cover
Contact Name
Ahmad Hamdan
Contact Email
jendelapls@unsil.ac.id
Phone
+6282218318901
Journal Mail Official
ndelapls@unsil.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jl. Siliwangi, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 25417045     EISSN : 27453944     DOI : -
Ruang lingkup Jurnal Jendela PLS meliputi : Pengembangan sosial dan pembangunan masyarakat pendidikan orang dewasa dan andragogi pendidikan keluarga, gender dan anak usia dini pendidikan kecakapan hidup pemberdayaan masyarakat model, strategi dan metode pelatihan dan kursus model, strategi dan metode pembelajaran pendidikan masyarakat / nonformal
Articles 150 Documents
PERAN TAMAN BACA PELOSOK BUMI DALAM MENINGKATKAN KECAKAPAN LITERASI DASAR PADA ANAK-ANAK DI DUSUN CILELE Sasikirana, Raissa Ageng; Hidayat, Dayat; Santika, Tika
Jendela PLS Vol 9, No 1 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i1.7998

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Taman Baca Pelosok Bumi dalam meningkatkan kecakapan literasi dasar pada anak-anak di dusun cilele kabupaten karawang. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi data primer melalui observasi dan wawancara kepada relawan, warga belajar dan orangtua warga belajar dan data sekunder yang diperoleh  dari  buku,  catatan,  atau  arsip  yang  berhubungan  dengan  penelitian  ini. Penelitian menunjukan hasil bahwa taman baca pelosok bumi berperan dalam meningkatkan kecakapan literasi dasar pada anak-anak. Terdapat faktor pendukung seperti dukungan keluarga dan peran tutor atau relawan, serta terdapat faktor penghambat yaiitu kemampuan anak, media pembelajaran dan waktu belajar.
PENDAMPINGAN BANTUAN USAHA TERHADAP TINGKAT KEBERDAYAAN PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) Siti Laila Nurrohma; Fuad Hasan; Nani Sintiawati
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 2 (2023): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i2.7790

Abstract

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengurangi kemiskinan, salah satunya dengan memberdayakansusaha,smikro,skecil,sdansmenengahs(UMKM). Bantuan dukungan usaha digunakan untuk memberdayakan  pelaku UMKM di Desa Sempol Kecamatan Ijen dengan cara membantu mereka dalam memanfaatkan bantuan ini untuk mengembangkan usahanya. Kurangnya kesadaran pelakuausahaamikroakecilsdansmenengahs(UMKM)sakan penggunaan bantuan usaha yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendampingan usaha dengan tingkat keberdayaansusahaamikro,skeciladansmenengahs(UMKM)adi Desa Sempol Kecamatan Ijen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 responden. Uji validitas kuesioner menggunakan rumus rank spearmen dengan melakukan uji validitas di Desa Kalianyar dan uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan teknik cronbach’s alpha dengan bantuan IBM SPSS versi 22. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis rank spearmen. Hasil nilai koefisien korelasi diperoleh rhitung 0,659 dan nilai r tabel diperoleh 0,475 dengan N = 20. Pada taraf signifikansi 5% diperoleh nilai 0,002 yang berarti nilainya lebih kecil dari 0,05. Berdasarkanshasilspenelitiansdapatsdisimpulkan.bahwa hasil penelitian ini adalah Ha diterima yang artinya ada hubungan antara bantuan pendampingan usaha dengan tingkat keberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Desa Sempol, Kecamatan Ijen.
Desain Pelatihan Tata Boga di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Pemalang Anifah Widya Indarthi; Abdul Malik; Yudi Siswanto
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 1 (2023): Jendela PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i1.7390

Abstract

Kurangnya sumber daya manusia berkualitas, termasuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan, adalah salah satu penyebab mendasar kemiskinan di Kabupaten Pemalang. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menyediakan program pelatihan, seperti pelatihan tata boga, guna meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal. Efektifnya program pelatihan merupakan hal yang penting agar bisa memberi dampak positif bagi peserta pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kondisi faktual pelatihan tata boga dan menganalisis desain tahapan pelatihan yang diimplementasikan dimana nantinya dapat diketahui apakah pelatihan tata boga di BLK Kabupaten Pemalang telah menerapkan aspek-aspek penting dalam pelatihan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Triangulasi sumber dan metode digunakan untuk memeriksa keabsahan data. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Hurberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Penelitian menunjukkan bahwa desain pelatihan tata boga di BLK Kabupaten Pemalang dilakukan secara sistematis melalui tahap analisis kebutuhan yang terdiri dari analisis kebutuhan organisasi, pekerjaan dan individu. Perancangan pelatihan dengan menentukan tujuan pelatihan, metode sumber daya pelatihan, jadwal dan lokasi pelatihan. Implementasi pelatihan terdiri atas persiapan pelatihan, pelaksanaan serta monitoring controlling. Evaluasi pelatihan terdiri atas evaluasi awal peserta, evaluasi akhir dan evaluasi penyelenggaraan pelatihan. Dan transfer pelatihan terdiri atas persiapan, implementasi, monitoring dan evaluasi. Seluruh tahapan tersebut dilakukan dengan memperhatikan aspek penting dalam pelatihan yang mengkombinasikan model Mathis and Jackson secara keseluruhan dan Dick and Carey dalam perancangannya.
PERENCANAAN PROGRAM PENDIDIKAN MASYARAKAT SEKITAR RUMAH PINTAR AL-BAROKAH, SUMEDANG (PENGAYAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT & PROGRAM PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN) Kamarubiani, Nike; Ismawati, Ismawati; Putri, Aliefvia Azzahra; Vionika, Vika
Jendela PLS Vol 9, No 1 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i1.9609

Abstract

Pendidikan sangat berperan penting bagi kehidupan manusia. Maka tidak heran, jika semua orang berhak bahkan wajib untuk menempuh pendidikan, baik itu pendidikan formal, informal ataupun non formal. Rumah Pintar Al-Barokah merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang memafasilitasi masyarakat sekitar Cibeureum Wetan, Sumedang khususnya anak-anak untuk belajar bersama misalnya membantu anak-anak menyelesaikan tugas dari sekolahnya. Namun, tentu saja alangkah lebih baiknya jika Rumah Pintar Al-Barokah ini tidak hanya fokus pada anak-anak saja. Melainkan juga difokuskan pada orang dewasa. Berdasarkan hasil identifikasi yang kami lakukan kepada masyarakat sekitar Rumah Pintar Al-Barokah, ternyata masih banyak masyarakat sekitar yang pendidikannya tidak sampai pada jenjang SMA, namun dibalik itu masyarakat sekitar Rumah Pintar Al-Barokah memiliki rata-rata mata pencaharian di bidang pertanian keterampilan mengolah kekayaan alam yang ada di daerah tersebut, misalnya mengolah abon dan dendeng dari ikan mujair. Maka dari itu, melihat dari masalah serta potensi yang dimiliki oleh masyarakat sekitar Rumah Pintar Al-Barokah, pengayaan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang didalamnya terdapat juga program pelatihan kewirausahaan untuk hasil keterampilan olahannya menjadi solusi yang tepat untuk masyarakat sekitar Rumah Pintar Al-Barokah. 
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PELATIHAN KURSUS MENGEMUDI MOBIL Karunia Fatma Dewi; Joko Sutarto
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 2 (2023): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i2.8997

Abstract

Kebutuhan lapangan pekerjaan yang ada terus menyesuaikan dengan transformasi di era revolusi industri 4.0 salah satunya dalam bidang transportasi . Keterampilan yang harus di miliki tenaga kerja berupa hard skill maupun soft skill sangat di butuhkan dalam memenuhi tuntutan kerja termasuk keterampilan mengemudi Mobil. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Vanny Course di Purworejo merupakan salah satu pendidikan non formal yang berperan memberikan pengetahuan, keterampilan serta kompetensi yang di butuhkan dalam dunia kerja dengan jangka waktu yang relatif singkat. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan implementasi pembelajaran pelatihan mengemudi mobil di LKP Vanny Course,(2) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran pelatihan. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif.Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 1 pimpinan lembaga, 2 Instruktur, dan 3 peserta pelatihan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dalam penelitian ini melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat proses pembelajaran pelatihan di LKP Vanny Course yaitu terdiri dari (1) Implementasi pembelajaran pelatihan yang di lakukan dengan adanya komunikasi antara instruktur dengan peserta pelatihan serta adanya metode pembelajaran ceramah dan drill/latihan,(2) Faktor pendukung dalam pembelajaran ada pada sarana-prasarana yang mendukung dan adanya motivasi dari dalam diri peserta pelatihan serta dukungan dari orang terdekat, Sedangkan faktor penghambatnya ada pada peserta pelatihan yang belum paham dengan materi yang di berikan akibat faktor usia serta manajemen waktu peserta pelatihan yang perlu di tingkatkan lagi. Kata kunci : Implementasi, Pembelajaran, Pelatihan Mengemudi
PERAN PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN KOLASE DI PAUD MOTEKAR X KABUPATEN KARAWANG Nabila Putri Ardiansyah; Ahmad Syahid; Ratna Sari Dewi
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 2 (2023): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i2.8023

Abstract

PAUD Motekar X Kabupaten Karawang masih kurang stimulan dari orang tua terhadap perkembangan fisik motorik halus, sehingga para pendidik perlu meningkatkan kemampuan fisik motorik halus para anak didik dalam kegiatan pembelajaran. Peran pendidik dalam pembelajaran salah satunya dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak didik yaitu melalui kegiatan kolase. Pengembangan kemampuan fisik motorik halus dalam kegiatan kolase bagi seorang anak didik merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan karena dalam kegiatan tersebut anak didik dapat bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain sehingga mampu untuk melatih perkembangan kemampuan motorik halus serta sesuai dengan prinsip pendidikan di Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD).Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui data tentang peran pendidik dalam meningkatkan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kolase di PAUD Motekar X Kabupaten Karawang. (2) Mengetahui data tentang hasil dari peningkatan motorik halus melalui kegiatan kolase pada anak usia dini di PAUD Motekar X Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari 1 orang pengelola, 2 pendidik, dan 2 orang tua anak didik. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa: (1) Peran pendidik yang diterapkan di PAUD Motekar X Kabupaten Karawang yaitu peran pendidik sebagai fasilitator, pembimbing,dan motivator yang sudah terlaksana dengan baik dan berhasil meningkatkan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kolase. (2) Hasil dari kegiatan keterampilan kolase adalah sebagian anak sudah mampu memilih bahan dan mengenal warna serta tekstur kemudian memadukannya pada bahan yang satu dan bahan yang lainnya sesuai pola. Dari segi kemampuan berbahasa anak didik yang sudah terlatih dan sosial emosional anak didik masih ada beberapa yang belum berkembang baik karena kurangnya ketelitian dan kesadaran pada saat mengerjakan pekerjaannya.Kata kunci : Peran Pendidik , Motorik Halus , Anak Usia Dini, Kolase
POLA ASUH ORANGTUA MENYIKAPI PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA ANAK USIA DINI Lisa Imroatus Sholikhah
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 1 (2023): Jendela PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i1.6915

Abstract

Aktivitas anak usia dini bergantung pada sikap orangtua melalui penerapan pola asuh. Termasuk pola asuh orangtua menyikapi penggunaan smartphone pada anak. Penggunaan smartphone menyebabkan berkurangnya minat sosial pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui penggunaan smartphone pada anak usia dini, pola asuh yang diterapkan orangtua, dan dampak penggunaan smartphone. Metode penelitian yang digunakan adalah  kualitatif jenis fenomenologi. Dalam penelitian kualitatif, hasil tidak diperoleh dan disajikan melalui prosedur statistik, hitungan, atau berbentuk angka, melainkan melalui proses pengamatan dan analisis yang dijelaskan secara deskriptif. Jenis fenomenologi digunakan untuk mengungkap kesamaan makna yang menjadi esensi dari suatu konsep atau fenomena yang secara sadar dan individual dialami oleh sekelompok individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi penggunaan smartphone pada anak usia dini adalah 3-4 jam per hari. Smartphone digunakan untuk menonton youtube, tiktok, dan bermain game. Orangtua menerapkan pola asuh permisif dan demokratis dalam menyikapi penggunaan smartphone pada anak usia dini. Alasan diberikan smartphone pada anak guna memudahkan pengasuhan. Anak tidak mengganggu aktivitas orangtua saat bermain smartphone. Dampak positif penggunaan smartphone pada anak usia dini adalah memperluas pengetahuan anak, meningkatnya kreativitas, dan kemampuan bahasa inggris. Sedangkan dampak negatifnya adalah kecanduan, minat sosial anak rendah, dan berpotensi menonton tayangan yang tidak mendidik.
PELATIHAN KETERAMPILAN BARISTA DALAM MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN BERWIRAUSAHA PADA PESERTA DI BLK KABUPATEN KARAWANG Widyadhana, Azzahra Putri; Sutarjo, Sutarjo; Hoerniasih, Nia
Jendela PLS Vol 9, No 1 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i1.8024

Abstract

 Peminat pelatihan barista yang terus meningkat dengan adanya permintaan pasar industri food and bevare (fb) dan meluasnya coffe shop sehingga BLK mendirikan pelatihan keterampilan barista agar dapat mengurangi angka pengangguran dan memenuhi permintaan pasar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses dan hasil pelatihan keterampilan barista dalam menumbuhkan kemandirian berwirausaha di BLK Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini sebanyak 4 orang, terdiri dari kepala BLK, Instruktur pelatihan dan 2 peserta pelatihan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi, wawacara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pelatihan keterampilan barista dalam menumbuhkan kemandirian berwirausah pada peserta di BLK Kabupaten Karawang berjalan dengan baik sesuai prosedur yang ada.  Pelaksanaan pelatihan dilakukan dalam jangka waktu 14 hari, setiap pertemuan menghabiskan waktu pelatihan selama 8 jam. Materi pelatihan yang diberikan yaitu materi dasar dunia perkopian dan manajemen bisnis coffe shop. Media bahan ajar yang diberikan yaitu berupa modul. Metode pelatihan berupa demonstrasi, tanya jawab dan praktek. Evaluasi dilaksanakan diakhir penutupan pelatihan berupa ujian tertulis, ujian praktek, dan wawancara. Sikap peserta pelatihan yang menceminkan ciri kemandirian berwirausaha meliputi tanggungjawab, keberanian, inisiatif, kepemimpinan dan disiplin.Kata kunci: Pelatihan, Keterampilan Barista, Kemandirian Berwirausaha  
PENDAMPINGAN PENJAMINAN DAN PENGENDALIAN MUTU PENDIDIKAN MASYARAKAT Asep Saepudin; Raihan Aulia Nugraha; Ismawati Ismawati; Bangkit Alamsyah
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 2 (2023): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i2.7652

Abstract

Pendidikan di Indonesia memiliki 3 jalur, yakni jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal. Namun, mayoritas orang hanya mementingkan pendidikan formal. Sehingga fokus peningkatan kualitas pendidikannya pun hanya terfokus pada pendidikan formal saja. Padahal, pendidikan formal dan informal pun harus memiliki kualitas yang baik. Terlebih pendidikan non formal adalah sebagai pelengkap atau bahkan pengganti pendidikan formal bagi orang yang bekum berkesempatan untuk menempuh pendidikan formal. Salah satunya yaitu dengan didirikannya PKBM yang merupakan singkatan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Terdapat beberapa program yang ada di dalam PKBM misalnya seperti pendidikan keaksaraan, pendidikan kesetaraan, peningkatan life skill/soft skill, dan masih banyak lagi. Meskipun merupakan bagian dari pendidikan non formal, PKBM memiliki potensi yang cukup besar dalam mewujudkan generasi yang cerdas dan berdaya. Maka dari itu PKBM pun harus memiliki kualitas yang baik sama halnya dengan pendidikan formal yang selalu diusahakan untuk peningkatan kualitasnya. Penelitian ini menggunakan metode survey yakni secara langsung mengunjungi PKBM Al-Insan untuk mengidentifikasi serta memastikan dokumen apa saja yang belum terpenuhi untuk peningkatan mutu PKBM melalui akreditasi untuk kemudian didampingi dalam proses pemenuhan dokumen pendukung akreditasi PKBM. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa setiap jalur pendidikan di Indonesia penting untuk diingkatkan kualitasnya, karena generasi yang cerdasa dan berdaya lahir dari pendidikan yang berkualitas.
ANALISIS PELATIHAN NON KLASIKAL PADA PERILAKU PESERTA PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ANGKATAN II DI BPSDM PROVINSI JAWA BARAT Annisa Miftahul Jannah; Shabrina Shabrina; Nida Tahani; Nabila Fauziah Firdaus; Siti Asiyah; Dadang Yunus Lutfiansyach
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 1 (2023): Jendela PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i1.7498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pembaca mengenai perilaku peserta pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Angkatan II selama mengikuti pelatihan non-klasikal di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat. Perilaku peserta pelatihan yang kami maksud dalam penelitian ini adalah terkait kehadiran, keaktifan, penugasan, dan perilaku yang dilakukan peserta selama mengikuti proses pelatihan Penelitian Tindakan Kelas. Pendekatan penelitian yang digunakan, yakni pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Dalam hal ini, kami peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan harian subjek yang sedang diamati kemudian dijadikan sebagai sumber data penelitian. Subjek penelitian terdiri dari 57 orang peserta pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Angkatan II. Hasil yang kami dapatkan menunjukan bahwa nilai rata-rata post-test peserta mengalami peningkatan dibandingkan dengan pre-test yang sebelumnya mereka kerjakan. Saran yang diberikan oleh peneliti, yakni pengamat kelas dapat lebih selektif terhadap kelas yang sedang diamati dan penyelenggara pelatihan dapat menerima saran dari peneliti.

Page 9 of 15 | Total Record : 150