cover
Contact Name
Adhi Surya
Contact Email
J.Kacapuri@gmail.com
Phone
+6287782738533
Journal Mail Official
J.Kacapuri@gmail.com
Editorial Address
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam kalimantan MAB Gd A lt 2, Jalan adhiyaksa No 2 Kayu Tangi Banjarmasin Kalsel-70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Kacapuri : Jurnal Keilmuan Teknik Sipil
ISSN : 25023179     EISSN : 26566001     DOI : 10.31602
JURNAL KACAPURI terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Diterbitkan oleh Program Studi (S-1) Teknik Sipil Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari. Redaksi menerima sumbangan artikel ilmiah dari para peneliti, pendidikan dan pemerhati masalah-masalah atau scope and focu
Articles 259 Documents
ANALISIS OPERASIONAL KENDARAAN BRT BANJARBAKULA (Studi Kasus Koridor I Rute Banjarmasin-Banjarbaru) Aminudin, Muhammad; Mulyadi, Mulyadi; Abdurrahman, Abdurrahman
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2024): Vol 7, No 2 2024 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v7i2.17646

Abstract

Kota Banjarbaru menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki pelayanan publik semakin meningkat seiring dengan meningkatnya  mobilitas orang, barang dan jasa akan transportasi, mobilitas yang terjadi akan terus meningkat dengan tumbuhnya perekonomian Kota Banjarbaru dan Kabupaten/kota di provinsi kalimantan selatan. Pemerintah pusat dan daerah sebagai regulator membuat perencanaan dan mengatur pelayanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Untuk mendukung mobilisasi pengguna jasa transportasi pada wilayah Banjarbakula (Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, sebagian wilayah Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tanah Laut), dengan kondisi pelayanan angkutan konvensional menurun, sebagai amanat undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ, pemerintah wajib menyediakan layanan angkutan umum berbasis bus, dengan  menyediakan layanan angkutan massal di kawasan aglomerasi perkotaan seperti Bus Rapid Transit (BRT) di wilayah Banjarbakula. Dalam pelayanannya perlu mengetahui biaya operasional kendaraan (BOK) BRT Banjarbakula, dengan menganalisis komponen biaya biaya seperti tetap, biaya tidak tetap dan biaya overhead, untuk memberikan pelayanan yang baik diperlukan keseimbangan antara supplay dan demand pada BRT, berdasarkan demand maka berapa jumlah sarana BRT di sediakan dan dioperasikan, dengan metode break even, hasil analisis biaya operasional kendaraan BRT mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 69.009.195/tahun. Jumlah kendaraan yang dibutuhkan berdasarkan analisis dengan metode break even sebanyak 12 unit, sedangkan yang kendaraan bus yang beroperasi saat ini 9 unit, dengan kapasitas penumpang 23 orang. 
ANALISIS KAPASITAS SERAP BIOPORI DI JALAN PARIKESIT II RT 40 KELURAHAN RAWA MAKMUR KECAMATAN PALARAN KOTA SAMARINDA Ramadhiyanty, Ichania Rizka; Agustina, Fitriyati; Yatnikasari, Santi
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2024): Vol 7, No 2 2024 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v7i2.13045

Abstract

Kota Samarinda termasuk wilayah yang rawan banjir, penyebab banjir akibat berlebihnya limpasan permukaan dan tidak tertampungnya limpasan tersebut sehingga air meluap. Beberapa faktor penyebab terjadinya banjir di Kota Samarinda dikarenakan faktor manusia dan faktor alam. Untuk faktor manusia sumber utamanya adalah pada pertumbuhan penduduk diikuti dengan laju kebutuhan infrastruktur. Dari aktivitas masyarakat berdampak kepada datangnya sumber genangan, seperti banjir kiriman akibat pasang Sungai Mahakam, dan banjir lokal. Salah satu alternatif ramah lingkungan, untuk mengurangi banjir dan genangan air adalah biopori. Salah satu biopori yang ada di samarinda diawasan di samarinda yang menerapkan biopori adalah di Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran. Biopori yang dibuat berukuran dengan diameter 12 cm, dengan kedalaman 100 cm. Sumur resapan dibuat untuk pelestarian sumber daya air tanah, menanggulangi kekurangan air bersih, menjaga keseimbangan dalam tanah, mengurangi limpasan permukaan dan erosi tanah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kondisi tanah dan mengetahui nilai koefisien permeabilitas yang berpengaruh terhadap kinerja daya serap lubang resapan biopori. Jenis tanah yang ditentukan dengan uji indeks properties termasuk tanah lempung sedikit membatu, hal ini dibuktikan dengan jumlah kadar air tanah dengan rata-rata nilai keseluruhan sampel sebesar 10,01%. Untuk mengetahui kapasitas serap biopori dengan jenis tanah lempung, maka diketahui bahan yang terserap hanya berasal dari curah hujan di lokasi penelitian. Didapat curah hujan harian maksimum rata-rata sebesar 197,47, dengan koefisien permeabilitasnya sebesar 0,004 cm/detik. 
STUDI PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG TUNGGAL DAN TIANG KELOMPOK DENGAN BEBERAPA VARIASI DIMENSI PENAMPANG TIANG DITINJAU TERHADAP NILAI EKONOMIS (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Rektorat UNISKA MAB Banjarmasin) Gazali, Akhmad; Fathurrahman, Fathurrahman; Rusiani, Linda
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2024): Vol 7, No 2 2024 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v7i2.17738

Abstract

Gedung Rektorat Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) adalah proyek strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di kampus tersebut. Gedung ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional kampus yang semakin berkembang dan mendukung pengelolaan akademik serta administratif secara lebih optimal. Pondasi yang digunakan pada pembangunan Gedung Rektorat UNISKA MAB adalah pondasi tiang mini pile dimensi 40×40 cm dengan bangunan bertingkat. Dengan hal ini peneliti mencoba untuk meneliti sebuah perbandingan pondasi tiang mini pile dimensi 40×40 cm dengan pondasi tiang spun pile diameter 30 cm dan 40 cm, manakah pondasi tiang yang paling ekonomis. Penelitian dilakukan di Komplek Agra Budi, Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan pada penyusunan skripsi ini adalah metode penelitian  korelasional yaitu penelitian yang identik dengan membandingkan antara satu variabel dengan variable yang lainnya dalam penelitian tersebut. Hasil dari analisis daya dukung pondasi mini pile diperoleh nilai daya dukung Qult tunggal adalah sebesar 476,74 ton, sedangkan nilai daya dukung kelompok tiang adalah sebesar 2502,89 ton. Hasil analisis daya dukung pondasi spun pile diameter 30 cm diperoleh nilai daya dukung Qult tunggal adalah sebesar 253,83 ton, sedangkan nilai daya dukung kelompok tiang adalah sebesar 989,94 ton. Hasil analisis daya dukung pondasi spun pile diameter 40 cm diperoleh nilai Qult tunggal adalah sebesar 374,24 ton, dan nilai daya dukung kelompok tiang adalah sebesar 1.212.,54 ton. Ditinjau dari nilai ekonomis diperoleh pondasi yang paling ekonomis adalah menggunakan pondasi tiang spun pile diameter 40 cm. Namun disisi lain kelemahan dari pondasi spun pile adalah pada proses pengiriman materialnya yang memerlukan waktu lebih lama, karna di cetak dan dibeli dari luar dari pulau Kalimantan. Biasanya memerlukan waktu berkisar antara 4-5 minggu.
Tipe Kerusakan Jalan dan Penentuan Prioritas Penanganan Berdasarkan Metode Bina Marga (Studi Kasus : Jalan Arteri Kabupaten Buru Selatan) Assagaf, Sjaid S Fais
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2024): Vol 7, No 2 2024 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v7i2.14234

Abstract

Tersedianya  prasarana jalan sangat penting untuk mendukung  kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat namun kerusakan progresif karena penggunaannya bisa saja terjadi dan tidak dapat dihindari.  Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui tipe dan nilai kerusakan jalan dan bagaimana prioritas penanganannya di Kabupaten Buru Selatan.   Penelitian ini dilaksanakan di jalan arteri Kabupaten Buru Selatan, ruas  Pelabuhan Namrole -Desa Wali. Evaluasi kerusakan jalan menggunakan metode Bina Marga.  Hasil Penelitian menunjukkan nilai LHR pada jalan arteri Kabupaten Buru Selatan, ruas Pelabuhan Namrole-Desa Wali sebesar 311 smp/hari maka berada pada nilai kelas jalan 3.  Tipe kerusakan jalan yang ditemukan pada ruas jalan tersebut  adalah retak buaya, kerusakan lubang dan cacat permukaan. Nilai Urutan Prioritas (NUP) sebesar 7 sehingga  prioritas penanganannya adalah pemeliharaan rutin.  
STUDI LITERATUR HAMBATAN SOSIAL DAN BUDAYA PADA PENERAPAN BANGUNAN HIJAU Lendra, Lendra; Febrianty, Ruliana; Ghifari, Fazrial Ridha; Kurniawan, Rizkian; Naibaho, Oloan
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2024): Vol 7, No 2 2024 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v7i2.15246

Abstract

Penelitian ini menggali hambatan sosial dan budaya yang menghalangi adopsi konsep bangunan hijau dalam industri konstruksi serta merancang strategi untuk mengatasi tantangan tersebut. Bangunan hijau, diakui sebagai strategi vital dalam mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi. Namun, faktor-faktor seperti persepsi budaya yang menentang, kurangnya pemahaman masyarakat, minimnya edukasi formal, pola hidup yang kurang peduli lingkungan, serta dukungan pemerintah yang tidak memadai, semuanya menjadi penghalang signifikan. Studi ini menggunakan metode studi literatur dengan aplikasi perangkat lunak Publish or Perish untuk mencari dan mengevaluasi referensi yang relevan dari tahun 2018 hingga 2024. Hasilnya mengidentifikasi 25 faktor hambatan utama yang terbagi dalam kelompok Budaya dan Kebiasaan, Kesadaran dan Pemahaman, Sosialisasi dan Edukasi, Pola Hidup yang Kurang Peduli Lingkungan, serta Dukungan dan Komitmen Pemerintah. Hasil penelitian menyoroti kompleksitas hambatan ini dan menawarkan solusi potensial berupa kampanye edukasi yang lebih efektif, peningkatan pelatihan profesional, dan perbaikan kebijakan pemerintah. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan yang berguna bagi pembuat kebijakan, desainer, dan pemangku kepentingan industri untuk mengembangkan strategi yang dapat diterima secara budaya dalam mempromosikan bangunan hijau. Dengan mengintegrasikan elemen bangunan hijau ke dalam arsitektur vernakular dan mempertimbangkan konteks sosial dan budaya yang spesifik, diharapkan masyarakat dapat lebih menerima dan menerapkan praktik pembangunan berkelanjutan secara luas.
Analisa Biaya Siklus Hidup pada Gedung Sekolah MAN 4 Kabupaten Banjar Rachman, Tezar Aulia; Badriani, Badriani
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2024): Vol 7, No 2 2024 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v7i2.17253

Abstract

Ketika bangunan telah lama digunakan dan usang, nilai ekonomi dan fungsionalnya menurun secara signifikan. Terdapat permasalahan terkait kinerja bangunan, seperti lingkungan dan penggunaan material yang tidak tepat. Bangunan harus dipelihara untuk menjamin kesinambungan penggunaannya sepanjang masa manfaatnya. Rumusan masalah penelitian adalah Life Cycle Cost untuk mengukur besarnya biaya pemeliharaan pada gedung MAN 4 Banjar selama 10 tahun ke depan, dan bagian mana yang mempunyai Life Cycle Cost tertinggi dan terendah berdasarkan siklus hidup bangunan tersebut.  Biaya pemeliharaan struktur dan komponen kelistrikan, mesin, tata letak eksterior dan pembersihan. Berdasarkan hasil penelitian, biaya pembangunan MAN 4 Banjar 10 tahun mendatang (2024-2033) dengan kenaikan sebesar 4,00% adalah Rp 133.961.875,00 (100%). Biaya pemeliharaan rumah MAN 4 Banjar setiap tahunnya selama 10 tahun sebesar Rp 133.961.875,00. Biaya pemeliharaan tertinggi dalam satu siklus hidup gedung MAN 4 Banjar adalah sebesar Rp. Sektor ketenagalistrikan sebesar 46.449.227 (34,67%), sektor terkecil sebesar Rp. Sektor konstruksi sebesar 624.318,00 (0,47%).
ANALISIS DAYA DUKUNG KOTA TASIKMALAYA BERDASARKAN KETERSEDIAAN AIR TAHUN 2045 Alifiyah, Hana Nisrina; Jawwad, Muhammad Abdus Salam
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2024): Vol 7, No 2 2024 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v7i2.15099

Abstract

Daya dukung lingkungan merupakan kemampuan lingkungan untuk memberikan kebutuhan hidup untuk makhluk hidup. Ada beberapa macam daya dukung lingkungan, salah satunya yaitu ketersediaan air. Ketersediaan air merupakan salah satu kebutuhan hidup makhluk hidup yang harus terpenuhi. Manusia membutuhkan air untuk kebutuhan sehari-harinya. Kebutuhan hidup setiap orang berbeda-beda, namun pemerintah dan WHO telah menetapkan standar kebutuhan air untuk setiap orang, yang mana hal ini digunakan untuk membuat sebuah perencanaan daerah untuk kedepannya. Kota Tasikmalaya memiliki 725,561penduduk pada tahun 2020 dan diproyeksikan pada tahun 2045 sebanyak 947,327 penduduk. Maka dari itu dihitunglah daya dukung Kota Tasikmalaya berdasarkan ketersediaan air yang mana ketersediaan air Kota Tasikmalaya sebanyak  m3/tahun. Sedangkan total untuk kebutuhan air Kota Tasikmalaya 2020 dan 2045 adalah 1,160,897,600 dan 1,515,723,200 m3. Perbandingan antara ketersediaan air dan kebutuhan air sangat lah jauh, maka dapat dipastikan bahwa daya dukung lingkungan berdasarkan Kota Tasikmalaya telah terlampaui dan mendapatkan status defisit ketersediaan air.
ANALISIS PENERAPAN REKAYASA NILAI PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PERPUSTAKAAN DAN ARSIP BPSDMD AMBULUNG Cia, Anmaria Verena; Eliatun, Eliatun
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2024): Vol 7, No 2 2024 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v7i2.16172

Abstract

Seiring perkembangan industri konstruksi, penting untuk memastikan proyek diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan berdasarkan dari segi biaya, mutu dan waktu. Evaluasi terhadap metode yang digunakan dalam proyek serta peninjauan ulang terhadap desain proyek dapat memberikan alternatif untuk memperoleh penghematan biaya tanpa mengurangi mutu pekerjaan, salah satunya dengan menerapkan metode rekayasa nilai. Penerapan rekayasa nilai dilakukan pada Proyek Pembangunan Perpustakaan dan Arsip BPSDMD Ambulung. Proyek pembangunan ini terdiri dari 1 lantai dan bernilai sebesar Rp.800.002.838,40. Tahapan penerapan rekayasa nilai melibatkan identifikasi pekerjaan berbiaya tinggi, analisis fungsi, pengembangan alternatif, evaluasi dengan metode Zero-One, analisis biaya daur hidup, dan rekomendasi alternatif desain. Setelah dilakukan analisis rekayasa nilai pada proyek Pembangunan Perpustakaan dan Arsip BPSDMD Ambulung, terdapat salah satu item pekerjaan yang memiliki potensi biaya tidak diperlukan paling besar yaitu pekerjaan pasangan dinding. Penghematan biaya konstruksi yang didapat dari pekerjaan pasangan dinding adalah sebesar Rp.1.202.560,71 dari total biaya pekerjaan pasangan dinding (Rp. 233.554.229). Sedangkan penghematan biaya daur hidup (LCC) yaitu sebesar Rp. 816.762,62.
OPTIMASI OPERASI ANJUNGAN AKOMODASI OFFSHORE (Manajemen Mutu Melalui Pengendalian Resiko, Penerapan Analisis Keselamatan Kerja, Dan Implementasi Qa/Qc Pada Proses Pekerjaan Offshore Lepas Pantai) Soesanto, Edy; Ratono, Erfprins Azhar; Surya, Adhi
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2024): Vol 7, No 2 2024 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v7i2.17254

Abstract

Operasi anjungan akomodasi offshore di lingkungan lepas pantai merupakan kegiatan yang kompleks dan memerlukan fokus khusus pada aspek manajemen mutu, pengendalian risiko, dan keselamatan kerja. Dalam upaya untuk mengoptimalkan efisiensi dan keberlanjutan operasi, pendekatan yang holistik dan terintegrasi diperlukan. Manajemen mutu menjadi pondasi utama dalam memastikan bahwa seluruh tahapan operasi mencapai standar kualitas tertinggi. Pengendalian risiko, sebagai elemen kritis dalam lingkungan lepas pantai yang penuh tantangan, menjadi landasan untuk menjalankan operasi secara lebih aman dan efektif. Identifikasi dan mitigasi risiko yang cermat membantu dalam mencegah potensi gangguan serius. Penerapan Analisis Keselamatan Kerja (Job Safety Analysis/JSA) menjadi langkah proaktif untuk mengidentifikasi risiko keselamatan di setiap tugas. Dengan menganalisis langkah-langkah pekerjaan, para pemangku kepentingan dapat merancang tindakan pencegahan yang efektif untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman.Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) menjadi instrumen utama dalam memastikan bahwa setiap output operasi memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. QA memastikan kesesuaian proses operasional dengan kebijakan dan prosedur, sementara QC memantau hasil akhir untuk menjamin kepatuhan terhadap standar kualitas.Implementasi integratif manajemen mutu, pengendalian risiko, Analisis Keselamatan Kerja, dan QA/QC bertujuan untuk mencapai optimasi operasi anjungan akomodasi offshore. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga menghadirkan lingkungan kerja yang lebih aman dan andal. Keseluruhan, langkah-langkah ini berkontribusi positif terhadap keberlanjutan industri minyak dan gas di perairan lepas pantai.
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI JEMBATAN STUDI KASUS : JEMBATAN WAI SAMMA/PANA KECAMATAN TANIWEL KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Lekatompessy, Rivaldo Juanito; Kalalimbong, Abraham; Ayal, Mansye Ronal
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2024): Vol 7, No 2 2024 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v7i2.15173

Abstract

Dalam dunia konstruksi jembatan merupakan suatu bangunan yang memiliki kegunaan untuk menghubungkan satu kawasan dengan kawasan yang lain yang terpisah oleh lembah dan sungai. Dalam hal ini perlu direncanakan dengan baik terutama pada pondasi untuk mencegah terjadinya keruntuhan. Dalam hal ini terdapat kasus pada pondasi jembatan Wai Samma/Pana dengan pondasi yang direncanakan menggunakan pondasi tiang pancang dengan perubahan yang terjadi pada waktu pelaksanaan dengan menggunakan pondasi kaison terbuka/sumuran dengan data tanah pada BH-22. Sehingga dilakukan penelitian dengan menggunakan data tanah pada BH-21 untuk mengetahui daya dukung dan penurunan dari pondasi.In the construction world, a bridge is a structure designed to connect one area with another that is separated by valleys and rivers. In this regard, careful planning is necessary, especially for the foundation, to prevent collapses. There is a case regarding the foundation of the Wai Samma/Pana bridge, which was initially planned to use pile foundations, but during implementation, there was a change to using open caisson/pit foundations due to soil data from BH-22. Therefore, research was conducted using soil data from BH-21 to determine the bearing capacity and settlement of the foundation.