cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,122 Documents
Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Pembiayaan Penyakit Katastropik Pada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ungaran Tahun 2021 dan 2024 Ulya Chusnia Ilzami; Intan Zainafree; Bambang Budi Raharjo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60433

Abstract

Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap sistem pelayanan kesehatan dan pembiayaan kesehatan, termasuk pembiayaan penyakit katastropik dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pandemi COVID-19 terhadap pembiayaan penyakit katastropik di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ungaran dengan membandingkan data klaim tahun 2021 sebagai periode pandemi dan tahun 2024 sebagai periode pascapandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi komparatif retrospektif. Data yang digunakan merupakan data sekunder klaim pembiayaan delapan jenis penyakit katastropik, yaitu penyakit jantung, stroke, kanker, gagal ginjal kronik, sirosis hepatis, talasemia, leukemia, dan hemofilia. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan Paired Samples t-Test pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total pembiayaan penyakit katastropik meningkat dari Rp138,23 miliar pada tahun 2021 menjadi Rp291,49 miliar pada tahun 2024 atau meningkat sebesar 110,87%. Penyakit jantung tetap menjadi kontributor pembiayaan terbesar pada kedua periode penelitian. Seluruh penyakit katastropik mengalami peningkatan total biaya klaim, dengan hemofilia menunjukkan peningkatan tertinggi sebesar 314%. Jumlah kasus sebagian besar penyakit juga mengalami peningkatan, meskipun hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan jumlah kasus antara tahun 2021 dan tahun 2024 tidak signifikan (p=0,177). Sebaliknya, total biaya klaim (p=0,012) dan rata-rata biaya per kasus (p=0,018) menunjukkan perbedaan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pembiayaan penyakit katastropik pada periode pascapandemi lebih dipengaruhi oleh meningkatnya biaya pelayanan per kasus dibandingkan pertumbuhan jumlah kasus. Oleh karena itu, diperlukan penguatan upaya promotif dan preventif, pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular, serta peningkatan efisiensi pelayanan kesehatan untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan JKN.
Daun Kersen (Muntingia calabura) sebagai Sumber Kandidat Antiplasmodium: Review Potensi Flavonoid melalui Pendekatan In Vitro dan In Silico Ayu Naniza Peri; Lily Haslinda; Hilwan Yuda Teruna
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60461

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan global dan resistensi antimalaria mendorong pencarian kandidat obat baru berbasis bahan alam. Daun kersen (Muntingia calabura L.) banyak ditemukan di Indonesia dan dilaporkan mengandung flavonoid, fenolik, tanin, saponin, alkaloid, serta terpenoid yang berhubungan dengan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan pengaturan metabolik. Review ini bertujuan menelaah potensi daun kersen sebagai sumber kandidat antiplasmodium dengan menitikberatkan pada kontribusi flavonoid melalui bukti in vitro dan in silico. Metode yang digunakan adalah literature review naratif terhadap artikel yang diunggah penulis dan literatur pendukung dari jurnal ilmiah tahun 2016-2026. Hasil telaah menunjukkan bahwa ekstrak daun kersen memiliki aktivitas antioksidan kuat hingga sangat kuat, aktivitas antimikroba/antifungi, serta kandungan flavonoid tinggi; sementara bukti antiplasmodium langsung pada daun kersen masih terbatas. Literatur antiplasmodium menunjukkan flavonoid seperti quercetin dan kaempferol mampu menghambat pertumbuhan Plasmodium falciparum serta berinteraksi dengan target PfLDH, PfDHFR-TS, falcipain-2, plasmepsin II, dan PfSUB2. Daun kersen layak diposisikan sebagai sumber kandidat, namun validasi wajib dilakukan melalui fraksinasi, karakterisasi senyawa, uji P. falciparum, sitotoksisitas, docking, ADMET, dan uji lanjutan.
Profil Pengetahuan Dan Perilaku Pencegahan Diabetic Foot Ulcer Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Januar Ramadhan; Leni Merdawati; Hema Malini; Fitri Mailani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60464

Abstract

Abstract Type 2 diabetes mellitus is a chronic condition associated with various complications, including diabetic foot ulcer (DFU). Adequate knowledge and appropriate preventive behaviors are essential in reducing the risk of DFU. This study aimed to describe the level of knowledge and preventive behaviors related to DFU among patients with type 2 diabetes mellitus. A descriptive quantitative design was employed using purposive sampling. A total of 32 patients who met the inclusion criteria participated in the study. Data were collected using structured questionnaires on DFU knowledge and preventive behaviors and analyzed descriptively. Most respondents were aged 30–65 years (62.5%), male (59.4%), had secondary education (46.9%), and had lived with diabetes for more than one year (65.6%). The mean score for DFU knowledge was 10.66 ± 3.347 (range 4–17), while the mean preventive behavior score was 15.31 ± 3.187 (range 6–20). Overall, respondents demonstrated good levels of knowledge and preventive behaviors. In conclusion, patients with type 2 diabetes mellitus showed relatively good knowledge and preventive behaviors regarding DFU. These findings highlight the importance of continuous foot care education to strengthen prevention strategies and reduce the risk of diabetes-related complications. Keywords: type 2 diabetes mellitus, diabetic foot ulcer, foot ulcer complications, knowledge, preventive behavior
Perbandingan Mindful Relaxation dan Mindful Daily Activity Terhadap Penyembuhan Luka Pasien Pasca Apendiktomi: Studi Kuasi Eksperimental Nila Sari; Ari Damayanti Wahyuningrum; Abdul Qodir
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60474

Abstract

Pendahuluan: Penyembuhan luka pascaapendiktomi merupakan indikator penting keberhasilan pemulihan pasien, namun prosesnya masih dipengaruhi faktor fisiologis dan psikologis seperti stres yang dapat menghambat regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan mindful relaxation dan mindful daily activity terhadap penyembuhan luka pasien pascaapendiktomi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 30 pasien pascaapendiktomi yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu mindful relaxation dan mindful daily activity, masing-masing 15 responden dengan teknik total sampling. Intervensi diberikan selama 3 hari. Penyembuhan luka diukur menggunakan skala REEDA. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan uji beda mean dengan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor REEDA pada kelompok mindful daily activity dari 2,73 menjadi 0,40, sedangkan pada kelompok mindful relaxation dari 3,00 menjadi 0,60. Secara deskriptif, mindful relaxation menunjukkan proporsi luka baik lebih tinggi (73,33%) dibandingkan mindful daily activity (66,67%). Uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok (p > 0,05). Kesimpulan: Mindful relaxation dan mindful daily activity sama-sama efektif dalam mendukung penyembuhan luka pascaapendiktomi, namun tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara keduanya. Kedua intervensi dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan pascaoperasi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia Kota Medan Riko Suranta Tarigan; Khairunnisa Nasution; Rapael Ginting; Tarianna Ginting; Hartono Hartono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60489

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan salah satu penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia). Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang berpotensi menurunkan kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup lansia penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia Kota Medan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain case-control. Populasi penelitian adalah seluruh lansia penderita Diabetes Melitus Tipe 2 yang berobat di rumah sakit tersebut, dengan jumlah sampel 134 responden yang terdiri dari 67 responden kelompok kasus dan 67 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Variabel yang diteliti meliputi lama menderita penyakit, komplikasi, tingkat pengetahuan, dukungan sosial, tingkat stres, dan aktivitas fisik. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-square dan secara multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama menderita Diabetes Melitus Tipe 2 (p=0,011), komplikasi (p=0,022), dukungan sosial (p=0,031), tingkat stres (p=0,017), dan aktivitas fisik (p=0,017) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hidup lansia. Sebaliknya, variabel pengetahuan (p=0,136) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Faktor klinis, psikologis, dan sosial berperan penting dalam menentukan kualitas hidup lansia penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Rumah sakit diharapkan mengembangkan intervensi komprehensif yang tidak hanya berfokus pada pengendalian kadar gula darah, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis, sosial, dan dukungan keluarga.
Pengaruh Pelatihan Perawatan Genitalia Vulva Hygiene Untuk Pencegahan Kegawatdaruratan Kesehatan Reproduksi Pada Wanita Dewasa Huwaina Af’idah; Nina Fentiana Daud; Muchti Yuda Pratama
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60508

Abstract

Female genital care is also known as vulva hygiene. Genital care (vulva hygiene) training for women aims to provide knowledge and skills in maintaining genital hygiene to prevent infection, maintain reproductive health, improve physical and psychological comfort, and prevent reproductive health emergencies in women. This study aims to analyze the effect of genital care training on adult women's skills in preventing reproductive health emergencies using a simulation/demonstration method of genital care (vulva hygiene). This study was a quantitative study using a one-group pretest-posttest design with a sample size of 40 adult women using a purposive sampling approach. Data were analyzed using a T-test. The results of this study showed a significant difference in skill levels between the pre- and post-simulation groups (p<0.005). Therefore, it is concluded that genital care (vulva hygiene) training using direct simulation can improve the ability to prevent reproductive health emergencies. Therefore, training using this simulation method is expected to be used for various types of learning activities: cognitive, affective, psychomotor, and interpersonal. Keywords: Training, Care, Genitalia, Vulva, Hygiene, Emergency, Health, Reproduction, Women
Pengaruh Sosialisasi Penerapan Jenjang Karir Terhadap Turnover Intention Perawat di Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan Dina Ayudia Rahma; Rika Endah Nurhidayah; Siti Saidah Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60511

Abstract

Turnover intention perawat merupakan isu kritis dalam manajemen sumber daya manusia di rumah sakit. Tingginya angka turnover perawat di Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan mendorong perlunya intervensi berupa sosialisasi penerapan jenjang karir. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sosialisasi penerapan jenjang karir terhadap turnover intention perawat di Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan. Desain penelitian menggunakan mixed methods dengan pendekatan kuantitatif quasi experiment one group pretest-posttest dan pendekatan kualitatif phenomenological research. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana (N=69) dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Turnover Intention Scale yang telah divalidasi (I-CVI 0,962; Cronbach Alpha 0,856). Analisis data kuantitatif menggunakan uji Paired T-Test, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan metode Colaizzi melalui wawancara mendalam terhadap 8 partisipan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata turnover intention sebelum intervensi sebesar 42,51 (kategori sedang) dan sesudah intervensi sebesar 39,78 (kategori sedang). Uji Paired T-Test menunjukkan nilai p=0,015 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan sosialisasi penerapan jenjang karir terhadap penurunan turnover intention perawat. Secara kualitatif ditemukan lima tema utama: peran manajemen, peningkatan motivasi kerja, retensi dan loyalitas, dukungan tim dan supervisi, serta harapan perbaikan sistem. Disimpulkan bahwa sosialisasi penerapan jenjang karir berpengaruh signifikan dalam menurunkan turnover intention perawat. Kata Kunci: jenjang karir; turnover intention; perawat; rumah sakit
Penerapan Menonton Video Animasi Terhadap Kemampuan Toilet Training Pada Anak Usia Pra Sekolah di PAUD Pelangi 03 Jakarta Elfira Awalia Rahmawati; Putri Permatasari; Stevanny Apriyanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60527

Abstract

Kemampuan Toilet Training pada anak usia prasekolah merupakan aspek penting dalam perkembangan kemandirian anak. Namun, masih ditemukan anak yang mengalami kesulitan dalam mengenali kebutuhan buang air, menggunakan toilet secara mandiri, serta menjaga kebersihan diri setelah buang air. Salah satu metode edukasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah media video animasi yang menarik dan mudah dipahami oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh menonton video animasi terhadap kemampuan Toilet Training pada anak usia prasekolah di PAUD Pelangi 03. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan melibatkan lima anak usia 4–6 tahun yang memiliki kemampuan Toilet Training rendah. Intervensi dilakukan dengan memberikan tayangan video animasi selama 10–15 menit sekali sehari selama dua minggu (10 hari sekolah). Kemampuan Toilet Training diukur menggunakan kuesioner pada saat pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan Toilet Training meningkat dari 5 sebelum intervensi menjadi 8 setelah intervensi. Seluruh responden mengalami peningkatan kemampuan, dengan dua anak meningkat dari kategori kurang menjadi cukup dan tiga anak meningkat menjadi kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa menonton video animasi efektif dalam meningkatkan kemampuan Toilet Training pada anak usia prasekolah dan dapat digunakan sebagai media edukasi pendukung oleh guru maupun orang tua.
The Effectiveness of Integrating Complementary Therapy with Modern Wound Dressings on the Healing of Diabetic Wounds Wiwiek Hidayati Jaya; Ambo Anto; Rijalul Fikri; Rismanudin Rismanudin; Sahari Bulan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60577

Abstract

Abstract Delayed healing, severe infections, and amputations are real threats resulting from chronic complications of diabetic wounds in people with diabetes mellitus. To address this, the integration of complementary care and modern wound dressing technology is now being considered as a promising strategy. This study aims to examine the impact of this integration on accelerating wound healing. Using a quantitative quasi-experimental design, participants were grouped into intervention and control groups through purposive sampling. Patients in the intervention group were treated using a combination of complementary therapy and modern wound dressings, while the control group received only standard modern wound care. Healing rates were measured using standardized assessment tools before and after the intervention. The data showed a significant improvement in wound condition in the intervention group compared to the control group (p < 0.05). This success was demonstrated by a reduction in wound area, better granulation tissue formation, minimal exudate, and faster epithelialization. This study proves that combining complementary therapy with modern wound dressings yields far more effective results in healing diabetic wounds than modern wound dressing methods alone.
Uji Mutu Hedonik Dan Uji Fisikokimia Snack Bar Berbasis Tepung Tempe Dan Tepung Buah Bit Sebagai Snack Atlet Maulidya Faizah Ayu; Noor Rohmah Mayasari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60586

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan tepung tempe dan tepung buah bit terhadap mutu hedonik serta karakteristik fisikokimia snack bar sebagai snack atlet. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan rancangan faktorial yang terdiri atas sembilan kombinasi perlakuan berdasarkan proporsi tepung tempe 90%, 80%, dan 70% serta tepung buah bit 15%, 10%, dan 5%. Penilaian mutu hedonik dilakukan oleh 42 panelis agak terlatih terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur. Analisis data menggunakan Two Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan, sedangkan data fisikokimia dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung tempe berpengaruh signifikan terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur, sedangkan tepung buah bit berpengaruh signifikan terhadap warna, rasa, dan tekstur, tetapi tidak terhadap aroma. Interaksi kedua bahan berpengaruh signifikan terhadap warna, rasa, dan tekstur. Perlakuan terbaik ditunjukkan oleh beberapa kombinasi formula sesuai parameter pengujian. Hasil uji fisikokimia menunjukkan kadar air berkisar 12,30–13,94%, kadar abu 1,77–2,27%, dan nilai kekerasan 16–23,3 N. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi tepung tempe dan tepung buah bit berpotensi menghasilkan snack bar bergizi dengan mutu sensoris dan fisikokimia yang baik bagi atlet.