cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,122 Documents
Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Lansia di Puskesmas Polowijen Kota Malang Edi Widodo; Ardhiles Wahyu Kurniawan; Hanim Mufarokhah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59615

Abstract

Tingginya prevalensi masalah gizi pada lansia, yang berisiko mengarah pada malnutrisi atau obesitas, dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan status gizi lansia di Puskesmas Polowijen, Kota Malang. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional dan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner pola makan (Food Frequency Questionnaire/FFQ), aktivitas fisik (International Physical Activity Questionnaire/IPAQ), serta status gizi lansia (Mini Nutritional Assessment/MNA). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Spearman’s rho untuk mengetahui hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil didapatkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan status gizi (p = 0,000, r = 0,482), serta antara aktivitas fisik dengan status gizi (p = 0,000, r = 0,440). Simpulan temuan ini menekankan pentingnya peningkatan pola makan yang sehat dan aktivitas fisik teratur bagi lansia untuk memperbaiki dan mempertahankan status gizi mereka. Program intervensi yang melibatkan kedua aspek ini perlu dikembangkan di tingkat puskesmas. Kata Kunci: Pola makan, Aktivitas fisik, Status gizi, Lansia, Puskesmas Polowijen.
Faktor-Faktor Penghambat Penyediaan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Wanita Secara Global: Systematic Literature Review Syifa Nadiyya Nurul Fitri; Milla Herdayati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59896

Abstract

Perkembangan teknologi dalam bidang medis dan peningkatan kesadaran atas pentingnya kesehatan reproduksi terjadi dengan sangat pesat dalam beberapa belas tahun ini, akan tetapi banyak wanita di beberapa kontinen seperti Afrika, Asia Selatan dan Asia Barat masih kesulitan untuk mendapatkan akses kepada pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas serta sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini ditujukan untuk menelusuri hambatan apa saja yang ditemukan dalam penerapan pelayanan kesehatan reproduksi di berbagai negara di seluruh dunia dan menganalisis masalah utama yang harus diperhatikan dalam penyediaan pelayanan. Penelitian ini berbentuk Systematic Review (Tinjauan sistematis) yang menggunakan prosedur PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Masalah penelitian diformulasikan menggunakan metode PICO Process (Population, Intervention, Control and Outcomes). 12 artikel dikumpulkan dan dianalisis, kemudian menemukan adanya 4 kategori hambatan yang ada dalam penyediaan pelayanan kesehatan reproduksi. Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Monitoring dan Evaluasi, Pelayanan Kesehatan, Wanita
Hubungan Stigma HIV Dengan Kesehatan Mental Pada Ibu Hamil Dengan HIV: Literature Review Nur Syifa Madina; Nur Azizah Indriastuti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59923

Abstract

Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi masalah kesehatan global dan tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental. Ibu hamil dengan HIV merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah psikologis akibat faktor biologis, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan stigma HIV dengan kesehatan mental pada ibu hamil yang hidup dengan HIV. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pencarian artikel melalui database PubMed, Scopus, dan Wiley Online Library. Sebanyak 7.490 artikel ditemukan, dan setelah dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan kesesuaian, diperoleh 12 artikel yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa depresi, kecemasan, dan psychological distress merupakan masalah kesehatan mental yang paling banyak ditemukan pada ibu hamil dengan HIV. Stigma HIV masih banyak dialami dalam berbagai bentuk, termasuk internalized stigma dan stigma yang berkaitan dengan peran sosial. Stigma berhubungan dengan kondisi kesehatan mental baik secara langsung maupun tidak langsung melalui faktor sosial seperti hubungan pasangan dan dukungan sosial. Selain itu, stigma juga mempengaruhi akses terhadap pelayanan kesehatan dan kepatuhan pengobatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa stigma HIV memiliki peran penting dalam mempengaruhi kesehatan mental pada ibu hamil dengan HIV. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menurunkan stigma serta meningkatkan dukungan psikososial guna memperbaiki kondisi kesehatan mental.
Infeksi Jamur Pada Covid 19 : Tinjauan Mengenai Faktor Risiko, Pendekatan Diagnostik Dan Terapi Pangisti Dwi Ananingsih; Sabrina Azmi; Silpi Hamidiyah; Lorenzo Nakita Tigana; Leony Hestoria
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59972

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit infeksi yang disebabkan virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-Cov-2) dan telah ditetapkan menjadi pandemi di seluruh dunia. Berbagai faktor risiko terjadinya infeksi jamur pada COVID-19 antara lain leukopenia, neutropenia atau limfopenia, disregulasi imun dan penggunaan terapi antibiotik spektrum luas, kortikosteroid dan imunomodulator. Infeksi jamur pada pasien COVID-19 banyak disebabkan oleh Aspergillus spp. dan Candida spp. disusul oleh Mucor, Cryptococcus dan Pneumocystis jirovecii. Diagnosis infeksi jamur pada COVID-19 masih menjadi tantangan karena gejalanya seringkali mirip dengan pneumonia COVID-19. Insidensnya dilaporkan bervariasi sesuai kondisi tertentu. Mortalitas juga tinggi karena kesulitan dalam diagnosis, keterlambatan dalam pemberian terapi antijamur dan kurangnya ketersediaan antijamur
Potensi Tanaman Obat Ayurveda sebagai Agen Neuroprotektif dalam Pencegahan Post-Stroke Cognitive Impairment: Sebuah Systematic Narrative Review Made Dian Prima Dewi; Luh Putu Lina Kamelia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60017

Abstract

Latar Belakang: Post-stroke cognitive impairment (PSCI) merupakan komplikasi kronik yang memengaruhi 20–80% penyintas stroke dan menjadi beban kesehatan global yang signifikan. Kerusakan oksidatif, neuroinflammasi, eksitotoksisitas, dan apoptosis neuronal adalah mekanisme patofisiologis utama PSCI. Namun, pilihan farmakologis konvensional masih sangat terbatas. Tujuan: Mengkaji secara sistematis bukti ilmiah terkini mengenai mekanisme neuroprotektif dari lima tanaman obat Ayurveda, di antaranya Bacopa monnieri, Withania somnifera, Centella asiatica, Curcuma longa, dan Convolvulus pluricaulis, serta relevansinya dalam pencegahan PSCI. Metode: Penelusuran literatur sistematis dilakukan melalui PubMed/MEDLINE, Scopus, Google Scholar, dan Cochrane Library (2004–2024) dengan strategi pencarian PICO. Dari 1.247 artikel teridentifikasi, 87 studi memenuhi kriteria inklusi. Kualitas dinilai dengan Modified Jadad Scale, SYRCLE Risk of Bias Tool, dan CASP Checklist. Hasil: Dari 87 studi (12 RCT, 49 hewan, 26 in vitro), kelima tanaman menunjukkan aktivitas neuroprotektif konsisten melalui: modulasi Nrf2/HO-1, inhibisi NF-κB, peningkatan BDNF/NGF, penghambatan apoptosis Bcl-2/Bax/Kaspase-3, dan perbaikan transmisi kolinergik. Bacopa monnieri dan Withania somnifera mencapai Level B (Kemungkinan Efektif) berdasarkan klasifikasi AAN. Simpulan: Tanaman obat Ayurveda memiliki potensi sebagai agen neuroprotektif multitarget yang relevan dengan patofisiologi PSCI. Diperlukan RCT berskala besar pada populasi pasca-stroke untuk mengonfirmasi efektivitas klinis dan keamanan jangka panjang.
Analisis Model Regresi Ketepatan Waktu Vaksinasi Meningitis Pada Jamaah Umrah di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Samarinda Alwan Zakki Nozomi; Irfansyah Baharuddin Pakki; Akhmad Azmiardi; Ratno Adrianto; Ida Ayu Indira Dwika Lestari; Yadi Yadi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60049

Abstract

Timeliness of meningitis vaccination among Umrah pilgrims remains an important public health issue due to the high risk of Neisseria meningitidis transmission during umrah activities. Although meningitis vaccination is a mandatory requirement for Umrah pilgrims, many individuals still receive the vaccine close to their departure date, resulting in suboptimal immune protection. This study aimed to analyze the factors associated with the timeliness of meningitis vaccination among Umrah pilgrims at the Health Quarantine Office Samarinda in 2026. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 306 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires and vaccination records, then analyzed using univariate, bivariate, and multivariate logistic regression analyses. The findings revealed that individual factors, including knowledge, perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, and attitudes, were significantly associated with vaccination timeliness. External factors such as access to information, travel agent support, and family support, as well as structural factors including distance accessibility, procedural convenience, and availability of health facilities, also demonstrated significant associations with timely vaccination. Multivariate analysis identified the most dominant factor influencing vaccination timeliness among Umrah pilgrims. The study concludes that the timeliness of meningitis vaccination is influenced by a combination of individual, social. Keywords : meningitis vaccination, timeliness, Umrah pilgrims.
Konsumsi Makanan Berisiko pada Remaja di Kabupaten Kepulauan Sangihe: Peran Jarak Sekolah Ke Pusat Kota Ferdinand Gansalangi; Meityn Disye Kasaluhe; Astri Juwita Mahihody; Melanthon Junaedi Umboh; Mareike Doherty Patras; Agneta Sartika Lalombo; Grace Angel Wuaten
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60054

Abstract

Konsumsi makanan berisiko pada remaja merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat di Indonesia, termasuk di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Sangihe. Faktor lingkungan geografis, khususnya jarak sekolah ke pusat kota, diduga berperan penting dalam membentuk pola konsumsi pangan remaja. Penelitian ini berutujuan untuk menganalisis peran jarak sekolah ke pusat kota terhadap konsumsi makanan berisiko pada remaja di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan coss-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dengan mengunjungi sekolah mudah diakses. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 321 remaja yang berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (52%), lokasi sekolah ke pusat kota ≥ 6,1 km (50,8%) serta termasuk pada kategori rendah untuk konsumsi makanan berisiko (34,9%). Uji chi square antara jarak sekolah ke pusat kota dengan konsumsi makanan berisiko menunjukkan p-value ≤ 0,001. Jarak sekolah ke pusat kota merupakan faktor determinan konsumsi makanan berisiko pada remaja di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Sumtera Utara Juando Juando; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution; Arlinda Sari Wahyuni; Wardiyah Daulay
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60055

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang sering dialami oleh lansia akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang terjadi selama proses penuaan. Kondisi depresi yang tidak ditangani dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi depresi adalah terapi tertawa, yang mampu meningkatkan hormon endorfin, menurunkan stres, serta memperbaiki suasana hati dan interaksi sosial lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat depresi pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan two group pretest posttest design. Populasi penelitian terdiri dari lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai dan Panti Sosial Karya Kasih Medan. Sampel berjumlah 84 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (42 responden) dan kelompok kontrol (42 responden). Tingkat depresi diukur menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS). Kelompok intervensi diberikan terapi tertawa selama satu bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu selama 20–30 menit per sesi, sedangkan kelompok kontrol menjalani aktivitas rutin panti. Analisis data menggunakan uji dependent t-test dan independent t-test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat depresi pada kelompok intervensi setelah diberikan terapi tertawa dibandingkan sebelum intervensi. Selain itu, terdapat perbedaan rerata tingkat depresi yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah perlakuan. Kesimpulan terapi tertawa berpengaruh efektif dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer yang mudah, aman, dan ekonomis untuk meningkatkan kesehatan mental serta kualitas hidup lansia.
The Influence Of Mental Health Literacy On The Stigma Of Mental Disorders Among Nursing Students Sri Wulan Lindasari; Reni Nuryani; Nunung Siti Sukaesih; Rizka Salsabila
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60066

Abstract

The number of people with mental disorders in Indonesia continues to increase significantly from year to year. This is exacerbated by the high stigma against people with mental disorders in society, including among students. This negative stigma attached to people with mental disorders requires education by promoting mental health literacy. Therefore, this study aims to determine the effect of mental health literacy on the stigma of people with mental disorders among students in the Nursing Study Program at UPI Sumedang Campus. The method used in this study is descriptive correlation. The population in this study was all nursing students, totaling 512 people. The sampling technique used was total sampling. Data collection tools used were the Mental Health Literacy Scale (MHLS) questionnaire to measure mental health literacy and the CAMI (Community Attitudes towards Mental Illness) questionnaire to measure stigma against people with mental disorders. The results of the study found that almost the majority (80.9%) of mental health literacy levels in nursing students were in the high category, almost the majority (85.5%) of nursing students experienced non-stigmatic behavior towards people with mental disorders and there was a relationship between mental health literacy and the stigma of people with mental disorders in nursing students with a P value = 0.02 and a correlation value of 0.763. So it is very important to carry out health promotion to prevent stigmatization in people with mental disorders
Gambaran Karakteristik Responden, Kondisi Lingkungan, dan Keberadaan Jentik Nyamuk pada Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur Dice Shafira Nendrasari; Retno Adriyani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60079

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Kabupaten Situbondo, dengan lonjakan kasus mencapai 1.044 pada tahun 2024. Kecamatan Panji menjadi salah satu episentrum dengan tren kenaikan 274 kasus selama 2021–2025. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik responden, keberadaan sampah tidak pada tempatnya, keberadaan genangan air berpotensi tempat perkembangbiakan nyamuk, serta jenis tempat penampungan air yang terdapat jentik pada kejadian DBD di Kecamatan Panji. Penelitian menggunakan desain studi case-control observasional dengan 58 responden, terdiri dari 29 kelompok kasus dan 29 kelompok kontrol, di lima desa/kelurahan wilayah Kecamatan Panji. Data dikumpulkan melalui wawancara kuesioner dan observasi lingkungan serta pemeriksaan jentik. Hasil menunjukkan mayoritas penderita DBD berusia dewasa 26–45 tahun (51,7%), berjenis kelamin laki-laki (65,5%), berpendidikan SMA/SMK (51,7%), serta bekerja sebagai PNS/TNI/POLRI/BUMN dan ibu rumah tangga masing-masing 27,6%. Sampah tidak pada tempatnya lebih banyak ditemukan pada kelompok kasus (27,6%) dibanding kontrol (13,8%). Genangan air berpotensi perindukan nyamuk ditemuka pada 44,8% kelompok kasus dengan sumber terbanyak berupa saluran drainase dan pagar bambu. Jentik positif ditemukan pada 34,5% kelompok kasus dengan kontainer dominan bak mandi, ember, dan bak WC. Kondisi lingkungan domestik perlu mendapat perhatian serius dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD di Kecamatan Panji.