cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,804 Documents
Pengaruh Profil Kepribadian DISC Terhadap Kinerja Perawat di Rumah Sakit Kimberley M. M. Hutapea; Frieda Panjaitan; Lyna M. N. Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58653

Abstract

Kinerja perawat merupakan indikator utama kualitas pelayanan kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, termasuk karakteristik kepribadian. Profil kepribadian DISC (Dominance, Influence, Steadiness, Conscientiousness) telah banyak digunakan untuk memahami perilaku kerja individu dalam organisasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan psikometri kepribadian DISC terhadap kinerja keperawatan di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah sintesis literatur dari 23jurnal ditahun 2023-2026. Hasil sintesis literatur terdapat 3 bagian berdasarkan kekuatan referensi: (1). Referensi core/sangat kuat (2). Referensi pendukung utama (3). Referensi supporting. Ke-tiga bagian ini, menunjukkan bahwa dimensi kepribadian memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja, baik secara langsung maupun melalui variabel mediasi seperti motivasi, komunikasi, dan lingkungan kerja (Zhang et al., 2023; Wang et al., 2024; Li et al., 2025). Selain itu, faktor organisasi seperti kepemimpinan dan beban kerja turut memperkuat atau memperlemah hubungan tersebut (Lake et al., 2023; Boamah et al., 2023). Kesimpulannya, kepribadian DISC merupakan prediktor penting dalam menjelaskan variasi kinerja perawat dan dapat digunakan sebagai dasar pengembangan SDM keperawatan di rumah sakit.
Environmental Determinants of Childhood Stunting in Timor-Leste: A Narrative Review Ivo da Costa Soares; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58677

Abstract

Childhood stunting remains a major public health problem in Timor-Leste, with one of the highest prevalence rates in Southeast Asia. In addition to inadequate nutrition, environmental determinants such as poor sanitation, unsafe drinking water, inadequate hygiene practices, food insecurity, and poor living conditions contribute substantially to impaired child growth and chronic undernutrition. This narrative review aimed to explore and synthesize evidence regarding environmental determinants associated with childhood stunting in Timor-Leste. A narrative review approach was employed using literature obtained from PubMed, Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar. Articles published between 2015 and 2025 were screened based on predefined inclusion criteria. Six original studies focusing on environmental determinants of childhood stunting in Timor-Leste were included in the review. Data were synthesized narratively according to major environmental themes. The reviewed studies consistently demonstrated that poor sanitation, unsafe drinking water, food insecurity, household poverty, inadequate housing conditions, and recurrent infectious diseases were major determinants of childhood stunting in Timor-Leste. Children living in rural and socioeconomically disadvantaged households were more vulnerable to chronic undernutrition due to limited access to sanitation, healthcare services, and adequate nutrition. Environmental conditions were also associated with increased exposure to infectious diseases that impair nutrient absorption and child growth. Environmental determinants play a substantial role in the persistence of childhood stunting in Timor-Leste. Addressing stunting therefore requires integrated and multisectoral interventions that combine nutrition-specific programs with environmental health improvements, particularly in water, sanitation, hygiene, food security, and rural health services.
Human Resource Management Strategies For Remote Hospitals In Indonesia: A Systematic Literature Review Paramita Paramita; Kosasih Kosasih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58746

Abstract

Pelayanan kesehatan di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan terluar Indonesia (RBOIA) masih menjadi tantangan nasional yang besar akibat isolasi geografis, keterbatasan infrastruktur, dan distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata. Rumah sakit umum daerah (RSUD) di wilayah tersebut dituntut untuk menyediakan layanan berkualitas tinggi meskipun menghadapi kekurangan tenaga kerja yang serius dan keterbatasan sumber daya. Meskipun berbagai program pemerintah telah memperkenalkan insentif finansial dan kebijakan penempatan tenaga kesehatan, kesenjangan dalam ketersediaan dan retensi tenaga kerja masih terus terjadi sehingga memengaruhi aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kualitas layanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang kontekstual dan berkelanjutan guna memperkuat sistem tenaga kesehatan di RSUD pada wilayah RBOIA Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) yang dipandu oleh kerangka PRISMA. Sebanyak dua puluh studi peer-reviewed dan laporan resmi yang diterbitkan pada periode 2020–2025 dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tren utama, tantangan, dan potensi inovasi MSDM dalam layanan kesehatan di wilayah terpencil. Hasil penelitian menunjukkan enam tantangan utama yang memengaruhi implementasi MSDM, yaitu distribusi tenaga kerja yang tidak merata, rendahnya tingkat retensi tenaga kesehatan, keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, kurangnya perlindungan hukum, dan lemahnya kapasitas kepemimpinan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa insentif finansial saja tidak cukup untuk mempertahankan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan kerangka MSDM yang holistik dengan mengintegrasikan dukungan organisasi, kepemimpinan transformasional, inovasi kesehatan digital, dan sistem kesejahteraan yang berkeadilan guna meningkatkan ketahanan tenaga kerja serta memperkuat keberlanjutan pelayanan kesehatan di wilayah RBOIA Indonesia.
Hubungan Mindfulness Attention Awareness dan Dukungan Sosial Keluarga dengan Kesejahteraan Psikologis serta Kualitas Hidup Wanita Menopause Sisi Ermoniza; Bobby Indra Utama; Roza Mulyana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58859

Abstract

Abstrak Periode menopause menjadi tantangan kesehatan global yang semakin krusial. Wanita menopause mengalami perubahan fisik dan psikologis akibat penurunan hormon estrogen yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Mindfulness Attention Awareness (MAAS) dan dukungan sosial keluarga dengan kesejahteraan psikologis serta kualitas hidup wanita menopause. Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif analitik. Sampel berjumlah 98 wanita menopause di wilayah kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam, Kota Padang, yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner MAAS (Mindfulness), MSPSS (dukungan sosial keluarga), MRS (kesejahteraan psikologis), dan MENQOL modifikasi (kualitas hidup). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 55,1% wanita menopause memiliki Mindfulness rendah, 61,2% memiliki dukungan sosial baik, 58,2% memiliki kesejahteraan psikologis baik, dan 53,1% memiliki kualitas hidup tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara Mindfulness dengan kesejahteraan psikologis (p=0,000; OR=8,986), Mindfulness dengan kualitas hidup (p=0,002; OR=3,747), serta dukungan sosial keluarga dengan kualitas hidup (p=0,001; OR=4,333). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan kesejahteraan psikologis (p=0,192). Mindfulness berhubungan dengan kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup, sedangkan dukungan sosial keluarga hanya berhubungan dengan kualitas hidup. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan program intervensi berbasis Mindfulness serta penguatan dukungan keluarga bagi wanita menopause. Kata Kunci: Mindfulness, dukungan sosial keluarga, kesejahteraan psikologis, kualitas hidup, wanita menopause Abstract The menopausal period is becoming an increasingly critical global health challenge. Menopausal women experience physical and psychological changes due to decreased estrogen hormone levels, which can affect psychological well-being and quality of life. This study aimed to analyze the relationship between Mindfulness Attention Awareness (MAAS) and family social support with psychological well-being and quality of life of menopausal women. This study used a cross-sectional design with a quantitative analytic approach. A sample of 98 menopausal women in the working area of the Dadok Tunggul Hitam Public Health Center, Padang City, was selected using purposive sampling. The instruments used included the MAAS questionnaire (Mindfulness), MSPSS (Family Social Support), MRS (Psychological Well-being), and a modified MENQOL (Quality of Life). Data analysis used the Chi-Square test. The results showed that 55.1% of menopausal women had low mindfulness, 61.2% had good family social support, 58.2% had good psychological well-being, and 53.1% had high quality of life. There were significant relationships between mindfulness and psychological well-being (p=0.000; OR=8.986), mindfulness and quality of life (p=0.002; OR=3.747), and family social support and quality of life (p=0.001; OR=4.333). However, there was no significant relationship between family social support and psychological well-being (p=0.192). Mindfulness is associated with psychological well-being and quality of life, while family social support is only associated with quality of life. These findings can serve as a basis for developing mindfulness-based intervention programs and strengthening family support for menopausal women at public health centers. Keywords: Mindfulness, family social support, psychological well-being, quality of life, menopausal women.
Pseudo-Effectiveness in Regional Labor Policy: Evaluating Bureaucratic Dynamics of Job Placement Program Implementation in Klaten Punto Bilowo; Rutiana Dwi Wahyunengseh; Rina Herlina Haryanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58877

Abstract

This study evaluates the effectiveness of regional labor policy by identifying the bureaucratic factors that influence the implementation of the Job Placement Program (PTK) at the Department of Industry and Labor of Klaten Regency. In practice, however, the program has struggled to achieve its strategic goals of reducing poverty and unemployment, as high levels of administrative activity have not translated into actual job placements for program participants. Employing a case study design with a single embedded unit of analysis, the research investigates the bureaucratic "black box" using the theoretical frameworks of Grindle and Jones. Primary data were gathered through in-depth interviews with policy actors at the Department of Industry and Labor, industrial partners, and program participants, while secondary data were sourced from official strategic plans, budget documents, and standard operating procedures. The analysis follows an interactive model involving data condensation, display, and gap analysis. The findings reveal a phenomenon of pseudo-effectiveness, where the regional labor policy appears successful at an administrative level but fails to facilitate meaningful formal employment for its participants. This implementation gap is primarily driven by a misalignment between vocational training curricula and industrial needs, institutional weaknesses such as the absence of regional training centers, and procedural inefficiencies in information distribution. The study concludes that successful regional labor policy requires a more responsive bureaucratic system that aligns worker qualifications with local market demands. These results provide critical insights for regional governments to shift from procedural compliance toward substantive economic outcomes for the community.
Stroke Hemoragik Pada Masalah Utama Resiko Gangguan Integritas Kulit Dengan Intervensi Keperawatan Massage Effleurage Menggunakan Olive Oil Untuk Pencegahan Ulkus Dekubitus Jenny Anggraini; Siti Fauziah Nur Panjaitan; Gading Widya Lestari; Nova Rohimah Tanjung; Chelsea Paulina Duha; Kristina L Silalahi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59026

Abstract

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, stroke merupakan kondisi darurat medis yang muncul saat pasokan darah ke otak terhambat, baik oleh penyumbatan maupun pendarahan. Stroke hemoragik terjadi ketika terdapat pendarahan di otak karena pecahnya pembuluh darah, yang merusak jaringan otak dan mengganggu fungsi saraf. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pasien stroke adalah ulkus dekubitus. Pasien yang memiliki masalah saraf sering kali mengalami penurunan kemampuan bergerak. Jika pasien stroke tidak dapat mengubah posisi selama waktu yang lama, risiko untuk mengalami ulkus dekubitus akan meningkat. Peran perawat sangat penting dalam menangani risiko luka tekan di kalangan pasien stroke serta mereka yang terpaksa berbaring dalam waktu yang lama, mengingat dampak buruk yang dapat ditimbulkan. Perawat harus menjalankan tindakan pencegahan terhadap luka tekan. Di rumah sakit, minyak zaitun dapat digunakan sebagai alternatif pelembap untuk pasien yang memiliki risiko tinggi mengalami ulkus dekubitus, khususnya bagi mereka yang memerlukan perawatan jangka panjang. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah laporan kasus dengan berbagai tahap dimulai dari pengkajian sampai evaluasi. Hasil dari penerapan asuhan keperawatan menunjukkan bahwa intervensi pijat effleurage menggunakan minyak zaitun efektif dalam mencegah ulkus dekubitus pada pasien dengan diagnosis gangguan mobilitas fisik di rumah sakit. Namun demikian, dukungan serta peran keluarga diperlukan untuk melanjutkan perawatan pijat effleurage menggunakan minyak zaitun di rumah agar dapat mencegah ulkus dekubitus pada pasien stroke yang menjalani tirah baring lama.
Kesadaran, Motivasi dan Niat Remaja Terhadap Kehamilan Tidak Diinginkan di SMA Negeri 1 Nekamese. Kabupaten Kupang Delice Vebrida Pobas; Imelda Manurung; Anderias Umbu Roga; Marni Marni; Sintha Purimahua
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59034

Abstract

Unwanted teenage pregnancy refers to a pregnancy that occurs when a teenager (typically aged 10–19 or 15–19, depending on the study’s definition) did not intend or plan to become pregnant at the time of conception. This phenomenon is not merely a medical issue—it is a social, economic, and educational problem because its consequences are often long-term for adolescents, the child born, families, and society. Many adolescent pregnancies occur in contexts where access to reproductive health education, contraceptive services, and social protection remains limited; social factors such as poverty, gender norms, early marriage, and peer pressure also play a significant role. Individual awareness of the risks and consequences of unintended pregnancy plays a crucial role in shaping preventive behavior. Motivation can be defined as an internal drive within a person to act and behave. Motivation can also be defined as a need—a potential within a person that requires a response. Intention describes an individual’s readiness to act. This study employs a qualitative approach with a phenomenological design. This approach was chosen because the research focuses on a deep understanding of adolescents’ subjective experiences regarding their motivation, intention, and perceptions of unintended pregnancy. Research data were collected from 10 female respondents at State High School 1 Nekamese, Kupang District. Ratings provided by respondents to assess adolescents’ awareness, motivation, and intentions regarding unintended pregnancy. This study involved primary respondents, peers, and guidance counselors. The study was conducted to assess the influence of parents, peers, and teachers on adolescents’ motivation and intentions to prevent unintended pregnancy at State High School 1 Nekamese, Kupang Regency.
Efektivitas Program Mindfulness Dalam Menurunkan Burnout Pada Perawat: Systematic Literature Review Puji Mukti Hartani; Dulides Kristianto Welly; Dwi Natalia Rustanti; Dahlia Dahlia; Lindawati BR Barus; Bambang Sumantri; Suriadi Suriadi; Supriadi Supriadi; Imran Imran
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59040

Abstract

Burnout is a serious psychological condition widely experienced by nursing professionals due to the persistently high demands of clinical work environments. This condition is characterized by prolonged emotional exhaustion, depersonalization toward patients, and a diminished sense of personal accomplishment, all of which directly compromise the quality of healthcare delivery. This study aims to analyze and synthesize scientific evidence regarding the effectiveness of mindfulness programs in reducing burnout among nurses through a Systematic Literature Review (SLR) guided by the PRISMA 2020 framework. A total of 10 articles published between 2022 and 2025 were included following a rigorous selection process from 309 initially retrieved records across multiple electronic databases. The synthesis reveals that mindfulness programs, particularly Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR), consistently and significantly reduce emotional exhaustion and depersonalization while enhancing nurses' sense of personal accomplishment. Optimal effectiveness is achieved through structured programs lasting 8 to 12 weeks, supported by adequate institutional commitment and high participant adherence. Digital-based mindfulness interventions also demonstrated broader accessibility and promising outcomes across diverse clinical settings. These findings strongly recommend the formal integration of mindfulness programs into continuing professional development systems for nursing staff within healthcare institutions.
Pengaruh Kombinasi Rooming-In dan Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran Asi 24 Jam Pertama Post Sectio Caesarea di RS Pelita Insani Martapura Pebia Norviana; Sunartono Sunartono; Siti Maimunah; Istri Yuliani; Hargianti Dini Iswandar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59076

Abstract

Breast milk is the optimal nutrition for newborns. However, mothers undergoing cesarean section often experience delayed lactation due to anesthesia effects, surgical pain, stress, and postponed mother–infant contact. Non-pharmacological interventions such as rooming-in and oxytocin massage have been shown to improve lactation, but studies combining these two methods remain limited. Objective this study is to analyze the effect of combining rooming-in and oxytocin massage on breast milk production during the first 24 hours post-cesarean section. This study applied a quasi-experimental design with a pre-post test control group approach. The sample consisted of 24 post-cesarean mothers at Pelita Insani Hospital, Martapura, divided into intervention (rooming-in + oxytocin massage) and control (standard care) groups. Outcomes measured were colostrum volume, onset of lactation, and frequency of let-down reflex. Data analysis was performed using t-test, Mann-Whitney, and ANCOVA to control confounding variables, with a significance level of p<0.05.The combination of rooming-in and oxytocin massage significantly increased milk volume (38.7±6.4 ml vs 23.4±5.1 ml; p<0.001), accelerated lactation onset (8.4±2.1 hours vs 14.7±3.4 hours; p<0.001), and improved let-down reflex frequency (6.8±1.5 times vs 3.9±1.2 times; p<0.001) compared to the control group.Rooming-in combined with oxytocin massage is an effective and safe evidence-based intervention to enhance early milk production in post-cesarean mothers within the first 24 hours, supporting exclusive breastfeeding success.
Pengaruh Ketersediaan Fasilitas dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Tanggetada Widiyah Darmawan; Farida Yuliaty; Vip Paramarta; Kosasih Kosasih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Tanggetada. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan di Puskesmas Tanggetada dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi linear berganda melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 (<0,05). Kualitas pelayanan juga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Secara simultan, ketersediaan fasilitas dan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 64,8% menunjukkan bahwa kepuasan pasien dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas dan kualitas pelayanan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan perlu menjadi perhatian utama dalam meningkatkan kepuasan pasien di puskesmas.