cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,122 Documents
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Pengendalian dm Tipe II Pada Jamaah Umrah di Balai Kekarantinaan Kelas I Samarinda Heny Surya Widiyaningsih; Irfansyah Baharuddin Pakki; Yadi Yadi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60159

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe II merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi tantangan kesehatan global. Jamaah umrah dengan DM Tipe II memiliki risiko mengalami komplikasi akibat aktivitas fisik yang tinggi, perubahan pola makan, serta kondisi lingkungan selama pelaksanaan ibadah. Oleh karena itu, tindakan pengendalian diabetes yang optimal menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi kesehatan jamaah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan pengendalian DM Tipe II pada jamaah umrah di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 160 jamaah umrah penderita DM Tipe II yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berdasarkan konstruk Health Belief Model (HBM) dan instrumen Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi menderita DM, kadar gula darah, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, dan efikasi diri berhubungan signifikan dengan tindakan pengendalian DM Tipe II (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kadar gula darah (OR=65,178) dan efikasi diri (OR=10,178) merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan tindakan pengendalian DM Tipe II. Penguatan efikasi diri dan pemantauan kadar gula darah secara berkala perlu menjadi fokus dalam pembinaan kesehatan jamaah umrah dengan DM Tipe II.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil: Literature Review Tiurma Novelin Sitohang; Erin Padila Siregar; Zulkarnain Batubara; Rosida Nasution; Rahmi Larasati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60168

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang masih menjadi perhatian dalam bidang kesehatan ibu dan anak. KEK ditandai dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm dan dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia, bayi berat lahir rendah (BBLR), persalinan prematur, stunting, serta komplikasi kehamilan lainnya. Berbagai faktor diduga berperan dalam terjadinya KEK, seperti pengetahuan ibu hamil, status ekonomi, asupan gizi, riwayat penyakit kronis, dan paritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan pada tahun 2021–2026. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review dengan pendekatan Narrative Review. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah dari database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Garuda, dan Semantic Scholar. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Proses seleksi literatur dilakukan menggunakan pendekatan PRISMA. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengidentifikasi, membandingkan, dan mensintesis hasil penelitian terkait faktor risiko kejadian KEK pada ibu hamil. Hasil kajian menunjukkan bahwa kejadian KEK pada ibu hamil dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu rendahnya tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi kehamilan, status ekonomi keluarga yang rendah, asupan gizi yang tidak mencukupi, adanya riwayat penyakit kronis, serta paritas yang tinggi. Dari berbagai penelitian yang direview, faktor asupan gizi dan status ekonomi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Selain itu, kurangnya pengetahuan gizi dan tingginya paritas juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko KEK.
Upaya Preventif Preeklampsia Pada Ibu Hamil: Systematic Literature Review Nala Nur Izzati; Sofwan Indarjo; Bertakalswa Hermawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60194

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di dunia dan menempati urutan kedua setelah perdarahan pascapersalinan. Secara global, preeklampsia diperkirakan terjadi pada sekitar 2–5% dari seluruh kehamilan. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif preeklampsia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain systematic literature review berdasarkan pedoman PRISMA. Artikel diperoleh menggunakan kata kunci yang relevan pada basis data PubMed dan Scopus. Dari total 2.826 artikel yang ditemukan, sebanyak 14 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa diet, istirahat cukup, manajemen stres, menghindari paparan rokok, menghindari konsumsi alkohol, pembatasan konsumsi kafein, dan aktivitas fisik merupakan upaya preventif yang berpotensi menurunkan risiko preeklampsia. Diet, kualitas tidur, manajemen stres, serta aktivitas fisik menunjukkan manfaat yang konsisten dalam menurunkan faktor risiko preeklampsia. Secara keseluruhan, penerapan perilaku hidup sehat sejak masa prakonsepsi hingga kehamilan berpotensi mendukung upaya pencegahan preeklampsia.
Pendekatan Multimodal Berbasis Evidence Based Nursing (EBN) Untuk Manajemen Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) Pada Pasien Pasca Tonsilektomi di RS Bhakti Wira Tamtama Semarang Joma Chyntia Lattu; Amrih Widiati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60229

Abstract

Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien pasca tonsilektomi dan dapat menghambat proses pemulihan melalui peningkatan risiko dehidrasi, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, keterlambatan pemenuhan nutrisi, serta peningkatan risiko perdarahan pascaoperasi. Pendekatan multimodal berbasis Evidence Based Nursing (EBN) diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pencegahan dan penatalaksanaan PONV. Tujuan mendeskripsikan dan menganalisis penerapan pendekatan multimodal berbasis Evidence Based Nursing (EBN) dalam manajemen PONV pada pasien pasca tonsilektomi. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan EBN pada dua pasien pasca tonsilektomi yang mengalami PONV di Ruang Nusa Indah RS Bhakti Wira Tamtama Semarang. Implementasi dilakukan selama 3×5 jam pertama pascaoperasi melalui kombinasi intervensi farmakologis dan nonfarmakologis yang meliputi pengkajian risiko PONV, monitoring intensif, optimalisasi hidrasi, edukasi, latihan napas dalam, akupresur titik P6 (Neiguan), aromaterapi peppermint, manajemen nyeri, dan kolaborasi pemberian antiemetik. Hasil kedua pasien menunjukkan perbaikan klinis berupa penurunan intensitas mual, berkurangnya frekuensi muntah, peningkatan toleransi asupan oral, penurunan risiko dehidrasi, serta peningkatan kenyamanan. Pasien laki-laki menunjukkan perbaikan gejala lebih cepat dibandingkan pasien perempuan, namun kedua pasien mencapai luaran keperawatan yang diharapkan. Kesimpulan pendekatan multimodal berbasis Evidence Based Nursing efektif membantu menurunkan gejala PONV, meningkatkan kenyamanan, dan mendukung percepatan pemulihan pasien pasca tonsilektomi. Pendekatan ini dapat dijadikan salah satu strategi keperawatan berbasis bukti dalam manajemen PONV pada pasien perioperatif.
Analisis Faktor -Faktor yang Berhubungan dengan Upaya Pencegahan Infeksi Menular Seksual Pada Anak Buah Kapal Tug Boat di Perairan Sungai Mahakam Nunuk Kusuma Wardani; Irfansyah Baharuddin Pakki; Akhmad Azmiardi; Ratno Adrianto; Ida Ayu Indira Dwika Lestari; Iryani Kamaruddin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60262

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak ditemukan pada kelompok pekerja dengan mobilitas tinggi, termasuk Anak Buah Kapal (ABK) Tug Boat di Perairan Sungai Mahakam. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya pencegahan IMS pada ABK Tug Boat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 193 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-square serta regresi logistik ganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa lama berlayar, frekuensi pulang, pengetahuan IMS, tekanan sebaya, dukungan sosial, persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi hambatan, isyarat bertindak, keyakinan diri, lama berlabuh, dan perilaku seksual berhubungan dengan upaya pencegahan IMS (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa frekuensi pulang merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi upaya pencegahan IMS (OR=277,079; 95%CI=12,277–6253,514; p<0,001), diikuti tekanan sebaya, persepsi keseriusan, persepsi hambatan, keyakinan diri, dan perilaku seksual. Temuan ini menunjukkan perlunya program pencegahan IMS yang komprehensif melalui penguatan dukungan sosial dan peningkatan akses layanan kesehatan reproduksi. Kata kunci: Anak Buah Kapal, Health Belief Model, Infeksi Menular Seksual, pencegah
Perbandingan Efektivitas Rosella (Hibiscus Sabdariffa) dengan Obat Kumur Sintetik Terhadap Pertumbuhan Mikroorganisme Oral dan Perubahan PH Desy Rizkiani Primalia; Dian Natalina Fuddjiantari; Farizan Zata Hadyan; Zahra Mufidatus Syifa; Adittiya Adji
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60264

Abstract

Abstrak Mikrobioma oral dan pH rongga mulut berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan oral. Gangguan keseimbangan mikroorganisme dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit rongga mulut sehingga diperlukan upaya pengendalian mikroorganisme yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan efektivitas ekstrak rosella (Hibiscus sabdariffa) dan obat kumur sintetik terhadap pertumbuhan mikroorganisme oral serta perubahan pH. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium pendahuluan dengan pendekatan deskriptif komparatif. Sampel terdiri atas enam kelompok perlakuan, yaitu Listerine, Minosep, ekstrak rosella konsentrasi 25%, 50%, dan 75%, serta aquades sebagai kontrol. Pengukuran pH dilakukan menggunakan kertas indikator pH sebelum penggunaan, sedangkan pertumbuhan mikroorganisme diamati pada media Nutrient Agar dengan metode streak plate setelah inkubasi selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH seluruh kelompok perlakuan berada pada rentang asam hingga netral, dengan pH terendah pada rosella 50% dan tertinggi pada aquades. Listerine, Minosep, serta rosella 50% dan 75% tidak menunjukkan pertumbuhan koloni mikroorganisme, sedangkan rosella 25% masih menunjukkan pertumbuhan koloni sedang dan aquades menunjukkan pertumbuhan koloni sedikit. Temuan ini mengindikasikan bahwa, pada kondisi penelitian ini, ekstrak rosella pada konsentrasi tinggi memiliki potensi sebagai bahan aktif obat kumur herbal dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme oral, meskipun efektivitasnya belum melampaui obat kumur sintetik. Kata Kunci: rosella, obat kumur sintetik, mikroorganisme oral, pH, Hibiscus sabdariffa
Perbandingan Daya Hambat Obat Kumur Sintetik dan Daun Sirih (Piper Betle L.) Terhadap Pertumbuhan Streptococcus Mutans: Secara In Vitro Novitasari Novitasari; Dewi Anggreani Bibi; Dian Natalina Fuddjiantari; Muh. Rifky Aditia Putra; Nur Azizah Heryani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60265

Abstract

Abstrak Karies gigi merupakan salah satu penyakit rongga mulut yang berkaitan erat dengan aktivitas bakteri kariogenik, terutama Streptococcus mutans. Pengendalian jumlah bakteri tersebut dapat dilakukan melalui penggunaan obat kumur antiseptik, baik berbahan sintetik maupun herbal. Daun sirih (Piper betle L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan daya hambat obat kumur sintetik dan ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans secara in vitro. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan enam replikasi yang dilaksanakan di Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kadiri. Bahan uji yang digunakan meliputi aquades sebagai kontrol negatif, obat kumur sintetik, serta ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75%. Aktivitas antibakteri diamati berdasarkan kemampuan bahan uji dalam menghambat pertumbuhan bakteri setelah inkubasi selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuades tidak memiliki aktivitas antibakteri, sedangkan obat kumur sintetik menunjukkan kemampuan penghambatan tertinggi terhadap Streptococcus mutans. Pada kelompok daun sirih, peningkatan konsentrasi ekstrak dari 25% hingga 75% menunjukkan peningkatan aktivitas antibakteri yang ditandai dengan berkurangnya pertumbuhan bakteri. Disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans, dengan konsentrasi 75% menunjukkan efektivitas terbaik di antara kelompok herbal yang diuji. Kata Kunci: Streptococcus mutans; aktivitas antibakteri;obat kumur sintetik; Piper betle L.
Perbandingan Efektivitas Antibakteri Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Dan Daun Sirih (Piper Betle L.) Sebagai Obat Kumur Herbal Terhadap Pertumbuhan Bakteri Rongga Mulut Secara In Vitro Afrida Nurmalasari; Erwin Gunawan; Apriani Widyasari Nelly; Fawwaz Nabihandhia Abi Annahli; Talitha Ma’wa Siti Mahirah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60266

Abstract

Abstrak Pencegahan karies gigi dapat dilakukan melalui penggunaan obat kumur yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan membandingkan daya antibakteri ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan daun sirih (Piper betle L.) pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75% terhadap pertumbuhan bakteri di rongga mulut serta pengaruhnya terhadap pH saliva. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental observasional yang dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan enam kali pengulangan oleh tiga kelompok peneliti. Partisipan berkumur dengan ekstrak herbal selama tiga menit, kemudian pH saliva diukur dengan kertas lakmus, dan sampel saliva diinokulasikan pada media Blood Agar menggunakan metode streak plate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih 75% memberikan hasil paling baik, dengan pH saliva netral (7) dan pertumbuhan koloni dalam kategori sedikit (+). Ekstrak rosella 50% dan 75% mampu menghambat bakteri dengan baik (pertumbuhan koloni sedikit (+)), tetapi menyebabkan pH saliva menjadi sangat asam (4 dan 5), sehingga berisiko menyebabkan erosi email. Pada konsentrasi 25%, kedua ekstrak menunjukkan pH 6 dengan pertumbuhan koloni sedang (++). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun sirih 75% merupakan alternatif herbal terbaik karena mampu menyeimbangkan daya antibakteri dan keamanan pH rongga mulut. Sementara itu, ekstrak rosella 50% dan 75% memiliki potensi antibakteri yang baik, tetapi memerlukan penambahan agen penyangga pH dalam formulasinya. Kata kunci: antibakteri; bakteri rongga mulut; daun sirih; obat kumur herbal; rosella
The Influence Of Maternal Nutrition On Fetal Epigenetic Programming and Its Implications For Long-Term Health: A Literature Review Waldatul Hamidah; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60274

Abstract

AbstrakNutrisi maternal merupakan salah satu faktor lingkungan utama yang berperan dalam pemrogramanepigenetik janin dan menentukan kesehatan jangka panjang keturunan. Periode prakonsepsi dan kehamilanmerupakan fase kritis yang memengaruhi pembentukan epigenom melalui berbagai mekanisme biologis,termasuk DNA methylation, histone modification, dan regulasi microRNA. Literatur review ini bertujuan untukmenganalisis pengaruh nutrisi maternal terhadap pemrograman epigenetik janin serta implikasinya terhadapkesehatan jangka panjang. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagaipublikasi ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan pada periode 2003–2025 dan membahas hubunganantara nutrisi maternal, epigenetik, fetal programming, dan Developmental Origins of Health and Disease(DOHaD). Hasil kajian menunjukkan bahwa nutrien yang terlibat dalam one-carbon metabolism, seperti folat,vitamin B12, kolin, dan metionin, berperan penting dalam pembentukan pola metilasi DNA yang mengaturekspresi gen selama perkembangan janin. Sebaliknya, kondisi maternal undernutrition maupun maternalobesity dapat menyebabkan perubahan epigenetik yang meningkatkan risiko obesitas, diabetes melitus tipe 2,hipertensi, penyakit kardiovaskular, serta gangguan neurodevelopmental pada keturunan. Selain itu, plasentaberperan sebagai mediator utama yang menghubungkan status nutrisi maternal dengan perkembangan janinmelalui regulasi epigenetik. Dengan demikian, optimalisasi status gizi perempuan sejak masa prakonsepsihingga kehamilan merupakan strategi penting untuk mendukung kesehatan ibu dan anak serta mencegahpenyakit kronis lintas generasi.Kata Kunci: nutrisi maternal, epigenetik, fetal programming, DNA methylation, DOHaD
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Lanjut Usia dalam Kegiatan Posbindu di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamanah Kabupaten Bandung Dadang Darmawan; Guling Setiawan; Siti Zulva
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60405

Abstract

Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) merupakan program kesehatan berbasis komunitas yang menjadi ujung tombak deteksi dini penyakit tidak menular pada kelompok lanjut usia (lansia) di Indonesia. Namun, rata-rata partisipasi lansia dalam kegiatan Posbindu secara nasional hanya 47,51%—jauh di bawah target pemerintah. Rendahnya partisipasi lansia berdampak pada terlambatnya deteksi risiko PTM dan memburuknya kualitas hidup lansia. Berdasarkan data Survei Manifestasi Kesehatan Daerah (SMD) PKP 2026 di wilayah 5 dusun, terdapat 1.257 keluarga yang memiliki anggota lansia (63,2% dengan keluhan penyakit), namun keterlibatan aktif dalam Posbindu masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi lanjut usia dalam kegiatan Posbindu di wilayah 5 dusun wilayah kerja puskesmas Sukamanah Kabupaten Bandung Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional berbasis komunitas (community-based study). Populasi penelitian adalah seluruh lansia usia ≥60 tahun yang berdomisili di wilayah 5 dusun. Besar sampel sebanyak 257 lansia dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel independen meliputi: pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan kader, jarak ke Posbindu, status kesehatan, usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Variabel dependen adalah partisipasi aktif dalam kegiatan Posbindu. Instrumen menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda (α = 0,05). Hasil Penelitian menunjukkan Partisipasi aktif lansia dalam Posbindu ditemukan sebesar 44,7% (n = 115). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan (p < 0,001; OR = 3,84), sikap (p < 0,001; OR = 3,21), dukungan keluarga (p < 0,001; OR = 4,67), dukungan kader (p = 0,001; OR = 3,05), jarak ke Posbindu (p = 0,003; OR = 2,41), dan status pekerjaan (p = 0,002; OR = 2,18) dengan partisipasi lansia. Analisis regresi logistik ganda menunjukkan dukungan keluarga merupakan faktor paling dominan (OR adjusted = 5,34; 95%CI 2,89–9,86; p < 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Dukungan keluarga, pengetahuan, sikap, dukungan kader, jarak ke Posbindu, dan status pekerjaan secara signifikan mempengaruhi partisipasi lansia dalam kegiatan Posbindu. Intervensi keperawatan komunitas yang mengintegrasikan pendekatan pemberdayaan keluarga, pelatihan kader, dan edukasi kesehatan lansia berbasis dusun direkomendasikan untuk meningkatkan partisipasi aktif lansia.