cover
Contact Name
Misrita
Contact Email
misrita@for.upr.ac.id
Phone
+628112552005
Journal Mail Official
misrita@for.upr.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 19784562     EISSN : 27150100     DOI : https://doi.org/10.36873/aev.v13i02.657
Core Subject : Agriculture,
Focus dan Scope AGRIENVI diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya secara berkala setahun dua kali (bulan Juni dan Desember) yang memuat hasil penelitian, ulasan ilmiah, dan artikel di bidang Ilmu-ilmu Pertanian dan Lingkungan
Articles 147 Documents
DINAMIKA POPULASI HAMA DAN PENYAKIT UTAMA PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DI KOTA PALANGKA RAYA Agustini, Sri; Redin, Herry; Kulu, Ici Piter; Amelia, Vera; Surawijaya, Panji; Ludang, Yetrie
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 17 No. 2 (2023): Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v17i2.12662

Abstract

Pests and disease are one of the factors that cause yield loss of red chilli. Knowledge of the population dynamics of the main pests and diseases of red chilli can be used as the basis for recommendations for pest and disease control. The research aims to analyze pests and diseases population dynamics on red chilli cultivation, the influence of environmental factors and the influence of population dynamics on red chilli production. This research was conducted in Kereng Bangkirai Village Sebangau District, Kalampangan Village Sebangau District and Tanjung Pinang Village Pahandut District, Palangka Raya City. The research was conducted from December 2022 to March 2023. The research using a quantitative descriptive method. The sample plants used the diagonal plot sampling method, with an area of 4 m x 4 m. Observation were made in the morning once a week from transplanting to harvesting. The result showed that the dynamics of the main pest population of red chilli plants was influenced by the availability of food, the population of red chilli pests was high when the condition of the plant organs (leaves) was still at a young age which was suitable for its feed designation, the dynamics of anthracnose disease was influenced by temperature and humidity; Temperature and humidity do not always have a significant effect on pest and disease population dynamics. Fluctuating pest populations are influenced by the cultivation system applied by farmers, especially the use of synthetic pesticides; The higher number of pest and disease populations cause less production of red chilli plants.
ANALISIS BUANGAN LIMBAH CAIR DOMESTIK TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI KAHAYAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA PALANGKA RAYA Firmanto, Andris; Gumiri, Sulmin; Elvince, Rosana; Darung, Untung; Sinaga, Soaloon; Kembarawati, Kembarawati
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 17 No. 2 (2023): Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v17i2.12664

Abstract

The management of domestic liquid waste disposal in Palangka Raya City which has not been carried out properly and flowed directly to the drainage has resulted in the flow becoming polluted. The polluted drainage around the Sakan - Mendawai road will have an impact on the water quality of the Kahayan River because it is directly connected to the drainage estuary without prior management. The decline in water quality will of course also have an impact on the quality of the health of the surrounding community who use water from the stream. This research was conducted to determine the quality of domestic wastewater in the drainage flow and how it relates to the water quality of the Kahayan River and the quality of public health around the City of Palangka Raya. The research method was carried out by testing the quality of wastewater and water quality of the Kahayan River. The test parameters consisted of pH, BOD, COD, TSS, Oil-Fat, Ammonia and total Coliform. The test results are compared with the applicable quality standards, and further analysis is carried out. The results showed that the domestic wastewater discharged from the drainage stream could not be channeled directly into the Kahayan River without any management because the BOD, COD, TSS and Ammonia parameters had exceeded the threshold for domestic wastewater quality standards. In terms of public health quality, poor water quality has the potential to become a breeding ground for disease germs that can infect the people who live nearby.
INTERAKSI PEMANGKASAN DAN PEMBERIAN GARAM DAPUR TERHADAP KUALITAS PRODUKSI BUAH SALAK (Salacca Sumatrana) DI DESA SITUMBAGA Ritonga, Eka Nurwani; Amanda, Rafiqah; Lubis, Mutiara; Marpaung, Paisal Hamid
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 19 No. 1 (2025): Juni 2025: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v19i1.14774

Abstract

Salak merupakan buah musiman yang cukup produktif yang dapat menghasilkan buah sepanjang tahun dan sangat melimpah. Salah satu peningkatan produksi tanaman salak adalah dengan cara pemangkasan pada tanaman salak merupakan hal mutlak yang harus dilakukan agar tanaman salak tidak terlalu rimbun sehingga tidak menjadikan lembab, pemangkasan juga membantu menekan penyebaran penyakit, mempermudah munculnya tanda bunga secara produktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana Interaksi Pemangkasan Dan Pemberian Garam Dapur Terhadap Produksi Tanaman Salak di Desa Situmbaga. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu Faktor pertama perlakuan tindakan pemangkasan disimbolkan (P) terdiri dari 3 taraf yaitu: P¹ (Pemangkasan 3 pelepah/batang). P² (Pemangkasan 4 pelepah/batang), P³ (Pemangkasan 5 pelepah/batang). Dan Faktor kedua pemberian garam dapur tanaman salak disimbolkan (G) terdiri dari 4 taraf yaitu: Gº (0 gr/ plot), G¹ (750 gr/ plot), G² (1000 gr/ plot), G³ (1500 gr/ plot). Dikarenakan tanaman salak ini sudah lama tinggal atau tidak dipelihara lagi, pada saat penelitian untuk waktu yang dibutuhkan tanaman 4-6 bulan setelah pemangkasan akan terlihat hasil yang optimal.  Hasil penelitian menyatakan bahwa pemberian garam dapur tidak berpengaruh nyata karena garam memiliki tingkat sanitasi yang tinggi, kelembapan diareal kebun salak juga tinggi, menyebabkan garam dapur yang diaplikasikan ke tanaman tidak dapat diserap secara optimal oleh tanaman karena telah cepat tercuci oleh jumlah air yang ada di dalam tanah.
DAMPAK PEMBAKARAN TERBUKA JERAMI PADI TERHADAP KARAKTERISTIK LAHAN PERSAWAHAN Dwicahya , Nadya; Lifianthi, Lifianthi; Wartono, Wartono
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 18 No. 1 (2024): Juni 2024: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v18i1.15251

Abstract

Jerami padi merupakan produk sampingan terbesar setelah panen. Petani di Lubuk Linggau masih melakukan pembakaran terbuka limbah jerami padi. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah potensial limbah jerami di Lubuk Linggau beserta karakteristik lahan sawah akibat pembakaran terbuka jerami padi dan dampak lingkungannya. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2023 menggunakan metode survei (observasi dan purposive sampling). Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian Kota Lubuk Linggau mengenai luas area tanam padi dan produksi padi pada tahun 2023. Pengukuran karakteristik lahan sawah akibat pembakaran terbuka jerami padi dilakukan dengan mengamati kondisi meteorologis, lama waktu pembakaran, dan opasitas asap. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah potensial limbah jerami padi segar dalam satu periode penanaman adalah sebesar 60.364,19 ton. Terdapat perubahan karateristik lahan sawah meliputi peningkatan pH sebesar 0,5; peningkatan tingkat CO2 udara sebesar 189 ppm; peningkatan suhu tanah sebesar 21,9℃; peningkatan suhu udara sebesar 4,9℃, dan penurunan kadar kelembaban tanah sebesar 15,9%.
POTENSI KREDIT KARBON DAN SRATEGI PENGEMBANGAN PERDAGANGAN KARBON DI INDONESIA (STUDI KASUS PADA HKm BATU BULAN, KABUPATEN GUNUNG MAS, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH) Indra Purnawan, Eldy; Segah, Hendrik; Jemi, Reinhart
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 18 No. 1 (2024): Juni 2024: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v18i1.15252

Abstract

Pengembangan kerjasama sukarela antarnegara dalam penurunan emisi CO2 dapat dilakukan dengan mekanisme pasar dan nonpasar, negara maju menyediakan sumber pendanaan untuk membantu negara berkembang dalam pelaksanaan mitigasi agar dapat melanjutkan komitmen penurunan emisi CO2 (United Nations, 2015). Kerjasama ini dapat dilakukan dengan pengembangan Perdagangan Karbon. Penelitian ini bertujuan utnuk menganalisis besar potensi Kredit Karbon, Nilai Transaksi Kredit Karbon dan Strategi Pengembangan Perdagangan Karbon pada kawasan Perhutanan Sosial di Hutan Kemasyarakatan Batu Bulan (HKm Batu Bulan). Besar potensi Kredit Karbon dan Nilai Transaksi Kredit Karbon dianalisis menggunakan Standard Forest Enhancement Plan Vivo, sedangkan Strategi Pengembangan Perdagangan Karbon dianalisis menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukan potensi Kredit Karbon yaitu sebesar 74.696,04 ton CO2e pertahun, potensi nilai transaksi Kredit Karbon yaitu sebesar $ 597.568 pertahun dan strategi dalam pengembangan Perdagangan Karbon yaitu menggunakan strategi progresif dengan memanfaatkan ke seluruh potensi kekuatan untuk mengakses peluang yang teridentifikasi.
DAMPAK EL NINO TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT (Elais guinnensis Jacq) DI KABUPATEN MUSI RAWAS Holepa, Rena; Safriyani, Etty; Holidi, Holidi
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 18 No. 1 (2024): Juni 2024: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v18i1.15253

Abstract

El Nino merupakan fenomena anomali dimana permukaan air laut di Samudera Pasifik dan Atlantik naik sehingga menyebabkan kenaikan permukaan laut dan selanjutnya kekeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak El Nino terhadap produksi kelapa sawit di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023 hingga Februari 2024. Penelitian ini menggunakan data yang terdiri dari data suhu, curah hujan dan kelembaban tahun 2019 hingga 2020, data Oceanic Nino Index (ONI) serta data produksi kelapa sawit pada tahun 2020 – 2024. Data yang sudah di peroleh dianalisis mengunakan analisis statistik data tertinggi dan terendah. Hasil penelitian menujukan bahwa fenomena El Nino di Kabupaten Musi Rawas terjadi pada bulan Oktober sampai bulan Desember 2023 dengan SST kuat mencapai 2,0 untuk intensitas curah hujannya tertinggi yaitu 552 mm dan kelembaban terendah 65,40 %. Rata – rata produksi TBS selama tahun 2020 – 2024 pada umur 8 tahun tertinggi pada bulan April 2023 yaitu 61 ton/ha dan terendah pada bulan Januari 2023 yaitu 5 ton/ha, umur 20 tahun tertinggi pada bulan September 2022 yaitu 19 ton/ha dan terendah pada bulan Januari 2024 yaitu 7 ton/ha, dan umur 26 tahun tertinggi pada bulan September 2023 yaitu 196 ton/ha dan terendah pada bulan April 2023 yaitu 5 ton/ha. Sehingga dapat disimpulkan, dampak El Nino mempengaruhi produksi kelapa sawit. Meskipun dampaknya tidak langsung terjadi tetapi muncul dalam waktu 12 hingga 24 bulan setelah terjadinya kekeringan berlangsung.
INOVASI PRODUK BISKUIT BERBASIS DAGING IKAN TOMAN DAN TEPUNG KELAKAI SEBAGAI MAKANAN FUNGSIONAL Firlianty, Firlianty; Najamuddin, Anang; Syarifuddin Yusuf, Noor
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 18 No. 1 (2024): Juni 2024: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v18i1.15254

Abstract

Upaya peningkatan produksi pangan pada lahan gambut dan lahan sulfat masam memerlukan pendekatan dan teknologi spesifik dan inovatif, yang dicirikan oleh peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi serta perbaikan lingkungan dan sosial budaya. Tujuan Penelitian untuk memperkenalkan produk inovatif unggulan dari lahan gambut dan memperluas jaringan kerjasama dalam pengembangan teknologi lanjutan; kerjasama sertifikasi produk; perluasan promosi dan pasar atas produk, Meningkatkan sinergi inovasi yang berkelanjutan dengan lembaga riset inovasi pangan baik di daerah, nasional maupun internasional. Metode Penelitian adalah Eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Kandungan gizi cookies daging ikan Toman dan tepung Kalakai pada komponen uji kadar air, kadar abu dan serat kasar berada dalam kondisi diatas nilai maksimum SNI 01-2973-1992. Kandungan karbohidrat berada dalam kondisi dibawah nilai minimum SNI 01-2973-1992. Sedangkan kandungan protein, lemak, daya cerna protein dan kandungan energi berada dalam kondisi diatas nilai minimum SNI 01-2973-1992. Kandungan Fe dan Zn sesuai dengan Acuan Label Pangan (ALG) berdasarkan kesepakatan WNPG (2004).Disarankan perlu diadakan penelitian lanjutan untuk memperbaiki komposisi gizi, penampakan secara keseluruhan dan meminimalisir aroma amis yang terdapat pada cookies.
ANALISIS KEUNTUNGAN PEMBUATAN PAKAIAN ADAT DAYAK NGAJU BERBAHAN KULIT KAYU NYAMU DI NETTY SELVIA_OLSHOP KOTA PALANGKA RAYA Tanduh, Yusintha; Nursiah, Nursiah; Rizal, Mohamad; Dwiastuti, Rini; Pane, Dameria
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 18 No. 1 (2024): Juni 2024: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v18i1.15255

Abstract

Kulit kayu Nyamu ini dapat dijadikan kerajinan atau suatu usaha yakni pembuatan pakaian adat dayak, salah satunya suku Dayak Ngaju, pembuatan produk pakaian dari kulit kayu Nyamu ini dapat dijadikan salah satu sumber pendapatan atau perkerjaan sehari-hari masyarakat seperti di daerah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Tujuan penelitian untuk menganalisis kelayakan usaha serta menganalisis keuntungan pada pembuatan pakaian adat Dayaka Ngaju berbahan kulit kayu Ngamu di UD.Nety Selvia_Olshop Kota Palangka Raya. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Analisis biaya, Penerimaan, Keuntungan, serta Analisis kelayakan usaha (RCR). Berdasarkan hasil penelitian analisis kelayaka usaha (RCR) dari usaha pembuatan pakaian adat Dayak Ngaju berbahana kulit kayu Nyamu di UD.Nety Selvia_Olshop Kota Palangka Raya sebesar 1,52 atau >1, dengan demikian usaha pembuatan pakaian tersebut dapat dikatakan menguntungkan bagi pengusaha. Analisis keuntungan pada usaha pembuatan pakaian adat Dayak Ngaju berbahan kulit kayu Nyamu di Nety Selvia_Olsop Kota Palangka Raya menguntungkan, dengan besar keuntungan yang diperoleh usaha di tahun 2022 sebesar Rp.142.033.500.
IDENTIFIKASI KUALITAS AIR TANAH DANGKAL DI SEKITAR AREAL TPA BUKIT TUNGGAL PALANGKA RAYA Seni, Seni
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 18 No. 1 (2024): Juni 2024: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v18i1.15256

Abstract

Peningkatan populasi di Palangka Raya dari 299.000 pada tahun 2021 menjadi 305.900 pada tahun 2022 (BPS Kota Palangka Raya, 2023) berkorelasi dengan peningkatan jumlah sampah konsumen, termasuk sampah rumah tangga, komersial, dan industri. Masuknya air hujan ke dalam tumpukan sampah menyebabkan komponen dekomposisi menciptakan lindi yang selanjutnya mencemari air tanah dangkal dan badan air di sekitar lokasi pembuangan akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air tanah dangkal di sekitar area pemrosesan akhir (TPA) Bukit Tunggal di Palangka Raya. Pengamatan difokuskan pada kualitas lindi dari TPA Bukit Tunggal (pH, BOD, COD, TDS, DO) dan kualitas air tanah dangkal terdekat pada interval tertentu (50 m dan 100 m), berdasarkan parameter higiene sanitasi. Hasil menunjukkan lindi dari TPA Bukit Tunggal tidak memenuhi standar kualitas untuk COD, Nitrogen Total, dan Merkuri, sementara tingkat pH, BOD₅, dan Kadmium di beberapa stasiun sesuai dengan nilai standar. Kualitas air tanah dangkal bervariasi, dengan semua stasiun tidak memenuhi standar kualitas untuk Koliform, Warna, dan pH. Parameter seperti TDS, pH, Nitrat, Nitrit, dan Kromium, ketika diperhitungkan untuk indeks kualitas air, mengategorikan kualitas air tanah dangkal di sekitar TPA Bukit Tunggal ke dalam kategori "sedang", berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016.
KUALITAS PELET KAYU PADA BERBAGAI KOMPOSISI BAHAN DARI LIMBAH SERBUK KAYU BANGKIRAI DAN MERANTI MERAH Indrayanti, Lies; Afentina, Afentina; Yanarita, Yanarita; Pidjath, Chartina
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 18 No. 1 (2024): Juni 2024: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v18i1.15257

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji kualitas pelet kayu dengan komposisi campuran limbah serbuk kayu Bangkirai berbanding Meranti Merah. Perbandingan komposisi berturut-turut yaitu 100:0, 75:25, 50:50, 25:75 dan 0:100, masing-masing tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan nilai kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor masuk dalam standar SNI untuk semua perlakuan, kecuali nilai kerapatan. Nilai kadar abu dan nilai kalor masuk dalam standart Prancis (ITEBE), kecuali kadar air dan kerapatan. Pada standar Swedia nilai kerapatan, kadar abu dan nilai kalor memenuhi standar, kecuali nilai kadar air. Hasil analisis ragam perlakuan komposisi serbuk kayu menunjukkan perbedaan yang nyata hanya pada nilai kerapatan dan nilai kalor. Kerapatan dan nilai kalor terbaik pada komposisi Bangkirai dan Meranti Merah 100:0, diikuti dengan komposisi 75:25. Perbandingan komposisi bahan ternyata tidak mempengaruhi kualitas pelet, karena perlakuan terbaik pada komposisi 100% kayu Bangkirai. Pemanfaatan limbah Kayu Bangkirai prospektif untuk dijadikan pelet kayu dari segi kualitas, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor, namun perlu perhatian dalam penanganan serbuk kayu untuk menurunkan kadar air, sehingga dapat meningkatkan nilai kerapatan.