cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Menstrual Hygiene Management Practices & Challenges Among Women in Wetland Areas of Riau: a Qualitative Study Tampubolon, Masrina Munawarah; Dewi, Yulia Irvani; Misrawati, Misrawati; Utami, Sri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50259

Abstract

Menstrual Hygiene Management (MHM) remains understudied among women living in wetland environments, despite their vulnerability to limited access to clean water and sanitation. This study aimed to explore the practices, needs, and challenges in menstrual hygiene management among reproductive-age women residing in the wetland areas of Riau, Indonesia. A qualitative phenomenological design was employed. Data were collected through semi-structured interviews with six women aged 19–42 years, and triangulated with two additional informants (a community health nurse and a participant’s mother). Colaizzi’s method was used for data analysis.Two major themes emerged: (1) Adaptation to environmental constraints—women utilized existing water sources (rivers, boreholes) and followed inherited traditions for menstrual hygiene, including unsafe disposal of sanitary pads; (2) Strategies to maintain reproductive health—women managed discomfort through herbal remedies, self-treatment, and informal social support. However, myths and lack of accurate knowledge persisted. Women in wetland areas manage menstruation through improvised practices shaped by environmental and socio-cultural factors. There is a pressing need for culturally sensitive reproductive health education, improved access to WASH facilities, and sustainable sanitary waste disposal systems
Hubungan Antara Self Care Management Dengan Gejala Hipertensi Pada Lansia Penderita Hipertensi Untuk Kualitas Hidup Yang Optimal Amelia, Yolanda Putri; Rosyid, Fahrun Nur
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50297

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit kronis yang sering dialami oleh lansia. Kurangnya kepatuhan dalam perawatan diri dapat menambah buruk hipertensi, oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan yaitu self care management sebagai strategi mandiri untuk mengontrol penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self care management dengan gejala hipertensi pada lansia. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Gilingan, Surakarta. Metode desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah lansia hipertensi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Gilingan sebanyak 150 responden, yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat self care management cukup, dan sebagian besar mengalami gejala hipertensi kategori sedang. Uji Spearman Rank diperoleh nilai p = 0,001 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = –0,357, yang berarti terdapat hubungan negatif dengan kekuatan sedang antara self care management dan gejala hipertensi pada lansia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin baik self care management yang dimiliki lansia, maka semakin rendah tingkat gejala hipertensi yang dialami. Peningkatan pengetahuan dan praktik self care management perlu didorong melalui edukasi kesehatan secara berkesinambungan untuk membantu lansia dalam mengontrol hipertensi.
Implementasi Teori Keperawatan Comfort/Kenyamanan Kolcaba Dalam Manajemen Kecemasan Pasien Kanker: Literature Review Sawestri, Aprillia Esti; Suprapti, Fitriana
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50345

Abstract

Cancer is a disease that not only causes physical impacts but is also closely associated with various psychosocial challenges, one of which is anxiety faced during diagnosis and treatment. This literature review aims to identify and summarize publications related to the application of Kolcaba's theory to anxiety management in cancer patients through various nursing interventions, such as therapeutic communication, health education, relaxation techniques, and providing social support. The literature review was conducted by selecting articles published between 2014 and 2023 from three major databases: Gale, PubMed, and ProQuest. This review used the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) approach to systematically screen articles.. Based on the review results, fifteen articles (n = 15) were found that discussed nursing interventions to address anxiety in cancer patients utilizing Kolcaba's theory. Supportive care through exercisebased rehabilitation, music therapy, spiritual-based palliative care interventions, guided imagery and progressive muscle relaxation, advanced planning, comprehensive education and care can reduce anxiety. The implementation of Kolcaba's Comfort Theory has been shown to contribute to improving patients' quality of life, particularly in reducing negative psychological symptoms such as anxiety and depression. Therefore, the application of this theory needs to be continuously developed through optimal nursing services to achieve hospital service goals
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Tingginya Organizational Citizenship Behavior (OCB) Perawat Etnis Makassar di UPT RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto Afrianti, Sri Yuyun; Wahyudi, Tri; Nuryadin, Afriyana Amelia; Nuryadin, Adriyana Adevia; Pratiwi, Reski Dewi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50348

Abstract

Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah perilaku yang dilakukan  oleh  seorang  karyawan  yang  melebihi  kewajiban  kerja formal, namun berdampak baik karena mendukung efektivitas organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingginya Organizational Citizenship Behavior (OCB) Perawat Etnis Makassar di UPT RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan case study. Informan pada penelitian sebanyak 3 informan kunci dan 7 informan biasa yang terdiri dari beberapa perawat di UPT UPT RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya Organizational Citizenship Behavior (OCB) Perawat Etnis Makassar di UPT RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto sebabkan oleh Faktor eksternal meliputi Workplace Variable, HRM Policies & Practice, Culture Value, Contextual Factor, Organizational Reputation Treat, Demographic Variable, dan Leader Supportiveness. Faktor internal meliputi Dispositional Variable, Organizational Service, Organizatonal Commitment, Personality Variable, dan Work Centrality. Serta didukung oleh prinsip  suku Makassar yaitu Teai mangksara' punna bokona loko' (Bukan orang Makassar kalau yang luka di belakang), A’bulo Sibatang (Bersatu/persatuan, gotong royong, bekerja sama, tolong menolong), Sipakatau (saling memanusiakan), Siri’ Na Pacce, Ku alleanngi tallanga na toalia (lebih baik tenggelam daripada kembali), Ejapi nikana doang (Seseorang dikenali atas karya dan perbuatan), Bajikangangi tattilinga naia tallanga (Lebih baik miring daripada tenggelam), Le'ba kusuronna biseangku, kucampa'na sombalakku, tamassaile punna teai labuang (Bila perahu telah kudorong, layar telah terkembang, takkan ku berpaling kalau bukan labuhan yang kutuju). Hal ini yang menyebabkan tingginya kinerja dan mendukung dalam meningkatkan profesionalisme kerja di UPT RSUD Lanto Dg. Pasewang Kabupaten Jeneponto.
Analisis Faktor Lingkungan Rumah dan Karakteristik Balita Terhadap Pneumonia pada Balita di Papua Pegunungan: Data SKI 2023 Kurniawati, Wiwin; Wulandari, Ririn Arminsih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50365

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang menjadi penyakit berbasis lingkungan yang ditularkan melalui udara (airborne disease), menjadi penyebab utama kedua morbiditas serta mortalitas pada balita di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi Pneumonia pada balita di Indonesia mencapai 15,0%, sementara Provinsi Papua Pegunungan mencapai 37,9% jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor karakteristik balita dan faktor lingkungan rumah terhadap kejadian Pneumonia. Studi cross sectional dengan data sekunder SKI 2023 yang melibatkan 664 balita dari 4.196 responden di Provinsi Papua Pegunungan. Variabel independen meliputi karakteristik balita (jenis kelamin, usia, berat badan lahir) dan faktor lingkungan rumah (jenis plafon, dinding, lantai, bahan bakar memasak, kebiasaan membakar sampah). Variabel dependen adalah kejadian Pneumonia pada balita. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square, serta multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan tiga faktor yang signifikan, yaitu penggunaan bahan bakar memasak yang tidak memenuhi syarat memiliki risiko 6,61 kali lebih besar untuk mengalami pneumonia, sementara kebiasaan membakar sampah berisiko 2,91 kali lebih tinggi terhadap kejadian Pnuemonia pada balita. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menyusun program komprehensif dalam menurunkan angka Pneumonia dan mengendalikan faktor lingkungan yang berperan terhadap kejadiannya.
Hubungan Self-Efficacy dengan Subjective Well-Being (Swb) pada Orang dengan Hiv (Odhiv) Merlina, Merlina; Septimar, Zahrah Maulidia; Pratiwi, Ayu
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50431

Abstract

Latar belakang: Orang dengan HIV (ODHIV) menghadapi beragam tantangan dan permasalahan bukan hanya berhubungan akan kondisi kesehatan fisik, tapi terkait pula permasalahan sosial dan psikologis sehingga mengalami risiko gangguan jiwa atau mental berat, oleh karena itu salah satu faktor psikologis yang diduga berperan meningkatkan subjective well-being (SWB) pada ODHIV adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu akan kemampuannya guna menangani tantangan dan menggapai tujuan serta memiliki emosi positif agar individu menjalani hidup lebih produktif. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi diantara self-efficacy dan subjective well-being (SWB) pada orang dengan HIV (ODHIV). Metode: Studi ini mempergunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional korelasional. Teknik sampel yang dipergunakan teknik purposive sampling dengan total sampel 152 responden. Analisis data dilaksanakan dengan cara univariat maupun bivariat dengan memakai uji statistik chi-square. Instrumen self-efficacy menggunakan kuesioner dari skala HIV SE dan Subjective Well-Being yaitu skala SWLS & PANAS. Hasil: Sebanyak 132 (86,8%) memiliki self-efficacy tinggi, 112 (73,3%) life satisfaction tinggi dan 110 (72,4%) memiliki afeksi positif tinggi, dalam analisis bivariat didapati korelasi yang signifikan secara statistik diantara self-efficacy maupun subjective well-being pada ODHIV (p-value < 0,001). Kesimpulan: Didapati korelasi self-efficacy dan subjective well-being (SWB) pada orang dengan HIV (ODHIV).
Aromaterapi Lavender Sebagai Terapi Alternatif Dalam Mengurangi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester Pertama Sulistyawati, Ety Diana; Fauziyah, Rahma
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50442

Abstract

Nausea and vomiting are common problems faced by pregnant women in the first trimester, which can disrupt their activities, nutritional intake, and quality of life. Non-pharmacological methods, such as lavender aromatherapy, are safe and easy to use because pharmacological treatments often cause side effects. Lavender contains linalool and linalyl acetate, which are calming and work by stimulating the brain's limbic system, which helps reduce pain. The purpose of this study was to determine the effectiveness of lavender aromatherapy in reducing vomiting and nausea during the first trimester of pregnancy in Kejayan Community Health Center, Pasuruan Regency. This study used a one-group pretest-posttest design with 32 consecutively selected research subjects. The intervention involved inhaling three drops of lavender oil on a sterile cotton swab for approximately ten minutes or more. This was done twice daily for 7 days. Before and after the intervention, nausea and vomiting were measured using the PUQE-24 instrument. With a p-value of 0.000, the results showed a significant decrease from moderate (59.4%) and severe (40.6%) to a predominantly mild category (84.4%). This research found that lavender aromatherapy can help pregnant women in the first trimester reduce their vomiting and can be recommended as a non-pharmacological treatment in community health centers.
Evaluation of the Implementation of the Stunting Management Program in Pusong Baru Village Banda Sakti District Lhokseumawe City Pradini, Anggi; Aisyah, Ti; Mauludi, Mauludi; Ferizaldi, Ferizaldi; Murniati, Murniati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50460

Abstract

This research is entitled “Evaluation of the Implementation of the Stunting Management Program in Pusong Baru Village, Banda Sakti District, Lhokseumawe City”. The background of this study is the high prevalence of stunting in the area. The objective is to evaluate the implementation of the program and identify inhibiting factors in stunting prevention. The study applied a descriptive qualitative method with data collected through observation, interviews, and documentation. The analysis was carried out using Theodoulou and Kofinis’ policy evaluation theory, which includes process, outcome, and impact evaluation. The findings indicate that, in terms of process, the program has been implemented through interventions targeting adolescent girls, pregnant women, and toddlers. Activities include iron and folic acid supplementation, nutrition education, growth monitoring at community health posts, and provision of supplementary food. In terms of outcomes, there has been an improvement in nutritional awareness, though uneven due to limited access to health posts and low participation of mothers and children. Meanwhile, the long-term impact remains less significant, as stunting rates are still relatively high. Barriers to implementation include limited resources, ineffective management, and inadequate infrastructure. Therefore, more optimal, integrated, and sustainable strategies are required to ensure the program reaches all target groups and successfully reduces stunting in New Pusong Village.
Effectiveness Of Fibrinolytic Therapy in ST-Elevation Myocardial Infarction Patient in Archipelago Area Sanjaya, Mirza; Hermawan, Bambang; Apitule, Dorothea
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50479

Abstract

Acute coronary syndrome, especially STEMI, is a major cause of mortality in Indonesia. Fibrinolytic reperfusion remains an important revascularization strategy, particularly in resource-limited settings. A 58-year-old male presented to the emergency department with severe chest pain radiating to the left arm and jaw for seven hours, unrelieved by rest. He also experienced diaphoresis and nausea. His history included 18 years of smoking and untreated hypertension. On examination, blood pressure was 176/111 mmHg with otherwise normal vital signs and no abnormal heart sounds. ECG revealed ST elevation in leads II, III, aVF, V5, and V6. The patient was diagnosed with inferior-apical STEMI, with possible posterior involvement, Killip I. Fibrinolytic therapy was administered with maximum dosage and duration. The key goal in STEMI management is achieving early and complete microvascular reperfusion. Fibrinolysis remains a practical alternative that reduces mortality when timely performed. Accurate diagnosis, appropriate therapy, and efficient referral systems are essential to improve outcomes, especially in archipelago regions with limited access to primary PCI.
Pengaruh Kombinasi Herbal Sirih Merah Dan Teh Rosella Serta Terapi Akupresur Terhadap Pengendalian Hipertensi Dan Diabetes Mellitus Rahmi , Lisa; Masri , Masri; Lestari, Indah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50525

Abstract

Hipertensi dan diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi beban kesehatan masyarakat. Terapi farmakologis memang terbukti efektif, namun penggunaannya dalam jangka panjang sering menimbulkan efek samping dan beban biaya, sehingga diperlukan alternatif terapi komplementer yang aman, murah, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas kombinasi herbal sirih merah (Piper crocatum) dan teh rosella (Hibiscus sabdariffa) yang dipadukan dengan terapi akupresur dalam menurunkan tekanan darah serta kadar glukosa darah pada penderita hipertensi dan diabetes mellitus tipe 2. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest pada kelompok intervensi. Responden diberikan minuman herbal sirih merah dan rosella dengan dosis terukur, serta menjalani terapi akupresur pada titik-titik yang berkaitan dengan regulasi kardiovaskular dan metabolik selama periode tertentu. Tekanan darah sistolik, diastolik, serta kadar glukosa darah puasa diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi intervensi ini secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik, serta menurunkan kadar glukosa darah puasa. Mekanisme kerja diduga melalui beberapa jalur, antara lain penghambatan enzim ACE dan vasodilatasi oleh antosianin pada rosella, peningkatan bioavailabilitas nitrat oksida dan sensitivitas insulin melalui flavonoid serta saponin pada sirih merah, serta modulasi sistem saraf otonom dan perbaikan perfusi pankreas akibat stimulasi titik akupresur. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi herbal sirih merah dan teh rosella dengan terapi akupresur dapat menjadi alternatif terapi komplementer yang efektif dan aman dalam pengendalian hipertensi dan diabetes mellitus tipe 2. Intervensi ini berpotensi untuk diimplementasikan pada tingkat pelayanan primer maupun komunitas, terutama melalui program edukasi kesehatan berbasis masyarakat. Penelitian lanjutan dengan durasi lebih panjang, ukuran sampel lebih besar, serta analisis biomarker yang lebih komprehensif sangat diperlukan untuk memperkuat bukti ilmiah dan memperluas penerapannya.