimana nilai signifikan α < 0,05, sehingga menunjukan p-value < 0,05. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang infeksi menular seksual dengan perilaku seks bebas di SMK Negeri 1 sragen. Kesimpulannya ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang infeksi menular seksual dengan perilaku seks bebas di SMK Negeri 1 Sragen.
Pengaruh Media Vidio Animasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Personal Hygiene Saat Menstruasi di Pondok Pesantren Mti Syekhmuhammad Djamil Jaho Kabupaten Tanah Datar H, Desri Nova; Ningsih, Neneng Fitria; Armi, Yeltra; Wirawati, Wirawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.49014

Abstract

Remaja wanita sering mengalami keluhan seperti rasa gatal setelah menstruasi, disebabkan oleh urangnya perhatian terhadap kebersihan pribadi, yang menimbulkan gatal dan keputihan. Hal ini dapat dipicu oleh pemahaman dan sikap yang kurang tepat terkait dengan kebersihan pribadi. Peningkatan wawasan ini dapat dicapai melalui pendidikan dengan menggunakan media interaktif, yaitu media video animasi. Pemilihan media video animasi didasarkan pada kemampuannya untuk Menyampaikan informasi dengan lebih efektif, karena menggabungkan elemen audio dan visual serta menarik perhatian para remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja wanita mengenai kebersihan pribadi selama menstruasi, khususnya di pondok pesantren MTI Syehk Muhammad Djamil Jaho, Kabupaten Tanah Datar, pada tahun 2024. Jenis penelitian ini mengadopsi desain quasi eksperimental dengan menggunakan rancangan pre-test dan post-test. Penelitian ini melibatkan total 31 remaja wanita dengan teknik pengambilan sampel total dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan metode analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat perubahan yang signifikan sebelum dan sesudah penayangan video animasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja wanita tentang kebersihan pribadi saat menstruasi, dengan nilai p-value sebesar 0.000 (p<0.005). Oleh karena itu, diharapkan semua pihak dapat memanfaatkan media video animasi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja wanita mengenai kebersihan pribadi saat menstruasi. Kata Kunci: Video animasi.Personal Higyenen saat menstruasi, pengetahuan, sikap
Technology Acceptance Model (TAM) sebagai Alat Ukur untuk Mengetahui Pengaruh Penerapan SIMRS Terhadap Efektivitas Pelayanan di RSUD Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo Yuniarti, Siti; Indriyani, Yeni; Setyawan, Agus
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.47065

Abstract

Technology Acceptance Model (TAM) merupakan model sistem informasi yang digunakan untuk memahami sejauhmana pengguna menerima dan menggunakan teknologi informasi. RSUD Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) sejak tahun 2013 dan dikembangkan mandiri oleh tim IT internal. Meskipun hampir seluruh unit pelayanan telah terkomputerisasi, namun terdapat beberapa kendala teknis seperti jaringan yang lambat, serta gangguan pada database yang menyebabkan SIMRS berhenti bekerja sehingga menghambat akses data pasien dan menurunkan efektivitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan SIMRS terhadap efektivitas pelayanan menggunakan metode Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 146 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa persepsi kebermanfaatan, persepsi kemudahan, sikap terhadap penggunaan SIMRS, dan penggunaan SIMRS yang sesungguhnya berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pelayanan. Namun, minat perilaku menggunakan SIMRS tidak berpengaruh signifikan. Efektivitas pelayanan di RSUD Ir. Soekarno lebih dipengaruhi oleh pengalaman langsung dan kebiasaan dalam menggunakan SIMRS daripada sekadar niat atau minat perilaku. Oleh karena itu, dukungan pelatihan yang memadai, penguatan penggunaan yang sesungguhnya, serta pengembangan sistem yang responsif terhadap kebutuhan pengguna menjadi hal yang penting untuk meningkatkan efektivitas pelayanan melalui SIMRS.
Analisis Aktivitas Value Added dan Non Value Added Menggunakan Value Stream Mapping di Apotek Rawat Jalan Niartiningsih, Andi; Paradilla, Mene; Nurfitriani, Nurfitriani; Nur, Nurul Hidayah; Takwa, Muhammad
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.47602

Abstract

Value stream mapping is a tool in lean management used to identify activities that provide added value to customers and activities that do not provide added value (non value added) that can cause waste. The purpose of this study was to analyze value added and non value added activities using value stream mapping in the outpatient pharmacy of Haji Regional Hospital, Labuang Baji Regional Hospital and Makassar City Regional Hospital. This type of research is quantitative research using a sequential explanatory approach. The sample in this study used 110 prescription samples at the pharmacy. Data analysis in this study used univariate tests. The results showed that based on value stream mapping, the value added (VA) guarantee for finished drug prescriptions was 14.06 minutes (24.58%) and non value added (NVA) was 43.13 minutes (75.42%). Cash-based drug prescriptions VA 32.45 minutes (59.10%) and NVA 22.45 minutes (40.90%). Mixed drug prescriptions guaranteed VA 40.59 minutes (57.87%) and NVA 29.54 minutes (42.13%). The drug prescription became a cash mixture of VA 37.9 minutes (24.98%) and NVA 113.8 minutes (75.02%). The calculation of the ratio of value added to non-value added exceeded 30%, meaning it is not a lean enterprise. It is recommended that hospital management reduce waiting time, optimize drug stock, and train human resources to speed up the service process.
Hubungan Lingkungan Kerja Dengan Kinerja Perawat di RSU. Mitra Medika Amplas Wahyuni, Septiani Arista; Nasution, Siti Saidah; Siregar, Farida Linda Sari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.47734

Abstract

Latar Belakang: Kinerja perawat merupakan salah satu faktor krusial dalam menunjang kualitas pelayanan kesehatan. Lingkungan kerja dan motivasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja perawat. Lingkungan kerja yang mendukung dan motivasi yang tinggi diyakini mampu mendorong perawat untuk bekerja secara optimal dan profesional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lingkungan kerja dengan kinerja perawat di RSU Mitra Medika Amplas. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 73 perawat yang bekerja di ruang rawat inap RSU Mitra Medika Amplas. Pengambilan data menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji pearson dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki persepsi baik terhadap lingkungan kerja sebanyak 53 orang (72,6%), cukup baik sebanyak 19 orang (26%), dan kurang sebanyak 1 orang (1,4%). Kinerja perawat diketahui mayoritas berada dalam kategori baik sebanyak 43 orang (58,9%), cukup baik sebanyak 30 orang (41,1%). Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja dengan kinerja perawat di RSU Mitra Medika Amplas (p-value = 0,002). Kesimpulan:Lingkungan kerja memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja perawat. Lingkungan kerja yang baik dapat meningkatkan kinerja perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, pihak rumah sakit diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan mendukung bagi perawat untuk meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas pelayanan keperawatan. Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Motivasi, Kinerja Perawat Abstract Background:Nurses' performance is a crucial factor in determining the quality of health services in hospitals. A conducive work environment, both physically and non-physically, can affect nurses' performance in carrying out their duties. RSU Mitra Medika Amplas has experienced an increase in Bed Occupancy Rate (BOR) above the ideal standard and a high turnover rate among nurses, requiring attention to environmental factors that may affect their performance. Objective:This study aimed to analyze the relationship between the work environment and nurses' performance at RSU Mitra Medika Amplas. Method: This study used a quantitative correlational design. The sample of the study was 73 nurses working in the inpatient ward of RSU Mitra Medika Amplas. Data collection used a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out univariately, bivariate using the Pearson test with a confidence level of 95%. Results: The results of the analysis showed that most nurses had a good perception of the work environment as many as 53 people (72.6%), quite good as many as 19 people (26%), and less as many as 1 person (1.4%). The performance of nurses was known to be mostly in the good category as many as 43 people (58.9%), quite good as many as 30 people (41.1%). The results of the correlation test showed that there was a significant relationship between the work environment and the performance of nurses at RSU Mitra Medika Amplas (p-value = 0.002). Conclusion:There is a significant relationship between the work environment and nurses' performance. A supportive, safe, and comfortable work environment can improve nurses' productivity and the quality of nursing care services in hospitals. Keywords: Work Environment, Nurses' Performance