cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Patient Experience Terhadap Kepuasan Pasien Pengguna Mobile JKN RSUD Majene Sulawesi Barat Nurfitriani, Nurfitriani; Nur, Nurul Hidayah; Niartiningsih, Andi; Paradilla, Mene; Takwa, Muhammad
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49208

Abstract

Eksplorasi “a new model of care” dalam penyelenggaraan pelayanan rumah sakit saat ini untuk meningkatan kualitas dan mutu pelayanan sangatlah penting dan dibutuhkan. Salah satunya dengan pengembangan kualitas yang berfokus pada pasien yaitu patient experience karena memberikan kesempatan kepada penyedia pelayanan untuk meningkatkan strategi pembuatan keputusan, dan untuk memenuhi harapan pasien. Mobile JKN, sebagai aplikasi layanan kesehatan yang digunakan oleh jutaan peserta, sering kali mendapat keluhan terkait keterlambatan sistem dalam memproses permintaan pengguna. Hal ini berdampak langsung pada kepuasan, terutama ketika pengguna memerlukan layanan cepat dalam situasi darurat atau mendesak.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan patient experience terhadap kepuasan pasien pengguna Mobile JKN di RSUD Majene Sulawesi Barat. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, dengan sampel sebanyak 150 responden. Hasil penelitian menujukkan terdapah hubungan yang signifikan antara patient experience terhadap kepuasan pengguna mobile JKN di RSUD Majene Sulawesi Barat. Keberhasilan penggunaan aplikasi Mobile JKN dalam meningkatkan kepuasan pengguna akan memperkuat citra rumah sakit dan mempercepat pencapaian universal health coverage secara digital. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan digital bukan sekadar perbaikan teknis, tetapi juga bagian dari kebijakan strategis jangka panjang dalam pelayanan publik yang berkeadilan.
The Influence of App Health Detection Early Diagnosis on the Quality of Life of the Elderly at Risk of Infectious Diseases Ertanto, Budi; Triyanto, Endang
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49240

Abstract

Background: Type II diabetes mellitus in the elderly requires long-term management with optimal family support. Mobile health (mHealth) technology offers a promising intervention to improve patients’ quality of life. Objective: To evaluate the effectiveness of mHealth applications in improving quality of life among elderly patients with type II diabetes mellitus through a systematic literature review. Methods: A systematic literature review was conducted using the PRISMA approach and the PICO framework. Literature searches were performed in Google Scholar, PubMed, Alberta Health Services, and Wiley Online Library using keywords related to mHealth, quality of life, and type II diabetes mellitus. Articles were screened based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Results: From 12 analyzed studies, mHealth application use for ≥3 months with active participation showed a significant improvement in quality of life compared to control groups. Early Detection Applications also had a positive impact on quality of life among elderly individuals at risk of type II diabetes mellitus. Conclusion: Implementation of mHealth applications focusing on lifestyle modifications effectively enhances quality of life in elderly patients with type II diabetes mellitus, supporting the use of technology-based interventions for chronic disease management..
Determinan Terbentuknya Epibole (Rolled Under Epithelial) Pada Penyembuhan Ulkus Kaki Diabetik Arisanty, Irma Puspita; Sofiani, Yani; Agung, Rizki Nugraha; Rayasari, Fitrian; Kurniasih, Dian Noviati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49253

Abstract

Introduction: Diabetic foot ulcers (wounds) are chronic ulcers that require special treatment, one of which is to ensure that the wound edge epithelialization process goes well. Epibole is a wound edge complication where the epithelium rolls downward, preventing wound closure. Methods: This study is a cross sectional observation with a conscusive sampling method in diabetikic foot ulcer patients. Results: Statistical analysis of this study showed the incidence of epibole in diabetic foot ulcers was 18.3% (N=93) and showed no significant relationship between the characteristics of respondents, ulcer characteristics with the incidence of epibole in diabetic foot ulcers. Multivariate analysis showed that the determinant factor of epibole formation in diabetic foot ulcer healing was wound age with an OR value of 5.566. Chronic wounds aged ≥ 21 days have the characteristic of keratinocytes (epithelialization) that slow down (do not migrate) so that epibole is formed and the wound is difficult to close. Recommendation: The occurrence of epibole should be identified as soon as posible, so that it can be treated immediately and accelerate wound re-epithelial or closure.
Hubungan Paparan Timbal Lingkungan dengan Kejadian Preeklampsi pada Ibu Hamil Oktaviana, Rina; Setiawati , Sandy; Susianty , Nevi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49259

Abstract

Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang kompleks dan multifaktorial, dengan salah satu faktor risiko potensial berasal dari paparan logam berat, khususnya timbal (Pb). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar timbal dalam darah dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Desain penelitian adalah analitik observasional dengan rancangan case control yang melibatkan 66 responden, terdiri dari 33 ibu hamil dengan preeklampsia dan 33 ibu hamil normotensi. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria inklusi usia kehamilan ≥28 minggu dan tanpa riwayat penyakit kronis. Kadar timbal darah diukur menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar timbal darah sebesar 19,33 ± 8,21 µg/dL (rentang 6,50–31,75 µg/dL). Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok preeklampsia dan kontrol (p=0,000), dengan kadar timbal lebih tinggi pada kelompok preeklampsia. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa paparan timbal, bahkan pada kadar rendah, berkontribusi terhadap patogenesis preeklampsia melalui mekanisme stres oksidatif, kerusakan endotel, dan penurunan nitric oxide. Disarankan pemeriksaan kadar timbal sebagai bagian dari skrining risiko preeklampsia di daerah dengan potensi paparan logam berat tinggi. Kata kunci: timbal, preeklampsia, kehamilan, logam berat, stres oksidatif
Hubungan Father Involvement dengan Resiliensi Remaja Rahmi , Annisa Azkia; Zahri, Triave Nuzila; Sukmawati, Indah; Putra, Febri Wandha
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49272

Abstract

Masih banyaknya remaja yang memiliki resiliensi belum cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari remaja yang pesimis terhadap masa depannya, tidak percaya akan kemampunnya dan sulit melihat sisi positif dari sebuah masalah. Faktor yang dapat mempengaruhi resiliensi remaja diantaranya faktor dari dalam diri dan faktor pendukung dari luar seperti keluarga. Salah satu faktor penting dalam keluarga yang mempengaruhi resiliensi remaja adalah ayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara father involvement dengan resiliensi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasional. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik purposive stratified random sampling sehingga diperoleh 286 orang. Skala yang digunakan adalah skala father involvement dan resiliensi remaja. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi remaja dan father involvement berada pada kategori sedang serta menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan dengan nilai r hitung sebesar 0,460 dengan signifikansi 0,000. Artinya semakin tinggi father Involvement maka cenderung semakin tinggi resiliensi remaja. Oleh karena itu perlunya meningkatkan keterlibatan ayah untuk meningkatkan resiliensi remaja.
Minat Bervaksin Dengue Model Ditinjau Dari Sikap, Resiko, Manfaat, Teknologi, Religiusitas, dan Kepercayaan di Indonesia Widodo, Stefani; Astuti, Herni Justiana; Rachmawati, Erny; Miftahuddin, Muchammad Agung
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49276

Abstract

Demam berdarah tetap menjadi tantangan kesehatan utama di Indonesia, yang semakin diperburuk oleh iklim tropis dan urbanisasi, sehingga menciptakan kondisi ideal bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes. Vaksinasi merupakan strategi pengendalian vektor yang efektif. Namun, faktor psikologis dan sosiokultural, termasuk sikap, keyakinan, dan religiositas, memengaruhi tingkat penerimaan vaksin. Studi ini meneliti faktor-faktor yang memengaruhi minat masyarakat Indonesia terhadap vaksinasi dengue serta hubungannya dengan kepercayaan, persepsi manfaat, kehadiran teknologi, religiositas, dan risiko. Survei potong lintang dilakukan terhadap 100 responden melalui metode snowball sampling secara daring. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi mengenai risiko, manfaat, kepercayaan, religiositas, penerimaan teknologi, sikap, dan minat terhadap vaksinasi. Analisis Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) digunakan dengan metode bootstrap untuk pengujian signifikansi. Sikap, persepsi manfaat, dan kepercayaan muncul sebagai prediktor positif yang signifikan terhadap minat vaksinasi dengue, dengan sikap menunjukkan pengaruh terkuat. Persepsi risiko, teknologi, dan religiositas tidak berpengaruh signifikan terhadap minat vaksinasi. Temuan ini menekankan peran sikap, kepercayaan, dan persepsi manfaat dalam mendorong minat vaksinasi. Hal ini mengimplikasikan perlunya strategi kesehatan masyarakat yang spesifik untuk meningkatkan penerimaan vaksin dengan membangun sikap positif, menonjolkan manfaat, dan meningkatkan kepercayaan publik.
Intervensi Edukasi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Praktik Pencegahan Penularan Tb : a Systematic Review Taliki, Verawaty; Ernawati, Ernawati; Hartiti , Tri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49351

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang menimbulkan morbiditas dan mortalitas tinggi, termasuk di Indonesia. Penanganan TB tidak cukup hanya melalui intervensi medis, tetapi juga memerlukan strategi edukatif yang dapat meningkatkan pengetahuan, sikap positif, dan praktik hidup sehat di kalangan masyarakat. Intervensi edukasi kesehatan menjadi salah satu strategi yang berperan penting dalam upaya pengendalian TB. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui pengaruh intervensi edukasi kesehatan terhadap pengetahuan sikap dan praktik pencegahan penularan TB. Studi ini merupakan systematic review yang diterapkan berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes (PRISMA). Database yang digunakan adalah Google Scholar, Proquest, Pubmed, Wiley online library, dan Sciene Direct dengan batas publikasi lima tahun terakhir (2020–2025). Kata kunci yang digunakan pada pencarian adalah “Health Education” AND “Knowledge, Attitudes And Practices” AND “Prevention TB Transmission”. 13 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis dalam tinjauan ini. Hasil sintesis menunjukkan bahwa berbagai bentuk intervensi edukasi, baik tatap muka, digital, maupun berbasis komunitas, secara signifikan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang TB. Disimpulkan intervensi edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan KAP terhadap pencegahan penularan TB. Intervensi Edukasi perlu diintegrasikan ke dalam program nasional pengendalian TB secara berkelanjutan, dengan memperhatikan kearifan lokal dan kebutuhan spesifik tiap komunitas.
Integration of Health Education and Multimodal Learning in Enhancing Antibiotic Literacy to Prevent Antimicrobial Resistance Ramly, Zakia Asrifah; Dwiyana, Asnurbaety; Arief, Maipha Deapati; Janah, Anik Nur; Anisa, Nur
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49434

Abstract

Antimicrobial resistance (AMR) is a growing global health threat driven by the misuse of antibiotics, particularly in areas with low antibiotic literacy. This study evaluated the impact of multimodal learning on improving antibiotic literacy among high school students in Jeneponto Regency. A total of forty-seven students from SMP Negeri 6 Tamalatea participated in a pretest-posttest design involving face-to-face sessions, printed modules, instructional videos, and role-playing activities. Data were collected via a validated questionnaire before and after the intervention. Results showed a significant increase in antibiotic literacy scores, with most students moving from low or moderate levels before the intervention to high levels afterward. Statistical analysis confirmed a strong positive correlation between the multimodal learning approach and literacy improvement. These findings demonstrate that combining various learning methods effectively engages diverse student learning styles, enhancing understanding and retention. The study supports the integration of multimodal educational strategies in school health programs to promote responsible antibiotic use and help prevent AMR from an early age.
Faktor Determinan yang berhubungan dengan Penanganan Program Tuberkulosis (TB) di Lombok Tengah Saimi, Saimi; Kosim, Nanang; Khalik, Lalu Abdul; Pratiwi, Dita Retno
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49438

Abstract

Introduction: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, mainly attacking the lungs, but can affect other organs. The disease remains a significant global and national health problem, including one of the world's top 10 causes of death and the deadliest infectious disease. TB cases in Central Lombok in 2022–2024 fluctuated, rising from 1,220 to 1,538 and then dropping to 1,467 cases. Pediatric TB increased significantly, the success of therapy increased, but the rate of dropouts, failed treatment was high, and mortality also increased. The main potential barriers include low knowledge, stigma, poor access to services, and limited facilities, these conditions underscore the urgency of research on national TB elimination strategies. Purpose: to analyze determinant factors related to the Handling of the Tuberculosis (TB) Program in Central Lombok. Result: It was found that patient knowledge, access to TB services, social stigma, and medication adherence had a significant effect on the success of TB treatment (p < 0.005). Patients with low knowledge were at risk of 3.97 times of barriers, of difficulty of access increased risk 7.23 times, of stigma 8.13 times, and of low adherence 4.54 times. These findings underscore the need for TB control strategies that prioritize patient education, improved access to services, reduced social stigma, and support for ongoing treatment adherence to improve the success of TB programs. Conclusion: This study shows that successful TB treatment is significantly influenced by patient knowledge, access to services, social stigma, and medication adherence. The risk of treatment barriers increased nearly four times in low-knowledge patients, more than seven times in difficult access, and eight times in high-stigma. Low drug adherence also has a significant impact. TB control strategies must prioritize education, increased access, stigma reduction, and patient compliance assistance on an ongoing basis.
Faktor Risiko Kejadian Tb Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Yulita, Emi; Carles, Carles; Awaluddin, Awaluddin; Erika, Erika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49445

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by the bacillus Mycobacterium tuberculosis. Until now, tuberculosis remains a major health problem, both globally and in Indonesia, where it has become a global concern for the past 2 decades. The purpose of this study was to determine the risk factors for pulmonary TB in the working area of the Sidomulyo Inpatient Health Center. This study was an observational analytic with a case control study design. This study was conducted in March 2023 - March 2024 at the Sidomulyo Inpatient Health Center. The results of the bivariate study from 10 variables showed that 6 variables had no relationship with the incidence of pulmonary TB, including; nutritional status with a p value of 0.429, residential density with a p value of 0.580, temperature with a p value of 0.0783, humidity with a p value of 0.0783, ventilation with a p value of 0.582 and floor type with a p value of 0.169. Based on these results, the dominant variables were analyzed using multiple logistic regression multivariate analysis where age had an influence on the incidence of pulmonary TB of 0.005 <0.05, gender obtained a p value of 0.005 <0.005, as well as knowledge obtained a p value of 0.041 <0.005 and smoking status obtained a p value of 0.000 <0.005. Furthermore, based on the output, the R-square value is 0.474. This indicates that the determining variable simultaneously affects pulmonary TB by 47.4%. Recommendation: It is necessary to broaden your knowledge by seeking various information on tuberculosis control efforts in the residential environment and its surroundings