cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,804 Documents
Evaluasi Administrasi Pelayanan Pasien Berdasarkan Perspektif Tenaga Kesehatan Di Rumah Sakit TNI AL Dr. Soedibjo Sardadi Franklin Valentinus Raimond Waromi; Arius Togodly; Yacob Ruru; Novita Medyati; Sarce Makaba; Rosmin M. Tingginehe
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58048

Abstract

Rumah sakit merupakan organisasi pelayanan kesehatan yang kompleks, di mana mutu layanan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi klinis tenaga kesehatan tetapi juga efektivitas sistem administrasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi administrasi pelayanan pasien berdasarkan perspektif tenaga kesehatan di Rumah Sakit TNI AL dr. Soedibjo Sardadi, Jayapura. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri dari dokter, perawat, petugas administrasi, dan kepala unit pelayanan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur administrasi telah memiliki SOP dan dukungan SIMRS, namun implementasi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan SDM, beban dokumentasi JKN, serta adaptasi teknologi informasi. Tenaga kesehatan menilai proses administrasi sering tidak selaras dengan alur kerja klinis, sehingga menambah beban kerja dan menurunkan efektivitas pelayanan. Faktor pendukung berupa budaya organisasi yang kolaboratif dan kepemimpinan suportif, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan pelatihan, infrastruktur, dan regulasi klaim pembiayaan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa efektivitas administrasi pelayanan pasien dipengaruhi oleh integrasi sistem informasi, kompetensi SDM, dan dukungan organisasi.
Efektifitas Terapi Clapping Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Pada Remaja dengan Tuberculosis Yeni Ika Wulandari; Raden Maria Veronika Trilupi; Apriyani Puji Hastuti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58052

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) remains a global health problem and often causes respiratory disorders, including decreased oxygen saturation. This condition requires effective nursing interventions to improve respiratory function. This study aimed to determine the effectiveness of clapping therapy in increasing oxygen saturation among adolescents with pulmonary TB at Dr. Saiful Anwar Regional Hospital, Malang. This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach. The sample consisted of 30 respondents, divided into an intervention group and a control group, with 15 respondents each. The intervention group received clapping therapy combined with nebulizer treatment, while the control group received standard therapy using a nebulizer only. Measurements were taken before and after the intervention using a sphygmomanometer, pulse measurement, and pulse oximeter. Data were analyzed using the Wilcoxon test and independent t-test with a significance level of α = 0.05. The results showed a significant increase in oxygen saturation in the intervention group from 95.73% to 99.80% with a p-value of 0.001. Meanwhile, changes in blood pressure and pulse rate were not statistically significant. These findings indicate that clapping therapy is effective in improving oxygenation without negatively affecting hemodynamic parameters. In conclusion, clapping therapy is an effective, safe, and applicable nursing intervention to improve oxygen saturation in adolescents with pulmonary tuberculosis.
Dinamika Psikososial dan Makna Subjektif Merokok sebagai Strategi Coping Emosional Remaja: Sebuah Telaah Sistematis Jusni Ananda Fitri; Nur Rohmah; Diah Rahayu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58055

Abstract

Perilaku merokok pada remaja tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat global yang krusial. Bukti empiris menunjukkan bahwa tekanan emosional dan degradasi kesehatan mental merupakan determinan signifikan di balik perilaku ini. Remaja cenderung memfungsikan rokok bukan sekadar sebagai manifestasi rasa ingin tahu atau konformitas teman sebaya, melainkan sebagai instrumen koping untuk meregulasi distres emosional, kecemasan, dan depresi. Tujuan: Mensintesis makna subjektif merokok sebagai mekanisme koping emosional pada remaja serta implikasinya terhadap kesehatan mental. Metode: Systematic review dilakukan melalui basis data PubMed, Google Scholar, dan repositori institusional. Tiga puluh artikel (2019–2025) berskala nasional dan internasional dianalisis secara tematik. Hasil: Sintesis data menghasilkan lima tema sentral: (1) merokok sebagai katarsis emosional dan pereda stresor harian, (2) konstruksi makna psikologis subjektif terkait identitas merokok, (3) peran lingkungan sosial dan tekanan kelompok yang melegitimasi merokok sebagai strategi adaptasi, (4) hubungan resiprokal antara ketergantungan nikotin dan gangguan kesehatan mental, serta (5) adanya kesenjangan pada intervensi konvensional yang cenderung mengabaikan dimensi emosional subjektif remaja. Kesimpulan: Merokok berakar kuat pada pengalaman psikologis kompleks. Program promosi kesehatan harus bertransformasi dari edukasi bahaya fisik menuju pendekatan yang mempertimbangkan makna subjektif dan penguatan kerentanan emosional.
Determinan Sosial-Ekonomi Terhadap Stunting Anak Usia 6-59 Bulan di Perdesaan dan Perkotaan Provinsi NTB (Analisis Data SKI 2023) Rabiatul Adawiyah; Asih Setiarini; Dwi Yuniati Ismail
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58093

Abstract

Stunting merupakan kegagalan pertumbuhan pada anak yang diukur dengan panjang atau tinggi badan menurut umur kurang dari -2 standar deviasi (SD) dari standar pertumbuhan WHO. Faktor-faktor sosial ekonomi seperti kemiskinan, pendidikan ibu, pekerjaan orang tua, serta akses terhadap layanan dasar termasuk imunisasi dan kunjungan antenatal care (ANC) memiliki pengaruh besar terhadap status gizi anak balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan sosial-ekonomi (status ekonomi, ukuran rumah tangga, Pendidikan ibu dan pekerjaan ibu) terhadap stunting pada anak usia 6-59 bulan di wilayah Perdesaan dan Perkotaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan data Survey Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 pada 1.539 responden. Stunting ditentukan berdasarkan PB/U atau TB/U, status ekonomi dikategorikan dalam quintil kesejahteraan berdasarkan indeks kepemilikan aset, ukuran rumah tangga dikategorikan menjadi besar, sedang, kecil. Pendidikan ibu dikategorikan rendah dan tinggi, sedangkan pekerjaan ibu dikategorikan menjadi bekerja dan tidak bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara status ekonomi, ukuran rumah tangga, pendidikan ibu dan pekerjaan ibu terhadap stunting, namun memiliki kecendrungan peningkatan risiko stunting pada masing-masing variabel. Penelitian longitudinal diperlukan untuk mengkaji hubungan kausal secara lebih jelas.
Evaluasi Pelayanan Kegawatdaruratan Yaswar Au PSC 119 Di Kabupaten Biak Numfor Antonioes Andrianto; Novita Medyati; Sarce Makaba; Agus Zainuri; Arius Togodly; Hasmi Hasmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58097

Abstract

Layanan Yaswar Au PSC 119 merupakan inovasi pelayanan kegawatdaruratan berbasis kearifan lokal di Kabupaten Biak Numfor yang menghadapi tantangan geografis wilayah kepulauan dan keterbatasan akses. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan layanan berdasarkan aspek input, proses, dan output. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 13 informan, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pada aspek input masih terdapat keterbatasan sumber daya manusia, anggaran operasional, serta sarana prasarana yang belum sesuai standar. Selain itu, belum tersedia kebijakan teknis terkait response time. Pada aspek proses, penerimaan laporan melalui call center 119 dan koordinasi dengan fasilitas kesehatan telah berjalan, namun terkendala jaringan yang tidak stabil. Pada aspek output, akses masyarakat meningkat dan kepuasan masyarakat tergolong tinggi. Kesimpulannya, layanan Yaswar Au PSC 119 telah berjalan tetapi belum optimal sehingga diperlukan peningkatan SDM, sarana prasarana, kebijakan response time, dan sosialisasi kepada masyarakat.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Putus Berobat pada Pasien Tuberkulosis di Kabupaten Merauke Vinsensius Sigit Raharjo; Yacob Ruru; Semuel Pitar Irab; Hasmi Hasmi; Novita Medyati; Sarce Makaba
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58099

Abstract

Kejadian putus berobat pada pasien tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan dalam program pengendalian TBC karena berkontribusi terhadap kegagalan terapi, kekambuhan, dan resistensi obat. Kepatuhan pengobatan dipengaruhi oleh faktor demografis, klinis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut dengan kejadian putus berobat pada pasien TBC. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional berbasis data sekunder dengan sampel 1.485 responden. Analisis dilakukan secara univariat untuk distribusi data, bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan Rasio Prevalensi (RP), serta multivariat menggunakan regresi logistik biner untuk menentukan faktor dominan dengan Odds Ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan bahwa jenis kelamin berhubungan signifikan dengan kejadian putus berobat (p = 0,001; RP = 1,799; 95% CI: 1,250–2,589), sementara variabel lain tidak signifikan (p > 0,05). Analisis multivariat menunjukkan jenis kelamin (OR = 1,857; p = 0,001) dan tipe pasien (OR = 1,657; p = 0,048) sebagai faktor signifikan, dengan jenis kelamin paling dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya faktor perilaku dan karakteristik pasien dalam kepatuhan pengobatan TBC.
Pengaruh Ekstrak Buah Ciplukan terhadap Kadar Interleukin-6 pada Model Tikus Diabetes Melitus Gestasional Eksperimental Laboratorium Khadijah Khaerunnisa; Harry K. Gondo; Febtarini Rahmawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58113

Abstract

Diabetes melitus gestasional (DMG) merupakan gangguan metabolik pada kehamilan yang berkaitan dengan peningkatan sitokin proinflamasi, termasuk interleukin-6 (IL-6), yang berkontribusi terhadap komplikasi maternal dan janin. Upaya terapi berbasis bahan alam, seperti ekstrak buah ciplukan (Physalis angulata L.), memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak buah ciplukan terhadap kadar IL-6 pada tikus model DMG. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen laboratorium dengan rancangan post-test control group. Tikus bunting yang diinduksi DMG dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan variasi dosis ekstrak. Kadar IL-6 diukur menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah ciplukan secara signifikan menurunkan kadar IL-6 dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05), dengan penurunan paling optimal pada dosis tertentu. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekstrak buah ciplukan berpotensi sebagai terapi adjuvan dalam menekan respons inflamasi pada DMG.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK)Pada Remaja Putri Di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Al Islami Kota Metro Dewi Sarini; Ezzy Gapmelezy
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58559

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang penting karena dapat memengaruhi pertumbuhan, kesehatan reproduksi, serta kualitas generasi mendatang. Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami KEK akibat peningkatan kebutuhan gizi, pola makan yang tidak seimbang, aktivitas fisik, serta persepsi body image yang kurang tepat. Berdasarkan studi pendahuluan di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Al Islami Kota Metro, masih ditemukan remaja putri dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm yang menunjukkan adanya KEK.Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan, aktifitas fisik dan persepsi body dengan kejadian KEK pada remaja putri di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Al Islami Kota Metro tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Al Islami Kota Metro sebanyak 58 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data variabel dependent dengan pengukuran LILA dengan pita ukur dengen ketelitian 0,1 cm, independent pengetahuan , aktifitas fisik dan persepsi body image menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0,05.Hasil Peneltian :Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 19 responden (32,8%) mengalami KEK dan 39 responden (67,2%) tidak mengalami KEK. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang, aktivitas fisik berat, dan persepsi body image negatif. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian KEK (p-value = 0,000), aktivitas fisik dengan kejadian KEK (p-value = 0,000), dan persepsi body image dengan kejadian KEK (p-value = 0,000).Kesimpulan:Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, aktivitas fisik, dan persepsi body image dengan kejadian KEK pada remaja putri. Diharapkan remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang, menjaga pola makan yang sehat, serta memiliki persepsi body image yang positif guna mencegah terjadinya KEK.
Analisis Hubungan Beban Kerja, Stres Kerja dan Tingkat Kepuasan Kerja Perawat di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Advent Bandung Eva Fitriani Manurung; Nilawati Soputri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58602

Abstract

Perawat memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit, namun sering kali menghadapi tantangan berupa beban kerja yang tinggi, yang dapat menyebabkan stres dan berdampak pada kepuasan kerja mereka. Beban kerja yang berlebihan serta stres yang terus menerus dapat mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan dan kesejahteraan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja, stres kerja, dan tingkat kepuasan kerja perawat di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Advent Bandung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi berjumlah 113 perawat unit rawat inap dan responden yang bersedia mengisi kuesioner 99 perawat unit rawat inap dengan teknik purposive Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner beban kerja, stres kerja, kepuasan kerja. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman's Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja, stres kerja  dan tingkat kepuasan kerja perawat (p < 0,001). Korelasi antara beban kerja dan stres kerja memiliki nilai ρ = 0,568, yang menunjukkan hubungan positif yang cukup kuat. Korelasi antara beban kerja dan kepuasan kerja memiliki nilai ρ = -0,413, menunjukkan hubungan negatif yang cukup kuat. Korelasi antara stres kerja dan kepuasan kerja memiliki nilai ρ = -0,390, menunjukkan hubungan negatif yang. Temuan ini dapat memberikan wawasan bagi manajemen rumah sakit dalam mengoptimalkan sistem kerja perawat guna meningkatkan kesejahteraan dan kepuasan kerja mereka.
Hubungan Kecanduan Media Sosial Dengan Burnout Academic Pada Mahasiswa Keperawatan di Universitas Advent Indonesia Dina Angriyani Padamaley; Lyna M. N. Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58616

Abstract

Perkembangan yang cepat dari platform media sosial telah menyebabkan meningkatnya penggunaan media sosial pada kalangan mahasiswa. Intensitas penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, salah satunya adalah burnout akademik. Mahasiswa keperawatan termasuk kelompok yang rentan mengalami burnout akademik karena tingginya tuntutan pembelajaran, praktik klinik, dan tekanan akademik selama masa pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi korelasi antara kecanduan terhadap media sosial dengan burnout akademik di kalangan mahasiswa Keperawatan tingkat 2 di Universitas Advent Indonesia. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional serta pendekatan cross-sectional. Responden penelitian ini menggunakan sampel yang diambil dengan melakukan total sampling yaitu melibatkan 87 mahasiswa.. Penelitian ini menggunakan Instrumen berupa kuesioner untuk mengukur kecanduan media sosial dan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Dalam melakukan analisis data, Peneliti menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada dalam kategori kecanduan media sosial tingkat sedang, dengan 43 responden (49%) dan burnout akademik juga sedang dengan 40 responden (46,0%). Hasil uji mengindikasikan adanya korelasi signifikan antara kecanduan media sosial dan burnout akademik, dengan nilai ρ = 0,249 dan p-value = 0,020 (<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jika tingkat kecanduan media sosial yang dialami semakin tinggi, maka tingkat burnout akademik pada mahasiswa Keperawatan tingkat 2 di Universitas Advent Indonesia juga semakin tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian penggunaan media sosial dan meningkatkan manajemen stres akademik di kalangan mahasiswa.