cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,731 Documents
Kajian Ontologis Dismenore pada Remaja Putri dalam Perspektif Promosi Kesehatan: Suatu Systematic Literature Review Anita Anita; Suryo Ediyono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57310

Abstract

Dismenore primer merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami oleh remaja putri di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada dimensi fisik, melainkan juga menyentuh aspek psikologis, sosial, dan kultural kehidupan remaja. Kajian ontologis terhadap dismenore bertujuan untuk memahami hakikat keberadaan dan pengalaman nyeri haid secara menyeluruh sebagai dasar pengembangan strategi promosi kesehatan yang holistik dan kontekstual. Penelitian ini merupakan systematic literature review yang menganalisis artikel-artikel ilmiah dari berbagai database (PubMed, Scopus, Google Scholar, dan portal Garuda) yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2014-2024. Kriteria inklusi meliputi artikel yang membahas dismenore primer pada remaja putri, strategi promosi kesehatan terkait dismenore, serta pendekatan biopsikososial dan kultural dalam penanganan nyeri haid. Sebanyak 28 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan metode thematic synthesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa dismenore tidak dapat dipahami secara reduksionistik sebagai semata fenomena fisiologis, melainkan merupakan pengalaman multidimensional yang dibentuk oleh faktor biologi, psikologi, sosial, dan budaya. Promosi kesehatan yang efektif mensyaratkan pendekatan komprehensif yang mencakup edukasi kesehatan reproduksi, pemberdayaan remaja, integrasi kearifan lokal, serta penguatan dukungan sosial dari keluarga, sekolah, dan komunitas. Temuan ini mengimplikasikan perlunya paradigma promosi kesehatan yang berakar pada pemahaman ontologis yang utuh tentang pengalaman dismenore pada remaja putri. Kata Kunci: Dismenore; Ontologi; Promosi Kesehatan; Remaja Putri
Determinan Prevalensi Pneumonia Balita di Indonesia: Studi Ekologi dengan Pendekatan Regresi Spasial Autoregresif Hafsah Amalia; Rico Kurniawan; Tiopan Sipahutar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57330

Abstract

Pneumonia pada balita merupakan penyebab utama morbiditas anak di Indonesia dengan variasi prevalensi yang signifikan antarprovinsi. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan prevalensi pneumonia balita dan mengidentifikasi dependensi spasial pada 32 provinsi di Indonesia menggunakan data sekunder SKI dan BPS 2023. Model Ordinary Least Squares (OLS) diterapkan sebagai model dasar, dilanjutkan uji autokorelasi spasial dengan matriks pembobot Euclidean distance-band binary radius 7 km. Autokorelasi spasial global yang signifikan ditemukan (Moran's I = 0,244; p < 0,001), dan uji diagnostik spasial menunjukkan mekanisme spatial lag lebih tepat, sehingga model Spatial Autoregressive (SAR) dipilih. Estimasi SAR menggunakan Maximum Likelihood (ML) dan GS2SLS menghasilkan temuan konsisten bahwa kepadatan penduduk, proporsi rumah berdinding bambu, proporsi rumah layak huni, dan cakupan PCV memiliki efek langsung signifikan terhadap prevalensi pneumonia balita. Efek spillover tidak signifikan, mengindikasikan determinan beroperasi terutama pada tingkat provinsi setempat. Intervensi lokal yang terfokus pada peningkatan kualitas perumahan, pengelolaan kepadatan penduduk, dan perluasan cakupan imunisasi PCV diperlukan secara merata di seluruh provinsi Indonesia
Computational Screening of Bioactive Compounds from Aglaia odorata L. Leaves as Potential Inhibitors of Matrix Metalloproteinase-1 for Premature Skin Aging Khoirista Noor Rohmah; Ilham Kurniawan; Febby Yulia Hastika; Dina Ayuning Tyas
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Premature skin aging is driven by UV‑induced upregulation of matrix metalloproteinase‑1 (MMP‑1), which degrades dermal collagens. Natural products are explored as safer anti‑aging alternatives. This study computationally screened five bioactive compounds from Aglaia odorata leaves (β‑turmerone, phytol, methyl cinnamate, n‑hexadecanoic acid, methyl palmitate) against MMP‑1 (PDB ID: 1HFC) and predicted their drug‑likeness, skin permeability, and safety for topical use. Molecular docking was performed using AutoDock Vina; ADMET properties were predicted with SwissADME and pkCSM. All compounds complied with Lipinski’s Rule of Five (zero violations). Methyl cinnamate formed three hydrogen bonds including with the catalytic residue Glu219. β‑Turmerone showed the highest affinity (ΔG = –6.5 kcal/mol, Ki = 17.0 µM). Phytol, methyl palmitate, and n‑hexadecanoic acid exhibited weaker binding (Ki = 33.5–78.0 µM), while the positive control PLH had ΔG = –7.5 kcal/mol (Ki = 3.14 µM). ADMET predictions showed excellent skin permeability for phytol and the fatty acid derivatives (Log Kp > –3.0 cm/h). All compounds were non‑mutagenic, non‑hepatotoxic, and safe for skin sensitisation. Methyl cinnamate and β‑turmerone are the most promising A. odorata‑derived MMP‑1 inhibitors, supporting further validation as natural anti‑aging cosmeceuticals.
Pengaruh Authentic Leadership Terhadap Kepatuhan Tenaga Medis dan Non Medis dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial dengan Mediasi Kesadaran Berperilaku di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan Wijiyanti Wijianti; Dyah Kusumastuti; Rukhiyat Syahidin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57355

Abstract

Abstrak Kepatuhan praktik Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) merupakan elemen krusial dalam upaya mencegah infeksi nosokomial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Authentic Leadership (X1) terhadap Kepatuhan Praktik PPI (Z) dengan mediasi Kesadaran Berperilaku (Y) pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan. Menggunakan desain kuantitatif-survei, data dikumpulkan dari 142 responden tenaga kesehatan melalui kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur (Path Analysis) dan uji mediasi PROCESS Hayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Authentic Leadership memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kesadaran Berperilaku, serta secara langsung dan tidak langsung terhadap Kepatuhan Praktik PPI. Kesadaran Berperilaku terbukti memediasi hubungan tersebut secara parsial. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan kepemimpinan yang autentik dapat meningkatkan kesadaran profesional tenaga kesehatan, yang pada gilirannya mendorong kepatuhan terhadap protokol PPI. Oleh karena itu, direkomendasikan bagi manajemen rumah sakit untuk memperkuat kepemimpinan unit dan sistem pendukung guna meminimalkan risiko infeksi nosokomial. Kata Kunci: Authentic Leadership; Kesadaran berperilaku; Kepatuhan PPI; Infeksi nosokomial Abstract Compliance with Infection Prevention and Control (IPC) practices is a crucial element in preventing Nosocomial Infections. This study aimed to analyze the effect of Authentic Leadership (X1) on IPC Practice Compliance (Z) mediated by Behavioral Awareness (Y) among health workers at Restu Ibu Hospital Balikpapan. Employing a quantitative survey design, data were collected from 142 health professionals via questionnaires. Data analysis utilized Path Analysis and Hayes' PROCESS mediation test. The findings indicate that Authentic Leadership significantly and positively influences Behavioral Awareness, and both directly and indirectly impacts IPC Practice Compliance. Behavioral Awareness was found to partially mediate this relationship. These results suggest that strengthening Authentic Leadership can enhance health professionals' awareness, which subsequently drives adherence to IPC protocols. Therefore, it is recommended for hospital management to reinforce unit leadership and support systems to minimize the risk of Nosocomial Infections. Keywords: Authentic Leadership; Behavioral awareness; IPC compliance; Nosocomial
Pengaruh Sanitasi Lingkungan dan Perilaku Ibu Terhadap Kejadian Diare Pada Balita di Kabupaten Kutai Kartanegara Yuana Indrawati Supriyadi; Kosasih Kosasih; Etty Sofia Mariati Asnar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57358

Abstract

Abstrak Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi penyebab morbiditas pada anak di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kutai Kartanegara. Faktor lingkungan dan perilaku memiliki peranan penting dalam mempengaruhi terjadinya diare. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sanitasi lingkungan dan perilaku ibu terhadap kejadian diare balita di Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang dipilih secara proportionate stratified random sampling dari 32 Puskesmas di Kabupaten Kutai Kartanegara. Analisis data dilakukan secara deskriptif berupa Metode Susesif Interval (MSI), Uji Asumsi Klasik, Analisis Jalur, Uji t, dan Uji Determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial sanitasi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare (p = 0,033) dengan kontribusi determinasi sebesar 4,8%. Perilaku ibu juga berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare (p = 0,041) dengan kontribusi determinasi sebesar 4,4%. Secara simultan, sanitasi lingkungan dan perilaku ibu memberikan pengaruh signifikan terhadap kejadian diare (p=0,004) dan R² = 0,114, yang berarti kedua variabel bersama-sama menjelaskan 11,4% variasi kejadian diare, sedangkan 88,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulannya, sanitasi lingkungan dan perilaku ibu berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare pada balita, meskipun kontribusi keduanya relatif kecil. Upaya pencegahan diare perlu dilakukan melalui peningkatan kualitas sanitasi lingkungan serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada ibu dan keluarga. Kata kunci: Sanitasi Lingkungan, Perilaku Ibu, Kejadian Diare, Balita Abstract Diarrhea was one of the health problems that continued to contribute to morbidity among children in Indonesia, including in Kutai Kartanegara Regency. Environmental and behavioral factors played an important role in influencing the occurrence of diarrhea. This study aims to analyze the influence of environmental sanitation and mothers’ behavior on diarrhea incidence in Kutai Kartanegara Regency. The study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 96 respondents selected through proportionate stratified random sampling from 32 primary health centers in Kutai Kartanegara Regency. Data analysis was conducted descriptively using the Method of Successive Interval (MSI), Classical Assumption Tests, Path Analysis, t-test, and Determination Test. The results showed that environmental sanitation had a significant partial effect on diarrhea incidence (p = 0.033) with a determination contribution of 4.8%. Mothers’ behavior also had a significant partial effect on diarrhea incidence (p = 0.041) with a determination contribution of 4.4%. Simultaneously, environmental sanitation and mothers’ behavior had a significant combined effect on diarrhea incidence (p= 0.004) and R² = 0.114 indicating that both variables together explained 11.4% of the variation in diarrhea incidence, while 88.6% was influenced by other factors. In conclusion, environmental sanitation and mothers’ behavior significantly affected diarrhea incidence, although their contributions were relatively small. Efforts to prevent diarrhea needed to be strengthened through improving environmental sanitation quality and providing education on clean and healthy living behaviors to mothers and families. Keywords: Environmental Sanitation, Mothers’ Behavior, Diarrhea Incidence,Children Under Five
Surgical Safety Checklist Completeness and Risk Factors for Surgical Site Infection in Panyabungan Regional Hospital Rizki Fauzan Ghali Nasution; Donal Nababan; Frida Lina Tarigan; Kesaktian Manurung; Janno Sinaga
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57387

Abstract

ABSTRACT Surgical site infection (SSI) is a major postoperative complication that increases morbidity, mortality, and healthcare burden. The implementation of the Surgical safety Checklist (SSC) is considered a key preventive strategy, yet its effectiveness remains debated. This study aimed to analyze the association between SSC completeness and SSI, as well as other clinical factors, among surgical patients at RSUD Panyabungan. A cross-sectional design was applied with total sampling of 873 surgical patients from January to April 2025. Data were obtained from medical records and analyzed using multivariate logistic regression. The incidence of SSI was 5.6%. Compliance with SSC was relatively high: Sign In 79.4%, Time Out 80.6%, and Sign Out 80.3%. Bivariate analysis revealed that incomplete SSC in all phases was significantly associated with increased SSI risk (crude OR 6–19; p<0.001). Additional factors such as ≥2 comorbidities (OR 7.02; p<0.001), and emergency surgery (OR 2.99; p=0.006) were also associated with SSI. In the final logistic regression model, independent predictors of SSI were: complete Sign In as a strong protective factor (AOR=0.057; 95% CI: 0.027–0.120; p<0.001), ≥1 comorbidity (AOR=3.075; 95% CI: 1.803–5.246; p<0.001), and emergency surgery compared to elective procedures (AOR=4.274; 95% CI: 1.612–11.335; p=0.003). This study highlights the strong association between Sign In completeness and lower SSI risk, and emphasizes the need for optimizing perioperative management among patients with comorbidities and those undergoing emergency surgery. Keywords: Surgical safety checklist; Surgical site infection; compliance; comorbidity; emergency surgery;
Penerapan Teknik Distraksi Dengan Terapi Murottal Al-Qur’an Terhadap Tingkat Nyeri Pada Pasien Luka Bakar Derajat II Khairunnisa Nabilatun Rofifah; Ahmad Purnama
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57394

Abstract

Luka bakar derajat II menyebabkan nyeri signifikan akibat kerusakan jaringan dan proses inflamasi sehingga memerlukan manajemen nyeri yang efektif dan aman. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi murottal Al-Qur’an yang memberikan efek relaksasi melalui penurunan aktivitas sistem saraf simpatis dan distraksi terhadap persepsi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi murottal Al-Qur’an dalam menurunkan tingkat nyeri pada pasien luka bakar derajat II. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada seorang pasien laki-laki berusia 15 tahun. Intervensi diberikan selama 20 menit setiap hari selama lima hari, disertai perawatan luka, pencegahan infeksi, dukungan mobilisasi, dan edukasi keluarga dengan metode teach-back. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil menunjukkan penurunan nyeri dari skala 5 menjadi 2 secara bertahap, disertai perbaikan kondisi luka dan peningkatan mobilitas pasien. Keluarga juga mampu melakukan perawatan luka secara mandiri. Terapi murottal Al-Qur’an efektif sebagai intervensi komplementer dalam menurunkan nyeri dan mendukung penyembuhan luka secara holistik.
Kerja Terhadap Motivasi Perawat di Rumah Sakit Kartika Husada Setu Bekasi Rahmi Rahmi; Farida Yuliaty; Ayu Laili Rahmiyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap motivasi perawat di Rumah Sakit Kartika Husada Setu Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian terdiri dari 50 perawat yang dipilih berdasarkan kriteria keterlibatan aktif dalam pelayanan pasien. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala likert yang mencakup indikator variabel kompensasi, lingkungan kerja, dan motivasi. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh parsial maupun simultan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi perawat. Perawat yang memperoleh kompensasi sesuai kinerja merasa lebih dihargai sehingga semangat kerjanya meningkat. Lingkungan kerja juga terbukti berpengaruh positif signifikan, di mana faktor kenyamanan, keamanan, hubungan kerja, dan dukungan manajemen menjadi aspek dominan. Secara simultan, kompensasi dan lingkungan kerja berkontribusi nyata dalam meningkatkan motivasi perawat di rumah sakit.
Analysis of Activity-Based Costing (ABC) Implementation For Inpatient Operational Cost Control in 2025 Ongky Harianto; Ermi Girsang; Sri Lestari Ramadhani Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57414

Abstract

Rumah sakit membutuhkan informasi biaya yang akurat untuk menetapkan tarif layanan, menyusun anggaran, dan mengendalikan biaya operasional. Pada RS Pratama Krayan, penetapan tarif rawat inap masih berisiko menimbulkan distorsi biaya karena belum sepenuhnya menggunakan pendekatan berbasis aktivitas.Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Activity Based Costing (ABC) dalam pengendalian biaya operasional rawat inap di RS Pratama Krayan, Kalimantan Utara, Tahun 2025.Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan wawancara, kemudian dianalisis dengan tahapan ABC, yaitu identifikasi aktivitas, pengelompokan biaya ke dalam cost pool, penetapan cost driver, perhitungan tarif aktivitas, dan pembebanan biaya ke masing-masing kelas rawat inap untuk memperoleh unit cost. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan aktivitas biaya utama dengan total biaya operasional rawat inap sebesar Rp 2.744.000.000. Tarif aktivitas dihitung menggunakan cost driver berupa hari rawat inap, luas ruangan, dan konsumsi listrik. Perhitungan ABC menghasilkan unit cost rawat inap per hari sebesar Rp 179.494 pada kelas VIP, Rp 107.782 pada Kelas I, Rp 88.608 pada Kelas II, dan Rp 86.881 pada Kelas III. Seluruh hasil tersebut lebih rendah dibandingkan tarif yang berlaku, dengan penurunan sebesar 48,7% pada VIP, 46,1% pada Kelas I, 50,8% pada Kelas II, dan 42,1% pada Kelas III. Penerapan ABC mampu menghasilkan informasi biaya rawat inap yang lebih rinci, proporsional, dan transparan, sehingga dapat digunakan sebagai dasar evaluasi tarif dan pengendalian biaya operasional rumah sakit.
WhatsApp-Based Audiovisual Education Improves Knowledge and Attitudes Toward Hypertension Prevention Among At-Risk Adolescents Putri Anisa Fazira; Reni Prima Gusty; Mulyanti Roberto Muliantino
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57428

Abstract

Abstrak Hipertensi pada usia dewasa muda sering berawal dari perilaku tidak sehat yang terbentuk sejak remaja. Kondisi ini menegaskan pentingnya strategi pencegahan dini guna menurunkan risiko di masa mendatang. Perkembangan teknologi digital memberikan peluang baru dalam promosi kesehatan, salah satunya melalui pendidikan audiovisual berbasis WhatsApp. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pendidikan audiovisual berbasis WhatsApp terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan hipertensi pada remaja dengan riwayat keluarga hipertensi. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental dengan rancangan pretest-posttest control group. Sebanyak 66 remaja berusia 15–18 tahun direkrut dan dibagi rata menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi memperoleh pendidikan audiovisual dua kali seminggu selama dua minggu melalui WhatsApp, disertai panggilan tindak lanjut dan diskusi chat grup. Kelompok kontrol hanya menerima informasi konvensional.. Analisis data dilakukan dengan uji univariat dan bivariat uji-t berpasangan dan independen. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan (Δ mean=3,909; p<0,001) dan sikap (Δ mean=13,939; p<0,001) pada kelompok intervensi. Pada kelompok kontrol, tidak terdapat peningkatan bermakna pengetahuan (Δ mean=0,545;p=0,068>0,05), namun sikap meningkat signifikan (Δ mean=0.848;p=0,028<0,05) serta memiliki perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok dengan p<0,001. Kesimpulannya, pendidikan audiovisual berbasis WhatsApp terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja berisiko hipertensi. Strategi ini direkomendasikan sebagai inovasi promosi kesehatan digital berbasis komunitas remaja. Kata Kunci: remaja,audiovisual,knowledge,hipertensi,edukasi Abstract Hypertension in young adults often originates from unhealthy behaviors developed during adolescence. This condition underscores the importance of early prevention strategies to reduce future risks. The development of digital technology provides new opportunities in health promotion, one of which is through WhatsApp-based audiovisual education. This study aims to evaluate the effectiveness of WhatsApp-based audiovisual education on improving knowledge and attitudes toward hypertension prevention in adolescents with a family history of hypertension. The research design uses a quasi-experimental approach with a pretest-posttest control group design. A total of 66 adolescents aged 15–18 were recruited and evenly divided into intervention and control groups. The intervention group received audiovisual education twice a week for two weeks via WhatsApp, accompanied by follow-up calls and group chat discussions. The control group only received conventional information. Data analysis was performed using univariate and bivariate tests, including paired and independent t-tests. The research results showed a significant increase in knowledge (Δ mean=3.909; p<0.001) and attitudes (Δ mean=13.939; p<0.001) in the intervention group. In the control group, there was no significant increase in knowledge (Δ mean=0.545; p=0.068>0.05), but attitudes increased significantly (Δ mean=0.848; p=0.028<0.05), and there were significant differences between the two groups with p<0.001. In conclusion, WhatsApp-based audiovisual education has proven effective in improving the knowledge and attitudes of adolescents at risk of hypertension. This strategy is recommended as an innovation in community-based digital health promotion for adolescents. Kata Kunci: Adolescent, audiovisual, knowledge, hypertension, education