cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Kajian Sistematis Potensi Interaksi Obat-Obat Herbal Terhadap Enzim Sitokrom P450 (Cyp450) Dan Implikasi Klinisnya pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi Pamungkas, Bayu; Andriadi, Andhini Dwi; Fajry, Zaidan Al
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51601

Abstract

Abstrak Latar belakang: Penggunaan obat herbal bersamaan dengan kemoterapi semakin meningkat di kalangan pasien kanker. Beberapa herbal diketahui memengaruhi aktivitas enzim sitokrom P450 (CYP450), yang berperan penting dalam metabolisme obat antikanker. Perubahan aktivitas enzim ini dapat menimbulkan interaksi farmakokinetik yang berdampak pada efektivitas maupun toksisitas terapi. Tujuan: Kajian sistematis ini bertujuan menilai potensi interaksi obat-herbal terhadap isoenzim CYP450 serta implikasi klinisnya pada pasien kanker. Metode: Penelusuran literatur dilakukan melalui ScienceDirect, MDPI, Frontiers, BMC, dan Nature dengan kata kunci “herbal-drug interaction”, “cytochrome P450”, dan “anticancer drugs”. Artikel yang disertakan mencakup studi in vitro, in vivo, observasional, dan laporan kasus yang meneliti efek herbal terhadap CYP1A2, CYP2C9, CYP2C19, CYP2D6, dan CYP3A4. Hasil: Sepuluh artikel memenuhi kriteria inklusi. Herbal seperti St. John’s wort, Ginkgo biloba, Panax ginseng, Curcuma longa, dan Allium sativum terbukti memengaruhi aktivitas CYP3A4 dan CYP2D6. Simpulan dan saran: Herbal dapat memodulasi aktivitas CYP450 sehingga memengaruhi efektivitas dan keamanan kemoterapi. Diperlukan skrining penggunaan herbal sebelum terapi serta penelitian klinis lanjutan untuk memperkuat bukti hubungan ini. Kata Kunci: interaksi obat-herbal, sitokrom P450, kemoterapi, pasien kanker, farmakokinetik.. Abstract Background: The concurrent use of herbal medicines and chemotherapy is increasingly common among cancer patients. Many herbs are known to affect cytochrome P450 (CYP450) enzyme activity, which plays a crucial role in the metabolism of anticancer drugs. Altered CYP450 activity may lead to pharmacokinetic interactions that impact drug efficacy and toxicity. Objective: This systematic review aims to evaluate the potential herb–drug interactions involving CYP450 isoenzymes and their clinical implications in cancer patients undergoing chemotherapy. Methods: Literature was retrieved from ScienceDirect, MDPI, Frontiers, BMC, and Nature using the keywords “herbal-drug interaction,” “cytochrome P450,” and “anticancer drugs.” Eligible studies included in vitro, in vivo, observational, and case reports investigating the effects of herbs on CYP1A2, CYP2C9, CYP2C19, CYP2D6, and CYP3A4. Results: Ten studies met the inclusion criteria. Herbs such as St. John’s wort, Ginkgo biloba, Panax ginseng, Curcuma longa, and Allium sativum were found to modulate CYP3A4 and CYP2D6 activity. Conclusion and recommendation: Herbal medicines can significantly alter CYP450-mediated drug metabolism, affecting chemotherapy safety and efficacy. Patient screening and further large-scale clinical trials are recommended. Keywords: herb–drug interaction, cytochrome P450, chemotherapy, cancer patients, pharmacokinetics
Efektivitas Terapi Metformin Terhadap Penurunan Skor Nafld pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Hepatosteatosis Andriadi, Andhini Dwi; Pamungkas, Bayu; Fajry, Zaidan Al
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51606

Abstract

Abstrak Latar belakang: Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) merupakan komplikasi metabolik yang umum pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2), ditandai oleh akumulasi lemak hati akibat resistensi insulin yang dapat berkembang menjadi steatohepatitis dan fibrosis. Karena belum tersedia terapi farmakologis spesifik, metformin agen sensitisasi insulin golongan biguanid menjadi kandidat potensial untuk menurunkan aktivitas NAFLD melalui perbaikan metabolisme glukosa dan lipid. Tujuan: Menilai efektivitas metformin terhadap penurunan skor aktivitas NAFLD pada pasien DMT2 dengan hepatosteatosis. Metode: Kajian ini menggabungkan hasil uji klinis dan meta-analisis penggunaan metformin 1.500–2.000 mg/hari selama 6–12 bulan. Parameter yang dinilai mencakup kadar ALT, AST, HOMA-IR, trigliserida, serta perubahan NAFLD Activity Score (NAS) melalui temuan histologis atau MRI hati. Hasil: Metformin menurunkan kadar ALT/AST, meningkatkan sensitivitas insulin, dan menurunkan skor NAS rata-rata 2–3 poin. Mekanismenya melalui aktivasi AMPK, penurunan SREBP-1c dan ACC, serta peningkatan oksidasi asam lemak. Simpulan dan saran: Metformin efektif memperbaiki aktivitas NAFLD dan fungsi hati pada pasien DMT2; studi jangka panjang dibutuhkan untuk memastikan dampaknya terhadap fibrosis dan risiko hepatokarsinoma. Kata Kunci: Metformin; Diabetes Melitus Tipe 2; NAFLD; Hepatosteatosis. Abstract Background: Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) is a common metabolic complication in type 2 diabetes mellitus (T2DM), characterized by hepatic fat accumulation due to insulin resistance that may progress to steatohepatitis and fibrosis. Since no specific pharmacologic therapy exists, metformin—a biguanide insulin sensitizer emerges as a potential treatment due to its effects on hepatic glucose and lipid metabolism. Objective: To evaluate the efficacy of metformin in reducing NAFLD activity score among T2DM patients with hepatic steatosis. Methods: This review integrates clinical trials and meta-analyses assessing metformin 1,500–2,000 mg/day for 6–12 months. Parameters analyzed included ALT, AST, HOMA-IR, triglycerides, and changes in NAFLD Activity Score (NAS) based on histological or MRI findings. Results: Metformin significantly reduced ALT and AST levels, improved insulin sensitivity, and decreased NAS by an average of 2–3 points. The mechanism involves AMPK activation, downregulation of SREBP-1c and ACC, and enhanced hepatic fatty acid oxidation. Conclusion and recommendation: Metformin effectively improves NAFLD activity and liver function in T2DM patients; long-term studies are required to confirm its role in fibrosis prevention and hepatocarcinoma risk reduction. Keywords: Metformin; Type 2 Diabetes Mellitus; NAFLD; Hepatosteatosis.
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pemberian MP-ASI Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Manurung, Sheya Zoey Lirapika; Silaban, Verawaty Fitrinelda; Gea, Sinar Krisdayanti; Sigalingging, Sismi Yulianti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51660

Abstract

Jika bayi Anda berusia kurang dari enam bulan, Anda harus memperkenalkan mereka pada makanan pendamping ASI dini, yang sering dikenal sebagai MPASI. Obesitas, tekanan darah tinggi, aterosklerosis, alergi, dan infeksi pernapasan adalah beberapa efek samping dari memulai pengobatan MP-ASI sejak dini. Di Indonesia, banyak ibu terus menyusui bayinya di usia muda karena kepercayaan yang meluas bahwa rewel bayi yang terusmenerus setelah menyusu merupakan tanda bahwa bayi masih lapar. Bayi di Desa Paya Geli Medan, Indonesia, sejak lahir hingga berusia enam bulan, menjadi subjek penelitian ini, yang bertujuan untuk menentukan variabel apa yang memengaruhi pemberian ASI MP dini. Penelitian ini menggunakan desain Purpossive Sampling. Seratus dua puluh ibu dan anak mereka yang berusia nol hingga enam bulan menjadi populasi penelitian. Seba nya k sembila n puluh tiga , menurut teknik Purposive Sa mpling ya ng mengguna ka n rumus Slovin. Metode pengumpula n da ta mengguna ka n kuesioner da n uji chi-squa re untuk a na lisis. Untuk menga na lisis da ta , ka mi mengguna ka n metode univa ria t, biva ria t, da n multiva ria t. A na lisis biva ria t menunjukka n hubunga n ya ng signifika n a nta ra va ria bel buda ya (p=0,001), dukunga n sua mi (p=0,001), fa ktor ekonomi (p=0,001), sika p (p=0,001), pekerja a n (p=0,001), da n pengeta hua n ibu (p=0,001). Memula i pompa A SI multiguna seja k dini pa da ba yi ba ru la hir (0-6 bula n). Denga n nila i p 0,001 da n nila i OR 26.844.000, pekerja a n merupa ka n fa ktor pa ling signifika n da la m penelitia n ini. Fa ktor-fa ktor ya ng memenga ruhi pemberia n A SI eksklusif dini meliputi pengeta hua n, sika p, tena ga kerja , dukunga n sua mi, ekonomi, da n buda ya , menurut ha sil penelitia n.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Perawat Bangsal Rawat Inap di RSUD. Dr. Moewardi Surakarta Mardiah , Adriana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51693

Abstract

Perawat merupakan profesi yang memiliki tugas dalam melakukan penanganan pada perawatan pasien dan asuhan kepada pasien pada rawat jalan, rawat inap, dan pelayanan kegawatdaruratan, kinerja perawat perlu mendapat perhatian agar mutu pelayanan rumah sakit terhadap pasien tetap terjaga. Tujuan penelitian ini untuk menganallisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pada perawat di bangsal rawat inap RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Variabel independen yaitu pnegaturan jam kerja, kepemimpinan, beban kerja, dan motivasi kerja. Vaiabe dependen adalah kinerja perawat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2023. Sampel sebanyak 128 perawat dipilih menggunakan random sampling. Kinerja perawat dapat ditingkatkan dengan pengaturan jam kerja non-shift (aOR=0.47; 95%CI= 0.21 hingga 1.04; p=0.063), kepemimpinan yang baik (aOR=2.55; 95% CI=1.12 hingga 5.77;p=0.025). beban kerja tinggi (aOR=0.69; 95% CI=0.32 hingga 1.51;p=0.356) dan motivasi kerja (aOR=1.05; 95% CI=0.74 hingga 3.40; p=0.931). kinerja perawat dapat ditingkatkan dengan kepemimpinan yang baik dan motivasi kerja yang baik, dan dapat menurun dengan pengaturan kerja non-shift, dan beban kerja yang tinggi. Diharapkan rumah sakit Dr.Moewardi dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan dan motivasi sehingga dapat meningkatkan kinerja pada perawat.
Educational And Support Group Interventions To Improve Adherence In Hypertensive Patients: A Systematic Review Milaningrum, Kartika; Makhfudli, Makhfudli; Has, Eka Mishbahatul M.
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51698

Abstract

Hypertension is a chronic condition frequently associated with poor treatment adherence, emphasizing the importance of self-care–based intervention strategies. This systematic review aims to assess the effectiveness of educational and support group interventions rooted in self-care theory in enhancing adherence and controlling blood pressure among individuals with hypertension. The review followed the PRISMA 2020 guidelines, with articles retrieved from seven databases (Scopus, PubMed, ProQuest, ScienceDirect, SAGE Journals, Springer Nature, and Cochrane Library) published between January 2020 and December 2025. Eligible studies were randomized controlled trials (RCTs) that evaluated the impact of education or support interventions on adherence and blood pressure outcomes. Methodological quality was assessed using the JBI Critical Appraisal Checklist. Out of 320 identified articles, 9 RCTs met the inclusion criteria, conducted in Indonesia, Iran, Egypt, China, and Turkey, involving a total of 1,011 participants aged 60–74 years. The interventions included structured education sessions, self-directed modules based on self-care theory, group discussions, and peer support activities. Most studies reported improvements in medication adherence and healthy lifestyle behaviors, along with significant reductions in both systolic and diastolic blood pressure. Self-care–based interventions were found effective in increasing patient engagement in hypertension management. However, the diversity in intervention formats and durations highlights the need for standardization. These strategies are feasible for implementation in both community and primary care settings.
Pengaruh Virtual Reality Terhadap Kecemasan anak yang menjalani Tindakan Prosedural Talango, Farid; Widodo, Joey Anung Aninditya; Mardiah, Adriana; Pramudita, Fadma Aji
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51703

Abstract

Latar Belakang: Tindakan prosedural pada anak sering menimbulkan kecemasan yang berdampak pada peningkatan respons stres dan ketidaknyamanan selama perawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan adalah penggunaan teknologi Virtual Reality (VR) sebagai metode distraksi visual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Virtual Reality terhadap kecemasan anak yang menjalani tindakan prosedural. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi- eksperimen one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 36 anak berusia 3–12 tahun yang menjalani tindakan prosedur. Intervensi Penggunaan VR selama 5–10 menit sebelum dan selama prosedur berlangsung dan diukur menggunakan Modified Yale Preoperative Anxiety Scale–Short Form (m-YPAS-SF). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Hasil menunjukkan terdapat penurunan signifikan rata-rata skor kecemasan anak dari 46,82 (SD = 11,608) menjadi 26,06 (SD = 3,857) setelah intervensi VR, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). VR efektif menurunkan kecemasan anak selama tindakan prosedural. Simpulan: Virtual Reality terbukti efektif sebagai metode distraksi nonfarmakologis yang dapat menurunkan kecemasan dan meningkatkan kenyamanan anak selama tindakan prosedural. Kata Kunci: Virtual Reality, Kecemasan Anak, Tindakan Prosedural. Abstract Background: Procedural interventions in children often cause anxiety, leading to increased stress responses and discomfort during treatment. One of the non-pharmacological interventions proven effective in reducing anxiety is the use of Virtual Reality (VR) as a visual distraction method. Objective: This study aimed to determine the effect of Virtual Reality on anxiety levels in children undergoing procedural interventions. Methods: This study used a quasi-experimental one-group pretest–posttest design involving 36 children aged 3–12 years who underwent procedural interventions. The intervention consisted of using Virtual Reality for 5– 10 minutes before and during the procedure, and anxiety levels were measured using the Modified Yale Preoperative Anxiety Scale–Short Form (m-YPAS-SF). Data were analyzed using the Wilcoxon test with a significance level of p < 0.05. Results: The findings showed a significant decrease in the mean anxiety score from 46.82 (SD = 11.608) to 26.06 (SD = 3.857) after the VR intervention, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Virtual Reality (VR) is effective in reducing children’s anxiety during procedural interventions. Conclusion: Virtual Reality has been proven to be an effective non-pharmacological distraction method that can decrease anxiety and enhance comfort in children undergoing procedural treatments
Effectiveness of Psychosocial and Clinical Interventions to Improve Psychological Well-Being in Older Adults: A Systematic Review Novitasari, Desi; Indarwati, Retno; Fauziningtyas, Rista
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51719

Abstract

Introduction: Older adults are prone to decreased psychological well-being due to biological, social, and emotional changes. Non-pharmacological interventions offer alternative approaches to improving mental health in older adults. Methods: This systematic review analysed nine RCTs of intervention studies published between 2022–2024. The study evaluated the effectiveness of various interventions such as mindfulness, reminiscence therapy, virtual reality, and community social support. Results: Most studies (n = 9) eported improvements in psychological well-being, spirituality, and quality of life, as well as a decrease in symptoms of depression and anxiety. Community-based and self-reflective interventions such as life story reviews and Mindfulness-Based Elder Care (MBEC) howed significant results. Social support and psychological empowerment have proven to be important mediators of intervention success. Conclusions: Non-pharmacological interventions have great potential in improving the well-being of older adults. Further comprehensive and ongoing research is needed to ensure long-term effectiveness. Keywords: awareness; memory therapy; non-pharmacological interventions; psychological well-being; social support.
Hubungan Derajat Keparahan Akne Vulgaris dengan Tingkat Kepercayaan Diri pada Mahasiswi Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha Contana, Ni Kt. Selma Rigatiani; Wahyuni, Ni Putu Dewi Sri; Arsani, Ni Luh Kadek Alit
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51725

Abstract

Wajah memiliki dampak besar pada penampilan visual, Akne vulgaris dapat mempengaruhi fungsi emosional, sosial, dan psikologis, serta kualitas hidup seseorang. Akne vulgaris merupakan peradangan kronis pada unit pilosebasea ditandai dengan komedo, papula, pustula, dan terkadang nodul atau kista, terutama pada wajah, dada, dan punggung. Di Indonesia, prevalensi akne juga cukup tinggi, terutama pada usia produktif, termasuk mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Akne vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri pada mahasiswi. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Responden yang dilibatkan sebagai sampel penelitian adalah 67 orang yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Dari hasil penelitian ini berdasarkan hasil analisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman, diperoleh nilai koefisien korelasi (rₛ) = -0,311 dengan nilai signifikansi (p) = 0,011 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif dengan kekuatan sedang dan signifikan secara statistik antara derajat akne vulgaris dan tingkat kepercayaan diri pada remaja. Kata Kunci: akne vulgarisi, kepercayaan diri, remaja.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa Keperawatan Lulusan Periode Juni 2024 Universitas Advent Indonesia Sekerone, Venda Angelica; Hutapea, Lyna
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51736

Abstract

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan indikator utama keberhasilan akademik mahasiswa keperawatan. Namun, variasi IPK antar mahasiswa menunjukkan adanya pengaruh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi IPK mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Advent Indonesia lulusan periode Juni 2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi terdiri dari 25 mahasiswa dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan data sekunder dari Biro Administrasi Akademik, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,721, artinya 72,1% variasi IPK dijelaskan oleh delapan variabel independen. Uji F menunjukkan pengaruh simultan yang signifikan (Sig. 0,000), sedangkan uji t menunjukkan variabel motivasi belajar, kebiasaan belajar, dukungan keluarga, kualitas pengajaran, serta fasilitas dan sumber belajar berpengaruh signifikan. Disimpulkan bahwa faktor internal dan eksternal berperan penting dalam pencapaian IPK mahasiswa keperawatan.
Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Pelayanan (Marketing Mix) Terhadap Loyalitas Pasien di Klinik Gigi Family Dental Care Daerah Bandung Wilayah Leuwipanjang, Buah Batu, Cibeureum dan Soreang Munandar, Ari; Kosasih, Kosasih; Paramarta, Vip; Yuliaty, Farida; Syahidin, Rukhiyat
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51745

Abstract

This study aims to analyze the effect of the marketing mix of products, prices, promotions, places, people, processes, and physical evidence on patient loyalty at the Family Dental Care dental clinic in the Bandung area of Leuwipanjang, Buah Batu, Cibeureum, and Soreang. The marketing mix can be used as a marketing strategy to facilitate the clinic's or health service provider's marketing objectives. This study employs a survey method with a descriptive and verifiable approach. The sample used in this study consists of patients who visited the Family Dental Care dental clinic in the Bandung region, specifically in the areas of Leuwipanjang, Buah Batu, Cibeureum, and Soreang, with a total sample size of 384 respondents. The analysis used includes descriptive analysis and verifiable analysis using multiple linear regression. Result. The results of the descriptive analysis, when depicted using a continuum line, show that the marketing mix aspects of product, promotion, people, and physical evidence are rated as “Good to Very Good.” Meanwhile, the marketing mix aspect of place is rated as “Good.” The marketing mix aspects of price, process, and patient loyalty are rated as “Very Good,” which requires improvement and evaluation in order to address the shortcomings that have been identified. Meanwhile, the results of the confirmatory analysis using multiple linear regression analysis obtained from the regression equation are as follows: Y = -0.103 + 0.027X₁ + 0.364X₂ + 0.085X₃ + 0.375X₄ + 0.121X₅ – 0.097X₆ + 0.012X₇. The results of the multiple linear regression analysis indicate that the physical evidence variable contributes the least to patient loyalty compared to the other variables. In contrast, the process variable demonstrates that each increase in patients perception of the process factor leads to a decrease in patient loyalty by –0.097. Conclusion. The results of the hypothesis test using the t-test (paired) found that the product marketing mix and physical evidence variables did not have a significant effect on patient loyalty, while the price, promotion, place, and people marketing mix variables had a positive and significant effect on patient loyalty. Additionally, the process marketing mix variable had a negative and significant effect on patient loyalty. For the F test (simultaneous), the variables of product marketing mix, price, promotion, place, people, process, and physical evidence have a positive and significant effect on patient loyalty with a calculated F value > table F value (390.20 > 2.395).